Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 24, 2018

Analisa Saham Consumer (ICBP, UNVR, MYOR dan ROTI) | 24 Agustus 2018

ID - [Consumer]: Bullish On FMCG: Initiate Mayora; Upgrade Unilever
Analyst: Andrey Wijaya

Link to our 91-pages report: https://research.rhbtradesmart.com/attachments/24/rhb-report-ind_consumer-non-cyclical-consumer-staples_sector-update_20180824_rhb-59123892973111775b7f3df2a72f2.pdf

Our pecking order: ICBP > UNVR > MYOR > ROTI

We are bullish on Indonesian FMCG companies – initiate coverage on Mayora with BUY, upgrade Unilever to BUY from Neutral, reiterate BUY on Indofood CBP with higher TP.

We see consumer spending improving, boosted by higher government subsidies – recipients of cash hand-outs have increased and public servants’ salaries are to be raised by 5% on average.

Key risk in our view is a weaker IDR that may increase costs. However, we see room to pass on higher costs by raising selling prices. Our ground checks suggest no major retail price increases YTD.

Analisa Saham ADHI | 24 Agustus 2018

Samuel Sekuritas on Adhi Karya (ADHI) 08/15/2018
2H18 should be better

- Nature bisnis sektor konstruksi di setiap tahunnya pada periode 2H, terutama 4Q pertumbuhan kontrak baru dan pendapatan serta laba bersih akan lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Per 7M18 kontrak baru ADHI sebesar Rp7.45tn atau inline, mencapai 32% vs target ADHI dan 32.7% dari FY18E kami.

- Kami menyukai ADHI yang fokus mengeksekusi kontrak dalam pipeline. Penurunan kontrak baru di sepanjang tahun ini telah masuk kedalam asumsi modeling kami dan kami harapkan tidak akan memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan laba bersih FY18, selama pembayaran dua termin proyek LRT akan diterima tahun ini (lihat report 18 Mei 2018).

- Saat ini, progress total proyek LRT wilayah Jabodebek Fase I telah mencapai 37.4%. Dengan mengasumsikan laporan kinerja keuangan 1H18 ADHI tercatat dibawah ekspektasi kami dan konsensus, maka hal tersebut belum merubah rekomendasi kami, mengingat nature bisnis sektor k…

Analisa Saham INCO | 24 Agustus 2018

NH Korindo Sekuritas on Vale Indonesia (INCO) 08/15/2018 Focuses on Stainless Steel


- INCO menikmati laba bersih USD22.5 juta atau tumbuh 247.2% y-y dan 11.0% q-q. Berkat ASP yang melonjak menjadi USD 10.880 / ton atau merayap naik 10,0% q-q dan 44,3% y-y. Tren kenaikan harga nikel global yang lebih tinggi adalah takeaway logis untuk ASP yang melonjak. Kami memproyeksikan bahwa harga nikel global mungkin mencapai USD14.000-14,750 / ton pada 2018-2019 mengingat pertumbuhan 5% -7% dalam permintaan baja China.

- Kami mengawasi bahwa 70% dari pasokan nikel global saat ini digunakan oleh industri baja, sementara 5% sisanya digunakan oleh industri baterai Electric Vehicle (EV) - memanfaatkan 99% kandungan nikel. Meskipun pasokan nikel kontras, permintaan untuk baterai EV otomotif kemungkinan terkunci lebih tinggi dalam periode jangka panjang.

- Dengan memanfaatkan dominasi stainless steel, INCO mungkin berfokus pada pengoptimalan kapasitas produksi produk antara dengan 78% kandungan nikel …

Analisa Saham ADRO | 24 Agustus 2018

IND: Adaro Energy: Earnings Recovering; Stronger 2H18 Expected
Analyst: Hariyanto Wijaya, CFA, CPA, CMT

https://research.rhbtradesmart.com/attachments/33/rhb-report-ind_adaro-energy_results-review_20180824_rhb-537875715631214745b7f4dc0b573b.pdf

Adaro booked 1H18 earnings of USD195m, representing 37% and 39% of our and consensus 2018 expectations – the results are still within expectations as 1H18 coal production was at 43-44% of its 2018 production target.

2Q18 earnings of USD121m recovered strongly from 1Q18 (+62.5% QoQ), mostly on a recovery in coal sales and production volume during 2Q18. We maintain our assumptions and forecasts, as we believe coal production and earnings should improve in 2H18.

Acquisition of Kestrel coking coal mine was completed on 1 Aug 2018. We have not factored in the Kestrel acquisition in our forecasts. Based on our calculations, the acquisition could increase Adaro’s 2019F EPS by around 8%.

Reiterate BUY with unchanged DCF-derived TP of IDR2,600, 34% ups…

Acset Indonusa Tbk (ACST) Dapatkan Kontrak di Pelabuhan Peti Kemas

Acset Indonusa Tbk (ACST) memperoleh tambahan kontrak baru yang didominasi oleh pekerjaan pondasi hingga Juli 2018 yakni di Pelabuhan Terminal Peti Kemas, Medan dengan nilai kontrak sebesar Rp7,5 miliar.

Dengan demikian, perseroan telah mendapatkan 6 kontrak baru pekerjaan pondasi sampai dengan Juli 2018 dengan total nilai kontrak baru pekerjaan pondasi sampai dengan periode tersebut yakni Rp275 miliar.

Adapun proyek pondasi yang diperoleh yakni Fly Ash Silo senilai Rp30 miliar, Graha Pertamina senilai Rp40 miliar, Tanjung Jati B Expansion Silo (Jawa 4) senilai Rp20 miliar, Pelabuhan Patimban senilai Rp173 miliar, Gedung Balai Kesehatan Penerbangan I senilai Rp4,5 miliar, dan Pelabuhan Terminal Peti Kemas.

Adapun dari sisi pekerjaan struktur, ACSR telah memperoleh proyek Borobudur Finishing senilai Rp30 miliar.
http://britama.com/index.php/2018/08/acst-dapat-kontrak-baru/

Gihon Telekomunuikasi Indonesia Tbk (GHON) Bidik Pertumbuhan Moderat 2018

Gihon Telekomunuikasi Indonesia Tbk (GHON) membidik pertumbuhan moderat pada 2018 sejalan dengan kinerja operator telekomunikasi yang tertekan kebiijakan registrasi kartu prabayar.

Registrasi kartu SIM membuat industri operator tumbuh tidak semasif tahun lalu dan berdampak pada kienrja perseroan.

Perseroan telah memprediksi kondisi tersebut sehingga menetapkan pertumbuhan moderat pada penambahan menara yakni tumbuh 15% YoY atau sebanyak 67 unit.

Perseroan akan membangun 67 menara tersebut menyebar di beberapa daerah di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Adapun perseroan membelanjakan rata-rata Rp1 miliar untuk pembangunan satu unit menara.
http://britama.com/index.php/2018/08/ghon-perbanyak-menara-baru/

Pertumbuhan Trafik Data XL Axiata Tbk (EXCL) Melambat

Registrasi kartu SIM prabayar memperlambat pertumbuhan trafik data XL Axiata Tbk (EXCL).

Pemblokiran total yang diberlakukan pada Mei 2018 berdampak ke perlambatan pertumbuhan trafik data.

Meskipun demikian, perseroan memperkirakan pertumbuhan trafik ke depannya akan lebih sehat karena didorong perubahan perilaku konsumen.

Pada semester I-2018, trafik data EXCL tumbuh 76% YoY menjadi 957.742 TB dibandingkan dengan pertumbuhan pada semester I-2017 sebesar 176% YoY.

http://britama.com/index.php/2018/08/pertumbuahan-trafik-data-excl-mengalami-perlambatan/

Perolehan Kontrak PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) Tahun 2018

Performa PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) dalam berburu proyek-proyek baru sangat bagus. Perusahaan konstruksi ini telah berhasil mengantongi kontrak anyar sebesar Rp 5,95 triliun selama periode Januari hingga akhir Juli 2018.

Capaian WEGE sepanjang tujuh bulan pertama itu setara 76% dari target tahunan mereka. Tahun ini, perseroan mematok target kontrak baru sebesar Rp 7,82 triliun. Sehingga di lima bulan berikutnya, Wika Gedung hanya tinggal mengejar Rp 1,9 triliun lagi agar target itu tercapai.

"Dengan begitu total order book (kontrak yang dihadapi) WEGE sampai Juli mencapai Rp 14,84 triliun," ungkap managemen WEGE dalam materi paparan publiknya, Kamis (23/8)

Sepanjang semester I-2018, WEGE hanya berhasil mendapatkan kontrak baru Rp 3,1 triliun. Capaian terbesar mereka pada Juli yang berhasil meraup kontrak Rp 2,8 triliun hanya dalam satu bulan itu saja.

Kontrak baru WEGE itu diperoleh dari proyek-proyek antara lain Pengembangan Bandara Palembang Rp 144,27 mili…

PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) Jual Saham

PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) berencana menjual kembali saham hasil buyback. Produsen ponsel ini akan menggunakan dana tersebut untuk perluasan usaha.

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, aksi korporasi yang dilakukan oleh PTSN berdampak positif bagi kinerjanya.

"Tentu itu positif, ekspansi itu akan memberikan posisi yang bagus untuk perusahaan dalam jangka panjang dan menyehatkan neraca keuangan ke depannya," jelasnya, Kamis (23/8).

Aditya bilang kinerja PTSN sejauh ini cukup baik, tapi ada kenaikan utang di jangka pendek yang nilainya cukup besar dan dalam denominasi dollar AS.

"Ini yang harus diperhatikan jika kita melihat akhir-akhir ini pergerakan rupiah melemah terhadap dollar dan tentu akan mempengaruhi solvency perusahaan, posisi DER (debt to equity ratio) sudah di atas 1,65 kali," katanya.

Namun terlepas dari hal itu, Aditya mengungkapkan, kinerja perseroan memang terdongkrak karena ASUS telah berinvestasi di Indonesia melalui PTSN.

&q…

Corporate Action Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO)

Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) berencana melakukan penambahan modal melalui penawaran umum terbatas (PUT) VII.

Dengan penambahan modal tersebut, perseroan siap naik kelas ke bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dengan modal inti minimal Rp5 triliun.

Dalam aksi korporasi tersebut, AGRO akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5 miliar lembar shaam atau sekitar 27% saham baru dari jumlah saham yang ditempatkan perseroan. AGRO menargetkan dana sebesar Rp2 triliun dengan harga pelaksanaan sebesar Rp400 per lembar saham.
http://britama.com/index.php/2018/08/agro-akan-lakukan-aksi-korporasi/

Fast Food Indonesia Tbk (FAST) Buka 55 Gerai Baru

Fast Food Indonesia Tbk (FAST) Buka 55 Gerai Baru
Fast Food Indonesia Tbk (FAST) telah membuka 12 gerai baru sejak awal 2018 dan berencana membuka 35 gerai dan 20 KFC Box, sehingga jumlah gerai yang akan dibuka sebanyak 55 gerai baru.

Namun, hingga saat ini realisasinya masih jauh dari target. Kendati demikian, perseroan optimistis target dapat terpenuhi.

Dengan penambahan 12 gerai baru sejak awal 2018, maka FAST sudah mempunyai 640 gerai.

Adapun perseroan menyasar kawasan Indonesia Timur dan kota-kota lapis dua di Pulau Jawa untuk tahun ini.
http://britama.com/index.php/2018/08/fast-berencana-buka-banyak-gerai-baru-tahun-ini/

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) Jual Produk Premium

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) Jual Produk Premium
Emiten pertambangan batu bara PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mulai melakukan penjualan produk premium dengan kalori 6.100—6.700 Kcal/kg pada bulan ini.

Direktur Komersial PTBA Adib Ubaidillah mengungkapkan, pada bulan ini perusahaan sudah melakukan pengiriman perdana produk batu bara berkalori tinggi sejumlah 225.000 ton. Perinciannya, ke pasar Taiwan 150.000 ton, dan Jepang 75.000 ton.

“Batu bara berkalori tinggi sudah mulai dijual. Bulan ini sudah pengiriman perdana ke Jepang dan Taiwan,” tuturnya kepada Bisnis, Kamis (23/8/2018).

Menurutnya, perusahaan mencari peluang melalui produk premium untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memacu ekspor. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah yang ingin menambah devisa melalui pemasukan dalam bentuk dolar AS.

Sampai akhir tahun, penjualan batu bara berkalori tinggi diharapkan mencapai kisaran 1 juta ton. Strategi ini diharapkan turut menjaga kinerja keuangan perusahaan yang bertumbuh stabil.

“Kami…

Laba PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) Tertekan Beban Pokok

Emiten pertambangan batu bara PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) membukukan laba bersih US$195,38 juta pada semester I/2018. Nilai itu turun 12,14% year-on-year (yoy) akibat peningkatan beban pokok dan biaya keuangan.

Dalam laporan keuangan per Juni 2018 yang dipublikasikan Kamis (23/8/2018), ADRO mencatatkan pendapatan usaha sejumlah US$1,61 miliar. Nilai itu naik 3,94% yoy dari sebelumnya US$1,55 miliar.

Bisnis penjualan batu bara berkontribusi 92% dari total pendapatan atau sejumlah US$1,48 miliar. Pasar ekspor berkontribusi US$1,2 miliar, sedangkan pasar domestik US$281,37 juta.

Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir menyampaikan, pertumbuhan pendapatan didukung kenanaikan harga jual batu bara perseroan sekitar 9% yoy. Peningkatan ini mengikuti pergerakan harga global Newcastle.

Dari sisi operasional, volume produksi pada semester I/2018 turun 4% yoy menjadi 24,06 juta ton, sedangkan penjualan melesu 6% yoy menuju 23,80 juta ton. Melambatnya kinerja disebabkan faktor cuaca yang…

Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) Terimbas GIIAS 2018

Setelah event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, sejumlah produsen mobil mengklaim menorehkan hasil penjualan yang bagus untuk beberapa tipe mobil terbaru.

Analis Narada Aset Manajemen Kiswoyo Adi Joe mengatakan, event GIIAS memberikan dampak positif bagi kinerja PT Astra International Tbk (ASII).

"GIIAS dijadikan momentum untuk mengukur minat pasar. Apakah mobil hasil produksi ASII masih diminati atau tidak, jika dibandingkan dgn pesaingnya dari merk lain," jelasnya, Kamis (23/8).

Kiswoyo juga optimis bahwa pangsa pasar mobil ASII bisa naik ke 51% hingga akhir tahun. "Sedangkan untuk pendapatan dan net profitnya bisa naik 5% di akhir tahun," tambahnya.

Dari sisi saham, ia merekomendasikan untuk buy saham ASII dengan target harga hingga akhir tahun di level Rp 10.000 per saham.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga memiliki pendapat yang mirip.

"Prospek ASII masih bagus. Bahkan di luar event seperti GIIAS, penjualan kendaraan sela…

Penjualan PT United Tractors Tbk. (UNTR) Meningkat di 2018

Emiten alat berat dan kontraktor PT United Tractors Tbk. (UNTR) membukukan penjualan alat berat sejumlah 2.876 unit pada periode Januari—Juli 2018. Volume itu mencakup 63,91% dari target sepanjang tahun sejumlah 4.500 unit.

Investor relations United Tractors Ari Setiyawan menyampaikan, pada 7 bulan pertama 2018 perusahaan sudah membukukan penjualan alat berat sejumlah 2.876 unit. Volume itu meningkat 39,54% year-on-year (yoy) dari Januari—Juli 2017 sebanyak 2.061 unit.

Pasar di sektor tambang mendominasi penyerapan sebesar 55%, kemudian konstruksi 21%, perkebunan 15% dan kehutanan 9%. Moncernya penjualan di sektor tambang didukung harga batu bara yang bergerak positif.

“Pada bulan Juli 2018, penjualan Komatsu mencapai 476 unit, naik dari bulan sebelumnya 303 unit. Adapun, pencapaian selama 7 bulan membuat pangsa pasar kami mencapai 36%,” paparnya dalam laporan operasional perusahaan, Kamis (23/8/2018).

Corporate Secretary United Tractors Sara K. Loebis menyampaikan, faktor pendukung …

PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) Ajukan Skenario Gagal Bayar Obligasi

Emiten transportasi PT Express Transindo Utama Tbk. mengajukan sejumlah skenario untuk dapat mengatasi persoalan gagal bayar bunga obligasi perseroan yang seharusnya dipenuhi pada Juni 2018.

Berdasarkan dokumen agenda Rapat umum Pemegang Obligasi yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan kode saham TAXI tersebut mengajukan dua opsi restrukturisasi atas Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014.

Pertama, perseroan akan mengajukan persetujuan atas pelepasan jaminan Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 berupa seluruh kendaraan bermotor dan tanah di Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Hasil penjualannya akan digunakan satu pertiganya untuk modal kerja perseroan sedangkan sisanya sebagai insentif bagi pemegang obligasi yang memilih konversi dengan nilai insentif maksimum 50% dari nilai pokok obligasi yang dimiliki.

“Penjualan jaminan dan distribusi dilakukan secara bertahapselambat-lambatnya pada 31 Desember 2020. Perseroan hanya dapat melakukan penjualan jaminan kendaraan pada har…

PT Tigal Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) Siapkan Penyelamatan

Perseteruan antara komisaris dan direksi PT Tigal Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) belum berakhir. Meski begitu, kubu komisaris juga mulai menyusun upaya penyelamatan perusahaan konsumer ini.

Dewan komisaris ASIA sudah menyiapkan skenario penyelamatan. "Kami akan tagih semua piutang," ujar Jaka Prasetya, Komisaris AISA kepada KONTAN, Kamis (23/8).

Pihak komisaris bukan cuma berniat menagih piutang dari pihak ketiga, tapi piutang pihak berelasi juga akan ditagih. Salah satunya piutang JOM Prawarsa terkait divestasi PT Golden Plantation Tbk (GOLL) dengan nilai
Rp 588,24 miliar.

Nilai sebesar itu termasuk denda keterlambatan 10,25% per tahun. "Kalau diambil 20% saja, urusan selesai," imbuh Jaka.

Hitungan kasar, 20% dari piutang JOM setara Rp 117,65 miliar. Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk membayar tiga bunga obligasi AISA, total senilai Rp 109,42 miliar. Dus, AISA tak harus gagal bayar Juli lalu.

Per Desember 2017, AISA juga memiliki piutang usaha Rp 2,11 triliu…

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF.
IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan.

"Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys.

Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016.

"Selain itu tingkat utang Spindo meningkat karena tin…

Bank Victoria Tbk (BVIC) Bayar Bunga Obligasi

BANK VICTORIA BERNIAT BAYAR BUNGA OBLIGASI PADA 5 SEPTEMBER.
IQPlus, (23/08) - Bank Victoria Tbk (BVIC) berniat melakukan pembayaran bunga obligasi berkelanjutan seri A dan B serta Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2018 ke-1 pada 5 September 2018.

Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan bahwa total nilai pembayaran bunga mencapai Rp17,20 miliar dimana terdiri dari pembayaran bunga berkelanjutan Seri A sebesar Rp2,45 miliar dan seri B sebesar Rp5,15 miliar serta Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2018 sebesar Rp9,625 miliar.

Seperti diketahui nilai pokok Obligasi Berkelanjutan Seri A sebesar Rp100 miliar dengan bunga 9,7% dan seri B sebesar Rp200 miliar dengan bunga 10,3% serta Berkelanjutan I Tahap II sebesar Rp350 miliar dengan bunga 11%. (end)

Rekomendasi Saham William Hartanto | 24 Agustus 2018

WH Project Outlook 24 Agustus 2018

IHSG ditutup menguat 38,68 poin (+0.65%) menuju level 5982,98 pada perdagangan hari Kamis 23 Agustus 2018.

Let’s go back to the market!

IHSG sempat menurun pada sesi pertama perdagangan kemarin dan beberapa pelaku pasar mengaitkan hal ini dengan krisis Venezuela. Namun kami menemukan bahwa hal ini sangat tidak tepat.

Hari ini adalah penutup pekan maka jika memungkinkan disarankan untuk melakukan take profit.

Lalu, bagaimana dengan IHSG hari ini?

IHSG VIEW

IHSG berpotensi menguat dengan range 5950 s/d 6120.

REKOMENDASI SAHAM

Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk trading hari ini: UNTR, BOLT, TGRA, BSDE, dan CTRA.

Trading Plan Saham BNLI, BSDE, BRIS dan BCIP | 24 Agustus 2018

Selamat Pagi Sahabat Stock Preneur
Berikut beberapa saham pilihan hari ini 24 AGUSTUS 2018 (DAILY 0R SWING)

1. (BNLI) Hari ini akan uji Resisten terdekat di 535 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 545 dan 555 Stop Loss jika turun dibawah 500. Range Buy hari ini di 505-530.
2. (BSDE) Hari ini akan uji resisten terdekat di 1320 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 1350 dan 1405 Stop loss jika turun dibawah 1220. Range Buy hari ini di 1250 –1300 .
3. (BRIS) Hari ini akan uji resisten terdekat di 690 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 720 dan 760 Stop loss jika turun dibawah 625. Range Buy hari ini di 640-670
4. (BCIP) Hari ini akan uji resisten terdekat di 92  Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 95 dan 100 STOP  loss jika turun dibawah 86. Range Buy hari ini di 88 - 92.

SAHAM FAST TRADE (TRADING CEPAT)

1. SRSN  Range BUY 61-64 Target di 65-70. Stoploss Jika turun dibawah 58

TETAP PERHATIKAN KONDISI MARKET JUGA YAH dan Kawal Saham Yang sudah Masuk menu Kem…

Watchlist Saham PacificTrader | 24 Agustus 2018

Selamat pagi semuanya
Rekomendasi 24/08/2018

Highlight hari ini yang bisa di perhatikan
- IHSG menguat 3 hari berturut-turut diperkirakan IHSG akan tertahan di resis 6030, hari Jumat potensi profit taking setelah kenaikan 3 hari

Watchlist for today
TKIM
IMAS
BBNI
HRUM
ADRO
WSKT

Monggo di share dan invite teman2nya kalau sudah cuan, rekomendasi setiap hari gratistis

Trading Plan Saham BBRI, BBTN dan ANTM | 24 Agustus 2018

IHSG (5.950-6.050) : indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak terkoreksi. Target pelemahan indeks pada level 5.950 kemudian 5.915 dengan resist di level 6.010 dan 6.050.

BBRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.350 kemudian 3.420 dengan support di level 3.200, cut loss jika break 3.110.

BBTN (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.700 kemudian 2.760 dengan support di level 2.560, cut loss jika break 2.490.

ANTM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 895 kemudian 920 dengan support di 845, cut loss jika break 820.

Full report bisa di akses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c5g8g

Watchlist Saham Tetra X Change | 24 Agustus 2018

IDX DIRECTION 24 Agustus 2018 
Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Sudah Miliki 2 Support, Index Potensi Uji Area Psikologis 6000 yang Rentan Profit Taking

Berapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :  ADR ASRI BBRI MPMX SCMA        (cross over MA20 kemarin)
Fast Trade : CENT INTP BSDE SMRA CTRA WOOD BBRI HRUM BBCA BOGA  (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20
Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle


Detail lengkap dan chart analisa pada tautan berikut
http://temantrader.com/2018/08/24-agus-2018/

Terima kasih

TETRA X CHANGE

Watchlist Saham Moerdo | 24 Agustus 2018

Watchlist Saham Moerdo
Untuk saham pilihan saya masih dengan kemarin, yakni INKP, KREN, POLY, dan WOOD.

INKP --> Hold
Harga hari ini lanjut bergerak menguat diperkirakan masih akan melanjutkan penguatannya untuk esok hari.

KREN --> Hold Akan Teapi dengan ekstra perhatian.
Harga hari ini melemah dan mulai masuk kembali ke area konsolidasi. Jika harga menembus EMA50, maka bisa buang posisi. Untuk saat ini masih bisa hold. Perlu diwaspadai jika harga melemah kembali dan ditutup dibawah EMA50.

POLY --> Hold
Harga masih disekitaran support dan masih bergerak terbatas atau sideways cenderung naik.

WOOD --> Hold.
Harga menguat cukup tinggi. dan diperkirakan masih akan berpotensi menguat esok hari. Jika menguat terus harga berpotensi mengkonfirmasikan chart pattern cup and handle.

Screening 24 Agustus 2018

BMRI (SB)
CTRA (SB) (!)
SMBR (SB)
SMRA (B)
HRUM (B)
BBTN (B) - Strong Buy
ANTM (B) - Strong Buy
ASRI (B)
CAMP (B)
BBRI (B) - Strong Buy (!)
BBNI (B) - Strong Buy
GGRM (B)
INTP …

Analisa Saham ANTM | 24 Agustus 2018

Analisa Saham ANTM | 24 Agustus 2018
ANTM masih berkonsolidasi dalam range yang cukup lebar dikisaran 765 hingga 960 dalam jangka panjang. Namun dalam jangka pendek, ANTM berpeluang menguat menuju gap dikisaran 890-895. Apabila ANTM mampu menerobos ke atas gap tersebut, terbuka potensi untuk kembali menguat menuju target dikisaran 945-960 lagi. Rilis laporan keuangan kuartal kedua pada awal pekan depan yang diperkirakan bagus akan menjadi katalis positif bagi penguatan saham ini untuk mencapai target tersebut. Indikator teknikal Stochastic telah golden cross di area oversold, sedangkan penurunan MACD mulai berbalik arah dan diharapkan kembali golden cross dan bergerak naik kembali keatas centreline. Dari kondisi ini mengindikasikan kecenderungan ANTM untuk mengalami reversal dan bergerak menguat dalam jangka pendek.

Rekomendasi: Hold bagi member kami yang telah buyback sesuai rekomendasi di harga 835-840. Batasi resiko apabila kembali turun dan gagal bertahan di 825, karena berpotens…

Analisa Saham ELSA | 24 Agustus 2018

Analisa Saham ELSA | 24 Agustus 2018
Dalam supply & demand analysis, nett average demand di level 364 dalam periode 35 hari, Sedangkan Nett average supply di level 428 dalam periode 114 hari.

Saat ini harga akan mencoba kembali ke area demand di level 364, area demand ini merupakan akumulasi di 35 hari kebelakang.

Jadi bagi trader bisa memanfaatkan penurunan di area akumulasi demand tersebut.

Sedangkan dalam indikator RSI menujukan koreksi wajar. Jadi strategi yang digunakan bagi trader bisa manfaatkan akumulasi saat penurunan wajar.

Strategy trader berdasarkan Resisten & Support supply dan demand :
Support 1 340
Support 2 320
Resisten 1 380
Resisten 2 485

Dalam analisa bandarmology dengan periode standart 3 bulan.

Akumulasi melalui broker :
FG, YP, NI, OD, CP

Distribusi melalui broker :
YU, CC, YP, DH, KZ

Secara akumulasi distribusi bandar, akumulasi belum terlihat lebih mayoritas dibandingkan distribusi bandar dalam 3 bulan kebelakang.

Sehingga strategi trader following ban…

Analisa Saham TARA, HMSP dan JPFA | 24 Agustus 2018

Analisa Saham TARA, HMSP dan JPFA | 24 Agustus 2018
Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Kamis (24/8) dengan mencatatatkan penguatan 0,65%. Berikut rekomendasi tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangankan di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (25/8).

1. PT Sitara Propertindo Tbk (TARA)
Analis Bank Central Asia (BCA) Sekuritas Achmad Yaki mengatakan muncul Three white soldiers candle dengan RSI menguat dan Klinger Oscillator berpotongan Golden Cross (GC) diikuti kenaikan volume perdagangan serta ditutup di atas Up Bollinger Band (UBB).
Rekomendasi : Sell On Strength (SOS),
Support : 915
Resistance : 995

2. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
Analis Senior Narada Asset Management Kiswoyo Adi Joe mengatakan Stoch HMSP di level 8 dan MACD msh naik. Namun Candle di dekat garis bawah bolinger band.
Rekomendasi : Buy
Support: 3.290
Resisten: 3.900

3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra, JPFA dikatakan gagal bertahan dalam uji b…

Analisa Saham INTP | 24 Agustus 2018

Mirae Asset Sekuritas Indonesia on INTP: Optimism rises in 2H18, but risks remain by Mimi Halimin (mimi.halimin@miraeasset.co.id)
- Untuk bulan Juli, domestic cement sales volume INTP rebound 102,6% MoM menjadi 1,7 juta ton (+16,2% YoY), setelah merosot 10,7% YoY di bulan Juni, mencerminkan normalisasi permintaan setelah libur panjang Idul Fitri di bulan Juni.

- Kami percaya bahwa marjin 3Q18 INTP cenderung meningkat, di balik:
1) perkembangan harga positif di 2H18 (vs. 1H18),
2) perbaikan Tarjun plant  selesai pada 2Q18, dengan demikian, operating-level improvement kemungkinan terjadi pada 3Q18 .

- Namun, kelebihan pasokan, biaya energi yang lebih tinggi, dan suku bunga yang lebih tinggi menjadi perhatian bagi industri semen.

- Kami mempertahankan rekomendasi Hold kami untuk INTP dengan target price IDR13.500/share.

(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca https://goo.gl/61Sz8q)

Analisa Saham Properti (CTRA, PWON dan SMRA) | 24 Agustus 2018

Property 23 Agt 2018

Maybank (ZP)

CTRA BUY TP 1500
PWON BUY TP 730

BI still defending IDR; remain NEUTRAL

Bank Indonesia (BI) has raised its 7-day repurchase rate by 25bps to 5.50% and lending facility rate by 25bps to 6.25%. YTD, it has raised by a total of 125bps. Our economist believes that it may raise another 25bps in 4Q18 and 50bps in 2019. We continue to expect a 12% YoY FY18E presales decline from higher mortgage rates (1H18: +37% YoY).

Remain NEUTRAL as sector has likely priced in the negative, at more than -2SD of its 5-year P/BV mean and more than -2SD of its 5-year discounts to RNAV.

For exposure, BUY CTRA & PWON, given resilient market segment for CTRA and high and growing recurring income for PWON

==

CLSA (KZ)

SMRA UPGRADE to BUY TP 800 (from sell 775).

Analisa Saham BBTN | 24 Agustus 2018

Trimegah (LG) 8 Agt 2018 : BBTN BUY Upgrade TP 3700 (fr 2800)
Bank Tabungan Negara Double upgrade to Buy

We are turning positive on BBTN as we expect positive ROE momentum in the next couple of years, primarily stemming from higher loan growth outlook as the company is taking over subsidized mortgage loans from other banks. Moreover, we think concerns about NIM should fade as BBTN raised non-subsidized lending rates this month. Lastly, the stock risk-reward is more attractive than some LQ45 stocks, making BBTN worth overweighting for now. As we rollover valuation to 2019F, we believe investors would be willing to priced-in BBTN’s 20% YoY EPS growth. Henceforth, we double upgrade BBTN rating to Buy from previously Sell.

Higher loan growth outlook warrants higher EPS in 2019/20F A local news outlet (link) mentioned that BBTN is ready to take over suboptimal subsidized mortgage loan disbursement from 8 banks, which consequently would raise BBTN’s loan growth estimates in 2018-20F. Our a…

Analisa Saham ERAA | 24 Agustus 2018

Trimegah (LG) 30 Jul 2018 : ERAA BUY Upgrade TP 4700 (From 3200)
Erajaya Swasembada Continuous Improvement in Fundamentals
Ever heard of Kaizen? It is a Japanese business philosophy meaning “continuous improvement”. Posting “way-above consensus” results for the past three quarters, ERAA is the epitome of a successful turnaround, experiencing Kaizen in fundamentals particularly in 2018. Poised to book 164% 2018F NPAT growth, 120% better margins and 3% higher market share as the biggest player in a fast growing largely untapped industry, this is the Kaizen story..
Glimpse on a strong 2Q18 2Q18 NPAT came in at IDR 230bn (+12% q-q, +230% y-y), with 1H18 coming at 67% of our previous 2018F estimate, implying an annualized PE of 11x. Topline still grew (IDR 8.8trn, +6% q-q, +50% y-y) indicating a strong Lebaran season, bringing op. leverage with EBIT margins improving by +50bps q-q to 3.9% (1Q18: 3.4%) and net margins improving by 10 bps q-q to 2.6% (1Q18: 2.5%). ERAA’s 1Q18 earnings was t…

Commodities Price Update | 24 Agustus 2018

Trump legal issues dampen investor sentiment
Caterpillar and Boeing, two bellwethers of global trade, fall 2 percent and 0.7 percent, respectively, after additional U.S. and China tariffs come into effect.
"I think there's disappointment that the tariffs came into effect today," says Kate Warne, investment strategist at Edward Jones. "Given the restart of the talks, there was some hope that those would be delayed."
Wall Street also fretted over Trump's legal troubles.

Dow.......25657    -76.6        -0.30%
Nasdaq...7879    -10.6        -0.13%
S&P 500..2857    -4.8          -0.17%

FTSE........7563    -11.02      -0.15%
Dax........12366    -20.1        -0.16%
CAC.........5419    -1.3           -0.02%

Nikkei.....22411   +48.3       +0.22%
HSI..........27791   -137.1      -0.49%
Shanghai..2725   +10.02     +0.37%
ST Times..3250   +50.00     +1.56%

Indo10Yr..8.0384      +0.015    +0.19%
INDOBex235.5234    -0.3364   -0.14%
US10Yr........2.821      -0.002    …