Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 1, 2018

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 1 November 2018

*Mirae Asset Sekuritas Indonesia*
Investment Information Team*Market Review 1 November 2018*Tercatat 208 saham menguat dan 202 saham melemah. *IHSG +4.27 poin (+0.07%) ke level 5,835.9*, dan *LQ-45 +2.9 poin (+0.31%) ke level 925.6*.*Sectoral Return :*
- Agri -1.23%
- Mining +0.66%
- Basic-Ind -1.63%
- Misc-Ind +1.33%
- Consumer -1.33%
- Property -0.39%
- Infrastructure +0.06%
- Finance +1.25%
- Trade +0.24%
- Manufacture -0.96%Investor asing *net buy senilai Rp 1.174 Triliun*.*USD/IDR -76.00 poin (-0.50%)* terhadap Rupiah di angka 15,126.50.*Saham yang ditutup menguat*

- *BMRI ditutup menguat Rp 375 (+5.47%) ke level Rp 7,225*. Bank Mandiri terus mendukung Kementerian Keuangan dalam memperluas basis wajib pajak sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air. Untuk itu, Bank Mandiri bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dalam mensosialisasikan Peraturan Pemerintah (PP) No.23 tahun 2018 tentang penerapan Pa…

Berita Saham BJBR | 1 November 2018

BANK BJB SALURKAN KREDIT Rp74,6 TRILIUN.
IQPlus, (01/11) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau bank bjb hingga triwulan III tahun 2018 menyalurkan kredit sebesar Rp74,6 triliun.

"Berkaitan dengan penyaluran kredit itu, bank bjb berhasil menjaga kualitas kredit dengan non performing loan (NPL) pada level 1,58 persen," kata Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan di Bandung, Rabu.

Menurut dia, bank bjb selalu memperhatikan berbagai macam indikator penting dalam rasio keuangan supaya tetap berjalan baik, di mana profitabilitas bank yang positif dan juga konsisten menjaga efisiensi dan kualitas aset yang dimiliki.

Selain itu, lanjut dia, bank bjb juga mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan sentimen negatif dari eskalasi perang dagang AS dan China.

Irfan menuturkan bank bjb pada triwulan III tahun 2018 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh sebesar 25,4 persen year on year dan total aset bank …

Berita Saham DILD | 1 November 2018

INTILAND DEVELOPMENT ALAMI PENURUNAN LABA JADI Rp122,92 MILIAR.
IQPlus, (01/11) - PT Intiland Development Tbk (DILD) alami penurunan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk menjadi Rp122,92 miliar hingga 30 September 2018 dari laba Rp232,85 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan usaha meningkat menjadi Rp2,41 triliun dari Rp1,72 triliun dan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp1,70 triliun dari Rp1,02 triliun membuat laba kotor naik menjadi Rp718,52 miliar dibandingkan laba kotor Rp706,17 miliar tahun sbeelumnya.

Kenaikan beban usaha menjadi Rp516,42 miliar dari Rp451,62 miliar membuat laba usaha turun menjadi Rp202,09 miliar dari laba usaha Rp254,54 miliar tahun sebelumnya. Beban lain-lain bersih naik menjadi Rp171,24 miliar dari beban lain-lain bersih Rp113,59 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak tercatat turun menjadi Rp32,68 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp1…

Berita Saham MAPI | 1 November 2018

PENDAPATAN BERSIH MAPI NAIK 18% MENJADI Rp13,8 TRILIUN.
IQPlus, (01/11) - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP), perusahaan ritel gaya hidup terdepan di Indonesia hari ini mengumumkan pencapaian pendapatan untuk sembilan bulan pertama tahun 2018. Pendapatan bersih meningkat 18% menjadi Rp 13,8 triliun . dari sebelumnya Rp 11,7 triliun yang dicapai pada periode yang sama di tahun 2017. Laba usaha tumbuh 35% dari Rp 785 miliar menjadi Rp 1,06 triliun.

