Saham PGAS | PT Perusahaan Gas Negara Tbk Salurkan Gas ke Wisma Atlet

IQPlus, (23/03) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) siap menyalurkan gas bumi untuk mendukung kebutuhan bagi tenaga medis maupun pasien yang akan dirawat di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, ketika pemerintah mengalihfungsikan kawasan itu sebagai pusat rehabilitasi pasien Corona (COVID-19).

Sekretaris Perusahaan PT PGN Rachmat Hutama di Jakarta, Senin, menjelaskan hal tersebut merupakan dukungan terhadap pemerintah dalam memerangi wabah COVID-19.

Sebelumnya, selama pergelaran Asian Games 2018, PGN telah memasok gas bumi untuk kebutuhan atlet dan ofisial yang bermukim di wisma tersebut.

"Mulai hari ini kami akan melakukan pengaliran kembali gas bumi yang diprioritaskan untuk kebutuhan dapur umum Wisma Atlet Kemayoran sehingga pada saat efektif penggunaan wisma atlet sebagai pusat rehabilitasi COVID-19 tidak ada permasalahan untuk pasokan gas bumi," tegas Rachmat.

PGN melalui anak usahanya yaitu PT Gagas Energi Indonesia (GAGAS) menyalurkan Gaslink sebagai bahan bakar kompor pada dapur umum yang disiapkan untuk menyediakan kebutuhan makan kepada pasien, dokter, perawat, aparat dan relawan kesehatan yang terlibat dalam penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran.

Gaslink disalurkan dengan menggunakan 1 unit Pressure Regulating Station dengan kapasitas aliran 100 meter kubik/jam, sedangkan untuk pasokan gas didukung oleh 2 unit Gas Transportation Module (GTM) ukuran 5 feet dengan kapasitas masing-masing 300 Meter kubik dan 1 unit GTM 10 feet dengan kapasitas 1.000 Meter kubik/jam.

Fasilitas kompor pada dapur umum, membutuhkan pasokan gas berjumlah 17 s/d 20 unit. Untuk mengoperasikan pengaliran gas tersebut, disiapkan operator dan teknisi yg bertugas secara bergantian dengan SOP yang ketat untuk mengurangi dampak dari kemungkinan penyebaran virus.

Di tengah penurunan laba perseroan pada tahun 2019, PGN tetap berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan CSR guna membantu masyarakat dan mengurangi beban Pemerintah.

"Sebagai bagian dari kegiatan CSR Perusahaan, penyaluran gas bumi ke wisma atlet selama 3 bulan adalah bentuk kontribusi kami sebagai bagian dari BUMN kepada negara dalam menangani pandemi Covid-19. Semoga energi baik gas bumi ini menambah semangat tenaga medis dan pasien untuk dapat keluar dari kondisi pandemi Covid-19," kata Rachmat.(end/ant)

Saham ADRO | PT Adaro Energy Tbk Berikan Bantuan Tangani Corona

IQPlus, (23/03) -  PT Adaro Energy Tbk (Adaro) menyerahkan bantuan senilai Rp20 miliar kepada pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu menangani penanganan virus corona atau COVID-19 di Tanah Air.

"Adaro memberikan bantuan sebesar Rp20 miliar kepada Gugus Tugas Penanganan COVID-19," kata Kepala BNPB Doni Monardo di Jakarta, Senin.

Ia menyebutkan anggaran tersebut akan dibagi Rp5 miliar untuk menyediakan fasilitas kesehatan berupa mobil ambulans dan Rp15 miliar lagi untuk tim yang bertanggungjawab memberikan bantuan logistik, obat dan vitamin kepada tenaga kesehatan.

Hal itu termasuk pula bagi pekerja rumah sakit dan supir ambulans supaya mereka semua mendapatkan dukungan yang baik. Apalagi mereka merupakan pekerja terdepan dalam misi kemanusiaan.

Sementara itu, Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir mengatakan saat ini Adaro Grup baru bisa membantu pemerintah dalam jumlah tersebut. Namun, diharapkan perusahaan swasta lainnya turut serta berpartisipasi.

"Saya yakin ini memang tidak cukup tapi Insha Allah saya berharap teman-teman swasta lain bisa membantu pemerintah," kata dia.

Saat ini, ujar dia, bangsa Indonesia sedang dalam kondisi "perang" melawan COVID-19. Oleh sebab itu, dibutuhkan segenap bantuan dan dukungan dari semua pihak.

Menurut dia, inilah saatnya perusahaan swasta bergerak membantu dan mendukung pemerintah secara bersama untuk memerangi virus corona. Selain itu, diharapkan juga pihak yang mampu jangan hanya sekadar wacana saja.

"Kita jangan saling berwacana saja tapi inilah saatnya kita bergerak," katanya.(end)

Saham FREN | PT Smartfren Telecom Tbk Alami Kenaikan Pendapatan di 2019

IQPlus, (23/03) - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mencatat pendapatan usaha sebesar Rp6,98 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari pendapatan usaha rp5,49 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban usaha naik menjadi Rp9,29 triliun dari beban usaha Rp8,14 triliun dan rugi usaha turun menjadi Rp2,30 triliun dari rugi usaha Rp2,65 triliun tahun sebelumnya.

Beban lain-lain bersih turun jadi Rp36,93 miliar dari Rp639,30 miliar dan rugi sebelum pajak turun menjadi Rp2,34 triliun dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp3,28 triliun tahun sebelumnya.

Rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi RP2,19 triliun dari rugi Rp3,53 triliun tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp27,65 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp25,21 triliun hingga 31 Desember 2018. (end)

Saham BBRI | BRI Dukung KemenPANRB untuk WFH

IQPlus, (23/03) - Untuk meminimalisir penyebaran virus corona di Indonesia, pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa, sedangkan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa kerja dari rumah dengan online dan mengutamakan pelayanan prima untuk masyakarat.

Salah satu instansi yang menerapkan kebijakan bekerja di rumah (work from home / WFH) adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), dimana para ASN di lingkungan KemenPANRB tetap dapat bekerja di rumah dengan produktif dengan adanya digital office. Digital office yang dinamakan "PANRB Smart"tersebut dibangun oleh Bank BRI dan saat ini terus dikembangkan lebih lanjut oleh KemenPANRB.

Direktur Hubungan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto menjelaskan, dengan penggunaan PANRB Smart, ASN di lingkungan KemenPANRB yang sedang menjalankan WFH tetap dapat bekerja layaknya berada di kantor. "Para ASN tetap dapat membuat dan menerima surat atau disposisi melalui aplikasi tersebut sehingga pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan prima,"imbuh Agus.

Agus menambahkan, aplikasi ini telah diluncurkan sejak Oktober 2017 dan kini seluruh ASN Kemenpan RB yang berjumlah lebih dari 500 orang telah secara aktif menggunakan aplikasi PANRB Smart. Inovasi ini merupakan inisiasi BRI dalam mengembangkan program e-government dalam rangka mendukung terwujudnya reformasi birokrasi melalui manajemen pelayanan yang berbasis teknologi informasi.

"Melalui pemanfaatan teknologi, BRI mendukung KemenPANRB menciptakan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan akuntabel serta memiliki pelayanan publik berkualitas," pungkas Agus. (end/as)

Saham ICBP | PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Raih Pertumbuhan Penjualan per 31 Desember 2019

IQPlus, (23/03) - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) hingga periode 31 Desember 2019 meraih pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 10% menjadi Rp42,30 triliun dibandingkan Rp38,41 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Menurut keterangan Senin, Laba usaha naik 15% menjadi Rp7,40 triliun dari Rp6,45 triliun, dan marjin laba usaha naik menjadi 17,5% dari 16,8%.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 10% menjadi Rp5,04 triliun dari Rp4,58 triliun di tahun sebelumnya; marjin laba bersih relatif stabil di kisaran 11,9%. Core profit meningkat 22% menjadi Rp5,16 triliun dari Rp4,22 triliun.

