Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 15, 2019

MYOR | Ini Alasan Tiga Analis Kompak Merekomendasikan Beli Saham Mayora

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis PT Mayora Indah Tbk (MYOR) merekah.

Berdasarkan laporan keuangan hingga semester I-2019, pendapatan Mayora naik 11,5% secara tahunan ke Rp 12,1 triliun.

Laba bersih Mayora juga tercatat naik 9,7% secara tahunan ke Rp 807 miliar.

Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, penjualan produk Mayora terdongkrak event Pemilu dan Lebaran yang jatuh di semester pertama lalu.

Terlihat di kuartal II-2019, rasio marjin laba bersih atau net profit margin (NPM) meningkat jadi 5,64% jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar 4,95%.

Menurut Wilbert, Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas, margin laba kotor Mayora yang tumbuh 30% juga didukung oleh penurunan harga komoditas, seperti kopi.

Sementara, Mayora juga tetap mendorong dana alokasi iklan dan promosi hingga 29% untuk memenangkan persaingan. Pesaing kopi Mayora marak muncul dari domestik dan luar negeri, seperti Filipina.

Mayora genjot ekspor

Sukarno memproyeksikan kinerja MYOR ke depan jug…

BBRI | BRI LUNCURKAN SATELIT BARU PADA 2023

IQPlus, (15/08) - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk berencana meluncurkan satelit baru pada 2023 untuk memutakhirkan layanan digital dan meningkatkan upaya memitigasi risiko hambatan jaringan.

Direktur Utama BRI Suprajarto di Jakarta, Rabu, mengatakan satelit tambahan perseroan ini nantinya akan memanfaatkan koordinat 103 Bujur Timur (BT), atau slot orbit kosong yang belum dimanfaatkan, dengan spektrum L Band.

Dengan satelit tambahan ini, ujar Suprajarto, BRI ingin memiliki jangkauan yang lebih luas dari sisi barat Indonesia hingga kawasan timur Indonesia, dan memiliki ketahanan yang berlapis untuk layanan digital perbankan.

"Satelit ini juga akan membuat BRI lebih efektif dan akurat dalam komunikasi, sehingga potensi bisnis juga makin besar," kata Suprajarto.

Saat ini, emiten bersandi BBRI ini sudah memiliki satelit bernama BRISat yang mengorbit di 150,5 Bujur Timur sejak diluncurkan pada 19 Juni 2016 silam.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi dan Op…

SRIL - PBRX | Pembenahan Kualitas Produk Tekstil Lokal

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri kedodoran masuknya barang impor sebagai imbas perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemperin), Achmad Sigit Dwiwahjono, mengatakan pemerintah sedang berusaha untuk mengendalikan impor dengan merevisi beberapa peraturan terkait impor TPT dan menarik investasi sebagai substitusi impor.

Selanjutnya, pemerintah meningkatkan ekspor dengan memperbaiki kualitas dan produktivitas dengan merevitalisasi industri TPT dan implementasi industri 4.0.

"Kami juga akan mendorong penggunaan serat rayon produk dalam negeri untuk diversifikasi produk dari basis cotton dan synthetics ke serat rayon," kata dia kepada KONTAN, Rabu (14/8).

Menurut Sigit, pemerintah akan membuat program shifting agar bisa memproduksi dan memperkuat industri rayon yang saat ini bahan bakunya masih banyak. "Kita kuat di rayon kenapa masih berbasis cotton," klaim dia.

Di sisi…

BBRI | BRI TARGETKAN KOMPOSISI KREDIT UMKM CAPAI 80 PERSEN PADA 2022

IQPlus, (15/08) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menargetkan pada 2022 komposisi penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai 80 persen dari total portofolio kredit bank tersebut.

"Secara konsisten perseroan meningkatkan komposisi kredit UMKM dibandingkan dengan kredit korporasi, dan kami targetkan pada tahun 2022 komposisi penyaluran kredit UMKM BRI mencapai 80 persen dari total portofolio kredit BRI,. kata Direktur Utama Bank BRI Suprajarto di Jakarta, Rabu.

Suprajarto menjelaskan hingga akhir Juni 2019, Bank BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp888,32 triliun. Pencapaian ini meningkat 11,84 persen dibandingkan penyaluran pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit itu didominasi ke segmen UMKM yaitu sebesar 76,72 persen atau senilai Rp681,50 triliun. Penyaluran kredit UMKM BRI untuk triwulan II/2019 tercatat tumbuh 13 persen year on year (YoY).

Menurut dia, pencapaian tersebut selaras dengan strategi perseroan yang terus memper…

ERAA - TELE | Aturan IMEI Bikin Saham Peritel Ponsel Meroket

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Telepon seluler ilegal bakal makin sulit berkembang di Tanah Air. Pemerintah kabarnya akan menerbitkan aturan identifikasi ponsel atau International Mobile Equipment Identity (IMEI) per 17 Agustus nanti.

Dengan penerapan aturan ini, siapapun yang membeli ponsel di pasar gelap atawa ponsel ilegal tidak akan bisa memasangkan sim card yang dikeluarkan oleh penyedia layanan seluler di Indonesia. Jadi, mau tak mau, konsumen harus membeli ponsel melalui distributor resmi.

