Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 25, 2021

Bank Bisnis (BBSI) siapkan rights issue, investasi Kredivo bisa makin besar

PT Bank Bisnis Indonesia Tbk (BBSI) kedatangan investor baru. Perusahaan teknologi finansial peer-to-peer lending (fintech lending) PT FinAccel Teknologi Indonesia (Kredivo) telah jadi pemegang saham bank ini dengan kepemilikan 24%. Kredivo mengakuisisi saham Bank Bisnis dari pemegang saham eksisting sebanyak 726,36 juta lembar dengan harga Rp 759 per saham pada 21 Mei 2021. Sehingga total dana yang telah digelontorkan mengakuisisi bank BUKU II ini mencapai Rp 551,31 miliar. Bank Bisnis menjadi bank kedua yang diakuisisi oleh fintech lending. Sebelumnya, sudah ada Akulaku yang telah mencaplok PT Bank Neo Commerce Tbk.   Kredivo mengakuisisi saham Bank Bisnis dari PT Sun Land Investama dan Sundjono Suriadi. Komposisi kepemilikan saham bank ini sebelum kehadiran fintech tersebut terdiri dari PT Sun Land Investama 37,54%, PT Sun Antarnusa Investment 14,94% dam Sudjono Suriadi 31,22% dan publik 16,3%. Setelah transaksi dilakukan maka kepemilikan Sun Land Investama menjadi 19,76% dan Sundjo

BUNGA OBLIGASI BERKELANJUTAN V TAHAP I BFIN 6-7,75%

PT BFI Finance Tbk (BFIN) menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2021 dengan jumlah pokok Rp600 miliar yang merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan dengan total Rp 6 triliun. Menurut informasi perseroan seperti dikutip Selasa, obligasi ini terdiri dari dua seri yakni seri A dengan jumlah pokok Rp200 miliar dan bunga 6,00%per tahun sedangkan seri B berjumlah pokok Rp400 miliar berjangka waktu 3 tahun dan berbunga 7,75% per tahun. Masa penawaran umum pada 25 Mei 2021 dan pencatatan di BEI pada 31 Mei 2021. Fitch memberikan peringkat A+ untuk obligasi ini. Penjamin pelaksana emisi adalah BRI Danareksa Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Trimegah Sekuritas Indonesia dan wali amanat Bank BTN. Dana hasil emisi obligasi akan digunakan perseroan untuk modal kerja berupa pembiayaan perusahaan.(end) Sumber: IQPLUS

Pelayaran Nelly menebar dividen dengan yield 4,59%, catat jadwalnya

PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) akan membagikan dividen sebesar Rp 23,5 miliar untuk tahun buku 2020. Jumlah tersebut setara dengan Rp 10 per saham.  Dividen yang dibagi setara dengan 53,48% dari laba Pelayaran Nelly tahun lalu. Pembagian dividen ini telah mengantongi persetujuan pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Rabu (19/5).  Berikut jadwal pembagian dividen NELY berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia: Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 28 Mei 2021 Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 31 Mei 2021 Cum dividen di pasar tunai: 2 Juni 2021 Ex dividen di pasar tunai: 3 Juni 2021 Recording date: 2 Juni 2021 Pembayaran dividen: 18 Juni 2021 Dengan harga saham NELY yang ditutup Rp 218 per saham pada Senin (24/5), maka yield dividen Pelayaran Nelly sebesar 4,59%.  NELY meraup laba bersih Rp 43,94 miliar pada tahun 2020. Pelayaran Nelly Dwi Putri akan menyisihkan Rp 25 juta dari laba sebagai cadangan umum. Perusahaan ini akan m

JOHN RIADY DIVESTASI SAHAM SILO

John Riady selaku Presiden Komisaris PT Siloam Intenational Hospitals TbK.(SILO) telah melakukan penjualan saham SILO pada tanggal 29 April 2021 Menurut keterangan tertulis Catherina Juwita Sekretaris Perusahaan menyampaikan bahwa John Riady telah menjual sebanyak 93.300 lembar saham SILO di kisaran harga Rp8.100-Rp8.125 per saham. Dengan transaksi tersebut John Riady mendapatkan dana sebesar Rp756,34 juta. "Adapun tujuan transaksi tersebut adalah untuk investasi dengan kepemilikan langsung ", tutur Catherina. Pasca penjualan, maka kepemilikan John Riady atas saham PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) menjadi sebanyak 90 lembar saham dibandingkan sebelumnya sebanyak 93.390 lembar saham setara dengan 0,01%. (end) Sumber: IQPLUS

Widodo Makmur Unggas (WMUU) akan genjot kapasitas produksi pada semester II

Kinerja PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) tumbuh di kuartal pertama tahun ini. WMUU memperoleh penjualan sebesar Rp 597,43 miliar pada kuartal pertama tahun ini atau melesat 110,60% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 283,68 miliar.  Adapun laba bersih Widodo Makmur Unggas tercatat sebesar Rp 39,78 miliar atau melonjak 115,49% dari periode kuartal pertama tahun lalu Rp 18,46 miliar. Wahyu Andi Susilo Chief Finance & HCD Officer Widodo Makmur mengatakan, faktor utama pertumbuhan kinerja perusahaan yakni adanya pengembangan fasilitas produksi dengan dana belanja modal yang telah ditetapkan sebelumnya untuk tahun 2021 ini. Ia memaparkan, tak hanya sekadar mengembangkan fasilitas produksi, tapi WMUU juga mengembangkan fasilitas produksi di berbagai lokasi strategis guna memperkuat jaringan distribusi dari produk-produk yang dimiliki WMUU. Salah satu pengembangan fasilitas produksi yang mendorong kinerja WMUU secara signifikan adalah pengembangan Rumah Potong Ayam (RPA) di Wonog

Rekomendasi Saham MDKA, SIMP dan SAME oleh Mirae Asset Sekuritas | 25 Mei 2021

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight Mei  25, 2021 (tasrul@miraeasset.co.id) IHSG Daily, 5,763.63(-0.16%), test resistance at 5,810. Trading range 5,732 – 5,810. indikator MFI optimized masih cenderung bergerak naik dan indikator W%R optimized masih bergerak turun dan periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area. Daily support di 5,732 dan daily resistance di 5,810. Cut loss level di 5,700. MDKA Daily, 2,450 (-1.21%), trading buy, trading range 2,390  – 2,490. Indikator MFI optimized dan RSI optimized sudah berada di oversold area. Daily support di 2,390 dan daily resistance di 2,490. Cut loss level di 2,370. SIMP Daily, 520 (-2.80%), trading buy, trading range 510 – 535. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized sudah berada di oversold area. Daily support di 510 dan daily resistance di 535. Cut loss level di 495. SAME Daily, 535 (+3.88%), trading buy,trading range 510 – 550.  Indikator MFI optimized

Rekomendasi Saham ERAA, ITMG, TLKM dan MEDC oleh Indopremier | 25 Mei 2021

IHSG (5.725 – 5.805): Indeks harga saha gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 5.725 dan 5.685 dengan resist di level 5.805 kemudian 5.845. ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 645 kemudian 665 dengan support di level 605, cut loss jika break 585. ITMG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 13.350 kemudian 13.675 dengan support di level 12.700, cut loss jika break 12.375. TLKM (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 3.220 dengan resist di level 3.310 kemudian 3.370. MEDC (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 655 dengan resist di level 700 kemudian 720. R-LQ45X (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 898 dengan resist di level 917 kemudian 928. XIIF (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 509 dengan resist di level 524 kemudian 535. XPLQ (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 423 dengan resist di level 432 kemudian 439. Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbteq

Analisa Saham PNBS | 25 Mei 2021

Analisa Saham PNBS Saham PNBS pada tanggal 24 Mei 2021 ditutup menguat pada harga 116, naik 4,5%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume yang cukup baik, yaitu 213% dari hari sebelumnya.  Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bearish dengan penguatan.  Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish. Status Saham Saat Ini: Trendnya adalah Downtrend Rekomendasi dari kami adalah Beli Spekulatif jika di atas 126 Jika naik di atas 141 maka berpeluang ke 174 Jika turun di bawah 104 maka berpeluang ke 95 Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko. Disclaimer ON Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut : Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID Youtube Channel :  https://www.youtube.com/c/sahamonlineid Instagram :  @sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Rekomendasi Saham INTP, BFIN, JSMR dan WIKA oleh MNC Sekuritas | 25 Mei 2021

MNC Daily Scope Wave 25 Mei 2021 IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 5,763 pada perdagangan kemarin (24/5) diikuti dengan tekanan jual yang meningkat. Saat ini, posisi IHSG sedang membentuk wave [v] dari wave C, meskipun menguat namun akan cenderung terbatas untuk menguji rentang 5,840-5,870. Tetap waspadai 5,735 sebagai support IHSG, bila IHSG terkoreksi agresif ke bawah level tersebut, maka IHSG akan mengarah ke 5,600-5,700. Support: 5,735, 5,563 Resistance: 6,033, 6,113 INTP - Buy on Weakness (11,700) Kemarin (24/5), INTP ditutup terkoreksi 1,1% ke level 11,700. Kami perkirakan, posisi INTP saat ini sedang berada di akhir wave (y) dari wave [y] dari wave 2. Hal ini berarti, koreksi INTP akan relatif terbatas dan berpeluang berbalik menguat. Buy on Weakness: 11,200-11,500 Target Price: 12,200, 13,000 Stoploss: below 11,000 BFIN - Buy on Weakness (670) BFIN ditutup menguat cukup signifikan, sebesar 4,7% ke level 670 diiringi dengan tekanan beli yang cukup besar dan menembus MA20. Ka

Analisa Saham BABP, EXCL dan PTPP | 25 Mei 2021

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) BABP saat ini berada di atas EMA 21 dan 34. Kenaikan volume yg disertai dengan naiknya harga dalam 2 candle terakhir mengindikasikan adanya pembelian masif dan berpotensi masih melanjutkan tren penguatannya. Indikator stochastic saat ini telah mendekati area overbought, sehingga berpotensi mengalami penurunan dalam jangka waktu pendek. Rekomendasi: Buy on Weakness Suport: Rp 112 per saham Resisten: Rp 151 per saham Okie Ardiastama, Pilarmas Investindo Sekuritas PT XL Axiata Tbk (EXCL) Saham EXCL membentuk pola candle bearish harami ditransaksikan dengan volume transaksi yang relatif ramai. EXCL sudah berada di areal overbought indikasi bahwa sahamnya sudah berada pada fase jenuh beli. Namun pada indikator moving average, nampak bahwa MA20 EXCL nampak sedang menguji resisten MA200, indikasi bahwa EXCL sedang menguji kekuatan bullish-nya untuk memasuki tren bullish jangka menengah cenderung panjang.  Rekomendasi: Hold Suport: Rp 2.200 per saham Resist

Update Harga Komoditas dan Indeks | 25 Mei 2021

May 25th, 2021 Good morning, Dow climbs 180 points, Big Tech and reopening stocks lead gains U.S. stocks climbed on Monday as the technology sector and shares benefiting the most from the economic reopening led the advance. Dow.......34394   +186.1   +0.54% Nasdaq.13661   +190.2   +1.41% S&P 500..4197   +41.2     +0.99%   FTSE.......7052    +33.5     +0.48% Dax........15438   closed   +0% CAC........6409    +22.1     +0.35% Nikkei...28364    +46.8      +0.17% HSI........28412    -46.2       -0.16% Shanghai .3497  +10.7      +0.31% ST Times..3125  +6.8        +0.22% IDX.....5763.63    -9.49      -0.16% LQ45.....858.61  +0.28     +0.03% Indo10Yr..6.6134   -0.0173     -0.26% ICBI.....315.9586   +0.3497     +0.11% US10Yr..1.6080     -0.0240       -1.47% VIX..........18.40     -1.75          -8.68%👍    USDIndx .....89.8300   -0.1870   -0.21% Como Indx...202.96    +2.09       +1.04% (Core Commodity CRB) BCOMIN..... .154.99   +1.06        +0.69% IndoCDS....78.000   -0.9314    -1.18%  (5-

Saham Online di Facebook