"Kami senang ICBP dapat kembali mencatatkan pertumbuhan yang kuat di tahun 2019, didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia yang baik meskipun pertumbuhan ekonomi global melambat karena meningkatnya ketegangan perdagangan dunia dan ketidakpastian geopolitik," ujar Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP.

"Agar tetap kompetitif di tahun-tahun mendatang, kami akan terus memperkuat brand equity dan mendorong inovasi produk, meningkatkan ketersediaan produk, penjualan ekspor dan penjualan food service serta diversifikasi sumber bahan baku, sambil terus mengedepankan berbagai inisiatif penghematan biaya," lanjutnya. (end)

Saham DMAS | PT Puradelta Lestari Tbk Raih Kenaikan Pendapatan Usah per 31 Desember 2019

IQPlus, (23/03) - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) meraih pendapatan usaha naik menjadi Rp2,65 triliun hingga periode 31 Desember 2019 dibandingkan pendapatan usaha Rp1,04 triliun tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban pokok naik jadi Rp1,17 triliun dari Rp455,51 miliar dan laba kotor diraih Rp1,48 triliun naik dari laba kotor Rp580,82 miliar.

Beban usaha naik jadi Rp249,34 miliar dari beban usaha Rp165,39 miliar dan laba usaha naik menjadi Rp1,23 triliun dari laba usaha Rp415,43 miliar. Laba sebelum pajak naik menjadi Rp1,35 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp514,37 miliar.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp1,33 triliun dari laba Rp496,25 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp7,62 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp7,50 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham INDF | PT Indofood Sukses Makmur Tbk Umumkan Kinerja per 31 Desmber 2019

IQPlus, (23/03) - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada Senin ini mengumumkan kinerja hingga periode yang berakhir 31 Desember 2019 meraih kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 4% menjadi Rp76,59 triliun dibandingkan Rp73,79 triliun tahun lalu.

Laba usaha meningkat 8% menjadi Rp9,83 triliun dari Rp9,14 triliun dengan marjin laba usaha sebesar 12,8%. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar 18% menjadi Rp4,91 triliun dari Rp4,17 triliun, dan marjin laba bersih meningkat menjadi 6,4% dari 5,7%. Core profit meningkat sebesar 23% menjadi Rp4,90 triliun dari Rp3,99 triliun.

Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, mengatakan Indofood telah menunjukkan ketangguhannya sebagai Perusahaan Total Food Solutions melalui pertumbuhan yang positif pada nilai penjualan dan keuntungan meskipun terdapat penurunan pada harga komoditas.

"Untuk ke depannya, kami akan terus fokus dalam meningkatkan daya saing dengan terus memperkuat brand equity dan memastikan inovasi produk yang berkesinambungan; memperluas jaringan distribusi kami; dan berinvestasi pada peningkatan produktivitas dan efisiensi yang terus berlanjut," ujar Anthoni lagi. (end)

Saham BMRI | Bank Mandiri Kurangi Jam Operasional

IQPlus, (23/03) - Bank Mandiri mengurangi jam operasional kantor cabang di seluruh Indonesia mulai Senin (23/2), dari awalnya pukul 08.00 hingga pukul 15.00 menjadi pukul 09.00 hingga pukul 15.00.

Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perseroan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan, nasabah, mitra kerja dan masyarakat umum dari penyebaran COVID-19.

"Kami juga mengalihkan operasional kantor cabang di wilayah Jakarta untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencegah meluasnya penyebaran. COVID-19 melalui pengurangan operasional kantor," katanya.

Rully menjelaskan, pada Senin (23/3), dari 457 kantor cabang Bank Mandiri yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta, sebanyak 183 unit di antaranya akan ditutup sementara.

Kemudian, pada Selasa (24/3), jumlah cabang yang akan ditutup sementara operasionalnya bertambah menjadi 287 unit.

"Kantor-kantor cabang yang tersebut, operasionalnya akan dialihkan ke kantor cabang terdekat," ujar Rully.

Seiring dengan transformasi digital Bank Mandiri, lanjut Rully, saat ini nasabah juga dapat melakukan beragam transaksi melalui solusi perbankan digital Bank Mandiri, antara lain Mandiri Online, Mandiri Internet Bisnis maupun Mandiri Cash Management bagi nasabah perusahaan-perusahaan.(end)

Saham PTRO | PT Petrosea Tbk Optimis Tambang Prospektif

IQPlus, (23/03) - Perusahaan, yang bergerak di bidang kontrak pertambangan, rekayasa dan konstruksi, serta jasa migas, PT Petrosea Tbk optimistis bisnis pertambangan tetap prospektif ke depannya.

'Kami optimistis, tahun lalu saja di tengah volatilitas harga batubara termal dan kondisi ekonomi global yang kurang kondusif, perusahaan mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang menggembirakan," kata Presiden Direktur Petrosea Hanifa Indradjaya di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan sejumlah strategi akan diterapkan dengan mengacu pada pencapaian sepanjang tahun lalu yang didorong berbagai inisiatif strategis dan upaya transformasi.

Hal itu dilakukan guna memastikan sustainable superior performance perusahaan untuk tahun-tahun mendatang, katanya.

Pada 2019, perusahaan yang telah beroperasi selama 48 tahun di Indonesia mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 2,3 persen dari 465,74 juta dolar AS pada 2018 menjadi 476,44 juta dolar AS.

Selain itu, Petrosea juga mencatatkan laba 31,18 juta dolar AS yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dibandingkan 22,96 juta dolar AS pada tahun sebelumnya, atau naik 35,80 persen secara tahunan.

Kontribusi dari lini bisnis kontrak pertambangan mencapai 60,25 persen terhadap total pendapatan perusahaan dengan menggunakan armada yang diupayakan efisien dan efektif dalam mencapai volume produksi.

Sedangkan kontribusi dari lini bisnis rekayasa dan konstruksi mencapai 20,5 persen dan lini bisnis logistik dan support services mencapai 18,66 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

"Selain itu inisiatif strategis kami untuk melakukan transformasi kegiatan operasional melalui digitalisasi mendapatkan pengakuan dari dunia internasional yakni oleh World Economic Forum sebagai satu-satunya perusahaan tambang dan satu-satunya perusahaan milik Indonesia yang masuk ke dalam Global Lighthouse Network," ujarnya.(end)

Saham ISAT | Indosat Ooredoo Beri Insentif Saat WFH

IQPlus, (23/03) - Kebijakan perusahaan menerapkan program bekerja dari rumah (work from home/WFH) untuk mencegah semakin meluasnya wabah Virus Corona baru atau COVID-10 ternyata mendapat sambutan positif dari karyawan Indosat Ooredoo.

Pasalnya, manajemen perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredo memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp1,5 juta yang akan masuk dalam gaji bulan Maret 2020 ini, sebagai bentuk apresiasi atas kesediaan karyawan tetap bekerja walaupun dilakukan dari rumah.

Informasi uang tambahan bagi karyawan Indosat Ooredoo terungkap di sejumlah akun media sosial karyawan.

Dari info memo yang beredar di internal karyawan Indosat Ooredoo yang diterima Antara, di Jakarta, Sabtu,  bahwa apresiasi tersebut terkait dengan situasi global penyebaran COVID-19 yang mengharuskan masyarakat berdiam di rumah masing-masing.

"Kami ingin terus memastikan bahwa kesehatan dan keselamatan kita semua. Sahabat Indosat Ooredoo adalah prioritas utama," kata Presiden Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama dalam memo berjudul "CEO Message".