Sentimen ini membuat harga saham peritel ponsel meroket. Sekadar info, aturan IMEI ponsel ini akan berlaku penuh pada Februari 2020.

Saham PT Global Teleshop Tbk (GLOB) menikmati kenaikan tertinggi, yaitu sampai 42% dalam sebulan terakhir. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang lebih dari seperlima pendapatannya berasal dari penjualan ponsel dan aksesoris Samsung, mencatatkan kenaikan harga saham 9% untuk periode yang sama.

Sedangkan saham TRIO, pemilik gerai Oke Shop, disuspen sejak pertengahan Juli…

Analisa Saham CTRA, BBNI dan BEST

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Aug 15, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id) IHSG Daily, 6,267.34(+0.91%), consolidation, trading range 6,230 – 6,289. Indikator MFI optimized dan indikator W%R  optimized masih cenderung naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized masih akan menguji support trendline. Daily support di 6,230 dan resistance di 6,289. Cut loss level di 6,180. CTRA Daily, 1,210 (+0.83%),buy on weakness, trading range 1,180 – 1,240 . Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik secara umum. Daily support  1,180  dan resistance di  1,240. Cut loss level  di  1,130. BBNI Weekly, 8,100(+2.2%), buy on weakness, trading range 7,775 – 8,250. Indikator MFI optimized dan W%R optimized akan menguji support trendline. Weekly  support  di 7,775  sementara itu weekly resistance  di 8,250. Cut loss level  di  7,575. BEST Weekly , 298 (+1.13%), buy on weakness, trading range 280 – 310. Indikator MFI opt…

Analisa Saham SIMP, BBTN dan TPIA

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) Harga minor bergerak uptrend. Harga menyentuh resistance di level Rp 358 dan tidak mampu menutup di atas Rp 358 atau terjadi false breakout. Indikator stochastic berada di area overbought dengan volume turun. Harga diprediksikan akan melanjutkan penurunan dengan target Rp 326.
Rekomendasi: Sell
Support: Rp 326
Resistance: Rp 358
Sukarno Alatas, Oso Sekuritas

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Harga di perdagangan Rabu (14/8) ditutup dengan pergerakan sideways dan pergerakan volume tipis. Indikator stochastic berada di level 40 menandakan adanya jenuh jual. BBTN pada perdagangan Kamis (15/8) diperkirakan bergerak variatif.
Rekomendasi: Hold
Support: Rp 2.250
Resistance: Rp 2.380
Edo Ardiansyah, Erdhika Elit Sekuritas

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Indikator stochastic berada di level 97. MACD bergerak naik. Candle mendekati garis atas bolinger band.
Rekomendasi: Hold
Support: Rp 7.200
Resistance: Rp 7.600
Kiswoyo Adi Joe, Narada Asset Manaj…

Analisa Saham KAEF dan MEDC

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) Daily (Rp3.100) (RoE: 3,03%; PER: 209,92x; EPS: 14,72; PBV: 6,30x; Beta: 2). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.060-3.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.200, 3.320 dan 3.440. Support: Rp3.000.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Daily (Rp790) (RoE: 3,86%; PER: 3,86x; EPS: 44,20; PBV: 0,70x; Beta: 2,18). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp790-800, dengan target harga secara bertahap di level Rp820, 860 dan 895. Support: Rp775 dan 765.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama


Analisa Saham ELSA dan LPCK

PT Elnusa Tbk (ELSA) Daily (Rp336) (RoE: 8,84%; PER: 8,13x; EPS: 41,56; PBV: 0,72x; Beta: 0,51). Terlihat bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp330-336, dengan target harga secara bertahap di level Rp340, 378, 416 dan 454. Support: Rp330 dan 320.
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) Daily (Rp1.425) (RoE: 8,46%; PER: 1,65x; EPS: 868,80; PBV: 0,14x; Beta: 1,6). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.420-1.430, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.525, 1.970, 2.410 dan 2.860. Support: Rp1.290.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama


Analisa Saham BNGA dan RALS

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Daily (Rp1.075) (RoE: 9,06%; PER: 7,12x; EPS: 151,68; PBV: 0,64x; Beta: 2,18). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.060-1.080, dengan target harga di level Rp1.100, 1.175 dan 1.250. Support: Rp1.045 dan 1.025.
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) Daily (Rp1.290) (RoE: 26,87%; PER: 7,76x; EPS: 166,14; PBV: 2,08x; Beta: 1,02). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.280-1.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.325 dan 1.395. Support: Rp1.225 dan 1.200.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama


Bandarmologi Saham ISAT, ANTM, WEGE, WIKA dan INCO

Thursday (15/08/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,214 - 6,306
SUMMARY: NEUTRAL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): NEUTRAL
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): NEUTRAL
HIGHS/LOW (14): NEUTRAL
VO: BUY
ROC: SELL
WILLIAMS R: BUY
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

ISAT 3,660 - 3,840
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


ANTM 1,050 - 1,170
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


WEGE 366 - 392
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

Saham Online di Facebook