Dian Swastatika Sentosa Menandatangani Perjanjian Pinjaman dengan Anak Usaha


Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menandatangani perjanjian pinjaman dengan PT DSSA Mas Sejahtera (DSSAMS) yang merupakan anak usahanya pada tanggal 30 desember 2020.

Menurut keterangan Susan Chandra Corporate Secretary DSSA mengatakan bahwa fasilitas pinjaman tersebut memiliki plafon sebesar USD125 juta. Pada tanggal yang sama, DSSA juga menandatangani adendum atas perjanjian fasilitas pinjaman yang ada dengan anak usahanya yaitu PT Surya Kalimantan Sejati (SKS) dengan penambahan plafon menjadi sebesar Rp300 miliar.

Sebagai informasi DSSA Mas Sejahtera andalah anak usaha DSSA dengan kepemilikan saham sebesar 99,99% dan fasilitas ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keungan DSSA.

Susan menambahkan "Fasilitas ini diberikan untuk mendukung kebutuhan modal kerja DSSAMS dan SKS,"imbuhnya. (end)

Sumber: IQPLUS

4 TV PT Media Nusantara Citra Tbk Cetak Rekor Tertinggi dalam Sejarah


Menutup tahun 2020 dengan mencetak rekor tertinggi dalam sejarah, 4 TV PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membuktikan kualitasnya sekaligus menjadi katalis bagi optimisme menyongsong 2021 dengan melanjutkan prestasi gemilang sepanjang 2020.

Menjadi jawara performa primetime, 4 stasiun televisi MNCN meroket hingga menembus pangsa pemirsa (audience share) 56,5%, atau tertinggi dalam sejarah industri pertelevisian.

Kinerja yang terus-menerus memecahkan rekor dan meroket tersebut kian menegaskan tayangan 4 televisi milik MNCN, yaitu RCTI, MNCTV, GTV dan iNews kian merebut hati publik.

Pada Malam Tahun Baru 31 Desember 2020, audience share pada primetime (18.00-22.30) dikuasai 4 TV MNCN, yaitu RCTI menembus 39,2%, MNCTV 10,7%, GTV 5,3% dan iNews 1,3% di Upper Middle.

Raihan RCTI 39,2% tersebut jauh melewati audience share Indosiar di posisi kedua, yaitu 11 dan SCTV di posisi keempat, yaitu 10,6%.

Adapun, performa 4 TV MNCN ditopang program televisi nomor 1 di Indonesia yaitu Sinetron Ikatan Cinta, yang terus mencetak prestasi yang mengagumkan. Pemainnya makin dikenal dan dicintai pemirsa dan ceritanya makin bikin penasaran, tak heran Sinetron Ikatan Cinta rating dan pangsa pemirsanya terus melesat.

Khusus di Malam Tahun Baru 31 Desember 2020 tersebut, sinetron Ikatan Cinta tayang maraton selama 3,5 jam menemani malam Tahun Baru pemirsa di rumah.

Seperti diketahui, Sinetron Ikatan Cinta yang terus meraih pencapaian luar biasa ini, tayang setiap hari jam 19.30 WIB  dan diperankan oleh Arya Saloka (Aldebaran), Amanda Manopo (Andin), Glenca Chysara (Elsa), Evan Sanders (Nino), dan Surya Saputra (Surya). Sejak tayang perdana pada 19 Oktober 2020, sinetron Ikatan Cinta ratingnya naik terus dan bahkan terus menjadi top rating nomor 1 di antara seluruh program televisi di Indonesia.

Ikatan Cinta juga disaksikan pemirsa di aplikasi digital milik MNCN, yaitu RCTI+ atau www.rctiplus.com dan aplikasi digital milik PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), yaitu Vision+.

Selain sinetron Ikatan Cinta, Putri untuk Pangeran dan Amanah Wali 4 merupakan produksi MNC Pictures unit dari PT MNC Studios International Tbk (MSIN) yang menjadi program unggulan RCTI.

Capaian 4 TV MNCN pada 31 Desember 2020 tersebut menaklukkan prestasinya sendiri yang meraih total audience share tertinggi dalam sejarah, yaitu 55,3% pada Sabtu, 26 Desember 2020. Sumbangan terbesar diberikan RCTI dengan audience share menembus 36,9%, MNCTV 9,2%, GTV 7,6% dan iNews 1,6% pada primetime di Upper Middle.(end/as)

Sumber: IQPLUS

PT Indika Logistic & Support Services ditunjuk sebagai Konsorsium Patimban


Indika Energy Tbk. (INDY) melalui anak usahanya yaitu PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) ditunjuk sebagai Konsorsium Patimban oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada tanggal 29 desember 2020.

Menurut keterangan tertulis Adi Pramono Corporate Secretary INDY Kamis mengatakan bahwa Konsorsium Patimban sebagai Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Pelabuhan Patimban di Provinsi Jawa Barat (Proyek Patimban) telah menunjuk ILSS sebagai salah satu anggota salah satu anggota dari Konsorsium bersama PT CT Corp Infrastruktur Indonesia, PT U Connectivity Services dan PT. Terminal Petikemas Surabaya dengan periode konsesi selama 40 tahun sejak Tanggal Operasi Tahap 1.

Konsorsium ini bertujuan untuk menjadikan Pelabuhan Patimban menjadi pelabuhan yang modern dan efisien dimana teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan Proyek Patimban.

Adi Pramono menambahkan "Keikutersertaan ILSS sebagai anggota Konsorsium ini merupakan salah satu strategi diversifikasi yang dilakukan oleh grup Perseroan dan secara khususnya untuk meningkatkan kinerja ILSS," pungkasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham BBCA, INTP dan UNTR oleh Indopremier | 4 Januari 2021


IHSG (5.910 – 6.050) :  indeks harga saham gabungan diprediksi akan menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.050 kemudian 6.120 dengan support di level 5.910 dan 5.840.

BBCA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 34.350 kemudian 34.850 dengan support di level 33.350 cut loss jika break 32.850.

INTP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 14.850 kemudian 15.225 dengan support di level 14.100 cut loss jika break 13.725.

UNTR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 27.150 kemudian 27.700 dengan support di level 26.050 cut loss jika break 25.500.

XIIC (Sell) : Target pelemahan harga pada level 1.026 kemudian 1.018 dengan resist di level 1.042 kemudian 1.050.

XIID (Sell) : Target pelemahan harga pada level 499 kemudian 494 dengan resist di level 509 kemudian 514.

XIML (254) : Target pelemahan harga pada level 252 kemudian 250 dengan resist di level 256 kemudian 258.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbq5s

Analisa Saham BRPT | 4 Januari 2021


Analisa Saham BRPT

Saham BRPT pada tanggal 30 Januari 2020 ditutup melemah pada harga 1100, turun -3,5%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trading Sell

Berada pada area support 1000-1160

Jika naik di atas 1250 maka berpeluang ke 1300

Jika turun di bawah 1010 maka berpeluang ke 945

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.

Disclaimer ON


Silahkan follow Channel Telegram : https://t.me/SahamOnlineID

Silahkan follow Channel Youtube : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Ulasan Pasar Global | 4 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jan 4, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street menutup tahun pandemi yang liar dengan rekor Dow dan S&P

Bursa AS mengakhiri tahun yang penuh gejolak dengan rekor Dow dan S&P 500, dengan tiga indeks ekuitas utama AS mencatatkan kenaikan tahunan yang solid hingga spektakuler meskipun ekonomi naik oleh virus COVID-19 karena investor melihat ke dunia pasca pandemi.

Dow Jones naik 196,92 poin atau 0,65% menjadi 30.606,48. S&P 500 naik 24,03 poin atau 0,64% menjadi 3.756,07. Komposit Nasdaq menambahkan 18,28 poin atau 0,14% menjadi 12.888,28.

Dalam satu tahun yang menandai berakhirnya pasar bullish terpanjang dalam catatan karena penguncian pemerintah yang diinduksi pandemi menghantam ekonomi global, ekuitas menyerbu kembali, dengan S&P 500 naik lebih dari 66% dari level terendah 23 Maret, menghasilkan pasar bearish terpendek dalam sejarah. Kenaikan indeks mengirim Dow dan S&P ke rekor tertinggi untuk menutup tahun dan Nasdaq ke rekor awal pekan ini, sebagian didorong oleh stimulus fiskal dan moneter besar-besaran yang diberlakukan untuk menopang ekonomi yang terguncang akibat kejatuhan virus korona, serta perkembangan vaksin.

Eropa

Bursa Eropa mengakhiri 2020 dengan penurunan karena penguncian Inggris yang lebih ketat membebani

Bursa Eropa ditutup lebih rendah pada hari Kamis, mengakhiri 2020 di zona merah karena pembatasan virus korona yang lebih ketat di Inggris dan tarif AS yang lebih tinggi pada beberapa produk UE mengurangi semangat pada hari perdagangan terakhir tahun ini.

Indeks STOXX 600 Eropa berakhir lebih rendah 0,6% menjadi 399,03.

Volume tipis, dengan banyak investor pergi dan sebagian besar bursa utama Eropa ditutup, kecuali London, Madrid dan Paris. Indeks pan-Eropa STOXX 600 mencatat penurunan 3,7% pada tahun 2020 - tertinggal dari rekan-rekan Asia dan Wall Street yang diperdagangkan mendekati rekor tertinggi - karena lonjakan kasus virus korona dan kekhawatiran tentang Brexit yang kacau membebani pasar benua. Namun, indeks hanya 7% di bawah rekor tertingginya setelah reli sekitar 50% dari posisi terendah Maret dan karena ekspektasi lebih banyak stimulus, peluncuran vaksin virus corona dan kesepakatan perdagangan Brexit yang disegel pekan lalu meningkatkan taruhan pada pemulihan yang lebih kuat pada 2021.

Rekomendasi Saham IRRA, MDKA dan JPFA oleh Mirae Asset Sekuritas | 4 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Januari 04, 2020

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,979.07(-0.95%), test resistance at 6,037,  trading range 5,938 – 6,037. Indikator MFI optimized dan indikator Stochastic%D optimized akan menguji support trendline. Pada periode  weekly terlihat Indikator MFI optimized akan menguji support trendline dan indikator Stochastic%D optimized masih bergerak turun. Daily support di 5,938 dan daily resistance di 6,037. Cut loss level di 5,925.

IRRA Daily, 1,600 (+3.90%),trading buy, trading range 1,560 – 1,660. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih bergerak naik. Daily support di 1,560 dan daily resistance di  1,660. Cut loss level di 1,470.

MDKA Daily, 2,430 (-2.80%), buy on weakness, trading range 2,400 – 2,600. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak turun namun sudah berada di oversold area. Daily support  di  2,400 dan daily resistance di 2,600. Cut loss level di 2,330.

JPFA Daily, 1,465 (-4.25%), buy on weakness, trading range 1,460 – 1,525. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai terbatas. Perkiraan daily support di 1,460 dan daily resistance terdekat di 1,525. Cut loss level di 1,400.

Update Harga Komoditas | 31 Desember 2020


Dow rises for the fourth time in five days, ekes out record closing high

Stocks rose slightly on Wednesday amid renewed vaccine optimism while traders looked for clues on additional fiscal stimulus


Dow.......30410    +73.9      +0.24%

Nasdaq..12870   +19.8      +0.15%

S&P 500..3732    +5.0         +0.13%

 

FTSE...... .6556    -46.8         -0.71%

Dax........13719    -42.6         -0.31%

CAC........5599     -12.4         -0.22%


Nikkei....27444    -123.98    -0.45%

HSI.........27147   +578.6     +2.18%

Shanghai .3415   +35.4       +1.05%

ST Times..2869  +21.1        +0.74%


IDX....5979.07   -57.10       -0.95%

LQ45...934.89   -10.71       -1.13%


JAKMIND....1081.05    -6.76       -0.62%

JAKCONS....1832.11   -6.99        -0.38%

JAKTRADE....766.37   +1.28      +0.17%

JAKBIND.........920.97  -18.99     -2.02%

JAKAGRI.......1497.95 +13.25    +0.89%

JAKFIN..........1333.18  -8.75      -0.65%

JAKPROP......396.89     -6.55       -1.62%

JAKINFR......1001.02    -25.55     -2.49%

JAKMANU...1326.18    -13.32     -0.99%   

JAKMINE.....1915.56    -25.86     -1.33%

 

Indo10Yr...6.1801   +0.0318  +0.52%

ICBI.....314.2467     -0.4722    -0.15%

US10Yr.....0.9260    -0.0090    -0.96%

VIX.............22.77     -0.31         -1.34%

  

USDIndx .....89.6270   -0.3390   -0.38%

Como Indx....166.68  +1.30       +0.79%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........134.01 +0.04        +0.03%



IndoCDS....67.69     -1.103       -1.60%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14050.00   -80             -0.57%

Jisdor....14105     -64             -0.45%



Euro.........1.2299   +0.0051    +0.42%


TLKM.......23.56    -0.58       -2.40%

(3323)

EIDO........23.31     -0.26       -1.10%

EEM........51.70     +0.68      +1.33%


Oil...........48.30       +0.30       +0.63%

 Gold ...1896.60   +15.10     +0.80%

Timah....20197.50 +172.50  +0.86%

Nickel..16887.50    -145.00   -0.85%

 

Coal price..81.50     -2.90       -3.43%

(Jan/Newcastle) 

Coal price.....82.75   -1.45        -1.72%

(Feb/Newcastle)

