Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk dan Peruri Digital Security Bersinergi Perkuat Ekosistem Digital di Indonesia

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk bersinergi dengan Peruri Digital Security (Perum Peruri Group) untuk memperkuat ekosistem digital di Indonesia. "Di tengah transformasi digital yang sedang dilakukan oleh BRI, kerja sama ini tentu memberikan added value bagi perseroan," kata Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN BRI (Persero) Agus Noorsanto dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis. Agus mengungkapkan PDS melalui Digital Business Solution menawarkan layanan digital terpercaya melalui proses verifikasi user, serta autentifikasi yang dapat di cek di website resmi Peruri maupun Kominfo. Ia optimistis melalui kerja sama tersebut tidak hanya mampu mendukung kinerja BRI dan PDS, namun juga mampu untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia. "BRI berkomitmen untuk terus berinovasi, dan memberikan layanan keuangan yang terbaik serta menjadi one stop financial services bagi Perum Peruri Group beserta seluruh stakeholders," ujarnya. Dengan adan

PT Surya Semesta Internusa Tbk Lunasi Pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap I tahun 2016 seri B

PT. Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) telah melakukan pelunasan pokok obligasi berkelanjutan I Tahap I tahun 2016 seri B pada tanggal 22 September 2021. Menurut keterangan tertulis Herman Gunadi Corporate Secretary SSIA Kamis menyampaikan bahwa perseroan telah melakukan pelunasan atas seluruh bunga dan pokok obligasi berkelanjutan I tahun 2016 seri B kepada pemegang obligasi melalui agen pembayaran sebesar Rp390 miliar dengan tepat waktu. Lebih lanjut, Herman menjelaskan perseroan mengapresiasi dan menghaturkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepercayaan dan loyalitas kepada pemegang obligasi. "Dengan telah dilunasinya seluruh pokok dan bunga terakhir obligasi, maka seluruh kewajiban perseroan terkait obligasi tersebut telah dilaksanakan," pungkasnya. (end) Sumber: IQPLUS

Paxel Gandeng SICEPAT dan LDN Buka Rute Kirim ke 10 Kota Baru

Setelah melayani pengiriman lebih dari 1 juta pelaku UMKM di Indonesia, Paxel kini fokus pada pembukaan layanan kirim di Pulau Jawa dan Sumatera. Sebelumnya, Paxel telah menjangkau area Jawa, Bali, Medan, hingga Makassar. Tidak bergerak sendiri, Paxel berkolaborasi dengan SiCepat sebagai partner last mile dan PT Logitek Digital Nusantara (.LDN.) anak perusahaan PT Telefast Indonesia Tbk (IDX: TFAS), Grup PT M Cash Integrasi Tbk (IDX: MCAS) sebagai penyedia sistem di 10 kota yang meliputi Ciamis, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cilegon, Serang, Karawang, Cianjur, Sukabumi, dan Lampung. Sama-sama mengedepankan kemudahan, keamanan, dan kecepatan dalam layanan, kerjasama strategis ini diakui Zaldy Ilham Masita, Co-founder Paxel akan memberikan dampak positif bagi perekonomian UMKM, yang memang menjadi salah satu misi Paxel maupun SiCepat. "Potensi pertumbuhan ekonomi di kota-kota tier 2 terus meningkat dan UMKM sekarang bisa memasarkan produk sekaligus menjaring customer di 10 kota bar

PT. Asuransi Multi Artha Guna Tbk Akan Buy Back Saham AMAG

PT. Asuransi Multi Artha Guna Tbk. (AMAG) berencana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Menurut keterangan tertulis Pankaj Oberoi Presiden Direktur AMAG Kamis menyampaikan bahwa Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham 2021 ini akan mengubah keterbukaan informasi yang telah disampaikan sebelumnya pada tanggal 6 Agustus 2021 yang menyebutkan bahwa perseroan membatasi harga buyback sebesar Rp283 dengan biaya sebesar Rp68 miliar. Lebih lanjut Pankaj memaparkan perkiraan jumlah nominal seluruh saham yang akan dibeli sebesar 237.194.064 saham dengan total nilai nominal Rp23.719.406.400 dan akan dilaksanakan mulai 9 Agustus 2021 hingga 9 November 2021 dengan biaya sebesar Rp82 miliar. Biaya dan pengeluaran untuk buyback termasuk biaya transaksi pembelian kembali saham, komisi broker dan pengeluaran lain. Selanjutnya sesuai peraturan OJK 2/2013, jumlah saham saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari jumlah mod

PT Barito Pacific Tbk Dengan BNI tandatangani Akta Perjanjian Kredit

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menyampaikan bahwa pihaknya dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI/BNI) pada tanggal 21 September 2021, telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit dan atau Pemberian Fasilitas Treasury Line (Fasilitas Treasury Line). Berdasarkan Perjanjian Fasilitas dan Fasilitas Treasury Line, Perseroan mendapatkan fasilitas kredit dari BNI sebesar maksimum USD125.000.000, dan Fasilitas Treasury Line sebesar maksimum USD20.000.000. "Pinjaman berdasarkan Perjanjian Fasilitas tersebut akan jatuh tempo dalam waktu 84 bulan setelah ditandatanganinya Perjanjian Fasilitas, sedangan Fasilitas Treasury Line akan berakhir dalam waktu 12 bulan sejak ditandatanganinya perjanjian Fasilitas Treasury Line,"kata Direktur/ Sekretaris Perusahaan BRPT, Diana Arsiyanti, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/9). Seluruh dana yang diperoleh dari Perjanjian Fasilitas tersebut, akan dipergunakan untuk melunasi seluruh hutang Perseroan kepada Bangkok Bank Public Company

PT Waskita Karya (Persero) Tbk Akan Terbitkan Obligasi III WSKT senilai Rp1,77 triliun

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berencana menerbitkan Obligasi III WSKT senilai Rp1,77 triliun. Obligasi yang diterbitkan tanpa warkat ini ditawarkan dengan nilai 100,00% dari jumlah Pokok Obligasi dan terdiri dari 2 Seri. Untuk Seri A, Jumlah Pokok Obligasi Seri A ini ditawarkan sebesar Rp722 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,10% per tahun dengan jangka waktu 5 tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. Kemudian untuk Seri B, Jumlah Pokok Obligasi Seri B ini ditawarkan sebesar Rp1,05 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,80% per tahun dengan jangka waktu 7 tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. "Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan p

Rekomendasi Saham MEDC dan WTON oleh HP Financials | 24 September 2021

HP Financials Technical View & Key Calls 24 September 2021 Saham MEDC Buy on Break MEDC di atas MA50 @ 497, dan Average Up ketika mampu menghadapi Neckline Head & Shoulders biru @ 520. Setelah area ini berhasil terlewati, MEDC berpeluang untuk lanjut bergerak naik menuju destinasi pertama @ 555-575, disusul Target pattern di seputaran 625. Rekomendasi Buy on Break, Entry Level: 500; Target: 555-575 / 625; Stoploss: 484. Saham WTON WTON berhasil ditutup di atas 2 lapis MA @ 250. Seiring berpeluang adanya RSI Positive Divergence untuk lanjut naik menuju Upper Channel hijau di seputaran 290, disusul destinasi selanjutnya yaitu Target dari pola Parallel Channel biru @ 310-320. Neckline merah @266 dijadikan level Average Up. Rekomendasi Buy, Entry Level: 256 -250; Target: 290 / 310-320; Stoploss: 248.

Rekomendasi Saham BBRI, BBTN, PTBA, PGAS, WIKA dan ANTM oleh Valbury Sekuritas | 24 September 2021

VALBURY SEKURITAS INDONESIA Daily News 24 Sep 2021 Prediksi IHSG : IHSG diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (24/09), ditengah dominasi katalis positif baik dari internal maupun ekstenal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal III akan mencapai kisaran 4%-5%.  (-), 2) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah mewaspadai dampak yang ditimbulkan akibat gagal bayar perusahaan asal Cina yakni Evergrande terhadap perekonomian Indonesia (+), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan apresiasi terhadap dolar AS (+), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak menguat (+/-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Kamis (23/09) ditutup menguat  (+), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak di zona hijau (+), Sentimen global ; 1) Japan, Natl CPI YoY, Aug, turun menjadi  -0.40% dari -0.30% (-), 2) US, New Home Sales MoM, diperkirakan naik me

Rekomendasi Saham BTPS, IMJS dan PTPP oleh Mirae Asset Sekuritas | 24 September 2021

Mirae Asset Sekuritas Technical Insight  24 September 2021 tasrul@miraeasset.co.id IHSG Daily, 6,142.71(+0.56%), test resistance at 6,166, Trading range 6,136 – 6,166. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik lebih lanjut. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung masih cenderung naik. Daily support di 6,136 dan daily resistance di 6,166. Cut loss level di 6,060.  BTPS Daily, 3,390 (+2.73%), sell on strength, trading range 3,300 – 3,450. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung menguat. Daily support di 3,300 dan daily resistance di 3,450. Cut loss level di 2,290.  IMJS Daily, 575 (+3.60%), trading buy, trading range 555 – 615. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support di 555 dan daily resistance di 615. Cut loss level di 520.  PTPP Daily, 1,070 (+2.39%), sell on strength , trading range 1,060 – 1,110. Indikator MFI Optimized dan RSI

Rekomendasi saham BTPS, BRIS, PTPP dan INDF oleh Indopremier | 24 September 2021

IHSG (6.105 – 6.185) :  Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.185 dan 6.225 dengan support di level 6.105 kemudian 6.065. BTPS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.450 kemudian 3.510 dengan support di level 3.330, cut loss jika break 3.270. BRIS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.180 kemudian 2.220 dengan support di level 2.100, cut loss jika break 2.060. PTPP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.085 kemudian 1.100 dengan support di level 1.055, cut loss jika break 1.040. INDF (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.100 dengan resist di level 6.225 kemudian 6.300. Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwhk

Rekomendasi Saham BRMS, AGII, IMAS dan MAPI oleh MNC Sekuritas | 24 September 2021

MNC Daily Scope Wave 24 September 2021 IHSG kembali ditutup menguat 0,6% ke level 6,142 pada perdagangan kemarin (23/9), pergerakan IHSG masih diikuti dengan meningkatnya volume beli. Kami perkirakan, untuk saat ini pergerakan IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya untuk menguji area resistance 6,150-6,170 selama IHSG masih berada di atas level support 5,996. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan IHSG kembali terkoreksi agresif ke bawah 5,996 dan 5,982, apabila hal ini terjadi maka IHSG masih akan terkoreksi ke arah 5,850-5,900. Support: 5,996, 5,982 Resistance: 6,170, 6,263 BRMS - Buy on Breakout (96) Pada perdagangan kemarin (23/9), BRMS ditutup menguat 2,1% ke level 96, pergerakan BRMS tertahan oleh MA60-nya dan mulai muncul adanya tekanan beli. Kami perkirakan, saat ini posisi BRMS sedang berada di awal wave [c] dari wave B dan akan lebih terkonfirmasi bila mampu break resistance 97 dengan volume yang meningkat. Buy on Breakout: 97 Target Price: 104, 110 Stoploss:

Analisa Saham BBCA | 24 September 2021

Analisa Saham BBCA Saham BBCA pada tanggal 24 September 2021 ditutup menguat pada harga 32900, naik 0,38%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 88% dari hari sebelumnya.  Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish.  Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish. Status Saham Saat Ini: Trendnya adalah Sideway Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 33000 Jika naik di atas 33800 maka berpeluang ke 36000 Jika turun di bawah 32350 maka berpeluang ke 32000 Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko. Disclaimer ON Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut : Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/ Facebook Page : https://web.facebook.com/s

Analisa Saham BRPT, BBNI dan KLBF | 24 September 2021

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Candle two white soldiers mengindikasikan potensi penguatan lanjutan. Indikator MACD histrogram negatif mengecil. Indikator stochastic golden cross. Kamis (23/9), BRPT ditutup menguat 1,53% ke Rp 995 per saham.  Rekomendasi: Buy  Support: Rp 985 Resistance: Rp 1.025  Dimas W.P. Pratama, NH Korindo Sekuritas PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) BBNI pada perdagangan kemarin bergerak konsolidasi ditransaksikan dengan volume transaksi yang relatif ramai dan meningkat. Indikator stochastic berada pada areal oversold atau jenuh jual. BBNI sedang menguji support lower band pada indikator bolinger band dan juga support jangka menengah yaitu support MA50. Apabila mampu rebound dan menjauhi level support 5.050 sebagai support MA50 dan lower band, ada potensi BBNI mengalami teknikal rebound menguji resistance 5325. Namun apabila support tersebut, ada potensi BBNI akan menguji support psikologis yaitu di level 5.000. Rekomendasi: Buy on weakness Support: Rp 5.050 Resis

Rekomendasi Saham ERAA, WIKA dan KLBF oleh Artha Sekuritas Indonesia | 24 September 2021

Artha Sekuritas Indonesia 24 September 2021 Dennies Christoper Jordan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Breakout resistance berpotensi melanjutkan penguatan. Target Price/Stop Loss/Entry Level ditingkatkan. Investor disarankan masuk saham ERAA di harga Rp 620- Rp 640 per saham. Stop loss di Rp 610 per saham. Adapun target harganya berada di Rp 660 - Rp 680 per saham. PT  Wijaya Karya Tbk (WIKA) Breakout resistance berpotensi melanjutkan penguatan. Target Price/Stop Loss/Entry Level ditingkatkan. Analis menyarankan masuk di harga Rp 1.150- Rp 1.170 per saham. Stop loss di Rp 1.135 per saham. Adapun target harga WIKA di Rp 1.225 -Rp 1.250 per saham. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Mengalami koreksi, breakdown support. Disarankan Sell/Take Profit. Investor bisa masuk saham KLBF di Rp 1.410 - Rp 1.440 per saham. Stop loss Rp 1.400 per saham. Target harganya di Rp 1.500-Rp 1.530 per saham.

Bandarmologi Saham BUKA, AKRA, PTBA, BBRI dan WIKA | 24 September 2021

Technical & Bandarmology Prespectives Friday (24/09/2021) By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®. IDX Composite 6,091 - 6,183 SUMMARY: STRONG BUY!!! 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): NEUTRAL STOCH (9,6,3): BUY!! MACD(12,26): BUY!! ATR (14): LESS VOLATILITY ADX (14): BUY!! CCI (14): *BUY!! HIGHS/LOW (14): BUY!! UO: BUY!! ROC: BUY!! WILLIAMS R: OVERBOUGHT BULLBEAR (13): BUY!! BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION STOCKS PICK: BUKA 850 - 955 TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 885 TARGET PRICE: 955 STOP-LOSS: 8500 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION AKRA 4,000 - 4,250 TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 4,100 TARGET PRICE: 4,250 STOP-LOSS: 4,000 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION PTBA 2,360 - 2,520 TECHNICAL INDICATORS: *

Update Harga Komoditas dan Indeks | 24 September 2021

The market staged a two-day relief rally after the Federal Reserve signaled no imminent removal of its ultra-easy monetary policy. Investors also bet that the debt crisis of China’s real estate giant Evergrande wouldn’t trigger a ripple effect across global markets. Some expect Evergrande to default on bond payments as it’s still unclear if the developer was able to pay $83 million in interest on a U.S. dollar-denominated bond due Thursday. Bloomberg News reported that government regulators instructed Evergrande to avoid a near-term dollar bond default. Bondholders could also be eyeing a 30-day grace period. Regardless of the outcome, investors seem to hope that the impact on Wall Street would be contained. Dow.......34765   +506.5   +1.48% Nasdaq.15052   +155.4   +1.04% S&P 500..4449   +53.3      +1.21%. FTSE.......7078    -5.02         -0.07% Dax........15644   +137.2     +0.88% CAC........6702    +64.98     +0.98% Nikkei...29639    closed       +0% HSI........24511   +289.4     

PT Surya Citra Media Tbk akan Lakukan Stock Split

Emiten media milik pengusaha Eddy Kusnadi Sariaatmadja yang tergabung dalam Grup Emtek, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split). Untuk memuluskan aksi korporasi tersebut, SCMA akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 13 Oktober 2021 mendatang di Studio SCTV, Senayan City . Direksi SCMA melalui surat pemanggilan RUPSLB yang terbit di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan RUPSLB akan membahas dan memutuskan rencana stock split perseroan dengan rasio 1:5. Dengan asumsi harga saham SCMA di level Rp 2.150, maka kemungkinan nanti setelah dipecah menjadi Rp 430/saham. "Rapat akan membahas dan memutuskan atas rencana perubahan nilai nominal saham perseroan yang nilai awalnya adalah Rp 50 menjadi Rp 10 per saham," ungkap Direksi SCMA, dikutip CNBC Indonesia Selasa (21/9). Direksi menjelaskan bahwa tujuan dari dilaksanakannya stock split adalah untuk meningkatkan likuidi

PT Integra Indocabinet Tbk Pertimbangkan Untuk Revisi Target Kinerja Tahun Ini

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) tengah menimbang untuk merevisi target kinerja pada tahun ini. Sekretaris Perusahaan WOOD Wendy Chandra mengatakan, WOOD membidik pertumbuhan kinerja penjualan sebesar 25% pada 2021. “Melihat pertumbuhan yang signifikan pada semester pertama tahun ini, kami sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan target,” katanya pada Kontan.co.id, Rabu (22/9). Sepanjang semester pertama tahun ini, WOOD mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,14 triliun atau tumbuh 92% dari sebelumnya Rp 1,11 triliun di semester pertama 2020. Wendy menerangkan sekarang ini WOOD terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi seiring dengan permintaan yang melonjak. Seperti diketahui, sekarang ini ekspor furniture dan komponen bangunan China yang merupakan eksportir terbesar ke pasar AS terus menurun lantaran penerapan tarif tambahan, seperti tarif anti dumping. “Sehingga buyer-buyer AS banyak yang keluar dari China dan mencari supplier lain,” imbuhnya. Nah, hal ini menjadi peluang

PT Uni-Charm Indonesia Tbk Luncurkan Produk Baru untuk Konsumen dalam Negeri

PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) terus berupaya menggenjot kinerja di sisa tahun ini. Salah satu strategi yang dilakukan adalah peluncuran produk anyar guna menjawab kebutuhan konsumen di dalam negeri. Walau begitu, Sekretaris Perusahaan Uni-Charm Indonesia Vikry Ahmadi masih enggan membeberkan secara detail produk baru yang akan diluncurkan perusahaan. Yang terang, produk tersebut akan segera terjun ke pasar dalam waktu dekat ini. "Untuk dalam waktu dekat akan launching produk baru untuk kategori pembalut dan masker," kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (21/9). Adapun, sampai saat ini UCID sendiri telah merilis beberapa produk baru dari setiap kategori utama perseroan, yakni pada lini baby care, feminime care, dan juga health care. Selain menambah portofolio produk untuk menggenjot kinerja, UCID juga kini tengah fokus memperkuat channel penjualan mereka yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Di antaranya, penjualan secara offline lewat minimarket dan juga secara daring d

PT PP Presisi Tbk Gencar Kontrak Baru di Tahun Ini

PT PP Presisi Tbk (PPRE) makin gencar mengejar kontrak baru di tahun ini. Komisaris Utama PPRE Yul Ari Pramuraharjo memaparkan, PP Presisi telah mengantongi  kontrak baru sebesar Rp 3,5 triliun hingga Agustus 2021. "Meningkat sebesar 103% year on year dari Rp 1,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Di mana, 32% merupakan kontrak jasa pertambangan," kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (22/9). Yul menjelaskan, perolehan kontrak baru dari jasa pertambangan merupakan prestasi PPRE yang akan menjadikan lini bisnis jasa pertambangan sebagai sumber recurring income. Sekaligus sebagai mitigasi risiko bisnis sektor konstruksi. Sebelumnya, Direktur Utama PPRE Rully Noviandar mengatakan, kontrak baru yang sudah diperoleh PPRE hingga Agustus 2021 itu setara  95% dari target kontrak baru yang ditetapkan perusahaan yang sebesar Rp 3,7 triliun. Adapun penambahan kontrak baru pada Agustus 2021 adalah Rp 105,1 miliar. Kontrak tersebut berasal dari sejumlah

PT Sarimelati Kencana Tbk Optimis Rencana Ekspansi Tercapai

Kasus Covid-19 yang sempat melonjak di bulan Juli dan Agustus lalu berdampak negatif pada PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA). Selain menyeret kinerja dari emiten pengelola jaringan gerai Pizza Hut itu, rencana ekspansi PZZA pun agak tersendat. Padaha; perusahaan mengejar target 50 gerai baru di tahun ini. Sekretaris Perusahaan PZZA Kurniadi Sulistyomo membeberkan, sebenarnya kinerja penjualan dan profitabilitas Pizza Hut sedang menanjak pada periode semester pertama. Namun, adanya lonjakan kasus Covid-19 yang disusul kebijakan PPKM Darurat telah kembali menyeret bisnis PZZA. Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, penjualan neto PZZA pada enam bulan pertama 2021 tercatat sebesar Rp 1,68 triliun. Jumlah itu turun 7,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang capai Rp 1,81 triliun. Kendati begitu, PZZA mampu menurunkan sejumlah pos beban, sehingga bisa mendongkrak laba periode berjalan menjadi Rp 31,52 miliar, atau melesat 201% dibandingkan raihan pada semester I-2020 yang sebesa

Rekomendasi Saham ABBA, JPFA dan KLBF oleh Mirae Asset Sekuritas | 23 September 2021

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight September 23, 2021 (tasrul@miraeasset.co.id) IHSG Daily, 6,108.27(+0.78%), test resistance at 6,157, Trading range 6,097 – 6,157. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik lebih lanjut. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized cenderung naik dan indikator RSI optimized cenderung menguji support trendline. Daily support di 6,097 dan daily resistance di 6,157. Cut loss level di 5,960.  ABBA Daily, 540 (-1.52%), trading buy, trading range 530 – 580. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area dengan kecenderungan menguat. Daily support di 530 dan daily resistance di 580. Cut loss level di 500.  JPFA Daily, 1,915 (+2.13%), trading buy, trading range 1,870 – 1,940. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada sekitar oversold area. Daily support di 1,870 dan daily resistance di 1,940. Cut loss level di1,860.  KLBF Daily, 1,420 (+1.07%), trading buy

Rekomendasi Saham PTBA, JSMR, BMRI, BBRI, TINS dan CTRA oleh Valbury Sekuritas | 23 September 2021

VALBURY SEKURITAS INDONESIA Daily News 23 Sep 2021 Prediksi IHSG : IHSG diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (23/09), ditengah mayoritas katalis positif baik dari internal maupun ekstenal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) ADB menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 3,5% yoy dari April lalu yang sebesar 4,5% yoy (-), 2) Likuiditas perekonomian meningkat pada Agustus 2021 (+), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS (+), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak beragam (+/-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Rabu (22/09) ditutup menguat  (+), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak di zona hijau (+), Sentimen global ; 1) FOMC Rate Decision, tetap kisaran 0.00%-0.25% (+), 2) US, Initial Jobless Claims, diperkirakan turun menjadi 315 ribu dari 332 ribu (+) dan, 3) US, Continuing Claims, diperkirakan turun menjadi 2610 ribu dari 2665 ribu (+). Perspektif t

Rekomendasi Saham ITMG, SMRA, ISAT dan WIKA oleh Indopremier | 23 September 2021

IHSG (6.060 – 6.160) :  Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.160 dan 6.210 dengan support di level 6.060 kemudian 6.010. ITMG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 18.375 kemudian 18.600 dengan support di level 17.925, cut loss jika break 17.700. SMRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 865 kemudian 880 dengan support di level 835, cut loss jika break 820. ISAT (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.650 dengan resist di level 6.900 kemudian 7.125. WIKA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.065 dengan resist di level 1.120 kemudian 1.145. Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwha

Rekomendasi Saham BBNI, INDF, AALI dan BRPT oleh MNC Sekuritas | 23 September 2021

MNC Daily Scope Wave 23 September 2021 Kemarin (22/9), IHSG ditutup menguat 0,8% ke level 6,108, penguatan IHSG menguji kembali MA20 dan MA60-nya. Kami perkirakan, untuk saat ini pergerakan IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya untuk menguji area resistance 6,150-6,170 selama IHSG masih berada di atas level support 5,996. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan IHSG kembali terkoreksi agresif ke bawah 5,996 dan 5,982, apabila hal ini terjadi maka IHSG masih akan terkoreksi ke arah 5,850-5,900. Support: 5,996, 5,982 Resistance: 6,170, 6,263 BBNI - Buy on Weakness (5,150) BBNI ditutup menguat 0,5% ke leve 5,150 pada perdagangan kemarin (22/9). Saat ini, kami perkirakan pergerakan BBNI sudah berada di akhir wave B dari wave (B), sehingga berpeluang untuk melanjutkan penguatannya membentuk wave C selama BBNI mampu berada di atas 4,950. Buy on Weakness: 5,025-5,100 Target Price: 5,400, 5,925 Stoploss: below 4,950 INDF - Buy on Weakness (6,200) Kemarin (22/9), INDF ditutup m

Analisa Saham SCMA | 23 September 2021

Analisa Saham SCMA Saham SCMA pada tanggal 23 September 2021 ditutup melemah pada harga 2130, turun -0,93%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 120% dari hari sebelumnya.  Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish.  Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish. Status Saham Saat Ini: Trendnya adalah Sideway Up Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 2150 Jika naik di atas 2300 maka berpeluang ke 2500 Jika turun di bawah 2060 maka berpeluang ke 2020 Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko. Disclaimer ON Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut : Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/ Facebook Page : https://web.facebook.com

Analisa Saham ERAA, ICBP dan AMRT | 23 September 2021

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Candlestick membentuk hinger high dan hinger low. Pergerakan saham didukung kenaikan volume transaksi. Harga saham  berpotensi melanjutkan penguatan. Rabu (23/9), ERAA ditutup stagnan di level Rp 615.  Rekomendasi: Buy on weakness Support: Rp 570 Resistance: Rp 620 Dennies Christopher Jordan, Artha Sekuritas Indonesia PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Candle membentuk bearish harami dan mengindikasikan adanya tekanan jual. Indikator MACD histogram negatif. Indikator stochastic netral di lower area. Rabu (22/9), ICBP ditutup melemah 1,2% ke Rp 8.200 Rekomendasi: Buy on weakness Support: Rp 8.100 Resistance: Rp 8.375 Dimas W.P. Pratama, NH Korindo Sekuritas PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Muncul long legged doji dengan indikator stochastic golden cross dan bertahan di atas MA20. Sementara, volume transaksi AMRT menurun. Rabu (22/9), AMRT ditutup stagnan di Rp 1.385  Rekomendasi: Trading buy Support: Rp 1.325 Resistance: Rp 1.435 Achmad Yaki, B

Bandarmologi Saham AKRA, PTBA, JSMR, TINS dan TBIG | 23 September 2021

Technical & Bandarmology Prespectives Thursday (23/09/2021) By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®. IDX Composite 6,064 - 6,155 SUMMARY: BUY!! 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): NEUTRAL STOCH (9,6,3): BUY!! MACD(12,26): BUY!! ATR (14): LESS VOLATILITY ADX (14): BUY!! CCI (14): *NEUTRAL HIGHS/LOW (14): NEUTRAL UO: BUY!! ROC: BUY!! WILLIAMS R: BUY!! BULLBEAR (13): BUY!! BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION STOCKS PICK: AKRA 3,890 - 4,140 TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 3,990 TARGET PRICE: 4,140 STOP-LOSS: 3,890 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION PTBA 2,300 - 2,450 TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 2,350 TARGET PRICE: 2,450 STOP-LOSS: 2,300 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION JSMR 3,840 - 4,020 TECHNICAL INDI

Update Harga Komoditas dan Indeks | 23 September 2021

Stocks finished higher across the board during regular trading following the central bank’s commentary. The Dow gained roughly 340 points, or 1%, for its first positive session in five and best day since July 20. The 30-stock benchmark did close below its highest levels of the day, however, after advancing more than 500 points at one point. Dow.......34258   +338.5   +1.00% Nasdaq.14897   +150.5   +1.02% S&P 500..4396   +41.5      +0.95%. FTSE.......7083    +102.4     +1.47% Dax........15507   +158.2     +1.03% CAC........6637    +84.3        +1.29% Nikkei...29639    -200.3       -0.67% HSI........24222   closed       +0% Shanghai..3624  +14.5        +0.40% ST Times..3048  -15.15       -0.49% IDX.....  6108.27  +47.51      +0.78% LQ45.....862.18   +10.45      +1.23%   Indo10Yr..6.3418  +0.0100    +0.16% ICBI.....328.1448   -0.0849      -0.03% US10Yr...1.3360    +0.0120    +0.91% VIX.............20.87   -3.49        -14.33%    USDIndx .....93.4620   +0.2580  +0.28% Como Indx.....221

PT Pacific Strategic Financial Tbk Terbitkan Efek Bersifat Utang/Sukuk Yang Dilakukan Tanpa Penawaran Umum (EBUS) MTN Pacific Strategic Financial I Tahun 2021

PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) menerbitkan Efek Bersifat Utang/Sukuk Yang Dilakukan Tanpa Penawaran Umum (EBUS) MTN Pacific Strategic Financial I Tahun 2021. Menurut keterangan KSEI Selasa, Jumlah pokok MTN tersebut sebesar Rp400 miliar dan tanggal diatribusi secara elektronik pada 22 September 2021. Tingkat suku bunga MTN sebesar 9,75% per tahun dimana tanggal pembayaran bunga pertama pada 21 Desember 2021. Tenor MTN inj selama Lima tahun Dan akan jatuh tempo pada 22 September 2026. Adapun yang menjadi agen pemantau PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Dan Penata laksana penerbitan PT Shinhan Sekuritas Indonesia.(end/af) Sumber: IQPLUS

Saham Online di Facebook

Saham Online on Facebook