Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 31, 2019

Cara Kerja Saham

Bagaimana Cara Kerja Saham? Kami melihat di bagian terakhir bahwa begitu sebuah perusahaan menyelesaikan penawaran umum perdana / Initial Public Offering (IPO), sahamnya menjadi publik dan dapat diperdagangkan di pasar saham. Pasar saham adalah tempat di mana pembeli dan penjual saham bertemu dan memutuskan harga untuk diperdagangkan. Beberapa bursa adalah lokasi fisik di mana transaksi dilakukan di lantai perdagangan, tetapi semakin banyak bursa saham yang virtual, terdiri dari jaringan komputer tempat perdagangan dilakukan dan dicatat secara elektronik.
Pasar saham adalah pasar sekunder, di mana pemilik saham yang ada dapat bertransaksi dengan pembeli potensial. Penting untuk dipahami bahwa korporasi yang terdaftar di pasar saham tidak membeli dan menjual saham mereka sendiri secara teratur (perusahaan dapat melakukan pembelian kembali saham atau menerbitkan saham baru, tetapi ini bukan operasi sehari-hari dan sering terjadi di luar dari kerangka pertukaran). Jadi, ketika Anda memb…

ASII | LABA ASTRA INTERNASIONAL TURUN 6% JADI Rp9,8 TRILIUN

IQPlus, (30/07) - PT Astra Internasional Tbk (ASII) meraih pendapatan bersih konsolidasian Grup selama periode semester I 2019 menjadi Rp116,2 triliun atau naik 3%, yang terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi serta divisi jasa keuangan.

Menurut keterangan perseroan Selasa, laba bersih grup mencapai Rp9,8 triliun, menurun 6% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 atau Rp242 per saham dari Rp257 tahun sebelumnya. Nilai aset bersih per saham Grup tercatat sebesar Rp3.444 pada 30 Juni 2019, 2% lebih tinggi dibandingkan posisi akhir tahun 2018.

Utang bersih, di luar Grup anak perusahaan jasa keuangan, mencapai Rp23,3 triliun pada 30 Juni 2019, dibandingkan dengan utang bersih sebesar Rp13,0 triliun pada akhir tahun 2018, hal ini terutama disebabkan oleh investasi Grup pada jalan tol Surabaya . Mojokerto dan Gojek serta belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan.

Anak perusahaan Grup segmen jasa keuangan men…

UNTR | LABA UNITED TRACTORS NAIK TIPIS JADI Rp5,57 TRILIUN

IQPlus, (30/07) - PT United Tractors Tbk (UNTR) alami kenaikan laba tipis menjadi Rp5,57 triliun hingga periode 30 Juni 2019 dari laba Rp5,48 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan bersih naik menjadi Rp43,32 triliun dari Rp38,94 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp10,64 triliun dari laba bruto Rp9,26 triliun.

Laba sebelum pajak naik tipis menjadi Rp7,71 triliun dibandingkan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp7,68 triliun salah satunya karena kenaikan tajam biaya keuangan menjadi Rp1,12 triliun dari Rp490,60 miliar.

Total aset hingga periode 30 Juni 2019 mencapai Rp118,27 triliun naik dari Rp116,28 triliun hingga 31 Desember 2018. (end)

MCAS | MCASH INTEGRASI RAIH LABA Rp90,78 MILIAR

IQPlus, (31/07) - PT MCash Integrasi Tbk (MCAS) meraih laba neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp90,78 miliar hingga periode 30 Juni 2019 naik dua kali lipat dari laba Rp44,61 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, penjualan naik tajam menjadi Rp4,56 triliun dari Rp2,51 triliun dan laba kotor naik menjadi Rp144,09 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp76,31 miliar.

Beban usaha naik jadi Rp54,88 miliar dari beban usaha Rp31,76 miliar dari laba usaha Rp89,21 miliar dibandingkan laba usaha Rp44,54 miliar. Penghasilan lain-lain neto diraih Rp55,62 miliar dari Rp17,59 miliar.

Laba sebelum pajak naik menjadi Rp144,83 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp62,14 miliar. Total aset per 30 Juni 2019 naik jadi Rp1,59 triliun dari total aset Rp1,44 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

INDF | PENJUALAN INDOFOOD SUKSES MAKMUR NAIK 7,2%

IQPlus, (31/07) - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) meraih penjualan neto konsolidasi naik 7,2% menjadi Rp38,61 triliun hingga periode 30 Juni 2019 dari Rp36,00 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba usaha meningkat 5,5% menjadi Rp4,79 triliun dengan marjin laba usaha sebesar 12,4%. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 30,1% menjadi Rp2,55 triliun dari Rp1,96 triliun dan marjin laba bersih meningkat menjadi 6,6% dari 5,4%.

"Kami merasa senang dapat kembali mencatatkan kinerja yang baik pada semester pertama tahun 2019 ini, dimana pencapaian yang baik telah dikontribusikan oleh Grup CBP termasuk pada periode hari raya yang baru saja berlalu. Meskipun tantangan atas penurunan harga CPO yang terus berlanjut telah memberikan tekanan bagi kinerja Grup Agribisnis, kami masih percaya akan hasil yang positif di sisa tahun ini dengan mempertahankan keunggulan kompetitif kami melalui peningkatan produktivitas dan pengendal…

SHIP | LABA SILLO MARITIME NAIK 36,5% HINGGA JUNI 2019

IQPlus, (31/07) - PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) meraih pertumbuhan laba neto sebesar 36,5% hingga periode 30 Juni 2019 menjadi US$8,60 juta dari laba neto US$6,30 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan naik menjadi US$41,29 juta dari US$27,32 juta dan laba bruto naik menjadi US$16,48 juta dari laba bruto tahun sebelumnya yang US$11,89 juta.

Sedangkan laba usaha diraih sebesar US$14,07 juta naik dari laba usaha US$9,76 juta tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak diraih sebesar US$10,45 juta naik dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang US$6,30 juta.

Total aset perseroan mencapai US$239,62 juta hingga periode 30 Juni 2019 mencapai US$239,62 juta naik dari total aset US$233,99 juta hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Analisa Saham BBNI, WOOD, UNVR dan SMRA

Analisa Saham BBNI, WOOD, UNVR dan SMRA
MNC Daily Scope Wave
31 Juli 2019

IHSG kemarin (30/7) menguat sebesar 1,2% ke 6,376, kami perkirakan penguatan tersebut merupakan wave (b) dengan target penguatan berada pada level 6,390-6,450. Setelahnya, IHSG berpotensi untuk terkoreksi kembali ke arah 6,200.
Support: 6,340, 6,300
Resistance: 6,390, 6,420

BBNI - Buy on Weakness (8,350)
Posisi BBNI saat ini kami perkirakan sudah berada pada akhir wave [c] dari wave B, dimana koreksi BBNI sudah relatif terbatas. Selanjutnya, BBNI berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave (B).
Buy on Weakness: 8,025-8,225
Target Price: 8,625, 9,000, 9,650
Stoploss: below 7,950

UNVR - Buy on Weakness (42,500)
Kami memperkirakan UNVR sudah berada pada akhir wave [ii] dari wave 3, dimana koreksi UNVR sudah relatif terbatas. UNVR berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave [iii], dengan target berada pada area 46,125.
Buy on Weakness: 42,500-43,075
Target Price: 44,500, 46,125
Stoploss: below 41,500

WOOD -…

Bandarmologi Saham PWON, TLKM, ANTM dan SMRA

Bandarmologi Saham PWON, TLKM, ANTM dan SMRA
Wednesday (31/07/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,322 - 6,415
SUMMARY: NEUTRAL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): NEUTRAL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): BUY
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): NEUTRAL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): NEUTRAL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: NEUTRAL
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

PWON 705 - 755
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


TLKM 4,250 - 4,320
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


ANTM 900 - 960
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BRO…

Analisa Saham BSDE dan JSMR

Analisa Saham BSDE dan JSMR
BSDE Weekly : Trading Buy Berdasarkan Peak and Trough Analysis dimana secara umum volume transaksi terbanyak masih berada diatas level saat ini baik sisi demand (1,440 -1,450) maupun supply (1,500-1,530).  Namun net avg buy all broker & dominant dari sisi demand ini  masih di kisaran 1,337 -1,299 yang sekaligus sebagai kisaran support saat ini. Disisi supply saat ni net avg sell all broker & dominant di kisaran 1,342 – 1,293 dengan demikian kenaikkan harga saham ini diperkirakan masih sebatas technical rebound dengan perkiraan trading range 1,340 -1,475.

JSMR Daily : Trading Buy Berdasarkan Optimization Trading System,  terlihat secara umum potensi kenaikkan harga saham ini mulai terlihat. Indikator MFI  Optimized, RSI Optimized dan MACD Optimized cenderung naik lebih lanjut. Jika tembus resistance terdekat di 5,900 potensi kenaikkan berikutnya ke 5,975 sebelum ke 6,200. Support terdekat di 5,700.

Tasrul Tanar

Analisa saham TLKM, PWON dan BSDE

Analisa saham TLKM, PWON dan BSDE
TLKM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.260 kemudian 4.320 dengan support di level 4.150, cut loss jika break 4.090.
PWON (Buy) :  Target kenaikan harga pada level 720 kemudian 735 dengan support di level 690, cut loss jika break 675.
BSDE (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.400 kemudian 1.425 dengan support di level 1.350, cut loss jika break 1.325.
Full report bisa diakses di : ipot

Analisa Saham INCO, TBIG dan IIKP

Analisa Saham INCO, TBIG dan IIKP
PT Vale Indonesia Tbk (INCO, anggota indeks Kompas100)
Saham INCO tampak membentuk pola ascending broadening wedge. Pembentukan pola tersebut mendukung pelemahan lebih lanjut pada INCO menuju level support berikutnya. Buy dapat dilakukan saat INCO mulai masuk area support.

Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 2.600
Resistance: Rp 3.300
Anthonius Edyson, Astronacci International

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG, anggota indeks Kompas100)
Indikator stochastic mengalami penurunan di area 73. Indikator MACD dead cross sedangkan candle berada di garis tengah bollinger band.

Rekomendasi: Sell
Support: Rp 4.100
Resistance: Rp 4.500
Kiswoyo Adi Joe, Narada Asset Managament

PT Inti Agro Resources Tbk (IIKP)
Saham IIKP menguji three white soldiers pattern candle dengan MACD berpotensi golden cross dan RSI menguat diikuti kenaikan volume perdagangan.

Rekomendasi: Sell on Strength
Support: Rp 705
Resistance: Rp 760
Achmad Yaki, BCA Sekuritas

Analisa Saham MAPI dan UNTR

Analisa Saham MAPI dan UNTR
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Daily (Rp920) (RoE: 8,72%; PER: 26,71x; EPS: 33,32; PBV: 2,33x; Beta: 1,21). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp900-925, dengan target harga secara bertahap di level Rp935, 950, 970, 1.015 dan 1.060. Support: Rp900 dan 880.

PT United Tractors Tbk (UNTR) Daily (Rp25.500) (RoE: 19,68%; PER: 8,04x; EPS: 3300,16; PBV: 1,59x; Beta: 0,85). Terlihat pola  bullish inverted hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp25.400-25.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp25.825, 27.375, 28.925 dan 30.500. Support: Rp25.000 dan 24.500.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Rekomendasi Saham Indosurya Bersinar Sekuritas | 31 Juli 2019

Rekomendasi Saham Indosurya Bersinar Sekuritas | 31 Juli 2019
Ipotnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini berpotensi melanjutkan proses penguatan, namun jika terjadi koreksi minor bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengakumulasi pembelian.
Menurut analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, saat ini pergerakan IHSG akan mempertahankan posisi di zona hijau dalam upaya menuju target resisten terdekat di level 6.488.
"Koreksi wajar bisa dimanfaatkan oleh investor sebagai momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka menengah hingga panjang," kata William, di Jakarta, Rabu (31/7).
Lebih lanjut dia menyebutkan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.302, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.488. "Hari ini IHSG berpotensi menguat," ucapnya.
Di tengah potensi penguatan lanjutan pada laju IHSG hari…

Analisa Saham AKRA dan BBNI

Analisa Saham AKRA dan BBNI
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Daily (Rp3.930) (RoE: 7,82%; PER: 20,44x; EPS: 201,56; PBV: 1,60x; Beta: 0,8). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish pin bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.850-3.940, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.010, 4.070, 4.310, 4.550 dan 4.800. Support: Rp3.820.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Daily (Rp8.350) (RoE: 12,67%; PER: 10,21x; EPS: 825,32; PBV: 1,29; Beta: 1,94). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish pin bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp8.225-8.350, dengan target harga secara bertahap di level Rp8.425, 8.825, 9.225 dan 9.625. Support: Rp8.225 dan 8.025.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham AALI dan ADHI

Analisa Saham AALI dan ADHI
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Daily (Rp10.025) (RoE: 0,77%; PER: 127,92x; EPS: 78,76; PBV: 0,99x; Beta: 1,1). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  tweezer bottom candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp9.900-10.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.275, 10.450 dan 10.750. Support: Rp9.900 dan 9.800.

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Daily (Rp1.510) (RoE: 4,71%; PER: 17,99x; EPS: 83,92; PBV: 0,84x; Beta: 1,69). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  morning star candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.465-1.510, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.550, 1.775 dan 2.000. Support: Rp1.455 dan 1.380.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama