Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 28, 2020

Saham AGRO | LABA BANK BRI AGRO HINGGA DESEMBER 2019 TURUN JADI Rp51,06 MILIAR

IQPlus, (28/01) - PT Bank BRI Agro Tbk (AGRO) alami penurunan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp51,06 miliar atau turun 75% hingga periode yang berakhir 31 Desember 2019 dibandingkan laba bersih Rp204,21 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan bank ini Selasa menyebutkan, pendapatan bunga bersih meningkat menjadi Rp693,21 mliar naik dari Rp675,93 miliar tahun sebelumnya dan kenaikan tajam beban operasional selain bunga bersih menjadi Rp621,72 miliar dari Rp384,24 miliar membuat laba operasional turun tajam menjadi Rp71,49 miliar dari laba operasional tahun sebelumnya yang Rp291,69 miliar.
Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp74,19 mliar turun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp292,51 miliar. Sedangkan total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2019 mencapai Rp27,07 triliun naik dari total aset yang tercatat hingga periode 31 Desember 2017 yang Rp23,31 triliun. (end)

Saham BJBR | BANK BJB TAWARKAN OBLIGASI SUBORDINASI BERKELANJUTAN

IQPlus, (28/01) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan II (PUB II) Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank BJB dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp1 triliun.

Menurut keterangan perseroan Selasa, dalam rangka penawaran tersebut maka perseroan akan menawarkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp500 miliar.

Obligasi Tahap I ini terdiri dari dua seri yakni Seri A berjangka waktu 5 tahun dan Seri B berjangka waktu 7 tahun. Pefindo memberikan peringkat idA untuk obligasi ini dimana penjamin pelaksana emisi adalah CIMB Sekuritas Indonesia, Mandiri Sekuritas, RHB Sekuritas serta Trimegah Sekuritas Indonesia.

Masa penawaran awal dilakukan pada 29 Januari-12 Februari 2020 dengan masa penawaran umum pada 27 Februari 2020-2 Maret 2020 dan pencatatan di BEI pada 6 Maret 2020. Dana hasil emisi obligasi ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan bank. (end)

Saham TPIA | CHANDRA ASRI TAWARKAN OBLIGASI BERKELANJUTAN II TAHAP III 2020

IQPlus, (28/01) - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan melakukan Penawaran Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebesar Rp750 miliar.
Menurut prospektus perseroan yang diperoleh Selasa disebutkan, obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dengan bunga tetap 8,70% per tahun dan jangka waktu 5 tahun.
Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada 12 Mei 2020.Masa penawaran umum dilakukan 6 dan 7 Februari 2020 dan pencatatan di BEI pada 13 Februari 2020.
Penjamin pelaksana emisi obligasi adalah BCA Sekuritas dengan Mandiri Sekuritas dan wali amanat Bank Tabungan Negara Tbk. Dana yang diperoleh dari hasil obligasi ini akan digunakan untuk keperluan modal kerja. (end)

Rekomendasi Saham Valbury Sekuritas | UNVR, GGRM, BMRI, BBNI, ASII, ADRO

PT Valbury Sekuritas Indonesia Market Summary 28 January 2020
HEADLINE NEWS •Anak usaha BRMS uji coba tambang emas di Tambang Poboya •INDY targetkan produksi barubara 30.95 juta ton •INDY siapkan capex US$146 juta •MGRO targetkan laba tahun 2020 capai Rp123 miliar •SGRO terbitkan obligasi dan sukuk berkelanjutan Rp600 miliar •BSDE dan anak usaha jamin obligasi Global Prime US$300 juta •Fitch naikkan peringkat TBIG ke BB dan BB- •HRTA buka gerai baru di Bandung •Cucu usaha META naikkan tarif tol •BBCA rilis fitur baru
VIEW MARKET  
Sentimen pasar dari dalam negeri:  Pemerintah memastikan perusahaan asing dalam industri asuransi dalam aturan revisi yakni perusahaan asuransi dengan kepemilikan asing lebih dari 80% pada saat peraturan pemerintah tersebut berlaku dikecualikan dari batasan kepemilikan. Penjelasan tersebut tertuang dalam revisi Peraturan Pemerintah Nomor 14/2018 tentang Kepemilikan Asing pada Perusahaan Perasuransian dari sebelumnya pada merevisi dari Peraturan Pemerintah N…

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | HOKI, MDKA, SCMA

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight Jan 28, 2019 (tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,133.21 (-1.78%), test support at 6,106, trading range 6,106– 6,169. Indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak turun. Sementara itu pada periode weekly indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung turun. Daily support di 6,106 dan daily resistance di 6,169. Cut loss level di 6,100.
HOKI Weekly , 890 (+1.14%), trading buy, trading range 860 – 930.  Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized, dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Weekly support  di  860 sementara itu weekly resistance  930. Cut loss level  810.
MDKA Daily, 1,180 (-0.84%), sell on strength, trading range 1,180 – 1,220. indikator MFI optimized masih cenderung naik, namun indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak turun.Daily support  di 1,180  sementara itu daily resistance  di  1,220. Cu…

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | KLBF, MEDC, SMGR, CPIN

MNC Daily Scope Wave 28 Januari 2020
Terkoreksi sebesar 1,8% pada awal pekan (27/1), membuat IHSG berada pada level 6,133. Saat ini IHSG sudah berada pada area minimal koreksi IHSG, tidak menutup kemungkinan akan adanya rebound sementara, adapun level rebound IHSG diperkirakan berada pada range area 6,170-6,200. Tetap waspadai koreksi lanjutan yang dapat membawa IHSG ke area 6,026-6,090. Support: 6,100, 6,060 Resistance: 6,200, 6,280
KLBF - Buy on Weakness (1,520) Saat ini, KLBF masih berada di wave C dari wave (B), dimana KLBF masih berpotensi untuk terkoreksi kembali. Namun, apabila wave C dari wave (B) sudah terkonfirmasi terbentuk dan selesai, maka KLBF berpeluang berbalik arah rebound untuk membentuk awal dari wave (C). Buy on Weakness: 1,420-1,460 Target Price: 1,530, 1,600 Stoploss: below 1,360
MEDC - Buy on Weakness (675) Kemarin (27/1), MEDC terkoreksi cukup agresif dengan volume yang besar dan pergerakan MEDC menimbulkan gap pada level 725-740. Selama tidak terkoreksi menem…

Rekomendasi Saham IPOT | UNVR, INDF, ICBP

IHSG (6.095-6.165) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 6.095 kemudian 6.060 dengan resist di level 6.165 dan 6.195. UNVR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.400 kemudian 8.500 dengan support di level 8.150, cut loss jika break 8.050. INDF (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 8.050 dengan resist di level 8.200 kemudian 8.250. ICBP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 11.575 dengan resist di level 11.725 kemudian 11.800. XIIF (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 594 dengan resist di level 621 kemudian 634. XIJI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 666 dengan resist di level 687 kemudian 696. XISC (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 667 dengan resist di level 706 kemudian 721. Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9l6o

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | BALI, BMTR, HRUM, PKPK

Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Selasa 28 Januari 2020.
IHSG ditutup menurun sebesar -110,90 poin (-1.77%) menuju level 6.133,20 pada perdagangan hari Senin 27 Januari 2020 kemarin. IHSG terkena sentimen negatif dari serangan Iran terhadap Kedubes Amerika, dan kekhawatiran efek virus Corona terhadap perekonomian. Secara teknikal IHSG sudah mengkonfirmasi pola double top sehingga berpotensi melanjutkan downtrend. Hari ini IHSG berpotensi bergerak menurun dalam range 6.100 s/d 6.140.
BALI Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20 yang merupakan indikasi penguatan jangka pendek. Rekomendasi: Buy 1000 s/d 1065, TP 1200 s/d 3800, stop loss <900 .="" p=""> Support: 900. Resistance: 1180 s/d 1200.
BMTR Candlestick Pattern: Membentuk pola hammer yang merupakan pola reversal. Rekomendasi: Buy 340 s/d 346, TP 360, stop loss <340 .="" p=""> Support: 340. Resistance: 360.
HRUM Trend Following & Se…

Analisa Saham MDKA Akankah Terangkat Harga Emas? | 28 Januari 2020

Saham MDKA pada tanggal 27 Januari 2020 ditutup melemah pada harga 1180, turun -0,84%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 128% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bergerak mendatar.
Rekomendasi : HOLD. Jika closed di atas 1210 maka berpeluang ke 1240-1335 Jika closed di bawah 1150 maka berpeluang ke 1070
www.sahamonline.id Disclaimer ON

Saham Online di Facebook