google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 28, 2019

FREN | Smartfren Incar 13 Juta Pelanggan di Semester II/2019

(Baca juga: Apa itu Money Flow Index? ) Bisnis.com, JAKARTA – Emiten telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) menargetkan untuk bisa membangun 5.000 base transceiver station sekaligus menambah jumlah pelanggan 13 juta orang di semester kedua. Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan bahwa perseroan akan membangun 5.000 BTS sampai dengan akhir tahun. FREN, lanjutnya, akan menempatkan BTS itu di daerah yang sudah eksisting dan sebagian kecil untuk menjangkau areal baru. “Kami ingin memperkuat jaringan di wilayah eksisting karena sudah mulai padat. Tapi juga kami ada perluasan ke daerah baru seperti Anambas dan Natuna. Dengan begitu, semoga pelanggan kami semakin banyak,” katanya pada Kamis (27/6/2019). Menurutnya perseroan akan memprioritaskan area eksisting, sedangkan daerah baru akan menjadi pilihan kedua. Adapun cakupan FREN sejauh ini baru di Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Mengutip dari keterbukaan informasi, FREN memiliki 19.032 BTS di 200 kota. Ad

GGRM | Jadwal Pembagian Dividen Gudang Garam

(Baca juga: Pengertian PER ) Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp5 triliun atau setara dengan 2.600 per saham untuk tahun buku 2018. Jumlah dividen ditetapkan pada rapat umum pemegang saham tahunan untuk periode 2018 yang digelar pada 26 Juni 2019. Pada tahun buku 2018, laba Gudang Garam yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp7,79 triliun. Dengan demikian, dividen pay out ratio emiten dengan kode saham GGRM ini sebesar 64,18% dari laba bersih 2018. Lebih lanjut, akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 4 Juli 2019. Sementara itu, cum dividen di pasar tunai pada 8 Juli 2019. Dividen tunai akan dibagikan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan atau recording date pada 8 Juli 2019 pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, pembayaran dividen dilakukan pada 25 Juli 2019.

TLKM | ZTE DAN TELKOM KERJA SAMA KEMBANGKAN JARINGAN 5G DI INDONESIA

(baca juga : Pengertian Technical Rebound ) IQPlus, (28/06) - ZTE Corporation, perusahaan penyedia solusi telekomunikasi dan teknologi konsumen untuk internet seluler, sepakat bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Telkom) mengembangkan jaringan dan mengeksplorasi teknologi seluler 5G di Indonesia. "Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat, khususnya untuk pengembangan ekosistem digital di Indonesia," kata Brand Manager ZTE Indonesia, Miera Rahayu dalam keterangannya di Jakarta, Kamis. Nota kesepahaman kerja sama dilakukan pada pekan lalu, antara Senior Vice President Media and Digital Business Telkom Indonesia Joddy Hernady, dengan Sales Director ZTE Indonesia Wu Yao. Turut menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut, Chairman of ZTE Corporation Li Zixue, Senior Vice President & President of Global Sales ZTE Corporation Xiao Ming, Senior Vice President & President of Asia Pacific & CIS ZTE Corporation Mei Zhonghua. Selanjutnya, Vice P

BTEK | Bumi Teknokultura Bidik Kenaikan Pendapatan 15%

(Baca juga: Pengertian Technical Correction ) KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) memperkirakan pendapatan bisa tumbuh 10%-15% di tahun ini. Target ini memperhitungkan penambahan kapasitas mesin produksi yang dilakukan sejak 2018. Direktur BTEK Dhanny Cahyadi mengatakan, proyek penambahan kapasitas ini sudah selesai, sehingga dampak optimalisasi bisa dirasakan tahun ini. Emiten kebun produsen kakao ini memiliki pabrik di Balaraja, Jawa Barat. Mesin baru di pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 20.000-30.000 ton. Investasi ekspansi ini sebesar US$ 15 juta-US$ 20 juta. Hingga kini, BTEK telah merogoh kocek US$ 10 juta untuk penambahan kapasitas. Dhany menyebut, dana tersebut sepenuhnya dari kas internal, termasuk dana dari rencana BTEK menjual saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias private placement. Perusahaan ini telah mendapat izin menggelar private placement. BTEK telah berencana menjual saham baru sejak 20 Mei 2

TKIM dan INKP | Tjiwi Kimia (TKIM) dan Indah Kiat (INKP) Dorong Produksi Kertas

(Baca juga: Pola Head and Shoulders dalam Saham ) KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis kertas rupanya masih kinclong tahun ini. Dua perusahaan kertas Sinar Mas Group, yakni PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), berencana menambah mesin untuk mencapai target penjualan di tahun ini. Direktur PT Tjiwi Kimia (TKIM) Arman Sutedja menuturkan, pihaknya telah menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) US$ 135 juta untuk konversi mesin dan penambahan chemical plant yang akan mulai beroperasi pada Mei 2020. "Capex yang sudah terserap saat ini US$ 60 juta untuk uang muka chemical plant," ujar dia, Kamis (27/6). Mesin chemical plant akan memproduksi senyawa soda, hidrogen peroksida dan kaporit. TKIM memprediksi kontribusi penjualan senyawa tersebut terhadap total penjualan di tahun 2020 mencapai sekitar US$ 80 per ton. Sementara kontribusi ke EBITDA sekitar US$ 20 juta per tahun. Arman menuturkan, TKIM juga berniat mengganti mesin

ERAA | Erajaya, Simak Rekomendasi Sahamnya

(Baca juga: Tujuan IPO ) KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar gelap gawai selama ini menjadi musuh bagi penjaja gawai resmi, seperti PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Namun belakangan, pertumbuhan pasar gelap gawai melambat. Analis Trimegah Sekuritas Darien Sanusi menilai, sepinya penjualan gawai di pasar gelap menguntungkan ERAA. "Kami juga melihat ada perbaikan kondisi black market, di mana otoritas memperketat pengawasannya," tulis dia dalam risetnya. Hal ini akan mendorong fundamental perusahaan penjaja gadget tersebut kembali tumbuh. Di kuartal satu lalu, kinerja emiten ritel ini turun. Pendapatan di periode tersebut turun sebanyak 13,97% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 7,12 triliun. Ini sebagai dampak penurunan penjualan ponsel dan tablet sebanyak 20,23% jadi Rp 5.52 triliun. Alhasil, laba usaha ERAA menyusut 46,80% menjadi sebesar Rp 174,06 miliar di kuartal I-2019. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk merosot

Analisa saham BBTN, INKP, BUMI dan ERAA

(Baca juga: Cara Beli Saham Online ) MNC Daily Scope Wave 28 Juni 2019 Pada perdagangan kemarin (27/6), IHSG ditutup menguat sebesar 0,7% ke level 6,352 dan sempat menyentuh level tertinggi di 6,357. Selama IHSG tidak terkoreksi menembus 6,269, maka kami perkirakan IHSG masih dapat melanjutkan penguatannya. Support: 6,200, 6,100 Resistance: 6,360, 6,450 BBTN - Buy on Weakness (2,450) Pada perdagangan kemarin (27/6) BBTN terkoreksi agresif sebesar 5,6%, diikuti dengan volume jual yang besar. Kami memperkirakan koreksi tersebut merupakan bagian dari wave 2, dimana koreksi BBTN sudah cenderung terbatas dan berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave 3. Buy on Weakness: 2,390-2,450 Target Price: 2,600, 2,750, 2,850 Stoploss: below 2,150 INKP - Buy on Weakness (9,475) Kami memperkirakan pergerakan INKP masih dalam gerakan dari wave [iv], dimana masih terdapat potensi untuk terkoreksi namun sudah cukup terbatas. Selanjutnya, INKP dapat menguat kembali untuk membentuk

Analisa Saham JSMR, PTPP, WEGE dan WSBP

Analisa Saham JSMR, PTPP, WEGE dan WSBP (Baca juga: Pengertian Breakout dalam Saham ) JSMR membentuk pola hammer yang mengindikasikan rebound. Rekomendasi: buy 5700 s/d 5800, TP 6000 s/d 6250, stop loss <5500 .="" p=""> PTPP memantul dari support trend line pada 2200, dengan demikian penguatan akan berlanjut kembali sesuai dengan jalur uptrend yang sudah terbentuk. Rekomendasi: buy 2200 s/d 2250, TP 2300 s/d 2420, stop loss <2000 .="" p=""> WEGE menguji resistance pada 356, jika breakout akan berlanjut menuju resistance berikutnya pada 400. Rekomendasi: buy on breakout 356, TP 370 s/d 400, stop loss <320 .="" p=""> WSBP menguji resistance pada 402, setelah breakout maka tren sideways berakhir dan akan melanjutkan penguatan menuju 430. Rekomendasi: buy on breakout 402, TP 430, stop loss <380 .="" p=""> Panin Sekuritas

Rekomendasi Saham TemanTrader | 28 Juni 2019

Rekomendasi Saham TemanTrader | 28 Juni 2019 (baca juga: Pengertian Inverted Yield Curve ) Investor asing kemarin melakukan aksi profit taking mini dengan total -50 milyar setelah merealisasikan keuntungan dari saham saham MINING -55M BASIC-IND -30M dan TRADE -10M dan tetap melakukan akumulasi pada saham FINANCE +77M dan INFRASTRUCTURE +48M. Kemarin index sedikit sentuh level resisten konsolidasi 6357 sebelum akhirnya ditutup naik +42 point ke level 6352. Hari ini index diperkirakan akan lepas dari cengkraman konsolidasi yang sudah terjadi selama 7 hari berturut dan menguji area resisten baru di 6411 – 6445. Sentimen positif dalam negeri ini diharapkan bisa menjadi nafas tambahan bagi bursa sambil tunggu perkembangan dari global dari KTT G-20 yang dimulai hari ini di Osaka. Tone dan Manner perdagangan hari ini  : MK Sudah Ketok Palu Hasil Sengketa Pilpres, Sentimen Positif Untuk Keluar Dari Konsolidasi dan Uji Resisten 6400 Potensi Pergerakan Index : 6329 – 6404 Bebera

Rekomendasi Saham Binaartha Sekuritas | 28 Juni 2019

(Baca juga: Strategi Trading dengan Gap Up ) Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan IHSG dalam perdagangan jelang akhir pekan ini, diprediksi masih mampu mempertahankan penguatan. Binaartha Sekuritas memperkirakan IHSG melanjutkan penguatan dalam perdagangan hari ini. Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance. Dia menyebutkan support pertama maupun kedua IHSG memiliki range pada 6.329,224 hingga 6.305,738. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range level 6.367,062 hingga 6.381,415. Berdasarkan indikator, MACD sudah berada di area positif. Selain itu, terlihat bahwa Stochastic dan RSI bergerak positif. Reliance Sekuritas menyebutkan IHSG bergerak kuat diatas MA5 dan mencoba mendekati area resistance bearish trend. Kepala Riset Lanjar Nafi mengatakan kondisi yang overbought se

Bandarmologi Saham CTRA, SMBR, WIKA, SMRA dan ERAA

Bandarmologi Saham CTRA, SMBR, WIKA, SMRA dan ERAA (Baca juga: Pola Double Top dalam Saham ) Friday (28/06/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas) IDX Composite 6,313 - 6,406 SUMMARY: STRONG BUY 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): BUY STOCH (9,6): BUY MACD(12,26): BUY ATR (14): LESS VOLATILITY ADX (14): BUY CCI (14): BUY HIGHS/LOW (14): BUY VO: BUY ROC: BUY WILLIAMS R: OVERBOUGHT BULLBEAR (13): BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION STOCKS PICK: CTRA 1,060 - 1,170 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION SMBR 1,010 - 1,340 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10

Analisa Saham HMSP, MYOR dan PTBA

Analisa Saham HMSP, MYOR dan PTBA (baca juga: Divestasi Saham ) 1. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), Daily (Rp3.190) (RoE: 31,96%; PER: 29,47x; EPS: 113,00; PBV: 9,42x; Beta: 0,87). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.180-3.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.250, 3.320, 3.380 dan 3.440. Support: Rp3.150 dan 3.100. 2. PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Daily (Rp2.470) (RoE: 19,90%; PER: 30,86x; EPS: 83,28; PBV: 6,13x; Beta: 0,23). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  tweezer bottom candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.460-2.480, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.520, 2.550, 2.600, 2.710 dan 2.820. Support: Rp2.460 dan 2.430. 3. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), Daily (Rp2.9

Analisa Saham AKRA, BBTN dan DOID

Analisa Saham AKRA, BBTN dan DOID (Baca juga: Pola Triangle dalam Saham ) 1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Daily (Rp4.070) (RoE: 7,82%; PER: 20,99x; EPS: 201,56; PBV: 1,65x; Beta: 0,8). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  tweezer bottom candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp4.060-4.080, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.120, 4.200, 4.310, 4.550 dan 4.800. Support: Rp4.060 dan 4.010. 2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Daily (Rp2.450) (RoE: 11,54%; PER: 9,08x; EPS: 275,48; PBV: 1,05x; Beta: 1,79). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-60 sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.440-2.460, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.560, 2.710, 3.060 dan 3.410. Support: Rp2.440 dan 2.360. 3. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), Daily (Rp515) (RoE: 2,06%; PER: 56,11x; EPS: 9,00;

Analisa Saham BBCA, PTBA dan ACES

Analisa Saham BBCA, PTBA dan ACES (Baca juga: Analisa Dengan Pola Flag dan Pennant dalam Saham ) 1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Saham BBCA meskipun dalam fase bullish consolidation, namun terlihat pola downward bar yang mengindikasikan potensi koreksi wajar. Kondisi tersebut juga didukung oleh indikator MACD yang telah membentuk pola dead cross di area positif. PTPP: Sell on strength Support: Rp 29.000 Resistance: Rp 30.100 Muhammad Nafan Aji, Binaartha Sekuritas 2. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Pergerakan saham PTBA selama tidak terkoreksi menembus level Rp 2.820 per saham, diperkirakan hanya akan terkoreksi pada level Rp 2.930-Rp 2.950 untuk membentuk wave (iv). Hal ini terlihat dari volume yang mengecil diikuti dengan RSI dan stochastic yang mulai menurun. PTBA: Buy on weakness Support: Rp 2.820 Resistance: Rp 3.200 Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas 3. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) Saham ACES masih dalam area koreksi sehat, dan dalam uptrend d

Analisa Saham BSDE, BMTR dan SSIA

Analisa Saham BSDE, BMTR dan SSIA (Baca juga: Memahami Pola Falling dan Rising Wedge ) BSDE ( BUY ) : Target kenaikan harga pada level 1.550 kemudian 1.580 dengan support di level 1.480, cut loss jika break 1.450. BMTR ( Buy ) : Target kenaikan harga pada level 396 kemudian 406 dengan support di level 372, cut loss jika break 364. SSIA ( Buy ) : Target kenaikan harga pada level 730 kemudian 740 dengan support di level 710, cut loss jika break 700. Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7jvi

Saham Online di Facebook