Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 29, 2019

Saham SCMA | SURYA CITRA MEDIA BAGI DIVIDEN INTERIM 27 DESEMBER

IQPlus, (29/11) - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) akan membagikan dividen interim tahun buku 2019 kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp25 per lembar pada 27 Desember 2019.

Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan, jadwal cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 5 dan 6 Desember 2019 sedangkan di pasar tunai pada 9 dan 10 Desember 2019 dengan DPS hingga 9 Desember 2019.

Seperti diketahui PT Surya Citra Media Tbk hingga periode 30 September 2019 meraih total pendapatan Rp4,14 triliun dengan laba bersih Rp1,00 triliun. (end)

Saham DFAM | DAFAM PROPERTY RAIH LABA Rp4,12 MILIAR HINGGA SEPTEMBER

IQPlus, (29/11) - PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) meraih laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp4,12 miliar hingga periode 30 September 2019 usai mencatat rugi Rp4,03 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan bersih naik menjadi Rp121,95 miliar dibandingkan pendapatan bersih Rp96,19 miliar tahun sebelumnya dan laba kotor diraih Rp71,59 miliar naik dari laba kotor Rp53,52 miliar tahun sebelumnya.

Total beban perseroan mencapai Rp64,43 miliar naik dari total beban Rp57,34 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak diraih Rp7,16 miliar usai mencatat rugi sebelum pajak tahun sebelumnya Rp3,82 miliar.

Total aset perseroan hingga periode 30 September 2019 mencapai Rp337,88 miliar naik dari total aset Rp335,59 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham KRAS | KEMENTERIAN BUMN-KS BAHAS USULAN PENYEHATAN INDUSTRI BAJA NASIONAL

IQPlus, (29/11) - Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim menyambangi Kementerian BUMN untuk membahas usulan-usulan kepada kementerian lain dalam rangka menyehatkan industri bahan nasional.

"Topik utama hari ini adalah kaitan dengan regulasi karena bapak Staf khusus Menteri BUMN bidang makro ekonomi Prof Muhammad Ikhsan juga ekonom sehingga bapak Wamen I BUMN Budi Gunadi Sadikin melibatkan beliau memberikan pandangan usulan-usulan yang kita sampaikan kepada kementerian lain," kata Silmy di Jakarta, Kamis.

Silmy mengatakan bahwa Kementerian BUMN nanti akan melihat kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa diupayakan bersama-sama kementerian lain dalam menyehatkan industri baja nasional.

"Bapak Ican (panggilan untuk Prof. Muhammad Ikhsan) juga menyampaikan satu usulan yang cukup baik bukan hanya baja tetapi industri secara umum, karena kita tahu bahwa saat ini impor itu luar biasa, mengganti impor itu salah satunya dengan menumbuhkan industri," katany…

Saham BBCA | Bos BCA Bicara Soal Dewan Pengawas OJK

CNBC Indonesia - Kalangan bankir merespons wacana Komisi XI DPR mengusulkan adanya badan pengawas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pembentukan badan pengawas OJK rencananya akan diusulkan dalam Program Legislasi Nasional 2020.

Dalam Rapat Dengar Pendapat yang berlangung Kamis (28/11/2019), Komisi XI meminta masukan dari kalangan pelaku perbankan swasta nasional.

Pembentukan dewan pengawas bagi OJK ini dinilai mendesak oleh DPR, sebab monitoring atau supervisi Komisi XI DPR atas kebijakan-kebijakan OJK sangat terbatas di tengah munculnya banyak kasus di sektor jasa keuangan yang harus segera diselelesaikan.

Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja menyampaikan, pihaknya akan menjawab secara tertulis kepada DPR mengenai usulan pembentukan badan pengawas OJK.

Jahja juga tidak bisa memberikan keterangan lebih rinci, apakah saat ini harus ada lembaga supervisi yang mengawasi OJK.

Sependapat dengan Jahja, Direktur Utama UOB Indonesia, Kevin Lam juga akan memberikan ma…

Saham BBCA | BANK CENTRAL ASIA BAGI DIVIDEN INTERIM PADA 20 DESEMBER

IQPlus, (29/11) - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membagikan dividen interim tunai tahun buku 2019 kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp100 per saham pada 20 Desember 2019.

Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan, cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 5 dan 6 Desember 2019 sedangkan di pasar tunai pada 9 dan 10 Desember 2019 dengan DPS hingga 9 Desember 2019.

Pembagian dividen interim ini berdasarkan keputusan direksi pada 27 November 2019 serta persetujuan dewan komisaris perseroan di tanggal yang sama. (end)

Saham BDMN | Danamon lepas kendali di Asuransi Adira ke Zurich Insurance

KONTAN.CO.ID - PT Bank Danamon Indonesia Tbk resmi melepas 70% kepemilikan saham pada PT Asuransi Adira Dinamika Tbk kepada Zurich Insurance Company Ltd. Asuransi Adira merupakan perusahaan yang bergerak di bidang asuransi umum.

Pengumuman ini merupakan lanjutan dari penandatanganan perjanjian penjualan dan penyertaan saham bersyarat (CSSA) pada 27 September 2018 antara Bank Danamon dengan Zurich untuk penjualan kepemilikan saham di Asuransi Adira.

Berdasarkan klausul transaksi, Zurich kini mengantongi 80% saham Asuransi Adira. Hal itu dengan rincian 70% sebelumnya saham milik Danamon dan 10% saham minoritas.

Melalui investasi Zurich, Asuransi Adira akan mendapatkan akses terhadap keahlian international serta kapabilitas underwriting, digital dan manajemen risiko terbaik. Pengalaman global dan keahlian produk Zurich akan memberikan nilai tambah kepada para pemegang polis Asuransi Adira.

Bank Danamon akan melanjutkan kerja sama dengan Asuransi Adira, karena masih tetap menjadi pemegan…

Saham PGAS | Pemerintah Memacu Jaringan Gas

KONTAN.CO.ID - Program jaringan gas rumah tangga (jargas) terus dipacu. Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadikan program jargas sebagai salah satu prioritas.

Pada tahun 2020, Kementerian ESDM menargetkan pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 266.070 sambungan rumah (SR). Untuk target tersebut, Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,03 triliun.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Jugi Prajogio mengungkapkan, pada tahun depan pemerintah masih mengandalkan subholding gas BUMN, PT Perusahan Gas Negara Tbk (PGN) untuk menopang program jargas. "Untuk 2020, PGN masih dominan sebagai badan usaha yang akan membangun dan mengoperasikan jargas," kata Jugi saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (28/11).

Emiten dengan kode saham PGAS itu pun siap tancap gas memacu program jargas. Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan, saat ini PGN sudah mengelola lebih dari …

Rekomendasi Saham Valbury Sekuritas | UNVR, TLKM, ASII, GGRM, AALI, CTRA

PT Valbury Sekuritas Indonesia
Market Summary
29 November 2019

Prediksi IHSG :
Sentimen positif pasar yang terbilang terbatas pada perdagangan saham hari ini hanya dapat memberikan tekanan kembali bagi indeks acuan BEI yakni IHSG secara beruntun untuk kali ke tujuh akan berakhir di zona negatif. Pasalnya, belum ada kekuatan katalis yang mampu untuk menopang bagi indeks domestik ini ke teritorial positif

Perspektif tenikal
Support Level :    5920/5887/5829
Resistance Level :   6011/6070/6102
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

UNVR: Trading Buy
• Close 41800, TP 42300
• Boleh buy di level 41150-41800
• Resistance di 42300 & support di 41150
• Waspadai jika tembus di 41150
• Batasi resiko di 40900

TLKM: Trading Buy
• Close 3820, TP 3880
• Boleh buy di level  3780-3820
• Resistance di 3880 & support di 3780
• Waspadai jika tembus di 3780
• Batasi resiko di 3750

ASII : Tr…

Analisis Saham UNVR | Manfaatkan Rebound

Analisis Teknikal Saham UNVR pada tanggal 28 November 2019 ditutup menguat pada harga 41800, naik 1,95%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 118% dari hari sebelumnya. Area akumulasi terbesar dalam 3 bulan terakhir ada pada harga 43XXX. Harga saat ini relatif berada pada area support.

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan masih datar.

RekomendasiSPEC. BUY
TARGET : 43000
STOP LOSS : 41000

by Abduh - www.sahamonline.id
Disclaimer ON

Rekomendasi Saham IPOT | TBIG, LSIP, MIKA

IHSG (5.900-6.000) : indeks harga saham gabungan diprediksi masih akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 5.900 kemudian 5.850 dengan resist di level 6.000 dan 6.050.

TBIG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.110 kemudian 1.410 dengan support di level 1.045, cut loss jika break 1.015.

LSIP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.290 dengan resist di level 1.340 kemudian 1.365.

MIKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.700 kemudian 2.730 dengan support di level 2.640, cut loss di level 2.610.

XISI (Sell) : Target pelemahan harga pada level 312 kemudian 303 dengan resist di level 330 dan 339.

XISC (Sell) : Target pelemahan harga pada level 655 kemudian 637 dengan resist di level 689 dan 706.

XPES (Sell) : Target pelemahan harga pada level 409 kemudian 405 dengan resist di level 418 dan 423.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7nqy

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | ANTM, BBRI, MEDC, INTP

MNC Daily Scope Wave 29 November 2019


Pada perdagangan kemarin (28/11), IHSG ditutup terkoreksi cukup agresif ke sebesar 1,16% ke level 5,953.06. Posisi IHSG saat ini kami perkirakan berada pada akhir wave (a) dari wave [y] dari wave Y, dimana koreksi IHSG diperkirakan sudah relatif terbatas dan IHSG berpotensi berbalik menguat untuk membentuk wave (b).
Support: 5,920, 5,870
Resistance: 6,100, 6,170

ANTM - Buy on Weakness (750) Koreksi yang terjadi pada ANTM kemarin (28/11), kami perkirakan merupakan akhir dari wave (v) dari wave C, dimana koreksi ANTM akan relatif terbatas. Selanjutnya, ANTM berpotensi berbalik menguat dalam jangka pendek.
Buy on Weakness: 720-745
Target Price: 850, 900
Stoploss: below 660

BBRI - Buy on Weakness (4,050) Posisi BBRI saat ini kami perkirakan sudah berada pada akhir wave [ii] dari wave 5, dimana koreksi BBRI diperkirakan sudah terbatas. Setelah wave [ii] terkonfirmasi selesai, maka BBRI akan berbalik arah menguat untuk membentuk wave [iii].
Buy on Weak…

Analisa Saham BBNI dan BSDE

Saham BBNI
Daily (Rp7.400) (RoE: 12,85%; PER: 8,58; EPS:862,92; PBV: 1,10; Beta: 1,95). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 
Baca juga: Bollinger Bands
Rekomendasi: "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp7.350-7.450, dengan target harga di level Rp7.650, 8.075, 8.250 dan 8.625. Support: Rp7.000.
Saham BSDE
Daily (Rp1.300) (RoE: 12,44%; PER: 5,99x; EPS:217,98; PBV: 0,75x; Beta: 1,59). Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. 
Baca juga: Cara Menggunakan PER
Rekomendasi: "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.290-1.310, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.355, 1.420, 1.500, 1.690 dan 1.880. Support: Rp1.265.
PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama


Analisa Saham HMSP dan CPIN

Saham HMSP
Daily (Rp1.900) (RoE: 39,44%; PER: 6,41; EPS:116,95; PBV: 6,41x; Beta: 0,96). Terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick Saham

Rekomendasi:
"Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.890-1.910, dengan target harga di level Rp1.980, 2.270, 2.440 dan 2.570. Support: Rp1.800.
PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Saham CPIN
Harga CPIN menguji pola dark cloud cover pattern. Indikator stochastic membentuk pola death cross. Sedangkan, indikator RSI bergerak melemah. Namun volume perdagangan CPIN meningkat.
Baca juga: Cara Membaca Indikator Saham RSI
Rekomendasi:  Buy on support Support: Rp 6.250 Resistance: Rp 7.100 Achmad Yaki, BCA Sekuritas

Analisa Saham ADRO dan SMGR

Saham ADRO
Daily (Rp1.245) (RoE: 11,69%; PER: 5,28x; EPS:239,77; PBV: 0,62x; Beta: 1,6). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-120 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar.

Rekomendasi:
"Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.240-1.250, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.295, 1.370, 1.470, 1.700 dan 1.930. Support: Rp1.185 dan 1.120.

Saham SMGR
Daily(Rp11.600) (RoE: 5,19%; PER: 41,01x; EPS:292,64; PBV: 2,14x; Beta: 1,59). Terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.

Rekomendasi:
"Akumulasi Beli" pada kisaran Rp11.500-11.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp11.850,12.400,13.125dan13.850. Support: Rp11.500 dan 11.300.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham TLKM dan TOWR

Saham TLKM
Daily (Rp3.820) (RoE: 18,20%; PER: 17,34x; EPS:221,44; PBV: 3,16x; Beta: 0,54). Terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.

Baca juga: Definisi Price to Earning Ratio

Rekomendasi:
"Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.800-3.830, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.040, 4.130, 4.210 dan 4.530. Support: Rp3.750 dan 3.650.
PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Saham TOWR
Indikator RSI dan MACD menunjukkan sinyal positif. Indikator stochastic membentuk pola golden cross. Harga TOWR dalam tren penguatan.
Baca juga: Cara Membaca MACD
Rekomendasi:  Buy Support: Rp 685 Resistance: Rp 750 William Hartanto, Panin Sekuritas

Analisa Saham MYOR dan LPPF

Saham MYOR
Daily (Rp2.090) (RoE: 15,74%; PER: 32,19x; EPS: 65,24; PBV: 5,06x; Beta: 0,27). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 
Baca juga: Cara Baca Bollinger Bands
Rekomendasi: "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.070-2.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.150, 2.350 dan 2.520. Support: Rp2.070 dan 2.050. PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Saham LPPF
Kemarin harga ditutup konsolidasi menguat dan bergerak sideways. Terdapat signal buy pada indikator stochastik di areal oversold, indikasi bahwa  LPPF nampak sudah berada pada fase jenuh jual, kendati asing kemarin mencatatkan aksi jual bersih. LPPF saat ini menguji level resistance 3.620, Apabila level ini tertembus, investor dapat kembali mengakumulasi LPPF, namun apabila gagal, investor disarankan untuk wait & see.
Baca juga: Memahami Stochastic Slow
Rekome…