Coal price....69.15    -1.10        -1.57%

(Jan/Rotterdam) 

Coal price....68.20    -0.80        -1.14%

(Feb/ Rotterdam)

 

CPO(Mar)....3585     +36      +1.01%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............474.00  +7.75    +1.66%

SoybeanOil...41.80   -0.06     -0.14%

Wheat........ 639.50  +20.25  +3.27%


Wood pulp. 4162.50  +74.50   +1.82%


( DE/ (AT)  31-12-20)

Bandarmologi Saham JSKY, ICBP, PTPP, AALI dan SMCB | 4 Januari 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Monday (04/01/2021) 

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:


IDX Composite 5,942 - 6,032

SUMMARY: BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY

STOCH (9,6): BUY

MACD(12,26): BUY

ATR (14): HIGH VOLATILE

ADX (14): STRONG TREND BUY

CCI (14): NEUTRAL

HIGHS/LOW (14): SELL

VO: SELL

ROC: BUY

WILLIAMS R: SELL

BULLBEAR (13): SELL


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



STOCKS PICK:


JSKY 222 - 242

TECHNICAL INDICATORS: BUY 230

TARGET PRICE: 242

STOP-LOSS: 222


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



ICBP 9,500  - 9,650

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY 9,575

TARGET PRICE: 9,650

STOP-LOSS: 9,500


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



PTPP 1,835 - 1,890

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY 1,865

TARGET PRICE: 1,890

STOP-LOSS: 1,835


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



AALI 12,250 - 12,425

TECHNICAL INDICATORS: STONG BUY 12,325

TARGET PRICE: 12,425

STOP-LOSS: 12,250


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



SMCB 1,415 - 1,460

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY 1,440

TARGET PRICE: 1,460

STOP-LOSS: 1,415


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): 

ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:/Disclaimer On)

Rekomendasi Saham KLBF, BTPS, PGAS dan JSMR oleh MNC Sekuritas | 4 Januari 2020


MNC Daily Scope Wave

4 Januari 2021

Menutup tahun 2020, IHSG bergerak terkoreksi 0,9% dan ditutup di level 5,979 dengan tekanan jual yang cukup besar. Kami memperkirakan pergerakan IHSG saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave 4, sehingga IHSG pun masih berpotensi bergerak terkoreksi dengan target 5,650-5,800. Meskipun IHSG bergerak menguat, selama belum mampu menembus 6,144, maka penguatan IHSG akan relatif terbatas di rentang 6,030-6,100.

Support: 5,853, 5,775

Resistance: 6,144, 6,195

KLBF - Buy on Weakness (1,480)

Menutup 2020, KLBF bergerak terkoreksi 0,7% dan ditutup di level 1,480. Kami memperkirakan, selama KLBF tidak terkoreksi ke bawah 1,455, maka saat ini pergerakan KLBF sudah berada di awal wave C. Hal tersebut berarti, KLBF berpeluang menguat, terlebih jika mampu menembus 1,590.

Buy on Weakness: 1,465-1,480

Target Price: 1,570, 1,700

Stoploss: below 1,455

BTPS - Buy on Weakness (3,750)

BTPS ditutup terkoreksi cukup agresif pada perdagangan akhir tahun lalu (31/12). Selama tidak bergerak terkoreksi ke bawah 3,510, maka pergerakan BTPS sedang berada di awal wave B dari wave (B). Hal tersebut berarti, BTPS berpeluang menguat dahulu, terlebih bila mampu menembus 3,960.

Buy on Weakness: 3,600-3,740

Target Price: 4,100, 4,260

Stoploss: below 3,510

PGAS - Spec Buy (1,655)

Waktu lalu (30/12), PGAS ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 4,1% ke level 1,655. Bila PGAS tidak terkoreksi di bawah 1,610, maka saat ini pergerakan PGAS sedang berada di awal wave 5 dari wave (C). Hal tersebut berarti, PGAS berpeluang menguat.

Spec Buy: 1,610-1,650

Target Price: 1,850, 2,000

Stoploss: below 1,610

JSMR - Sell on Strength (4,630)

Pada perdagangan lalu (30/12), JSMR ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 1,5% ke level 4,630. Kami memperkirakan selama JSMR belum mampu menguat di atas 4,860, maka saat ini posisi JSMR sedang membentuk awal wave 4 dari wave (C), pergerakan ini akan lebih terkonfirmasi jika JSMR terkoreksi ke bawah 4,420. Adapun level koreksi JSMR berada pada rentang 4,220-4,420 dan level tersebut dapat dijadikan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 4,630-4,730

Disclaimer On