Cara Cek Saham di KSEI

Cara Cek Saham di KSEI

Ada sarana akses informasi melalui jaringan internet yang diperuntukkan bagi investor untuk memonitor posisi dan mutasi Efek miliknya yang tersimpan pada Sub Rekening Efek di KSEI, kita menyebutnya dengan Fasilitas AKSes KSEI.

Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) yang diluncurkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sejak 18 Juni 2009 merupakan bentuk perlindungan kepada investor dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia melalui keterbukaan informasi atas portofolio investasi yang dikelola Pemegang Rekening KSEI (Perusahaan Efek dan Bank Kustodian

Setiap Investor berhak untuk memperoleh akses atas fasilitas ini melalui Pemegang Rekening KSEI, dimana investor terdaftar sebagai nasabah. KSEI tidak mengenakan biaya apapun, baik kepada Pemegang Rekening KSEI atau investor.  


Manfaat Fasilitas AKSes KSEI


Manfaat Fasilitas AKSes KSEI bagi investor adalah sebagai berikut:


  • Investor dapat mengakses secara real time data kepemilikan Efek serta mutasinya dalam Sub Rekening Efek yang disimpan di sistem KSEI (C-BEST) hingga 30 hari terakhir.
  • Memberikan kemudahan investor untuk melakukan konsolidasi laporan portofolio lain miliknya yang tersebar di beberapa Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
  • Menumbuhkan kepercayaan dan rasa aman bagi investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan pembukaan Sub Rekening Efek yang dapat dimonitor secara langsung oleh investor itu sendiri.
  • Memberikan manfaat tambahan informasi yang diinginkan investor secara transparan di pasar modal Indonesia.


Manfaat Fasilitas AKSes KSEI bagi Pemegang Rekening adalah sebagai berikut:


  • Memberikan informasi yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi investor yang menjadi nasabahnya.
  • Sebagai saranan komunikasi dalam penyampaian dan penyajian informasi berupa inquiryatau report bagi nasabahnya dengan data akurat secara langsung.
  • Mengurangi biaya komunikasi, biaya cetak dan biaya pengiriman laporan.
  • Terbuka pengembangan lebih lanjut dan lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan Pemegang Rekening terkait peningkatan sarana komunikasi antara Pemegang Rekening dan nasabahnya.


AKSes Mobile Untuk Smartphone & Tablet


Cara instalasi aplikasi AKSes Mobile


Investor yang ingin melakukan instalasi AKSes Mobile harus memiliki perangkat  smartphone/tablet dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • BlackBerry (OS versi 5.0 ke atas).
  • iPhone/iPad (OS versi 3 ke atas).
  • Android phone/tablet (OS versi 2.2 ke atas).


Sign Up (First Time Login):


  1. Buka aplikasi AKSes Mobile dan klik link “create user for first time login”.
  2. Masukkan Single Investor Identity (SID) dan PIN Code
  3. Masukan User ID, Password sesuai dengan pilihan Anda dan alamat email yang masih berlaku
  4. Cek konfirmasi sign up kemudian submit
  5. Tunggu response sign up


Fitur AKSes Mobile:


  • Securities Balance : Informasi  saldo Efek hingga 30 (tiga puluh) hari terakhir.
  • Securities Movement : Informasi  mutasi Efek untuk rentang waktu 10 (sepuluh) hari.
  • Securities Instructions : Informasi instruksi Efek untuk rentang waktu 10 (sepuluh) hari.
  • Fund Balance : Informasi  saldo dana berdasarkan data terakhir.
  • Fund Movement : Informasi mutasi dana untuk rentang waktu 10 (sepuluh) hari
  • Consolidated Balance : Informasi  saldo Efek terkonsolidasi berdasarkan data terakhir.
  • Corporate Actions : Informasi  detail mutasi yang terjadi yang disebabkan Corporate Action


Referensi:

SRTG | Edwin Soeryadjaya Membeli Saham Saratoga (SRTG) Senilai Rp 85 Miliar


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Edwin Soeryadjaya menambah kepemilikan saham di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Transaksi pembelian saham Saratoga (SRTG) itu dilakukan Edwin Soeryadjaya pada peridoe 22 Juli-29 Juli lalu.

Dalam kurun waktu tersebut, Edwin Soeryadjaya telah membeli 21.770.000 saham SRTG.

Perinciannya, pada 22 Juli 2019, Edwin Soeryadjaya membeli 5 juta saham SRTG.

Dengan harga pembelian sebesar Rp 3.850 per saham, nilai transaksi pembelian itu sebesar Rp 19,25 miliar.

Keesokan harinya, 23 Juli 2019, Edwin Soeryadjaya kembali membeli saham SRTG dengan jumlah dan harga pembelian yang sama, yakni sebanyak 5 juta saham di harga Rp 3.850 per saham.

Kemudian, pada 25 Juli 2019, Edwin Soeryadjaya kembali membeli 5 juta saham SRTG. Harga pembelian saham SRTG itu sebesar Rp 3.950 per saham atau senilai Rp 19,75 miliar.

Keesokan harinya, 26 Juli 2019, Edwin Soeryadjaya lagi-lagi membeli saham SRTG dengan jumlah dan harga pembelian yang sama dengan hari sebelumnya, yakni 5 juta saham SRTG di harga Rp 3.950 per saham.

Kemudian, pada 29 Juli 2019, Edwin Soeryadjaya sekali lagi membeli saham SRTG. Jumlahnya sebanyak 1,77 juta saham di harga Rp 3.950 per saham.

Jika ditotal, nilai transaksi pembelian 21,77 juta saham SRTG itu mencapai Rp 84,99 miliar.

Pasca transaksi pembelian saham SRTG tersebut, kepemilikan Edwin Soeryadjaya di Saratoga bertambah menjadi 863.988.571 saham yang mewakili 31,847% dari total saham Saratoga.

Sebelumnya, kepemilikan Edwin Soeryadjaya di Saratoga sebesar 842.218.571 saham yang mewakili 31,044% dari total saham Saratoga.

Dalam laporannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Edwin Soeryadjaya menyebutkan, transaksi pembelian saham Saratoga tersebut ditujukan sebagai investasi.

Bersama adiknya, Joyce Soeryadjaya Kerr, Edwin Soeryadjaya merupakan pemegang saham mayoritas akhir Saratoga.

Selain menguasai saham Saratoga secara langsung, pendiri sekaligus Presiden Komisaris Saratoga itu juga mendekap saham SRTG melalui PT Unitras Pertama.

Di Saratoga, Unitras Pertama menguasai 32,51% kepemilikan saham. Unitras Pertama merupakan perusahaan yang dimiliki Edwin Soeryadjaya bersama Joyce Soeryadjaya Kerr.

Edwin Soeryadjaya bersama Joyce Soeryadjaya Kerr merupakan putra dan putri pendiri Grup Astra, William Soeryadjaya yang akrab disapa Om Willem.

TOPS | Raih Kontrak Baru Rp 1,83 Triliun, Totalindo (TOPS) Optimistis Penuhi Target


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga Juli 2019, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) berhasil merealisasikan kontrak baru sebesar 73% dari target senilai Rp 2,5 triliun. Salah satu proyek baru yang mereka raih adalah Kingland Avenue Apartment The Venetian Tower.

Sekretaris Perusahaan PT Totalindo Eka Persada Tbk, Novita Festiani, menyebutkan pada periode Juli lalu mereka mendapatkan tiga proyek baru. "(Ketiga) Proyek itu nilainya mencapai Rp 470 miliar," ujar dia kepada KONTAN, Senin (5/8) lalu.

Namun Novita tidak memerinci ketiga proyek baru yang telah mereka kantongi. Adapun salah satu proyek itu adalah kontrak pembangunan Kingland Avenue Apartment The Venetian Tower. "Hingga Juli, realisasi kontrak baru sebesar Rp 1,83 triliun atau 73,40% dari target tahun ini," jelas dia.

Terkait proses konstruksi, Novita bilang, hingga saat ini masih berjalan sesuai rencana. Sedangkan untuk jangka waktu dekat, Totalindo akan menyelesaikan tiga proyek. "Salah satunya Klapa Village Tower A yang sudah mendekati 100% di bulan Agustus ini," ujar dia.

Berdasarkan materi paparan publik, emiten properti bersandi TOPS di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menggarap proyek rusunami Klapa Village Tower A senilai Rp 189,09 miliar lewat skema kerjasama operasi bersama BUMD PD Pembangunan Sarana Jaya.

Di semester I-2019, Totalindo mencatatkan pendapatan Rp 386,18 miliar, merosot 53,75% dibandingkan pendapatan di periode sama tahun lalu Rp 834,94 miliar. Novita menjelaskan, penurunan pendapatan lantaran TOPS belum mendapatkan kontribusi dari proyek baru, sehingga hanya mengandalkan proyek lama.

TOPS meraih beberapa proyek baru antara lain Gedung Kejaksaan, Apartemen Sahid, Rusun Cilangkap dan Apartemen Hongkong Kingland. "Dari proyek tersebut, sebagian besar masih tahap persiapan," kata Novita.

Di semester II-2019, Novita mengaku masih optimistis bisa mengejar target kinerja. Proyeksi itu sejalan dengan kontrak baru di tahun 2019 dan tender yang masih diikuti sesuai dengan pipeline. "Sehingga kami yakin mampu mendorong tren positif di semester II," klaim dia.

MAPI | Kinerja Sehat Berkat Segmen Olahraga, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham MAPI


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah merilis laporan keuangan semester satu tahun ini. MAPI berhasil membukukan kenaikan pendapatan 15,27% jadi Rp 9,1 triliun.

Kenaikan pendapatan tersebut berdampak pada bottom line perusahaan ini. Laba operasi dan laba bersih MAPI masing-masing meningkat 38,37% dan 180,48%.

Analis Maybank Kim Eng Janni Asman dalam riset yang ditulis 1 Agustus 2019 menilai, realisasi kinerja MAPI di atas harapan. Pendapatan di segmen brand speciality meningkat 10% dan segmen food and beverages naik 21%.

Merek yang menjadi pendongkrak kinerja adalah Starbucks dan Sport Station. Janni menyebut, tren olahraga saat ini menyebabkan brand olahraga saat ini banyak diburu konsumen.

Ini nampak dari penjualan anak usaha MAPI, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA). Penjualan banyak dikontribusi dari barang tidak didiskon. "Ini mencerminkan ada peningkatan permintaan untuk pakaian olahraga di kalangan menengah ke atas," tulis Janni.

Apalagi sepanjang tahun ini, MAPI gencar ekspansi dengan memperluas area penjualan. Strategi ini berkontribusi 11% pada kenaikan penjualan. Rerata pertumbuhan penjualan per gerai alias same store sales growth (SSSG) mencapai 3%.

Analis Deutsche Bank Hadi Soegiarto dalam risetnya menambahkan, brand olahraga mengangkat keseluruhan EBIT dari MAPI. Ini membuat MAPI menjadi brand dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Selain itu, MAPI berhasil meningkatkan manajemen persediaan, sehingga margin laba kotor perusahaan ini ikut terkerek.

Jika brand olahraga cukup mentereng, Janni menilai, merek F&B milik MAPI, yakni Starbucks, mengalami tantangan besar. Starbucks kini harus bersaing dengan startup gerai kopi, seperti Kopi Kenangan dan Fore Coffe.

Dua gerai kopi ini berencana membangun 250 outlet gabungan. Produk-produk kafe baru ini dinilai menawarkan harga murah yang dapat menutup margin food and beverages MAPI ke depannya.

Beban biaya

Meski begitu, Analis RHB Sekuritas Michael Wilson melihat Starbucks memiliki keunggulan, karena bukan sekadar menjual minuman, tapi juga gaya hidup. Starbucks juga mengeluarkan produk dengan harga lebih murah, Rp 29.000. Harga ini hampir menyamai produk coffee shop lainnya yang sedang marak.

Di bidang department store, kinerja MAPI juga terus melambat sejak 2016. Menurut Michael, perlambatan tidak hanya terjadi di Indonesia. Dia mengatakan, ini karena dampak dari adanya e-commerce.

Michael menyebut, bisnis departement store dapat merugi karena menanggung biaya besar untuk berbagai macam kebutuhan, seperti sewa tempat dan gaji karyawan. MAPI juga semakin tertekan dengan adanya perusahaan ritel lain yang sedang populer, sepeti H&M dan Uniqlo.

Untungnya, saat ini MAPI sudah menggunakan strategi yang cukup baik dalam hal pengadaan barang. Strategi tersebut membuat MAPI lebih sering mengganti barang. Alhasil, ini membuat margin MAPI lebih meningkat.

Karena itu, Michael tetap merekomendasikan buy saham MAPI dengan target harga Rp 1.300. Hadi juga merekomendasikan buy untuk saham MAPI dengan target harga Rp 1.180 per saham.

Sementara Janni masih menyarankan hold saham MAPI dengan target harga Rp 1.000 per saham. Sebab, peningkatan kinerja MAPI di semester satu sudah priced in pada harga saham saat ini.

Janni menilai, peningkatan persaingan di Indonesia pada kategori kafe menimbulkan risiko pertumbuhan jangka panjang. Hingga akhir tahun dia memperkirakan, pendapatan emiten ini bisa mencapai Rp 21,86 triliun. Selasa (6/8), harga saham MAPI ditutup naik 0,53% ke Rp 950.

EXCL | XL PERLUAS JARINGAN 4G DI SULSEL


IQPlus, (06/08) - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meningkatkan kualitas layanan data di seluruhwilayah layanannya, termasuk Sulawesi. Tidak hanya untukmemenuhi kebutuhan pelanggan perorangan, namun juga kebutuhan pelaku industri yang terus tumbuh seperti di Sulawesi Selatan. Menjawab tantangan pasar yang ada di provinsi tersebut, XL Axiata terus melakukan perluasan jaringan data 4G LTE yang antara lain mencapai Kabupaten Luwu Timur, di mana terdapat beberapa industri pertambangan yang besar.

Head Of Sales XL Axiata area Sulawesi Selatan, Mozes Haryanto Baottong mengatakan, Perluasan jaringan 4G di Sulawesi Selatan ini searah dengan kebijakan perusahaan di mana perseroan memang berfokus untuk melalukan perluasan jaringan data berkualitas di luar Jawa.

"Perluasan ke Luwu Timur ini memiliki nilai strategis yang tinggi mengingat daerah ini memiliki potensi ekonomi yang besar yang akansangat membutuhkan dukungan fasilitas layanan data berkualitas untuk pengembangannya. Apalagi saat ini juga sudah ada industri pertambangan berskala besar yang beroperasi di sana." Kata dia, Selasa.

Mozes menambahkan, layanan 4G LTE XL Axiata di LuwuTimur ditopang oleh sekitar 60 BTS 4G, yang paling baru adalah di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha. Pada akhirpekan lalu, XL Axiata meresmikan beroperasinya layanan data 4G di Sorowako yang selain bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, juga oleh pelaku industri daerah tersebut, termasuk PT Vale Indonesia, salah satu perusahaan pertambangan nikel terbesar di dunia.

Mozes Haryanto menambahkan, Sulawesi Selatan menjadisalah satu wilayah yang menjadi fokus XL Axiata untuk perluasan dan peningkatan kualitas layanan data. Hasilnya, hingga Juli 2019, telah semua kota/kabupaten atau 24 kota/kabupaten di provinsi tersebut sudah terlayani oleh jaringan data XL Axiata, baik 3G maupun 4G, salah satunya Kabupaten Luwu Timur. Sekitar 3.000 BTS menopang layanan data di seluruh Sulawesi Selatan, termasuk di antaranya lebih dari 1.100 BTS 4G.

Hingga akhir Juni 2019, tercatat sekitar 930 ribu pelanggandi seluruh Sulawesi Selatan, dengan sekitar 910 ribupelanggan di antaranya merupakan pelanggan data aktif. Mozes optimis jumlah pelanggan data akan terusmeningkat seiring dengan terus meningkat dan meluasnya jaringan 4G.

Satu hal positif yang terlihat dari keberadaanjaringan data XL Axiata di wilayah ini adalah terjadinya kenaikan trafik data yang tidak hanya di area wisata, namun juga di area perkotaan dan pedesaan. Hal inimenunjukkan terus bertambahnya kesadaran masyarakat setempat untuk memanfaatkan layanan data guna mendukung aktivitas kesehariannya.

Sesuai dengan visi pemerintah Republik Indonesia, pembangunan infrastruktur data ini juga merupakan bagian dari dukungan XL Axiata pada percepatan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia. Untuk seluruh Sulawesi, saat ini jaringan data XL Axiata telah tersedia di 63 kota/kabupaten, dengan dukungan total sekitar 5.000 BTS. Khusus jaringan4G, sudah masuk ke 52 kota/kabupaten, dengan sekitar 1.800 BTS. (end/fu)

INDF | Lagi, Indofood (INDF) Memborong Saham IndoAgri Senilai S$ 4,7 Juta


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Niat Grup Salim melalui PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menguasai seluruh saham Indofood Agri Resources Ltd (IFAR) alias IndoAgri belum surut.

Setelah Juni lalu gagal menggelar penawaran tunai bersyarat alias tender offer atas seluruh saham IndoAgri, Indofood masih rajin mengumpulkan saham IndoAgri dari pasar.

Yang terbaru, Indofood kembali memborong saham IndoAgri sebanyak 12.753.000 saham.

Mengutip keterbukaan informasi di Singapore Exchange, transaksi pembelian saham itu Indofood gelar pada periode 8 Juli-16 Juli 2019 dan 1 Agustus-5 Agustus 2019.

Dalam transaksi tersebut, Indofood merogoh kocek sebesar S$ 4,11 juta.

Itu artinya, rata-rata harga pembelian saham IndoAgri sebesar S$ 0,325 per saham.

Harga pembelian saham IndoAgri tersebut lebih rendah dibandingkan dengan harga penawaran Indofood dalam tender offer sebesar S$ 0,3275 per saham.

Pada 6 Agustus lalu, Indofood kembali membeli saham IndoAgri sebanyak 1.845.200 saham.

Nilai transaksi pembelian saham IndoAgri itu sebesar S$ 599.690 atau sekitar S$ 0,325 per saham.

Jika dijumlahkan, pada periode 8 Juli 2019 hingga 6 Agustus 2019, Indofood telah membeli 14.598.200 saham IndoAgri.

Nilai transaksi pembelian saham IndoAgri tersebut sebesar S$ 4,7 juta.

Dengan asumsi kurs Rp 14.300 per dollar Singapura, nilai transaksi pembelian saham itu mencapai Rp 67,37 miliar.

Pasca transaksi tersebut, kepemilikan secara langsung Indofood atas saham IndoAgri bertambah menjadi 119.190.830 saham yang mewakili 8,54% dari seluruh saham IndoAgri.

Jika digabung dengan kepemilikan Indofood Singapore Holdings Pte Ltd, anak usaha yang 83,84% sahamnya dikuasai Indofood, kepemilikan Grup Indofood di IndoAgri bertambah menjadi 1.117.390.830  saham. Jumlah tersebut mewakili 80,05% dari total saham IndoAgri.

Sebelumnya, pada periode 1 Juli hingga 4 Juli 2019, Indofood telah membeli 64,28 juta saham IndoAgri senilai S$ 20,88 juta atau sekitar Rp 215 miliar dengan asumsi kurs Rp 10.300 per dollar Singapura.

Seperti diketahui, sejak 10 April lalu, Indofood menggelar tender offer atas seluruh saham IndoAgri yang tidak dimiliki oleh Indofood dan concert parties atau sebanyak 25,66% dari total saham IndoAgri.

Namun, hingga masa penawaran ditutup pada 25 Juni 2019 pukul 17.30 waktu Singapura, Indofood hanya menerima penawaran yang sah atas saham penawaran sebanyak 189,57 juta saham.

Jumlah tersebut mewakili 13,58% dari total saham IndoAgri.

Alhasil, jumlah saham yang dimiliki dan disetujui untuk diakuisisi oleh Indofood dan concert parties, termasuk penerimaan yang sah dari saham penawaran, sebanyak 1,23 miliar saham yang mewakili 88,08% dari total saham IndoAgri.

Itu artinya, penawaran tender atas saham IndoAgri tidak memenuhi persyaratan.

Sebab, Indofod baru akan melakukan penawaran jika jumlah penerimaan yang sah dari saham penawaran ditambah saham IndoAgri yang telah dimiliki oleh Indofood dan concert parties melebihi 90% dari total jumlah saham IndoAgri.

Analisa saham SMRA, BBNI dan TLKM

Analisa saham SMRA, BBNI dan TLKM


Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 6,119.47(-0.91%), test resistance at 6,185, trading range 6,100 – 6,185. indikator MFI optimized akan menguji support trendline dan indikator W%R  optimized masih cenderung naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  Daily support juga masih cenderung turun. Dailysupport di 6,100 dan resistance di 6,185. Cut loss level di 6,070.

*SMRA Daily, 1,245 (+2.89%), trading buy, trading range 1,200 – 1,275. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung turun. Daily support  1,170 dan resistance di 1,230. Cut loss level  di  1,130. indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Daily support  1,200 dan resistance di 1,275. Cut loss level  di  1,100.

*BBNI Weekly, 7,825 (-3.40%), trading buy, trading range 7,575– 8,075. Indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung bergerak turun. Weekly  support  di  7,700 sementara itu weekly resistance  di 7,900. Cut loss level  di  7,550.

*TLKM Daily , 4,130 (+1.23%), trading buy, trading range 4,080 – 4,170. Indikator MFI indkator masih cenderung naik RSI optimized akan menguji support trendline. Perkiraan daily support di 4,080 dan daily resistance di 4,170. Cut loss level di 4,030.

Bandarmologi Saham ANTM, MDKA, DMAS, SMRA dan CTRA

Bandarmologi Saham ANTM, MDKA, DMAS, SMRA dan CTRA


Wednesday (07/08/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,080 - 6,171
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): OVERSOLD
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

ANTM 835 - 1,005
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


MDKA 5,175 - 5,675
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


DMAS 278 - 340
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


SMRA 1,150 - 1,350
TECHNICAL INDICATORS: NEUTRAL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


CTRA 1,125 - 1,305
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Analisa Saham TLKM, HMSP dan WEGE

Analisa Saham TLKM, HMSP dan WEGE


1. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

Pada perdagangan Selasa (6/8) ditutup pada level Rp 4.130 atau menguat Rp 80. Secara teknikal, candle terbentuk bullish harami mengindikasikan rebound. Indikator stochastic downtrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 4.250 dan stop loss kurang dari Rp 4.100.

2. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

Pada perdagangan Selasa (6/8) ditutup pada level Rp 2.860 atau melemah Rp 10. Secara teknikal, pola terbentuk double bottom mengindikasikan rebound. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 3.120 dan stop loss kurang dari Rp 2.800.

3. PT Wijaya Karya Gedung Tbk (WEGE)

Pada perdagangan Selasa (6/8) ditutup pada level Rp 332 atau menguat Rp 18. Secara teknikal, candle terbentuk hammer mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 350 dan stop loss kurang dari Rp 328.

Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama

Analisa Saham INCO, CTRA dan PGAS

Analisa Saham INCO, CTRA dan PGAS


1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Pada perdagangan Selasa (6/8) ditutup pada level Rp 2.950 atau menguat Rp 140. Secara teknikal, candle terbentuk bullish engulfing yang mengindikasikan bullish. Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 3.050 dan stop loss kurang dari Rp 2.900.

2. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

Pada perdagangan Selasa (6/8) ditutup pada level Rp 1.225 atau menguat Rp 25. Secara teknikal, candle terbentuk hammer yang mengindikasikan bullish. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.320 dan stop loss kurang dari Rp 1.200.

3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Pada perdagangan Selasa (6/8) ditutup pada level Rp 1.945 atau melemah Rp 30. Secara teknikal, candle terbentuk spinning mengindikasikan rebound. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 2.020 dan stop loss kurang dari Rp 1.925.

Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama

Analisa Saham BBTN dan JSMR

Analisa Saham BBTN dan JSMR


Saham BBTN

Saham BBTN bergerak melemah cukup tajam dan tertahan di area support kuat kisaran 2160. Indikator teknikal MACD bergerak turun di bawah centreline, mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak negatif. Selama bertahan diatas support 2160, terbuka peluang bagi BBTN untuk mengalami technical rebound sesaat ke kisaran 2300 hingga 2400. Namun jika saham ini tidak mampu naik kembali dan bertahan di atas 2450, maka BBTN masih bergerak dalam tren turun. Nantinya jika BBTN gagal bertahan di support 2160, terbuka ruang penurunan lebih lanjut menuju target dikisaran 2000-2020.
Rekomendasi: Sell on Rebound selama masih di bawah 2450. Tunggu konsolidasi selanjutnya.
by Steptrader

Saham JSMR

Saham JSMR masih bergerak uptrend. Namun saat ini JSMR tengah mengalami konsolidasi dengan bergerak dikisaran 5500 hingga 6200. Indikator teknikal MACD bergerak turun dan berpotensi cross down ke bawah centreline, mengindikasikan bahwa saham ini cenderung bergerak negatif.
Rekomendasi: Spekulasi Buy selama bertahan di atas 5500. Target take profit jangka pendek dikisaran 5850-6000. Apabila berlanjut, target berikutnya dikisaran 6200-6450. Batasi resiko jika turun dan gagal bertahan di 5500, karena berpotensi mengakhiri tren naik dan mulai bergerak turun menuju target dikisaran 4980-5000.
by Steptrader

Analisa Saham BMRI, ELSA dan PGAS

Analisa Saham BMRI, ELSA dan PGAS


1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Daily (Rp7.250) (RoE: 13,77%; PER: 12,38x; EPS: 585,74; PBV: 1,70x; Beta: 1,38). Terlihat pola  bullish spinning top candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp7.150-7.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp7.425, 7.725, 7.900, 8.050 dan 8.650. Support: Rp7.150 dan 6.950.

2. PT Elnusa Tbk (ELSA)

Daily (Rp336) (RoE: 8,84%; PER: 7,99x; EPS: 41,56; PBV: 0,71x; Beta: 0,49). Terlihat pola  bullish dragonfly doji candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp324-336, dengan target harga secara bertahap di level Rp340, 378, 416 dan 454. Support: Rp320 dan 302.

3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Daily (Rp1.945) (RoE: 7,79%; PER: 12,70x; EPS: 153,12; PBV: 0,99x; Beta: 1,9). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish spinning top candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.925-1.950, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.970, 2.000, 2.020, 2.120, 2.220 dan 2.320. Support: Rp1.925 dan 1.900.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham ADHI, ASRI dan BBTN

Analisa Saham ADHI, ASRI dan BBTN


1. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

Daily (Rp1.405) (RoE: 6,62%; PER: 11,72x; EPS: 119,44; PBV: 0,77x; Beta: 1,67). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish pin bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.330-1.410, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.455, 1.550, 1.775 dan 2.000. Support: Rp1.330 dan 1.270.

2. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

Daily (Rp310) (RoE: 3,09%; PER: 19,95x; EPS: 15,44; PBV: 0,62x; Beta: 1,57). Terlihat pola  white marubozu candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp300-310, dengan target harga secara bertahap di level Rp318, 332, 370 dan 404. Support: Rp296 dan 288.

3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

Daily (Rp2.220) (RoE: 10,32%; PER: 8,92x; EPS: 248,82; PBV: 0,92x; Beta: 1,8). Terlihat pola  bullish spinning top candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.170-2.230, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.280, 2.360, 2.710, 3.060 dan 3.410. Support: Rp2.170 dan 2.010.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama