PANCA ANUGRAH WISESA RESMI MELANTAI DI BURSA HARI INI


PT Panca Anugrah Wisesa Tbk hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MGLV. Jumlah lembar saham yang ditawarkan ke masyarakat adalah sebanyak 400 juta lembar saham atau sekitar 21,05% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp 135,00 per lembar sahamnya. Dengan itu, dana yang terhimpun dari masyarakat melalui Penawaran Umum ini adalah senilai Rp54 milyar.

Dana yang terhimpun dari Penawaran Umum ini akan digunakan oleh PT Panca Anugrah Wisesa Tbk untuk meningkatkan performa perusahaan, antara lain untuk modal kerja, pembelian persediaan, biaya pemasaran, dan pembukaan showroom baru di salah satu kota besar di Indonesia. Rencana tersebut diharapkan untuk mendorong kinerja perusahaan dan miningkatkan penjualan MAGRAN LIVING.

Selain penawaran saham kepada masyarakat, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk juga menerbitkan waran sebanyak 400.000.000 juta lembar waran. Bagi masyarakat yang berinvestasi di IPO MGLV, mereka berhak mendapatkan waran tersebut dengan rasio 1:1, dimana 1 saham baru yang dibeli disertai dengan 1 waran.

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk berencana untuk menggunakan dana yang tehimpun dari pelaksanaan waran untuk modal kerja. Dalam rangka proses IPO ini, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk telah menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas sebagai lead underwriter atau penjamin pelaksana emisi efek.

Terlihat antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat terkait dengan melantainya MGLV di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari terjadi oversubscribed lebih dari 200x pada penawaran umum yang telah dilakukan pada tanggal 31 Mei 2021 sampai dengan 2 Juni 2021.

Menurut Direktur Utama dari PT Panca Anugrah Wisesa Tbk, Dennis Rahardja, "Dengan terlaksananya IPO ini, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk berharap menjadi one-stop-shop solution terbaik untuk keperluan rumah tangga di Indonesia. Melalui kesempatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat menjadi bagian dari perjalanan kami untuk mencapai tujuan tersebut."

"Dengan struktur pemodalan yang kuat dan dukungan oleh publik, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk siap menjangkau pasar global dan menjadi salah satu perusahaan kebanggaan di Indonesia. Ke depannya, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk akan terus meningkatkan performanya dengan cara menjaga komitmennya untuk selalu menyediakan berbagai lini produk yang lengkap dan berkualitas, sehingga dapat diandalkan oleh para pelanggan untuk mewujudkan rumah impiannya,"imbuhnya.

Sebagai informasi, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk, dengan brand MAGRAN LIVING, berhasil menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia dengan memperkenalkan konsep "One Stop Home Solution" untuk keperluan rumah tangga di Indonesia. Selain dirancang untuk mempermudah para pelanggan saat berbelanja, konsep tersebut dapat dilihat sebagai sebuah strategi untuk memperkuat posisi perusahaan dengan memanfaatkan pengalaman dan reputasi perusahaan yang sudah mendapatkan kepercayaan pasar.

Produk-produk yang ditawarkan MAGRAN LIVING sangatlah bervariasi, dari built-in furniture (kitchen, wardrobe, dll) hingga loose furniture (sofa, matras, dll), dimana semua produk berkualitas tersebut dapat langsung dibeli di satu tempat. MAGRAN LIVING berkomitmen untuk selalu menyediakan produk-produk yang bukan hanya lengkap, namun juga mempunyai nilai lebih dari sekedar furniture. Dari desain Contemporary hingga Modern, MAGRAN LIVING bertekad untuk membantu menyediakan keperluan rumah tangga para pelanggan mereka untuk mewujudkan rumah impiannya. (end/as)

Sumber: IQPLUS

BANK WOORI SIAP LEPAS 2,68 MILIAR SAHAM MELALUI RIGHTS ISSUE


PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. (SDRA) berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal melalui penambahan Modal dengan Memberikan HMETD atau rights issue.

"SDRA berencana untuk melakukan rights issue kepada para pemegang saham Perseroan dalam jumlah sebanyak 2,68 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham,"tutur Direksi SDRA pada keterbukaan informasi, Senin(7/6).

Pelaksanaan penambahan modal akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan pada RUPSLB yang akan digelar pada tanggal 14 Juli 2021 selanjutnya SDRA akan mengajukan Pernyataan Pendaftaran kepada OJK segera setelah rencana penambahan modal dengan memberikan HMETD tersebut disetujui oleh para pemegang saham dengan ketentuan bahwa jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya Pernyataan Pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.

SDRA memperkirakan bahwa rencana rights issue akan mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan secara positif, yaitu antara lain mengurangi biaya bunga, meningkatkan likuiditas dan memperbaiki struktur permodalan sehingga memperkuat neraca keuangan Perseroan, serta meningkatkan aset dengan adanya tambahan pendanaan yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan, bagi para pemegang saham Perseroan yang tidak melaksanakan haknya untuk melakukan pembelian Saham Baru sesuai dengan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi).

"Seluruh dana yang diterima dari penambahan modal dengan HMETD, setelah dikurangi dengan seluruh biaya emisi, akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan pengembangan usaha,"pungkas Direksi SDRA. (end/ar)

Sumber: IQPLUS

PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE RAIH PENDAPATAN SEBESAR Rp1,42 TRILIUN HINGGA MARET 2021


PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) meraih pendapatan sebesar Rp 1,42 triliun hingga periode 31 Maret 2021 naik dari pendapatan Rp1,26 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, laba kotor diraih sebesar Rp1,09 triliun naik dari laba kotor Rp1,05 triliun tahun sebelumnya.

Sedangkan laba dari operasi diraih sebesar Rp981,27 miliar naik dari laba operasi tahun sebelumnya yang Rp943,29 miliar tahun sebelumnya.

Beban lain-lain bersih tercatat Rp590,48 miliar turun dari beban lain-lain bersih Rp617,63 miliar membuat laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp390,79 miliar naik dibandingkan laba sebelum pajak Rp325,66 miliar.

Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp265,90 miliar naik dari laba bersih Rp228,54 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan hingga periode 31 Maret 2021 mencapai Rp42,29 triliun naik dari total aset Rp36,52 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

BAGI DIVIDEN Rp31,7 MILIAR, TAHUN INI SUPARMA PATOK PENJUALAN Rp2,5 TRILIUN


Meskipun penjualan tahun 2020 mengalami penurunan, namun PT Suparma Tbk (SPMA) tetap membagikan dividen tunai Rp31,7 miliar. Hal ini setelah dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) tanggal 7 Juni 20201, para pemegang saham setuju membagikan dividennya.

Hendro Luhur, Direktur PT Suparma Tbk, menjelaskan, dalam RUPS tersebut disepakati bahwa dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham sebesar Rp15 per saham atau total sebesar Rp31,7 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 20 persen dari laba bersih perseroan tahun 2020.

Selain itu, para pemegang saham juga mendapatkan dividen saham dari kapitalisasi saldo laba dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp419,5 miliar, yang terbagi atas sebanyak-banyaknya 676.662.706 lembar saham.

"Rasio pembagian dividen saham tersebut adalah 100 : 32. Setiap 100 saham lama dengan nilai nominal Rp400 per lembar saham, akan memperoleh 32 saham baru dengan nilai nominal Rp400," ujar Hendro, Senin (7/6)

Dikatakan, tahun lalu, penjualan perseroan mencapai Rp 2.1 triliun atau turun 14,4 persen dari tahun 2019. Hal itu disebabkan turunnya kuantitas penjualan 12,8 persen. Sedangkan harga jual produk kertas tahun 2020 relatif tidak mengalami perubahan.

Meskipun demikian, turunnya beban pokok penjualan yang melebihi penurunan penjualan bersih menyebabkan perseroan membukukan kenaikan laba kotor 4,8 persen dari Rp374,8 miliar tahun 2019 menjadi Rp392,8 miliar tahun 2020.

"Akibatnya, marjin laba kotor tahun 2020 mengalami peningkatan menjadi 18,3 persen dari semula 14,9 persen tahun 2019," kata Hendro.

Dijelaskan, laba sebelum pajak dan laba komprehensif tahun berjalan Suparma naik masing-masing menjadi sebesar Rp195,5 miliar dan Rp153,9 miliar atau masing-masing meningkat 10,7 persen dan 25,2 persen.

Hal itu karena tahun 2020, beban operasional yang terdiri dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi mengalami penurunan disebabkan turunnya beban ekspor dan pengangkutan beban penjualan sebesar 18,1 persen.

Selain itu. honorarium tenaga ahli, perbaikan dan pemeliharaan, perjalanan dinas dan jamuan di beban umum dan administrasi juga turun sebesar 42,9 persen. Sedangkan beban keuangan Suparma mengalami penurunan sebesar 21,2 persen dari semula Rp48,6 miliar tahun 2019 menjadi Rp38,3 miliar di tahun 2020.

Hendro yakin tahun ini kinerjanya akan membaik. Hal ini terlihat dari pencapaian penjualan pada kuartal pertama tahun ini yang mengalami pertumbuhan sebesar 13,5 persen.

Hal itu disebabkan naiknya harga jual 6,0 persen dan naiknya kuantitas penjualan 7,1 persen dari tahun lalu. Pencapaian penjualan bersih ini setara dengan 31,8 persen dari target penjualan bersih tahun 2021 sebesar Rp2,5 triliun.

Sementara itu, untuk meningkatkan produksinya, pihaknya juga telah belanja modal (capex) untuk Mesin Kertas No.10 (PM 10) dengan nilai sekitar USD32 juta. PM 10 akan menghasilkan produk Wrapping Kraft, Hand Towel, dan MG Paper.

Direncanakan, pada bulan September 2021, PM 10 akan beroperasi secara komersial dengan target pasar 40 persen pasar ekspor dan 60 persen pasar domestic dengan kapasitas terpasang sebesar 54.000 MT (metric ton).

"Dengan tambahan PM 10, maka nanti total kapasitas terpasang kami meningkat 21,5 persen dari semula 250.900 MT menjadi 304.900 MT," ujar Hendro. (end/ahd)

Sumber: IQPLUS

PT SURYA SEMESTA INTERNUSA RAIH PENDAPATAN USAHA Rp447,08 MILIAR HINGGA MARET 2021


PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) meraih pendapatan usaha Rp447,08 miliar di periode yang berakhir 31 Maret 2021 turun dari pendapatan usaha Rp882,05 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan ke IDX seperti dikutip Selasa menyebutkan, laba kotor turun menjadi Rp73,94 miliar dari laba kotor Rp179,87 miliar tahun sebelumnya.

Sedangkan rugi usaha tercatat sebesar Rp26,85 miliar usai meraih laba usaha sebesar Rp65,54 miliar tahun sebelumnya.

Rugi sebelum pajak melambung menjadi Rp87,79 miliar dari rugi sebelum pajak Rp4,40 miliar tahun sebelumnya.

Rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp78,05 miliar naik dari rugi Rp17,41 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp7,55 triliun hingga periode 31 Maret 2021 turun dari total ase Rp7,63 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham JSMR, ASII, TLKM, GGRM dan ADHI oleh Valbury Sekuritas | 8 Juni 2021


VALBURY SEKURITAS INDONESIA

SELASA, 08 JUNI 2021

Prediksi IHSG :

IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (08/06), yang ditopang oleh katalis positif dari internal ditengah minimnya sentimen eksternal bagi pasar BEI, yakni: 1) Indonesia,Foreign Reserves, May diperkirakan naik (+), 2) Menko Perekonomian Airlangga yakin pertumbuhan ekonomi kuartal II2021 menembus 7-8% YoY (+), 3) Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS (-), 4) Indeks berjangka Wall Street dalam posisi bergerak beragam (+/-), 5) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak variatif (+/-), 6) Indeks Wall Street pada perdagangan Senin (04/06) ditutup mixed (+/-), 7) Japan, GDP Annualized SA QoQ, 1Q F, membaik menjadi -3.90% dari -5.10% (+), 8) Japan, Trade Balance BoP Basis, Apr, turun menjadi ¥289.5b dari ¥983.1b (-), 9) US, Trade Balance, Apr, diperkirakan turun menjadi  -$68.7b dari -$74.4b (-), 10) Pelaku pasar tengah menentukan data ketenagakerjaan AS Jumat nanti (+/-), dan 11) Diperkirakan inflasi naik 4,7% YoY dari  April sebesar 4,2%,  (+).

Perspektif tenikal

Support Level :    6051/6032/6014

Resistance Level :   6088/6107/6126

Major Trend : Up

Minor Trend : Down

Pattern : Up to down (+)


TRADING IDEAS :

These recommendations based on technical and only intended for one day trading


JSMR: Trading Buy

• Close 3960, TP 4020

• Boleh buy di level 3910-3960

• Resistance di 4020 & support di 3910

• Waspadai jika tembus di 3910

• Batasi resiko di 3870


ASII: Trading Buy

• Close 5250, TP 5350

• Boleh buy di level  5200-5250

• Resistance di 5350 & support di 5200

• Waspadai jika tembus di 5200

• Batasi resiko di 5125


TLKM : Trading Buy

• Close 3550, TP 3620

• Boleh buy di level  3500-3550

• Resistance di 3620 & support di 3500

• Waspadai jika tembus di 3500

• Batasi resiko di 3450


GGRM:  Trading Buy

• Close 33475, TP 34000

• Boleh buy di level  33300-33475

• Resistance di 34000 & support di 33300

• Waspadai jika tembus di 33300

• Batasi resiko di 32900


ADHI:  Trading Buy

• Close 1015, TP 1040

• Boleh buy di level  1000-1015

• Resistance di 1040 & support di 1000

• Waspadai jika tembus di 1000

• Batasi resiko di 985


WSKT:  Trading Buy

• Close 1105, TP 1135

• Boleh buy di level  1075-1105

• Resistance di 1135 & support di 1075

• Waspadai jika tembus di 1075

• Batasi resiko di 1055


Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;

TLKM, ARTO, ASII, HMSP, MDKA, MIKA,  


(Disclaimer ON)

Rekomendasi Saham ADRO dan BBTN oleh HP Financials | 8 Juni 2021


HP Technical View & Key Calls

8 Juni 2021

ADRO


Semoga formasi candle yang ditunjukkan oleh ADRO hanya sekedar uji Support lapisan 3 MA plus upper Triangle (pink) pada Low kemarin 1200; dan rebound akan segera terjadi menuju Target 1350 / 1400. Average Up best done above 1265.

Rekomendasi:

Speculative Buy, Entry Level: 1205-1225; Target: 1350 / 1400; Stoploss : 1190

BBTN


Speculative Buy BBTN pada Support MA10 & 20 nya saat ini di 1605; Average Up di atas MA50 / 1655. Target dari pola Triangle (pink) itu sendiri ada di kisaran angka 1750-1775.

Rekomendasi:

Speculative Buy, Entry Level: 1605-1625; Target: 1750-1775; Stoploss: 1585.

LQ45


Gerakan LQ45 terlihat seperti tengah uji Support MA50 / 895 dan konsolidasi ini akan berakhir manakala LQ45 mampu lalui level previous High 919; dan bergerak menuju Target 940 hasil dari pattern Parallel Channel (pink). Average Up accordingly. 

Rekomendasi:

Speculative Buy, Support: 895-900; Resistance : 919 / 940.


Rekomendasi Saham MDKA, EXCL, BMRI dan INDF oleh Indopremier | 8 Juni 2021


IHSG (6.030 – 6.110): Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melemah. Target pelemahan indeks pada level 6.030 dan 5.990 dengan resist di level 6.110 dan 6.150.

MDKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.760 kemudian 2.820 dengan support di level 2.640, cut loss jika break 2.580.

EXCL (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.630 kemudian 2.670 dengan support di level 2.550, cut loss jika break 2.510.

BMRI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.075 dengan resist di level 6.200, kemudian 6.325.

INDF (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.525 dengan resist di level 6.675, kemudian 6.800.


XCLQ (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 93 dengan resist di level 95 kemudian 96.

XIPI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 168 dengan resist di level 172 kemudian 174.

XPLC (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 423 dengan resist di level 433 kemudian 439.


Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbu1s

Rekomendasi Saham LSIP, SIDO dan BBKP oleh Phintraco Sekuritas | 8 Juni 2021


Phintraco Sekuritas Daily

8 Juni 2021

LSIP PT PP London Sumatra Indonesia Tbk

Maintain Buy

Pertimbangkan pivot area 1220-1245 sebagai entry level. Potensi uji resistance level 1275 untuk memvalidasi indikasi minor bullish reversal. Target level terdekat dari minor bullish reversal tersebut diperkirakan pada level 1330. Stoploss jika breaklow 1190.

SIDO PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

Wait and See

Waspadai potensi koreksi dengan support level 765, jika breaklow 775. Pertimbangkan buy on support pada support level tersebut. Selama SIDO bertahan pada support level tersebut, SIDO berpeluang kembali uji resistance 780 untuk membentuk minor bullish reversal. Target level terdekat di 800. Stoploss jika breaklow 760.

BBKP PT Bank KB Bukopin Tbk

Maintain Buy

Pertimbangkan akumulasi beli pada kisaran level 452-458. Selama bertahan pada level tersebut, BBKP berpeluang kembali uji resistance 488 untuk melanjutkan bullish reversal trend. Stoploss jika breaklow 450.


Rekomendasi Saham ANTM, SMRA dan ASSA oleh Mirae Asset Sekuritas | 8 Juni 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Juni 8, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,069.94(+0.08%), consolidation. Trading range 6,039 – 6,097. Indikator MFI optimized cenderung bergerak turun dan indikator RSI optimized di overbought area. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik namun mulai terbatas. Daily support di 6,039 dan daily resistance di 6,097. Cut loss level di 6,000.

ANTM Daily, 2,380 (-2.06%), buy on weakness, trading range 2,340  – 2,480. Indikator MFI optimized dan RSI optimized masih cenderung bergerak turun. Daily support di 2,340 dan daily resistance di 2,480. Cut loss level di 2,290.

SMRA Daily, 905 (-0.55%), buy on weakness, trading range 890 – 930. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak turun. Daily support di 890 dan daily resistance di 930. Cut loss level di 880.

ASSA Daily, 2,180 (+1.40%), trading buy,trading range 2,100 – 2,220.  Indikator MFI optimized akan menguji support trendline. dan RSI Optimized cenderung naik. Perkiraan daily support di 2,100 dan daily resistance terdekat di 2,220. Cut loss level di 2,030.

Analisa Saham DOID | 8 Juni 2021


Analisa Saham DOID

Saham DOID pada tanggal 7 Juni 2021 ditutup melemah pada harga 362, turun -1,09%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 61% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Downtrend

Rekomendasi dari kami adalah Spekulatif Buy

Jika naik di atas 400 maka berpeluang ke 460

Jika turun di bawah 350 maka berpeluang ke 342

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Bandarmologi Saham TLKM, TBIG, SRTG, MDKA dan PZZA | 8 Juni 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Tuesday (08/06/2021) 

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


IDX Composite 6,029 - 6,120

SUMMARY: STRONG BUY & OVERBOUGHT‼️


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): HIGH VOLATILITY

ADX (14): BUY!!

CCI (14): *OVERBOUGHT

HIGHS/LOW (14): BUY!!

UO: BUY!!

ROC: BUY

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): BUY


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


TLKM 3,500 - 3,650

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 3,550

TARGET PRICE: 3,650

STOP-LOSS: 3,500


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



TBIG 2,900 - 3,050

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 2,950

TARGET PRICE: 3,050

STOP-LOSS: 2,900


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



SRTG 1,265 - 1,515

TECHNICAL INDICATORS: BUY, BUY 1,365

TARGET PRICE: 1,515

STOP-LOSS: 1,265


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



MDKA 2,600 - 2,800

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG  BUY, BUY 2,700

TARGET PRICE: 2,800

STOP-LOSS: 2,600


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



PZZA 700 - 785

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 735

TARGET PRICE: 785

STOP-LOSS: 700


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Analisa Saham BMRI, ITMG dan TOWR | 8 Juni 2021

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)


Setelah ditutup melemah, nampak tertahan pada MA200 dan upper band bollinger band. BMRI tertahan untuk melanjutkan penguatan jangka menengah. Volume transaksi sepi. Stochastic deadcross di level 80. Hal tersebut mengindikasikan koreksi jangka pendek. Pergerakan BMRI berpotensi konsolidasi dengan kecenderungan melemah. 

Rekomendasi: Sell on strength

Support: Rp 6.000

Resistance: Rp 6.200

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas

PT IndoTambangraya Megah Tbk (ITMG)


Muncul black body candle. Indikator RSI bergerak melemah. Indikator stochastic menurun. Volume perdagangan ITMG juga menurun. Harga saham ITMG berpotensi melemah. 

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 13.025

Resistance: Rp 14.375

Achmad Yaki, BCA Sekuritas 

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)


Candlestick membentuk inside bar dan mengindikasikan peluang penguatan bisa berlanjut. MACD histogram positif. Stochastic uptrend. 

Rekomendasi: Buy 

Support: Rp 1.250

Resistance: Rp 1.325

Dimas W.P. Pratama, NH Korindo Sekuritas 

Rekomendasi Saham INKP, AALI, TINS dan BTPS oleh MNC Sekuritas | 8 Juni 2021


MNC Daily Scope Wave

8 Juni 2021

IHSG ditutup menguat tipis, sebesar 0,1% ke level 6,069 pada perdagangan kemarin (7/6) dan pergerakannya tertahan oleh MA60-nya. Saat ini, kami perkirakan penguatan IHSG akan cenderung terbatas untuk menguji level resistance yang berada di level 6,113 dan rawan terkoreksi untuk menguji area 6,000 terlebih dahulu. Koreksi ini diperkirakan koreksi yang wajar, mengingat pergerakan IHSG masih berada pada bagian dari wave (B) atau wave [c] triangle.

Support: 5,900, 5,742

Resistance: 6,113, 6,230

INKP - Buy on Weakness (8,925)

Pada perdagangan kemarin (7/6), INKP ditutup menguat 0,3% ke level 8,925 dan tertahan oleh MA20. Selama INKP tidak terkoreksi ke bawah 8,050, maka kami perkirakan posisi INKP saat ini sedang membentuk wave B dari wave (B). Hal ini berarti, koreksi INKP akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 8,400-8,925

Target Price: 9,800, 10,800

Stoploss: below 8,050

AALI - Buy on Weakness (9,125)

Kemarin (7/6), AALI ditutup terkoreksi sebesar 0,5% ke level 9,125. Posisi AALI saat ini kami perkirakan sedang membentuk bagian dari wave B, sehingga koreksi AALI akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 8,800-9,125

Target Price: 9,850, 11,000

Stoploss: below 8,750

TINS - Buy on Weakness (1,565)

TINS ditutup terkoreksi 0,3% di level 1,565 pada perdagangan kemarin (7/6). Selama TINS tidak terkoreksi ke bawah 1,480, maka kami perkirakan, posisi TINS saat ini sedang berada pada bagian dari awal wave C dari wave (B). Hal ini berarti, TINS berpeluang untuk berbalik menguat.

Buy on Weakness: 1,505-1,560

Target Price: 1,700, 2,000

Stoploss: below 1,480

BTPS - Sell on Strength (2,920)

BTPS ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 2% ke level 2,920 pada perdagangan kemarin (7/6) dan menembus MA20-nya. Saat ini, kami perkirakan pergerakan BTPS sedang berada di awal wave 2 dari wave (C). Hal ini berarti, BTPS masih rawan untuk terkoreksi kembali dengan rentang 2,700-2,850, level koreksi ini dapat dijadikan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 2,920-3,000

Disclaimer On

Update Harga Indeks dan Komoditas | 8 Juni 2021


June 8th, 2021

Good morning

Stock futures are flat in overnight trading Monday after the Dow and S&P 500 each started the week lower.


Dow.......34630   -126.2     -0.36%

Nasdaq.13882   +67.2     +0.49%

S&P 500..4227   -3.4         -0.08%


FTSE.......7077   +8.2        +0.12%

Dax........15677  -15.8        -0.10%

CAC........6544   +27.9      +0.43%


Nikkei...29019    -116.6      -0.40%

HSI........28787    -130.8     -0.45%

Shanghai .3600  +7.7         +0.21%

ST Times..3175  +24.77    +0.79%


IDX.....6069.93   +4.77      +0.08%

LQ45.....906.49  -2.99        -0.33%


Indo10Yr..6.5236  -0.0044       -0.07%

ICBI.....318.3728   +0.3524     +0.11%

US10Yr..1.5690     +0.0090     +0.56%

VIX...........16.42     unch         +0%

  

USDIndx .....89.9740  -0.1620   -0.18%

Como Indx...209.53   -0.76        -0.36%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN.......157.15   -0.89        -0.56%


IndoCDS.....75.8808   -0.234   -0.31%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14265.00      -30         -0.21%

Jisdor....14271.00   -45        -0.31%


Euro.........1.2192  +0.0029  +0.24%


TLKM........25.01     -0.33      -1.30%

(3628)

EIDO.......... 22.36     -0.15      -0.67%

EEM...........55.71      -0.28      -0.50%


Oil............69.24       -0.38         -0.55%

Gold ....1901.80      +9.80       +0.52%

Timah.30650.00     -62.50       -0.20%

Nickel..17947.50    -47.50       -0.26%

Silver..........27.90    +0.34         +1.23%

Copper.......452.90  +6.15         +1.38%


Coal price...119.75   +1.85    +1.54%

(Jun/Newcastle) 

Coal price....115.60  +5.35    +4.85%‼️

(Jul/Newcastle)

Coal price....106.00   +4.75    +4.69%‼️

(Jun/Rotterdam) 

Coal price....102.20   +3.70    +3.76%‼️

(Jul/ Rotterdam)

 

CPO(Agt).....4131      closed   +0%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn.........679.25     -3.50       -0.51%

SoybeanOil...65.39  +1.09     +1.70%

Wheat.......680.00    -7.75       -1.13%


Wood pulp...5030.00  unch    +0%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas