PT. Bali Towerindo Sentra Tbk Akan Bagikan Dividen 2021


PT. Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa pada tanggal 20 Agustus 2021.

Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 3.122.194.564 saham atau 79,35% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Menurut keterangan tertulis Direksi Bali Senin menyampaikan bahwa RUPS menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan mengesahkan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan.

RUPST Menyetujui penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp84,40 miliar dan sebagian dari saldo laba ditahan per 31 Desember 2019 sebesar Rp324,05 miliar ditetapkan untuk dana cadangan sebesar Rp8,44 miliar dan dibagikan sebagai dividen tunai untuk tahun buku 2020, seluruhnya sebesar Rp118,03 miliar atau sebesar Rp30 per lembar saham, terdiri dari laba bersih tahun 2020 sebesar Rp75,95 miliar dan saldo laba ditahan per 31 Desember 2019 sebesar Rp42,08 miliar.

Jadwal pembagian dividen, Cum Dividen di pasar reguler dan Negosiasi pada tanggal 30 Agustus 2021, cum dividen di pasar tunai pada tanggal 1 September 2021, Sedangkan Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi pada tanggal 31 Agustus 2021 dan ex dividen di pasar tunai pada tanggal 2 September 2021, Tanggal Daftar Pemegang Saham yang Berhak Dividen (Recording Date) pada tanggal 1 September 2021 dan Pembayaran Dividen jatuh pada tanggal 15 September 2021.(end/ar)

Sumber: IQPLUS

PT MNC Kapital Indonesia Tbk Incar Cuan di Q4-2021


Salah satu anak usaha dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) di bawah naungan MNC Group yang bergerak dalam industri reksa dana yaitu MNC Asset Management (MNC AM), kembali menggelar webinar market update untuk periode kuartal IV-2021. Pada market outlook kali ini, tema yang diangkat yaitu "Mampukah Indonesia Bertahan di Tengah Gempuran Covid-19?"

Tema tersebut diangkat lantaran menjelang akhir kuartal III-2021, Indonesia kembali dilanda gelombang pandemi Covid-19 dengan munculnya varian baru. Menyikapi hal itu, pemerintah pun telah mengambil kebijakan dengan memberlakukan PPKM, mulai dari PPKM darurat hingga PPKM dengan level tertentu, seperti level 1, 2, 3 dan 4.

Dengan adanya kebijakan PPKM tersebut tentunya mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah pada awal tahun. Tak hanya itu, beberapa sektor juga terdampak akibat PPKM yang masih diterapkan hingga kini.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menggenjot percepatan vaksinasi guna mencapai herd immunity nasional sedini mungkin guna mengantisipasi varian baru dari Covid-19 yang terus bermunculan.

Dengan adanya sentimen tersebut, tentu saja akan mengubah kondisi market di kuartal akhir 2021. Dimas Aditia Ariadi selaku CMO MNC AM menuturkan, "Saat ini indikasi kasus Covid-19 kembali meningkat di beberapa negara Eropa, Asia serta USA. Di samping itu, masih diterapkannya PPKM di Indonesia membuat indikasi proyeksi market akan ada perubahan."

Menurut Dimas, dengan ketidakpastian tersebut sangat tepat agar para investor memahami kondisi market terkini dan proyeksi terbaru pada kuartal IV-2021. Oleh karena itu MNC AM menggelar webinar market outlook ini agar para investor memiliki view terbaru dari kondisi terkini.

Hadir memberikan paparan dan inspirasi investasi ialah Direktur Utama MNC Asset Management Frery Kojongian, Direktur MNC AM Edwin Sebayang, CMO MNC AM Dimas Aditia Ariadi, Head of Investment Ipan Samuel, dan Fixed Income Fund Manager Muhamad Sugiarto.

Webinar ini gratis dan setiap peserta akan mendapatkan free e-certificate. Adapun pendaftarannya melalui link https://bit.ly/webinarmarketupdatemncam. (end)

Sumber: IQPLUS

Yusuf Mansur Tertarik Investasi di PT Zebra Nusantara Tbk


Logistik dan distribusi merupakan kedua hal yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan pemenuhan beragam kebutuhan di masyarakat maupun di dalam kelancaran aktivitas bisnis di Dalam Negeri. Dengan luas wilayah geografis yang besar, kedua hal tersebut tentunya menjadi bagian yang menjadi tidak boleh terlewatkan.

