Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 27, 2019

GGRM | GUDANG GARAM BELUM BERMINAT GARAP PASAR ROKOK ELEKTRIK

(Baca juga: Pengertian ShorSelling)
IQPlus, (27/06) - PT Gudang Garam, Tbk, Kediri, Jawa Timur, belum berminat untuk menggarap pasar rokok elektrik, mengingat pangsa pasar rokok ini masih kalangan terbatas dengan daya beli yang juga menengah ke atas.

"Sebagai perokok tetap berpendapat rokok elektrik ya rokok elektrik, rokok ya rokok. Tidak 100 persen sama. Di Indonesia kami sebetulnya sudah persiapkan diri untuk selanjutnya siap-siap melihat perkembangan rokok elektrik. sampai hari ini harga atau uang yang harus dikeluarkan masih lebih banyak, jadi kemungkinan berkisar lebih di kalangan atas," kata Direktur PT Gudang Garam, Tbk, Kediri Heru Budiman di Kediri, Rabu.

Heru ditemui dalam acara rapat umum pemegang saham (RUPS) di Kediri mengatakan, secara pribadi dirinya masih ingin mengetahui berapa lama orang "nempel" di rokok elektrik. Namun, hingga kini dari GG masih belum ada rencana untuk mengembangkan sektor tersebut, terlebih lagi selama ini juga masih impor.

P…

WSBP | Prospek Waskita Beton Precast untuk Tembus Rp500?

(Baca juga: saat tepat sell on strength)
Bisnis.com, JAKARTA -- Saham PT Waskita Beton Precast Tbk. masih melaju dalam teritori positif sepanjang periode berjalan 2019. Mampukkah tren itu berlanjut hingga menyentuh level Rp500?

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham emiten bersandi WSBP itu ditutup mengalami koreksi 4 poin atau 1,00% ke level Rp396 pada perdagangan, Rabu (26/6). Total kapitalisasi pasar tercatat senilai Rp10,44 triliun dengan price earning ratio (PER) 9,00 kali.

Sepanjang periode berjalan 2019, pergerakan entitas anak PT Waskita Karya (Persero) Tbk. itu masih tercatat menghasilkan return positif 5,32%. Bahkan, dalam enam bulan terakhir, pergerakan tercatat menguat 10,61%.

Dari sisi kinerja, Manajemen WSBP melaporkan telah membukukan kontrak baru Rp2,39 triliun pada Januari 2019—Mei 2019. Realisasi itu setara dengan 32,33% dari target Rp10,39 triliun yang dibidik tahun ini.

Perseroan optimistis akan mendapatkan tambahan kontrak lagi senilai Rp960 miliar pada Juni 201…

MYOH | Samindo Resources Siapkan US$100 Juta untuk Akuisisi Tambang Batu Bara

(Baca juga : Buy On Weakness, bagaimana caranya?)
Bisnis.com, JAKARTA — PT Samindo Resources Tbk. menyiapkan dana US$100 juta untuk mengakuisisi tambang batu bara sebagai bagian dari upaya pengembangan bisnis baru perseroan.

Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis Samindo Resources Ahmad Saleh menuturkan perseroan tengah mencari peluang untuk masuk ke bisnis tambang batu bara. Menurutnya, saat ini tengah dilakukan due diligenceuntuk sejumlah proyek yang potensial.

Ahmad mengatakan perseroan mencari tambang batu bara yang telah beroperasi dengan deposit di atas 20 juta ton. Adapun, emas hitam yang dihasilkan diharapkan memiliki kalori 4.000 kcal/kg ke atas.

Dia menjelaskan bahwa perseroan tengah mencari bisnis baru selain kontraktor pertambangan. Namun, lini usaha itu akan masih berkaitan dengan sektor energi.

Sebagai gambaran, Samindo Resources merupakan investment holding company dengan kompetensi inti dalam penyediaan jasa pertambangan batu bara khususnya pemindahan lapisan penutu…

PSSI | Pelita Samudera Shipping akan Tambah Satu Kapal

(Baca juga: StopLoss dalam Saham)
Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelita Samudera Shipping Tbk. berencana akan menambah satu unit kapal baru pada tahun ini.

Sekeretaris Perusahaan Pelita Samudera Shipping Imelda Agustina Kiagoes mengatakan bahwa rencana pembelian kapal tersebut akan dilakukan pada semester II/2019.

"Saat ini kami masih mengevaluasi harga dan untuk pengerjaan kontraknya," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (26/6/2019).

Dia mengungkapkan bahwa kapal yang akan dibeli perseroan tersebut memiliki kapasitas 32.000 deadweight ton (DWT).

Menurutnya, untuk dalam negeri, permintaan kapal dengan kapasitas tersebut sedang tinggi.

"Kalau kami lihat kebutuhan domestik tinggi untuk mother vessel dan handy size," jelasnya.

Hingga Mei 2019, perseroan telah melakukan pembelian tiga kapal, dengan anggaran belanja modal yang dikucurkan senilai US$30,2 juta dari total capex 2019 US$61,3 juta.

Adapun 3 kapal tersebut ialah dua kapal jenis Supramax dengan kapasitas 53,000 dwt ya…

DMAS | Prospek Saham Puradelta

(Baca juga: Pola Akumulasi Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Walau kinerja PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) di kuartal I-2019 lesu, para analis optimistis perusahaan ini bakal mencetak hasil positif di akhir 2019.

Alasannya, perusahaan yang memiliki kode saham DMAS ini bakal mendapat berkah dari perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan Puradelta pada triwulan I-2019 turun 47,96% jadi Rp 6,37 miliar. Namun, laba bersih perusahaan ini masih tumbuh 187,02% dari Rp 2,85 miliar menjadi Rp 8,18 miliar.

Lonjakan laba bersih perusahaan yang merupakan anggota indeks Kompas100 ini terjadi karena pendapatan bunga melesat dari Rp 5,52 miliar di kuartal I-2018 lalu menjadi Rp 11,85 miliar.

Pendapatan kegiatan pengelolaan dan lain-lain juga naik 88,45% menjadi Rp 32,18 miliar. Hal ini membuat laba sebelum pajak Puradelta terkerek menjadi Rp 18,71 miliar.

Padahal, karena penjualan turun, Puradelta mencetak rugi usaha sebesar R…

PBRX | Pan Brothers Dorong Produktivitas dan Peningkatan Kapasitas

(Baca juga: Pola Distribusi Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten garmen dan tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menargetkan pertumbuhan penjualan 10%-15% sepanjang 2019. Ada beberapa langkah yang akan dilakukan oleh Pan Brothers.

Salah satunya dengan meningkatkan produksi. "Dalam menunjang target, PBRX telah menyiapkan anggaran sebesar US$ 10 juta untuk kebutuhan otomatisasi dan digitalisasi," jelas Vice Chief Excecutive Officer Pan Brothers Anne Patricia Sutanto, dalam paparan publik, Rabu (26/6).

Anne menjelaskan, otomatisasi dan digitalisasi berbentuk database yang terintegrasi bisa mendorong produktivitas mesin. Perusahaan tekstil ini akan meminimalisasi pekerjaan manual, seperti pada mesin panel.

Pan Brothers telah melengkapi fasilitas produksi hightech apparel, seperti padded apparel, seamless apparel, waterproof apparel, dengan peralatan yang mengusung teknologi high frequency welding, bonding dan ultrasonic.

Selain itu, Pan Brothers akan mengoperasikan pabrik baru, …

CTRA | Ini Sederet Proyek Properti Anyar Besutan Ciputra (CTRA)

(Baca juga: Cara Cutloss Yang benar dalam Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah pemilu selesai, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) siap menggelar ekspansi. Pada semester kedua tahun ini, Ciputra akan menyegarkan pasar properti dengan meluncurkan proyek baru.

Emiten properti tersebut berencana meluncurkan empat proyek anyar pada semester kedua tahun ini. Keempat proyek itu adalah landed residential di Puri (Jakarta Barat) seluas 18 hektare (ha), township di Sentul (Bogor) tahap pertama seluas 114 ha, apartemen di Ciracas (Jakarta Timur) seluas 7 ha dan mixed use landed residential di Driyorejo, Gresik (Jawa Timur).

Selain proyek baru, Ciputra merilis properti baru di proyek existing. Diantaranya merilis klaster baru CitraLand Surabaya, CitraRaya Tangerang Citra Maja Raya, Citra Indah Jonggol dan CitraPlaza Nagoya Batam.

Untuk mendukung ekspansi tadi, CTRA mengalokasikan dana belanja modal (capex) sebesar Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,6 triliun. Dengan proyek baru, manajemen CTRA berharap…

SMCB | Jual Tanah, Opsi SMCB Lolos dari Utang Bawaan

(Baca juga: Pengertian Breakout dan Contohnya)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) berencana menjual tanah di dekat lokasi pabrik Cilacap, Jawa Tengah dan di Jawa Barat dengan perkiraan harga di bawah Rp 100 miliar. Mereka menilai, kedua aset tersebut tidak produktif untuk keperluan usaha.

Kedua tanah ini merupakan aset bawaan dari sejak Solusi Bangun Indonesia menyandang nama PT Holcim Indonesia Tbk. Perubahan nama terjadi pada Februari 2019 setelah PT Semen Indonesia Tbk membeli Holcim Indonesia dari tangan Lafarge Holcim, perusahaan Swiss.

Melalui penjualan aset, Solusi Bangun Indonesia ingin menekan kerugian dan utang. "Tapi penjualan tersebut bukan cara utama yang kami tempuh untuk mengurangi kerugian dan utang," kata Aulia Mulki Oemar, Presiden Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk saat paparan publik, Rabu (26/6).

Solusi Bangun Indonesia memang memiliki pekerjaan utama yakni memperbaiki rapor keuangan. Maklum, perusahaan semen tersebut men…

INCO | Harga Divestasi Saham Vale dan Natarang Segera dibahas

(Baca juga: Strategi Buy On Breakout Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membentuk tim yang bertugas menilai saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk dan PT Natarang Mining. Selain Kementerian ESDM, tim juga beranggotakan Kementerian Keuangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Penilaian perusahaan alias valuasi mengacu pada Peraturan Menteri ESDM 43/2018. "Semoga proses valuasi bisa selesai pada Agustus 2019," tutur Yunus Saefulhak, Direktur Pembinaan dan Penguahaan Mineral Kementerian ESDM kepada KONTAN, Rabu (26/6).

Menurut beleid tersebut, penentuan valuasi perusahaan merujuk pada harga pasar yang wajar tanpa memperhitungkan cadangan tambang. Sementara metode penghitungannya menggunakan discounted cash flow atau bisa juga memakai perbandingan data pasar. Valuasi perusahaan bertujuan untuk mengetahui nilai atas porsi saham divestasi Vale Indonesia sebesar 20% maupun Natarang Mining sebesar 22%.

Setelah pros…

Analisa Saham WEGE, SMRA dan JSMR | 27 Juni 2019

(Baca juga( Support dan Resistance dalam Saham)
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
June 27, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,310(-0.16%), Consolidation, trading range 6,283 – 6,345. indikator MFI optimized. dan indicator RSI  optimized masih cenderung turun. Namun pada periode weekly ,indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  juga masih cenderung naik. Daily resistance terdekat di 6,345 dan support di 6,283. Cut loss level di 6,233.

WEGE Daily,  338 (-1.74%), buy on wekaness, trading range 332 – 350 . Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline. Daily support 332 dan resistance di 350. Cut loss level di 320.

SMRA Daily  ,1,170(+0.86%), buy on wekaness, trading range 1,145 – 1,210.  indikator MFI optimized dan W%R optimized akan menguji support trendline. Daily support  di 1,145 sementara itu daily resistance  di  1,210. Cut loss level di 1,150.

JSMR  Daily , 5,725 (-1.28%), buy on wekness,, trading range 5,…

Analisa Saham DMAS, LSIP, PGAS dan ISAT

(Baca juga: Pentingnya Likuiditas Saham Untuk Trading)
MNC Daily Scope Wave
27 Juni 2019

IHSG kemarin ditutup terkoreksi tipis 0,2% ke level 6,303. Selama IHSG belum dapat bergerak menguat dan menembus 6,360 maka IHSG masih dapat terkoreksi kembali untuk menutup gap pada area 6,260-6,270. Namun bila IHSG mampu menembus 6,360 maka target penguatan IHSG berada pada area 6,400-6,450.
Support: 6,200, 6,100
Resistance: 6,360, 6,450

DMAS - Buy on Weakness (266)
Kami memperkirakan DMAS sudah menyelesaikan wave [iv] dari wave 5, dimana saat ini DMAS berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave [v] dari wave 5 dengan target pada level 300.
Buy on Weakness: 262-266
Target Price: 290, 300
Stoploss: below 248

LSIP - Buy on Weakness (1,120)
Koreksi yang terjadi pada LSIP kemarin (26/6), merupakan bagian dari wave (b), hal ini mengindikasikan bahwa masih ada potensi koreksi LSIP. Setelah koreksi LSIP selesai, maka LSIP akan berpotensi menguat kembali.
Buy on Weakness: 1,050-1,100
Target Price: …

Analisa Saham ICBP, BEST dan UNTR

Analisa Saham ICBP, BEST dan UNTR (Baca juga: Price to Book Value)
ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 10.100 kemudian 10.225 dengan support di level 9.875, cut loss jika break 9.775.
BEST (Buy) : Target kenaikan harga pada level 310 kemudian 318 dengan support di level 288, cut loss jika break 276.
UNTR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 28.400 kemudian 29.000 dengan support di level 27.200, cut loss jika break 26.600.

Full report bisa diakses di : ipot

Analisa saham CENT, PTBA dan FREN

Analisa saham CENT, PTBA dan FREN (Baca juga: Cara Menentukan Valuasi Nilai Saham)
1. CENT
Saham ini masih berpotensi mengejar high di bulan Mei. Saat ini Support terlihat di area 89-91. Ketika besok harga mampu close diatas >97 maka ada peluang untuk mengejar di area 105-110. Musti kuat sabar aja kalau hold saham ini. Yang sudah beli di area support kemarin tinggal dikawal saja ya.

2. PTBA
Sektor mining beberapa hari ini mulai menunjukkan tajinya. Saham ini sempat membentuk pola W kecil, biasanya ada pertanda untuk naik. Apalagi saham ini punya 2 GAP yang seharusnya ditutup. Saat close diatas > 3080, menarik untuk dikoleksi. Waspada jika saham berbalik arah menuju <2800 .="" 3400.="" ada="" close="" dan="" di="" harga="" jika="" keluar="" kisaran="" p="" target="" wajib="">
3. FREN
Saham yang sempat bikin heboh kini mencoba membuat suatu patte…

Analisa Saham PTPP, BNGA dan INDF

Analisa Saham PTPP, BNGA dan INDF (Baca juga: Bagaimana Saham Diperdagangkan)
1. PT PP Tbk (PTPP)

Saham PTPP saat ini tengah menguji three black crows pattern candle, dengan RSI melemah. Selain itu, indikator stochastic juga mencerminkan kondisi overbought, namun untuk volume perdagangan masih meningkat.

PTPP: Buy on weakness
Support: Rp 2.180
Resistance: Rp 2.270

Achmad Yaki, Analis BCA Sekuritas


2. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)

Saham BNGA saat ini berhasil bergerak naik di atas EMA90 dan membentuk pola bullish ab=cd. Idealnya BNGA masih memiliki peluang untuk tetap bergerak positif menuju resistance terdekat.

BNGA: Buy on weakness
Support: Rp 1.050
Resistance: Rp 1.250

Anthonius Edyson, Analis Astronacci Sekuritas

3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Saham INDF saat ini cenderung bergerak sideways, namun harga masih rawan koreksi. Hal tersebut terindikasi dari stochastic yang melandai ke bawah.

Selain itu, indikator MACD juga sudah berada di area death cross dan mengindikasikan …

Rekomendasi Saham Reliance Sekuritas | 27 Juni 2019

(Baca juga: Bull, Bear dan Sentimen Pasar)
Ipotnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan berada dalam kecenderungan melemah, setelah kemarin berbalik turun sebesar 0,16 persen ke level 6.310.
Menurut analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, secara teknikal, laju IHSG terkonsolidasi pada Moving Average 5 hari (MA5) dan kembali berusaha mempertahankan level 6.300 hingga akhir sesi perdagangan.
Dia menyebutkan, indikator stochastic memberikan sinyall bearish dengan RSI yang bearish momentum. Secara teknikal, pergerakan IHSG masih cenderung negatif dengan peluang menutup gap serta menguji support lower bollinger bands.
"Sehingga, kami memperkirakan pergerakan IHSG masih akan tertahan dengan kecenderungan melemah, dengan kisaran support-resistance 6.260-6.340," kata Lanjar, di Jakarta, Kamis (27/6).
Lebih lanjut dia mengatakan, pada perdagangan kemarin, mayoritas bursa saham Asia ditutup melem…

Analisa Saham HMSP, IMAS dan MYOR

Analisa Saham HMSP, IMAS dan MYOR (Baca juga: Cara Memilih Broker Saham Online Yang Baik)
1. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), Daily (Rp3.190) (RoE: 31,96%; PER: 29,47x; EPS: 113,00; PBV: 9,42x; Beta: 0,87). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  inverted hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.180-3.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.250, 3.320, 3.380 dan 3.440. Support: Rp3.150 dan 3.100.

2. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), Daily (Rp2.530) (RoE: 23,08%; PER: 2,83x; EPS: 901,40; PBV: 0,64x; Beta: -0,81). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.520-2.540, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.650 dan 2.750. Support: Rp2.450 dan 2.400.

3. PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Daily (Rp…

Rekomendasi Saham Indosurya Bersinar Sekuritas | 27 Juni 2019

(Baca juga: 3 Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Investasi)
Ipotnews - Pada perdagangan hari ini, pergerakan Indeks Harga Saham ( IHSG ) diperkirakan masih mengalami konsolidasi minor, sehingga terjadinya koreksi wajar bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengakumulasi pembelian sejumlah saham pilihan.
"Menjelang akhir pekan di bulan keenam 2019, IHSG terlihat masih terkonsolidasi wajar sebelum meraih peluang kenaikan pada awal bulan depan," ucap analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, di Jakarta, Kamis (27/6).
Dia menyebutkan, momentum terjadinya koreksi minor bisa dimanfaatkan pelaku pasar dengan mengakumulasi pembelian pada saham-saham yang kembali melanjutkan proses penurunan. "Mengingat dalam jangka panjang laju IHSG masih berada dalam pola  uptrend ," kata William.
Lebih lanjut William menyebutkan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.257, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha…

Analisa Saham AKRA, CTRA dan DOID

Analisa Saham AKRA, CTRA dan DOID (Baca juga: Memahami Shortselling)
1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Daily (Rp4.090) (RoE: 7,82%; PER: 20,99x; EPS: 201,56; PBV: 1,65x; Beta: 0,8). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  inverted hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp4.060-4.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.120, 4.200, 4.310, 4.550 dan 4.800. Support: Rp4.060 dan 4.010.

2. PT Ciputra Development Tbk (CTRA), Daily (Rp1.065) (RoE: 6,59%; PER: 17,49x; EPS: 60,88; PBV: 1,15x; Beta: 1,83). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah  bollinger  dan terlihat pola  inverted hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.050-1.070, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.095, 1.215 dan 1.335. Support: Rp1.040 dan 1.000.

3. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), Daily (Rp515) (RoE: 2,06…

Rekomendasi Saham Artha Sekuritas | 27 Juni 2019

(Baca juga: Cara Memilih TimeFrame untuk Trading Saham)
Liputan6.com, Jakarta Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan terkoreksi dengan diperdagangkan pada level support 6284-6297 dan resistance 6328-6346.

Analis PT Artha Sekuritas, Dennies Christoper mengatakan, dari dalam negeri sendiri, masih minim sentimen yang terbilang dapat mendorong penguatan indeks.

Selain itu, dari area teknikal penguatan IHSG juga sudah terlihat terbatas. Hal ini mengindikasikan pelemahan sementara untuk jangka pendek akan terjadi.

Sementara itu, dari global, sinyal pembatalan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral The Fed dinilai memantik reaksi negatif terhadap pasar.

Oleh karena itu, pihaknya memperkirakan, indeks akan bergerak tertahan pada rentang support-resistance di 6.284-6.346.

"Pelemahan diakibatkan oleh ketidakpastian setelah investor mencerna pernyataan dari The Fed yang akan kembali mengkaji penurunan suku bunga," tutur dia dalam risetnya di Jakarta, Kamis (27/6/…

Analisa Saham WIKA, PGAS, INDF dan BBNI

Analisa Saham WIKA, PGAS, INDF dan BBNI (Baca juga: 4 Chart Terpenting Saham)
1. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dengan target  profit taking  di kisaran Rp2.480-2.580, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp2.320 dan Rp2.280, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp2.220.

2. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dengan target  profit taking  di kisaran Rp2.260-2.360-2.460, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp2.120 dan 2.080, disarankan  cut-loss  pada posisi 2.020.

3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dengan target  profit taking  di kisaran Rp7.175-7.275-7.375, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp6.925 dan Rp6.825, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp6.725.

4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dengan target  profit taking  di kisaran Rp9.150-9.350, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp8.875 dan Rp8.775, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp8.675.

PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko