KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis PT Mayora Indah Tbk (MYOR) merekah.
Berdasarkan laporan keuangan hingga semester I-2019, pendapatan Mayora naik 11,5% secara tahunan ke Rp 12,1 triliun.
Laba bersih Mayora juga tercatat naik 9,7% secara tahunan ke Rp 807 miliar.
Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, penjualan produk Mayora terdongkrak event Pemilu dan Lebaran yang jatuh di semester pertama lalu.
Terlihat di kuartal II-2019, rasio marjin laba bersih atau net profit margin (NPM) meningkat jadi 5,64% jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar 4,95%.
Menurut Wilbert, Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas, margin laba kotor Mayora yang tumbuh 30% juga didukung oleh penurunan harga komoditas, seperti kopi.
Sementara, Mayora juga tetap mendorong dana alokasi iklan dan promosi hingga 29% untuk memenangkan persaingan. Pesaing kopi Mayora marak muncul dari domestik dan luar negeri, seperti Filipina.
Mayora genjot ekspor
Sukarno memproyeksikan kinerja MYOR ke depan juga akan ditopang ekspor.
Terbaru, Mayora sudah mendapatkan kontrak penjualan dengan Rusia senilai US$ 2,5 juta.
Helen, Analis Megacapital Sekuritas mengatakan, produk MYOR selama ini terbilang laris di pasar domestik tetapi juga sukses terjual ke pasar internasional.
"Merek Torabika, Kopiko, Beng-Beng, dan Danisa tidak hanya masuk ke pasar internasional tetapi menjadi market leader di beberapa negara," kata Helen dalam riset 26 Juli 2019.
Kontribusi ekspor pada penjualan juga meningkat dari 20% di 2009 menjadi 46% di 2018.
Tantangan Mayora ke depan, menurut Sukarno, adalah harga bahan baku dan munculnya pesaing baru.
Dia memperkirakan, pendapatan Mayora bisa tumbuh 10%-12% tahun ini, serta laba naik 16%-18%.
Itu sebabnya dia merekomendasikan buy MYOR dengan target harga Rp 3.000 per saham hingga akhir tahun.
Senada, Wilbert dan Helen kompak merekomendasikan beli MYOR dengan target harga Rp 2.800 per saham.
BBRI | BRI LUNCURKAN SATELIT BARU PADA 2023
IQPlus, (15/08) - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk berencana meluncurkan satelit baru pada 2023 untuk memutakhirkan layanan digital dan meningkatkan upaya memitigasi risiko hambatan jaringan.
Direktur Utama BRI Suprajarto di Jakarta, Rabu, mengatakan satelit tambahan perseroan ini nantinya akan memanfaatkan koordinat 103 Bujur Timur (BT), atau slot orbit kosong yang belum dimanfaatkan, dengan spektrum L Band.
Dengan satelit tambahan ini, ujar Suprajarto, BRI ingin memiliki jangkauan yang lebih luas dari sisi barat Indonesia hingga kawasan timur Indonesia, dan memiliki ketahanan yang berlapis untuk layanan digital perbankan.
"Satelit ini juga akan membuat BRI lebih efektif dan akurat dalam komunikasi, sehingga potensi bisnis juga makin besar," kata Suprajarto.
Saat ini, emiten bersandi BBRI ini sudah memiliki satelit bernama BRISat yang mengorbit di 150,5 Bujur Timur sejak diluncurkan pada 19 Juni 2016 silam.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo mengatakan satelit BRISat berada di Papua atau meliputi wilayah Timur Indonesia, sehingga BRI perlu menambah jaringan satelit untuk meningkatkan kualitas jangkauan di wilayah barat
"Untuk meng-cover (menjangkau) wilayah barat, makanya satelit baru ini kelak akan jadi keberagaman untuk jangkau wilayah barat," kata Indra
Menurut Indra, satelit baru BRI ini akan berjenis high throughput satelite (HTS) dengan kapasitas tinggi sebesar 100 Gbit/s dengan operasi berada di spektrum L Band.
Penambahan satelit ini juga, ujar Indra, jadi upaya memitigasi resiko hambatan jaringan digital dan komunikasi perseroan. Misalnya, satelit tambahan ini dapat menjadi cadangan ketika BRISat mengalami masalah.(end)
SRIL - PBRX | Pembenahan Kualitas Produk Tekstil Lokal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri kedodoran masuknya barang impor sebagai imbas perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemperin), Achmad Sigit Dwiwahjono, mengatakan pemerintah sedang berusaha untuk mengendalikan impor dengan merevisi beberapa peraturan terkait impor TPT dan menarik investasi sebagai substitusi impor.
Selanjutnya, pemerintah meningkatkan ekspor dengan memperbaiki kualitas dan produktivitas dengan merevitalisasi industri TPT dan implementasi industri 4.0.
"Kami juga akan mendorong penggunaan serat rayon produk dalam negeri untuk diversifikasi produk dari basis cotton dan synthetics ke serat rayon," kata dia kepada KONTAN, Rabu (14/8).
Menurut Sigit, pemerintah akan membuat program shifting agar bisa memproduksi dan memperkuat industri rayon yang saat ini bahan bakunya masih banyak. "Kita kuat di rayon kenapa masih berbasis cotton," klaim dia.
Di sisi lain, Kemperin telah memfasilitasi pemberian insentif fiskal seperti tax allowance dan tax holiday agar bisa menarik investasi dari para pelaku industri yang ingin membangun pabrik bahan baku di Indonesia.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bilang, pihaknya telah menyiapkan beberapa cara untuk membendung masuknya produk impor. Misalnya menerapkan bea anti dumping untuk stainless steel oleh China. "Jadi baja menjadi perhatian khusus," kata dia.
Adapun untuk industri tekstil, Airlangga meminta Pusat Logistik Berikat (PLB) tidak menjadi saluran impor bagi pedagang. "Perlu dijaga juga industri tekstil," janji dia.
Sekjen Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G. Ismy mengakui industri tekstil nasional belum optimal akibat dari hulu hingga hilir berjalan sendiri-sendiri. "Tidak ada kerjasama dan diperparah kebijakan pemerintah yang hanya melihat pada salah satu industri saja," keluh dia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemperin), Achmad Sigit Dwiwahjono, mengatakan pemerintah sedang berusaha untuk mengendalikan impor dengan merevisi beberapa peraturan terkait impor TPT dan menarik investasi sebagai substitusi impor.
Selanjutnya, pemerintah meningkatkan ekspor dengan memperbaiki kualitas dan produktivitas dengan merevitalisasi industri TPT dan implementasi industri 4.0.
"Kami juga akan mendorong penggunaan serat rayon produk dalam negeri untuk diversifikasi produk dari basis cotton dan synthetics ke serat rayon," kata dia kepada KONTAN, Rabu (14/8).
Menurut Sigit, pemerintah akan membuat program shifting agar bisa memproduksi dan memperkuat industri rayon yang saat ini bahan bakunya masih banyak. "Kita kuat di rayon kenapa masih berbasis cotton," klaim dia.
Di sisi lain, Kemperin telah memfasilitasi pemberian insentif fiskal seperti tax allowance dan tax holiday agar bisa menarik investasi dari para pelaku industri yang ingin membangun pabrik bahan baku di Indonesia.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bilang, pihaknya telah menyiapkan beberapa cara untuk membendung masuknya produk impor. Misalnya menerapkan bea anti dumping untuk stainless steel oleh China. "Jadi baja menjadi perhatian khusus," kata dia.
Adapun untuk industri tekstil, Airlangga meminta Pusat Logistik Berikat (PLB) tidak menjadi saluran impor bagi pedagang. "Perlu dijaga juga industri tekstil," janji dia.
Sekjen Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G. Ismy mengakui industri tekstil nasional belum optimal akibat dari hulu hingga hilir berjalan sendiri-sendiri. "Tidak ada kerjasama dan diperparah kebijakan pemerintah yang hanya melihat pada salah satu industri saja," keluh dia.
BBRI | BRI TARGETKAN KOMPOSISI KREDIT UMKM CAPAI 80 PERSEN PADA 2022
IQPlus, (15/08) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menargetkan pada 2022 komposisi penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai 80 persen dari total portofolio kredit bank tersebut.
"Secara konsisten perseroan meningkatkan komposisi kredit UMKM dibandingkan dengan kredit korporasi, dan kami targetkan pada tahun 2022 komposisi penyaluran kredit UMKM BRI mencapai 80 persen dari total portofolio kredit BRI,. kata Direktur Utama Bank BRI Suprajarto di Jakarta, Rabu.
Suprajarto menjelaskan hingga akhir Juni 2019, Bank BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp888,32 triliun. Pencapaian ini meningkat 11,84 persen dibandingkan penyaluran pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit itu didominasi ke segmen UMKM yaitu sebesar 76,72 persen atau senilai Rp681,50 triliun. Penyaluran kredit UMKM BRI untuk triwulan II/2019 tercatat tumbuh 13 persen year on year (YoY).
Menurut dia, pencapaian tersebut selaras dengan strategi perseroan yang terus memperbesar porsi penyaluran kredit ke segmen UMKM.
Suprajarto menjelaskan, dalam menjalankan fungsinya sebagai agent of development dalam mendukung program pemerintah, Bank BRI terus melakukan pembiayaan kepada para pelaku UMKM melalui kredit usaha rakyat (KUR).
Hingga akhir Juni 2019, tercatat BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp50,29 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur.
"Ini setara dengan 57,8 persen dari target breakdown yang diberikan kepada BRI oleh pemerintah pada tahun 2019 sebesar Rp86,97 triliun," katanya.
Tidak hanya pembiayaan, BRI juga turut berperan dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para pelaku UMKM, katanya.
Sampai pertengahan 2019, pembiayaan Bank BRI mendukung 1,1 juta pelaku UMKM sukses naik kelas. Sekitar 65 persen dari jumlah tersebut didominasi oleh pelaku UMKM yang mengajukan pembiayaan mikro.
Menurut Suprajarto, komitmen Bank BRI untuk terus menggarap segmen UMKM mampu menjadi tulang punggung kinerja perseroan yang positif dan berkelanjutan.(end)
"Secara konsisten perseroan meningkatkan komposisi kredit UMKM dibandingkan dengan kredit korporasi, dan kami targetkan pada tahun 2022 komposisi penyaluran kredit UMKM BRI mencapai 80 persen dari total portofolio kredit BRI,. kata Direktur Utama Bank BRI Suprajarto di Jakarta, Rabu.
Suprajarto menjelaskan hingga akhir Juni 2019, Bank BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp888,32 triliun. Pencapaian ini meningkat 11,84 persen dibandingkan penyaluran pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit itu didominasi ke segmen UMKM yaitu sebesar 76,72 persen atau senilai Rp681,50 triliun. Penyaluran kredit UMKM BRI untuk triwulan II/2019 tercatat tumbuh 13 persen year on year (YoY).
Menurut dia, pencapaian tersebut selaras dengan strategi perseroan yang terus memperbesar porsi penyaluran kredit ke segmen UMKM.
Suprajarto menjelaskan, dalam menjalankan fungsinya sebagai agent of development dalam mendukung program pemerintah, Bank BRI terus melakukan pembiayaan kepada para pelaku UMKM melalui kredit usaha rakyat (KUR).
Hingga akhir Juni 2019, tercatat BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp50,29 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur.
"Ini setara dengan 57,8 persen dari target breakdown yang diberikan kepada BRI oleh pemerintah pada tahun 2019 sebesar Rp86,97 triliun," katanya.
Tidak hanya pembiayaan, BRI juga turut berperan dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para pelaku UMKM, katanya.
Sampai pertengahan 2019, pembiayaan Bank BRI mendukung 1,1 juta pelaku UMKM sukses naik kelas. Sekitar 65 persen dari jumlah tersebut didominasi oleh pelaku UMKM yang mengajukan pembiayaan mikro.
Menurut Suprajarto, komitmen Bank BRI untuk terus menggarap segmen UMKM mampu menjadi tulang punggung kinerja perseroan yang positif dan berkelanjutan.(end)
ERAA - TELE | Aturan IMEI Bikin Saham Peritel Ponsel Meroket
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Telepon seluler ilegal bakal makin sulit berkembang di Tanah Air. Pemerintah kabarnya akan menerbitkan aturan identifikasi ponsel atau International Mobile Equipment Identity (IMEI) per 17 Agustus nanti.
Dengan penerapan aturan ini, siapapun yang membeli ponsel di pasar gelap atawa ponsel ilegal tidak akan bisa memasangkan sim card yang dikeluarkan oleh penyedia layanan seluler di Indonesia. Jadi, mau tak mau, konsumen harus membeli ponsel melalui distributor resmi.
Sentimen ini membuat harga saham peritel ponsel meroket. Sekadar info, aturan IMEI ponsel ini akan berlaku penuh pada Februari 2020.
Saham PT Global Teleshop Tbk (GLOB) menikmati kenaikan tertinggi, yaitu sampai 42% dalam sebulan terakhir. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang lebih dari seperlima pendapatannya berasal dari penjualan ponsel dan aksesoris Samsung, mencatatkan kenaikan harga saham 9% untuk periode yang sama.
Sedangkan saham TRIO, pemilik gerai Oke Shop, disuspen sejak pertengahan Juli lalu.
Peritel ponsel sendiri masih menunggu kejelasan aturan IMEI tersebut dan dampak penerapannya.
"Dengan pemberlakuan aturan IMEI, akan ada kepastian iklim usaha bagi perusahaan yang menaati ketetapan pemerintah tersebut," kata Director of Marketing and Communications ERAA Djatmiko Wardoyo.
Dia mendukung aturan ini karena memberikan perlindungan terhadap konsumen dalam bentuk garansi resmi ponsel dari prinsipal. Pendapatan pemerintah juga bisa lebih tinggi.
Tapi memang tidak semua emiten peritel ponsel akan merasakan dampak signifikan. Direktur Utama Tiphone Mobile Indonesia Lily Salim menuturkan, TELE hanya fokus menjual merek Samsung.
Menurut dia, harga ponsel asal Korea Selatan tersebut sudah sangat bersaing di pasar. Alhasil, pasar gelap tidak terlalu jadi masalah
Diterjang e-commerce
Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximillianus Nico Demus menyatakan, emiten sektor perdagangan, jasa dan investasi seperti ERAA dan TELE memang babak belur karena kehadiran barang-barang ilegal. Tetapi, saat ini, emiten-emiten itu juga tertekan oleh kehadiran e-commerce.
Memang, Erajaya punya erafone.com. "Tapi selama harganya sama seperti di mal atau gerai lain dan lebih mahal dari e-commerce, pasti kalah," ujar Nico, Selasa (13/8).
Analis Panin Sekuritas William Hartanto hanya merekomendasikan beli ERAA dan TELE untuk jangka pendek. Pemberlakuan aturan IMEI jadi sentimen positif, sehingga kedua saham dapat menguat.
Untuk jangka panjang, investor direkomendasikan melihat kinerja keuangan emiten. "Jangka panjang perlu menunggu hasil kinerja emiten karena menjadi pembuktian apakah aturan IMEI efektif atau tidak," kata William.
William menargetkan harga ERAA mencapai Rp 2.500 per saham. Sedang untuk TELE target harga di level Rp 380–Rp 400 per saham. Sementara, Nico merekomendasikan buy ERAA dengan target harga Rp 2.100–Rp 2.200.
Dengan penerapan aturan ini, siapapun yang membeli ponsel di pasar gelap atawa ponsel ilegal tidak akan bisa memasangkan sim card yang dikeluarkan oleh penyedia layanan seluler di Indonesia. Jadi, mau tak mau, konsumen harus membeli ponsel melalui distributor resmi.
Sentimen ini membuat harga saham peritel ponsel meroket. Sekadar info, aturan IMEI ponsel ini akan berlaku penuh pada Februari 2020.
Saham PT Global Teleshop Tbk (GLOB) menikmati kenaikan tertinggi, yaitu sampai 42% dalam sebulan terakhir. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang lebih dari seperlima pendapatannya berasal dari penjualan ponsel dan aksesoris Samsung, mencatatkan kenaikan harga saham 9% untuk periode yang sama.
Sedangkan saham TRIO, pemilik gerai Oke Shop, disuspen sejak pertengahan Juli lalu.
Peritel ponsel sendiri masih menunggu kejelasan aturan IMEI tersebut dan dampak penerapannya.
"Dengan pemberlakuan aturan IMEI, akan ada kepastian iklim usaha bagi perusahaan yang menaati ketetapan pemerintah tersebut," kata Director of Marketing and Communications ERAA Djatmiko Wardoyo.
Dia mendukung aturan ini karena memberikan perlindungan terhadap konsumen dalam bentuk garansi resmi ponsel dari prinsipal. Pendapatan pemerintah juga bisa lebih tinggi.
Tapi memang tidak semua emiten peritel ponsel akan merasakan dampak signifikan. Direktur Utama Tiphone Mobile Indonesia Lily Salim menuturkan, TELE hanya fokus menjual merek Samsung.
Menurut dia, harga ponsel asal Korea Selatan tersebut sudah sangat bersaing di pasar. Alhasil, pasar gelap tidak terlalu jadi masalah
Diterjang e-commerce
Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximillianus Nico Demus menyatakan, emiten sektor perdagangan, jasa dan investasi seperti ERAA dan TELE memang babak belur karena kehadiran barang-barang ilegal. Tetapi, saat ini, emiten-emiten itu juga tertekan oleh kehadiran e-commerce.
Memang, Erajaya punya erafone.com. "Tapi selama harganya sama seperti di mal atau gerai lain dan lebih mahal dari e-commerce, pasti kalah," ujar Nico, Selasa (13/8).
Analis Panin Sekuritas William Hartanto hanya merekomendasikan beli ERAA dan TELE untuk jangka pendek. Pemberlakuan aturan IMEI jadi sentimen positif, sehingga kedua saham dapat menguat.
Untuk jangka panjang, investor direkomendasikan melihat kinerja keuangan emiten. "Jangka panjang perlu menunggu hasil kinerja emiten karena menjadi pembuktian apakah aturan IMEI efektif atau tidak," kata William.
William menargetkan harga ERAA mencapai Rp 2.500 per saham. Sedang untuk TELE target harga di level Rp 380–Rp 400 per saham. Sementara, Nico merekomendasikan buy ERAA dengan target harga Rp 2.100–Rp 2.200.
Analisa Saham CTRA, BBNI dan BEST
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Aug 15, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)
Aug 15, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,267.34(+0.91%), consolidation, trading range 6,230 – 6,289. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih akan menguji support trendline. Daily support di 6,230 dan resistance di 6,289. Cut loss level di 6,180.
CTRA Daily, 1,210 (+0.83%),buy on weakness, trading range 1,180 – 1,240 . Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik secara umum. Daily support 1,180 dan resistance di 1,240. Cut loss level di 1,130.
BBNI Weekly, 8,100(+2.2%), buy on weakness, trading range 7,775 – 8,250. Indikator MFI optimized dan W%R optimized akan menguji support trendline. Weekly support di 7,775 sementara itu weekly resistance di 8,250. Cut loss level di 7,575.
BEST Weekly , 298 (+1.13%), buy on weakness, trading range 280 – 310. Indikator MFI optimized indkator dan W%R optimized cenderung naik. Perkiraan weekly support di 288 dan weekly resistance di 310. Cut loss level di 268.
Analisa Saham SIMP, BBTN dan TPIA
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)
Harga minor bergerak uptrend. Harga menyentuh resistance di level Rp 358 dan tidak mampu menutup di atas Rp 358 atau terjadi false breakout. Indikator stochastic berada di area overbought dengan volume turun. Harga diprediksikan akan melanjutkan penurunan dengan target Rp 326.Rekomendasi: Sell
Support: Rp 326
Resistance: Rp 358
Sukarno Alatas, Oso Sekuritas
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
Harga di perdagangan Rabu (14/8) ditutup dengan pergerakan sideways dan pergerakan volume tipis. Indikator stochastic berada di level 40 menandakan adanya jenuh jual. BBTN pada perdagangan Kamis (15/8) diperkirakan bergerak variatif.Rekomendasi: Hold
Support: Rp 2.250
Resistance: Rp 2.380
Edo Ardiansyah, Erdhika Elit Sekuritas
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
Indikator stochastic berada di level 97. MACD bergerak naik. Candle mendekati garis atas bolinger band.Rekomendasi: Hold
Support: Rp 7.200
Resistance: Rp 7.600
Kiswoyo Adi Joe, Narada Asset Manajemen
Analisa Saham KAEF dan MEDC
PT Kimia Farma Tbk (KAEF)
Daily (Rp3.100) (RoE: 3,03%; PER: 209,92x; EPS: 14,72; PBV: 6,30x; Beta: 2). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.060-3.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.200, 3.320 dan 3.440. Support: Rp3.000.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Daily (Rp790) (RoE: 3,86%; PER: 3,86x; EPS: 44,20; PBV: 0,70x; Beta: 2,18). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp790-800, dengan target harga secara bertahap di level Rp820, 860 dan 895. Support: Rp775 dan 765.PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Analisa Saham ELSA dan LPCK
PT Elnusa Tbk (ELSA)
Daily (Rp336) (RoE: 8,84%; PER: 8,13x; EPS: 41,56; PBV: 0,72x; Beta: 0,51). Terlihat bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp330-336, dengan target harga secara bertahap di level Rp340, 378, 416 dan 454. Support: Rp330 dan 320.PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK)
Daily (Rp1.425) (RoE: 8,46%; PER: 1,65x; EPS: 868,80; PBV: 0,14x; Beta: 1,6). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.420-1.430, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.525, 1.970, 2.410 dan 2.860. Support: Rp1.290.PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Analisa Saham BNGA dan RALS
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)
Daily (Rp1.075) (RoE: 9,06%; PER: 7,12x; EPS: 151,68; PBV: 0,64x; Beta: 2,18). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.060-1.080, dengan target harga di level Rp1.100, 1.175 dan 1.250. Support: Rp1.045 dan 1.025.PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS)
Daily (Rp1.290) (RoE: 26,87%; PER: 7,76x; EPS: 166,14; PBV: 2,08x; Beta: 1,02). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.280-1.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.325 dan 1.395. Support: Rp1.225 dan 1.200.PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Bandarmologi Saham ISAT, ANTM, WEGE, WIKA dan INCO
Thursday (15/08/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)
IDX Composite 6,214 - 6,306
SUMMARY: NEUTRAL
11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): NEUTRAL
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): NEUTRAL
HIGHS/LOW (14): NEUTRAL
VO: BUY
ROC: SELL
WILLIAMS R: BUY
BULLBEAR (13): SELL
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
STOCKS PICK:
ISAT 3,660 - 3,840
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
ANTM 1,050 - 1,170
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
WEGE 366 - 392
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
WIKA 2,270 - 2,340
TECHNICAL INDICATORS: NEUTRAL
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
INCO 3,300 - 3,530
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id
IDX Composite 6,214 - 6,306
SUMMARY: NEUTRAL
11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): NEUTRAL
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): NEUTRAL
HIGHS/LOW (14): NEUTRAL
VO: BUY
ROC: SELL
WILLIAMS R: BUY
BULLBEAR (13): SELL
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
STOCKS PICK:
ISAT 3,660 - 3,840
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
ANTM 1,050 - 1,170
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
WEGE 366 - 392
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
WIKA 2,270 - 2,340
TECHNICAL INDICATORS: NEUTRAL
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
INCO 3,300 - 3,530
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id
Langganan:
Postingan (Atom)










