Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 18, 2019

Saham BEST | Penjualan Lahan Masih Lesu, Ini Rekomendasinya!

Kinerja PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk kurang mumpuni di semester pertama lalu. Ini membuat emiten ini kembali fokus pada penjualan lahan.

Namun para analis pesimistis, perusahaan dengan kode emiten BEST tersebut dapat merealisasikan penjualan yang ditargetkan sebesar 40 hektare tahun ini. Asal tahu saja, di semester pertama lalu, anggota indeks Kompas100 ini belum berhasil menjual 50% dari target tersebut.

Selain penjualan lahan belum terpenuhi, kinerja BEST pun kurang mumpuni. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan ini, pendapatan BEST di semester pertama lalu melemah 7,61% jadi Rp 371,05 miliar. Hal tersebut membuat laba bersih BEST melemah 16,54% dari Rp 137,18 miliar jadi Rp 114,49 miliar di akhir Juni lalu.

Analis RHB Research Christopher Andre menyebut, walau sudah berusaha mengerek penjualan lahan, ternyata hasilnya belum terlihat. Bahkan, berdasarkan laporan terakhir, di semester kedua ini belum ada penjualan lahan yang dilakukan BEST.

Walaupun belum mencapai target p…

Saham WIKA | Wijaya KArya Bidik Proyek Bandara di Taiwan Senilai Rp 9,87 Triliun

PT Wijaya Karya (Wika) Tbk getol mencari proyek di luar negeri. Kabar terbaru, perusahaan berkode saham WIKA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu membidik kontrak pembangunan bandar udara (bandara) di Taiwan senilai US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,87 triliun.

Manajemen Wijaya Karya berharap memenangi proyek tersebut. Perolehan kontrak tersebut akan menambah capaian kontrak baru 2019.

Sepanjang Januari hingga September 2019, Wijaya Karya membukukan kontrak baru senilai Rp 25,7 triliun.

Sebanyak Rp 15 triliun dari total kontrak baru berasal dari segmen infrastruktur dan gedung. Sisanya bersumber dari segmen energi, industrial plant dan properti.

Sebagian kontrak baru Wijaya Karya itu berasal dari luar negeri.

Sebut saja proyek perumahan rakyat di Aljazair senilai Rp 500 miliar dan proyek terminal kargo di Zanzibar sebesar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun.

Adapun kontrak pekerjaan di Zanzibar di luar kolaborasi IndonesiaAfrica Infrastructure Dialogue senilai US$ 356 juta atau sekitar…

Saham BUDI | Pemegang Saham di TBLA Tambah Kepemilikan di BUDI

Saham PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) mungkin bukanlah favorit kebanyakan pelaku pasar.
Ini terlihat dari perdagangan harian saham emiten milik Sungai Budi Group itu yang sepi transaksi.
Meskipun di atas kertas sebetulnya kepemilikan investor publik di saham ini sangat besar, mencapai sekitar 2,10 miliar lembar, setara 46,60%.
Tapi investor korporasi di BUDI rupanya memiliki pandangan berbeda terhadap saham ini.
Paling tidak hal itu terlihat dari dua kali transaksi pembelian saham BUDI yang berlangsung belum lama ini.
Sepanjang Oktober 2019, salah satu pemegang sahamnya, yakni PT Budi Delta Swakarsa sudah dua kali membeli saham BUDI.
Total jumlah saham yang dibeli sebanyak 100 juta lembar. 
Transaksi pertama berlangsung pada 2 Oktober 2019. 
Saat itu PT Budi Delta Swakarsa merogoh kocek Rp 5 miliar, atau Rp 100 per saham.
Investasi jangka panjang
Sudarmo Tasmin, Wakil Presiden Direktur PT Budi Starch & Sweetener Tbk dalam keterbukaan informasi (04/10) menyebut, tujuan t…

Saham ABBA | Perusahaan Erick Tohir lakukan crossing saham MARI senilai Rp 6,6 miliar

Transaksi yang terjadi di saham PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) sepertinya menarik untuk disimak.

Pasalnya, ada transaksi crossing dengan harga pelaksanaan jauh di atas harga pasar, yakni hampir 2,6 kali lipat lebih tinggi.

Berdasar laporan kepemilikan efek di atas 5% yang disampaikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), transaksi tersebut dilakoni PT Mahaka Media Tbk (ABBA).

Per 15 Oktober 2019, KSEI mencatat kepemilikan perusahaan Erick Thohir itu di MARI bertambah sekitar 10,15 juta lembar saham.

Dengan demikian, porsi kepemilikan ABBA di MARI bertambah dari 10,17% per 14 Oktober 2019 menjadi 10,36%.

Data perdagangan harian MARI menunjukkan transaksi yang berlangsung di pasar negosiasi itu terjadi pada 14 Oktober 2019.

Panin Sekuritas bertindak sebagai broker crossing saham MARI.

Yang menarik, harga pelaksanaan transaksi tersebut mencapai Rp 650 per saham.

Sehingga total nilai transaksi yang dilakoni ABBA mencapai Rp 6,6 miliar.

Padahal, harga MARI di pasar reguler hari …

Saham INDY | Tidak Hanya Batubara, Kini Indika Energy Punya Bisnis Teknologi

PT Indika Energy Tbk (INDY) mulai melirik bisnis di luar penambangan batubara yang hingga kini harganya masih berfluktuasi. Di bisnis non-inti ini, INDY telah memiliki dua anak usaha yang bergerak di bidang teknologi.

Kedua anak usaha tersebut adalah PT Xapiens Teknologi Indonesia (Xapiens) dan PT Zebra Cross Teknologi (ZebraX). Head of Corporate Communications PT Indika Energy Tbk, Leonardus Herwindo, mengatakan pada dasarnya INDY berupaya terus melihat peluang diversifikasi usaha selain segmen penambangan batubara yang menjadi bisnis utama mereka.

Efisiensi operasional dan daya saing menjadi tantangan terbesar dalam dunia industri di Indonesia. Dengan biaya yang semakin tinggi, apabila tidak diiringi langkah efisiensi, maka total biaya per unit operasi, barang atau produksi juga meningkat, ungkap Leonardus, Kamis (17/10).

Atas dasar itulah, penting bagi manajemen INDY segera mengadaptasi teknologi secara optimal lantaran revolusi industri 4.0 sudah bergulir.

Lantas, keberadaan Xapi…

Rekomendasi Saham ICBP, BBNI dan ERAA | IPOT

IHSG (6.145 - 6.215) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.215 kemudian 6.255 dengan support di level 6.145 dan 6.110.
ICBP (Buy) :  Target kenaikan harga pada level 11.775 kemudian 12.050 dengan support di level 11.300, cut loss jika break 11.100.
BBNI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.500 kemudian 7.650 dengan support di level 7.200, cut loss jika break 7.075.
ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.790 kemudian 1.885 dengan support di level 1.600, cut loss jika break 1.505.
XPLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 502 kemudian 505 dengan support di level 497, cut loss jika break 495.
XBLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 481 kemudian 484 dengan support di level 476, cut loss jika break 473.
XIIT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 547 kemudian 550 dengan support di level 540, cut loss jika break 537.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7mw4

Rekomendasi Saham MAIN, PADI, SCMA dan TPIA | Panin Sekuritas

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 18 Oktober 2019.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) IHSG ditutup menguat sebesar 11,42 poin (+0.18%) menuju level 6.181,01 pada perdagangan hari Kamis 17 Oktober 2019 kemarin. Satu per satu resistance dilalui, setelah 6.180 kini saatnya 6.200 dihampiri. Namun waspadai aksi profit taking yang akan terjadi pada hari ini, karena indikator Stochastic sudah menunjukkan indikasi overbought IHSG dan berpotensi ada koreksi dalam waktu dekat jika gagal menembus resistance 6.200. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 6.150 s/d 6.200. Saham Pilihan MAIN Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dan MA20, mengindikasikan penguatan jangka pendek. Rekomendasi: Buy and hold >900, TP 985 s/d 1000.
PADI Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dan MA20, mengindikasikan penguatan jangka pendek. Rekomendasi: Buy and hold >685, TP 750 s/d 825.
SCMA Resistance Breakout: Menguat menembus resistanc…

Rekomendasi Saham BBRI, JPFA, ESSA, CPIN dan ACES | MNC Sekuritas

Friday (18/10/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas) 
IDX Composite 6,133 - 6,255 SUMMARY: BUY
11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): NEUTRAL STOCH (9,6): BUY MACD(12,26): SELL ATR (14): LESS VOLATILITY ADX (14): BUY CCI (14): BUY HIGHS/LOW (14): BUY VO: BUY ROC: SELL WILLIAMS R: OVERBOUGHT BULLBEAR (13): BUY
BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
STOCKS PICK:
BBRI 3,990 - 4,090 TECHNICAL INDICATORS: BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
JPFA 1,575 - 1,705 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
ESSA 266 - 282 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUM…

Rekomendasi Saham BMRI, APLN dan WIKA | Mirae Asset Sekuritas

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Okt  18, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,181.01 (+0.19%), test resistance at 6,201, trading range 6,150 – 6,201. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 6,150 dan resistance di 6,201. Cut loss level di 6,117.

BMRI Weekly  ,6,700 (+2.29%),trading buy, trading range 6,450 – 6,825. indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized terlihat mulai bergerak naik. Weekly support  di 6,450 sementara itu weekly  resistance  di 6,825. Cut loss level  di 6,300.

APLN Weekly 236 (+1.72%), trading buy, trading range 224 – 250. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan RSI optimized  mulai bergerak naik. Weekly support  di  224 sementara itu weekly resistance  di 250. Cut loss level  di  210.

WIKA Weekly, 1,900 (+1.88%), t…

Saham ASII | Penjualan Naik, Harga Saham Naik

Analisis Saham ASII
Analisis Teknikal Saham ASII pada tanggal 17 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 6625, naik 3,92%. Hal ini disertai dengan kenikan volume, yaitu 153% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat masih perlu diperhatikan. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke atas. Sedangkan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan naik.
Informasi Terbaru Perusahaan PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatat penjualan mobil sebesar 51.557 unit pada bulan September 2019 dimana jumlah itu meningkat 3,4% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang 49,860 unit.  Menurut keterangan yang diperoleh Kamis disebutkan, untuk penjualan LCGC pada bulan September 2019 Astra tercatat sebanyak 13.544 unit turun dibandingkan 14,458 unit pada tahun sebelumnya. (qq) Sumber Informasi: http://www.iqplus.info/news/stock_news/asii-penjualan-mobil-astra-naik-3-4--di-bulan-sep…

Saham JPFA | Breakout! Bagaimana Selanjutnya?

Analisis Saham JPFA
Analisis Teknikal Saham JPFA pada tanggal 18 Oktober 2019 ditutup naik pada harga 1655, naik 4,74%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume yang cukup signifikan, yaitu 389% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat baik. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh beli ke atas. Sedangkan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan naik.
Informasi Terbaru Perusahaan PT Japfa Comfeed Tbk. membangun 1 unit hatchery atau fasilitas penetasan telur dan teaching farm di Aceh.  Emiten berkode saham JPFA itu membangun fasilitas tersebut melalui anak usahanya PT Indojaya Agrinusa. Head of Feed Operation Unit Medan & Padang Indojaya Anwar Tandiono mengatakan pembangunan tersebut merupakan upaya induk untuk mengembangkan dan merambah pasar di Aceh. (dk) Sumber Informasi: https://market.bisnis.com/read/20191009/192/1157329/japfa-comfeed-jpfa-gulirkan-ekspansi-di-aceh

Saham BBNI | Saham Bagus Harga Bagus

Analisis Saham BBNI
Analisis Teknikal Saham BBNI pada tanggal 17 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 7375, naik 1,72%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 94% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat baik. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh beli ke atas. Sedangkan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan naik.
Informasi Terbaru Perusahaan Bank pelat merah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) pada kuartal I-2020. Kabar rencana penerbitan obligasi global tersebut telah beredar sejak Maret 2019. Saat itu, kabarnya bank berlogo 46 ini akan menerbitkan US$ 500 juta. Direktur Tresuri dan Internasional Bob Tyasika Ananta menjelaskan pihaknya menunda penerbitan karena melihat kondisi internal serta pasar.  Asal tahu saja, pada paruh pertama 2019 bank dengan kode saham BBNI ini mencatat…

Rekomendasi Saham ANTM, INCO, ITMG, PWON, RALS dan UNTR | Binaartha Parama Sekuritas

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG )  IHSG diperkirakan mengalami koreksi wajar, setelah kemarin hanya mampu menguat tipis sebesar 0,19 persen ke level 6.181. Indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif, sedangkan indikator Stochastic dan RSI tetap menunjukkan sinyal positif. Terlihat pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju area support. Saat ini support pertama dan kedua berada di level 6.158 dan 6.126, sedangkan resistance pertama dan kedua di posisi 6.196 dan 6.230. Rekomendasi Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Daily (Rp955) (RoE: 3,67%; PER: 31,82x; EPS: 30,48; PBV: 1,17x; Beta: 1,15). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp950-960, dengan target harga secara bertahap di level Rp990, 1.040, 1.075 dan 1.235. …

Rekomendasi Saham TELE, CPIN, SMCB, TPIA, AALI dan ERAA | Profindo Sekuritas Indonesia

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) Pada perdagangan Kamis (17/10) ditutup pada level Rp 364 atau menguat Rp 36. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 386.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Pada perdagangan Kamis (17/10) ditutup pada level Rp 5.800 atau menguat Rp 175. Secara teknikal, pola terbentuk break out rising wedge mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 5.950.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) Pada perdagangan Kamis (17/10) ditutup pada level Rp 1.370 atau menguat Rp 60. Secara teknikal, pola terbentuk double bottom mengindikasikan rebound. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.620 dan stop loss kurang dari Rp 1.350.

P…

Rekomendasi Saham KGI Sekuritas Indonesia | BTPS, MNCN, HMSP, INDY

IHSG Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) secara teknikal telah menunjukkan bahwa aksi ambil untung sudah mereda, sehingga lajunya yang berada dalam pola penguatan akan bergerak menuju target resistance di level 6.200 hingga 6.250. Secara teknikal, proses aksi ambil untung pelaku pasar sudah cukup mereda, seharusnya menjadi waktu bagi IHSG untuk kembali naik menuju resistance atas 6.200-6.250. Saat ini pergerakan IHSG akan berupaya mempertahankan support terdekat di level 6.100. Pada perdagangan kemarin, IHSG kembali ditutup menguat tipis sebesar 0,19 persen ke level 6.181. Rekomendasi Saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) dengan target profit taking di kisaran Rp4.020-4.120, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp3.610 dan Rp3.550, disarankan cut-loss pada posisi Rp3.510. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dengan target profit taking di kisaran Rp1.425-1.525, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.310 dan Rp1.270, disarankan cut-looss pada posis…