google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 6, 2019

Saham GIAA | GARUDA INDONESIA PERKUAT SARANA HIBURAN PENERBANGAN

IQPlus, (05/04) - Maskapai Garuda Indonesia meningkatkan layanan hiburan selama penerbangan atau inflight entertainment (IFE) lewat fitur In-flight Virtual Reality (VR) Experience pertama di Asia Pasifik. "Melalui fasilitas VR ini pengguna jasa dapat menyaksikan ragam sajian film box office dalam penerbangan Garuda Indonesia dengan sensasi menonton dalam wide angle screen 180 atau 360 derajat," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat. Ari menjelaskan bahwa fasilitas ini juga turut diperkenalkan pada Garuda Indonesia Executive Lounge di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta. Selama penerbangan tiga bulan terakhir, kepuasan pengguna jasa terhadap layanan VR Experience ini mencapai 85 persen, di mana 65 persen puas sekali dan 20 persen sangat puas. Penumpang juga lebih menyukai konten VR dan 3D dibandingkan konten konvensional, dengan rata rata penggunaan 1 jam 20 menit. "Atas respon positif

Saham DYAN | LEWAT ENTITAS ANAK, DYANDRA MASUK BISNIS PENGELOLAAN KEBUN BINATANG

IQPlus, (05/04) - Manajemen PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) melaporkan bahwa PT Dyandra Global Edutaiment (DGE) yang merupakan entitas anak dari PT Dyandra Promosindo (DP) pada 5 April 2019 telah melakukan pembelian saham di dalam PT Eco Partners Indonesia (EPI). Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan, saham yang dibeli milik Bapak Gunalen sebanyak 1.500 saham atau setara 15% saham dalam EPI dengan harga Rp7,5 juta per lembar atau total transaksi mencapai Rp11,25 miliar dan telah dibayar lunas oleh DGE. Transaksi tersebut dilakukan dihadapakn Lilly Fitriyani SH, notaris di Kabupaten Tangerang. Transaksi ini juga bukan merupakan transaksi afiliasi. Pembelian saham ini bertujuan untuk investasi dan pengembangan usaha perseroan di bidang pengelolaan kebun binatang dimana EPI merupakan perusahaan yang melakukan penyertaan di dalam PT Fauna Land Ancol (FLA). (end) Sumber : IQPLUS

Saham ISAT | Mengukur Prospek Indosat di Tengah Kinerja yang Tersendat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri telekomunikasi dihantam berbagai tekanan sepanjang tahun 2018 lalu. PT Indosat Tbk (ISAT) pun harus menelan rugi bersih hingga Rp 2,40 triliun. Selain tercekik perang tarif, Indosat juga terkena dampak aturan registrasi kartu perdana prabayar yang berlaku sejak akhir 2017 silam. Selama ini, Indosat memang banyak menjaring pelanggan dengan promo paket perdana. Alhasil, kebijakan registrasi kartu SIM membuat jumlah pelanggan Indosat menyusut drastis. Agar tak makin melempem, Indosat mengatur siasat untuk memulihkan kinerja. Salah satunya memperbaiki kualitas jaringan. Menilik laporan keuangan Indosat tahun 2018, basis pelanggan perusahaan tercatat sebesar 58 juta atau turun 47,3% bila dibandingkan tahun 2017. Inilah yang jadi salah satu peyebab penurunan pendapatan sebesar 22,7% menjadi Rp 23,13 triliun. Di tahun 2017, operator telekomunikasi ini masih mampu mencetak pendapatan Rp 29,92 triliun dengan laba bersih Rp 1,13 triliun.  Pendapa

Saham FOOD | Sentra Food Indonesia Geber Penjualan Saat Momen Libur

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sentra Food Indonesia Tbk percaya diri menatap prospek bisnis tahun ini. Apalagi pada tahun lalu, emiten berkode FOOD ini meraih pencapaian kinerja yang gemilang. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan FOOD pada 2018 mencapai Rp 122,06 miliar. Angka ini naik 22% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Di saat yang sama, perusahaan yang bergerak di bidang makanan olahan ini juga berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih hingga 234% menjadi Rp 1,49 miliar. Mengingat pada tahun sebelumnya, laba bersih perusahaan hanya Rp 335 juta. Direktur Utama FOOD Agustus Sani Nugroho menjelaskan, strategi pemasaran produk yang efektif dan efisien berperan besar terhadap peningkatan kinerja perusahaan tahun lalu. Ditambah lagi, emiten ini juga kerap mengeluarkan varian produk yang tepat dan bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Perusahaan ini juga kerap melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan ritel modern agar dapat menjangkau konsumen.

Saham PZZA | Pizza Hut (PZZA) Kaji Ekspansi ke Area Stasiun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangunan infrastruktur, transportasi, dan properti membuka celah baru bagi perusahaan rantai makanan. Ambil contoh, stasiun moda raya terpadu (MRT) atau rest area di jalan tol, menawarkan tempat bagi perusahaan meraup permintaan dari pengguna sarana ini. Frederick Estrada Cadlaon, Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), mengamini hal tersebut. Ia mengungkapkan, kehadiran moda transportasi publik terintegrasi tentu menjadi peluang untuk mengembangkan bisnis. Namun, perusahaan pemilik lisensi Pizza Hut di Indonesia ini belum mau terburu-buru terjun ke sana. Apalagi, bisnisnya saat ini tengah bertumbuh dengan baik di mal, ruko, dan berdiri sendiri di tempat-tempat strategis. Meski begitu, Frederick mengakui tengah mempelajari kemungkinan mengembangkan gerai di ruas tol atau stasiun MRT. "Kami yakin hal ini akan memberi kami peluang," ujar dia kepada KONTAN, Jumat (5/4). Pada akhir tahun 2018 lalu, PZZA mencatatkan pendapatan seb

Analisa Saham ADHI dan INDF

Analisa Saham ADHI ADHI – BUY Harga melakukan penembusan garis resistance sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp1,700 dengan target keuntungan di level Rp1,840. Analisa Saham INDF INDF – BUY Harga melakukan rebound sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp6,400 dengan target keuntungan di level Rp6,675. by UOBKH

Analisa Saham MGRO: Refinery as the new backbone

Analisa Saham MGRO: Refinery as the new backbone MGRO mencatatkan pendapatan di 2018 sebesar Rp2,0 triliun (+13,5% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 97,5%). Pertumbuhan pendapatan ini didukung oleh kenaikan volume penjualan yang lebih tinggi dibandingkan penurunan ASP CPO MGRO. Sejalan dengan kinerja di 2018, kami merevisi naik penjualan dan laba bersih di 2019 masing-masing sebesar 1,0% dan 1,7% di 2019. Revisi ini didukung oleh pembangunan pabrik refinery yang sesuai jadwal sehingga akan mulai berkontribusi di 4Q19. Marjin keuntungan diperkirakan sedikit tertekan seiring dengan marjin produk refinery yang lebih rendah. Selain itu, GAPKI memperkirakan produksi CPO di tahun ini akan bertumbuh lebih lambat pasca anomali yang terjadi di tahun 2018, sehingga kami memperkirakan volume produksi CPO MGRO juga berpotensi melambat dan berdampak terhadap tingkat utilisasi pabrik. Dengan demikian kami menurunkan rekomendasi dari BUY menjadi HOLD untuk MGRO namun menaikkan TP ke Rp870 (sebel

Analisa Saham ADHI, JSMR dan SILO

Analisa Saham ADHI ADHI melanjutkan penguatan setelah menutup gap beberapa hari yang lalu. Rekomendasi: hold, TP 1750 s/d 1800, stop loss <1680 .="" p=""> Analisa Saham JSMR JSMR membentuk support baru untuk melanjutkan penguatan jangka menengahnya. Rekomendasi: buy and hold >6000, TP 6300. Analisa Saham SILO SILO menguji resistance 3890, selama berhasil dipertahankan maka akan melanjutkan penguatan. Rekomendasi: buy on support 3890, TP 4000, stop loss <3800 .="" p=""> Panin Sekuritas

Analisa Saham ACES : Oversold

Analisa Saham ACES ACES : Oversold, setelah gagal bertahan diatas level support terdekat saat ini . secara indikator pergerakkan harga saham ini sudah berada di oversold area,suppot berikut sekitar 1560 jika 1575 tidka mampu dipertahankan dan resistance terdekat di 1625 sebelum lanjut ke 1,685.

Analisa Saham WIKA dan WSKT

Analisa Saham WIKA dan WSKT ID - [ Construction]: Infrastructure’s Back; Top Picks: WSKT, WIKA Andrey Wijaya, Mutiara Nita - RHB Sekuritas OVERWEIGHT on construction, with BUYs on Waskita Karya (WSKT), Wijaya Karya (WIKA), PP Persero (PTPP), and Adhi Karya (ADHI). We see positive structural changes in the industry on:  i) the upcoming establishment of state-owned construction holding firms that should boost operating leverage and reduce financing costs,  ii) an improving cash flow outlook (better receivables collection) post completion of major turnkey projects,  iii) and a huge orderbook pipeline from the Government’s infrastructure roadmap.  Valuations look attractive at 7-10x 2019F P/E at -1/-2SD below mean.

Saham Online di Facebook