TPIA | PENDAPATAN DAN LABA CHANDRA ASRI TURUN HINGGA JUNI 2019

IQPlus, (24/09) - Pendapatan bersih PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) alami penurunan menjadi US$1,05 miliar hingga periode 30 Juni 2019 dibandingkan pendapatan bersih US$1,29 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan turun menjadi US$918,80 juta dari US$1,05 miliar dan laba kotor menjadi US$134,86 juta dari laba kotor tahun sebelumnya yang US$237,81 juta.

Laba sebelum pajak turun menjadi US$55,44 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya US$159,22 juta. Laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi US$32,92 juta dari laba US$115,21 juta tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan mencapai US$3,19 miliar hingga periode 30 Juni 2019 naik dari jumlah aset US$3,17 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

KAEF - PEHA | Menanti Holding Farmasi, KAEF dan PEHA Sudah Siapkan Strategi Bisnis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan farmasi badan usaha milik negara (BUMN) PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan anak usahanya, PT Phapros Tbk (PEHA), telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat bisnis unggulannya. Apalagi, holding BUMN farmasi dijadwalkan terbentuk paling lambat Oktober 2019 ini.

Direktur Utama KAEF Verdi Budidarmo menjelaskan, sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), KAEF akan melengkapi ekosistem healthcare setelah holding dibentuk. "KAEF juga terus melakukan pengembangan bisnis, baik secara organik maupun anorganik," jelas dia, Senin (23/9).

Setelah holding terbentuk, KAEF akan memperkuat rantai bisnis dari hulu ke hilir. KAEF berniat mengakuisisi rumahsakit. Di jangka menengah, KAEF juga akan melakukan pengembangan bisnis hulu, yaitu perluasan produk dan fasilitas active pharmaceutical ingredient (API) raw material untuk obat.

Lini manufaktur ini akan melengkapi bisnis klinik kesehatan, apotek ritel farmasi dan laboratorium klinik KAEF. Dengan ini, KAEF menargetkan kinerja mampu tumbuh double digit.

Melansir laporan keuangandi semester I-2019, KAEF membukuan pertumbuhan pendapatan 18,77% year on year (yoy) menjadi Rp 4,52 triliun. Penjualan obat generik memberi kontribusi terbesar, yakni Rp 718,92 miliar.

Tak ketinggalan, Phapros juga melihat peluang besar untuk memperkuat lini manufaktur. Sekretaris Perusahaan PEHA Zahmila Akbar menjelaskan, mayoritas penjualan PEHA disumbang bisnis manufaktur, yakni obat generik.

Penjualan obat generik menguasai 52% penjualan dari keseluruhan total omzet PEHA, jelas dia. Mila yakin, dampak sinergi holding bisa dirasakan secepatnya.

Pasca holding terbentuk, Mila menyebut, target PEHA adalah bisa menjaga pertumbuhan double digit. Di tahun ini, PEHA menargetkan kinerja bisa tumbuh 20%–30%.

Sekadar mengingatkan, dalam holding BUMN Farmasi nanti, PT Bio Farma (Persero) akan menjadi induk. Dengan holding ini, saham KAEF dan Indofarma (INAF) yang dipegang pemerintah akan dialihkan ke Bio Farma.

JPFA | Japfa Mengekspor Pakan, Daging dan Olahan Ayam ke Timor Leste

KONTAN.CO.ID - SIDOARJO. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) gencar ekspor produk ke Republik Demokratik Timor Leste. Selasa (24/9), Japfa mengekspor pakan ternak 60 ton. Sebelumnya, JPFA juga telah mengekspor pakan ternak sebesar 40 ton.

Tak hanya pakan, emiten poultry ini juga mengekspor 30 ton daging ayam beku senilai Rp 1,1 miliar dan 30 ton olahan ayam senilai Rp 1,3 miliar, Senin (23/9). Ekspor tersebut dilakukan anak usaha Japfa, PT Ciomas Adisatwa.

Head Division PT Ciomas Adisatwa Tommy Kuncoro mengatakan, jumlah ekspor masih akan terus bertambah. Hingga November 2019, perusahaan ini berpotensi mengekspor hingga 100 ton.

"Angka estimasi kami, dengan populasi Timor Leste 1,2 juta penduduk, kami bisa ekspor 300 hingga 400 ton," jelas Tommy, kemarin. Ekspor ini dilakukan dengan sistem jual putus, hasil kerjasama dengan pembeli di Timor Leste yang memiliki jaringan supermarket besar di negara tersebut.

Menurut Tommy, saat ini pangsa daging ayam dan olahannya di Timor Leste masih dikuasai Brasil dan Malaysia. Perusahaan ini berharap bisa bersaing dengan dua negara tersebut. Apalagi, perusahaan ini memang ingin diversifikasi penjualan ke luar negeri.

Tommy menjelaskan, dalam satu bulan, Ciomas Adisatwa bisa menjual 8.000 ton hingga 9.000 ton pakan ternak. Tapi yang diekspor saat ini baru 60 ton. Selain membidik pasar di Timor Leste, Tommy menyebutkan ada beberapa negara yang dilirik. Di antaranya, Hong Kong, Malaysia dan Abu Dhabi. JPFA menargetkan bisa mengekspor 200 ton hingga 300 ton pakan ternak.

Di Malaysia, Japfa juga tengah melakukan penjajakan pasar. Namun perusahaan ini belum memasang target kapan ekspor dapat terlaksana.

Saat ini JPFA tengah menunggu kedatangan dari tim Malaysia untuk audit peternakan dan rumah potong hewan. "Mereka ingin tahu soal bagaimana cara memotong, halal atau tidak," jelas Sekretaris Perusahaan Japfa Rachmat Indrajaya.

KPAS | Bangun Pabrik Baru, Cottonindo Tambah Kapasitas dan Perkuat Portofolio Bisnis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) terus mengawal proses pembangunan pabrik kapas kesehatan di Purwadadi, Subang, Jawa Barat. Mereka menargetkan pabrik tersebut bisa beroperasi mulai semester II tahun 2020.

Tahap pembangunan pabrik kini sudah mencapai 60%. Saat ini, Cottonindo sudah memiliki lahan lahan seluas 5 hektare (ha) dan satu gedung yang siap digunakan untuk kegiatan produksi.

Selain membangun pabrik, Cottonindo membeli mesin produksi. Perusahaan berkode saham KPAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mengaku berhati-hati dalam mengkaji dan memilih mesin. Makanya, jadwal operasional pabrik mundur dari semula tahun ini menjadi paruh kedua tahun depan.

Sejauh ini, proses pengkajian mesin produksi belum masih berjalan. "Untuk sekarang kami sedang melakukan kajian yang matang karena sekali kami investasi mesin, teknologinya akan kami pakai hingga lebih dari 10 tahun," tutur Johan Kurniawan, Sekretaris Perusahaan PT Cottonindo Ariesta Tbk kepada KONTAN (20/9) pekan lalu.

Adapun biaya investasi pabrik baru Subang memanfaatkana sebagian dana perolehan initial public offering (IPO) tahun lalu yang mencapai Rp 45,02 miliar. Sebesar Rp 30 miliar di antaranya untuk ekspansi. Kebutuhan anggaran lain berasal dari kas internal.

Kehadiran pabrik baru di Subang akan meningkatkan kapasitas produksi Cottonindo sebesar 15%–20%. Saat ini, tingkat utilitas pabrik mereka lebih dari 90% dari total kapasitas terpasang. Sementara menurut catatan KONTAN, kapasitas terpasangnya sebesar 115 ton per bulan.

Tak cuma mengerek kemampuan produksi, portofolio bisnis Cottonindo pada produk kapas kesehatan juga bakal menguat. Asal tahu, selama ini mereka lebih banyak berkutat pada bisnis kapas kecantikan dan cotton bud anekamerek.

Penjualan kapas kecantikan mendominasi hingga sekitar 98%. Sementara kapas kesehatan hanya menyumbang kurang lebih 2%. "Sebetulnya kami sudah lebih dari enam tahun di segmen pasar kapas kesehatan tapi belum terfokus dengan baik sehingga sekarang kami mau mulai lebih serius," jelas Johan.

Target pasar kapas kesehatan Cottonindo nanti adalah rumah sakit dan apotek. Hanya saja, manajemen perusahaan belum membeberkan target pelanggan maupun target penjualan kapas kesehatan kelak saat pabrik Subang beroperasi.

Baca Juga: Emiten Produsen Kapas Kecantikan Akhirnya Memangkas Target Kinerja

Kalau mengintip catatan keuangan periode 30 Juni 2019, Cottonindo mengempit empat pelanggan besar dengan nilai transaksi lebih dari 10% terhadap total penjualan bersih yang sebesar Rp 34,56 miliar.

Keempat pelanggan tersebut adalah PT Indomarco Prismatama, PT Medal Queenindo, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, dan Indogrosir.

DILD | Ini Strategi Intiland Memasarkan Proyek Apartel Aeropolis

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. PT Intiland Development Tbk (DILD) menjalin kerjasama pemasaran apartemen hotel alias apartel dengan dengan PT Mediapura Digital Nusantara yang mengusung merek dagang The Aparian Mediapura.

Proyek yang menjadi kerjasama kedua perusahaan adalah apartel di kawasan terpadu Aeropolis yang berada tak jauh dari Bandara Soekarno Hatta.

Menurut kesepakatan, Intiland akan fokus mengembangkan proyek Aeropolis. Sementara Mediapura bertanggung jawab dalam manajemen, pemasaran, dan penyewaan proyek.

Jadi setelah investor membeli unit apartemen dengan harga sekitar Rp 210 juta per unit dalam proyek Aeropolis, Mediapura akan membantu menjajakannya kepada konsumen.

Kemudian, mereka juga bertugas mencari konsumen untuk menginap di unit-unit yang dibeli oleh investor. Dalam mencari konsumen untuk menginap, Mediapura juga bekerjasama dengan agen perjalanan online.

Target tamu apartel Aeropolis adalah pekerja di Bandara Soekarno-Hatta dengan estimasi mencapai 12.000 orang. Sementata perkiraan tarif sewa per malam minimal sebesar Rp 200.000.

Intiland yakin, konsep bisnis yang dijalankan bersama dengan Mediapura akan mendatangkan jika mengacu pada pengelolaan model hotel bujet atau hotel bintang 2.

"Kami lihat, ini seperti pengelolaan hotel bintang dua yang berpotensi mendulang okupansi mencapai 80%," kata Totonase Lafe, Direktur Proyek Aeropolis, usai penandatangan kerjasama Aeropolis dengan PT Mediapura Digital Nusantara, Senin (23/9).

Informasi saja, proyek kawasan Aeropolis berdiri di atas lahan seluas 105 hektare (ha). Intiland mengeluarkan kocek hingga Rp 1,3 triliun untuk mengembangkan proyek tersebut.

Pembangunan proyek kawasan Aeropolis kini sudah sampai tahap I dengan 12 menara hunian. Menurut rencana, Intiland atau yang tercatat dengan kode saham DILD di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membangun total 25 menara sampai tahap pembanguan II nanti. Jadwal konstruksi tahap II paling lambat mulai November 2019.

Sembari menjalin kerjasama baru, Intiland mengejar target pendapatan pra penjualan alias marketing sales Rp 2,5 triliun sepanjang 2019. Biarpun per September ini baru memenuhi 30% dari total target, mereka masih yakin bisa memenuhi seluruh target yang sudah dicanangkan.

Manajemen Intiland menjagokan sejunmlah proyek high rise atau bangunan bertingkat di Jabodetabek maupun Surabaya, Jawa Timur. "Itu semua adalah proyek yang sudah ready stock tahun ini," ungkap Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk kepada KONTAN, Senin (23/9).

Selain Aeropolis, beberapa proyek tersebut seperti kawasan perkantoran terpadu South Quarter di Jakarta Selatan, mixed use dan bangunan bertingkat Fifty Seven Promenade di Jakarta dan Praxis Banten. Ada pula Spazio Tower di Surabaya, Jawa Timur, apartemen Regatta, Graha Golf, dan The Rosebay.

Analisa Saham ANTM, PTPP dan BMTR

Saham ANTM
ANTM saat ini berada dalam fase konsolidasi dalam tren naik. Hal ini ditandai dengan posisi harga yang berada di atas rangkaian moving average-nya. Jika saham ini bisa melampaui level previous high di 1175, terbuka ruang kenaikan menunju 1510 dengan minor target 1295. MACD yang masih menurun mengindikasikan saham ini masih akan melanjutkan konsolidasi untuk beberapa waktu kedepan.
Rekomendasi: Speculative Buy jika break 1080. Strong buy jika break 1175. Stoploss level 1040.
https://galerisaham.com/antm-dalam-konsolidasi-sehat-speculative-buy-jika-breakout/

Saham PTPP
PTPP untuk kesekian kalinya tertekan menembus area – area support dan kali ini menguji support kuat di 1710. Terbuka peluang rebound, namun hanya merupakan technical rebound tanpa tren yang kuat. Jika saham ini gagal bertahan di atas support 1710 (support 1725 sudah ditembus), terbuka ruang pergerakan bearish dimana target penurunan ada di level 1190 dengan minor target 1500. MACD yang menurun menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan negatif.
Rekomendasi: Sell / sell on rebound.
https://galerisaham.com/ptpp-di-titik-kritikal-sell-on-rebound/

Saham BMTR
Saham BMTR berhasil rebound dengan bergerak naik sesuai prediksi kami, setelah berhasil break out dari downtrend resistance line-nya di level 342. Target di 360 dan 380 telah berhasil dicapai. Apabila BMTR dapat melewati 380, maka terbuka peluang bagi saham ini untuk bergerak naik menuju target selanjutnya dikisaran 408 hingga 428. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik dan berpeluang cross up keatas centreline mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak positif.
Rekomendasi: Hold. Trailing stop jika kembali turun dan gagal bertahan di 346.
http://step-trader.com/2019/09/23/bmtr-rebound-as-expected-what-next/

Analisa Saham MAPI, BBRI dan UNVR

IHSG ( 6.170-6.245) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan harga pada level 6.170 kemudian 6.135 dengan resist di level 6.245 dan 6.275.
MAPI ( Buy ) : Target kenaikan harga pada level 1.040 kemudian 1.065 dengan support di level 1.000, cut loss jika break 975.
BBRI ( Buy ) : Target kenaikan harga pada level 4.220 kemudian 4.260 dengan support di level 4.140, cut loss jika break 4.095.
UNVR ( Buy ) : Target kenaikan harga pada level 47.650 kemudian 48.000 dengan support di level 46.950, cut loss jika break 46.600.
Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7m60

Bandarmologi Saham PGAS, MTDL, ERAA, BNLI dan PZZA

Tuesday (24/09/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,155 - 6,248
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): OVERSOLD
MACD(12,26): SELL
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): NEUTRAL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

PGAS  2,170 - 2,360
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


MTDL 1,305 - 1,425
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


ERAA 1,920 - 2,090
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


BNLI 1,085 - 1,155
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION 

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


PZZA 1,095 - 1,195
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Analisa Saham CPIN, MEDC dan PPRO

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
Daily (Rp5.100) (RoE: 17,23%; PER: 24,21x; EPS: 210,64; PBV: 4,17x; Beta: 1,47). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-20 dan 60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp5.000-5.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp5.200, 5.650 dan 6.125. Support: Rp5.000 dan 4.850.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Daily (Rp735) (RoE: 3,86%; PER: 16,63x; EPS: 44,20; PBV: 0,64x; Beta: 2,18). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp730-740, dengan target harga secara bertahap di level Rp760, 785, 830, 885 dan 1.050. Support: Rp715.

PT PP Properti Tbk (PPRO)
Daily (Rp104) (RoE: 5,31%; PER: 20,23x; EPS: 5,14; PBV: 1,07x; Beta: 2,11). Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp102-105, dengan target harga secara bertahap secara bertahap di level Rp108, 115, 122, 148, 174 dan 200. Support: Rp95.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham ASRI, BBNI dan BSDE

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
Daily (Rp306) (RoE: 3,09%; PER: 19,69x; EPS: 15,44; PBV: 0,61x; Beta: 1,55). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp300-308, dengan target harga secara bertahap di level Rp318, 332, 370 dan 404. Support: Rp296 dan 288.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
Daily (Rp7.575) (RoE: 12,67%; PER: 9,30x; EPS: 825,32; PBV: 1,18; Beta: 1,95). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp7.500-7.600, dengan target harga di level Rp7.850, 8.250 dan 8.625. Support: Rp7.350.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
Daily (Rp1.385) (RoE: 12,44%; PER: 6,35x; EPS: 217,98; PBV: 0,79x; Beta: 1,61). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-10, 20, 120 dan 200 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.370-1.390, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.420, 1.500, 1.690 dan 1.880. Support: Rp1.355 dan 1.310.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama