PT Bank KB Bukopin Tbk Lakukan Penawaran Umum Terbatas VI Terbitkan HMETD


PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas VI (.PUT VI.) dalam rangka menerbitkan HMETD kepada para pemegang saham Perseroan atas sebanyak-banyaknya sebesar 35.156.418.285 (tiga puluh lima miliar seratus lima puluh enam juta empat ratus delapan belas ribu dua ratus delapan puluh lima) saham kelas B dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) per saham yang akan ditawarkan melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD").

Menurut prospektus seperti dikutip Senin, Saham yang akan diterbitkan dalam rangka pelaksanaan PMHMETD ini merupakan saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di BEI dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku.

HMETD akan dibagikan kepada para pemegang saham Perseroan yang tercatat pada tanggal 27 September 2021 dimana setiap pemilik 500 saham lama Perseroan akan memperoleh 538 HMETD, namun bagi pemegang saham yang dilarang untuk melaksanakan haknya sebagai pemegang saham oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka pemegang saham tersebut tidak dapat melaksanakan haknya dalam pelaksanaan HMETD.

Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami dilusi maksimum sebesar 51,8% setelah periode pelaksanaan HMETD.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Surya Semesta Internusa Tbk Catatkan Pra Penjualan Lahan Seluas 8,8ha


Pada periode 1H21, SSIA mencatatkan pra-penjualan lahan seluas 8,8 ha ke perusahaan teknologi regional dengan total nilai Rp155,9 miliar.

Meskipun penjualan lahan melambat selama 1,5 tahun terakhir, SSIA menetapkan target marketing sales pada FY21 seluas 15 hektar yang berasal dari Suryacipta City of Industry Karawang.

Prospek pendapatan FY21 diperkirakan akan stagnan apabila dibandingkan dengan pendapatan FY20. Target pendapatan tersebut dapat terpengaruh jika COVID-19 menjadi lebih buruk atau berkepanjangan hingga akhir 2021.

Pada semester pertama tahun 2021, SSIA membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp871,0 miliar. Pendapatan ini mengalami penurunan sekitar 40,6% dari Rp1.465,8 miliar yang dibukukan di 1H20. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pendapatan konstruksi dan perhotelan yang masing-masing turun sebesar 42,2% dan 52,4%.

Sementara itu, pendapatan segmen bisnis properti SSIA turun sekitar 16,2%.

Laba kotor perseroan 1H21 turun 41,9% YoY menjadi Rp144,2 miliar dari Rp248,1 miliar di 1H20, akibat dari penurunan laba kotor perhotelan sebesar 72,8%. EBITDA 1H21 turun 152,5% YoY menjadi -Rp24,5 miliar dari Rp46,5 miliar di 1H20, disebabkan karena penurunan EBITDA perhotelan sebesar 58,1%.

Rugi bersih konsolidasi SSIA selama 1H21 tercatat sebesar Rp190,8 miliar, turun 55,3% dibandingkan dengan rugi bersih Rp122,9 miliar di 1H20. Penurunan laba bersih terutama disebabkan oleh penurunan laba operasional sekitar 606,7% dari Rp15,7 miliar pada 1H20 menjadi -Rp79,6 miliar pada 1H21.

Posisi kas Perseroan per 1H21 mencapai Rp1.062,0 miliar, naik 32,8% dari posisi kas 1Q21 sekitar Rp799,5 miliar. Peningkatan tersebut terutama berasal dari pinjaman tahap kedua sebesar US$35 juta dari International Finance Corporation (IFC), salah satu anggota World Bank Group.

Pinjaman tersebut dilindungi nilai dengan cross currency interest rate swap, sehingga SSIA menerima Rp 499,45 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,96%. Hingga saat ini, SSIA memiliki sisa paket pinjaman sebesar US$15 juta (dari total fasilitas kredit sebesar US$100 juta yang ditandatangani pada Mei 2018).

Sementara itu utang kena bunga untuk periode 1H21 sebesar Rp2.465,5 miliar menghasilkan rasio utang/ekuitas (gearing ratio) sebesar 60,9%.


Properti


- Permintaan lahan industri secara konsisten berasal dari industri otomotif, logistik, makanan, kimia dan barang konsumsi. Ada juga peningkatan permintaan dari pusat data atau high-tech industries lainnya. Segmen kawasan industri akan bergerak ke fase pemulihan setelah pandemi yang dapat diatasi dan ekonomi mulai pulih kembali. (Colliers 1H21)

- Unit properti SSIA yang terdiri dari pendapatan kawasan industri, biaya pemeliharaan, sewa komersial & residensial membukukan pendapatan sebesar Rp152,0 miliar di 1H21, turun 16,2% dari Rp181,4 miliar di 1H20.

- PT Suryacipta Swadaya, yang merupakan bisnis utama Perusahaan, membukukan pendapatan sebesar Rp130,0 miliar di 1H21, dibandingkan Rp152,9 miliar di 1H20, atau turun 15,0%. Terutama disebabkan karena penurunan penjualan tanah yang dibukukan sekitar 85,6% dibandingkan 1H20 dimana pada 1H21 sebesar Rp5,7 miliar dibandingkan dengan Rp39,9 miliar pada 1H20.

- SLP Karawang, di bawah PT SLP SURYA TICON INTERNUSA, hingga 30 Juni 2021, memiliki total bangunan yang dapat disewa seluas 128.566 m2 atau 80,2% dari total tanah yang tersedia yaitu 160.255 m2. Tingkat hunian 1H21 adalah sekitar 67,7% dibandingkan dengan tingkat hunian 92,1% pada 1H20.

- Edenhaus Simatupang, portfolio dari PT TCP Internusa, merupakan klaster perumahan mewah yang terdiri dari 41 unit boutique homes yang didesain dengan konsep garden home resort dan bernilai sekitar Rp300 miliar. TCP berhasil menjual 15 unit rumah senilai Rp115,8 miliar hingga 30 Juni 2021.


Konstruksi


- PT Nusa Raya Cipta Tbk (.NRCA.), unit konstruksi SSIA, semester pertama tahun 2021 mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp656,7 miliar. Pendapatan ini turun 42,1% dibandingkan dengan periode yang sama di 1H20 yang mencapai Rp1.133,4 miliar. Perseroan juga berhasil membukukan laba bersih Rp8,4 miliar dari Januari - Juni 2021 atau turun 80,4% dari laba bersih 1H20 sebesar Rp43,1 miliar.

- NRCA, untuk semester pertama 2021 membukukan kontrak baru sebesar Rp1.069,9 miliar, naik 81,7% dibandingkan kontrak baru yang dicapai pada 1H20 sebesar Rp588,8 miliar. Proyek utama yang diperoleh pada 1H21 adalah Akasa Apartement BSD Tangerang, Mayapada Chung Chung School 2 Surabaya, Parking Lot of Apartement Emerald Bintaro Tangerang, Paket 5 Theme Park Kotabaru Parahyangan Bandung, Biodegradable IKPP Serang, Pindodeli Extension, Pou Yuen Factory Cianjur, dan Subang Smartpolitan.


Perhotelan


- Untuk segmen bisnis perhotelan, perjalanan masih panjang untuk kembali normal. Dengan bergantung pada wisatawan domestik, tidak akan bisa mengembalikan keadaan seperti semula. Inovasi terus dilakukan untuk menghasilkan pendapatan. Pemerintah terus menjalankan program vaksinasi untuk mempercepat pemulihan kondisi ekonomi dan pariwisata Bali. (Colliers 1H21)

- Unit bisnis perhotelan SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp72,6 miliar di 1H21, turun 52,4% dibandingkan Rp152,7 miliar di 1H20.

- Tingkat hunian The Gran Melia Jakarta (GMJ) untuk 1H21 berada di 15,7% dari 19,7% di 1H20. Sedangkan tarif kamar rata-rata (ARR) untuk semester pertama 2021 adalah sekitar US$59,5 dari US$93,7 pada 1H20. Sedangkan tingkat hunian Melia Bali Hotel (MBH) pada 1H21 sebesar 7,2% menurun dari 29,6% pada 1H20. ARR MBH berada pada US$49,3 di 1H21 dari US$113,3 di 1H20.

- Tingkat hunian Jumana Bali (JBUR, sebelumnya Banyan Tree Ungasan Resort) pada 1H21 berada di 6,4% dari tingkat hunian 1H20 sebesar 20,3%. Untuk ARR pada 1H21 berada di US$318,8, dari US$450,6 di 1H20. Memasuki tahun 2021, Banyan Tree Ungasan Resort berganti nama menjadi Jumana Bali.

- SSIA saat ini memiliki BATIQA Hotels di delapan lokasi yaitu BATIQA Hotel & Apartments Karawang, BATIQA Hotel Cirebon, BATIQA Hotel Jababeka, BATIQA Hotel Palembang, BATIQA Hotel Pekanbaru, BATIQA Hotel Lampung, BATIQA Hotel Darmo . Surabaya, dan BATIQA Hotel Jayapura.


Tingkat hunian BATIQA Hotels pada 1H21 tercatat sebesar 44,3%, sedangkan ARR-nya sebesar Rp298.083. ARR BATIQA pada 1H20 adalah Rp304.919 dengan tingkat hunian 35,9%. Pada April 2021, BATIQA Hotel Management (BHM) telah meresmikan BATIQA Hotel Jayapura. BATIQA Hotel Jayapura terletak di lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan perkantoran, pusat perbelanjaan dan hiburan.

Hotel ini memiliki 4 lantai dengan 72 kamar yang terdiri dari 57 kamar superior, 11 kamar deluxe, 2 kamar suite, dan 2 family suites.(end)


Sumber: IQPLUS

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S
epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun

Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9).

Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021.

Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sales naik 77% secara tahunan menjadi Rp 3,6 triliun sepanjang semester I-2021.

Guna mengejar sisa marketing sales tahun ini, perusahaan juga akan fokus menyasar pasar end user. "Kami fokus di segmen harga terjangkau end user," sebutnya.

Selain itu, CTRA telah meluncurkan dua proyek baru, yakni proyek apartemen CitraLand Mark Ciracas seluas 7 hektare di Jakarta Timur dan proyek residensial CitraLand Puncak Tidar seluas 32 hektare di Malang.

Kemudian, perusahaan juga meluncurkan sejumlah klaster baru di proyek yang sedang berjalan. Pertama, klaster Neo Paloma, Andora, Faraday, dan Girona di proyek CitraRaya Tangerang. Kedua, klaster Monterrey di proyek CitraLand Cibubur. Ketiga, klaster Resvara di proyek Ciputra Beach Resort, Bali.

Keempat, klaster Spring Dale di Citra Garden City Malang. Kelima klaster Volga di Citra Sentul Raya. Keenam, klaster Taman Kuta Indah di Citra Maja Raya. Terakhir, klaster Clarke Quay di CitraLand Gama City Medan.

Sumber: KONTAN

PT Citra Putra Realty Tbk Mengalami Penurunan Pendapatan Yang Cukup Signifikan di Semester I-2021


PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) mengantongi pendapatan sebesar Rp 6,6 miliar di semester I-2021. Jumlah itu tercatat menurun hingga 79,8% dari periode yang sama di tahun 2020 yang sebesar Rp 32,8 miliar. 

Pendapatan CLAY berasal dari sewa kamar yang turun dari Rp 21,5 miliar menjadi Rp 4,2 miliar, makanan dan minuman yang turun dari Rp 10,7 miliar menjadi Rp 2,3 miliar dan departemen lainnya yang turun dari Rp 520 juta menjadi Rp 35,2 juta. 

Berdasarkan laporan keuangan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan signifikan tersebut membuat perseroan mengalami kerugian kotor Rp 11,4 miliar. Adapun, di tengah penurunan tersebut beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 18 miliar. 

Selain itu, beban usaha tercatat sebesar RP 39,2 miliar dan beban keuangan sebesar Rp 40,7 miliar. Dus, jumlah kerugian bersih yang dialami oleh CLAY sebesar Rp 82,4 miliar. 

Adapun posisi kas dan setara kas CLAY di akhir periode tercatat sebesar Rp 11,5 miliar. Jumlah tersebut turun signifikan dibanding periode yang sama di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp 25,7 miliar. 

Dari sisi kewajiban, CLAY tercatat memiliki liabilitas sebesar Rp 527,3 miliar yang terdiri dari liabilitas jangka panjang yang mencapai Rp 438,3 miliar dan jangka pendek Rp 88,9 miliar. Sementara itu ekuitas tercatat sebesar Rp 86,3  miliar hingga semester I-2021. 


Sumber: IQPLUS

PT Metro Realty Tbk Mengalami Penurunan Pendapatan di Semester I-2021


Emiten sektor properti dan real estate PT Metro Realty Tbk (MTSM) bukukan pendapatan sebesar Rp 10,5 miliar di semester I-2021. Jumlah itu tercatat turun 8,3% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yang sebesar Rp 11,5 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan juga mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar Rp 10,1 miliar. Dengan demikian, MTSM mencatat laba bruto sebesar Rp 441 juta, dimana jumlah itu juga menurun 47,6% dibandingkan semester I-2020 yang sebesar Rp 843 juta. 

Di samping itu, beban usaha perseroan juga tercatat sebesar Rp 3,13 miliar. Sehingga perusahaan masih mengalami rugi usaha Rp 2,6 miliar di semester I-2021. Setelah di kurangi dengan beban pajak dan lainnya, MTSM juga mencatatkan kenaikan rugi bersih senilai Rp 2,2 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 335 juta. 

Selanjutnya, dari sisi kewajiban, perseroan mencatatkan total liabilitas sampai dengan semester I-2021 mencapai Rp 24,4 miliar. Jumlah itu terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 12,3 miliar dan jangka panjang Rp 12,1 miliar. Sementara total ekuitas tercatat Rp 42,9 miliar. 

Sumber: KONTAN

Rekomendasi Saham BBRI, BBNI, ASII, PGAS, TINS dan CTRA oleh Valbury Sekuritas | 6 September 2021


VALBURY SEKURITAS INDONESIA Weekly Report 

06 Sep 2021

Prediksi IHSG :

IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini, Senin (06/09), didukung dominasi katalis positif baik dari internal maupun ekstenal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) Pemerintah menargetkan defisit APBN kembali ke level di bawah 3% dari PDB pada 2023 (+), 2) BI mencatatkan, kredit konsumsi tumbuh 2,3% yoy dari menjadi Rp 1.662,0 triliun per Juli 2021 (+), 3) Aliran masuk modal asing  ke pasar keuangan Indonesia selama periode 30 Agustus hingga 2 September 2021 tercatat Rp 11,63 triliun (+), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS(+), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan menguta (+), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Jumat (03/09) beragam (+/-), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak di variatif (+/-), Sentimen global ; 1) Jerome Powell telah menegaskan bahwa tapering pembelian obligasi di pasar baru akan dimulai setelah data tenaga kerja menguat  (+/-) dan, 2) Data tenaga kerja AS pada Agustus di bawah harapan (-).


Perspektif tenikal

Support Level :    6080/6033/6009

Resistance Level :   6150/6174/6221

Major Trend : Up

Minor Trend : Down

Pattern : Up


TRADING IDEAS :

These recommendations based on technical and only intended for one day trading


BBRI: Trading Buy

Close 3930, TP 3990

Boleh buy di level 3890-3930

Resistance di 3990 & support di 3890

Waspadai jika tembus di 3890

Batasi resiko di 3840


BBNI: Trading Buy

Close 5450, TP 5550

Boleh buy di level  5350-5450

Resistance di 5550 & support di 5350

Waspadai jika tembus di 5350

Batasi resiko di 5275


ASII : Trading Buy

Close 5350, TP 5425

Boleh buy di level  5250-5350

Resistance di 5425 & support di 5250

Waspadai jika tembus di 5250

Batasi resiko di 5175


PGAS:  Trading Buy

Close 1060, TP 1090

Boleh buy di level  1040-1060

Resistance di 1090 & support di 1040

Waspadai jika tembus di 1040

Batasi resiko di 1010


TINS:  Trading Buy

Close 1505, TP 1540

Boleh buy di level  1490-1505

Resistance di 1540 & support di 1490

Waspadai jika tembus di 1490

Batasi resiko di 1465


CTRA:  Trading Buy

Close 915, TP 945

Boleh buy di level  885-915

Resistance di 945 & support di 885

Waspadai jika tembus di 885

Batasi resiko di 865


Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;

TLKM, AGRO, ADRO, ITMG, PTPP, INDY  


(Disclaimer ON)

Rekomendasi Saham ICBP, SMGR, SIDO dan JPFA oleh Indopremier | 6 September 2021


IHSG (6.080 – 6.170) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan menguat.Target kenaikan indeks pada level 6.170 dan 6.215 dengan support di level 6.080 dan 6.035.

ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.600 kemudian 8.725 dengan support di level 8.350, cut loss jika break 8.225.

SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 9.325 kemudian 9.450 dengan support di level 9.075, cut loss jika break 8.950.

SIDO (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 785 dengan resist di level 800 kemudian 810.

JPFA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.760 dengan resist di level 1.800 kemudian 1.830.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwck

Rekomendasi Saham AGRO, ASII, PTPP dan UNTR oleh MNC Sekuritas | 6 September 2021


MNCS Daily Scope Wave

6 September 2021

Menutup perdagangan pekan kemarin (3/9), IHSG ditutup menguat 0,8% ke level 6,126, pergerakan IHSG telah menembus MA20-nya dan diiringi dengan tekanan beli. Kami perkirakan, apabila IHSG mampu break level 6,170 sebagai resistancenya, maka posisi IHSG sedang membentuk wave E dari wave (B) menuju ke area 6,200-6,250. Namun demikian, tetap cermati support 6,054, 6,021, dan 5,938, apabila IHSG terkoreksi ke bawah level support-suportnya tersebut, maka IHSG akan mengarah ke 5,850-5,900.

Support: 6,054, 6,021

Resistance: 6,170, 6,263

AGRO - Buy on Weakness

Pada penutupan pekan kemarin (3/9), AGRO bergerak flat dan ditutup di level 2,290. Selama AGRO tidak terkoreksi ke bawah 2,170, maka pergerakan AGRO saat ini kami perkirakan sedang berada di awal wave [iii] dari wave 5.

Buy on Weakness: 2,220-2,290

Target Price: 2,490, 2,900

Stoploss: below 2,170

ASII - Buy on Weakness

ASII ditutup menguat 1,9% ke level 5,350 pada perdagangan pekan kemarin (3/9). Kami memperkirakan, saat ini posisi ASII sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga ASII masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 5,200-5,325

Target Price: 5,500, 5,800

Stoploss: below 5,050

PTPP - Spec Buy

PTPP ditutup menguat 4% ke level 920 pada perdagangan Jumat kemarin (3/9), pergerakan PTPP pun telah menembus MA60-nya. Kami perkirakan, selama PTPP mampu bertahan di atas 855 sebagai supportnya, maka posisi PTPP saat ini sedang berada di awal wave [iii].

Spec Buy: 900-920

Target Price: 1,000, 1,200

Stoploss: below 855

UNTR - Buy on Weakness

UNTR ditutup menguat 5,2% ke level 21,375 pada perdagangan Jumat kemarin (3/9), pergerakan UNTR pun diiringi dengan peningkatan volume beli. Kami perkirakan, posisi UNTR saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C.

Buy on Weakness: 20,700-21,350

Target Price: 22,250, 23,600

Stoploss: below 19,900

Disclaimer On

Rekomendasi Saham ERAA, ABBA dan FREN oleh Mirae Asset Sekuritas | 6 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

September 6, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,126.92(+0.80%), Consolidation. Trading range 6,103 – 6,166. indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized masih cenderung menguat. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan  indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 6,103 dan daily resistance di 6,166. Cut loss level di 6,050

ERAA Daily, 590(+2.61%), trading buy,  trading range 575 – 605. Indikator MFI optimized akan menguji support trend line dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 575 dan daily resistance di 605. Cut loss level di 550

ABBA Daily, 615 (-6.11%), buy on weakness, trading range 600 – 660. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai terbatas. Daily support di 600 dan daily resistance di 660. Cut loss level di 570.

FREN Daily,128 (+3.23%), buy on weakness, trading range 123 – 132. Indikator MFI optimized dan RSI Optimized masih bergerak naik. Perkiraan daily support di 123 dan daily resistance terdekat di 132. Cut loss level di 120.

Ulasan Pasar Global 6 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Sept 6, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Teknologi mendorong Nasdaq memecahkan rekor tetapi Wall Street berakhir beragam karena laporan pekerjaan

Nasdaq berakhir Jumat di puncak baru tetapi indeks utama Wall Street lainnya ditutup turun, mencerminkan sentimen beragam yang berasal dari laporan pekerjaan AS yang mengecewakan yang menimbulkan kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi tetapi melemahkan argumen untuk pengurangan jangka pendek.

S&P 500 kehilangan 1,52 poin atau 0,03% menjadi 4.535,43. Dow Jones turun 74,73 poin atau 0,21% menjadi 35.369,09. Nasdaq menambahkan 32,34 poin atau 0,21% menjadi 15.363,52.

Namun untuk Nasdaq, mencatatkan kemenangan kelima dalam enam sesi terakhir dan kenaikan mingguan sebesar 1,6%, dukungan investor terhadap saham teknologi kelas berat - yang cenderung berkinerja lebih baik di lingkungan suku bunga rendah - terus mendorongnya lebih tinggi. Apple (AAPL.O), Alphabet (GOOGL.O), dan Facebook (FB.O) semuanya naik antara 0,3% dan 0,4%. Virus, dan dampaknya pada laju pemulihan ekonomi, terbukti dalam laporan Departemen Tenaga Kerja yang diawasi ketat yang menunjukkan nonfarm payrolls meningkat 235.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di bawah perkiraan ekonom 750.000. Gaji telah melonjak 1,05 juta pada bulan Juli.

Eropa

Bursa Eropa menandai penurunan terburuk dalam 2 minggu di tengah kegelisahan pekerjaan AS

Bursa Eropa tergelincir pada hari Jumat karena data ketenagakerjaan AS menunjuk ke arah perlambatan pertumbuhan di ekonomi terbesar dunia, dengan saham ritel dan perjalanan terekspos ke pasar Amerika yang paling menderita.

Indeks STOXX 600 Eropa tergelincir 0,6%.

Saham ritel (.SXRP) termasuk di antara yang berkinerja terburuk untuk hari ini, turun 0,9%. Penjual buku WH Smith (SMWH.L), yang menghasilkan setidaknya seperempat dari pendapatannya dari pelanggan AS, adalah pemain terburuk di sektor ini, turun 3,4%. Saham perjalanan (.SXTP) merosot 1%.

Analisa Saham HEAL | 6 September 2021


Analisa Saham HEAL

Saham HEAL pada tanggal 3 September 2021 ditutup menguat pada harga 1250, naik 2,88%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 97% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh beli dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah uptrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 1260

Jika naik di atas 1285 maka berpeluang ke 1600

Jika turun di bawah 1215 maka berpeluang ke 1160

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/

Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/

Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : http://www.sahamonline.id/

Bandarmologi saham ITMG, ASII, UNTR, SMRA dan INDF | 6 September 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Monday (06/09/2021)

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


IDX Composite 6,081 - 6,173

SUMMARY: BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): NEUTRAL

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): NEUTRAL

CCI (14): *NEUTRAL

HIGHS/LOW (14): BUY!!

UO: BUY!!

ROC: SELL‼️

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): SELL‼️


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


ITMG 16,575 - 17,425

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 16,925

TARGET PRICE: 17,425

STOP-LOSS: 16,575


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



ASII 5,250 - 5,550

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 5,350

TARGET PRICE: 5,550

STOP-LOSS: 5,250


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



UNTR 20,875 - 22,375

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 21,375

TARGET PRICE: 22,375

STOP-LOSS: 20,875


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



SMRA 825 - 890

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 845

TARGET PRICE: 890

STOP-LOSS: 825


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



INDF 6,425 - 6,650

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY BUY 6,525

TARGET PRICE: 6,675

STOP-LOSS: 6,425


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 6 September 2021


The Dow Jones Industrial Average retreated on Friday and the S&P 500 slipped from a record high after the August jobs report came in short of expectations, showing the impact of the delta-fueled Covid resurgence.


Dow.......35369   -74.7       -0.21%

Nasdaq.15364  +32.3       +0.21%

S&P 500..4535   -1.5          -0.03%.


FTSE.......7138    -25.6        -0.36%

Dax........15781   -59.4        -0.37%

CAC........6690    -73.1        -1.08%


Nikkei...29128     +584.6     +2.05%

HSI........25902     -188.4      -0.72%

Shanghai..3582   -15.3         -0.43%

ST Times..3084   -4.99         -0.16%


IDX.....  6126.92   +48.69    +0.80%

LQ45.....873.92    +11.06    +1.28%

 

Indo10Yr..6.2997  +0.0027  +0.04%

ICBI.....327.7834   +0.1319  +0.04%

US10Yr...1.3220    +0.0280  +2.16%

VIX............16.41   unch         +0%

  

USDIndx .....92.0350    -0.1900   -0.21%

Como Indx.....220.11   +0.10      +0.05%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........162.55   +1.58      +0.98%


IndoCDS..67.0738   +0.3673   +0.55%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14262.50      -10.00     -0.07%

Jisdor..14261.00     -20           -0.14%


Euro.........1.1880   +0.0005    +0.04%


TLKM........23.75     +0.19        +0.81%

(3387)

EIDO..........21.56     +0.34        +1.60%

EEM..........53.12      +0.28        +0.53%


Oil............69.29        -0.53        -0.76%

Gold .....1833.70      +22.10    +1.22%

Timah ...33362.50   -120.00    -0.36%

Nickel....19885.50   +432.50  +2.22%

Silver..........24.80     +4.85        +2.02%

Copper......433.40    +3.70        +0.86%

 

Coal price...179.00    +1.50     +0.85%

(Sep/Newcastle) 

Coal price...178.75    +3.70     +2.11%‼️

(Okt/Newcastle)

Coal price....165.15   +2.95     +1.81%‼️

(Sep/Rotterdam) 

Coal price....162.00   +2.75     +1.73%‼️

(Okt/ Rotterdam)


CPO(Nov).....4310   +68         +1.60%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........524.00   -1.50        -0.29%

SoybeanOil..59.00  +0.21       +0.36%

Wheat.......726.25   +9.25       +1.29%


Wood pulp.....4675.00  unch   +0%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas