PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Gandeng Pegadaian Permudah Pembayaran


PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dalam menjalankan peran sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), terus meningkatkan layanan gas bumi melalui berbagai terobosan baru demi kenyamanan seluruh pelanggan. Salah satunya dalam hal pembayaran tagihan pemakaian gas seiring dengan bertumbuhnya jumlah pelanggan PGN di berbagai wilayah. PGN bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) untuk memudahkan pembiayaan tagihan pemakaian gas sektor rumah tangga dan UMKM atau biasa disebut dengan pelanggan GasKita.

Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengungkapkan bahwa dengan kerja sama ini, Pegadaian menambah ragam pilihan tempat pembayaran tagihan pemakaian gas bumi PGN secara offline sehingga diharapkan dapat meningkatkan layanan kepada pelanggan. Namun Faris juga mengimbau untuk tetap hati-hati dan menerapkan protokol kesehatan apabila harus antre pada saat pembayaran, mengingat masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

"Dengan lebih dari 4.100 Outlet Pegadaian di seluruh Indonesia, kerja sama Pegadaian dengan PGN mendekatkan titik pembayaran tagihan pemakaian gas bumi PGN sehingga akan memudahkan pelanggan. Dalam waktu dua tahun terakhir, jumlah pelanggan GasKita meningkat lebih dari 50.000. Oleh karena itu kami berinovasi untuk memudahkan jangkauan sistem pembayaran pelanggan selain itu sebagai langkah mempersiapkan ekosistem pembayaran yang lebih lengkap untuk perluasan pemakaian gas bumi rumah tangga di seluruh wilayah Indonesia," jelas Faris, (07/01/2021).

Kini PGN telah melayani lebih dari 422.000 pelanggan rumah tangga di 17 Provinsi yang meliputi 66 kabupaten/ kota di Indonesia.

Layanan gas bumi terhadap pelanggan rumah tangga akan terus ditingkatkan, agar manfaat lebih dari gas jargas yang ekonomis, aman, dan praktis, dapat dirasakan oleh masyarakat secara optimal. Tak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, gas bumi dapat dimanfaatkan untuk masyarakat untuk kegiatan usaha kecil menengah (UMKM) seperti warteg, warung makan, laundry, dan sentra industri rumahan.

Pembayaran offline melalui Pegadaian dapat melayani pelanggan-pelanggan yang terkendala untuk melakukan pembayaran online. Pegadaian menjadi salah satu mitra resmi pembayaran tagihan gas bumi PGN, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir mengalami kegagalan membayar dan sejenisnya.

"Setiap pembayaran tagihan gas melalui Pegadaian dijamin akan berhasil secara real time," imbuh Faris.

Lebih lanjut, dengan Pegadaian yang cabangnya ada di mana-mana, maka nantinya bisa memudahkan pembayaran, apalagi di wilayah-wilayah yang teknologinya belum terlalu maju. Harapannya nanti juga bisa mendukung layanan pelanggan seiring dengan upaya PGN dalam menjangkau pelanggan-pelanggan baru di Indonesia di wilayah timur.

Di sisi lain, PGN tengah mengupayakan agar layanan pembayaran tagihan gas bumi PGN nantinya dapat dilakukan secara online melalui Pegadaian Digital Service. Dengan teknologi ini, pelanggan tidak perlu repot keluar rumah dan cukup membayar tagihannya dari gadget masing-masing.

"Kerja sama dengan Pegadaian juga sekaligus menjadi implementasi salah satu dari budaya AKHLAK BUMN yaitu Kolaboratif, di mana antar BUMN berkolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kompetensi masing-masing dari kami, dimaksimalkan agar bisa memberikan kebermanfaatan dan nilai lebih bagi semua pihak, serta mencapai tujuan bersama," papar Faris.

Sebelum Pegadaian menjadi mitra sebagai channel pembayaran gas PGN, pembayaran tagihan pemakaian gas dapat dilakukan melalui ATM, Teller Bank, Internet Banking, Alfamart, Indomaret, Kantor Pos, PPOB, serta Fintech seperti LinkAja, Gopay, dan Tokopedia. (end)

Sumber: IQPLUS

United Tractor (UNTR) Incar Kenaikan Penjualan Komatsu pada 2021


Entitas Grup Astra di bisnis tambang dan alat berat, PT United Tractors Tbk. (UNTR) menargetkan adanya kenaikan penjualan pada 2021.

Di lini bisnis alat berat, emiten bersandi saham UNTR itu berharap berkah dari sektor perkebunan dan konstruksi. Sebagai informasi, harga minyak kelapa sawit sempat menembus level 4.000 ringgit per ton, tertinggi sejak 2008.

Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis memproyeksi adanya peningkatan penjualan alat berat pada tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya seiring dengan tren kenaikan harga komoditas.

Emiten berkode saham UNTR itu menargetkan penjualan alat berat mencapai 1.700 unit, lebih tinggi daripada tahun sebelumnya. Pada 2020, entitas grup Astra itu menargetkan penjualan alat berat Komatsu sebesar 1.300 hingga 1.400 unit.

“Proyeksi peningkatan penjualan alat berat kami perkirakan datang dari sektor yang menggunakan alat berat ukuran kecil dan menengah, seperti perkebunan dan konstruksi,” ujar Sara kepada Bisnis, Kamis (7/1/2021).

Selain itu, dia juga menilai permintaan dari sektor pertambangan diproyeksi ikut tumbuh, tetapi lebih didorong oleh upaya penggantian alat yang sudah usang bukan proyeksi peningkatan produksi.

UNTR mengungkapkan akan terus memonitor perkembangan pasar terhadap sejauh mana akan ada kemungkinan peningkatan yang signifikan, mengingat utilisasi alat yang ada saat ini di sektor pertambangan dinilai masih belum semua optimal.

Adapun, UNTR membukukan penjualan alat berat sebesar 136 unit pada November 2020, terkoreksi dari perolehan bulan sebelumnya setelah membukukan kenaikan penjualan beruntun sejak Juni 2020.

Dengan demikian, sepanjang 11 bulan pertama 2020 UNTR membukukan penjualan alat berat sebanyak 1.481 unit. Dari perolehan tersebut, kontribusi terbesar berasal dari sektor pertambangan sebesar 36 persen, disusul sektor konstruksi sebesar 34 persen, sektor kehutanan sebesar 19 persen, dan sebesar 11 persen untuk sektor agrikultur.

Kendati demikian, perolehan itu terkoreksi 47,9 persen dibandingkan dengan volume penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 2.843 unit. Pangsa pasar alat berat UNTR hingga November 2020 adalah sebesar 30 persen.

Sumber: BISNIS

Tiga anak usaha Sarana Menara (TOWR) kantongi pinjaman US$ 34,5 juta dari Bank Mizuho


Tiga anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memperoleh fasilitas kredit bergulir dari Bank Mizuho Indonesia sebesar US$ 34,5 juta. Ketiga anak usaha tersebut adalah PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), dan PT Komet Infra Nusantara (KIN).

Dengan menggunakan asumsi kurs Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat, nilai pinjaman tersebut setara Rp 483 miliar. Penandatanganan perjanjian berlangsung pada 30 Desember 2020 dan berlaku untuk jangka waktu satu tahun sampai dengan 30 Desember 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (5/1), dana pinjaman ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan serta untuk tujuan umum korporat Protelindo, Iforte, dan KIN. Oleh karena itu, ketiga entitas anak TOWR tersebut juga memiliki kewajiban tanggung renteng terhadap fasilitas kredit ini.

Di samping itu, sebagai induk usaha dari Iforte dan KIN, Protelindo juga akan memberikan jaminan perusahaan kepada Bank Mizuho. 

Sebagai informasi,  TOWR menggenggam kepemilikan 99,9997% pada Protelindo secara langsung. Kemudian, Protelindo memiliki 99,99% saham pada Iforte dan KIN secara langsung.

Manajemen TOWR menyatakan, tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Sarana Menara Nusantara atas penandatanganan fasilitas kredit oleh ketiga anak usahanya.

Sumber: KONTAN


Rencana Bisnis Pyridam Farma (PYFA) Tahun 2021


Emiten farmasi PT Pyridam Farma Tbk akan menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 300 miliar. Berdasar Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Senin (4/1), emiten dengan kode PYFA itu menawarkan suku bunga hingga 11,25% untuk oligasi dengan tenor waktu lima tahun. Dengan kata lain, obligasi PYFA akan jatuh tempo pada 14 Januari 2026.

Mengutip prospektus yang diunggah di Bursa Efek Indonesia (BEI), PYFA akan menggunakan mayoritas dana yang dihimpun atau sebesar 55% untuk pengembangan bisnis. Sementara itu 10% dana obligasi akan digunakan untuk pengembangan produk yang berkaitan dengan kesehatan. Adapun 35% dana obligasi lainnya akan digunakan untuk belanja modal.

Corporate Secretary PT Pyridam Farma Tbk Nadia Miranty Verdiana mengatakan, sepanjang tahun 2021 ini PYFA memang memiliki sejumlah rencana pengembangan bisnis. Di antaranya, penambahan area penjualan yang selama ini belum tercakup oleh perusahan. Selain itu, PYFA akan melakukan pembelian dan investasi atau akuisisi perusahaan dalam lini bisnis farmasi dan/atau distribusi untuk sinergi bisnis lebih lanjut.

Adapun PYFA juga  akan mengembangkan produk-produk consumer health group, baik produk yang dikembangan PYFA maupun produk impor.

" Hal ini diselaraskan dengan rencana pembentukan beberapa anak perusahaan dan kantor perwakilan di luar Indonesia," jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (7/1).

Selain didanai dari obligasi, PYFA juga mengusahakan sumber pendanaan lain. Misalnya, hasil operasional perseroan dan fasilitas pinjaman bank yang telah ada.

Langkah pengembangan bisnis PYFA di tahun 2021 mempertimbangkan kondisi industri farmasi yang masih akan melanjutkan peningkatan tahun ini.

" Diprediksi akan mengalami peningkatan CAGR 4% untuk sektor farmasi," imbuh Nadia kepada Kontan.co.id.

Di tahun 2021, saat tren masyarakat cenderung menjaga jarak, PYFA mulai memasuki perkembangan bisnis secara online yang dapat diakses melalui pasar e-commerce maupun sosial media.

Menurut Nadia, langkah ini diambil untuk meningkatkan awareness publik terhadap produk-produk consumer health dan  produk-produk suplemen yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan, produk-produk D3-1000 yang baru dipasarkan pada bulan Januari ini.

Selain itu, ada juga produk-produk yang  berhubungan dengan pandemi Covid-19 seperti PCR swab dan rapid tes antigen. Begitu juga dengan berbagai produk ethical seperti branded generics  ataupun produk obat tergolong inovatif yang terus dilakukan pengembangan untuk mengikuti perkembangan di berbagai macam terapi area.

Sumber: KONTAN

Dewata Freightinternational (DEAL) merombak jajaran komisaris dan direksi


Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Dewata Freightinternational Tbk telah memutuskan untuk merombak susunan komisaris dan direksi. Posisi direktur utama kini diisi oleh Bimada, yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris perusahaan.

Posisi yang ditinggalkan Bimada digantikan oleh Nofrisel yang sebelumnya merupakan Direktur Utama Dewata Freightinternational.

Pada jajaran direksi lainnya, terjadi pergeseran yang mana Nur Hasanah yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan bergeser menjadi Direktur Pengembangan Bisnis.

Adapun, posisinya saat ini diduduki oleh Ikun M Soedrajat. Sementara, Selvi Yuniar tetap menjabat sebagai Direktur Komersial.

Adapun pada jajaran direksi, emiten berkode saham DEAL ini menghapuskan satu jabatan direksi yakni, Direktur Operasional yang sebelumnya diduduki oleh Titan Erawati.

Sementara, pada jajaran komisaris perusahaan juga turut merampingkan formasinya dengan menghapus jabatan komisaris sehingga tersisa komisaris utama dan komisaris independen. Adapun jabatan komisaris independen diemban oleh Rudi Sutanto yang menggantikan Fadel Akbar.

Direktur DEAL Nur Hasanah menjelaskan perampingan formasi tersebut sebagai salah satu upaya perusahaan dalam melakukan efisiensi.

"Melihat capaian kinerja tahun lalu, kami merampingkan formasi di induk sebagai bentuk efisiensi," ujarnya kepada kontan.co.id, di Jakarta Rabu (6/1).

Sayangnya, ia belum membeberkan terkait perolehan kinerja sepanjang 2020. Yang jelas, di tahun ini perusahaan optimistis bisa meraih pertumbuhan. Hal tersebut lantaran ada empat fokus bisnis yang akan dikembangkan.

Sebelumnya, Komisaris Utama DEAL Nofrisel menyebutkan empat pengembangan tersebut meliputi cold chain, distribusi vaksin, pusat logistik berikat, dan halal logistik. Melalui fokus tersebut, DEAL membidik pendapatan sebesar Rp 350 miliar hingga Rp 400 miliar.

Sumber: KONTAN

Rekomendasi Saham KRAS, WEGE dan WIKA oleh Mirae Asset Sekuritas | 8 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Januari 08, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,153(+1.45%), test resistance at 6,220,  trading range 6,042 – 6,220. Indikator MFI optimized.dan indikator Stochastic%D optimized akan menguji support trend line.  Pada periode  weekly terlihat Indikator MFI optimized dan indikator Stochastic%D optimized  masih cenderung naik. Daily support di 6,042 dan daily resistance di 6,220. Cut loss level di 6,040.

KRAS Daily, 462 (+3.13%),trading buy, trading range 444 – 472. Indikator MFI optimized akan menguji support trend line dan indikator  RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 444 dan daily resistance di 472. Cut loss level di 430.

WEGE Daily, 278 (+1.46%), trading buy, trading range 268 – 286. Indikator MFI optimized akan menguji support trend line dan indikator RSI optimized masih bergerak nai. Daily support  di  268  dan daily resistance di 286. Cut loss level di 264.

WIKA Daily, 2,150 (+3.37%), trading buy, trading range 2,060 – 2,270. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik namun mulai terbatas. Perkiraan daily support di 2,060 dan daily resistance terdekat di 2,270. Cut loss level di 2,010.

Rekomendasi Saham ACES, ISAT dan SMGR oleh Indopremier | 8 Januari 2021


IHSG (6.090 – 6.215) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.215 kemudian 6.275 dengan support di level 6.090 dan 6.025.

ACES (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.805 kemudian 1.830 dengan support di level 1.755, cut loss jika break 1.730.

ISAT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.275 kemudian 6.650 dengan support di level 5.525, cut loss jika break 5.150.

SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 12.550 kemudian 12.800 dengan support di level 12.050, cut loss jika break 12.800.

XIJI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 674 kemudian 688 dengan support di level 646, cut loss jika break 632.

XISC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 848 kemudian 878 dengan support di level 788, cut loss jika break 758.

XISI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 346 kemudian 353 dengan support di level 332, cut loss jika break 325.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbq6w

Ulasan Pasar Global | 8 Januari 2021

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jan 8, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street mencapai puncak tertinggi baru karena harapan stimulus yang didorong oleh Demokrat

Saham di Wall Street mencapai rekor tertinggi pada hari Kamis karena investor bertaruh Kongres yang dikendalikan Demokrat akan memberikan lebih banyak pengeluaran stimulus untuk membantu ekonomi AS mengatasi penurunan tajam yang disebabkan pandemi.

Dow Jones naik 211,73 poin atau 0,69% menjadi 31.041,13. S&P 500 naik 55,65 poin atau 1,48% menjadi 3.803,79. Komposit Nasdaq menambahkan 326,69 poin atau 2,56% menjadi 13.067,48.

Dow, S&P 500, dan Nasdaq semuanya mencapai titik tertinggi baru di tengah meningkatnya seruan untuk pemecatan Presiden Donald Trump, satu hari setelah pendukung Trump menyerbu Capitol AS dalam serangan mengerikan terhadap demokrasi Amerika. Ketua DPR AS Nancy Pelosi mendesak Trump segera dicopot dari jabatannya. Presiden terpilih Joe Biden menuduh Trump mengobarkan kekerasan dan mengatakan Rabu adalah salah satu hari paling gelap dalam sejarah AS. Sektor keuangan terkait ekonomi naik 1,5% sementara sektor industri dan material mencapai rekor baru karena ekspektasi Biden akan menyusun paket fiskal yang lebih besar dan meningkatkan belanja infrastruktur dengan Kongres di bawah kendali Demokrat.

Eropa

Bursa Eropa naik dalam dua hari karena sektor komoditas, saham konstruksi menguat

Bursa Eropa naik untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Kamis karena saham konstruksi naik karena perkiraan penjualan yang optimis dari Saint Gobain dan saham terkait komoditas naik di tengah harapan stimulus AS yang lebih besar setelah Demokrat memenangkan kendali Senat.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,5% menjadi 408,49.

Saham konstruksi & material adalah pemenang teratas, dipimpin oleh kenaikan 2,3% di Saint Gobain Prancis setelah mengatakan hasil kuartal keempat akan secara signifikan melebihi ekspektasi. Sementara itu, sektor-sektor yang sensitif secara ekonomi seperti pertambangan, energi, dan industri memperpanjang reli mereka karena prospek lebih banyak stimulus AS setelah Demokrat memenangkan kendali Senat.

Analisa Saham FREN | 8 Januari 2021


Analisa Saham FREN

Saham FREN pada tanggal 7 Januari 2021 ditutup melemah pada harga 67, naik -1,5%. Hal ini disertai dengan perubahan volume yang cenderung stabil dibanding hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trading Sell.

Rekomendasi : Beli Spekulatif jika di atas 69, tambah jika di atas 71

Jika naik di atas 73 maka berpeluang ke 75-82

Jika turun di bawah 66 maka berpeluang ke 64

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.

Disclaimer ON

Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan,

Silahkan follow Channel Youtube : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Silahkan follow Channel Telegram : https://t.me/SahamOnlineID


Bandarmologi Saham ANTM, MEDC, INCO, TINS dan ISAT | 8 Januari 2021

Technical & Bandarmology Prespectives

Friday (08/01/2021)

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered: - MNC Asset Manajemen


IDX Composite 6,107 - 6,199

SUMMARY: STRONG BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY

STOCH (9,6): BUY

MACD(12,26): BUY

ATR (14): HIGH VOLATILITY

ADX (14): NEUTRAL

CCI (14): BUY

HIGHS/LOW (14): BUY

UO: BUY

ROC: BUY

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): BUY


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


ANTM 2,540 - 2,650

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 2,600

TARGET PRICE: 2,650

STOP-LOSS: 2,540


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



MEDC 700  - 760

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 730

TARGET PRICE: 760

STOP-LOSS: 700


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



INCO 6,500 - 6,675

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 6,575

TARGET PRICE: 6,675

STOP-LOSS: 6,500


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



TINS 1,770 - 1,870

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 1,815

TARGET PRICE: 1,870

STOP-LOSS: 1,770


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



ISAT 5,800 - 6,000

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 5,900

TARGET PRICE: 6,000

STOP-LOSS: 5,800


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): 

ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA:registered:., CIB:registered: - MNC Asset Manajemen/Disclaimer On)

Analisa Saham INDY | 8 Januari 2021


Analisa Saham INDY

Saham INDY pada tanggal 7 Januari 2021 ditutup menguat pada harga 1750, naik +8,4%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish dan baru saja mengalami Golden Cross. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trading Sell

Rekomendasi : Beli Spekulatif, Tambah jika di atas 1795.

Jika naik di atas 1795 maka berpeluang ke 1925-2050

Jika turun di bawah 1565 maka berpeluang ke 1410

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.

Disclaimer ON

Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan,

Silahkan follow Channel Youtube : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Silahkan follow Channel Telegram : https://t.me/SahamOnlineID


Rekomendasi Saham TINS, INKP, WSKT dan ASII oleh MNC Sekuritas | 8 Januari 2021


MNC Daily Scope Wave

8 Januari 2021


IHSG kembali menguat 1,5% pada perdagangan kemarin (7/1) dan ditutup di level 6,153. Kami perkirakan terdapat 2 (dua) skenario pada IHSG, dimana IHSG sudah menyelesaikan wave 4 dari wave (3) pada skenario merah. Namun demikian, dapat dicermati bila IHSG belum mampu menguat di atas 6,195, yang berarti koreksi IHSG belum selesai dan masih berada pada bagian dari wave [c] dari wave 4 pada skenario biru. Koreksi IHSG ini akan lebih terkonfirmasi bila IHSG turun ke bawah 5,928 atau bahkan 5,852.

Support: 5,928, 5,852

Resistance: 6,150, 6,195


TINS - Buy on Weakness (1,815)

Kemarin (7/1), TINS ditutup menguat signifikan sebesar 13,1% ke level 1,815 diiringi dengan tekanan beli yang besar. Saat ini, kami perkirakan posisi TINS sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (5). Hal tersebut berarti, TINS berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,720-1,800

Target Price: 2,000, 2,100

Stoploss: below 1,470


INKP - Buy on Weakness (11,425)

Ditutup menguat 5,8% ke level 11,425 pada perdagangan kemarin (7/1), kami perkirakan posisi INKP saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti, INKP berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 11,000-11,400

Target Price: 12,000, 13,000

Stoploss: below 10,150


WSKT - Spec Buy (1,670)

WSKT kembali ditutup menguat 0,6% ke level 1,670 pada perdagangan kemarin (7/1). Kami perkirakan, saat ini posisi WSKT sedang berada di wave [v] dari wave 5 dari wave (C). Hal tersebut berarti, WSKT berpeluang untuk menguat.

Spec Buy: 1,550-1,670

Target Price: 1,750, 1,850

Stoploss: below 1,405


ASII - Sell on Strength (6,075)

Pada perdagangan kemarin (7/1), ASII ditutup terkoreksi 1,2% ke level 6,075. Kami perkirakan, selama ASII belum mampu menembus resistance 6,275, maka koreksi tersebut merupakan bagian dari awal wave [c] dari wave B. Hal tersebut berarti, ASII masih rentan untuk melanjutkan koreksinya, terlebih jika menembus support 5,825. Adapun level koreksi ASII berada pada rentang 5,500-5,825.

Sell on Strength: 6,075-6,150


Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 8 Januari 2021


Stocks rally to record highs, Nasdaq closes above 13,000 for the first time

Stocks rose to all-time highs on Thursday as Congress confirmed the election of Joe Biden as president and traders looked past the unrest in Washington.


Dow.......31041   +211.7    +0.69%

Nasdaq..13068  +326.7    +2.56%

S&P 500..3804   +55.7       +1.48%

 

FTSE...... .6857   +15.1     +0.22%

Dax........13968   +76.3     +0.55%

CAC........5670    +39.3      +0.70%


Nikkei....27490   +434.2     +1.60%

HSI.........27549   -143.8      -0.52%

Shanghai .3576   +25.3       +0.71%

ST Times..2907   +43.96     +1.54%


IDX....6153.63  +87.95       +1.45%

LQ45...957.31  +11.64       +1.23%


JAKMIND....1087.01    -11.04     -1.01%

JAKCONS....1829.59   +0.59      +0.03%

JAKTRADE....783.31    +10.09   +1.31%

JAKBIND........957.22   +19.91   +2.12%

JAKAGRI......1599.80   +14.35   +0.91%

JAKFIN.........1380.87   +23.54   +1.73%

JAKPROP......404.00     +2.85     +0.71%

JAKINFR......1018.40    +9.26     +0.92%

JAKMANU...1344.58    +8.10     +0.61%   

JAKMINE....2100.52    +111.59 +5.61%

 

Indo10Yr...6.2202  +0.0272   +0.44%

ICBI.....313.8205     -0.2388    -0.08%

US10Yr....1.0710   +0.0290   +2.78%

VIX...........22.37     -2.70         -10.77%👍

  

USDIndx .....89.7990  +0.3840 +0.43%

Como Indx....172.31  +0.21      +0.12%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........139.51  +1.39      +0.99%



IndoCDS.......67.48    -1.446   -2.098%👍

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....13910.00 +15.00      +0.11%

Jisdor....13938   +12            +0.09%



Euro.........1.2269  -0.0058  -0.47%


TLKM........24.76    +0.47    +1.93%

(3451)

EIDO.......23.81     -0.19      -0.79%

EEM.........53.30     +0.50     +0.95%


Oil.........50.91          +0.39      +0.77%

 Gold .....1914.10    -7.30        -0.38%

Timah......21155.00  +92.50    +0.44%

Nickel.....18090.00  +315.00 +1.77%

 

Coal price..81.00    +1.55       +1.95%

(Jan/Newcastle) 

Coal price..79.75    +4.05       +5.35%‼

(Feb/Newcastle)

Coal price...66.50   +2.30       +3.58%‼

(Jan/Rotterdam) 

Coal price...67.05   +4.00       +6.34%‼

(Feb/ Rotterdam)

 

CPO(Mar).....3817     -58        -1.50%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............494.50  -1.25      -0.15%

SoybeanOil...43.83   -0.07     -0.16%

Wheat........ 643.75   -3.75     -0.58%


Wood pulp. 4400.00  +50.00  +1.15%


( DE/ (AT)  08-01-21)