Dirut Waskita Karya Usulkan PMN Rp 3 Triliun


Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Destiawan Soewardjono mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun di tahun 2022 untuk menyelesaikan dua ruas tol, yaitu Kayuagung-Palembang-Betung dan Tol Ciawi-Sukabumi.

"Untuk ruas tol Kayu Agung senilai Rp2,004 triliun dan Ciawi Rp996 miliar," kata Destiawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu.

Adapun kedua ruas tol tersebut ditargetkan selesai masing-masing pada Maret 2023 dan Juli 2024 dan merupakan bagian dari tujuh ruas tol yang sedang dikerjakan Waskita pada tahun 2021 dan 2022.

Ketujuh ruas tol tersebut yakni Kayu Agung-Palembang-Betung, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu yang ditargetkan selesai pada Maret 2022, Cimanggis-Cibitung di Januari 2023, dan Ciawi-Sukabumi.

Selanjutnya, ruas tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar diperkirakan rampung pada Juni 2022, Pasuruan-Probolinggo Desember 2023, serta Pejagan-Pemalang yang telah selesai pembangunannya.

Destiawan menjelaskan tujuan keseluruhan PMN tahun 2022 adalah untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi serta tambahan modal kerja dan investasi penyelesaian konstruksi jalan tol.

Ia pun berpendapat PMN yang diberikan pada tahun 2022 tersebut akan memberikan banyak dampak positif ke berbagai pihak, seperti ke Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni kepastian tersedianya dana dan melancarkan proses restrukturisasi kredit.

Sementara untuk Waskita Group yaitu melancarkan proses restrukturisasi keuangan serta melengkapi PMN tahun 2021, sedangkan untuk masyarakat manfaatnya adalah memberikan manfaat ekonomis dan mendorong perekonomian.(end/ant)

Sumber: IQPLUS

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Salurkan Pembiayaan ke Pertashop Rp 118 milyar


PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk atau Bank BRI telah menyalurkan pembiayaan kepada Pertashop sebesar Rp118 miliar di seluruh Indonesia.

"Di seluruh Indonesia, BRI telah menyalurkan pembiayaan kepada Pertashop Rp118 miliar dengan jumlah nasabah sebanyak 239 nasabah," ujar Direktur Utama BRI Sunarso dalam seminar daring di Jakarta, Rabu.

Sunarso juga menambahkan progres kemitraan Pertashop dengan AgenBRILink adalah sebanyak 284 masih dalam proses kurasi BRI, termasuk di dalamnya 4 BUMDes.

Kemudian 406 dalam proses perizinan atau survei Pertamina, termasuk di dalamnya 15 BUMDes. Sebanyak 367 sudah beroperasi, katanya, termasuk di dalamnya 16 BUMDes.

"BRI senantiasa meningkatkan sinergi sesama BUMN, salah satunya bersama Pertamina melalui Pertashop untuk mempercepat pemerataan energi berkualitas di seluruh Indonesia," kata Dirut BRI.

Dalam rangka meningkatkan jumlah mitra Pertashop, BRI berperan dengan ikut melaksanakan kurasi dari AgenBRILink. Dengan demikian BRI memiliki AgenBRILink, kemudian dilakukan asessment siapa saja yang layak menjadi agen Pertashop, sehingga nanti pelaku usaha memiliki dua bisnis sebagai AgenBRILink dan agen penyalur BBM melalui Pertashop.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Media Nusantara Citra Tbk Kejar target pertumbuhan dua digit tahun 2021


PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berupaya untuk meraih target kinerja hingga tutup tahun 2021. Investor Relations MNCN Luthan Fadel Putra mengatakan, Media Nusantara Citra menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada tahun ini.

Fadel juga percaya perusahaan media ini bisa mencapai target yang telah dipatok untuk tahun ini. “Dari awal tahun kami memang targetkan untuk mencapai pertumbuhan pendapatan double digit, melihat capaian di semester pertama, ini akan dapat kami raih,” ujar dia kepada Kontan.co.id, Rabu (1/9).

Sepanjang paruh pertama tahun ini, MNCN membukukan pertumbuhan pendapatan bersih 22,59% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 4,86 triliun. Sementara itu, laba bersihnya meningkat lebih tinggi 25% yoy menjadi Rp 1,26 triliun.

Dia melanjutkan, pada semester kedua tahun ini kinerja MNCN akan melanjutkan pertumbuhan. Terlebih programming line-up mayoritas nantinya bakal diisi program-program unggulan yang diproduksi sendiri.

Pada semester pertama 2021, margin MNCN memang cenderung menurun karena adanya EURO 2020. Tipe program ini memiliki potensi pendapatan yang besar dan biaya yang juga besar.

Tak hanya itu, sambung Fadel, kinerja MNCN pun akan ditopang oleh performa TV yang konsisten terus naik dan pencapaian pendapatan digital yang akan jauh melampaui tahun lalu. Sebagai informasi, MNCN telah mencatat peningkatan yang signifikan pada pangsa pemirsa prime time dari tahun ke tahun dengan meraih 36,6% pada Juli 2020 hingga mencapai 56% pada Juli 2021. Pangsa pemirsa ini pada akhirnya memperluas pangsa pasar belanja iklan FTA nasional ke 48% pada kuartal kedua 2021.

Selanjutnya, RCTI+ telah mencapai 39,8 juta MAU pada Juli 2021 melampaui pencapaian pada periode yang sama di tahun lalu yaitu 9,5 juta MAU. Hal ini mencerminkan tingkat pertumbuhan yang luar biasa dengan menorehkan tingkat pertumbuhan lebih dari 4x dalam 12 bulan terakhir.

“Belanja modal tidak akan jauh berbeda dengan tahun lalu, mayoritas capex untuk replacement dan maintenance fasilitas studio dan peralatan, ditambah dengan belanja modal yang terkait dengan operasi digital, khususnya gaming, yang pada akhirnya kami yakini akan membuahkan hasil yang sangat baik di tahun depan,” tutup Fadel.

Sumber: KONTAN

PT Sunindo Adipersada Tbk Bukukan Penurunan Pendapatan di Semester I-2021



Kinerja PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS) masih kurang memuaskan di semester I-2021. Produsen mainan ini kompak membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih di enam bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih TOYS di periode berjalan 2021 sebesar Rp 480,22 juta. Realisasi ini turun 73,27% dari laba bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,79 miliar. 

Alhasil, TOYS membukukan penurunan laba per saham dasar, dari semula Rp 1,25 menjadi Rp 0,33 per saham di akhir Juni 2021.

Koreksi laba bersih TOYS tidak terlepas dari menurunnya pendapatan. TOYS membukukan pendapatan bersih senilai Rp 64,64 miliar di periode Januari-Juni 2021. Jumlah ini turun 12,3% dari pendapatan tahun lalu yang mencapai Rp 73,33 miliar.

Penjualan ekspor masih mendominasi pendapatan TOYS sepanjang enam bulan pertama, yakni mencapai Rp 64,62  miliar. Sementara penjualan ke pasar lokal hanya Rp 13,11 juta. 

Adapun pelanggan dengan jumlah pendapatan akumulatif melebihi 10% dari penjualan neto yakni kepada Yiwanda Enterprise Ltd senilai Rp 34,88 miliar dan Nature Planet APS senilai Rp 9.98 miliar.

Secara geografis, penjualan TOYS didominasi oleh penjualan ke wilayah Eropa, yakni mencapai Rp 37,49 miliar. Disusul penjualan ke Amerika Utara dan Kanada senilai Rp 18,74 miliar, penjualan ke Australia senilai Rp 6,46 miliar, dan penjualan ke wilayah Asia senilai Rp 1,29 miliar.

Walau pendapatan turun, perusahaan juga memangkas sejumlah beban. Terlihat, beban pokok pendapatan turun 3,23% menjadi Rp 58,62 miliar. Beban penjualan menurun 32,54% menjadi Rp 1,74 miliar dan beban administrasi umum menurun 60% dari semula Rp 4,65 miliar menjadi Rp 1,86 miliar.

Beban keuangan Sunindo juga terpangkas 4,76% dari semula Rp 1,82 miliar menjadi Rp 1,74 miliar. Beban keuangan ini merupakan beban bunga atas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia  Tbk (BBNI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sumber: KONTAN

PT HK Metals Utama Tbk akan Laksanakan Penambahan Modal dengan HMETD


PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berencana melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue dengan melepas sebanyak-banyaknya 5,15 miliar saham baru. 

Dengan begitu, jumlah modal ditempatkan dan disetor HK Metals Utama akan bertambah menjadi 8,37 miliar dari sebelumnya 3,22 miliar.

Untuk merealisasikan rencana ini, perusahaan yang bergerak di bidang usaha produksi dan perdagangan baja ringan, alumunium extrusi, serta bahan bangunan nasional ini perlu meminta restu pemegang saham terlebih dahulu. Oleh karena itu, perusahaan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Oktober 2021 mendatang/ 

Berdasarkan keterbukaan informasi, Rabu (1/9), setelah memperoleh persetujuan, perusahaan akan segera menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk kemudian menunggu pernyataan efektif dari OJK. 

"HMETD diharapkan akan dilaksanakan dan selesai pada kuartal I-2022," ucap manajemen HKMU.

Setelah dikurangi komisi-komisi, biaya-biaya, ongkos-ongkos, dan pengeluaran lainnya, sebagian besar dana hasil rights issue ini rencananya akan digunakan untuk modal kerja dan membayar sebagian utang perusahaan. Sementara sisanya dialokasikan ke anak usaha.

Saham yang akan dikeluarkan dari portepel memiliki nilai nominal Rp 100 per saham, sedangkan harga pelaksanaan akan diberitahukan kemudian. Pemegang saham perusahaan yang tidak melaksanakan HMETD miliknya dan tidak mengambil porsi atas saham baru dapat terdilusi sebesar maksimum 61,52%.

Per akhir Juli 2021, PT Hyamn Sukses Abadi selaku pengendali menggenggam kepemilikan di HKMU sebesar 46,87%, sementara masyarakat 53,13%. Secara year to date sampai dengan Rabu (1/9), harga saham HKMU merosot 41,82% setelah ditutup di level Rp 64.

Sumber: KONTAN

Rekomendasi Saham BTPS, KLBF, BBNI dan ICBP oleh Indopremier | 2 September 2021




IHSG (6.050 – 6.130) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melemah. Target pelemahan indeks pada level 6.050 dan 6.010 dengan resist di level 6.130 dan 6.170.

BTPS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.930 kemudian 2.990 dengan support di level 2.810, cut loss jika break 2.750.

KLBF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.385 kemudian 1.405 dengan support di level 1.345, cut loss jika break 1.325.

BBNI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 5.225 dengan resist di level 5.425 kemudian 5.525.

ICBP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 8.325 dengan resist di level 8.500 kemudian 8.600.

XCLQ (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 88 dengan resist di level 90 kemudian 91.

XIID (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 463 dengan resist di level 471 kemudian 477.

XPFT (Buy on Weakness) :  Target harga beli pada level 479 dengan resist di level 490 kemudian 495.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwbg

Rekomendasi ARTO, BBYB dan BGTG oleh Mirae Asset Sekuritas | 2 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

September 2, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,090.93(-0.97%), consolidation. Trading range 6,061 – 6,146. Indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized akan menguji support trendline. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan  indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 6,061 dan daily resistance di 6,146. Cut loss level di 6,020.

ARTO Daily, 14,500 (-4.45%), buy on weakness,  trading range 14,300 – 15,050. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak turun namun mulai terbatas. Daily support di 14,300 dan daily resistance di 15,050. Cut loss level di 13,850.

BBYB Daily, 1,580 (+3.95%), trading buy, trading range 1,520 – 1,630. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 1,520, dan daily resistance di 1,630. Cut loss level di 1,450.

BGTG Daily,240 (-3.23%), buy on weakness, trading range 232 – 256. Indikator MFI optimized masih cenderung bergerak naik dan RSI Optimized koreksi terbatas. Perkiraan daily support di 232 dan daily resistance terdekat di 256. Cut loss level di 210.

Ulasan Pasar Global | 2 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Sept 2, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Saham teknologi mengirim Nasdaq ke rekor penutupan baru, mendorong S&P

Nasdaq ditutup Rabu pada rekor tertinggi, dan S&P 500 naik tetapi baru saja melewatkan puncak baru, karena September dimulai dengan pembelian baru saham teknologi dan data payroll swasta, yang mendukung kasus kebijakan moneter dovish.

Dow Jones turun 48,2 poin atau 0,14% menjadi 35.312,53. S&P 500 naik 1,41 poin atau 0,03% menjadi 4.524,09. Nasdaq menambahkan 50,15 poin atau 0,33% menjadi 15.309,38.

Indeks utama Wall Street telah mencapai rekor tertinggi baru-baru ini, dengan patokan S&P 500 mencatatkan tujuh kenaikan bulanan berturut-turut karena investor mengabaikan risiko di sekitar peningkatan infeksi virus corona baru dan berharap Fed tetap dovish dalam sikap kebijakannya. Namun, setiap rilis data baru dilihat oleh investor melalui prisma apakah itu dapat mendorong The Fed untuk mengurangi lebih cepat daripada nanti. Sebuah laporan oleh ADP, yang diterbitkan menjelang laporan ketenagakerjaan pemerintah AS yang lebih komprehensif pada hari Jumat, menunjukkan bahwa pengusaha swasta mempekerjakan pekerja jauh lebih sedikit daripada yang diharapkan pada bulan Agustus. Kumpulan data lain pada hari Rabu menunjukkan aktivitas manufaktur AS secara tak terduga meningkat pada Agustus di tengah pertumbuhan pesanan yang kuat, tetapi tolak ukur pekerjaan pabrik turun ke level terendah sembilan bulan, kemungkinan karena pekerja tetap langka.

Eropa

Bursa Eropa memulai awal yang kuat hingga September, rekor tertinggi sudah di depan mata

Bursa Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Rabu karena tanda-tanda baru pelemahan di ekonomi Asia diimbangi oleh harapan untuk lebih banyak stimulus, sementara investor menepis kekhawatiran tentang kenaikan inflasi.

European STOXX 600 naik 0,5% menjadi berakhir pada 473,12 poin.

Saham-saham ritel dan perjalanan & rekreasi adalah sektor yang naik tertinggi, masing-masing naik 1,8%. Airline SAS naik 2,4% setelah melaporkan kerugian kuartalan yang lebih kecil karena perjalanan udara meningkat secara bertahap. Sektor yang terpapar konsumen diuntungkan dari data yang menunjukkan pengangguran zona euro turun seperti yang diharapkan pada bulan Juli. Inditex Spanyol, yang memiliki merek fashion Zara, adalah salah satu saham ritel berkinerja terbaik setelah JP Morgan memperkirakan hasil kuartal kedua yang kuat untuk perusahaan. Saham naik 3,1%.

Analisa Saham BBRI | 2 September 2021


Analisa Saham BBRI

Saham BBRI pada tanggal 1 September 2021 ditutup melemah pada harga 3890, turun -1,01%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 72% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah sideway

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 3950 

Jika naik di atas 4090 maka berpeluang ke 4500

Jika turun di bawah 3870 maka berpeluang ke 3830

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/

Analisa Saham FREN, INKP dan MIKA | 2 September 2021

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN)


Muncul bearish engulfing pattern dengan RSI melemah dan stochastic membentuk dead cross. Namun volume perdagangan FREN meningkat. Rabu (1/9), FREN melemah 5,97% ke Rp 126. 
Rekomendasi: Speculative buy
Support: Rp 121
Resistance: Rp 138
Achmad Yaki, BCA Sekuritas.

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)


Harga stagnan di Rp 8.000 karena itu level resistance dari level tertinggi sebelumnya. Angka bulat tersebut mengindikasikan psychological resistance. INKP ditutup dengan candle serupa shooting star di area resistance. Hal ini mengindikasikan akan ada pullback dulu ke level support terdekat MA50. Walau, target idealnya dari pattern falling wedge downtrend yang sudah terlewati di sekitar angka Rp 8.500-Rp 8.600. 
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 7.200
Resistance: Rp 8.000
Liza Camelia, Henan Putihrai Sekuritas

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)


MIKA bergerak dalam uptrend channel. Namun kenaikan yang terjadi saat ini tertahan di garis moving average 24 sehingga berpeluang terjadinya technical correction dalam jangka pendek. MACD histogram positif. Stochastic overbought. 
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 2.300
Resistance: Rp 2.450
Dimas W.P. Pratama, NH Korindo Sekuritas

Bandarmologi Saham ADRO, MAPA, MIKA dan INDF | 2 September 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Thursday (02/09/2021)

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


IDX Composite 6,035 - 6,127

SUMMARY: BUY‼️‼️


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): NEUTRAL

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): NEUTRAL

CCI (14): *NEUTRAL

HIGHS/LOW (14): NEUTRAL

UO: BUY!!

ROC: BUY!!

WILLIAMS R: BUY!!

BULLBEAR (13): BUY!!


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


ADRO 1,270 - 1,400

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 1,320

TARGET PRICE: 1,400

STOP-LOSS: 1,270


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



MAPA 2,150 - 2,400

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 2,250

TARGET PRICE: 2,400

STOP-LOSS: 2,150


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



BDMN 2,450 - 2,780

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 2,580

TARGET PRICE: 2,780

STOP-LOSS: 2,450


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



MIKA 2,340 - 2,460

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 2,380

TARGET PRICE: 2,460

STOP-LOSS: 2,340


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



INDF 6,200 - 6,600

TECHNICAL INDICATORS: NEUTRAL BUY 6,350

TARGET PRICE: 6,600

STOP-LOSS: 6,200


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 2 September 2021


The S&P 500 closed the first trading day of September near the flatline as the strength in technology shares faded, while investors digested a disappointing employment report.

Dow.......35313   -48.2        -0.14%
Nasdaq.15309  +50.1       +0.33%
S&P 500..4524  +1.4          +0.03%.

FTSE.......7150   +30.1       +0.42%
Dax........15824   -10.8        -0.07%
CAC........6759   +78.5       +1.18%

Nikkei...28451     +361.5     +1.29%
HSI........26028    +149.3     +0.58%
Shanghai..3567   +23.2       +0.65%
ST Times..3088   +32.8       +1.07%

IDX.....  6090.93    -59.36     -0.97%
LQ45.....860.51     -5.98        -0.69%
 
Indo10Yr..6.2862  +0.0098   +0.16%
ICBI.....327.8356   -0.0911    -0.03%
US10Yr...1.3020    -0.0020    -0.15%
VIX............16.11    -0.37          -2.25%
  
USDIndx .....92.5070    -0.1190   -0.13%
Como Indx.....217.98   -0.19        -0.09%
(Core Commodity CRB)I
BCOMIN........160.42   -2.30         -1.41%

IndoCDS..66.6129   -0.7827   -1.16%👍
 (5-yr INOCD5)  
 
IDR.....14282.50     +15.00    +0.11%
Jisdor..14284.00     -22          -0.15%

Euro.........1.1841   +0.0032    +0.27%

TLKM........23.59     -0.20          -0.84%
(3370)
EIDO..........21.33     +0.07        +0.33%
EEM..........53.08      +0.67        +1.28%

Oil............68.23         -0.29        -0.42%
Gold .....1816.40       -0.50        -0.03%
Timah ...33382.50   -457.50   -1.35%
Nickel....19352.50   -240.00   -1.22%
Silver..........24.11     -0.17         -0.71%
Copper......436.60    -1.15         -0.26%
 
Coal price...174.60    +0.35     +0.20%
(Sep/Newcastle) 
Coal price...173.10    +3.10     +1.82%
(Okt/Newcastle)
Coal price....156.25   +2.50     +1.63%
(Sep/Rotterdam) 
Coal price....154.00   +2.65     +1.75%
(Okt/ Rotterdam)

CPO(Nov).....4173   -81           -1.90%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn..........532.75    -11.50     -2.15%
SoybeanOil..57.94   -0.81        -1.38%
Wheat.......714.25    -8.00        -1.11%

Wood pulp.....4675.00    -25    -0.53%

©️Phintraco Sekuritas 
Broker Code: AT
Desy Erawati/ DE

Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia
Copyright: Phintraco Sekuritas