Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 19, 2019

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity.

Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut:

Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail.

Pertimbangan untuk AlexDepositoInvestasi Toko/Warung RetailRisikoMinim, relatif nggak ada bagi AlexBisa bangkrut atau perkembangan bisnis tidak sesuai harap…

EAST | EASTPRAC HOTEL RAIH LABA Rp2,35 MILIAR HINGGA JUNI

IQPlus, (19/08) - PT Eastprac Hotel Tbk (EAST) meraih laba sebesar Rp2,35 miliar hingga periode 30 Juni 2019 dibandingkan rugi Rp1,11 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan perseroan menyebutkan, pendapatan meningkat menjadi Rp28,48 miliar dari pendapatan Rp23,11 miliar tahun sebelumnya dan laba kotor diraih sebesar Rp16,85 miliar naik dari laba kotor Rp13,03 miliar.

Laba usaha diraih sebesar Rp5,06 miliar dari rugi usaha Rp101,35 juta terutama setelah beban penyusutan turun menjadi Rp1,28 miliar dari Rp2,50 miliar. Meski beban lain-lain bersih diderita Rp1,97 miliar naik dari Rp1,09 miliar tahun sebelumnya namun laba sebelum pajak berhasil diraih Rp3,09 miliar dari rugi sebelum pajak Rp1,20 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan hingga 30 Juni 2019 mencapai Rp242,02 miliar hingga periode 30 Juni 2019 turun tipis dari total aset yang tercatat hingga 31 Desember 2018 yang Rp245,86 miliar. (end)


JSKY | SKY ENERGY RAIH PERTUMBUHAN LABA 30,45% HINGGA JUNI 2019

IQPlus, (19/08) - PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) meraih pertumbuhan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik induk sebesar 30,45% hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Rp17,02 miliar dibandingkan laba Rp13,05 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, penjualan bersih naik menjadi Rp235,64 miliar dari penjualan bersih Rp224,87 miliar tahun sebelumnya dan beban pokok penjualan turun menjadi Rp177,08 miliar dari Rp181,81 miliar.

Laba kotor meningkat menjadi Rp58,55 miliar dari laba kotor Rp43,06 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum taksiran beban pajak diraih sebesar Rp22,64 miliar meningkat dari laba sebelum taksiran beban pajak tahun sebelumnya yang rp17,26 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp534,91 miliar hingga periode 30 Juni 2019 turun dari total aset Rp567,96 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)


BRIS | LABA BANK BRISYARIAH TURUN JADI Rp35,55 MILIAR HINGGA JUNI 2019

IQPlus, (19/08) - PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) alami penurunan laba bersih sebesar 70,4% hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Rp35,55 miliar dibandingkan laba bersih Rp120,16 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan menyebutkan pendapatan naik menjadi Rp1,62 triliun dari pendapatan Rp1,48 triliun dan hak pihak ketiga atas bagi hasil naik jadi Rp668,52 miliar dari Rp640,15 miliar dan hak bagi hasil milik bank mencapai Rp951,63 miliar naik dari Rp845,15 miliar.

Pendapatan usaha lainnya diraih Rp119,08 miliar naik dari Rp81,15 miliar dan beban usaha meningkat menjadi Rp654,42 miliar dari Rp566,73 miliar dan beban cadangan kerugian penurunan nilai aset naik jadi Rp358,46 miliar dari Rp200,53 miliar membuat laba usaha turun menjadi Rp57,83 miliar dari laba usaha Rp159,03 miliar.

Laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp60,21 miliar dari laba sebelum beban pajak Rp161,89 miliar. Jumlah aset perseroan mencapai Rp36,79 triliun hingga periode 30 Juni 2019 turun dari jumlah as…

SMGR | PASCA AKUISISI SMCB, SMGR MAKIN SIAP HADAPI TANTANGAN BISNIS

IQPlus, (19/08) - Langkah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang telah mengakuisisi PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) pada awal tahun 2019 lalu kembali mendapat apresiasi. Apalagi posisi SMCB dalam peta persaingan industri semen nasional berada di tiga besar, sehingga secara holding dapat dipastikan bakal turut memperkuat daya saing Semen Indonesia Group di tengah persaingan bebas yang tak dapat dielakkan lagi.

"Di era perdagangan bebas di mana pemain-pemain dari Vietnam, dari Asia Tenggara, dari mana-mana berdatangan seiring kesepakatan free trade, penguasaan pasar itu sangat penting. Dan kita tahu selama ini posisi Holcim (SMCB) di pasar juga cukup kuat, sehingga bergabungnya (SMCB) ke Semen Indonesia tentu sangat menguntungkan. Daya saing akan semakin kuat,"ujar Pengamat Pasar Modal, Hariyajid Ramelan.

Sebagai perbandingan, Hariyajid mencontohkan yang terjadi di industri perbankan nasional. Banyaknya bank-bank BUMN yang berada di atas jajaran pemain utama perbankan Tanah Air te…

EXCL | XL GANDENG 3 OPERATOR SINGAPURA

IQPlus, (19/08) - Perusahaan operator seluler XL Axiata menggandeng 3 operator Singapura untuk memberikan pelayanan seluler dan data pada pelanggan Indonesia yang berkunjung ke sana.

"Kami bekerja sama dengan Starhub, M2 dan Singtel untuk layanan pelanggan kami yang sedang berada di Singapura," kata Chief Premium Segment Offiver Octavia Kurniawan di Singapura, Jumat.

Dengan menggandeng 3 operator itu, ia optimistis pelanggan tidak akan kesulitan saat menggunakan data dan seluler di Singapura.

Apalagi Singapura memiliki standar tinggi dalam layanan datanya.

Sementara itu, XL meluncurkan program bebas data bagi warga Batam pelanggan XL Prioritas saat berkunjung ke Singapura. Pelayanan itu diberikan kepada pelanggan baru XL Prioritas, juga pelanggan lamanya dengan syarat harus ber-KTP Batam.

Dengan program itu, pelanggan XL Prioritas, minimal paket gold, tidak perlu mendaftar atau membeli paket khusus roaming melainkan menggunakan kuota yang sudah ada.

Dalam kunjungan ke Singa…

Analisa Saham EXCL, BRPT dan BEST

Analisa Saham EXCL, BRPT dan BEST Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Aug 19, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,286.66(+0.46%), test resistance at 6,314, trading range 6,240 – 6,314. Indikator MFI optimized dan indikator W%R  optimized masih cenderung naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized  mulai bergerak naik dan indikator RSI optimized masih akan menguji support trendline. Daily support di 6,240 dan resistance di 6,314. Cut loss level di 6,227.

XL Axiata, 3,250 (-2.11%),trading buy, trading range 3,180 – 3,310 . Indikator MFI optimized dan W%R optimized akan menguji support trendline. Daily  support  di 3,180  sementara itu daily resistance  di 3,300. Cut loss level  di  3,180.

BRPT Daily, 735(+0.68%), trading buy, trading range 715 – 755. Indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung naik. Daily  support  di 715  sementara itu daily resistance  di 755. Cut loss level  di  700.

BEST  Weekly , 314 (+4.67%), trading buy, tradi…

Analisa Saham APLN dan BTPN

Analisa Saham APLN dan BTPN APLN Weekly : Trading Buy Berdasarkan Peak and Trough Analysis terlihat support saat ini relatif kuat di 185 denga potensi kenaikkan terdekat ke 214.  Volume transaksi terbanyak saat ini baik sisi demand  (242-246) maupun supply (236-246) masih berada diatas harg saat ini demikian juga net avg buy all broker and dominant ( 210-218) serta  net avg sell all broker and dominnat ( 236-246) yang juga diatas harga saat ini. Jadi secara umum harga relatif sudah terdiscount.
by Tasrul Tanar

Bank BTPN (BTPN IJ): U/G To BUY: Bigger And Stronger Post Merger Upgrade to BUY from Neutral with unchanged IDR4,200 TP, 22% upside. Bank BTPN recently reported its 2Q19 results, with earnings growing 35% YoY to IDR751bn, bringing 1H19 net profit to IDR1.2trn (+15% YoY) – achieving 50% and 57% of RHB and Street estimates. Interest income grew 41% YoY, while interest expense rose 105% YoY, factoring in Bank Sumitomo Mitsui Indonesia’s (SMBCI) loans and deposits. Sumitomo Mitsui …

Bandarmologi Saham BEST, DMAS, INCO, CTRA dan TOWR

Monday (19/08/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,240 - 6,333
SUMMARY: NEUTRAL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): NEUTRAL
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): NEUTRAL
CCI (14): NEUTRAL
HIGHS/LOW (14): NEUTRAL
VO: BUY
ROC: SELL
WILLIAMS R: BUY
BULLBEAR (13): BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

BEST 300 - 322
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


DMAS 306 - 324
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


INCO 3,440 - 3,660
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET …

Analisa Saham UNTR, SCMA dan BBNI

Analisa Saham UNTR, SCMA dan BBNI PT United Tractors Tbk (UNTR) Daily (Rp20.500) (RoE: 18,32%; PER: 6,86x; EPS: 3013,58; PBV: 1,27x; Beta: 0,91). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada kisaran Rp20.400-20.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp21.575, 23.875 dan 25.500. Support: Rp19.800.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) Daily (Rp1.250) (RoE: 27,78%; PER: 11,36x; EPS: 109,56; PBV: 3,16x; Beta: 1,35). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Buy on Weakness" pada kisaran Rp1.230-1.250, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.345 dan 1.470. Support: Rp1.160.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Daily (Rp7.925) (RoE: 12,67%; PER: 9,57x…

Analisa Saham PTBA dan ADRO

Analisa Saham PTBA dan ADRO PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) Daily (Rp2.440) (RoE: 24,71%; PER: 6,24x; EPS: 395,56; PBV: 1,55x; Beta: 1,94). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada kisaran Rp2.350-2.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.620, 2.730 dan 3.400. Support: Rp2.350 dan 2.000.
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Daily (Rp1.030) (RoE: 10,54%; PER: 4,90x; EPS: 211,32; PBV: 0,52x; Beta: 1,77). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada kisaran Rp1.010-1.040, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.120, 1.225 dan 1.380. Support: Rp975.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama


Analisa Saham ASII dan BBCA

Analisa Saham ASII dan BBCA PT Astra International Tbk (ASII) Daily (Rp6.500) (RoE: 10,78%; PER: 13,48x; EPS: 484,10; PBV: 1,45x; Beta: 1,54). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Buy on Weakness" pada kisaran Rp6.400-6.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp6.750, 7.000, 7.200, 7.600 dan 8.000. Support: Rp6.300.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Daily (Rp29.800) (RoE: 15,49%; PER: 28,46x; EPS: 1054,24; PBV: 4,41x; Beta: 1,08). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada kisaran Rp29.300-30.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp30.300, 30.725 dan 32.400. Support: Rp29.050.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama