Saham EXCL | XL AKAN FOKUS PADA BISNIS INTI USAI PENJUALAN MENARA




IQPlus, (12/02) -  PT XL Axiata tbk (XL Axiata) akan lebih fokus pada bisnis inti di bidang penyediaan layanan seluler dan mobile internet usai penjualan ribuan unit menara yang tersebar di penjuru daerah.

"Dengan penjualan ribuan menara maka perusahaan akan bisa lebih fokus pada bisnis inti terutama dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan," kata Direktur Finance XL Axiata Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin kepada pers saat menyampaikan prospek perusahaan di tahun 2020 di Jakarta, Rabu.

Dikatakan, perusahaan telah mengumumkan pemenang tender penjualan menara milik perseroan sebanyak 2.782 unit dan penyewaan kembali lahan milik XL Axiata dimana sebagian menara berlokasi senilai total Rp4,05 triliun.

Ada dua perusahaan yang memenangkan tender ini, yaitu PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Centratama Menara Indonesia (CMI). Penandatanganan perjanjian jual beli untuk transaksi ini telah dilaksanakan pada hari Jumat, 7 Februari 2020, setelah sebelumnya telah melalui proses e-auction yang dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2020.

Protelindo memenangkan tender akuisasi atas 1.728 unit menara dan CMI memenangkan tender akuisisi atas 1.054 unit menara.

Dikatakan Tajudin, perusahaan juga optimistis transaksi ini juga akan berdampak positif pada optimalisasi dan peningkatan efektivitas terhadap biaya operasional serta biaya sarana dan prasarana pendukung.

Menurutnya, penting bagi perusahaan untuk mendapatkan harga penyewaan kembali yang lebih rendah/kompetitif atas menara yang dijual agar dapat lebih menjamin pengelolaan neraca keuangan yang lebih kuat termasuk tercapainya profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang yang lebih berkesinambungan.

Selain itu, transaksi ini juga akan bisa mendukung perusahaan dalam memperkuat struktur permodalan, meskipun saat ini perusahaan juga telah memiliki neraca keuangan yang stabil dan kuat untuk mendukung kegiatan operasional dan ekspansi perusahaan.

"Perusahaan telah mendapatkan persyaratan sewa yang paling kompetitif atas menara melalui mekanisme jual dan penyewaan kembali seperti yang sudah disebutkan di atas," kata Tajudin.(end)

Saham PGAS | PGN KOMITMEN PASOK KEBUTUHAN PROYEK RDMP BALONGAN



IQPlus, (12/02) - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk berkomitmen untuk terus meningkatkan penyaluran gas bumi ke berbagai segmen, salah satunya proyek RDMP Balongan.

Pemanfaatan gas bumi untuk Refinery Unit (RU)  Balongan memberikan nilai tambah yang positif untuk meningkatkan utilisasi gas bumi, optimasi biaya operasi kilang, maupun pemanfaatan LPG.

"Penyaluran gas bumi ke kilang Pertamina Balongan merupakan salah satu proyek strategis PGN dalam rangka konversi bahan bakar minyak dan LPG menjadi gas bumi," ungkap Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Rabu, melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 06 tahun 2016, RU Balongan merupakan kilang gas prioritas, sehingga pasokan gas dari Pertamina Grup akan diprioritaskan untuk RU Balongan.

Dalam proyek ini, Pertamina akan menggandeng PGN sebagai subholding gas untuk penyaluran gasnya. Terlebih saat ini terdapat kebutuhan tambahan gas untuk RU Balongan sebesar 10-15 BBTUD.

Dengan kegiatan usaha tersebut, RU Balongan VI membutuhkan pasokan gas sekitar 40 BBTUD. Saat ini PGN grup melalui PT Pertagas telah melayani kebutuhan pengangkutan gas bumi sebesar 25 BBTUD dan pemenuhan kebutuhan gas bumi sekitar 5 BBTUD. Dengan proyek pengalihan penyaluran gas, hal ini dapat mengefisiensi penggunaan energi.

PGN akan melaksanakan proyek gasifikasi kilang Pertamina yang saat ini menggunakan BBM maupun LPG. Terdiri dari 5 lokasi kilang, termasuk program RDMP, salah satunya RDMP Balongan dengan total volume penyaluran jangka pendek sebesar 90 BBTUD atau setara dengan 16,4 ribu BOEPD.

Menurut Direktur Utama PGN Gigih Prakoso optimalisasi penyaluran pasokan gas ke RU Balongan dapat meningkatkan manfaat bagi Pertamina Group sebesar 57 juta dolar per tahun.

"Hal ini juga sejalan dengan rencana strategis PGN salah satunya adalah program RDMP untuk mencapai efisiensi energi kilang Pertamina," ungkapnya. (end/ant)

Saham TINS | TIMAH KELUARKAN BIAYA Rp13,32 MILIAR UNTUK EKSPORASI JANUARI




IQPlus, (12/02) -  PT Timah mengeluarkan biaya sebesar Rp13,32 miliar untuk biaya operasional kegiatan eksplorasi bulan Januari 2020 dengan fokus pada komoditas timah.

Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan, kegiatan eksplorasi dilakukan di laut berupa kegiatan pemboran rinci di perairan Bangka dengan menggunakan lima unit kapal bor dengan total bor sebanyak 4.574 meter.

Kegiatan eksplorasi darat meliputi kegiatan geomagnet, core logging, percontoan core, pengukuran grid bor dan pemboran timah di pulang Bangka dan Belitung dengan total meter bor sebanyak 2.409 meter.

Adapun rencana kegiatan eksplorasi Desember 2019 melakukan evaluasi dan melanjutkan kegiatan bulan sebelumnya. (end)

Saham PTBA | BUKIT ASAM TERAPKAN MANAJEMEN ANTI SUAP ISO 37001:2016



IQPlus, (12/02) - Sebagai wujud komitmen dalam menjalankan Good Corporate Governance (GCG) dan membangun Environment Social Governance Management System, PT Bukit Asam Tbk menerapkan standar internasional Anti-Bribery Management System atau Manajemen Anti Suap ISO 37001:2016. Penerapan ISO 37001:2016 ini ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan ISO 37001:2016 oleh jajaran Direksi Bukit Asam di Tanjung Enim, Selasa.

Penerapan ISO 37001:2016 merupakan langkah Bukit Asam dalam meningkatkan kepercayaan stakeholders dan memberikan nilai tambah perusahaan. Melalui penerapan Manajemen Anti Suap ini, Bukit Asam akan semakin dapat meningkatkan penerapan nilai-nilai budaya perusahaan dan semakin mendorong keterbukaan informasi perusahaan untuk publik. 

"Tentu dengan diterapkan ISO 37001:2016 ini, Bukit Asam mencegah adanya KKN dalam lingkup perusahaan. Penerapan ini juga agar kita dapat mengendalikan dan melakukan tindakan pencegahan KKN, karena sebagai perusahaan publik kita benar-benar harus bersih dan terbuka," ujar Arviyan Arifin, Direktur Utama Bukit Asam, dalam keterangan Rabu.

Selain ISO 37001:2016, Bukit Asam juga mengikuti berbagai aturan dalam penerapan anti suap, antara lain Instruksi Presiden nomor 10 tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Surat Edaran Menteri BUMN nomor SE-2/MBU/07/2019 tentang Pengelolaan BUMN Yang Bersih Melalui Implementasi Pencegahan KKN dan Penanganan Benturan Kepentingan Serta Penguatan Pengawasan Intern, serta Peraturan Mahkamah Agung nomor 13 tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi. 

Melalui penerapan ISO 37001:2016 ini, Arviyan Arifin berharap seluruh jajaran manajemen dan karyawan Bukit Asam dapat membudayakan komitmen No bribery, No kickback, No gift, No luxurious hospitality. Sebelumnya, Bukit Asam juga telah mengimplementasikan Whistle Blowing System, mewajibkan Pelaporan LHKPN, serta melakukan asesmen GCG oleh pihak independen untuk mencegah anti suap, menjaga kepercayaan stakeholders dan melaksanakan prinsip keterbukaan kepada publik. (end)

Saham IMAS | TRITUNGGAL INTIPERMATA LEPAS SEBAGIAN SAHAM DI INDOMOBIL



IQPlus, (12/02) -Salah satu pemegang saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) yakni PT Tritunggal Intipermata (TIP) telah menjual sebagian kepemilikan sahamnya.

Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan, penjualan dilakukan pada 3 Februari 2020 sebanyak 142.989.000 saham dengan harga Rp995 per lembar atau total transaksi mencapai Rp142.274.055.000.

Tujuan dari pelepasan saham adalah divestasi untuk mendapatkan dana. Dengan dilakukannya penjualan saham tersebut, maka kepemilikan saham PT TIP di PT Indomobil Sukses Internasional Tbk berkurang dari semulai 502.511.650 saham (18,17%) menjadi 359.522.650 saham (13%). (end)

Saham EXCL | GENJOT PENGEMBANGAN JARINGAN, XL SIAPKAN CAPEX Rp7,5 TRILIUN




IQPlus, (12/02) - PT XL Axiata Tbk (EXCL), memperkirakan industri telekomunikasi di tahun ini akan pulih dengan tingkat pertumbuhan di atas capaian 2017, untuk itu perseroan mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp7,5 triliun.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengungkapkan bahwa, besaran capex tahun ini lebih rendah dari alokasi di 2019 sebesar Rp8 triliun. Namun, lebih tinggi dibandingkan dengan anggaran capex di 2017 senilai Rp6,8 triliun.

Rencananya, sebesar 80 persen dari total capex Rp7,5 triliun tersebut akan digunakan untuk pengembangan jaringan yang sebesar 60 persennya untuk menambah radio dan LTE.

Dirinya meyakini, industri telko pada tahun ini akan stabil di level mid single digit atau inline dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen.

Ia menyebut, data makro Indonesia mengasumsikan bahwa pertumbuhan ekonomi di 2020 sebesar 5,3 persen dan inflasi terjaga secara year-on-year sebesar 3 persen. Sedangkan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di level Rp14.400 bisa lebih kuat lagi. 

"Terkait pertumbuhan ekonomi, jika melihat impact dari kasus virus Corona, sebesar 5 persen saja sudah bagus," tambah Dian.

Di sepanjang tahun ini perseroan juga memproyeksikan nilai pendapatan akan lebih baik dari tahun sebelumnya. "Pendapatan di 2020 inline or better than market. Di 2019 mencapai Rp25,15 triliun dengan kontribusi dari pendapatan data mencapai 89 persen," sebutnya.

Sepanjang 2019, perseroan mampu membukukan laba bersih senilai Rp713 miliar, setelah pada tahun sebelumnya mencatatkan kerugian sebesar Rp3,3 triliun. "Profitabilitas menjadi indikator kunci kesuksesan di 2020," pungkas Dian. (end/fu)

Saham SMDR | SAMUDERA INDONESIA TINGKATKAN MODAL DI ANAK USAHA



IQPlus, (12/02) - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) meningkatkan penyertaan modal ke salah satu anak usahanya PT Samudera Perkapalan Indonesia (SPKLI) sebanyak 13 ribu saham dengan nilai nominal Rp1 juta per saham atau total Rp13 miliar.

Menurut Corporate Secretary Perseroan, Farida Helianti Sastrosatomo dalam keterangan Selasa, dengan adanya aksi korporasi tersebut, maka kepemilikan perseroan SPKLI sebanyak 93.885 saham atau dengan nilai nominal Rp93,88 miliar mewakili 99,987% saham.

Transaksi ini dilakukan perseroan untuk memperkuat struktur modal anak usaha sebagai lagkah strategis guna mendukung operasional kegiatan usaha PT Samudera Perkapalan Indonesia. (end/II)

Saham FASW | LABA FAJAR SURYA WISESA TURUN JADI Rp968,83 MILIAR HINGGA DESEMBER



IQPlus, (12/02) - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) alami penurunan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 31% hingga periode 31 Desember 2019 menjadi Rp968,83 miliar dibandingkan laba bersih Rp1,41 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, penjualan bersih turun menjadi Rp8,27 triliun dari Rp9,94 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp1,81 triliun dari Rp3,02 triliun.

Sementara laba sebelum pajak tercatat turun menjadi Rp1,22 triliun dari laba sebelum pajak Rp1,99 triliun. Jumlah aset perseroan hingga periode 31 Desember 2019 mencapai Rp10,75 triliun turun dari jumlah aset Rp10,96 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)

Saham SMGR | SEMEN INDONESIA SIAPKAN BELANJA MODAL Rp2 TRILIUN



IQPlus, (12/2) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menganggarkan belanja modal atau capital expendicture (capex) sekitar Rp 2 triliun pada tahun 2020. Demikian disampaikan oleh Direktur Keuangan Semen Indonesia, Doddy Sulasmono Diniawan, di Jakarta, Rabu (11/2/2020).

Menurut Doddy, dana tersebut paling besar akan digunakan untuk pemeliharaan (maintenance) dan sisanya akan digunakan untuk ekspansi usaha. "Capex tahun ini tidak terlalu banyak, hanya sekitar Rp 2 triliun,"ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa penggunaan dana belanja modal untuk ekspansi usaha tidak akan besar, karena Perseroan menganut prinsip sharing economy. Melalui sharing economy maka Perseroan akan lebih fokus pada hilirisasi produk.

Kemudian, ia mengaku, sumber pendanaan belanja modal tahun ini akan berasal dari kas internal Perseroan. Karena kebutuhan tidak terlalu besar, maka perusahaan tidak berniat mencari pendanaan melalui pasar modal.

"Perseroan tidak memiliki rencana untuk menerbitkan obligasi, namun akan membayar utang,"tegasnya. (end/as)

Saham BJTM | SPIN OFF BANK JATIM SYARIAH MASIH TERKENDALA TEKNIS



IQPlus, (12/02) - Rencana spin-off atau pemisahan unit syariah dari Bank Jatim masih terkendala masalah teknis, dan tidak bisa direalisasikan pada 2020 atau 2021, kata salah satu pejabat Bank Jatim.

"Kendala teknis ada karena aset, penyertaan modal, laba dan sebagainya," kata Pgs Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Ferdian Timur Satyagraha di Surabaya, Selasa.

Untuk masalah aset, kata dia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemilik saham terbesar di Bank Jatim menginginkan Unit Usaha Syariah (UUS) bisa menjadi Badan Usaha Syariah (BUS) setelah ada peningkatan aset.

"Kalau tahun depan, aset kami harapkan bisa Rp4 triliun, dan meningkat lagi antara Rp5 triliun hingga Rp6 triliun dan dianggap cukup kalau menjadi BUS. Namun saat ini baru Rp2,8 triliun," kata Ferdian.

Kendala lainnya, kata dia, adalah terkait penyertaan modal, karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta modal minimal Rp1 triliun. Dari jumlah itu, Pemprov Jatim menyetorkan Rp525 miliar, sisanya dari internal Bank Jatim.

"Saat ini Pemprov Jatim masih fokus ke bidang pendidikan jadi harus bersabar dulu," katanya.

Selain itu, Bank Jatim juga menunggu kinerja UUS ini bisa lebih baik jika spin off dilakukan setahun atau dua tahun mendatang. Apalagi target OJK maksimal 2023 spin off ini harus dilakukan.

"Masih cukup waktu untuk menggenjot kinerja. Sehingga laba juga semakin meningkat. Tahun lalu saja labanya sudah mencapai Rp7 miliar. Dan kami yakin tahun-tahun berikutnya akan semakin meningkat," katanya.

Untuk meningkatkan kinerja UUS ini, Ferdian mengaku akan melakukan berbagai cara, terutama menggenjot pembiayaan.(end)

Saham MTPS | PERKUAT STRUKTUR PERMODALAN, META EPSI BERENCANA TUNDA PEMBAGIAN DIVIDEN



IQPlus, (12/02) - PT Meta Epsi Tbk (MTPS) menyatakan bahwa, saat pelaksanaan RUPS Tahunan 2020, jajaran direksi perseroan bakal mengusulkan untuk tidak membagikan dividen dari perolehan laba bersih untuk tahun buku 2019.

Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Utama PT Meta Epsi Tbk, Kahar Anwar saat Public Expose Insidentil perseroan, Kemarin.

"Dari direksi tidak mau (mengusulkan) pembagian dividen. Tapi, nantinya tergantung pada keputusan RUPS," kata dia.

Kahar menjelaskan, keinginan perseroan untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih 2019 tersebut, karena perseroan membutuhkan anggaran modal kerja, selain dari dana sisa hasil IP0. Informasi saja, MTPS mencatatkan namanya di BEI pada April 2019 lalu.

Lebih lanjut Kahar memyebutkan, pada tahun ini perseroan mendapatkan kontrak pembangunan konstruksi untuk sejumlah gedung yang dimiliki oleh PT Pan Brothers Tbk (PBRX). Catatan saja, Komisaris Utama MTPS, Anne Patricia Sutanto merupakan Wakil Direktur Utama PBRX.

Sementara disinggung terkait kepemilikan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di MTPS, ia mengaku bahwa manajemen perseroan tidak mengetahui terkait kepemilikan investor di MTPS. "Kami hanya fokus pada kinerja dan fundamental keuangan perusahaan," tegas Kahar.

Ia juga mengatakan, selain dengan PBRX, perseroan akan mendapatkan kontrak pembangunan konstruksi terkait proyek energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki oleh PT PLN (Persero) dan kontrak dengan PT Pertamina (Persero) terkait konstruksi proyek Gas Insulated Switchgear (GIS).

"Kontrak dengan dua perusahaan milik negara ini akan dijalankan pada dua bulan ke depan," tambah Kahar.

Rinciannya, total nilai proyek dari PBRX senilai Rp52,54 miliar, sedangkan nilai proyek dengan PLN sebesar USD19,52 juta dan Rp357,12 miliar. Sementara itu, nilai proyek dengan Pertamina senilai Rp151,65 miliar.

Sebagai informasi, pelaksanaan Public Expose Insidentil tersebut atas permintaan BEI, lantaran harga saham MTPS mengalami kenaikan signifikan yang berujung pada sanksi suspensi pada 6 Februari 2020. Namun suspensi kembali dibuka sehari kemudian, sehingga pada 7 Februari 2020 saham MTPS kembali diperdagangkan di seluruh pasar. (end/fu)

Rekomendasi Saham Mirae Asset | AALI, BBRI, MNCN


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (12 Februari, 2020)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust), CMT (hariyanto.wijaya@miraeasset.co.id)

IHSG sedikit meningkat sebesar + 0,04% pada hari Selasa. Investor asing tetap membukukan neto sebesar IDR226milyar kemarin, menunjukkan kepercayaan pada prospek Indonesia. Penjualan ritel Desember turun -0,5% YoY (vs + 1,3% YoY di bulan November). Kami perkirakan IHSG akan diperdagangkan mixed ke level yang lebih tinggi hari ini di tengah optimisme bahwa wabah koronavirus dapat tertahan pada bulan April.

Indeks AS ditutup sebagian besar lebih tinggi pada hari Selasa karena suasana risk-off secara bertahap mereda di tengah laporan wabah koronavirus dapat ditahan pada bulan April, menghindari potensi kejatuhan ekonomi. Dalam kesaksian kongres, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa Bank Sentral sedang memantau wabah koronavirus dan menegaskan kembali ekonomi AS tetap dalam posisi yang baik.

Market Indicator
JCI: 5,954.40 (0.04%)
EIDO: 24.62 (0.33%)
DJIA: 29,276.34 (0.00%)
FTSE100: 7,499.44 (0.71%)
USD/IDR: 13,675 (-0.27%)
10yr GB yield: 6.59% (-1bps)
Oil Price: 49.94 (0.75%)
Foreign net purchase: IDR226.1bn 

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141) 
TOP BUY: BMRI, TLKM, BBRI, BBCA, UNTR
TOP SELL: ASII, MIKA, TBIG, SMGR, TOWR

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102) 
BBCA, BMRI, BBRI, ASII, TLKM


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers 
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

Actual   Forecast  Previous
Trade Balance (Dec) UK 0.85B -10.00B -4.95B 
Trade Balance Non-EU (Dec) UK 6.72B -2.58B 2.36B 

*EXCL +2.1%. PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan pendapatan Rp 25,13 triliun sepanjang 2019. Jumlah tersebut naik 9,56% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 22,94 triliun. Kenaikan pendapatan ini didorong oleh segmen data yang bertumbuh 29,53% menjadi Rp 19,29 triliun.
*CENT +16.1%. PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) melalui anak usahanya Centratama Menara Indonesia (CMI) berhasil memenangkan tender akuisisi sebanyak 1.054 menara XL Axiata Tbk (EXCL).
*HEXA +1.2%. Bisnis PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) masih tetap baik meski kondisi pasar alat berat belum menampakkan kenaikan. Mengintip laporan keuangan perusahaan untuk kuartal-III yang berakhir pada 31 Desember 2019 kemarin, penjualan bersih tercatat sebanyak US$ 320,43 juta. Sebagai infoemasi, laporan keuangan tahunan HEXA menggunakan tahun fiskal April 2019-Maret 2020. Artinya, kuartal III terjadi pada bulan Oktober-Desember 2019.
*PGAS +0.6%. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) bersiap memperkuat lini bisnis Gas Alam Cair (Liquefied Natural Gas / LNG) trading ke sejumlah negara dalam beberapa tahun mendatang.
*HRUM -2.8%. Perusahaan tambang batubara PT Harum Energy Tbk (HRUM) membidik produksi batubara di kisaran 4 juta-4,5 juta ton pada tahun ini. Jumlah ini sedikit turun dibandingkan target pada tahun 2019 lalu yakni di kisaran 4 juta-5 juta ton


Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 5,954.4 (+0.04%), consolidation, trading range 5,924 – 5,971. Indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung turun. Sementara itu pada periode weekly indikator MFI optimized koreksi terbatas, indikator W%R optimized cenderung naik dan indikator RSI optimized masih konsolidasi . Daily support di 5,924  dan daily resistance di 5,971. Cut loss level di 5,872.

*AALI Weekly, 16,600 (-3.73%), buy on weakness, trading range 11,300 – 12,075. Indikator MFI optimized  cenderung naik, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area. Weekly support  di 11,300 sementara itu weekly  resistance  12,075.  Cut loss level  11,250.

*BBRI Daily, 4,510 (+0.22%), buy on weakness, trading range 4,460 – 4,540. indikator MFI optimized  cenderung turun,indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik Daily support  di 4,460 sementara itu daily resistance  di  4,540. Cut loss level  di 4,450.

*MNCN Weekly, 1,535 (-3.46%), buy on wekaness, trading range 1,470 – 1,630. Indikator MFI optimized ,indikator RSI optimized serta indikator W%R optimized masih cenderung konsolidasi. Perkiraan weekly support di  1,470  dan weekly resistance di 1,630.Cut loss level di 1,450.


Daily write up
Construction - FY19 new contract realization: Winners & losers by Joshua Michael (joshua.michael@miraeasset.co.id)

- WIKA membukukan kontrak baru IDR41.1tr di FY19, yang turun 18.6% YoY dan hanya mencapai 67% / 77% dari estimasi kami. Kami menurunkan rekomendasi WIKA dari Buy ke Hold dengan TP yang dikurangi dari Rp2,550 menjadi Rp1,950.

- PTPP membukukan kontrak baru IDR33.5tr di FY19 (-22.9% YoY) dan mencapai 75% / 79% dari estimasi kami, mengungguli kontraktor BUMN lainnya. Kami meningkatkan rekomendasi kami pada PTPP dari Trading Buy ke Buy, tetapi dengan TP sedikit lebih rendah dari Rp1,900 menjadi Rp1,850.

- WSKT membukukan kontrak baru IDR26.0tr di FY19 (-4.5% YoY) dan mencapai 47% / 89% dari (awal) / estimasi kami. Kami mempertahankan rekomendasi Hold kami di WSKT, tetapi dengan TP yang dikurangi dari Rp1,550 menjadi Rp1,150.

- ADHI membukukan kontrak baru IDR14,7tr di FY19 (-37.1% YoY) dan mencapai 48% / 88% dari estimasi kami. Kami menurunkan rekomendasi kami pada ADHI dari Hold ke Sell, dengan pengurangan TP dari Rp1,300 menjadi Rp875.

- PTPP keluar sebagai satu-satunya pemenang dalam hal pencapaian kontrak baru FY19. Meskipun ada kekecewaan yang parah tentang realisasi kontrak baru FY19, kami mempertahankan rekomendasi Neutral kami pada sektor ini karena proyek 2019 yang tertunda akan dialihkan ke 2020, menghasilkan pertumbuhan kontrak baru FY20 yang lebih tinggi. Namun, kami mengubah top pick kami di sektor ini dari WIKA ke PTPP.

(See full report: https://bit.ly/2vlTbSX )

Rekomendasi Saham Panin Sekurias | BMRI, MYOR, SCMA, SIDO


Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Rabu 12 Februari 2020.

IHSG ditutup menguat sebesar 2,31 poin (+0.03%) menuju level 5.954,39 pada perdagangan hari Selasa 11 Februari 2020 kemarin. Masih bertahan di atas support 5,940, IHSG bergerak aman dan terlihat momen ini dimanfaatkan oleh investor asing untuk membeli saham yang kebanyakan adalah blue chips. Kesempatan ini bagus dan beberapa saham dapat diperhatikan sebagai pilihan hari ini. Sentimen lanjutan dari penguatan rupiah.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 5.940 s/d 6.050.

[BMRI]
Testing Resistance: Menguji resistance pada 7825. Volume perdagangan kemarin meninggi sehingga menarik dan berpotensi melanjutkan penguatan jika mampu breakout.
Rekomendasi: Buy on breakout 7825, TP 8000, stop loss <7600 .="" p="">
Support: 7600.
Resistance: 7825.

[MYOR]
Resistance Breakout: Menguat menembus resistance pada 1980. Breakout ini mengkonfirmasi penguatan jangka pendek dan bertahan pada penutupan di level harga 2000.
Rekomendasi: Buy and hold 1980, TP 2030 s/d 2100.
Support: 1980.
Resistance: 2030.

[SCMA]
Technical Rebound: Menguat pada support 1365, berpotensi menguat menuju 1455 sebagai target pertama. Namun berpotensi menjadi pola head and shoulders jika tidak mampu breakout.
Rekomendasi: Buy 1400 s/d 1405, TP 1455 s/d 1480, stop loss <1350 .="" p="">
Support: 1365.
Resistance: 1455.

[SIDO]
Candlestick Pattern: Membentuk pola bullish engulfing yang merupakan pola penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 1200 s/d 1230, TP 1250 s/d 1350, stop loss <1185 .="" p="">
Support: 1185.
Resistance: 1250.

Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas

Rekomendasi Saham IPOT | MEDC, BWPT, ADRO


IHSG (5.925-5.990) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 5.925 kemudian kemudian 5.890 dengan resist di level 5.990 dan 6.030.
MEDC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 735 kemudian 755 dengan support di level 690, cut loss jika break 670.
BWPT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 128 kemudian 133 dengan support di level 117, cut loss jika  break 112.
ADRO (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.345 kemudian 1.375 dengan support di level 1.295, cut loss jika break 1.265.
XBLQ (Sell) : Target pelemahan harga pada level 462 kemudian 459 dengan resist di level 469 dan 472.
XIIT (Sell) : Target pelemahan harga pada level 538 kemudian 534 dengan resist di level 546 dan 550.
XPES (Sell) : Target pelemahan harga pada level 395 kemudian 392 dengan resist di level 400 dan 402.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9lu0

Bandarmologi Saham BTPS, ITIC, HOKI, MIKA, BNLI


Wednesday (12/02/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 5,916 - 6,006
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: SELL
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

BTPS 4,540 - 5,025
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


ITIC 2,460 - 2,800
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


HOKI 925 - 975
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


MIKA 2,580 - 2,730
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


BNLI 1,185 - 1,285
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | PTBA, LSIP, BBNI, TLKM


MNC Daily Scope Wave
12 Februari 2020

Pada perdagangan kemarin (11/2), IHSG ditutup menguat tipis 0,04% ke level 5,954. IHSG harus menguat menembus area 6,000-6,050 untuk menuju target penguatan terdekat di 6,100-6,150. Skenario ini berlaku jika IHSG tidak terkoreksi menembus 5,876, yang akan membawa IHSG menuju area 5,700-5,750.
Support: 5,925, 5,900
Resistance: 6,000, 6,050

PTBA - Buy on Weakness (2,310)
Selama PTBA tidak kembali terkoreksi di bawah 2,160, maka kami memperkirakan posisi PTBA saat ini sedang berada di wave [ii]. Apabila PTBA sudah mengkonfirmasi keberadaan wave [ii], selanjutnya pergerakan PTBA akan cenderung menguat untuk membentuk wave [iii].
Buy on Weakness: 2,260-2,300
Target Price: 2,500, 2,620
Stoploss: below 2,160

LSIP - Buy on Weakness (1,215)
Posisi LSIP saat ini, kami perkirakan sudah berada di awal wave [v] dari wave 1. Dimana LSIP masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya untuk membentuk wave [v] dari wave 1. Skenario ini berlaku jika LSIP tidak terkoreksi menembus 1,135.
Buy on Weakness: 1,190-1,215
Target Price: 1,300, 1,325
Stoploss: below 1,135

BBNI - Sell on Strength (7,300)
Saat ini posisi BBNI diperkirakan sedang berada pada awal dari wave (v) dari wave [c] dari wave B, dimana BBNI masih berpotensi untuk terkoreksi untuk mengkonfirmasi terbentuknya wave (v) dari wave [c] dari wave B. Adapun level koreksi BBNI berada pada area 6,950-7,050.
Sell on Strength: 7,300-7,350

TLKM - Sell on Strength (3,790)
Penguatan TLKM tertahan oleh MA20, meskipun begitu, kami memperkirakan penguatan yang akan terjadi pada TLKM merupakan penguatan dalam jangka pendek untuk membentuk wave 4 dari wave (C). Hal ini berarti, TLKM masih berpotensi untuk terkoreksi kembali menuju arah 3,670-3,720.
Sell on Strength: 3,810-3,870

Disclaimer On

Analisa Saham FREN | 12 Februari 2020


Saham FREN pada tanggal 11 Februari 2020 ditutup menguat pada harga 117 , naik 6,36%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 356% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan naik.

Rekomendasi :
Beli
Berpeluang ke 135
Jika turun di bawah 109 maka berpeluang ke 105

Disclaimer ON

Analisa Saham PGAS, BMRI, MYOR | 12 Februari 2020

1. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)



Pergerakan harga PGAS masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Hal ini juga didukung indikator relative strength index (RSI) yang sudah menunjukkan oversold atau jenuh jual.

Rekomendasi: Accumulative Buy
Support: Rp 1.445
Resistance: Rp 1.585
Muhammad Nafan Aji, Binaartha Sekuritas

2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)



Pergerakan saham BMRI menunjukkan candle sedang berusaha meninggalkan middle band. Sementara indikator relative strength index (RSI) dan MACD serentak mengarah naik. Hal ini mengindikasikan potensi naik jangka pendek

Rekomendasi: Buy
Support: Rp 7.550
Resistance: Rp 8.000
William Surya, Indosurya Bersinar Sekuritas

3. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)



Pergerakan harga saham MYOR mulai membentuk pola candle spinning top bergerak pada tren bullish continuation jangka pendek. Terdapat sinyal jual pada indikator stochastic di area overbought, menunjukkan MYOR sudah berada pada fase jenuh beli.

Rekomendasi: Sell On Strength
Support: Rp 1.970
Resistance: Rp 2.020
Hendri Widiantoro, Erdhika Elit Sekuritas