google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 14, 2017

Pay Out Ratio Dividen BBNI | 14 November 2017

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) optimistis kinerja hingga akhir tahun ini masih akan moncer. Hal ini tercermin dari persiapan BBNI untuk membagikan dividen tahun buku 2017. "Kami akan ajukan (pay out ratio) 25%," ujar Direktur Keuangan dan Risiko Kredit BBNI Rico Rizal Budidarmo, Selasa (14/11). Namun, pay out ratio ini masih lebih rendah dibanding pay out ratio dividen tahun buku 2016. BBNI membagikan dividen 35% dari laba bersih perusahaan pada periode 2016. Jumlah dividen yang dibagikan saat itu Rp 3,96 triliun. Adapun laba bersih BBNI tahun lalu sebesar Rp 11,34 triliun. "Tahun lalu dividen sudah cukup dan meningkat. Untuk tahun ini sudah kami siapkan sesuai rencana, akan diajukan 25% dan kami sudah simulasi," jelas Rico. Meski demikian, lanjut Rico, tak menutup kemungkinan pay out ratio BBNI tahun buku 2017 justru akan lebih besar dibanding tahun buku 2016. Apalagi ia meyakini, realisasi laba bersih akhir tahun ini masih akan tumbuh double digit. &quo

Berita Saham TPIA | 14 November 2017

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah menentukan kupon obligasi senilai Rp 500 miliar yang akan diterbitkan Desember mendatang. Obligasi yang menjadi bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) Rp 1 triliun itu terbagi kedalam tiga seri. Seri A memiliki tenor selama tiga tahun. Rentang kupon yang ditawarkan 8,40%-9%. Seri B ditawarkan dengan rentang 8,70%-9,45%. Adapun tenor atas seri ini selama lima tahun. Terakhir, Seri C menawarkan kupon obligasi pada rentang 9%-9,75%. "Tenornya selama tujuh tahun," ujar Direktur TPIA Suryandi, Selasa (14/11). TPIA akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi ini untuk melakukan pembayaran sebagian utang single currency term facility senilai US$ 94,98 juta yang diperoleh pada tahun 2015 lalu. Obligasi TPIA ini telah memperoleh pemeringkatan idAA- dari lembaga pemeringkat Pefindo. Masa penawaran atau bookbuilding obligasi TPIA dijadwalkan pada 13 November hingga 24 November 2017. Sedangkan masa penawaran umum akan dila

Berita Saham BRAU | 14 November 2017

Transaksi saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) di pasar negosiasi masih terus berlangsung. Selasa (14/11), total volume transaksi saham BRAU di pasar negosiasi mencapai 976,71 juta saham dengan nilai transaksi Rp 79,59 miliar. Volume transaksi saham BRAU tertinggi di pasar negosiasi hari ini. Kemarin, transaksi saham BRAU di pasar negosiasi mencapai 2,94 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 240,3 miliar. Transaksi pasar negosiasi BRAU masih dibuka hingga esok, sebelum Bursa Efek Indonesia menghapus pencatatan saham emiten tambang ini mulai Kamis, 16 November. Pada akhir Oktober, jumlah saham publik BRAU sebesar 9,31% atau 3,25 miliar saham. Sedangkan 90,69% atau 31,65 miliar saham dimiliki oleh PT Sinarindo Ekamulya yang merupakan anggota grup Sinarmas. KONTAN

Berita Saham PTPP | 14 November 2017

Lembaga pemeringkat utang dalam negeri PT Pefindo menetapkan peringkat yang sama untuk perpetual medium term notes (MTN) dan obligasi milik emiten konstruksi pelat merah, PT PP Tbk (PTPP). Mengutip keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Pefindo menetapkan kembali peringkat idA- untuk surat utang abadi milik PTPP. Peringkat ini tidak berubah dari yang diberikan oleh Pefindo sebelumnya untuk Perpetual MTN Tahun 2016 PT PP Tbk senilai maksimum Rp 8 triliun. "Efek utang jangka panjang dengan peringkat ini mengindikasikan bahwa obligor memiliki kemampuan kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibanding perusahaan lain di Indonesia," ujar Direktur Pefindo Vonny Widjaja dalam keterangan resminya yang dirilis Kamis (9/11) lalu. Sementara tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan. Selain menetapkan kembali peringkat untuk perpetual MTN PTPP, Pefindo juga menetap

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 14 November 2017

Market Review 14 November 2017 (Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia) IHSG ditutup melemah 33 poin (-0.55%) ke level 5,988.292 pada perdagangan hari ini, didorong oleh pelemahan seluruh sektor yang dipimpin oleh sektor consumer (-1.00%) dan finance (-0.86%). Tercatat 135 saham menguat dan 218 saham melemah. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp721 miliar di seluruh Pasar hari ini. Di akhir perdagangan, US Dollar melemah 1 poin (-0.01%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,551 terhadap US Dollar. Advance Stocks: - BBTN: Harga saham BBTN ditutup menguat Rp40 (+1.37%) ke level Rp2.950 pada hari ini. Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali melakukan perubahan komposisi (rebalancing) portofolio indeksnya per bulan November dan saham BBTN termasuk dalam daftar MSCI Global Standard Index. - BBNI: Di akhir perdagangan hari ini, harga saham BBNI ditutup menguat Rp25 (+0.31%) ke level Rp7.875. Menjelang tutup tahun 2

Analisa Saham UNVR, CLEO, BBRI, DILD dan AISA | 14 November 2017

Analisa Saham UNVR, CLEO, BBRI, DILD dan AISA #UNVR cenderung masih akan melanjutkan sidewaysnya dengan support 49050, follow kembali jika >49300 dengan potensi penguatan 49500-50000, batasi resiko jika <49050 #CLEO posisi saat ini uptrend dengan peluang masih akan up dengan support 675. path atasnya 850-960. batasi resiko jika <860 #BBRI uji S 3250, potensi masih akan up dengan area penguatan selanjutnya 3340-3400. batasi resiko bila <3240 #DILD posisi saat ini cenderung naik dengan S 380, area penguatan selanjutnya 390-396-400, batasi resiko  bila <376 #AISA posisi saat ini cenderung down dengan R 895, jaring jika break area R tsb dengan target penguatan 975-1005. wapada <840 Semua analisa bukan ajakan untuk buy and sell, bisa di jadikan pilihan untuk analisa lebih lanjut Disclaimer on Terima kasih Rizky Anggar - TemanTrader

Analisa Saham AALI | 14 November 2017

Kinerja keuangan PT Astra Agro Lestari (AALI) sepanjang tahun ini mengkilap. Hingga kuartal III 2017, emiten perkebunan ini mencetak pendapatan mencapai Rp 12,5 triliun, naik 30,3% secara year on year (yoy). Serupa, laba bersih anak usaha Grup Astra ini juga melonjak 20,3% ke Rp 1,4 triliun. Bahkan, dibandingkan dengan kuartal II 2017, laba bersih AALI meningkat signifikan, sebesar 49,4% menjadi Rp 362 miliar. Analis PT Indo Premier Sekuritas Frederick Daniel Tanggela menyatakan, lonjakan laba bersih terjadi karena harga rata-rata penjualan atawa average selling price (ASP) minyak kelapa sawit (CPO) AALI menanjak. Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, AALI berhasil mencatat volume penjualan CPO dan turunannya hingga 1,26 juta ton, naik 15% yoy. Karena itu, Frederick memperkirakan, volume penjualan CPO AALI sampai akhir tahun sebanyak 1,72 juta ton. Analis Henan Putihrai Sekuritas Yosua Zisokhi menambahkan, kinerja AALI tahun ini sudah kembali ke trek normal. Mengingat tahun lalu,

Berita Saham TLKM | 14 November 2017

Telkom Indonesia menghibahkan pusat internet berkecepatan tinggi atau "Broadband Learning Center" (BLC) di enam lokasi Kota Surabaya, yakni Rusunawa Jambangan, Rusunawa Wonorejo, Rusunawa Pesapen, Rusunawa Sombo, Rusunawa Randu, dan di kelurahan Bulak Banteng. General Manager Telkom Surabaya, M Nasrun Ikhsan di Surabaya, Senin, mengatakan hibah tersebut bagian dari upaya Telkom sebagai Raja Digilat Indonesia untuk menumbuhkan gaya hidup digital di sektor pemerintah, bisnis, publik dan sektor khusus. "Dari sektor pemerintahan dan publik kami menghibahkan enam BLC ini, dan untuk mendukung Surabaya sebagai kota cerdas atau smart city," katanya. Ia mengatakan dalam setiap BLC, terdiri dari 10 buah Personal Computer (PC) yang dilengkapi jaringan Teknologi Informasi (TI), meja dan kursi pengajar, projector dan layar projector, printer, scanner, AC 2 PK, dan beberapa perangkat pendukung lainnya, serta pengajar dan asisten tenaga pengajar. "Jika dilihat dari Suraba

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 14 November 2016

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (Nov 14, 2017) Research Team (research@miraeasset.co.id) Market comment by Darmawan Halim (darmawan.halim@miraeasset.co.id) Tidak banyak berita atau data dari pasar global atau AS hari ini. Pasar masih memantau kemajuan  reformasi perpajakan AS, yang diharapkan bisa di voting akhir pekan ini, meski masih belum jelas apakah pelaksanaan pemotongan pajak perusahaan akan tetap tertunda hingga 2019. Indeks MSCI Emerging Market akan meninjau komposisi portofolionya bulan ini, di mana Indonesia akan melihat potensi penyertaan dari saham BBTN dan penghapusan saham SMRA dan LPKR. Market Indicator JCI: 6,021.46 (-0.01%) EIDO: 26.72 (-0.30%) DJIA: 23,439.70 (+0.07%) FTSE100: 7,4152.18 (-0.24%) USD/IDR: 13,552 (+0.07%) 10yr GB yield: 6.68% (-2bps) Oil Price: 56.76 (+0.04%) Foreign net purchase: -IDR321.2bn Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141) TOP BUY: BBRI, ASII, GGRM, LPPF, MAPI TOP SELL: BBCA, UNTR, TLKM, JSMR, BBNI

Rekomendasi Saham IPOT | 14 November 2017

IHSG (5.995–6.045) : indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.045 kemudian 6.075 dengan support di 5.995 dan 5.970. BBCA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 20.300 dengan resist di 20.700 dan 20.950. JPFA (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.350 kemudian 1.380 dengan support di 1.290, cut loss jika break 1.260. JSMR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada kisaran level 6.325 dengan resist di 6.525 kemudian 6.625. IPOT CHART ANALYSIS

Rekomendasi Saham Valbury Sekuritas | 14 November 2017

Rekomendasi Saham Valbury Sekuritas Prediksi IHSG : • Terbatasnya katalis positif ke pasar, akan mendorong IHSG pada perdagangan saham di pekan ini berpeluang melemah. Perspektif tenikal Support Level : 6010/5998/5976 Resistance Level : 6044/6066/6078 Major Trend : Up Minor Trend : Up Pattern : Up to down TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading Perspektif tenikal : ASII: Trading Buy • Close 8350, TP 8450 • Boleh buy di level 8225-8350 • Resistance di 8450 & support di 8225 • Waspadai jika tembus di 8225 • Batasi resiko di 8175 WSKT: Trading Buy • Close 2180, TP 2260 • Boleh buy di level  2140-2180 • Resistance di 2260 & support di 2140 • Waspadai jika tembus di 2140 • Batasi resiko di 2120 BBTN : Trading Buy • Close 2910, TP 2940 • Boleh buy di level  2880-2910 • Resistance di 2940 & support di 2880 • Waspadai jika tembus di 2880 • Batasi resiko di 2860 ICBP:  Trading Buy • Close 8525, TP 8

Analisa Saham SMGR | 14 November 2017

Analisa Saham SMGR BCA Sekuritas on Semen Indonesia (SMGR) 11/1/2017 Dissapointing results - SMGR membukukan laba bersih 3Q17 lebih rendah dari perkiraan sebesar IDR367 miliar (+ 5,9% QoQ, -62,0% YoY), yang berarti pendapatan 9M17 sebesar Rp1,5 triliun (-50,2% YoY). Manfaat dari jumlah hari kerja yang lebih tinggi, kenaikan pendapatan (+ 24,1% QoQ, + 18,5% YoY) didorong oleh volume penjualan solid domestik (+ 25,9% QoQ, + 14,6% YoY) di tengah penurunan ASP (-1,2% QoQ, -7,4% YoY), serta kinerja RMC yang luhur (+ 41,3% YoY) - Biaya produksi yang lebih tinggi (bahan bakar dan bahan langsung, bersamaan dengan biaya transportasi & penanganan) dihasilkan dari perselisihan Rembang, yang selanjutnya menekan marjin EBIT 3Q17 menjadi 9,0% vs 11,4% pada 2Q17 dan 19,8% pada 3Q16. Pada 17 September SMGR secara bertahap menurunkan posisi level hutangnya (~ IDR2.0tn), digantikan oleh obligasi pada Jun-17 (restrukturisasi hutang) - Valuasi: HOLD dengan TP Rp11,600

Analisa Saham TINS | 14 November 2017

Analisa Saham TINS BCA Sekuritas on Timah (TINS) 11/1/2017 Double combo - Dengan harga nikel yang kuat, laba bersih TINS 3Q17 melonjak menjadi Rp150 miliar (+ 76,9% QoQ dan 79,5% YoY). Ini berarti laba bersih 9M17 sebesar Rp301 miliar (+ 493,5% YoY). Pada bagian atas, TINS membukukan pendapatan sebesar Rp2,3 triliun (+ 2,9% QoQ dan + 24,6% YoY), sehingga pendapatan 9M17 mencapai Rp6,6 triliun (+ 41,5% YoY) - Selain volume ASP (+ 39,2% YoY) yang lebih tinggi, volume penjualan timah dan volume bahan kimia juga melonjak, masing-masing 108,2% dan 166,7% YoY. Meskipun menerbitkan obligasi IDR1.5tn pada 3Q17, neraca TINS tetap kuat, karena net gearing melayang sedikit di atas level 30%. - Valuasi: BUY dengan TP Rp1,540

Analisa Saham SSIA | 14 November 2017

Analisa Saham SSIA BCA Sekuritas on Surya Semesta Internusa (SSIA) 11/1/2017 Land-banking period - SSIA membukukan rugi bersih sebesar IDR6 miliar di 3Q17 karena perusahaan JO. Hal ini membawa keuntungan bersih menjadi Rp1,2 triliun di 9M17. Pendapatan masih bisa turun 14,1% YoY menjadi Rp800 miliar di 3Q17. Ini menghasilkan total pendapatan hingga Rp2,4 triliun (-22% YoY) di 9M17 - Segmen konstruksi masih menjadi pendorong pendapatan utama SSIA, membukukan nilai IDR1.5tn pada 9M17, mewakili 64% dari total pendapatan. Sedangkan untuk segmen hotel, porsi meningkat menjadi 23% di 9M17. Sementara di lahan industri, permintaan yang lemah bertahan di 9M17, hanya memberikan kontribusi 6% terhadap total top-line - Valuasi: BUY dengan TP Rp690

Rekomendasi Saham William Hartanto | 14 November 2017

WH Project Outlook 14 November 2017. IHSG ditutup menurun 0,37 poin atau (-0.01%) pada perdagangan hari Senin, 13 November 2017 kemarin. Penurunan ini adalah kesengajaan karena sebelumnya IHSG rebound sampai pada pre-closing. Hari ini IHSG berpotensi menguat. JPFA TP 1400. SAME mengalami koreksi dalam batas wajar, saatnya buy on weakness. Target 700. LPPF buy and hold 10000. BUMI waspada penurunan melewati 246. Tahun depan akan ada revolusi bisnis ritel. Semoga bermanfaat, happy trading.

Analisa Saham BNGA | 14 November 2017

Analisa Saham BNGA BNGA masih bergerak naik dan berada dalam trend positif. Selama bertahan diatas garis MA 200 (garis warna merah) dan diatas garis uptrend jangka panjangnya (garis warna hitam), maka BNGA masih berpeluang untuk melanjutkan trend naiknya. Namun kenaikan saham ini untuk sementara masih tertahan oleh short term down trend resistennya, setelah gagal menembus keatas level 1295 (garis warna biru). Apabila BNGA mampu menerombol dan melewati down trend resisten jangka pendeknya, maka saham ini berpeluang menuju target dikisaran 1330 hingga 1380. Rekomendasi: Buy. Add position jika mampu break out 1295 dengan volume besar. Stoploss jika gagal bertahan di 1190. StepTrader

Analisa Saham ANTM, TRAM, DOID dan BUMI | 14 November 2017

Analisa Saham ANTM, TRAM, DOID dan BUMI ANTM: harga memantul upper bollinger band dengan stokastik mengalami death cross. berpeluang ke area 670 - 665. apabila harga mencapai 695 maka potensi ke 705 - 720. TRAM: cenderung down trend secara perlahan disertai menembus midle bollinger band. berpeluang ke area 134 - 126. jika harga menembus 158 maka potensi ke 174 - 183. DOID: sedang keadaan down trend disertai MACD death cross. dengan stokastik potensi golden cross dan volume penjualan kian melemah. diharapkan harga rebound ke area 900 dengan potensi 920 - 940. jika harga menembus 830 maka berpeluang untuk jatuh lebih dalam. BUMI: bila harga memantul pada middle bollinger band maka potensi ke harga 260 - 280. namun apabila harga menembus 242 maka potensi ke 232 - 204. Alpine PW - PacificTrader

Analisa Saham ASII, AGRO dan ARTA | 14 November 2017

ASII:  MACD masih keadaan baik didukung volume pembelian yang baik. apabila harga menembus 8475 maka potensi ke 8550 - 8725. apabila harga turun menembus 8275 maka peluang ke area 8150 - 8050. AGRO: cenderung sideway dengan volume perdagangan rendah disertai bollinger band menyempit dengan kisar harga area 550 - 585. ARTA: keadaan sideway dengan volume perdagangan rendah. sebaiknya menunggu reversal pattern menembus 370 dengan area target 570 - 660. waspada bila harga menembus 138 karena potensi jatuh lebih dalam. Alpine PW - PacificTrader

Analisa Saham INDY, APLN dan BCIP | 14 November 2017

Analisa Saham INDY, APLN dan BCIP INDY: stokastik mengalami death cross disertai harga mulai break upper bollinger band. berpeluang untuk koreksi harga ke area 2690 - 2590. apa bila harga kembali naik akan berpotensi naik lebih tinggi. APLN: peluang downtrend dengan MACD mengalami death cross apabila menembus  236 maka potensi ke 232 - 230 apabila harga kembali rebound menembus 252 maka potensi ke 256 - 268. BCIP: MACD mengalami golden cross disertai volume pembelian yang baik. apaila harga menembus 158 maka berpotensi ke 162 - 170. apabila harga menembus support 136 maka potensi ke 130 - 123. Alpine PW - PacificTrader

Analisa Saham ASII |14 November 2017

Analisa Saham ASII 14 November 2017 ASII mengalami recovery atas laba bersih yang sempat anjlok terendah sejak 2010. Jika hal ini ditanggapi positif, maka ASII akan men-drive IHSG naik lebih tinggi. Bagaimana pasar menanggapinya? Ini bisa dibaca dari pergerakan teknikalnya. ASII saat ini menguat, menguji level tertingginya di 8525. Ini akan menjadi level resisten kuat bagi ASII. Jika saham ini mampu melampaui 8525 dan bertahan di atasnya, maka terbuka lebar peluang kenaikan menuju 9075 dengan minor target 8750. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif. Rekomendasi: Hold bagi yang sudah memiliki. Area buy ada di bawah 8200 – 8300. Stoploss level 8050. Disclaimer ON GaleriSaham

Analisa Saham BBTN | 14 November 2017

Analisa Saham BBTN | 14 November 2017 BBTN bergerak dalam down trend channel-nya dan saat ini menguji resisten minor di 2960. Jika, hanya  jika saham ini mampu menguat ke atas 2960 dan bertahan di atas, terbuka peluang bagi BBTN untuk mengakhiri channel trend turun-nya. Jika hal ini terjadi, target kenaikan BBTN ada di level 3130 hingga all time high 3390. MACD yang telah golden cross menunjukkan saham ini bergerak positif. Rekomendasi: Speculative Buy jika break 2960. Stoploss level 2790 Disclaimer ON GaleriSaham

Analisa Pasar Global | 14 November 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market (Nov 14, 2017) Investment Information Team (ayuningdyah@miraeasset.co.id)   US Saham A.S. ditutup sedikit menguat Senin setelah Dow dan S&P 500 membukukan penurunan mingguan pertama mereka dalam dua bulan pekan lalu. Namun, kenaikan masih terbatas, karena ketidakpastian terus berlanjut mengenai undang-undang pemotongan pajak Republik sementara saham blue-chip General Electric Co jatuh ke level terendah lebih dari lima tahun. Analis telah menyalahkan penurunan baru-baru ini pada kekhawatiran tentang penundaan pemotongan pajak perusahaan dari Washington yang banyak diantisipasi. Tiga acuan saham utama masih naik antara 15% dan 25% untuk tahun ini, didukung oleh faktor-faktor seperti ekonomi A.S. yang berkembang dan perbaikan keuntungan perusahaan. Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker dalam sebuah pidato hari Minggu menarik sedikit dukungannya untuk kenaikan suku bunga Desember. Tidak ada pejabat Federal Reserve yang dijadwalk

Update Harga Penting Saham | 13 November 2017

Good morning, Stocks finish slightly higher, but big GE losses cap gains Market sentiment has been on edge as of late. Investors are wondering whether the government will get tax reform done at all this year.There are also worries that, even if tax reform gets done, a corporate tax cut could be delayed until 2019.GE shares, meanwhile, fell 7.2 percent after the company issued weaker-than-expected guidance for 2018. Dow........23440    +17.5      +0.07% Nasdaq....6758    +6.7         +0.10% S&P 500...2585    +2.5         +0.10% FTSE........7415     -17.8        -0.24% Dax........13074     -53.1        -0.40% CAC.........5342      -39.1        -0.73% Nikkei....22380      -300.4       -1.32%  HSI.........29182     +61.3        +0.21% Shanghai.3448     +15.2        +0.44%  ST Times.3419      -0.97         -0.03%   Indo10Yr..6.9033     +0.0191  +0.28% INDOBex236.9293   -0.2345   -0.10% US10Yr.......2.40        unch       +0% VIX.............11.50      +0.21      +1.86%

Saham Online di Facebook