Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 25, 2017

CARA MENGGUNAKAN INDIKATOR SIMPLE MOVING AVERAGE (SMA)

CARA MUDAH MENGGUNAKAN INDIKATOR SIMPLE MOVING AVERAGE (SMA)
Simple Moving Average (SMA) adalah jenis yang paling sederhana dari moving average . Pada dasarnya, simple moving average (SMA) dihitung dengan menjumlahkan harga penutupan “X” periode lalu dan kemudian membagi jumlahnya dengan X. Bingung???,,,, 
Jangan khawatir, disini kita akan mencoba untuk menjelaskannya: Jika Anda merencanakan  5 period SMA 1-jam pada grafik, maka Anda akan menambah harga penutupan selama 5 jam terakhir, dan kemudian membagi jumlahnya dengan 5. That is! , Anda sekarang memiliki harga penutupan rata-rata selama lima jam terakhir! .Serangkaian tersebut akan bertemu , dan Anda mendapatkan Moving Average! Jika Anda plot 5 periode SMA pada 10 M, Anda akan menjumlahkan harga penutupan 50 menit terakhir, dan kemudian membagi jumlahnya dengan 5. Jika Anda plot  5 period SMA pada grafik 30 M, Anda akan menjumlahkan harga penutupan 150 menit terakhir, dan kemudian membagi jumlahnya dengan 5. Jika Anda plot 5 peri…

CARA MENGGUNAKAN ON BALANCE VOLUME (OBV)

CARA MUDAH MENGGUNAKAN INDIKATOR ON BALANCE VOLUME (OBV)
Indikator On balance Volume (OBV) dikembangkan oleh Joe Granville pada tahun 1963 dengan memperkenalkan bukunya, New Key Grenville untuk keuntungan pasar saham. OBV adalah salah satu indikator pertama untuk mengukur aliran volume positif dan negatif.
Metode ini dapat diaplikasikan tidak hanya di pasar saham, tetapi juga pada pasar yang yang menggunakan perhitungan rasio kenaikan / penurunan.
Gambar di bawah ini adalah contoh OBV pada daily Chart XAUUSD.


Perhitungan :
On Balance Volume (OBV) adalah volume total transaksi yang terdiri dari Volume Periode Positif dan Volume Periode Negatif. Volume Periode adalah positif bila harga Close sekarang di atas harga Close sebelumnya. Sebaliknya, Volume Periode adalah negatif bila harga Close sekarang di bawah harga Close sebelumnya.
Jika harga Close sekarang berada di atas harga Close sebelumnya : OBV sekarang = OBV sebelumnya + Volume (jika harga Close sekarang > harga Close sebelumny…

CARA MENGGUNAKAN INDIKATOR STOCHASTICS

Cara Menggunakan Indikator Stochastics Pembuat indikator Stochastic adalah George C. Lane, President of Invesment Educators, Inc. Kegunaan utama indikator ini antara lain untuk mendeteksi kondisi Jenuh Beli (Overbought) dan Jenuh Jual (Oversold).
Stochastic memiliki dua garis dalam osilator, yang disebut dengan garis %K (diberi warna Hitam/Biru Donker, pada gambar berikut) dan garis %D (diberi warna Merah pada gambar berikut). Kedua garis ini berkisar (oscillate) pada skala vertikal 0 – 100. Di atas level 80 disebut zona Overbought, sedangkan di bawah level 20 disebut zona Oversold.
Garis %K adalah garis utama dan disebut Signal Line. Sementara garis %D disebut dengan Trigger Line, yang merupakan rerata (Moving Average) dari garis %K. 


Perpotongan dari kedua garis ini menghasilkan sinyal Beli maupun Jual. Sinyal Beli terjadi garis %K memotong ke atas garis %D di zona Oversold. Sebaliknya, sinyal Jual terjadi apabila garis %K memotong ke bawah garis %D di zona Overbought.
Perlu diperh…

Cara Menggunakan Indikator MACD

Cara Menggunakan Indikator MACD
MACD merupakan salah satu indikator yang digunakan oleh banyak trader. Pembuatnya adalah Gerald Appel pada tahun 1960-an. MACD merupakan akronim dari Moving Average Convergence Divergence.
Kegunaan MACD antara lain untuk memrediksi peralihan tren dan perubahan momentum. 
Pada indikator MACD tampak osilator yang dibagi menjadi dua bagian yang tidak mempunyai limit terendah maupun tertinggi, juga terdapat Histogram (warna Biru), yang dipisahkan oleh garis level 0 (nol); serta dua buah garis yang disebut dengan garis MACD (warna Hitam) dan garis sinyal (warna Merah).


Indikator MACD dibentuk dengan menilai korelasi antara dua EMA (Exponential Moving Average) yang berbeda periode waktunya. Kombinasi EMA yang umum digunakan adalah EMA-26 dan EMA-12.
Garis MACD merupakan selisih dari dua EMA di atas (EMA-12 dan EMA-26) yang menggunakan Harga Penutupan. Sedangkan garis Sinyal yang lebih lambat dibandingkan garis MACD adalah Moving Average dari garis MACD itu s…