Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 24, 2019

TPIA | PENDAPATAN DAN LABA CHANDRA ASRI TURUN HINGGA JUNI 2019

IQPlus, (24/09) - Pendapatan bersih PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) alami penurunan menjadi US$1,05 miliar hingga periode 30 Juni 2019 dibandingkan pendapatan bersih US$1,29 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan turun menjadi US$918,80 juta dari US$1,05 miliar dan laba kotor menjadi US$134,86 juta dari laba kotor tahun sebelumnya yang US$237,81 juta. Laba sebelum pajak turun menjadi US$55,44 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya US$159,22 juta. Laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi US$32,92 juta dari laba US$115,21 juta tahun sebelumnya. Jumlah aset perseroan mencapai US$3,19 miliar hingga periode 30 Juni 2019 naik dari jumlah aset US$3,17 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

KAEF - PEHA | Menanti Holding Farmasi, KAEF dan PEHA Sudah Siapkan Strategi Bisnis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan farmasi badan usaha milik negara (BUMN) PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan anak usahanya, PT Phapros Tbk (PEHA), telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat bisnis unggulannya. Apalagi, holding BUMN farmasi dijadwalkan terbentuk paling lambat Oktober 2019 ini. Direktur Utama KAEF Verdi Budidarmo menjelaskan, sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), KAEF akan melengkapi ekosistem healthcare setelah holding dibentuk. "KAEF juga terus melakukan pengembangan bisnis, baik secara organik maupun anorganik," jelas dia, Senin (23/9). Setelah holding terbentuk, KAEF akan memperkuat rantai bisnis dari hulu ke hilir. KAEF berniat mengakuisisi rumahsakit. Di jangka menengah, KAEF juga akan melakukan pengembangan bisnis hulu, yaitu perluasan produk dan fasilitas active pharmaceutical ingredient (API) raw material untuk obat. Lini manufaktur ini akan melengkapi bisnis klinik kesehatan, apotek ritel farmasi dan laboratorium klinik KA

JPFA | Japfa Mengekspor Pakan, Daging dan Olahan Ayam ke Timor Leste

KONTAN.CO.ID - SIDOARJO. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) gencar ekspor produk ke Republik Demokratik Timor Leste. Selasa (24/9), Japfa mengekspor pakan ternak 60 ton. Sebelumnya, JPFA juga telah mengekspor pakan ternak sebesar 40 ton. Tak hanya pakan, emiten poultry ini juga mengekspor 30 ton daging ayam beku senilai Rp 1,1 miliar dan 30 ton olahan ayam senilai Rp 1,3 miliar, Senin (23/9). Ekspor tersebut dilakukan anak usaha Japfa, PT Ciomas Adisatwa. Head Division PT Ciomas Adisatwa Tommy Kuncoro mengatakan, jumlah ekspor masih akan terus bertambah. Hingga November 2019, perusahaan ini berpotensi mengekspor hingga 100 ton. "Angka estimasi kami, dengan populasi Timor Leste 1,2 juta penduduk, kami bisa ekspor 300 hingga 400 ton," jelas Tommy, kemarin. Ekspor ini dilakukan dengan sistem jual putus, hasil kerjasama dengan pembeli di Timor Leste yang memiliki jaringan supermarket besar di negara tersebut. Menurut Tommy, saat ini pangsa daging ayam dan olahannya di

KPAS | Bangun Pabrik Baru, Cottonindo Tambah Kapasitas dan Perkuat Portofolio Bisnis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) terus mengawal proses pembangunan pabrik kapas kesehatan di Purwadadi, Subang, Jawa Barat. Mereka menargetkan pabrik tersebut bisa beroperasi mulai semester II tahun 2020. Tahap pembangunan pabrik kini sudah mencapai 60%. Saat ini, Cottonindo sudah memiliki lahan lahan seluas 5 hektare (ha) dan satu gedung yang siap digunakan untuk kegiatan produksi. Selain membangun pabrik, Cottonindo membeli mesin produksi. Perusahaan berkode saham KPAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mengaku berhati-hati dalam mengkaji dan memilih mesin. Makanya, jadwal operasional pabrik mundur dari semula tahun ini menjadi paruh kedua tahun depan. Sejauh ini, proses pengkajian mesin produksi belum masih berjalan. "Untuk sekarang kami sedang melakukan kajian yang matang karena sekali kami investasi mesin, teknologinya akan kami pakai hingga lebih dari 10 tahun," tutur Johan Kurniawan, Sekretaris Perusahaan PT Cottonindo Ariesta Tbk kepada KO

DILD | Ini Strategi Intiland Memasarkan Proyek Apartel Aeropolis

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. PT Intiland Development Tbk (DILD) menjalin kerjasama pemasaran apartemen hotel alias apartel dengan dengan PT Mediapura Digital Nusantara yang mengusung merek dagang The Aparian Mediapura. Proyek yang menjadi kerjasama kedua perusahaan adalah apartel di kawasan terpadu Aeropolis yang berada tak jauh dari Bandara Soekarno Hatta. Menurut kesepakatan, Intiland akan fokus mengembangkan proyek Aeropolis. Sementara Mediapura bertanggung jawab dalam manajemen, pemasaran, dan penyewaan proyek. Jadi setelah investor membeli unit apartemen dengan harga sekitar Rp 210 juta per unit dalam proyek Aeropolis, Mediapura akan membantu menjajakannya kepada konsumen. Kemudian, mereka juga bertugas mencari konsumen untuk menginap di unit-unit yang dibeli oleh investor. Dalam mencari konsumen untuk menginap, Mediapura juga bekerjasama dengan agen perjalanan online. Target tamu apartel Aeropolis adalah pekerja di Bandara Soekarno-Hatta dengan estimasi mencapai 12.000 ora

Analisa Saham ANTM, PTPP dan BMTR

Saham ANTM ANTM saat ini berada dalam fase konsolidasi dalam tren naik. Hal ini ditandai dengan posisi harga yang berada di atas rangkaian moving average-nya. Jika saham ini bisa melampaui level previous high di 1175, terbuka ruang kenaikan menunju 1510 dengan minor target 1295. MACD yang masih menurun mengindikasikan saham ini masih akan melanjutkan konsolidasi untuk beberapa waktu kedepan. Rekomendasi: Speculative Buy jika break 1080. Strong buy jika break 1175. Stoploss level 1040. https://galerisaham.com/antm-dalam-konsolidasi-sehat-speculative-buy-jika-breakout/ Saham PTPP PTPP untuk kesekian kalinya tertekan menembus area – area support dan kali ini menguji support kuat di 1710. Terbuka peluang rebound, namun hanya merupakan technical rebound tanpa tren yang kuat. Jika saham ini gagal bertahan di atas support 1710 (support 1725 sudah ditembus), terbuka ruang pergerakan bearish dimana target penurunan ada di level 1190 dengan minor target 1500. MACD yang menurun menunjukkan

Analisa Saham MAPI, BBRI dan UNVR

IHSG ( 6.170-6.245) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan harga pada level 6.170 kemudian 6.135 dengan resist di level 6.245 dan 6.275. MAPI ( Buy ) : Target kenaikan harga pada level 1.040 kemudian 1.065 dengan support di level 1.000, cut loss jika break 975. BBRI ( Buy ) : Target kenaikan harga pada level 4.220 kemudian 4.260 dengan support di level 4.140, cut loss jika break 4.095. UNVR ( Buy ) : Target kenaikan harga pada level 47.650 kemudian 48.000 dengan support di level 46.950, cut loss jika break 46.600. Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7m60

Bandarmologi Saham PGAS, MTDL, ERAA, BNLI dan PZZA

Tuesday (24/09/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas) IDX Composite 6,155 - 6,248 SUMMARY: STRONG SELL 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): SELL STOCH (9,6): OVERSOLD MACD(12,26): SELL ATR (14): LESS VOLATILITY ADX (14): NEUTRAL CCI (14): SELL HIGHS/LOW (14): SELL VO: SELL ROC: SELL WILLIAMS R: OVERSOLD BULLBEAR (13): SELL BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION STOCKS PICK: PGAS  2,170 - 2,360 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION MTDL 1,305 - 1,425 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION ERAA 1,920 - 2,090 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDAR

Analisa Saham CPIN, MEDC dan PPRO

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Daily (Rp5.100) (RoE: 17,23%; PER: 24,21x; EPS: 210,64; PBV: 4,17x; Beta: 1,47). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-20 dan 60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp5.000-5.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp5.200, 5.650 dan 6.125. Support: Rp5.000 dan 4.850. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Daily (Rp735) (RoE: 3,86%; PER: 16,63x; EPS: 44,20; PBV: 0,64x; Beta: 2,18). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp730-740, dengan target harga secara bertahap di level Rp760, 785, 830, 885 dan 1.050. Support: Rp715. PT PP Properti Tbk (PPRO) Daily (Rp104) (RoE: 5,31%; PER: 20,23x; EPS: 5,14; PBV: 1,07x; Beta: 2,11). Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus b

Analisa Saham ASRI, BBNI dan BSDE

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) Daily (Rp306) (RoE: 3,09%; PER: 19,69x; EPS: 15,44; PBV: 0,61x; Beta: 1,55). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp300-308, dengan target harga secara bertahap di level Rp318, 332, 370 dan 404. Support: Rp296 dan 288. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Daily (Rp7.575) (RoE: 12,67%; PER: 9,30x; EPS: 825,32; PBV: 1,18; Beta: 1,95). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp7.500-7.600, dengan target harga di level Rp7.850, 8.250 dan 8.625. Support: Rp7.350. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Daily (Rp1.385) (RoE: 12,44%; PER: 6,35x; EPS: 217,98; PBV: 0,79x; Beta: 1,61). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-10, 20,

Saham Online di Facebook