Sementara laba bersih meningkat 130% menjadi Rp 588 miliar . dari Rp 256 miliar yang tercatat untuk sembilan bulan pertama pada tahun 2017.

"Pencapaian MAP selama 9 bulan ini memperlihatkan kekuatan dan ketahanan portofolio merek Perusahaan yang beraneka ragam. Kami percaya bahwa strategi Perusahaan dalam menata kembali bisnis Perusahaan dan mengantisipasi pelemahan Rupiah telah menjadikan MAP berhasil mencapai pertumbuhan penjualan dan peningkatan laba usaha. Sebagai bagian dari inisiatif omni-channel Perusahaan, kami akan meluncurkan Planet…

Berita Saham KAEF | 1 November 2018

KIMIA FARMA RAIH PENJUALAN BERSIH Rp5,30 TRILIUN HINGGA SEPTEMBER.
IQPlus, (01/11) - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatat penjualan bersih sebesar Rp5,30 triliun hingga 30 September 2018 naik dibandingkan penjualan bruto Rp4,30 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, laba kotor naik menjadi Rp1,94 triliun dari laba kotor Rp1,51 triliun tahun sebelumnya. Sedangkan laba usaha naik menjadi Rp483,29 miliar dari laba usaha Rp332,60 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak naik menjadi Rp356,67 miliar dari laba sebelum pajak Rp273,45 miliar tahun sebelumnya dan laba yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp225,28 miliar dari laba Rp191,96 miliar tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan mencapai Rp8,62 triliun hingga 30 September 2018 naik tajam dari jumlah aset Rp6,09 triliun hingga 31 Desember 2017. (end)


Berita Saham GGRM | 1 November 2018

LABA GUDANG GARAM NAIK MENJADI Rp5,76 TRILIUN.
IQPlus, (01/11) - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat laba yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp5,76 triliun hingga 30 September 2018 naik dari laba Rp5,41 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan menyebutkan, pendapatan naik menjadi Rp69,88 triliun dari pendapatan Rp61,52 triliun tahun sebelumnya dan laba bruto meningkat menjadi Rp13,71 triliun dari laba bruto Rp13,11 triliun tahun sebelumnya.

Laba usaha naik menjadi Rp8,23 triliun dari laba usaha Rp7,85 triliun tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak naik menjadi Rp7,76 triliun dibandingkan laba sebelum pajak Rp7,27 triliun tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp66,751 triliun hingga 30 September 2018 relatif sama dibandingkan total aset Rp66,759 triliun hingga 31 Desember 2017. (end)


Berita Saham SMGR | 1 November 2018

PENDAPATAN SEMEN INDONESIA Rp21,45 TRILIUN HINGGA SEPTEMBER.
IQPlus, (01/11) - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat pendapatan sebesar Rp21,45 triliun hingga 30 September 2018 naik dari pendapatan Rp20,55 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan menyebutkan, laba kotor meningkat menjadi Rp6,33 triliun dari laba kotor Rp6,04 triliun tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp2,74 triliun dari laba sebelum pajak penghasilan Rp2,00 triliun tahun sebelumnya.

Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp2,08 triliun naik dari laba Rp1,45 triliun di periode hingga September tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan naik menjadi Rp50,77 triliun hingga 30 September 2018 dari jumlah aset Rp48,96 triliun hingga 31 Desember 2017. (end)


Berita Saham LPCK | 1 November 2018

IQPlus, (01/11) - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) meraih laba periode berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp2,87 triliun hingga periode 30 September 2018 naik tajam dibandingkan laba Rp418,08 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan neto naik menjadi Rp1,79 triliun dari pendapatan neto Rp1,17 triliun tahun sebelumnya. Sedangkan laba bruto meningkat menjadi Rp1,05 triliun dari laba bruto Rp524,53 miliar tahun sebelumnya.

Laba usaha diraih Rp871,82 miliar dari laba usaha Rp402,03 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak diraih Rp2,91 triliun naik dari laba sebelum pajak Rp427,28 miliar karena adanya keuntungan pencatatan investasi pada entitas asosiasi dengan nilai wajar sebesar Rp2,35 triliun yang tidak terdapat pada periode tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan turun menjadi Rp9,39 triliun hingga 30 September 2018 dari jumlah aset Rp12,45 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2017.(end)


Berita Saham PGAS | 1 November 2018

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Gigih Prakoso menegaskan bahwa perluasan jaringan gas atau jargas merupakan sebuah kebutuhan, sebab gas merupakan energi masa depan yang sangat membantu kehidupan masyarakat.

"Gas merupakan energi masa depan yang sangat membantu kehidupan masyarakat. Indonesia melalui PGN mempunyai potensi besar sebagai penyangga dan pelayan bagi masyarakat," kata Gigih, saat memantau pembangunan jaringan gas bumi di Probolinggo, Rabu.

Ia mengatakan, pemerintah dan PGN saat ini terus bahu-membahu melakukan perluasan pembangunan jargas agar ke depan akan banyak skema yang bisa digunakan untuk merealisasikan pembangunan jargas.

"Sejauh ini, penggunaan gas melalui pipa terhitung masih sedikit. Padahal, selain lebih konsisten dari sisi pasokan, harga pun relatif. jauh lebih murah," katanya.

Gigih juga menjelaskan beberapa keunggulan gas pipa khususnya yang didistribusikan PGN, antara lain berasal dari kekayaan gas bumi di dalam negeri.

&quo…

Analisa Saham LSIP | 1 November 2018

LSIP: Higher production but price pressure still lingering
LSIP mencatatkan pendapatan di 3Q18 sebesar Rp1,1 triliun (+0,3% YoY; +24,1% QoQ) dan laba bersih sebesar Rp120 miliar (-17,2% YoY; +10,0% QoQ). Pertumbuhan secara QoQ ini didukung oleh peningkatan volume penjualan CPO di 3Q18 sebesar 32% QoQ yang cukup meng-offset penurunan harga jual rata-rata CPO yang turun sebesar 12% QoQ. Meskipun demikian, pendapatan di 9M18 tercatat masih mengalami penurunan menjadi Rp2,9 triliun (-19,6% YoY), dibawah estimasi (PANS:68,8%; Cons: 66,7%; rata-rata 5 tahun: 72,3%), dan laba bersih di 9M18 tercatat sebesar Rp345 miliar (-39,8% YoY), dibawah estimasi (PANS:61,6%; Cons: 61,0%; rata-rata 5 tahun: 67,6%). Kinerja perusahaan di 9M18 yang kurang baik ini dikarenakan penurunan harga jual rata-rata CPO sebesar 10% YoY menjadi Rp7.435/kg dan penurunan volume penjualan CPO sebesar 8,6% YoY menjadi 291 kton akibat perbedaan waktu dalam realisasi persediaan CPO. Dari sisi operasional, produksi FFB int…

Analisa Saham WIKA | 1 November 2018

Wijaya Karya (WIKA IJ) - 3Q18 review: Slightly ahead of our expectations by Giovanni Dustin (giovanni@miraeasset.co.id)

- Decent operating performance - Pendapatan 3Q18: IDR8.0tr (+19% QoQ, +26% YoY), EBIT: IDR783bn (+10% QoQ, +32% YoY), laba bersih: IDR343bn (-1% QoQ, +39 % YoY).

- Bottom line was better than expected due to non-operating items - Laba bersih di atas ekspektasi kami karena 1) pendapatan bunga yang lebih tinggi dari perkiraan, 2) kerugian dari  penurunan nilai piutang yang lebih rendah dari perkiraan, dan 3) pendapatan non-operasional yang lebih tinggi dari perkiraan.

- HSR construction progress remains on track - Progress konstruksi pada proyek HSR mencapai sekitar 5% per September, sesuai dengan ekspektasi kami.

- Slower-than-expected new contract achievement - Kontrak baru 9M18: IDR25.3tr (-20% YoY), mencapai 47%/44% (kami/WIKA) dari estimasi tahun 2018. Ini di bawah rata-rata 3 tahun terakhir di 58%. Meskipun demikian, kami mempertahankan estimasi kontrak baru 2018…

Analisa Saham WSKT | 1 November 2018

WSKTmembukukan pendapatan sebesar Rp13,3 triliun, naik +26,9% qoq, +2,7% yoy, dengan gross profit tercatat sebesar Rp2,3 triliun, +19,2% qoq, -22% yoy, laba kotor yang didorong secara tahunan didorong oleh masih lemahnya pencatatan kontrak baru, dimana hingga 9M18, WSKT baru mencatatkan Rp11,4 triliun, -74,4% yoy (21,7% dari target). Laba bersih tercatat turun, sebesar Rp736 miliar, -49,9% qoq, -42,9% yoy, disebabkan oleh: (1) kenaikan beban bunga yang naik 3x lipat ke Rp1,1 triliun (9M17: Rp327 miliar) serta (2) kenaikan beban lain-lain dari denda pajak sebesar Rp207 miliar (9M17: Rp37 miliar). Meskipun laba secara kuartalan tercatat turun, namun secara kumulatif laba masih diatas estimasi (PANS: 85,4%; Cons: 84,3%, rata-rata 5 tahun: 45,1%) didorong oleh pencatatan dari divestasi aset sebesar Rp triliun di 2Q18.

Kami akan mereview kembali laba dan TP kami (previously: BUY, TP: Rp2.800), didorong oleh kontribusi yang masih lemah dari kontrak baru, saat ini WSKT diperdagangkan di PE 4…

Watchlist Saham TetraXChange | 1 November 2018

IDX DIRECTION 1 November 2018

Tone dan Manner perdagangan hari ini : Investor Asing Net Buy  1T, Index Potensi Short Term Uptrend
Potensi Pergerakan Index : 5810-5875

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : AALI CARS ELSA ICBP IMAS INDF LPCK MARI PGAS PTRO PWON RIMO SMGR SMRA ULTJ TAMU  ( cross over MA20 kemarin)
Fast Trade : TAMU BTEK ADMG PTRO BUVA INDY LPCK BMRI INDF AALI ELSA PGAS INTP ULTJ ESSA SMGR BBRI PWON MYRX IMAS MAMI LSIP INCO ICBP MEDC BUMI    (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20
Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

https://tetraxchange.id/2018/11/idx-direction-1-november-2018/


Terima kasih

TETRA X CHANGE

Analisa Saham HMSP | 1 November 2018

BUY on Weakness HMSP

Result 9M18 HMSP :
NPAT 3Q18 sebesar IDR 3.6 tn (+16% QoQ, +9% YoY), NPAT 9M18 sebesar IDR 9.7tn (+3.8% YoY).
Revenue 3Q18 sebesar IDR 25.7 tn (+9.1% QoQ, +10.4% YoY), Revenue 9M18 sebesar IDR 77.53 tn (+7.2% YoY).

Volume Industri dan HMSP telah berubah menjadi positif di 3Q18, dengan volume industri 9M18 sebesar -0,5% YoY (1H18: -1,4%) dan volume HMSP 9M18 +0,1% YoY (1H18: -0,4%).

Pertumbuhan Volume HMSP secara QoQ : Sampoerna A Mild volume tumbuh +2%, Dji Sam Soe volume tumbuh +10%, Magnum Mild volume tumbuh +8%.

HMSP sejauh ini telah meningkatkan ASP (Average Selling Price) sebesar 8% YTD dengan kenaikan pada Sampoerna A sebesar 10%, Dji Sam Soe 3%, Magnum Mild 11%.

Valuasi HMSP 29.6x PE19F dan 12.0x PBV19F.

Teknikal Analyst : HMSP terjungkal sebesar -3.6% membentuk marubozu bearish candle dengan volume diatas rata-rata. HMSP membentuk chart pola ascending triangle dengan TP 4200 jika tembus area resistance di level 3900. Jika dilihat di awal bulan sept HSMP me…

Analisa Saham SMGR, INTP dan ELSA | 1 November 2018

IHSG (5.790-5.870) : indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 5.870 kemudian 5.900 dengan support di level 5.790 dan 5.745.

SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 9.300 kemudian 9.575 dengan support di level 8.700, cut loss jika break 8.350.

INTP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 17.800 kemudian 18.500 dengan support di level 16.600, cut loss jika break 16.000.

ELSA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 390 kemudian 404 dengan support di 362, cut loss jika break 348.


Full report bisa di akses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c5ide

Reminder Corporate Action | 1 November 2018

Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Reminder Corporate Action

Kamis, 1 November 2018
1.RUPS: MYTX
2.Cum Date Cash Dividen: SIDO Rp. 15, XCID Rp. 1.6144
3.IPO Allotment: PT Kota Satu Properti Tbk, PT Shield On Service Tbk

Jumat, 2 November 2018
1.Recording Date Cash Dividen: ITMG Rp. 1,420, UNIC Rp. 360
2.IPO Refund: PT Kota Satu Properti Tbk

Agenda Ekonomi  -  1 November 2018
Indonesia: Core Inflation Rate YoY OCT, Inflation Rate YoY OCT, Inflation Rate MoM OCT


Analisa Pasar Global | 1 November 2018

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(November 1, 2018)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street menutup Oktober yang buruk dengan catatan naik setelah S&P mengalami penurunan bulanan terbesar dalam 7 tahun

Bursa AS naik pada hari Rabu dan menutup Oktober yang buruk dengan catatan positif karena pendapatan solid dari merek-merek high-profile membawa berita bagus bagi investor dan menghidupkan kembali minat beli yang kuat dalam ekuitas.

Namun, tolok ukur utama tidak dapat menghindari kerugian yang cukup besar untuk bulan ini, meninggalkan keraguan apakah reli akan lebih permanen di pasar atau hanya reaksi jangka pendek terhadap hasil kuartalan yang baik.

Dow +0,97%, naik 241.12 poin menjadi 25.115,76. S&P +1,09%, naik 29,05 poin ke 2,711.68.

Hasil kuartalan Facebook mungkin telah memberikan beberapa optimisme setelah raksasa media sosial itu menyampaikan laporan yang tidak menakutkan seperti yang dikhawatirkan Wall Street.

Bank o…

Analisa Saham PTBA, ESSA dan INKP | 1 November 2018

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Nov 1, 2018
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,831.65 (+0.072% ) test resistnce at 5,862, trading range hari ini 5,812 – 5,862. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik, sementara itu pada periode weekly ,indikator MFI optimized akan menguji support trendline namun indikator RSI  optimized  dan stochastic%D optimized cenderung naik. Daily resistance terdekat di 5,862 dan support di 5,812.Cut loss level di 5,633.

PTBA Daily, 4,250(+1.43%) trading buy, trading range 4,180 – 4,330. indikator MFI  optimized dan indikator Stochastic %D optimized cenderung naik. Daily support di 4,180 dan resistance di 4,330. Cut loss level di 4,170.

ESSA Daily, 300 (+4.17%), trading buy, 290 – 308. indikator MFI optimized dan indikator Will%R  optimized cenderung naik. Daily dan Weekly resistance di 308 dan 310. Sementara itu daily dan weekly support di 290 dan 280. Cut loss level di 280.

INKP Weekly, 12,725 (+11.62%), trading…

Analisa Saham PTRO | 1 November 2018

PTRO membukukan pendapatan senilai US$326,16 juta per September 2018, naik 45,55% yoy dari periode sebelumnya senilai US$224,09 juta. Kinerja positif tersebut langsung mengerek harga saham PTRO bergerak naik.

Secara teknikal, PTRO berpeluang bergerak naik menembus down trend resistance line dikisaran 2080, dengan target menuju level 2180. Apabila kenaikan saham ini berlanjut, maka PTRO akan menuju target berikutnya di level 2380. Indikator teknikal MACD telah golden cross dan berpeluang naik dan cross up ke atas centreline. Dari kondisi ini menunjukan bahwa PTRO bersiap untuk bergerak positif/menguat.

Rekomendasi: Hold. Stoploss jika gagal bertahan di 1820.


http://step-trader.com/2018/10/31/ptro-ready-to-step-forward/

Analisa Saham UNTR | 1 November 2018

Maybank (ZP) 29 Oct 2018

UNTR BUY UPGRADE TP 48600 (from 46700)

Buy with higher TP
UNTR is a beneficiary of not only strong coal prices, but also IDR weakness and hence we saw good 3Q18 earnings. We maintain our BUY call as we expect strong earnings momentum to persist for the next 12 months. We raise our TP by 4% to IDR48,600 due to higher earnings forecasts. The stock trades at undemanding 9.3x FY19E P/E, 31% lower than its 10-year mean of 13.5x

Better-than expected results
UNTR posted strong 3Q18 earnings of IDR3,593b, +21.9% QoQ and +62.2% YoY. 9M18 earnings at IDR9,072b were up 60.9% YoY and significantly beat our and consensus’ estimates. The strong 3Q18 earnings were driven by both construction machinery and contract mining divisions on the back of higher ASP, strong coal prices, weaker IDR and margin expansion. Contribution from the mining division declined QoQ due to a 23.0% QoQ volume drop which offset the 0.4% QoQ ASP increase and IDR depreciation. The strong 3Q18 performan…

Watchlist Saham PacificTrader | 1 November 2018

Selamat pagi semuanya
Rekomendasi 1/11/2018

Highlight hari ini yang bisa di perhatikan
- IHSG kembali sesuai perkiraan kemarin ditutup 5831, diperkirakan IHSG akan menguji resis di level 5888 secara teknikal candle diatas MA5 dan MA20 dan volume terjaga di VMA20

Watchlist for today:
KLBF
ICBP
ASII
UNTR
DOID
TLKM


Rekomendasi Saham William Hartanto | 1 November 2018

WH Project Outlook 1 November 2018

IHSG ditutup menguat 42,55  poin (+0.74%) menuju level 5831.65 pada perdagangan hari Rabu 31 Oktober 2018.

BULAN BARU, REJEKI BARU

Successfully survived 5800. IHSG sudah membuktikan pelemahannya terbatas pada 5500, dan berpotensi memberikan profit kembali pada kita semua.

Sepanjang bulan kemarin tidak ada sentimen apa-apa. Perhatikan saja pengumuman pembagian dividen. Jika sebelumnya cari capital gain sulit, maka sebaiknya dditambah dengan dividen. Jika setelah ini capital gain sudah lebih mudah, maka akan lebih baik jika ditambah dengan dividen.


Lalu, bagaimana dengan IHSG hari ini?

Secara teknikal, IHSG meninggalkan pola hanging man, mengindikasikan koreksi. Namun jika mempertahankan support 5800 maka koreksinya akan terbatas sampai situ saja.

IHSG VIEW

IHSG berpotensi menguat dalam range 5800 s/d 5900.

REKOMENDASI SAHAM

Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk trading hari ini: UNTR, TLKM, BBRI, KLBF.

Update Harga Penting Saham | 1 November 2018

Stocks surge to cap off wild October, but S&P 500 posts biggest monthly loss since 2011
The Dow Jones Industrial Average surged 241 points, bringing its two-day gain to nearly 650 points, while the S&P 500 gained more than 1 percent.
But despite Wednesday's surge, the S&P 500 posted its worst monthly performance since 2011 after worries about higher interest rates and trade rattled investors throughout October.

Dow.....25116   +241.1    +0.97%
Nasdaq..7304  +144.3    +2.01%
S&P 500.2712  +29.1      +1.09%

FTSE.......7128    +92.3     +1.31%
Dax........11448   +160.1   +1.42%
CAC.........5093   +114.9   +2.31%

Nikkei....21921   +463.2    +2.16%
HSI.........24980  +394.2    +1.60%
Shanghai.2603   +34.7      +1.35%
ST Times.3019   +52.4      +1.76%

Indo10Yr..8.7335      -0.0322    -0.37%
INDOBex230.9530   +0.3421   +0.15%
US10Yr......3.16         +0.05        +1.58%
VIX............21.23        -2.12         -9.08%

USDIndx .....97.1270  +0.1240  +0.13%
Como Indx..190.9…

Analisa Saham ANTM | 1 November 2018

Yang terjadi adalah saham ini amblas dan melampaui minor target di 705 mencapai level terendah di 665. Ingat selalu, berita terkait Freeport tidak ada relasinya dengan pergerakan harga. Pastikan Anda menguasai teknikal dengan optimal.
Penurunan ANTM diperkirakan masih akan berlanjut (dengan atau tanpa technical rebound) dengan potensi target penurunan masih sama dengan ulasan sebelumnya di 610. Pastikan tidak nyangkut bagi para trader karena pasar yang menurun merupakan peluang besar jika membeli di fase bottom reversal, bukan ketika di harga mahal.
Rekomendasi: Avoid.

Disclaimer ON
https://galerisaham.com/how-low-can-will-you-go-antm/

Analisa Saham PGAS | 1 November 2018

PGAS Daily  :  Trading  Buy

Berdasarkan  Peak & Trough Analysis ,

Demand side :
1. Support : 2,150, 2,110
2.Net Avg Buy : 2,177.0
3 Net Avg Buy (broker dominant) : 2,205.6
4.Volume transaksi terbanyak sisi demand(VAP Demand) : 2,240 – 2,250

Supply  side :
5. Resistance:  2,210
6. Net Avg Sell : 2,289.0
7 Net Avg Sell (broker dominant) : 2,234.6
8.Volume transaksi terbanyak sisi supply (VAP Supply)  : 2,220 – 2,250

Harga saat ini berada diatas  point 1-2namun masih di bawah point 3-4 di sisi demand. Sementara itu dari sisi supply harga masih berada di bawah point 5-8. Volume rata-rata sisi demand > volume rata-rata sisi supply . Hal ini memberi indikasi penguatan lebih lanjut. Tape reading saat ini juga relative menunjang.


by Tasrul Tanar

Analisa Saham DOID | 1 November 2018

DOID Daily  :  Trading  Buy

Optimizer Technical Insight
Berdasarkan  Peak & Trough Analysis ,

Demand side :
1.Support : 780,778
2.Net Avg Buy : 780
3 Net Avg Buy (broker dominant) : 778
4.Volume transaksi terbanyak sisi demand(VAP Demand) : 822 -830

Supply  side :
5. Resistance:  800, 810, 812
6. Net Avg Sell : 813.71
7 Net Avg Sell (broker dominant) : 810
8.Volume transaksi terbanyak sisi supply (VAP Supply)  : 820 – 824

Harga saat ini berada diatas  point 1 namun masih di bawah point 4 di sisi demand. Sementara itu dari sisi supply harga masih berada di bawah point 5-8. Volume rata-rata sisi demand > volume rata-rata sisi supply . Hal ini memberi indikasi harga lagi konsolidasi dengan kcenderungan menguat. Konfirmasi utk naik lagi jika tembus harga  di 800.


by Tasrul Tanar

Saham Online di Facebook