Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 23, 2021

Keuntungan Buyback Saham Bagi Investor

Jika emiten buyback saham, investor untung apa? Ada cara yang dilakukan sebuah emiten untuk mengerek harga sahamnya dengan sengaja. Ya, salah satu cara legal yang dilakukan dengan Buyback saham. Aksi korporasi yang didahului dengan RUPS ini merupakan sentimen positif dan berimbas pada kenaikan harga saham di pasar dan investor ikut diuntungkan. Buyback sendiri merupakan aksi yang dilakukan sebuah korporasi dengan membeli kembali sahamnya yang beredar di publik. Imbasnya, saham yang beredar di publik atau shareoutstanding menjadi berkurang dan valuasi saham menjadi naik. Ketika saham publik berkurang maka laba per saham (Earning Per Share/EPS) menjadi naik. Kenaikan EPS akan mempengaruhi minat investor di pasar. Peter Lynch, seorang manajer portofolio dari Fidelity, mengatakan bahwa jika terjadi sesuatu pada perusahaan maka pihak manajemen akan mengetahuinya terlebih dahulu. Cara mudah mengenali “ada sesuatu yang salah pada emiten” adalah dengan melihat transaksi internal emiten. Jika s

Makin akrab, kini ada 76 toko virtual Matahari Putra Prima (MPPA) di GoMart

 PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menambah jumlah toko virtual yang akan ada di GoMart, layanan belanja online di aplikasi Gojek. Selain menambah jumlah toko, pemilik Hypermart ini juga menyediakan layanan Gopay untuk belanja di toko-toko virtual dan outlet MPPA.  "Dalam waktu kurang dari sebulan, diawal dengan 31 toko virtual di Jabodetabek, kini 76 toko virtual telah aktif secara nasional," ungkap Elliot Dickson, Chief Executive Officer Matahari Putra Prima dalam siaran pers, Jumat (23/7). Dia menambahkan bahwa tersedianya layanan Gopay akan menambah kenyamanan dan keamanan bagi pelanggan dalam menyelesaikan transaksi baik secara online di GoMart maupun offline di kasir toko MPPA. Saat ini, MPPA memiliki 6.200 produk, termasuk 885 produk segar di platform GoMart. Pelanggan di area Jabodetabek dan wilayah lain di Indonesia dapat dengan mudah mengandalkan layanan belanja online untuk memperoleh beragam produk segar melalui GoMart sambil tetap menjalankan arahan pemerintah u

Laba bersih Bank Central Asia (BBCA) melesat 18,1% pada semester I 2021

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak mencatatkan laba bersih senilai Rp 14,45 triliun sepanjang semester I-2021. Nilai itu tumbuh 18,1% secara year on year (yoy) dibandingkan posisi yang sama senilai Rp 12,24 triliun per akhir Juni 2020. Pendapatan operasional naik 2,4% yoy dari Rp 37,57 triliun menjadi Rp 38,48 triliun. Sedangkan pendapatan bunga bersih tumbuh 8,8% yoy dari Rp 27,24 triliun menjadi Rp 28,27 triliun. Pendapatan non bunga turun 1,2% yoy dari Rp 10,32 triliun menjadi Rp 10,21 triliun.  Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan kinerja cukup bagus di paruh pertama 2021 lantaran pada pada kuartal pertama 2020 belum berdampak kepada bisnis. Sehingga profitabilitas di kuartal pertama 2020 stabil dan naik.  “Nah, kita ingat bersama di April hingga Mei 2020 lalu, kita tidak siap dan merasakan semua bisnis drop, baik BCA, perbankan lain, bisnis, dan masyarakat juga. Sehingga kuartal kedua 2020 perofibilitas menurun,” papar Jahja secara virtual pada Kamis (22/

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da

Dana rights issue Bank Permata (BNLI) akan digunakan untuk ekspansi kredit

PT Bank Permata Tbk (BNLI) tengah melakukan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terdahulu (HMETD) atau rights issue, dengan sebanyak-banyaknya 88 miliar saham kelas B dengan nominal Rp 125 per saham. Hingga saat ini, proses rights issue masih berjalan, dan pengumpulan dana rights issue ditargetkan akan diselesaikan pada akhir Juli 2021. “Setelah itu, dana baru bisa digunakan untuk tujuan ekspansi kredit dan aset produktif lainnya,” ujar Direktur Keuangan PermataBank, Lea Kusumawijaya kepada KONTAN, Kamis (22/7). Lea menjelaskan bahwa dengan dana rights issue, PermataBank berencana akan memperkuat struktur permodalan. “Perluasan skala bisnis dan pertumbuhan kredit sehat, baik secara organik maupun inorganik menjadi fokus utama dalam meningkatkan kinerja PermataBank,” tambahnya. Salah satu caranya adalah dengan mengimplementasikan strategi, dan eksekusi yang tepat serta dukungan teknologi digital menjadi kebutuhan solusi bisnis. “Saat ini, di tengah pandemi Covd-19, solusi perb

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Bank Mandiri Targetkan Pengguna Livin' Tembus 10 Juta

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan pengguna aplikasi Livin' by Mandiri, yang merupakan layanan mobile banking bisa mencapai 10 juta orang. "Penggunaan Livin' by Mandiri sejak launching Maret, downloader user yang aktif sudah 7,1 juta, target di atas 10 juta. Menunjukkan on the right track, digital ritel," kata Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Kamis (22/7/2021). Catatannya, transaksi menggunakan aplikasi Livin' by Mandiri menghasilkan angka yang lebih tinggi dibanding dengan transaksi melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Pada kuartal pertama 2021, transaksi di ATM sebesar Rp 200 triliun, sementara transaksi melalui Livin' by Mandiri yang mencapai Rp 341 triliun. "Total transaksi kuartal pertama tumbuh 39% senilai Rp 341 triliun. Tren berubah, melihat dari sisi e-commerce diperkirakan bisa berlipat 1,5 kali pada 2025," tuturnya. Selain transaksi ritel, Bank Mandiri juga memi

Rekomendasi Saham AMRT, MDKA dan EXCL oleh Mirae Asset Sekuritas | 23 Juli 2021

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight Juli 23, 2021 (tasrul@miraeasset.co.id) IHSG Daily, 6,137.55(+1.78%), consolidation. Trading range 6,088 – 6,168. Indikator MFI optimized cenderung naik dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized akan menguji support trend line dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support di 6,088 dan daily resistance di 6,168. Cut loss level di 6,040. AMRT Daily, 1,255 (+2.03%), trading buy,  trading range 1,210 – 1,280. Indikator MFI optimized sudah berada di support trendline. dan indikator RSI optimized cenderung naik lebih lanjut. Daily support di 1,210 dan daily resistance di 1,280. Cut loss level di 1,180. MDKA Daily, 2,890 (+1.76%), trading buy, trading range 2,840 – 2,980. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support di 2,840 dan daily resistance di 2,980. Cut loss level di 2,800. EXCL Daily, 2,510 (+1.6

Ulasan Pasar Global | 23 Juli 2021

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market (Jul 23, 2021) Investment Information Team (angga.choirunnisa@miraeasset.co.id) A.S Wall Street mengumpulkan keuntungan dipimpin oleh teknologi, saham pertumbuhan Teknologi besar membantu Wall Street naik tipis ke penutupan yang lebih tinggi pada hari Kamis, sedikit membangun reli dua hari karena data ekonomi yang lesu dan pendapatan perusahaan yang beragam mendorong poros kembali ke saham pertumbuhan. Dow Jones naik 25,35 poin atau 0,07% menjadi 34.823,35. S&P 500 naik 8,79 poin atau 0,20% menjadi 4.367,48. Nasdaq menambahkan 52,64 poin atau 0,36% menjadi 14.684,60. Penarikan kembali dalam siklus yang sensitif secara ekonomi membuat S&P 500 dan keuntungan Dow blue-chip tertahan, sementara saham-saham kapitalisasi kecil mengungguli pesaing mereka yang lebih besar. Tetapi saham teknologi megacap dan teknologi yang berdekatan, seperti Microsoft Corp, Amazon.com, Apple Inc, Facebook Inc dan Alphabet Inc, naik menjelang hasil kuartalan

Rekomendasi Saham BBRI, BBTN, PTBA dan SMGR oleh Valbury Sekuritas | 23 Juli 2021

Daily News 23 July 2021 VALBURY SEKURITAS INDONESIA Prediksi IHSG : IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (23/07), minimnya katalis positif baik dari internal maupun eksternal bagi pasar BEI, berikut ini: 1) Pengendalian ekonomi dampak pandemi Covid-19 terus digencarkan pemerintah melalui program PEN (+), 2) Sri Mulyani Indrawati mengatakan PPKM level empat akan berakibat pada konsumsi rumah tangga (-), 3) Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS (-),  4) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak beragam (+/-), 5) Indeks Wall Street pada perdagangan Kamis (22/07) ditutup naik (+), 6) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak di zona hijau (+), 7) US, Markit US Manufacturing PMI, Jul P, diperkirakan turun menjadi 62.0 dari  62.1 (-), 8) US, Markit US Services PMI, Jul P, diperkirakan turun menjadi  64.5 dari  64.6  (-) dan, 9) Cina menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tahap kedua penyelidikan asal-usu

Rekomendasi Saham ANTM, INCO, TINS dan TOWR oleh Indopremier | 23 Juli 2021

IHSG (6.080 – 6.200) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.200 dan 6.260 dengan support di level 6.080 dan 6.020. ANTM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.610 kemudian 2.650 dengan support di level 2.530, cut loss jika break 2.490. INCO (Buy) : Target kenaikan harga pada level 5.400 kemudian 5.500 dengan support di level 5.200, cut loss jika break 5.100. TINS (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.630 dengan resist di level 1.695 kemudian 1.735. TOWR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.295 dengan resist di level 1.330 kemudian 1.355. XILV (Buy) : Target kenaikan harga pada level 104 kemudian 105 dengan support di level 102, cut loss jika break 101. XISI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 315 kemudian 318 dengan support di level 309, cut loss jika break 306. XPES (Buy) : Target kenaikan harga pada level 358 kemudian 362 dengan support di level 350, cut loss jika break 346. Full

Bandarmologi Saham BBNI, ITMG, SMRA dan PGAS | 23 Juli 2021

Technical & Bandarmology Prespectives Friday (23/07/2021) By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®. No 1 Di Dunia Kembali Untuk Kematian Baru Covid19: Yakin PPKM Darurat Akan Dicabut??‼️️‼️ IDX Composite 6,091 - 6,183 SUMMARY: STRONG BUY 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): BUY!! STOCH (9,6,3): NEUTRAL MACD(12,26): BUY!! ATR (14): LESS VOLATILITY ADX (14): BUY!! CCI (14): *OVERBOUGHT‼️ HIGHS/LOW (14): BUY!! UO: BUY!! ROC: BUY!! WILLIAMS R: OVERBOUGHT‼️ BULLBEAR (13): BUY!! ️ BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION STOCKS PICK: BBNI 4,950 - 5,400 TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 5,150 TARGET PRICE: 5,400 STOP-LOSS: 4950 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION ITMG 15,450 - 17,450 TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 16,450 TARGET PRICE: 17,450 STOP-LOSS: 15,450 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAY

Rekomendasi Saham SMRA, PGAS, JPFA dan SSMS oleh MNC Sekuritas | 23 Juli 2021

MNC Daily Scope Wave 23 Juli 2021 Kemarin (22/7), IHSG ditutup menguat cukup signifikan sebesar 1,8% ke level 6,137, pergerakan IHSG kemarin juga diiringi dengan tekanan beli yang cukup besar dan telah menembus level resistance yang berada di 6,114 dan 6,134. Dengan tertembusnya level resistance tersebut, maka posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di wave [iii] dari wave C, sehingga IHSG diperkirakan dapat melanjutkan penguatannya ke area 6,200-6,230 terlebih dahulu. Support: 6,079, 5,947 Resistance: 6,230, 6,387 SMRA - Buy on Weakness (820) Kemarin (22/7), SMRA ditutup menguat 4,5% ke level 820, pergerakan SMRA diikuti dengan tekanan beli yang cukup besar dan telah menembus MA20-nya. Selama SMRA masih mampu bergerak di atas level 750 sebagai supportnya, maka posisi SMRA saat ini sedang berada di awal wave (B). Hal ini berarti, SMRA masih berpeluang melanjutkan penguatannya. Buy on Weakness: 780-820 Target Price: 870, 950 Stoploss: below 750 PGAS - Buy on Weakness (1,065) PGA

Saham Online di Facebook