Beban biaya logistik di Indonesia tergolong mahal dibandingkan dengan negara di ASEAN. Menurut laporan Kementerian Keuangan di tahun 2021, angkanya mencapai 23,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sehingga hal ini membuat kegiatan logistik di Indonesia masih belum mumpuni dan perlu diperhatikan secara mendalam.

Hal ini lah yang menjadi dasar ulama kondang sekaligus pebisnis Ustadz Yusuf Mansur (UYM) tertarik berinvestasi di dunia logistik dan distribusi dengan melirik PT Zebra Nusantara Tbk. (ZBRA) melalui konsorsium. Investasi ini akan menjadi penting mengingat tingginya arus pergerakan distribusi barang maupun logistik di Indonesia.

Diketahui, PT Zebra Nusantara Tbk. (ZBRA) merupakan sebuah unit bisnis yang telah terafiliasi dengan DNR Corporation yang mana korporasi ini menjalankan unit bisnisnya dalam segi online dan offline logistics di seluruh Indonesia. Berdiri sejak 1963 dan di implementasikannya sistem teknologi yang mumpuni, DNR telah memiliki 47 gudang di 32 provinsi serta ditopang oleh pengalaman pendistribusian yang panjang dalam perjalanan bisnisnya tersebut.

Lebih lanjut, DNR juga merupakan salah satu perusahaan distribusi terbesar yang ada di Indonesia yang mana memiliki pengalaman dalam beberapa dekade di dalam bidang distribusi alat kesehatan dan farmasi. DNR memiliki unit usaha yang menopang aktivitas bisnisnya yaitu DNR Distribution, DNR Logistics (DPORT), yaitu PT StoreSend Elogistics Indonesia (SSI), iPanganandotcom, PT Multi Transportasi Global (MTG), dan juga Bisnis Integrasi Global (BIG).

"Saya meilhat ZBRA lewat DNR ini menjadi sebuah bagian yang lengkap dan bisa implementasikan konsep 'integrated end-to-end supply chain solution' untuk berbagai macam kegiatan logistik maupun pendisitribusian secara offline dan online di seluruh Indonesia, sehingga dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang serba cepat, efisien, dan dengan harga yang lebih terjangkau" ucap Ustadz Yusuf Mansur dalam keterangannya.

ZBRA lewat bisnis DNR sendiri dapat bertahan ditengah berbagai tantangan bisnis yang saat ini telah terjadi dan terutama di dalam masa pandemi wabah COVID-19 seperti sekarang ini. Bahkan, DNR dapat mencatatakan hasil yang positif dalam beberapa tahun belakangan ini.

"DNR telah mencatatkan hasil yang positif di tengah kuatnya tantangan dalam perjalanan bisnisnya. Kami dapat hadir menjawab kebutuhan masyarakat maupun ragam unit bisnis dengan penerapan teknologi digital yang modern dan juga ditopang lewat jaringan distribusi kami yang dapat meng-cover area di seluruh Indonesia,"ucap Rudy Tanoesoedibjo selaku Direktur Utama DNR dalam keterangannya.

DNR Distribution selama masa pandemi COVID-19 ini cukup aktif di dalam pendistribusian alat-alat kesehatan di seluruh Indonesia seperti reagen, PCR, ventilator, antigen, maupun beragam vitamin ke rumah sakit, instansi kesehatan, hingga farmasi di seluruh Indonesia. Selain itu, unit usahanya ini juga telah masuk ke bagian consumer goods dimana melayani outlet-outlet modern (Modern Trade) seperti Guardian, Century, Kimia Farma, dan yang lainnya. Hal ini dapat terlihat dengan integrasi supply chain paling lengkap di Indonesia guna menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Lebih lanjut, unit bisnis DNR Distribution juga memiliki infrastruktur ultra cold chain storage yang mana dapat menampung penyimpanan hingga -70OC. Seiring dengan percepatan pencegahan Covid-19 di Indonesia, DNR Distribution dipercaya oleh pemerintah untuk pendistribusian vaksin Sinovac yang mana membutuhkan temperatur 2OC - 8OC dalam penyimpanannya. Sehingga, dengan kepemilikan ultra cold chain storage, DNR dapat menjamin terjaganya mutu dan kualitas dari vaksin itu sendiri agar tidak rusak selama dalam proses pendistribusian hingga sampai ke masyarakat.

Selain DNR Distribution, unit usaha lainnya yaitu DNR Logistics (DPORT) juga telah mencatatakan kegiatan bisnis yang menjanjikan di situasi pandemi sekarang maupun dalam penerapan PPKM di berbagai daerah seperti saat ini. Hal ini terlihat dimana DNR Logistics bekerja sama dengan Perum BULOG yang ditunjuk Kementerian Sosial oleh sebagai pihak transporter dalam mengirimkan Bantuan Beras PPKM Tahap 1 dan 2 Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) non PKH di 15 provinsi.

Ini merupakan kali kedua DNR Logistics dapat bekerja sama dalam menyalurkan bansos beras tersebut dimana pada tahun 2020 DNR bisa mendapatkan 3 rekor MURI dalam kategori "Pengiriman Paket Bansos Beras Terbanyak dalam 1 Hari", "Pengiriman Paket Bansos Beras Terbanyak ke 15 Provinsi dalam 6 Minggu" dan "Pengiriman Paket Bansos Beras melalui Armada Truk Terbanyak dalam 1 Hari".

Dari segi sisi teknologi yang modern, PT StoreSend Elogistics Indonesia (SSI) juga menjadi unit bisnis yang menarik dimana dimiliki oleh DNR dan membuat Ustadz Yusuf Mansur terkesima. Dalam aktivitasnya, SSI telah membantu para UMKM untuk transisi ke e-commerce dimana growth sales SSI dapat naik hingga 440% pada rentan waktu 2019-2020 yang lalu. Hal ini tentu menjadi hal yang penting dimana di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, SSI dapat membantu para penjual untuk beralih ke platform online guna dapat mengembangkan bisnisnya ke arah yang lebih modern dan efisien. Tak hanya sampai disitu saja, SSI juga berkolaborasi bersama dengan Perum BULOG dalam mengembangkan iPanganandotcom dari tahun 2018 yang lalu.

"Track record yang jelas dan dengan pengalaman panjang itulah yang membuat saya yakin dengan ZBRA lewat DNR beserta unit-unit bisnisnya yang mana membawa arah baru di dalam proses distribusi dan logistik yang modern di Indonesia," tambah pernyataan dari pimpinan pondok pesantren Daarul Quran ini.

Dengan pengalaman yang panjang dan juga ditopang oleh unit bisnisnya, ZBRA lewat DNR Corporation dapat menjadi salah satu bagian yang penting dimana membawa arah kegiatan distribusi serta logistik di Indonesia menjadi lebih modern dan dapat menjadi jawaban dari kebutuhan logistik yang semakin berkembang di seluruh Nusantara.

"Kepercayaan dari Ustadz Yusuf Mansur kepada ZBRA beserta DNR menjadi modal yang penting bagi kami agar bisa menjadi yang utama dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan berbagai bisnis yang ada dari segi distribusi serta logistik dengan penerapan konsep integrated end-to-end supply chain solution yang kami miliki,"tutup pernyataan dari Rudy Tanoe. (end)

Sumber: IQPLUS

PT Summarecon Agung Tbk Lampaui Target Penjualan Tahun 2020


Di tengah Pandemi Covid-19, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berhasil membukukan pra-penjualan pemasaran sebesar Rp3,3 triliun pada tahun 2020. Pencapaian tersebut melampaui revisi target yang ditetapkan oleh Perseroan yaitu sebesar Rp2,5 triliun.

Kinerja perseroan yang cukup baik di tahun 2020 juga turut dipicu oleh kebutuhan masyarakat akan properti untuk tempat tinggal maupun usaha yang terus meningkat. Daya beli masyarakat yang terdampak pandemi dapat tertanggulangi dengan penawaran skema pembayaran yang cukup bersahabat dan tingkat suku bunga kredit yang relatif rendah, hal ini membuat properti semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas.

Dalam laporan keuangan 2020, Perseroan mencatat total pendapatan sebesar Rp 5 triliun. Usaha Pengembangan Properti masih menyumbangkan pendapatan tertinggi dengan pendapatan operasional sebesar Rp 3,7 triliun atau berkontribusi 73% dari total pendapatan, dan laba usaha sebesar Rp 1,23 triliun atau berkontribusi sebesar 96% dari total laba usaha perusahaan sebesar Rp 1,27 triliun.

"Penjualan masih di dominasi oleh produk hunian baik landed maupun vertikal sebanyak 79%, disamping penjualan komersial dan produk lainya. Pra-penjualan pemasaran tersebut berasal dari tujuh lokasi Summarecon yaitu Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Bogor. Summarecon Bogor adalah township terbaru yang dibuka pada Oktober 2020 dengan peluncuran perdana 555 unit properti senilai Rp 1,2 triliun, seluruh unit tersebut habis terjual selama 2 hari pemasaran,"tutur Direktur Utama SMRA, Adrianto P. Adhi, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Summarecon, Selasa, 24 Agustus 2021.

Unit Bisnis Investasi Dan Manajemen Properti

Penerapan "PSBB" dan protokol kesehatan keselamatan telah mengakibatkan sebagian besar operasi bisnis di sektor pusat perbelanjaan, hotel dan klub komunitas ditangguhkan dan/atau ditutup, hal ini mengurangi sumber pendapatan. Unit Usaha Investasi dan Pengelolaan Properti mencatat pendapatan sebesar Rp894 miliar, turun Rp705 miliar atau 44% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun. Unit usaha ini memberikan kontribusi sebesar 18% dari total pendapatan Perseroan, dimana 91% di antaranya berasal dari bisnis mal dan ritel. Secara geografis, Kelapa Gading masih menjadi kontributor tertinggi dengan 48% pendapatan segmen diikuti oleh Serpong (32%) dan Bekasi (19%).

Unit Bisnis Lain-Lain

Segmen usaha lainnya meliputi hotel, klub rekreasi masyarakat, pengelolaan township dan berbagai fasilitas lainnya untuk mendukung dan melengkapi kerja terpadu sebuah township. Pendapatan dari bisnis ini turun 36% menjadi Rp466 miliar.

Keberhasilan perusahaaan untuk mencetak prestasi di saat pandemi merupakan hasil kerja sama semua pemangku kepentingan, juga kerja keras dari seluruh jajaran manajemen dan karyawan. Selain itu, berbagai upaya dari pemangku kekuasaan juga memberikan kontribusi penting.

"Dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui berbagai kebijakan dan stimulus, industri properti Indonesia semakin optimis dan di proyeksikan akan terus berkembang, dan ini akan mendorong pulihnya perekonomian nasional sejalan dengan program percepatan vaksinasi demi segera tercapainya Herd Immunity", tegasnya. (end/as)

Sumber: IQPLUS

PT Kalbe Farma Tbk dan Shoalter Technology International Lakukan Kerjasama Investasi


PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melalui anak perusahaannya PT Karya Hasta Dinamika (KHD) bersama dengan Shoalter Technology Internasional Limited menandatangani kerjasama investasi.

Menurut keterangan perseroan Rabu, penandatanganan kerjasama yang dilakukan pada 23 Agustus 2021 ini bertujuan untuk memperkuat bisnis digital e-health.

Total investasi yang akan dikeluarkan oleh Shoalter dan Perusahaan masing masing adalah sekitar IDR 72 miliar dan IDR 234 miliar.

KHD merupakan salah satu entitas anak Perusahaan yang didirikan pada tanggal 28 Januari 2OL6.

Shoalter Technology lnternational Limited adalah anak Perusahaan dari HongKong Technology Venture Company Limited yang dimiliki secara tidak langsung.(end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham INDF, JPFA, BBNI dan TLKM oleh Indopremier | 25 Agustus 2021


IHSG (6.045 – 6.135) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan menguat.  Target kenaikan indeks pada level 6.135 dan 6.180 dengan support di level 6.045 kemudian 6.000.

INDF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.425 kemudian 6.550 dengan support di level 6.175, cut loss jika break 6.050.

JPFA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.840 kemudian 1.890 dengan support di level 1.740, cut loss jika break 1.690.

BBNI (Buy on Weakness) :  Target harga beli pada level 5.275 dengan resist di level 5.425 kemudian 5.525.

TLKM (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 3.370 dengan resist di level 3.440 kemudian 3.500.

XIJI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 551 dengan resist di level 560 kemudian 568.

XPES (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 341 dengan resist di level 346 kemudian 349.

XPLC (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 404 dengan resist di level 411 kemudian 415.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbvq2

Ulasan Pasar Global | 25 Agustus 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Aug 25, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Wall St memperpanjang reli, mendorong S&P 500 ke penutupan tertinggi sepanjang masa ke-50 tahun ini

Wall Street berakhir lebih tinggi di akhir musim panas, reli volume ringan pada hari Selasa karena persetujuan penuh FDA untuk vaksin COVID-19 pada hari Senin dan tidak adanya katalis negatif membuat selera risiko tetap hidup menjelang Simposium Jackson Hole yang sangat dinanti.

Dow Jones naik 30,55 poin atau 0,09% menjadi 35.366,26. S&P 500 naik 6,7 poin atau 0,15% menjadi 4.486,23. Nasdaq menambahkan 77,15 poin atau 0,52% menjadi 15.019,80.

Megacaps teknologi dan yang berdekatan dengan teknologi sekali lagi melakukan pengangkatan berat, tetapi siklus dan smallcaps yang sensitif secara ekonomi mengungguli pasar yang lebih luas. Persetujuan penuh Food and Drug Administration (FDA) terhadap vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 pada hari Senin memicu optimisme atas pemulihan ekonomi yang meluas ke sesi Selasa. Sektor perjalanan dan rekreasi, yang terkait dengan keterlibatan kembali ekonomi, mengungguli pasar yang lebih luas. Indeks S&P 1500 Airline dan Hotel/Restaurant/Leisure masing-masing naik 3,7% dan 1,6%.

Eropa

Bursa Eropa berakhir datar seiring kekhawatiran Fed, kekhawatiran virus membebani

Bursa Eropa berakhir datar pada hari Selasa karena investor menahan diri dari membuat taruhan besar menjelang pembaruan kebijakan moneter AS, bahkan ketika data menguraikan pemulihan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan di Jerman.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup sebagian besar tidak berubah di 471,79 poin.

Sektor terkait komoditas terus melampaui pasar umum, karena harga minyak dan logam naik di tengah ekspektasi pemulihan di importir utama China. Saham sumber daya dasar adalah yang berkinerja terbaik hari ini, naik 2,0%. Saham perjalanan juga melonjak hampir 2% setelah regulator kesehatan AS memberikan persetujuan penuh untuk vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan BioNTech SE dalam sebuah langkah yang dapat mempercepat inokulasi AS.

Rekomendasi Saham BANK, ERAA dan ESSA oleh Mirae Asset Sekuritas | 25 Agustus 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Agustus 25, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,089.5(+0.97%), consolidation. Trading range 6,028 – 6,123. Indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized masih cenderung naik pada pergerakan daily. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan  indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 6,028 dan daily resistance di 6,123. Cut loss level di 5,930.

BANK Daily, 3,610 (-1.90%), buy on weakness,  trading range 3,540 – 3,720. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area. Daily support di 3,540 dan daily resistance di 3,720. Cut loss level di 3,490.

ERAA Daily,590(-2.48%), buy on weakness., trading range 580 – 610. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak turun. Daily support di 580 dan daily resistance di  610. Cut loss level di 570.

ESSA Daily,348(+1.6%), trading buy, trading range 336 – 360. Indikator MFI optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 336 dan daily resistance terdekat di 360. Cut loss level di 300.

Analisa Saham ZBRA | 25 Agustus 2021


Analisa Saham ZBRA

Saham ZBRA pada tanggal 24 Agustus 2021 ditutup melemah pada harga 1085, turun -5,65%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 91% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Sideway dalam Uptrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 1125

Jika naik di atas 1195 maka berpeluang ke 1280

Jika turun di bawah 1075 maka berpeluang ke 1025

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Analisa Saham EMTK, PRDA dan SMGR | 25 Agustus 2021

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)


EMTK ditutup pada area hijau dengan penguatan terbatas membentuk pola candle doji, mencoba untuk terjadi pullback menguji resistance MA100nya sebagai resistance jangka menengah di level 2.400. Band pada indikator bollinger band kian melebar indikasi fluktuasi yang cukup besar masih menguji resistance middle band di level 2.400. Secara mingguan, candle membentuk pola candle bullish harami baru saja mengalami teknikal rebound.

Rekomendasi: Hold 

Support: Rp 2.160

Resistance: Rp 2.270 

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA)


Pergerakan PRDA selama masih mampu bergerak di atas level support, maka saat ini PRDA masih berpeluang untuk menguat. Hal ini juga nampak dari pergerakan MACD dan stochastic, meskipun belum terkonfirmasi namun pergerakannya sudah menuju ke area positif.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 6.625

Resistance: Rp 8.250

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)


Pergerakan SMGR memperlihatkan munculnya hammer candle dengan RSI yang sudah overbought. Adapun indikator stochastic dead cross dengan volume perdagangan yang menurun. Hold selama di atas MA 60.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 8.900

Resistance: Rp 9.825

Achmad Yaki, BCA Sekuritas


Rekomendasi Saham AMRT, INDF, BEKS dan AGRO oleh MNC Sekuritas | 25 Agustus 2021


MNC Daily Scope Wave

25 Agustus 2021

IHSG terkoreksi 0,3% ke level 6,089 pada perdagangan kemarin (24/8), pergerakan IHSG masih tertahan oleh MA20-nya. Kami memperkirakan, selama IHSG belum mampu break resistance 6,263 maka posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave E dari wave (X) pada skenario hitam, sehingga penguatan IHSG akan relatif terbatas untuk menguji 6,130-6,180 dan masih rawan koreksi untuk menuju 5,850-5,900. Best case, pada skenario merah, bila IHSG mampu bergerak di atas support 5,938 dan break 6,263, maka posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave (Y).

Support: 5,938, 5,884

Resistance: 6,179, 6,263

AMRT - Buy on Weakness (1,295)

Pada perdagangan kemarin (24/8), AMRT ditutup menguat 7,9% ke level 1,295. Selama AMRT tidak terkoreksi ke bawah 1,200 sebagai supportnya, maka saat ini posisi AMRT sedang berada di awal wave 5 dari wave (C). 

Buy on Weakness: 1,250-1,295

Target Price: 1,370, 1,480

Stoploss: below 1,200

INDF - Buy on Weakness (6,300)

INDF ditutup menguat 1,2% ke level 6,300 pada perdagangan kemarin (24/8). Kami memperkirakan, posisi INDF saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave C. Skenario ini akan terkonfirmasi bila INDF mampu break level resistancenya di 6,475.

Buy on Weakness: 6,200-6,300

Target Price: 6,500, 7,150

Stoploss: below 6,050

BEKS - Buy on Weakness (100)

Kemarin (24/8), BEKS ditutup terkoreksi 1% ke level 100, koreksi BEKS pun tertahan oleh MA20-nya. Kami perkirakan, posisi BEKS sedang berada di awal wave C dari wave (Y). Skenario ini akan berlaku bila BEKS tidak terkoreksi menembus support 92.

Buy on Weakness: 95-100

Target Price: 110, 130

Stoploss: below 92

AGRO - Buy on Weakness (2,290)

AGRO ditutup terkoreksi 3,8% ke level 2,290 pada perdagangan kemarin (24/8), pergerakan AGRO pun tertahan oleh MA20 dan fibo cluster 23.6. Kami memperkirakan, posisi AGRO saat ini sedang berada di awal wave (ii), sehingga AGRO diperkirakan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: 2,080-2,280

Target Price: 2,500, 2,800

Stoploss: below 1,965

Disclaimer On

Bandarmologi Saham JPFA, MAPB, BRPT, INKP dan MTDL | 25 Agustus 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Wednesday (25/08/2021)

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


IDX Composite 6,035 - 6,126

SUMMARY: NEUTRAL


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): NEUTRAL

STOCH (9,6,3): SELL‼️

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): HIGH VOLATILITY

ADX (14): NEUTRAL

CCI (14): *NEUTRAL

HIGHS/LOW (14): NEUTRAL

UO: BUY!!

ROC: SELL‼️

WILLIAMS R: NEUTRAL

BULLBEAR (13): SELL‼️


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


JPFA 1,730 - 1,890

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 1,790

TARGET PRICE: 1,890

STOP-LOSS: 1,730


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



MAPB 1,460 - 1,720

TECHNICAL INDICATORS: *SYONG BUY, BUY 1,570

TARGET PRICE: 1,720

STOP-LOSS: 1,460


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



BRPT 1,095 - 1,200

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 1,125

TARGET PRICE: 1,200

STOP-LOSS: 1,095


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



INKP 6,525 - 7,375

TECHNICAL INDICATORS: BUY BUY 6,875

TARGET PRICE: 7,375

STOP-LOSS: 6,525


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



MTDL 2,610 - 2,710

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY, BUY 2,650

TARGET PRICE: 2,710

STOP-LOSS: 2,610


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 25 Agustus 2021


Stocks were higher Tuesday following a broad-based rally on news that U.S. regulators granted full approval for Pfizer-BioNTech’s Covid vaccine.


Dow.......35366   +30.6      +0.09%

Nasdaq.15020   +77.1      +0.52%

S&P 500..4486   +6.7         +0.15%.

FTSE.......7126    +16.8       +0.24%

Dax........15906   +53.1       +0.33%

CAC........6664     -18.8        -0.28%


Nikkei...27732     +237.9    +0.87%

HSI........25728    +618.3     +2.46%

Shanghai..3515   +37.3       +1.07%

ST Times..3108   +20.1       +0.65%


IDX.....  6089.50   -20.33      -0.33%

LQ45.....855.97    -7.86         -0.91%

 

Indo10Yr..6.4323    -0.0431    .-0.67%

ICBI.....325.5069    +0.9978    +0.31%

US10Yr...1.2900     +0.0350    +2.79%

VIX.............17.22   +0.07         +0.41%

  

USDIndx .....92.8770   -0.1150    -0.54%

Como Indx.....215.09   +3.18      +1.50%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........158.83   +1.85       +1.18%


IndoCDS....72.8411  -0.8503   -1.15%👍

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14392.50      -20          -0.14%

Jisdor..14391.00     -24          -0.17%


Euro.........1.1757   +0.0011    +0.09%


TLKM........23.41     -0.19         -0.81%

(3402)

EIDO..........20.97     -0.23         -1.08%

EEM..........51.39     +1.14        +2.27%


Oil............67.54      +1.90       +2.89%‼

Gold ....1808.50       +2.20       +0.12%

Timah ...32800.00  +540.00  +1.67%

Nickel....19045.00  +162.50  +0.86%

Silver..........23.94    +0.23       +0.99%

Copper......426.06   +3.95       +0.94%

 

Coal price...170.00    unch       +0%

(Agt/Newcastle) 

Coal price...164.00    +1.75     +1.07%

(Sep/Newcastle)

Coal price....148.50   +0.15     +0.10%

(Agt/Rotterdam) 

Coal price....146.50   +5.00     +3.53%‼

(Sep/ Rotterdam)


CPO(Nov)..... .4300   -23         -0.53%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........545.25    +9.75      +1.82%

SoybeanOil..60.55   +1.99      +3.40%

Wheat.......732.25     -1.25       -0.17%


Wood pulp.....4770.00  unch  +0%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas