Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 9, 2019

Mengenal Indikator Saham MACD | Moving Average Convergence Divergence

Apa itu Moving Average Convergence Divergence - MACD? Indikator Saham Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah indikator momentum yang mengikuti tren yang menunjukkan hubungan antara dua Moving Average dari harga saham. MACD dihitung dengan mengurangi Exponential Moving Average (EMA) 26-periode dari EMA 12-periode. Hasil perhitungan itu adalah garis MACD. EMA sembilan hari dari MACD, yang disebut "garis sinyal", kemudian diplot di atas garis MACD yang dapat berfungsi sebagai pemicu untuk sinyal beli dan jual. Trader saham dapat membeli saham ketika MACD melintasi di atas garis sinyal dan menjual saham ketika MACD melintasi di bawah garis sinyal. Indikator saham Moving Average Convergence Divergence (MACD) dapat dibaca dalam beberapa cara tetapi metode yang lebih umum adalah crossover, divergensi, dan naik / turun yang cepat.
Intisari dalam Memahami Indikator MACD MACD dihitung dengan mengurangi EMA 26-periode dari EMA 12-periode. MACD memicu sinyal teknis ketika …

Berita Saham WIKA | DIRUT WIKA : PENGEMBANGAN KA CEPAT DITARGETKAN 55 PERSEN DI 2019

IQPlus, (08/02) - Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tumiyono menyampaikan pengembangan kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan capai 55 persen pada 2019.

"Kemajuan pembangunan keseluruhan targetnya 55 persen, urutannya pondasi, dudukan rel, rel lewat terowongan, terowongannya jadi dan relnya masuk," kata Tumiyono di Jakarta, Jumat.

Ia memaparkan pengembangan kereta cepat saat ini difokuskan pada pembangunan darat, di mana pembebasan tanahnya telah mencapai 90,1 persen.

"Sisanya 9 persen itu isinya adalah fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang tidak harus selesai sekaligus, karena itu bisa parsial," ungkap Tumiyono.

Menurut dia, untuk menuntaskan lahan fasos dan fasum, diperlukan negosiasi dengan masyarakat setempat agar mencapai kesepakatan.

"Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama bisa selesai, karena kita harus nego, misalnya memindahkan masjid menjadi ke mana, dan semacamnya," ujar Tumiyono.

Adapun tahapan pembangunan da…

Berita Saham PTBA | CADANGAN BATUBARA PERANAP UNTUK GASIFIKASI 600 JUTA TON

IQPlus, (08/02) - PT Bukit Asam Tbk. menyatakan kandungan batu bara di tambang Peranap Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, sedikitnya mencapai 600 juta ton yang siap untuk menjadi bahan baku pabrik gasifikasi batu bara pertama di Indonesia.

"Kita mendapat izin tambang di Peranap seluas 18 ribu hektare dengan prediksi kandungan 600 juta ton. Itu hitungan teknis sejauh ini," kata Pimpinan Pengembangan Gasifikasi Batubara Peranap PT Bukit Asam (BA), Dodi Arsadian, dalam pernyataan pers yang diterima Antara di Pekanbaru, Jumat.

Dodi menjelaskan hal tersebut terkait rencana tiga perusahaan besar, yakni PT BA Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT Air Products Indonesia, yang mencanangkan pembangunan pabrik hilirisasi batubara menjadi dimetil eter (DME) di tambang PT BA di Peranap. Dodi mengatakan, investasi pabrik gasifikasi batu bara pertama di Indonesia sedikitnya mencapai 2 miliar dolar AS. Ketiga perusahaan membentuk entitas bisnis baru, namun Dodi mengatakan namanya masih…

Berita Saham TINS | BUMDES-PT TIMAH KEMBANGKAN PETERNAKAN SAPI DI BEKAS TAMBANG

IQPlus, (08/02) - Badan Usaha Milik Desa Selinsing, Kabupaten Belitung Timur, bermitra dengan PT Timah Tbk mengembangkan peternakan sapi di lahan bekas penambangan bijih timah, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah itu.

"Alhamdulillah, perkembangan tenak sapi di lahan bekas tambang ini berjalan dengan baik," kata Ketua Bumdes Selinsing, Muhammad Rais di Selinsing, Jumat.

Ia mengatakan saat ini jumlah ternak sapi yang dikembangkan di lahan bekas tambang bijih timah ini sebanyak tujuh ekor dan sudah dapat mendukung pengembangan tanaman buah-buahan dan hortikultura di lahan tambang tersebut.

"Kotoran sapi ini diolah menjadi pupuk untuk mendukung pengembangan berbagai tanaman di lahan bekas tambang ini," ujarnya.

Menurut dia, adanya pengembangan ternak sapi ini, sangat membantu Bumdes dalam mengoptimalkan pengembangan tanaman buah-buahan lokal, cabai, kacang panjang, bayam dan lainnya di lahan bekas penambangan bijih timah.

"Alhamdulillah kita …

Berita Saham TOWR | ENTITAS SARANA MENARA NUSANTARA RAIH PINJAMAN MUFG BANK

IQPlus, (08/02) - PT Iforte Solusi Infotek entitas usaha yang sahamnya dimiliki PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui Protelindo telah mendapatkan kredit dari MUFG Bank Ltd cabang Jakarta.

Menurut keterangan Jumat disebutkan, penandatanganan perjanjian kredit dilakukan pada 6 Februari 2019 dengan MUFG dengan jumlah fasilitas pinjaman sebesar Rp500 miliar.

Adapun tujuan dari penggunaan pinjaman tersebut untuk membiayai kebutuhan umum dari Iforte. Jangka waktu pinjaman selama tiga tahun sejak tanggal penandatanganan dan bunga atas fasilitas pinjaman ini adalah 1 bulan JIBOR dan margin yang berlaku yaitu 1,75% per tahun. (end)


Analisa Saham RALS | 9 Februari 2019

Analisa Saham RALS Berdasarkan data perdagangan saham BEI tanggal 8 Februari 2019,
Saham RALS ditutup menguat pada harga 1675 dengan kenaikan 2.44% pada perdagangan terakhir. Hal ini disertai dengan kenaikan volume yang sangat signifikan. Proses akumulasi saham ini terlihat kembali aktif.

Volatilitas saham ini berada pada area jenuh jual ke pertengahan. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini berada pada uptrend dengan kecenderungan melanjutkan kenaikan dan berpeluang mencapai harga tertinggi yang baru.

Rekomendasi : BELI
Target : 1800 lalu ikuti trendnya
Resiko : 1615 - 1560

Jika menembus ke atas Target Pertama maka akan berpotensi ke Target Kedua. Begitu juga sebaliknya, jika menembus ke bawah Resiko Pertama maka akan berpotensi ke Resiko berikutnya.
Disclaimer ON - Gunakan money management yang baik.


Analisa Saham MCAS | 9 Februari 2019

Analisa Saham MCAS Berdasarkan data perdagangan saham BEI tanggal 8 Februari 2019,
Saham MCAS ditutup menguat pada harga 3500 dengan kenaikan 5.10% pada perdagangan terakhir. Hal ini disertai dengan kenaikan volume yang sangat signifikan. Proses akumulasi saham ini terlihat baik.

Volatilitas saham ini berada pada area pertengahan ke jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini berada pada uptrend dengan kecenderungan berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya.

Rekomendasi : BELI
Target : 3600 - 3700
Resiko : 3310 - 3200

Jika menembus ke atas Target Pertama maka akan berpotensi ke Target Kedua. Begitu juga sebaliknya, jika menembus ke bawah Resiko Pertama maka akan berpotensi ke Resiko berikutnya.
Disclaimer ON - Gunakan money management yang baik.