Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 9, 2021

PT Vale Indonesia Tbk Optimis Capai Target Produksi Tahun Ini

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menargetkan produksi nikel perseroan secara informal tahun ini akan sebesar 64.000 metrik ton (MT). Pihaknya optimis target tersebut akan tercapai disisa bulan tahun 2021. "Memang kami melihat sampai dengan semester I 2021, kalau dirata-rata ketinggalan 2%. Namun, kami yakin sampai dengan akhir tahun masih bisa mencapai target yang memang ditetapkan,"kata Direktur Vale Indonesia Bernardus Irmanto, dalam Public Expose Live 2021, Rabu (8/9/2021). Untuk mendukung target, Perseroan telah mencanangkan belanja modal sebesar USD130 juta pada 2021. Sampai semester I 2021, Perseroan telah merealisasikan dana tersebut sekitar USD71 juta. "Alokasinya kebanyakan untuk persiapan Furnace 4 (infrastruktur pemanasan), peremajaan alat, dan main development,"jelasnya. (end/as) Sumber: IQPLUS

PT Sarana Mediatama Tbk Beli Saham PT Kedoya Adyaraya

PT Sarana Mediatama Tbk (SAME) sedang merencanakan Dan dalam tahap negosiasi untuk melakukan pembelian saham mayoritas atau 66% PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK). Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Kamis, Kedoya Adyaraya adalah perusahaan yang bergerak do Bidang pengelola kesehatan dan pelayanan rumah sakit. SAME yang juga merupakan perusahaan pelayanan kesehatan dan pengelola rumah sakit tidak memiliki hububgan afiliasi dengàn Kekdoya Adyaraya. Adapun tujuan dari akuisisi ini untuk memperluas kegiatan usaha pelayanan kesehatan SAME di Indonesia. Kedoya Adyaraya merupakan emiten yang baru saja mencatatkan saham perdananya di Buralsa Efek Indonesia. Perseroan meraih dana segar Rp319,8 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan melepas 20 persen saham ke publik. Kedoya Adyaraya berdiri pada 1990 dan mendirikan rumah sakit pertamanya yaitu RS Grha Kedoya, bertempat di Jalan Panjang Arteri, Kebon Jeruk, Jakarta pada 2009.(end) Sumber: IQPLUS

PT United Tractors Tbk Optimis Penjualan Alat Berat Capai Target Tahun Ini

PT United Tractors Tbk (UNTR) optimis penjualan alat berat mencapai 2.800 unit hingga 3.000 unit hingga akhir tahun 2021. Hal tersebut didukung oleh semakin meningkatnya aktivitas ekonomi dan pertambangan. Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro menuturkan, per Juli 2021 penjualan alat berat UNTR sudah mencapai 50% dari target 2.800 unit hingga 3.000 unit tersebut. "Pada periode Januari-Juli 2021, kami melihat sangat baik performance, total penjualan Komatsu mencapai 1.564 unit atau kalau dibandingkan dengan tahun lalu meningkat sekitar 67%,"terang Iwan Hadiantoro dalam Public Expose Live 2021, Rabu (8/9/2021). Iwan berharap, perekonomian di Indonesia cepat membaik sehingga aktivitas terus bejalan. Seiring dengan hal tersebut diharapkan penjualan alat berat UNTR akan bertumbuh pada tahun ini. "Terus terang, kami sangat diuntungkan oleh meningkatnya aktivitas ekonomi saat ini yang berdampak pada sektor pertambangan. Kalau sampai berlanjut, kami optimis target penjualan

PT Bank Central Asia Tbk Gelar KPR BCA Online Expo

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar KPR BCA Online Expo mulai 9 September sampai 10 Oktober 2021 dengan menggandeng lebih dari 300 proyek perumahan dan apartemen, 170 kantor agen properti, dan peritel furnitur. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan KPR BCA online Expo dapat diakses melalui bca.id/kprexpo untuk mendorong penyaluran kredit, terutama sektor properti, yang dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional "Di tengah situasi pandemi COVID-19 dan kebijakan PPKM saat ini, kami terus aktif dalam membangun inovasi, salah satunya dalam menawarkan program menarik KPR bagi nasabah melalui gelaran KPR BCA Online Expo," kata Jahja dalam konferensi pers daring yang dipantau di Jakarta, Rabu. Kali ini, KPR BCA Online Expo menawarkan beragam pilihan suku bunga yang ringan dan fleksibel, salah satunya suku bunga fixed 3 tahun sebesar 4,5 persen untuk rumah baru dan rumah second. Nasabah juga berkesempatan mendapatkan diskon harga rumah da

PT PP Properti Tbk Targetkan IDR 1,5 trilyun dari KIT Batang

PT PP Properti Tbk. (PPRO) menargetkan pendapatan dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang) akan sekitar Rp1,5 triliun. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PPRO, I Gede Upeksa Negara, dalam Public Expose Live. Ia mengaku, Perseroan bakal mengembangkan properti KIT Batang yang menjadi salah satu proyek strategis nasional di Jawa Tengah dengan total area seluas 4.300 hektare. Dalam hal ini, PPRO telah melakukan kesepakatan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama dengan KIT Batang pada Rabu, 1 September 2021. "Saat ini, ada sekitar 7 hektare yang kami siapkan untuk dikembangkan, dan kami perkirakan nilai investasinya akan mencapai Rp759 miliar. Kedepannya, KIT Batang diproyeksikan mencatat revenue sebesar Rp1,5 triliun. Namun nanti tergantung dengan penyerapan tenant yang masuk dalam KIT Batang tersebut. Kami akan membangun hotel, low rise, dan apartemen disana,"tuturnya. Seperti diketahui, KIT Batang akan terbagi dalam tiga

Rekomendasi Saham MBSS, TLKM dan ASSA oleh Mirae Asset Sekuritas | 9 September 2021

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight  by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id) (9 September, 2021) IHSG Daily, 6,026.02(-1.41%), Consolidation. Trading range 5,997 – 6,077. indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized akan menguji support trend line. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan  indikator RSI optimized mulai bergerak turun namun masih belum valid sepenuhnya. Daily support di 5,997 dan daily resistance di 6,077. Cut loss level di 5,930. MBSS Daily, 650 (+3.17%), trading buy,  trading range 635 – 675. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 635 dan daily resistance di 675. Cut loss level di 620. TLKM Daily, 3,330 (-1.48%), buy on weakness,  trading range 3,300 – 3,380. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai terbatas dan sudah berada di oversold area. Daily support di 3,300 dan daily resistance di 3,380. Cut loss level di 3,290. ASSA Daily,2,620 (0.00%), buy on weakn

Rekomendasi Saham ACES dan TKIM oleh HP Financials | 9 September 2021

HP Financials Technical View & Key Calls 9 September 2021 Saham ACES Overview ACES berhasil ditutup di atas 3 lapis MA @1402 dan berpeluang lanjut ke utara seiring Volume yang juga menguat. Target terdekat berada pada Upper Triangle merah di seputaran 1480, disusul Resistance previous High 1535. Rekomendasi Buy, Entry Level: 1410-1405; Target: 1480 / 1535 / 1575-1600; Stoploss : 1390 Saham TKIM Overview TKIM berhasil ditutup di atas 3 lapis MA dengan Volume menguat. Urutan Target : pola Parallel Channel (biru) di seputaran 8200 , up to FR1.272 sekaligus Upper Channel (merah) 8500. Area ini harus mampu dihadapi demi mematahkan trend turun, sehingga membuka jalan TKIM menuju Resistance previous High 9425-9975. Rekomendasi Buy, Entry Level: 7625-7375; Target: 8200-8500 / 9000 / 9425-9975; Stoploss : 7200

Rekomendasi Saham PTBA, ITMG, BBRI, BBCA, WIKA dan PTPP oleh Valbury Sekuritas | 9 September 2021

VALBURY SEKURITAS INDONESIA Daily News  09 Sep 2021 Prediksi IHSG : IHSG koreksi pada perdagangan hari ini, Kamis (09/09), ditengah kuatnya katalis negatif baik dari internal maupun ekstenal bagi pasar BEI : Sentimen dalam negeri ; 1) Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2021 sebesar 77,3, turun dari 80,2 pada Juli 2021 (-), 2) Peningkatan rasio utang menjadi 39,4% dari PDB pada 2020 menimbulkan konsekuensi terhadap ketersediaan ruang fiskal (-), 3) Posisi cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2021 naik menjadi US$ 144,78 miliar dan tercatat sebagai posisi cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah RI (+), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS (-), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan koreksi (-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Rabu (08/09) ditutup menurun (-), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak di zona merah (-), Sentimen global ; 1)  US, Initial Jobless Claims, diperkirakan turun menjadi 335 ribu dari 340 ribu (+), 2

Rekomendasi Saham INKP, TKIM, AALI dan ISAT oleh Indopremier | 9 September 2021

IHSG (5.980 – 6.070) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 5.980 dan 5.935 dengan resist di level 6.070 kemudian 6.115. INKP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.025 kemudian 8.150 dengan support di level 7.775, cut loss jika break 7.650. TKIM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.750 kemudian 7.875 dengan support di level 7.500, cut loss jika break 7.375. AALI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 8.400 dengan resist di level 8.625 kemudian 8.750. ISAT (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.400 dengan resist di level 6.600 kemudian 6.750. Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwde

Rekomendasi Saham MLPL, MYOR, PPRE dan ITMG oleh MNC Sekuritas | 9 September 2021

MNC Daily Scope Wave 9 September 2021 Kemarin (8/9), IHSG ditutup terkoreksi 1,4% ke level 6,026, pergerakan IHSG pun menembus level support 6,054 dan 6,021 dan diiringi dengan meningkatnya tekanan jual. Dengan terkoreksinya IHSG, maka saat ini kami perkirakan posisi IHSG sedang membentuk wave [y] dari wave E dari wave (X) dengan target koreksi diperkirakan berada pada area 5,850-5,900, terlebih bila IHSG terkoreksi ke bawah 5,938. Worst case, bila IHSG terkoreksi agresif ke bawah 5,742 maka IHSG diperkirakan menuju ke area 5,500. Support: 5,938, 5,884 Resistance: 6,150, 6,263 MLPL - Buy on Weakness (535) MLPL ditutup menguat cukup signifikan, sebesar 8,3% ke level 535, pergerakan MLPL pun diiringi dengan tekanan beli yang besar. Kami perkirakan, posisi MLPL saat ini sedang berada di wave [iii] dari wave C dari wave (B), sehingga MLPL masih berpeluang melanjutkan penguatannya. Buy on Weakness: 500-535 Target Price: 600, 650 Stoploss: below 464 MYOR - Buy on Weakness (2,270) MYOR ditutu

Analisa Saham PPRO | 9 September 2021

Analisa Saham PPRO Saham PPRO pada tanggal 9 September 2021 ditutup melemah pada harga 71, turun -2,73%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 44% dari hari sebelumnya.  Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish.  Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish. Status Saham Saat Ini: Trendnya adalah Uptrend Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 73 Jika naik di atas 76 maka berpeluang ke 80-90 Jika turun di bawah 69 maka berpeluang ke 66 Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko. Disclaimer ON Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut : Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/ Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiah

Analisa Saham DMMX, ICBP dan JPFA | 9 September 2021

PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) Pergerakan DMMX memperlihatkan two white soldiers candlestick yang mengindikasikan kenaikan berkelanjutan. Didukung oleh MACD yang terlihat positif dengan indikator stochastic yang bergerak uptrend. Rekomendasi: Buy  Support: Rp 3.300 Resistance: Rp 3.460 Dimas Wahyu Putra, NH Korindo Sekuritas PT Indofood CBP Tbk (ICBP) Pergerakan ICBP menunjukkan tekanan jual yang meningkat, namun selama ICBP tidak terkoreksi ke bawah level supportnya, maka saat ini posisinya sedang berada pada bagian dari wave 3 dalam pola uptrendnya. Nampak pada pergerakan MACD dan Stochastic yang masih cenderung sideways. Rekomendasi: Buy on weakness Support: Rp 8.075 Resistance: Rp 8.650 Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Pergerakan JPFA secara teknikal memunculkan dark cloud cover pattern dengan indikator stochastic yang dead cross. Sementra RSI terlihat melemah serta volume perdagangan menurun namun MA20 berpotensi terjadi golden cross

Bandarmologi Saham ITMG, INKP, MIKA, MTDL dan MAPA | 9 September 2021

Technical & Bandarmology Prespectives Thursday (09/09/2021) By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®. IDX Composite 5,978 - 6,070 SUMMARY: SRONG SELL‼️‼️ 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): SELL‼️ STOCH (9,6,3): BUY!! MACD(12,26): BUY!! ATR (14): LESS VOLATILITY ADX (14): NEUTRAL CCI (14): *SELL‼️ HIGHS/LOW (14): SELL‼️ UO: SELL‼️ ROC: BUY!! WILLIAMS R: SELL‼️ BULLBEAR (13): SELL‼️ BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION STOCKS PICK: ITMG 17,000 - 17,800 TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 17,300 TARGET PRICE: 17,800 STOP-LOSS: 17,0000 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION INKP 7,650 - 8,400 TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 7,900 TARGET PRICE: 8,400 STOP-LOSS: 7,650 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION MIKA 2

Update Harga Komoditas dan Indeks | 9 September 2021

Stock futures are flat after Dow and S&P 500 fall for the third straight session. U.S. stock futures were steady in overnight trading Wednesday as investors remained cautious on the remaining months of trading. Dow.......35031   -68.9       -0.20% Nasdaq.15287   -87.7       -0.57% S&P 500..4514   -5.96       -0.13%. FTSE.......7096   -53.8         -0.75% Dax........15610  -232.8       -1.47% CAC........6669   -57.2          -0.85% Nikkei...30181     +265.1     +0.89% HSI........26321     -32.7        -0.12% Shanghai..3675   -1.4          -0.04% ST Times..3069   -39.6        -1.27% IDX.....  6026.02   -86.38     -1.41% LQ45.....856.60    -14.78     -1.70%   Indo10Yr..6.3133  +0.0273   +0.43% ICBI.....327.8291   -0.3135     -0.10% US10Yr...1.3340    -0.0360     -2.63% VIX............17.96   -0.18         -0.99%    USDIndx .....92.6530   +0.1270  +0.14% Como Indx.....219.30  +1.39       +0.64% (Core Commodity CRB)I BCOMIN........163.01  +0.49        +0.30% IndoCDS..67.0458   +0.67

Saham Online di Facebook