Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 18, 2019

WEGE | AWAL SEPTEMBER 2019, KONTRAK BARU WEGE CAPAI Rp5,2 TRILIUN

IQPlus, (17/09) - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) hingga pekan pertama bulan September mencatat kontrak baru sebesar Rp5,2 triliun. Angka ini mencerminkan 43% dari target kontrak baru yang perusahaan bidik mencapai sebesar Rp11,98 triliun di sepanjang tahun 2019.

Dari perolehan tersebut, realisasi kontrak dihadapi (order book) hingga Minggu pertama bulan September 2019 menjadi Rp16 triliun atau telah mencapai 70,23% dari target order book tahun 2019 sebesar Rp22,78 trilun. "Kami optimis target prolehan kontrak baru itu akan tercapai pada tahun ini karena perusahaan tengah membidik proyek rumah sakit pemerintah, proyek hotel milik BUMN, proyek apartemen milik swasta, sarana olahraga dan gedung perkantoran,"kata Direktur Utama WEGE, Nariman Prasetyo, dalam Paparan Publik, di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut Nariman menjelaskan, bahwa komposisi kontrak baru tersebut berasal dari pemerintah 11%, BUMN 60%, dan swasta 29%. Komposisi kontrak baru itu berasal dari eksternal…

ITIC | Cukai Rokok Naik, Indonesian Tobacco Tetap Kejar Pertumbuhan Dua Digit

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23% mulai Januari 2020 justru membuat produsen tembakau iris, PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC), diuntungkan. Tak ayal, harga saham ITIC meningkat dalam waktu dua hari terakhir, usai pemerintah mengungkapkan rencana kenaikan tarif cukai.

Dibanding harga akhir pekan (13/9) saat diumumkan kenaikan tarif cukai, harga saham ITIC telah naik 56,25% jadi Rp 1.250 per saham. Emiten ini berusaha agar pertumbuhan harga saham bergerak seiring pertumbuhan bisnis.

Direktur Utama ITIC Djonny Saksono menargetkan, pendapatan perusahaan ini bisa tumbuh 26,38%–33,81% secara tahunan menjadi sekitar Rp 170 miliar-Rp 180 miliar. ITIC juga menargetkan peningkatan laba bersih 25% menjadi Rp 10,3 miliar.

Djonny mengatakan, perusahaan ini akan berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi konsumennya. Salah satu caranya adalah dengan mengeluarkan produk baru dan tetap fokus menyasar kalangan menengah bawah.

Perusahaan ini juga tengah…

ASII | Penjualan Mobil Periode Januari-Agustus 2019 Lebih Rendah dari Tahun Sebelumnya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan mobil di pasar domestik hingga Agustus 2019 belum memperlihatkan tanda-tanda perbaikan. Meski penjualan Agustus 2019 lebih tinggi ketimbang penjualan Juli 2019, penjualan kendaraan roda empat sepanjang periode Januari-Agustus 2019 nyatanya turun ketimbang periode sama tahun lalu.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan dari pabrikan ke diler (wholesales) yang diolah PT Astra International Tbk tercatat, penjualan mobil pada bulan Agustus tercatat sebanyak 90.403 unit, naik dari bulan Juli sebanyak 89.105 unit. Namun, bila dibandingkan dengan penjualan Agustus tahun 2018 dengan Agustus 2019, penjualan mobil turun 11,5% dari 102.197 unit menjadi 90.403.

Adapun penjualan mobil periode sepanjang Januari-Agustus 2019 tercatat sampai 660.286 unit, turun 13,5% dari periode sama 2018 yang mencapai 763.444 unit.

Dengan capaian tersebut, Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara memprediksi, target penjualan nasional sebesar 1,1 juta unit sulit tercapai. Tapi kami opt…

CSAP - ACES | Peritel Perabot Rumah Bersolek di Ujung Tahun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang akhir tahun, prospek kinerja emiten ritel perabot dan perkakas rumah tangga mulai menggeliat. Selain memacu ekspansi, para peritel perkakas rumah tangga beradu strategi penjualan di sisa tahun ini.

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk melihat prospek bisnisnya masih tumbuh cukup baik pada tahun ini. Meski sektor properti masih lesu, sejauh ini emiten berkode saham CSAP di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut mencatatkan pertumbuhan cukup baik.

Sekretaris Perusahaan CSAP, Idrus H Widjajakusuma, menyebutkan kebutuhan renovasi rumah masih cukup baik. Secara siklus, hingga menjelang tutup tahun ini, permintaan terhadap produk building material masih meningkat bagi masyarakat yang ingin renovasi, perbaikan maupun ekspansi rumah tinggalnya. "(Bisnis) Distribusi kami masih tumbuh kurang lebih 7%-8% dan ritel tumbuh 19%-20%," kata dia kepada KONTAN, Selasa (17/9).

Hingga semester pertama tahun ini, CSAP meraih pertumbuhan penjualan bersih 8% year on year (…

BBKP | BUKOPIN BERNIAT GELAR PENAWARAN UMUM TERBATAS V

IQPlus, (18/09) - Bank Bukopin Tbk (BBKP) berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas V guna meningkatkan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Menurut keterangan yang diperoleh Rabu, perseroan akan menerbitkan saham kelas B sebanyak-banyaknya 40% dari jumlah saham yang ditempatkan atau sebanyak-banyaknya 4.660.763.499 dengan Rp100 per saham.

Jumlah saham yang diterbitkan bergantung pada keperluan dana perseroan dan harga pelaksanaan PUT V.Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS pada 2 Oktober 2019.

Pelaksanaan PUT V ini diharapkan mendapatkan pernyataan efektif dari OJK dalam waktu 12 bulan sejak persetujuan RUPS. Dana hasil PUT V akan digunakan perseroan untuk modal kerja perusahaan. (end)

Analisa Saham APLN, SMRA dan ISAT

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Sep 18, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,236.69(+0.28%), test resistance at 6,256, trading range 6,194 – 6,256. Indikator MFI optimized dan indikator W%R  optimized masih cenderung bergerak naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized masih bergerak turun.. Daily support di 6,194 dan resistance di 6,256. Cut loss level di 6,190.

APLN Daily  ,240 (+0.00%), Trading Buy, trading range 234 – 252. Indikator MFI optimized  masih cenderung naik dan W%R optimized akan menguji support trendline. Daily support  di 234 sementara itu daily resistance  di 252. Cut loss level  di 232.

SMRA Daily ,1,220 (+2.09%), Trading Buy, trading range 1,200 – 1,260. Indikator MFI optimized  akan menguji support trendline dan W%R optimized  cenderung naik. Daily support  di   1,200 sementara itu daily resistance  di 1,260. Cut loss level  di  1,150.

ISAT Daily, 3,280(+3.47%), Trading Buy, trading range 3,17…

Analisa Saham SMBR, ERAA dan LPKR

PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) Pada perdagangan Selasa (17/9) ditutup pada level Rp 720 atau menguat Rp 15. Secara teknikal, candle terbentuk inverted hammer mengindikasikan rebound. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 770 dan stop loss kurang dari Rp 700.

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Pada perdagangan Selasa (17/9) ditutup pada level Rp 1.980 atau menguat Rp 120. Secara teknikal, pola terbentuk break out cup & handle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 2.250 dan stop loss kurang dari Rp 1.900.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Pada perdagangan Selasa (17/9) ditutup pada level Rp 258 atau melemah Rp 2. Secara teknikal, candle terbentuk dragon fly doji mengindikasikan rebound. Indikator stochastic downtrend dan volume menunjukkan akumulasi pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp…

Analisa Saham PGAS dan SIMP

Saham PGAS Setelah berhasil bertahan diatas level 2000, saham PGAS berhasil menguat sesuai ekspektasi kami dalam ulasan sebelumnya. Target terdekat di 2140 telah berhasil dilampaui, sehingga terbuka peluang bagi PGAS untuk melanjutkan kenaikannya menuju target berikutnya di level 2250 dan 2360. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik dan telah cross up keatas centreline, mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak dalam tren naik.
Rekomendasi: Hold. Trailing stop jika kembali turun dan gagal bertahan di level 1955.
http://step-trader.com/2019/09/17/pgas-move-forward-as-expected/

Saham SIMP Saham SIMP berhasil menembus keatas short term down trend resistance line di level 348, sehingga terbuka peluang bergerak naik menuju target terdekat dikisaran 358-360. Apabila nantinya SIMP dapat melampaui dan bertahan diatas 360, maka saham ini akan mulai bergerak naik dengan target utama menuju target di level 408, dengan minor target di 372 dan 392. Indikator teknikal MACD yang bergerak …

Analisa Saham ADHI, POOL dan ASII

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Saham ADHI kemarin ditutup dengan membentuk pola doji. Sementara, pergerakan volume tipis. Indikator stochastic bergerak ke bawah di level 30. Harga saham ADHI berpotensi melemah.
Rekomendasi: Sell
Support: Rp 1.315
Resistance: Rp 1.375
Edho Ardiansyah, Erdikha Elit Sekuritas
PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) Saham POOL tengah menguji inverted hammer candle. Namun indikator RSI melemah dan stochastic juga melemah. Sementara volume perdagangan saham POOL menurun dan sempat break MA5, tetapi tutup di bawahnya.
Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 1.460
Resistance: Rp 1.685
Achmad Yaki, BCA Sekuritas
PT Astra International Tbk (ASII) Posisi candle masih berusaha bertahan di atas lowband. Indikator RSI dan MACD masih berada dalam tekanan. Saham ASII masih terlihat berpotensi menguji level support. Potensi upside cukup besar.
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 6.200
Resistance: Rp 7.000
William Surya Wijaya, Indosurya Bersinar Sekuritas

Analisa Saham ADRO: The Best in Its Field

ADRO merupakan perusahaan batubara yang terintegrasi secara vertikal dari pit hingga menuju pembangkit listrik dengan 3 bisnis utama sebagai pendorong pendapatan perusahaan, yaitu: penjualan batubara, kontraktor tambang, dan non mining service. Penjualan batubara menjadi penyumbang terbesar untuk penjualan perusahaan yaitu sebesar 94% di 2018. Laba bersih pada 1H19 tercatat sebesar USD297 juta di 1H19 (+52,3% YoY) seiring dengan kenaikan bagian atas keuntungan neto ventura bersama menjadi USD60 juta (+400%) dengan kestrel dan TPI mengalami peningkatan sebesar 8% dan 325% secara berurutan. Kami memperkirakan kinerja ADRO akan lebih baik dibanding peers didorong oleh: 1) Diversifikasi dari bisnis batubara lewat kestrel dan juga pembangkit listrik yang akan mulai beroperasi di 2019-2020 serta 2) Cash cost yang paling rendah diantara peers, ini didorong oleh tambang yang terintegrasi secara vertikal. Berdasarkan Rata-rata PE 5 tahun terakhir (implied PE 7,2x di 2020) dan 10% implied PE p…

Analisa Saham BMRI, GGRM dan WIKA

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Daily (Rp6.975) (RoE: 13,77%; PER: 11,95x; EPS: 585,74; PBV: 1,65x; Beta: 1,4). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp6.900-7.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp7.150, 7.425, 8.050 dan 8.650. Support: Rp6.800 dan 6.650.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Daily (Rp54.625) (RoE: 18,39%; PER: 12,13x; EPS: 4506,32; PBV: 2,26x; Beta: 0,79). Terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp54.000-54.700, dengan target harga secara bertahap di level Rp59.050 dan 65.500. Support: Rp52.000.
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Daily (Rp2.020) (RoE: 9,76%; PER: 10,20x; EPS: 197,98; PBV: 0,99x; Beta: 1,77). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish…

Analisa Saham ACES, ADHI dan ASRI

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) Daily (Rp1.725) (RoE: 21,23%; PER: 31,18x; EPS: 55,48; PBV: 6,64x; Beta: 1,57). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.700-1.730, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.745, 1.755, 1.765, 1.775 dan 1.815. Support: Rp1.700 dan 1.675.
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Daily (Rp1.350) (RoE: 6,62%; PER: 11,30x; EPS: 119,44; PBV: 0,74x; Beta: 1,67). Terlihat bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.325-1.350, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.380, 1.455, 1.550, 1.775 dan 2.000. Support: Rp1.325 dan 1.270.
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) Daily (Rp310) (RoE: 3,09%; PER: 19,82x; EPS: 15,44; PBV: 0,61x; Beta: 1,57). Terlihat pola bullish spinning top candle y…

Rekomendasi Saham Indosurya Bersinar Sekuritas | 18 September 2019

Ipotnews - Pada perdagangan hari ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berpotensi untuk melanjutkan tren kenaikan jangka pendek, setelah kemarin berhasil mengalami technical rebound yang berakhir menguat sebesar 0,28 persen ke level 6.236.
"Perkembangan pergerakan IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jangka pendek," kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, di Jakarta, Rabu (18/9).
Dia mengatakan, secara year-to-date, aliran modal masuk (capital inflow) tetap tercatat positif, sehingga menunjukkan bahwa investor masih nyaman menempatkan modal di bursa saham dalam negeri.
Lebih lanjut dia menyebutkan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan di level 6.187, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.372. "Potensi penguatan masih akan terlihat dalam pergerakan IHSG hari ini," ucap William.
Nah, adanya peluang pembalikan arah menguat pada laju IHSG hari ini, Wi…

Bandarmologi Saham ERAA, PGAS, TLKM, BNLI dan SRTG

Wednesday (18/09/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,183 - 6,275
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): NEUTRAL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

ERAA 1,850 - 2,060
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


PGAS 2,040 - 2,260
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


TLKM 4,220 - 4,320
TECHNICAL INDICATORS: NEUTRAL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTR…