Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 11, 2020

PT Blue Bird Tbk Baru Belanjakan Sepertiga Capex Tahun Ini

PT Blue Bird Tbk. baru membelanjakan sepertiga dari anggaran belanja modal atau capital expenditure tahun ini. Direktur Independen Blue Bird Eko Yuliantoro mengatakan perseroan telah menahan ekspansi sejak virus corona merebak pada Maret 2020. “Kami menahan untuk ekspansi. Sampai saat ini, capex yang rencananya Rp1,5 triliun yang terealisasi kurang lebih sepertiganya Rp500 miliar,” kata Eko dalam paparan publik secara daring, Kamis (10/12/2020). Eko menambahkan pada masa pandemi ini emiten dengan kode saham BIRD lebih selektif dalam membelanjakan capex. Adapun, posisi tersebut rencananya akan dipertahankan BIRD hingga 2021. Walaupun belum dapat menyebutkan nominal capex pada 2021, Eko mengatakan prioritas utama belanja modal pada tahun depan akan lebih banyak pada peremajaan kendaraan. “Mungkin kalau ada rencana penambahan untuk capex, peremajaan terutama itu akan dilakukan pada semester II/2020 karena kendaraan sudah semakin tua agar pelayanan kami tetap prima,” jelas Eko. Berdasarkan

Ini Target Kapasitas Pengolahan Emas PT Bumi Resources Minerals Tbk Tahun 2024

Emiten pertambangan mineral, PT Bumi Resources Minerals Tbk., menargetkan memiliki kapasitas pengolahan emas 8.500 ton bijih per hari pada 2024. Direktur sekaligus Investor Relations Bumi Resources Minerals Herwin E. Hidayat mengatakan bahwa saat ini perseroan melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals, telah memiliki kemampuan pengolahan bijih emas sampai dengan 500 ton bijih per hari. Pengolahan itu berasal dari pabrik pertama yang beroperasi sejak awal tahun ini di Poboya, Palu.Emiten berkode saham BRMS  itu berencana membangun pabrik kedua di kawasan yang sama dan ditargetkan konstruksi rampung pada akhir 2021 sehingga bisa memulai produksi awal 2022. Proyek kedua itu direncanakan memiliki kapasitas pengolahan hingga 4.000 ton bijih per hari dengan total investasi sekitar US$45 - US$50 juta ditambah dengan infrastruktur pendukung seperti waste management, genset, base camp, dan lain-lain sebesar US$20 juta. Adapun, sumber pendanaan pabrik kedua itu berasal dari fasilitas kredit

PT Matahari Putra Prima Tbk Kolaborasi dengan Tokopedia

Emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) mengumumkan kolaborasi terbaru dengan Tokopedia pada Kamis (10/12/2020). Kolaborasi baru ini menghadirkan produk makanan dan rumah tangga yang lebih lengkap ke dalam platform Tokopedia dengan lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanannya di tengah situasi Covid-19. Hal ini menempatkan MPPA dalam kemitraan yang kuat untuk memperkuat omni-channel O2O perseroan sebagai perusahaan ritel makanan yang terbesar di platform online di Indonesia. MPPA juga menghadirkan toko virtual Hypermart, Foodmart, Primo dan Hyfresh ke dalam Tokopedia untuk memberikan lebih banyak akses dan kenyamanan bagi pelanggan untuk berbelanja berbagai macam produk segar berkualitas dan barang-barang rumah tangga yang saat ini tersedia di platform. Sementara itu, perseroan juga meningkatkan penawaran online organik MPPA dari chat & shop via whatsApp dan e-commerce Hypermart Online. VP Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan dengan visi yang selara

Ini Target Pendapatan PT PP Presisi Tbk Tahun2021

PT PP Presisi Tbk. menargetkan pendapatan pada kisaran Rp2,9 triliun-Rp3 triliun pada 2021. Perseroan berharap lini bisnis jasa pertambangan bakal memberikan kontribusi lebih terhadap pos pendapatan berulang atau recurring income. Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso menyampaikan bahwa perseroan menargetkan pendapatan Rp2,9 triliun hingga Rp3 triliun pada 2021. “Target pendapatan 2021 senilai Rp2,9 triliun-Rp3.0 triliun,” kata Benny, Kamis (10/12/2020). Untuk mengejar pendapatan tersebut, emiten dengan kode saham PPRE ini mengincar nilai kontrak baru senilai Rp3,5 triliun - Rp3,7 triliun dan recurring income dari jasa pertambangan. Adapun, sebagai langkah memanfaatkan alat-alat berat yang telah dimiliki, perseroan akan memperluas bisnis usaha di jasa pertambangan yang sudah ditekuni sejak 2019. “Lini bisnis jasa pertambangan yang sudah kami mulai dari 2019 dan 2020 harapannya pada 2021 nanti bisa memberikan sumbangan ke kinerja perseroan sebesar 10 persen - 15 persen,” imbuh Benn

Ini Pertumbuhan Penjualan PT Fast Food Indonesia Tbk Tahun 2021

Emiten restoran cepat saji PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) memproyeksikan pertumbuhan penjualan yang hampir sama dengan capaian pada tahun lalu untuk kinerja pada 2021 mendatang. Direktur Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono mengatakan kerugian yang diderita oleh perseroan hingga sembilan bulan pertama tahun ini kemungkinan akan berlanjut hingga akhir tahun, sehingga perseroan meramalkan pemulihan akan mulai terjadi pada awal tahun depan. “Kami membuat rencana pembukaan gerai baru brand store sebanyak 25 gerai, dengan proyeksi penjualan sebanyak Rp7 triliun, kurang lebih sama dengan tahun 2019,” ungkapnya dalam paparan publik virtual, Kamis (10/12/2020). Target angka ini setara dengan pertumbuhan pendapatan 38,9 persen secara tahunan pada 2021 mendatang. Optimisme manajemen didorong oleh sentimen vaksin Covid-19 yang akan segera didistribusikan di Indonesia yang kemungkinan mendongkrak kenaikan penjualan di gerai KFC seluruh Indonesia. Juwono meramal kinerja perseroan hingga

Analisa Saham ELSA dan BBTN | 11 Desember 2020

Saham ELSA Saham ELSA mengalami koreksi teknikal untuk menguji level support moving average (MA)20, sekaligus support bullish channel sebelum kembali rebound untuk menguji resist upper line bollinger. Adapun untuk indikator MACD berada di level 38, dengan area RSI di 87. ELSA: Buy on Weakness (BoW) Support: Rp 350 Resistance: Rp 380 Muhammad Wafi, Analis Bahana Sekuritas Saham BBTN Selama harga BBTN belum mampu menembus level resistance, maka pergerakannya diperkirakan sedang berada di wave 4 dari wave (C), sehingga rentan untuk terkoreksi. Nampak dari pergerakan MACD yang sudah death cross dan terkoreksi, serta indikator Stochastic yang sudah bergerak turun. BBTN: Sell on Strength (SoS) Support: Rp 1.620 Resistance: Rp 1.770 Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas

Rekomendasi Saham ACES, CTRA dan SMRA oleh Indopremier | 11 Desember 2020

IHSG (5.890 – 5.980) :  indeks harga saham gabungan diprediksi akan menguat. Target kenaikan indeks pada level 5.980 kemudian 6.025 dengan support di level 5.890 dan 5.845. ACES (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.710 kemudian 1.740 dengan support di level 1.650 cut loss jika break 1.620. CTRA (Buy) :Target kenaikan harga pada level 970 kemudian 1.010 dengan support di level 890 cut loss jika break 850. SMRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 820 kemudian 835 dengan support di level 790 cut loss jika break 775. XBLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 466 kemudian 470 dengan support di level 458 cut loss jika break 454. XISR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 384 kemudian 388 dengan support di level 376 cut loss jika break 372. XPSG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 416 kemudian 420 dengan support di level 408 cut loss jika break 404. Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9tji

Analisa Saham ISAT | 11 Desember 2020

Analisa Saham ISAT Saham ISAT pada tanggal 11 Desember 2020 ditutup melemah pada harga 2560, turun -3,03%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 108% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish. Rekomendasi Saham : Sell on Strength Jika naik di atas 2680 maka berpeluang ke 2730 Jika turun di bawah 2500 maka berpeluang ke 2450 Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko. Disclaimer ON Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini: Pola Chart Pattern Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc Pola Candlestick Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB Indikator Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk Dasar-da

Rekomendasi Saham UNTR, WSBP, ADRO dan TKIM oleh MNC Sekuritas | 11 Desember 2020

MNC Daily Scope Wave 11 Desember 2020 IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 5,933 pada perdagangan kemarin (10/12). Kami perkirakan pergerakan IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan koreksinya ke area 5,830-5,880 untuk membentuk bagian dari wave [v] dari wave 3. Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 5,775 atau bahkan 5,563, maka IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk menguji area 6,000-6,010. Namun, apabila IHSG turun di bawah 5,563, maka IHSG sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave 3 dan akan membentuk wave 4 ke area 5,500-5,650 terlebih dahulu. Support: 5,775, 5,563 Resistance: 6,010, 6,200 UNTR - Buy on Weakness (26,025) Kemarin (10/12), UNTR terkoreksi 2,8% dan ditutup di 26,025. Kami perkirakan koreksi tersebut merupakan bagian dari wave 4, sehingga UNTR masih rentan untuk melanjutkan koreksinya. Namun demikian, manfaatkan koreksi tersebut untuk melakukan BoW. Setelah mengkonfirmasi terbentuknya wave 4, maka UNTR berpeluang menguat kembali.  Buy on Weakness: 24,000-25,500 Tar

Update Harga Komoditas dan Indeks | 11 Desember 2020

Stocks close little changed as stimulus negotiations drag on, unemployment data disappoints Stocks closed little changed on Thursday as lawmakers struggled to push through new fiscal stimulus before year-end. Sentiment was also dampened by the release of weaker-than-expected jobless claims data. Dow......29999     -69.6         -0.23% Nasdaq..12406  +66.9        +0.54% S&P 500..3668    -4.7            -0.13%   FTSE...... .6600    +35.5       +0.54% Dax........13296     -44.5        -0.39% CAC........5550     +2.8          +0.05% Nikkei....26756     -61.7         -0.23% HSI.........26411    -92.3         -0.35% Shanghai .3373    +1.3         +0.04% ST Times..2825    -18.1        -0.64% IDX...5933.70    -10.71         -0.18% LQ45..932.33    -0.95           -0.10% JAKMIND....1044.20    +17.33   +1.69% JAKCONS...1898.78     -45.49    -2.34% JAKTRADE...727.58     +4.99     +0.69% JAKBIND........941.73   +2.66     +0.28% JAKAGRI......1350.28   -16.23    -1.19% JAKFIN.........1333.32   +3

Saham Online di Facebook