Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 26, 2017

Analisa Saham BKSL | 26 Agustus 2017

BKSL, sejak tanggal 11 Juli 2017 sampai dengan hari ini sudah membuat rekor kenaikan di atas 100%, luar biasa! Sebagai salah satu investor yang masih menyimpan saham ini tentu saja saya juga menjadi bagian dari mereka yang sangat merasakan kenaikan dan keuntungan berlanjut dari saham ini. Saham sektor PROPERTY ini kini tengah membentuk  uptrend  lanjutan yang rapih. Dimana bandar terus mengakumulasi namun tidak mau mencolok sehingga ada baiknya jika cara ini disebut “bandar main teknikal”  Sebelumnya tahukah Anda bahwa harga penutupan BKSL pada perdagangan hari Jumat, 25 Agustus 2017 di Rp152,- per lembar adalah harga tertinggi terakhir sebelum BKSL  terjun   sampai menyentuh level terendah di Rp52,- per lembarnya? Yap, harga 152 ini adalah harga sehari sebelum kasus BKSL dibeberkan. Secara teknikal, harian, BKSL sudah tidak bisa dibaca lagi. Pakai MA, lewat semua. Pakai Bollinger Bands, di atas terus. Pakai indikator apa lagi? Semua sudah menunjukkan  uptrend  dan membuat ragu pad

Analisa Saham ASRI | 26 Agustus 2017

Kalau Anda sering bepergian ke daerah Serpong, maka yang biasanya pertama kali Anda lihat adalah jam besar di atas yang merupakan ciri khas Alam Sutera. Singkat saja kami akan langsung membahas mulai dari  chart -nya. Menariknya saham ini berhasil menembus MA200 dalam waktu yang sangat singkat. Hanya sekitar satu bulan! Kini, ASRI dipertanyakan banyak orang apakah harga sahamnya masih akan naik atau tidak. Pertama, kami memiliki berita positif ASRI dimana proyek GWK yang tengah dibangun sudah mau selesai dalam beberapa bulan lagi. Perkiraan sekitar Maret 2018 jika didukung cuaca yang tidak ekstrim. Namun dalam cuaca yang normal perseroan tetap berusaha membangun secepat yang mereka bisa sehingga  insight  dari kami adalah, proyek GWK akan selesai tepat waktu. Proyeksi pergerakan harga saham ASRI berikutnya: Mempertahankan MA200 sebagai  support baru dimana kami melihat ada peluang  rebound  setelah menyentuh MA200 tersebut. Target kami terhadap ASRI masih di 400. by William Har

Analisa Saham Sektor Semen | 26 Agustus 2017

Emiten semen masih dihadapkan dengan berlebihnya produksi ketimbang kebutuhan. Imbas dari  oversupply  ini, harga semen turut tergerus sekitar 8%-10% per tahun. Tapi, di sisa tahun ini beberapa emiten semen masih optimistis bisa mengerek kinerjanya. Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Agung Wiharto mengatakan, perusahaannya masih memiliki utilisasi yang tinggi. Volume penjualan semen SMGR hingga Juli 2017 juga masih tumbuh menjadi 15,26 juta ton, naik 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. SMGR yakin bisa mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 4% sepanjang tahun ini. Menurut Agung, kondisi oversupply semen akan lebih banyak berpengaruh pada perusahaan yang utilisasinya masih rendah. "Saat ini yang justru menjadi isu penting adalah adanya perang harga, ujar Agung kepada KONTAN, Jumat (25/8). Senada, Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Antonius Marcos mengatakan, banyaknya pemain baru juga memanaskan perang harga. Meski demiki

Berita Saham TPIA | 26 Agustus 2017

Aksi rights issue PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) diwarnai berbagai rumor. Penerbitan saham baru emiten yang memproduksi naphta cracker ini kabarnya tak hanya diminati investor lokal, namun juga investor asal luar negeri. Rumor ini berpangkal dari masuknya saham TPIA ke portofolio energi broker asal Hong Kong, CLSA. Hal ini membuat investor asing, terutama yang berasal dari institusi, tertarik menanamkan modalnya ke TPIA. Isu masuknya beberapa institusi keuangan global di  rights issue  yang membidik dana sebesar Rp 5,03 triliun mulai menyebar. Nama Allianz dan AIA disebut-sebut masuk ke saham TPIA. Komisaris TPIA Agus Salim Pangestu tak menampik kabar ini. "Waktu  rights issue , beberapa perusahaan asuransi masuk (ke TPIA). Ada Allianz dan AIA," ujar dia saat dihubungi KONTAN di Jakarta, kemarin. Namun Agus membantah nilai yang masuk dari kedua perusahaan tersebut mencapai senilai Rp 2 triliun. Investor Relations TPIA Harry Tamin mengakui  rights issue  ini dim

Saham Online di Facebook