Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 23, 2019

Pasar Modal Syariah Adalah

Pasar modal syariah adalah kegiatan pasar modal yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal.​ Pasar modal syariah memiliki 2 (dua) peran penting, yaitu:​
Sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan untuk pengembangan usahanya melalui penerbitan efek syariah.Sebagai sarana investasi efek syariah bagi investor

​​Pasar modal syariah bersifat universal, dapat dimanfaatkan oleh siapapun tanpa melihat latar belakang suku, agama, dan ras tertentu.​
Produk Pasar Modal Syariah ( Instrumen yang digunakan )
Saham Syariah Saham syariah merupakan efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal. Definisi saham dalam konteks saham syariah merujuk kepada definisi saham pada umumnya yang diatur dalam undang-undang maupun peraturan OJK lainnya. Ada dua jenis saham syariah yang diakui di pasar modal Indonesia. Pertama, saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah berdasarkan peraturan OJK no. II.K.1 tentang penerbitan Daftar Efek Syariah,…

Saham PPRO | Kas Lebih Lemah, Fitch Pangkas Outlook PP Properti (PPRO) Jadi Negatif

Fitch Ratings Indonesia menilai, kas PT PP Properti Tbk (PPRO) lebih lemah dari prapenjualan properti di tahun 2018. Kondisi tersebut membuat Fitch memangkas outlook peringkat PPRO menjadi negatif, dari sebelumnya stabil. 
Fitch juga mengafirmasi peringkat nasional jangka panjang PPRO di BBB+. Hal ini juga termasuk peringkat obligasi senior tanpa jaminan sebesar Rp 2 triliun dan program medium term notes (MTN) sebesar Rp 600 miliar. 
Menurut lembaga pemeringkat tersebut, revisi outlook ini karena kas PPRO yang lemah, disertai risiko signifikan dalam dua tahun ke depan. Di sisi lain, peringkat BBB+ masih mencerminkan likuiditas yang cukup dalam bentuk kas dan ketersediaan fasilitas pinjaman yang belum ditarik. PPRO juga masih punya cadangan lahan untuk proyeknya yang bisa mendorong penjualan dalam jangka menengah. 
Fitch memperkirakan, kas PPRO akan tetap lemah dalam dua tahun ke depan, terutama apabila perusahaan tidak dapat meraup pembayaran sebesar Rp 1,8 triliun dari penjualan tig…

Saham MEDC | Akuisisi Ophir Energy, Medco (MEDC) Diganjar Kenaikan Prospek Peringkat

Lembaga pemeringkat Standard and Poor's  (S&P) Global Ratings merevisi prospek peringkat PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dari stabil menjadi positif.

Pada saat bersamaan, S&P Global Ratings menegaskan peringkat Medco di posisi B.

S&P Global Ratings merevisi prospek peringkat Medco karena lembaga pemeringkat itu percaya bahwa arus kas dan profil operasi Medco kemungkinan akan berkonsolidasi pada tingkat yang lebih kuat setelah akuisisi dan integrasi Ophir Energy Plc.

S&P Global Ratings juga mengantisipasi arus kas operasi dan arus kas yang lebih baik dari aset non-inti yang ditargetkan Medco untuk mengurangi utangnya.

"Dalam pandangan kami, penguatan fundamental Medco mungkin menjadi sepadan dengan peringkat yang lebih tinggi," ujar Analis Utama S&P Global Ratings Vishal Kulkarni dalam siaran pers.

Akusisi Ophir Energy ditargetkan selesai pada Mei 2019. Pengambilalihan Ophir akan menambah skala produksi dan keragaman operasional Medco.

Ophir …

Saham WSKT | Kuartal I, Kontrak Baru Waskita Karya Baru Mencapai 7,55% dari Target 2019

Perusahaan konstruksi milik negara, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), mencatatkan kontrak baru Rp 4,27 triliun sepanjang kuartal I-2019. Nilai perolehan kontrak baru ini setara dengan 7,55% dari total target kontrak sepanjang tahun ini.
Direktur Keuangan Waskita Harris Gunawan menjelaskan, lini bisnis gedung menyumbang sekitar Rp 800 miliar terhadap kontrak baru. "Sementara penjualan produk Rp 2,1 triliun dan sisanya infrastruktur senilai Rp 1,37 triliun," kata dia, Senin (22/4).
Sepanjang tahun ini, emiten konstruksi pelat merah ini menargetkan nilai kontrak baru senilai Rp 56 triliun. Waskita optimistis bisa mencapai target tersebut. Sebab, menurut Harris, pada semester I 2019, sekitar 40% hingga 50% target kontrak baru akan tercapai.
Saat ini Waskita Karya mengincar beberapa proyek besar yang akan membantu menambah pundi-pundi perusahaan yang sahamnya merupakan anggota indeks Kompas100 itu. Proyek tersebut di antaranya proyek pembangunan bandara dan jalan tol. Namun, manajeme…

Saham PTRO | Petrosea (PTRO) Kejar Pertumbuhan Kontrak Anyar

Tahun ini, PT Petrosea Tbk (PTRO) memproyeksikan penambahan kontrak baru sebesar 30% dari total kontrak yang sudah diperoleh perusahaan ini, atau sekitar US$ 275,88 juta. Kontrak terbesar masih dari sektor pertambangan dan sektor konstruksi.
Romi Novan Indrawan, Direktur Independen PT Petrosea Tbk, Senin (22/4), memerinci perolehan mayoritas kontrak tahun lalu masih dari lini bisnis kontraktor pertambangan senilai US$ 696 juta. Salah satu kontrak diperoleh dari Kideco Jaya Agung yang berjangka waktu lima tahun dengan nilai transaksi Rp 4,8 triliun.
Hingga kuartal I-2019, emiten anggota indeks Kompas100 ini, mengemukakan sudah mendekap kontrak senilai US$ 27 juta. Kontrak tersebut merupakan tambahan dari PT Kideco Jaya Agung dan PT Binuang Mitra Bersama.
Adapun sepanjang tahun lalu, Petrosea berhasil menggenggam kontrak di tangan senilai US$ 919,60 juta. Jumlah itu tumbuh 32,1% dibandingkan kontrak yang mereka raih pada 2017 senilai US$ 696,20 juta.
Dengan tambahan kontrak itu, PTRO m…

Saham TCPI | Prospek Batubara Masih Bagus, Transcoal Pacific Patok Laba Bersih Tumbuh 50%

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) memproyeksikan laba bersih tumbuh 50% year on year (yoy) menjadi Rp 380,91 miliar pada tahun ini. Sepanjang tahun 2018, emiten logistik pelayaran ini membukukan laba bersih senilai Rp 253,94 miliar, meningkat 186% dibandingkan laba bersih 2017.

Direktur Utama PT Transcoal Pacific Tbk, Dirc Richard Talumewo mengatakan, pertumbuhan laba bersih bakal didukung oleh kehadiran kapal baru. "Volume bisa meningkat hingga 50%, sehingga target bottom line juga tumbuh 50%," ungkap dia, Senin (22/4).

Saat ini, mereka memiliki 47 tugboat dan dua unit mothervessel dengan utilitas 100%.  Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, TCPI harus mengantisipasinya dengan menyewa kapal dari perusahaan lain. Misalnya untuk tugboat, Transcoal mengoperasikan jenis kapal ini lebih dari 100 unit. "Sisanya lebih banyak menyewa," jelas dia.

Nah, sampai akhir tahun ini, Transcoal Pacific bakal memiliki 50 unit kapal tugboat, tiga unit mother vessel, serta du…

Analisa Saham KAEF, ACES dan INTP

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight (Apr 23, 2019) (tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,414.74 (-1.42%), consolidation at 6,447. Trading  range 6,386 – 6,447. indikator MFI optimized dan indicator RSI optimized masih cenderung turun namun mulai terbatas. Pada periode weekly, indikator MFI optimized  cenderung naik  dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline . Daily resistance terdekat di 6,447 dan support di 6,386. Cut loss level di 6,374..
KAEF Daily, 3,100 (+1.24 %),buy on weakness, trading range 3,060 – 3,210 indikator MFI optimized dan W%R optimized akan menguji support trend line.  Daily support 3,060 dan resistance di 3,210. Cut loss level di 2,280.
ACES Daily, 1,660 (+1.53%), trading buy, 1,630 – 1,710. indikator MFI optimized sudah berada sekitar support trendline dan RSI optimized masih cenderung naik. Daily support 1,630 dan resistance di 1,710. Cut loss level di 1,620.
INTP Daily, 21,250 (-2.75%), buy on weakness, trading range 21,100 – 21,…

Analisa Saham BMRI, ANTM, WSKT dan EXCL

MNC Daily Scope Wave 23 April 2019
Pada penutupan perdagangan kemarin (22/4), IHSG terkoreksi cukup agresif sebesar 1.4% ke level 6,414 dan diikuti dengan volume jual yang cukup besar. Kami memperkirakan koreksi tersebut merupakan bagian dari wave c dari wave ii, dengan target koreksi berada pada area 6,350-6,370. Apabila wave ii sudah terkonfirmasi, maka IHSG berpeluang untuk menguat ke arah 6,650. Akan tetapi kami berikan skenario alternatif, dimana diperkirakan koreksi IHSG kemarin merupakan bagian dari wave alt (a), dan dalam jangka pendek IHSG berpotensi rebound ke area 6,500-6,550 untuk membentuk wave alt (b) terlebih dahulu. Support: 6,400, 6,337 Resistance: 6,500, 6,550
BMRI - Buy on Weakness (7,750)Terkoreksinya BMRI pada perdagangan kemarin kami perkirakan sebagai bagian dari wave [iv] dari wave 3, dimana level koreksi BMRI berada di 7,625 minimal dan idealnya diperkirakan berada pada 7,500. Setelah wave [iv] terkonfirmasi selesai, maka BMRI berpotensi menguat untuk membent…

Analisa Saham TINS dan WEGE

Analisa Saham TINS
TINS berkonsolidasi sehat dalam tren naiknya. Jika saham ini dapat menguat menembus resisten konsolidasi di 1425, terbuka ruang kenaikan menuju level tertinggi sebelumnya di 1645 dengan minor target 1575 dan 1485. Jika TINS mampu break high 1645, saham ini berpeluang besar kembali bergerak bullish jangka menengah.  Rekomendasi: Buy jika break 1645. Stoploss level 1295.
Analisa Saham WEGE
WEGE terus bergerak bullish mencapai target – target kenaikannya. Kemampuan saham ini bertahan di atas support tren naik di 396 membuka ruang kenaikan menuju target utama di 448. Jika level ini tercapai, ada kemungkinan terjadi konsolidasi sehat pada saham ini. Jika 448 berhasil dilampaui, potensi target selanjutnya ada di 525. Saham ini tetap dapat Anda hold selama tidak turun menembus support. Rekomendasi: Hold. Speculative Buy jika break resisten 426 kembali. Stoploss level 396.
Disclaimer ON Sumber: Galeri Saham TINS dan WEGE

Analisa Saham SIMP dan AKRA

SIMP– BUY
Harga berpotensi melanjutkan penguatan sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp426 dengan target keuntungan di level Rp448.
AKRA – BUY
Harga membentuk candlestick bullish sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp4,750 dengan target keuntungan di level Rp5,050.

Analisa Saham ACES dan WSKT

Analisa Saham ACES
ACES Daily ; Acc. Buy, dipekirakan tekanan mulai berkurang sebagaimana terlihat pada indikator MFI Optimized dan RSI Optimized. Support di 1,615 sudah tersentuh, resistance terdekat di 1,700.
Analisa Saham WSKT
WSKT Daily ; Sell on Strength, dari hasil optimasi terlihat potensi kenaikkan mulai terbatas, jika tidak mampu bertahan diatas level 2160 ,akan konfirm top reversal dengan potensi tutup gap sekitar 2,100. Ngeri-ngeri sedap.

by Tasrul Tanar

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | JCI: Will history repeat itself?

JCI: Will history repeat itself?
Hasil quick count menunjukan pasangan Jokowi Widodo – Ma’ruf Amin memimpin. Di tanggal 17 April 2019, Indonesia telah melakukan pemilihan umum, dimana hasil survei yang dilakukan oleh lembaga quick count seperti: Litbang Kompas, Indo Barometer, LSI Denny JA, Median dan Poltracking menunjukan bahwa pasangan 01 yaitu: Jokowi – Ma’ruf Amin memimpin di kisaran 54,3-55,8% sementara Pasangan 02 yaitu: Prabowo – Sandiaga sebesar 44,2-45,7%. Secara historis, di 4 pemilu terakhir, indeks masih tercatat tumbuh positif pasca pemilu, dimana rata-rata IHSG tercatat tumbuh positif di H+1 bulan (+6,2%), H+3 bulan (+13,8%) serta H+6 bulan (+14,7%). Sementara untuk Pemilu 2014 secara spesifik, sektor yang mencatatkan performa terbaik adalah: (1) Jakprop (+22,1%) (2) Jakfin (+8,7%) serta (3) Jakcons (+7,2%). Kami masih merekomendasikan sektor infrastruktur (perbaikan arus kas operasi serta komitmen pemerintah untuk menyelesaikan proyek infrastruktur), telekomunikasi (m…

Analisa Saham ASRI, KBLI, PWON dan TCPI

Analisa Saham ASRI
ASRI membentuk jalur uptrend barunya setelah breakout dari resistance 320. Saat ini target terdekat 370.
Rekomendasi: buy 344 s/d 350, TP 370, stop loss <320 .="" p="">

Analisa Saham KBLI
KBLI menguji resistance 366. Jika mampu breakout maka penguatan berlanjut.
Rekomendasi: buy on breakout 366, TP 380 s/d 400, stop loss <326 .="" p="">
Analisa Saham PWON
PWON menguji resistance 750. Jika mampu breakout maka akan menguat lebih lanjut dengan target 785 s/d 800.
Rekomendasi: buy 740 s/d 750, TP 785 s/d 800, stop loss <700 .="" p="">
Analisa Saham TCPI
TCPI membentuk golden cross antara MA5 dan MA20 yang secara teknikal merupakan sinyal uptrend.
Rekomendasi: buy 4900 s/d 5000, TP 5100 s/d 5300, stop loss <4300 .="" p="">
by Panin Sekuritas

Analisa Saham PWON, TINS dan PPRO

Analisa Saham PWON
PWON (Buy) : Target kenaikan harga pada level 755 kemudian 770 dengan support di level 725, cut los jika break 715.
Analisa Saham TINS
TINS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.405 kemudian 1.445 dengan support di level 1.325, cut loss jika break 1.290.
Analisa Saham PPRO
PPRO (Buy) : Target kenaikan harga pada  level 157 kemudian 163 dengan support di level 145, cut loss jika break 139.
Full report bisa diakses di : IPOT

Saham Online di Facebook