Menurutnya, manajemen juga perlu terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan meskipun kita menjalani Work From Home. Bantuan satu kali sebesar Rp1.500.000 per karyawan yang masuk dalam payroll gaji Maret 2020.

Manajemen mengucapkan terima kasih, karyawan telah mampu beradaptasi dengan rutinitas baru dan menjalankan tugas dengan gesit seperti yang dilakukan secara luar biasa pada beberapa hari terakhir.

"Mari lanjutkan bekerja dengan baik dan senantiasa menjaga kesehatan. Kami meminta semua karyawan untuk #StayHomeStayConected melalui waktu yang menantang ini," demikian memo tersebut.(end)

Rekomendasi Saham Mirae Asset | BRPT, INTP, UNVR


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
March 23, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 4,194.94 (+2.18%), consolidation, trading range 3,881-4,220. Indikator MFI optimize sudah berada di oversold area dengan kecenderungan menguat, indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik. Pada periode monthly  indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized konsolidasi di oversold area . Daily support di 3,881 dan daily resistance di 4,220 Cut loss level di 3,840.

BRPT Weekly , 525 (-19.85%), buy on weakness, trading range 440 – 620. Indikator MFI optimized ,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung konsolidasi,.Weekly support  di 440 sementara itu monthly resistance di  620. Cut loss level  330.

INTP Monthly  , 11,125(-25.46%), buy on weakness, trading range 8,275 – 13,100. indikator MFI optimized,,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized konsolididasi di oversold area  . Monthly support  di 8,275 sementara itu monthly resistance  di 13,100 Cut loss level  di 8,250.

UNVR Monthly , 6,225 (-8.79%), buy on weakness, trading range 5,000- 6,850. Indikator MFI optimized cendrung flat ,indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized  sudah berada di oversold area dan berpotensi untuk naik. Perkiraan monthly support di  5,000  dan monthly resistance di 6,850 .Cut loss level di 4,950.

Ulasan Pasar Global | 23 Maret 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Mar 23, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Penyelaman Wall Street, berakhir dengan mingguan terburuk sejak 2008, karena New York dan California memberlakukan pembatasan
Wall Street mengakhiri minggu terburuknya sejak Oktober 2008, dengan Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 meluncur lebih dari 4% pada hari Jumat karena pembatasan ketat yang diberlakukan oleh New York dan California untuk mencoba membatasi penyebaran virus corona yang memicu kekhawatiran tentang kerusakan pada ekonomi AS.
Dow Jones turun 913,21 poin atau 4,55% menjadi 19.173,98. S&P 500 kehilangan 104,47 poin atau 4,34% menjadi 2.304,92. Nasdaq Composite turun 271,06 poin atau 3,79% menjadi 6.879,52.
Gubernur New York Andrew Cuomo Jumat pagi memerintahkan semua pekerja yang tidak penting untuk tinggal di rumah. Ini mengikuti perintah California "tinggal di rumah" di seluruh negara bagian yang dikeluarkan Kamis malam. Pergerakan oleh dua negara bagian AS terpadat memengaruhi sekitar 40 juta orang. Juga, otoritas federal minggu ini pindah untuk menutup perbatasan dengan Kanada dan Meksiko, dengan lebih dari 12.000 kasus telah dikonfirmasi di Amerika Serikat pada hari Jumat. "Pasar ekuitas masih berusaha untuk menangani seberapa buruk ekonomi akan menjadi, dan saya pikir berita seluruh negara yang ditutup mungkin memenuhi syarat sebagai semakin negatif," kata analis. Ini mempengaruhi "banyak kegiatan ekonomi dan banyak bisnis".

Eropa

Bursa Eropa merangkak ke hari kedua kenaikan, tetapi mencatatkan penurunan dalam seminggu
Bursa Eropa berakhir lebih tinggi untuk hari kedua berturut-turut pada hari Jumat tetapi mengupas sebagian besar kenaikan sesi karena kekhawatiran tentang guncangan ekonomi dari virus corona menghancurkan optimisme awal.
Indeks STOXX 600 Eropa berakhir 1,8%.
Investor awalnya mengambil beberapa hati dari langkah-langkah darurat oleh Bank Inggris pada hari Kamis, serta berita tentang penerbitan obligasi berdaulat lebih lanjut di Eropa. Namun, dalam apa yang tampaknya merupakan tren yang berulang, keuntungan yang diperoleh di belakang langkah-langkah stimulus regional gagal bertahan, seperti terlihat dengan langkah-langkah oleh Bank Inggris dan Bank Sentral Eropa pekan lalu, yang tidak banyak membendung kekalahan ekuitas. “Kami pikir terlalu dini untuk mengatakan dengan tingkat kepastian bahwa pasar telah menemukan dasar, jujur. Kami tetap berpandangan bahwa pasar hanya akan stabil ketika ada tanda-tanda bahwa pandemi sedang dikendalikan, ”kata analis. “ECB pada akhirnya harus melangkah lebih jauh. Kami berpikir bahwa ECB akan berkomitmen untuk menjaga imbal hasil obligasi negara rendah untuk semua pemerintah setidaknya selama masa krisis coronavirus."

Saham Murah Yang Sudah Bisa Dicicil Tahun 2020


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan jual yang melanda pasar saham domestik kian berat. Sejak awal tahun atau secara year-to-date, aksi jual bersih (net sell) yang terjadi di pasar reguler mencapai 12,88 triliun.

Beberapa saham dengan kapitalisasi besar atau big caps memuncaki daftar saham-saham yang paling banyak dilepas asing. Sebut saja saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang sejak awal tahun aksi jual bersihnya mencapai Rp 4,6 triliun.


Selain itu, investor asing juga melepas kepemilikannya di saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), hingga saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menilai beberapa saham tersebut sudah terdiskon dan memiliki valuasi yang cukup murah. Di antara saham-saham tersebut, saham BBCA, BBNI, BBRI, TLKM, HMSP, dan BMRI dinilai sudah memiliki valuasi yang murah.

Investor pun sudah mulai bisa melakukan aksi cicil beli untuk saham-saham ini. "Dicicil beli karena potensi downside-nya masih ada," terang dia kepada Kontan.co.id.

Melansir RTI Business, pada perdagangan Jumat (20/3), saham BBCA diperdagangkan dengan price to earning ratio (PER) 20,43 kali. Sejak awal tahun, saham BBCA rontok 29,17% di level Rp 23,675.
Saham BBNI diperdagangkan dengan PER 4,41 kali dan sejak awal tahun saham emiten pelat merah ini ambles 53,63%. Saham emiten pelat merah lain, BBRI, diperdagangkan dengan PER 10,07 kali dan sejak awal tahun saham BBRI telah terkoreksi 36,14%.

Saham emiten telekomunikasi milik Negara, TLKM, diperdagangkan dengan PER 12,97 kali dan sahamnya telah mengalami penurunan 27,46% sejak awal tahun. Saham HMSP diperdagangkan dengan PER 11,5 kali dan sejak awal tahun saham emiten rokok ini rontok 35,95%.

Sementara saham BMRI diperdagangkan dengan PER 7,57 kali dan saham emiten perbankan pelat merah ini ambles 41,89% sejak awal tahun.

Rekomendasi Saham IPOT | TLKM, UNVR, GGRM


IHSG (4.040-4.325) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melemah. Target pelemahan indeks pada level 4.040 kemudian 3.920 dengan resist 4.325 dan 4.460.

TLKM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.080 kemudian 3.240 dengan support di level 2.780, cut loss jika break 2.680.

UNVR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.725 kemudian 7.075 dengan support di level 6.025, cut loss jika break 5.825.

GGRM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 43.850 kemudian 48.450 dengan support di level 38.100, cut loss jika break 36.725.

XISC (Sell on Strength) : Target harga jual pada level 428 dengan support di level 383 dan 361.

XPLQ (Sell on Strength) : Target harga jual pada level 324 dengan support di level 308 dan 301.

XPSG (Sell on Strength) : Target harga jual pada level 282 dengan support di level 270 dan 265.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9mou

Bandarmologi Saham BBCA, ICBP, PTBA, SMGR, ADRO


Monday (23/03/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 4,139 - 4,232
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): OVERSOLD
STOCH (9,6): OVERSOLD
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): STRONG SELL
CCI (14): OVERSOLD
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: OVERSOLD
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

STOCKS PICK:

BBCA 20,675 - 26,000
TECHNICAL  INDICATORS: BUY 20,700
TARGET PRICE: 26,000
STOP-LOSS: 20,650
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

ICBP 8,275 - 10,400
TECHNICAL INDICATORS: BUY 8,300
TARGET PRICE: 10,400
STOP-LOSS: 8,250
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

PTBA 1,405 - 2,100
TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,410
TARGET PRICE: 2,100
STOP-LOSS: 1,400
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

SMGR 5,700 - 7,950
TECHNICAL INDICATORS: BUY 5,725
TARGET PRICE: 7,950
STOP-LOSS: 5,675
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

ADRO 600 - 890
TECHNICAL INDICATORS: BUY 605
TARGET PRICE: 890
STOP-LOSS: 595
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Update Indeks dan Komoditas | 23 Maret 2020

Dow tumbles 900 points to end Wall Street’s worst week since 2008

Stocks attempted to rally on Friday, but failed, concluding one of the most volatile weeks on Wall Street ever as investors grapple with mounting fears over the coronavirus’ economic blow.

Dow......19174      -913.2     -4.55%
Nasdaq..6880      -271.1     -3.7%
S&P 500..2305     -104.5     -4.34%
FTSE.......5191      +39.2        +0.76%
Dax..........8929     +318.5      +3.70%
CAC.........4049     +193.3      +5.01%
Nikkei....16553      closed     +0%
HSI.........22805    +1095.9   +5.05%
Shanghai.2746     +43.5       +1.61%
ST Times.2411     +99.7       +4.32%

IDX.........4194.9  +89.52   +2.18%
LQ45......624.76  +12.64   +2.07%

Indo10Yr...8.2384        +0.0745   +0.91%
ICBI...........267.5995    -0.5054    -0.19%
US10Yr.... .0.9380       -0.1810   -16.18%
VIX..............66.04          -5.94         -8.28%

USDIndx ....102.8170  +0.0620    +0.06%
Como Indx..123.88     -3.75         -2.94%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL.........6.10      -0.92         -13.11%
(Dow Jones US Coal Index)

IndoCDS....253.22    -14.994    -5.59%   
(5-yr INOCD5) 

IDR.......15960.00    +47.50        +0.30%
Jisdor...16273          +561.00      +3.57%
IDR Fut.15925.00    +12.50         +0.08%

Euro.........1.0688   +0.0025    +0.23%

TLKM........17.22      +0.84       +5.13%
(2802)

EIDO..........12.90    -0.40        -3.01%
EEM.............31.36   +0.23       +0.74%

Oil...........22.63       -2.30        -9.23%
Gold .......1488.10   +18.10     +1.23%
Timah..13632.50     -92.50       -0.67%
Nickel..11330.00     +27.50     +0.24%

Coal price..66.30   +0.15       +0.23%
(Mar/Newcastle)
Coal price..66.75   +0.35       +0.53%
(Apr/Newcastle)
Coal price..47.50   +0.60       +1.23%
(Mar/Rotterdam)
Coal price..50.20   +0.85       +1.72%
(Apr/ Rotterdam)

CPO(May)......2305  +25        +1.10%
(Source: bursamalaysia.com)           
Corn............343.75  -1.75       -0.51%
SoybeanOil...25.64  +0.16     +0.63%
Wheat.........539.25  +4.25     +0.79%
Rubber......154.90    closed    +0%

( DE/ AT  23 -03-20)