Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 11, 2019

Saham GJTL | Moody’s Revisi Prospek Gajah Tunggal (GJTL) Menjadi Negatif

Bisnis.com, JAKARTA — Moody’s Investor Service mengubah prospek peringkat PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) menjadi negatif dari sebelumnya stabil.
Wakil Presiden dan Pejabat Kredit Senior Moody’s Brian Grieser mengungkapkan bahwa pada saat yang sama Moody’s menyematkan peringkat B2 untuk GJTL dan peringkat B2 untuk surat utang senior GJTL senilai US$250 juta yang akan jatuh tempo pada Agustus 2022.
Dia menyebut prospek negatif mencerminkan ekspektasi bahwa profil kredit GJTL akan tetap lemah untuk peringkat B2 selama 12–18 bulan ke depan, karena tidak tercegahnya sentimen biaya bahan baku yang tidak menentu dan nilai tukar mata uang di Indonesia dinilai akan terus membebani marginnya.
GJTL leverage yang telah melampaui, sehingga membuat peringkat ke bawah 4,5 kali untuk peringkat B2-nya. Penyesuaian leverage meningkat menjadi 5,1 kali pada 2018 dari sebelumnya 4,8 kali pada 2017.
Hal tersebut disebabkan oleh pendapatan yang lebih rendah akibat pelemahan rupiah dan harga bahan baku karbon…

Saham NFCX | NFC INDONESIA KUASAI 30% SAHAM PT SOLUSI AWAN INDONESIA

IQPlus, (11/04) - PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) telah melakukan pengambilalihan saham pada PT Solusi Awan Indonesia (SAI), demikian disampaikan Felica, Direktur Perseroan dalam keterangan tertulis Kamis.

Perseroan membeli saham sebesar 30% pada PT Solusi Awan Indonesia (SAI) dengan nilai transaksi sebesar Rp300 juta.

Transaksi yang dilakukan ini tidak terafiliasi pada pemegang saham dan pengurus perseroan. Disebutkan bahwa tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan. (end)


Saham ACST | Proyek Infrastruktur Jadi Tumpuan Acset Indonusa (ACST) Tahun Ini

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah proyek infrastruktur yang didapatkan dan masih dalam negosiasi kontrak bakal menjadi tumpuan untuk kinerja PT Acset Indonusa Tbk. pada 2019.

Presiden Direktur Acset Indonusa Jeffrey Gunadi Chandrawijaya mengatakan bahwa target kontrak senilai Rp15 triliun pada 2019 akan dikontribusikan paling banyak atas pengerjaan proyek infrastruktur.

Dia mengatakan bahwa emiten berkode saham ACST tersebut hanya akan mengejar kontrak yang sesuai dengan kemampuan yang dapat dilakukan perseroan untuk mengerjakan suatu proyek.

Hal tersebut sebagai mitigasi risiko kegagalan pengerjaan proyek yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar dibandingkan nilai kontrak yang diraih oleh perseroan.

Adapun, pada tahun ini, Jeffrey menjelaskan bahwa kebanyakan kontrak yang didapat dan yang akan diikuti tendernya oleh perseroan merupakan kontrak-kontrak yang mundur dari 2018.

Pada kuartal I/2019, Jeffrey mengungkapkan bahwa nilai kontrak yang didapatkan perseroan masih belum terlalu be…

Saham MDLN | Pefindo Turunkan Outlook Modernland Realty (MDLN) Menjadi Negatif

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga pemeringkat, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi peringkat PT Modernland Realty Tbk. dari stabil menjadi negatif.
Dalam riset Pefindo, Kamis (11/4/2019), prospek untuk peringkat Modernland direvisi  menjadi negatif dari stabil, untuk mengantisipasi pelemahan pada rasio struktur permodalan dan perlindungan arus kas yang disebabkan oleh pengakuan pendapatan dan marketing sales yang lebih rendah di tengah tingkat utang  yang tinggi.
"Kami juga menaruh perhatian besar pada tingginya porsi utang perusahaan [MDLN] dalam  mata uang  asing, yang akan memberikan tekanan terhadap profil keuangan perusahaan," mengutip riset Pefindo.
Di sisi lain, Pefindo mempertahankan peringkat idA- untuk Modernland Realty (MDLN) dan obligasi berkelanjutan I/2015 seri B. Pefindo menilai, obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.
Walaupun demikian, kemampua…

Saham AUTO | Astra Otoparts (AUTO) Tebar Dividen Senilai Total Rp51 per Saham

Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Otoparts Tbk. menebar dividen atas laba bersih 2018 senilai Rp51 per saham. 
Adapun, senilai Rp245,8 miliar atau 40% atas laba bersih 2018 Rp611 miliar, dibagikan sebagai dividen tunai yang akan diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp72,2 miliar atau senilai Rp15 per saham yang telah dibayarkan pada 22 Oktober 2018.
Dengan demikian, selisihnya, Rp173,5 miliar atau Rp36 per saham akan dibayarkan pada 9 Mei 2019 kepada pemegang saham emiten berkode AUTO itu yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 23 April 2019.
Keputusan tersebut telah disetujui para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar perseroan pada Kamis (11/4/2019), di Jakarta.
Selain itu, dalam rapat tersebut, disetujui pengangkatan Presiden Komisaris Astra Otoparts yang baru yaitu Gidion Hasan menggantikan Djony Bunarto Tjondro.
Terhitung sejak ditutupnya RUPST 2019 hingga penutupan RUPST 2021 jajaran komisaris dan direksi sebagai beri…

Saham DEAL | AKAN LAKUKAN AKUISISI, DEWATA FREIGHT BERNIAT TAMBAH MODAL DENGAN HMETD

IQPlus, (11/04) - PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) akan melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue).

Menurut keterangan yang diperoleh Kamis disebutkan, jumlah saham yang direncanakan untuk diterbitkan sebanyak-banyaknya 280 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan harga pelaksanaan yang akan ditetapkan kemudian.

Adapun pelaksanaan PMHEMTD ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham pada 15 mei 2019 atau paling lambat 12 bulan setelah pelaksanaan RUPS.

Perseroan merencanakan menggunakan dana hasil PMHMETD antara lain untuk pengambialihan atau akuisisi 51% saham PT Atlas Dayana Kapital (ADK), penyertaan modal ke ADK dan anak perusahaannya yakni PT Baruna Berkah Adhiguna (BBA) serta modal kerja perseroan sendiri. (end)


Saham SIDO | SIDO MUNCUL BAGI DIVIDEN PADA 2 MEI

IQPlus, (11/04) - PT Sido Muncul Tbk (SIDO) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp21 per saham pada 2 Mei 2019 mendatang, demikian keterangan perseroan Kamis.

Adapun jadwal cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 16 dan 18 April 2019 sedangkan di pasar tunai 22 dan 23 April 2019 dengan DPS hingga 22 April 2019.

Pembagian dividen ini berdasarkan hasil RUPS Tahunan perseroan 9 April 2019 lalu dimana diputuskan pembagian dividen tunai senilai Rp531,08 miliar dimana perseroan sudah membagikan sebesar Rp15 per saham atau Rp223,26 miliar sebagai dividen interim dan sisanya Rp21 per saham atau Rp312,57 miliar sebagai dividen tunai. (end)


Saham INDF | INDOFOOD BERNIAT BELI SISA SAHAM DI INDOFOOD AGRI RESOURCES

IQPlus, (11/04) - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang diwakili CIMB Bank Berhad cabang Singapura, pada 10 April 2019 telah melakukan penawaran tunai bersyarat untuk membeli seluruh saham Indofood Agri Resources Ltd (IFAR).

Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan IFAR adalah anak usaha perseroan yang dimiliki baik langsung maupun tidak langsung oleh grup perseroan sekitar 74,34% dan terdaftar di Bursa Singapura.

Penawaran berlaku untuk semua saham IFAR selain yang dimiliki oleh Grup Perseroan pada tanggal penawaran mencakuk 25,65% dari total saham IFAR. Perseroan telah mendapatkan kesanggupan secara tertulis yang tidak dapat dibatalkan dari First Pacific Investment Limited (FPIL) dan First Pacific Investment (B.V.I) Limited yang bersama-sama memiliki 0,14% saham IFAR untuk tidak menerima penawaran dan tidak akan menjual yang mereka miliki dimana kedua perusahaan mempunyai pihak pengendali yang sama dengan perseroan.

Harga peanwaran untuk setiap lembar saham IFAR sebesar S$0…

Saham BRMS | BUMI RESOURCES MINERALS RAIH LABA US$86,65 RIBU HINGGA MARET 2019

IQPlus, (11/04) - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil meraih laba neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$86,65 ribu hingga periode yang berakhir 31 Maret 2019 usai mencatat rugi sebesar US$4,69 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan meningkat menjadi US$1,26 juta dari pendapatan US$825 ribu tahun sebelumnya dan beban usaha tercatat turun menjadi US$1,06 juta dari beban usaha US$1,67 juta membuat laba usaha bisa diraih sebesar US$198,58 ribu dari rugi usaha US$852,55 ribu pada tahun sebelumnya.

Beban lain-lain neto tercatat turun tajam menjadi US$124,56 ribu dari beban lain-lain neto tahun sebelumnya yang US$3,77 juta terutama setelah penurunan tajam beban bunga dan keuangan menjadi US$7,78 ribu dari beban US$3,78 juta tahun sebelumnya.

Hal ini membuat laba sebelum pajak penghasilan bisa diraih sebesar US$74,02 ribu dari rugi sebelum pajak yang tercatat tahun sebelumnya sebesar US$4,62 juta. …

Saham BUMI | BUMI BAYAR UTANG US$239,39 JUTA

IQPlus, (11/04) - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menegaskan telah memproses pembayaran kelima sebesar US$19,85 juta melalui agen fasilitas pada tanggal 9 April 2019 yang mewakili pinjaman pokok sebesar US$11,11 juta dan bunga sebesar US$8,74 juta untuk Tranche A.

Menurut keterangan perseroan disebutkan, dengan dilakukannya pembayaran triwulan kelima ini maka perseroan saat ini telah membayar keseluruhan sebesar US$239,39 juta secara tunai, terdiri dari pokok Tranche A sebesar US$145,48 juta dan bunga sebesar US$93,91 juta termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest).

Pembayaran berikutnya atas Tranche A akan jatuh tempo pada Juli 2019. . Kupon PIK dari 11 April 2019 hingga 9 April 2019 atas Tranche B dan C juga sudah mulai dikapitalisasi. (end)


Analisa Saham PGAS, EXCL dan AKRA

Technical insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)
*IHSG Daily, 6,478.33(-0.09%), consolidation. Trading  range 6,444 – 6,503. indikator MFI optimized dan indicator RSI optimized cenderung naik.. Pada periode weekly ,indikator MFI optimized  akan menguji support trend line namun indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily resistance terdekat di 6,503 dan support di 6,444. Cut loss level di 6,383.
*PGAS Weekly , 2,290 (+0.44%),trading buy, trading range 2,170 – 2,380. indikator MFI optimized dan W%R optimized cenderung naik. Weekly support  2,250 dan resistance di 2,380. Cut loss level di 2,140.
*EXCL Daily  , 2,590 (+1.97%), trading buy, 2,520 – 2,630. indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support  2,520 dan resistance di 2,630. Cut loss level di 2,420.
*AKRA Weekly, 4,870 (+2.10%), trading buy, trading range 4,580 – 4,980. Indikator MFI optimized  dan indkator W%R optimized masih cenderung naik. Dengan demikian diperkirakan potensi…

Analisa Saham BUMI, DMAS, JPFA dan BBRI

MNC Daily Scope Wave 11 April 2019
Kemarin (10/4), IHSG ditutup melemah tipis sebesar 0.1% ke level 6,478 dan posisi IHSG saat ini sedang berada pada awal wave alt iii. Selama IHSG tidak terkoreksi di bawah 6,390 terlebih di bawah 6,337 maka IHSG akan menuju level 6,600-6,650 untuk membentuk wave alt iii. Support: 6,440, 6,400 Resistance: 6,510, 6,525
BUMI - Buy on Weakness (117) Posisi BUMI saat ini kami perkirakan sudah menyelesaikan wave B, dan berpotensi menguat untuk membentuk wave C. Adapun target penguatan BUMI terdekat berada pada level 130.  Buy on Weakness: 112-114 Target Price: 130, 144, 165 Stoploss: below 110
DMAS - Buy on Weakness (246) Penguatan DMAS sebesar 7% pada perdagangan kemarin (10/4) diikuti dengan volume beli yang cukup agresif. Kami memperkirakan DMAS sedang berada pada wave (v) dari wave [v], dengan target penguatan berada pada level 272. Buy on Weakness: 236-242 Target Price: 260, 272 Stoploss: below 220
JPFA - Buy on Weakness (1,795) Kami memperkirakan JP…

Analisa Saham AKRA : Membangun Pondasi

AKRA berkonsolidasi pasca tren turun jangka pendeknya dari level 5800-an ke 4400-an. Kemampuan saham ini bertahan di atas level 4400 membuka peluang bagi saham ini untuk kembali ke level previous high-nya. Resisten minor di 4830 telah dilampaui, membuka ruang kenaikan menuju 5150 hingga ke 5550. Jika kedepannya AKRA mampu bertahan di atas 5550, saham ini berpeluang besar kembali bergerak bullish jangka menengah – panjang-nya. 
Rekomendasi: Buy. Stoploss level 4690.

Disclaimer ON Sumber: GaleriSaham

Analisa Saham BNLI dan PNBN

Analisa Saham BNLI BNLI memantul dari support trend line dan mengalami peningkatan volume, berpotensi melanjutkan kenaikan dengan target 1000 s/d 1065.
Rekomendasi: buy 975 s/d 985, TP 1000 s/d 1065, stop loss <925 .="" p="">

Analisa Saham PNBN  PNBN membentuk pola doji yang mengindikasikan technical rebound.
Rekomendasi: buy 1350, TP 1400 s/d 1430, stop loss <1300 .="" p="">

by Panin Sekuritas

Analisa Saham AGRO dan ASRI

Analisa Saham AGRO AGRO mengkonfirmasi pola descending triangle dengan kenaikan yang signifikan. Selama harga tidak menurun dari 330 maka penguatan akan berlanjut.
Rekomendasi: buy 330 s/d 336, TP 350, stop loss <320 .="" p="">

Analisa Saham ASRI ASRI melanjutkan penguatan setelah breakout dengan pola bullish engulfing. Perdagangan kemarin juga mengalami peningkatan volume.
Rekomendasi: buy 350, TP 356 s/d 370, stop loss <340 .="" p="">

by Panin Sekuritas

Analisa Saham ERAA dan GJTL

ERAA – BUY Harga melakukan rebound sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp1,700 dengan target keuntungan di level Rp1,850.

GJTL – BUY Harga melakukan rebound sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp680 dengan target keuntungan di level Rp720.

by UOBKH

Analisa Saham WIKA, BMRI dan ICBP

Analisa Saham WIKA WIKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.260 kemudian 2.300 dengan support di level 2.150, cut loss jika break 2.100.

Analisa Saham BMRI BMRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.725 kemudian 7.800 dengan support di level 7.575, cut loss jika break 7.500.

Analisa Saham ICBP ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada  level 9.550 kemudian 9.775 dengan support di level 9.025, cut loss jika break 8.800.

Full report bisa diakses di : IPOT