Kinerja PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk kurang mumpuni di semester pertama lalu. Ini membuat emiten ini kembali fokus pada penjualan lahan.
Namun para analis pesimistis, perusahaan dengan kode emiten BEST tersebut dapat merealisasikan penjualan yang ditargetkan sebesar 40 hektare tahun ini. Asal tahu saja, di semester pertama lalu, anggota indeks Kompas100 ini belum berhasil menjual 50% dari target tersebut.
Selain penjualan lahan belum terpenuhi, kinerja BEST pun kurang mumpuni. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan ini, pendapatan BEST di semester pertama lalu melemah 7,61% jadi Rp 371,05 miliar. Hal tersebut membuat laba bersih BEST melemah 16,54% dari Rp 137,18 miliar jadi Rp 114,49 miliar di akhir Juni lalu.
Analis RHB Research Christopher Andre menyebut, walau sudah berusaha mengerek penjualan lahan, ternyata hasilnya belum terlihat. Bahkan, berdasarkan laporan terakhir, di semester kedua ini belum ada penjualan lahan yang dilakukan BEST.
Walaupun belum mencapai target penjualan lahan di tahun ini, Andre tetap optimistis lantaran fundamental BEST masih cukup baik. Hal itu tampak dari tersedianya lahan yang siap dijual, balancing sheet yang kuat serta utang yang tak cukup banyak.
Ia menilai, BEST kesulitan menjual lahan karena harga lahan yang dimiliki perusahaan ini lebih tinggi ketimbang kawasan industri lain. Seperti contoh, di kawasan industri MM2100, harga lahan dibanderol Rp 3 juta hingga Rp 3,4 juta per meter persegi.
Rajin ekspansi
Walaupun mahal, BEST diuntungkan dengan lokasi kawasan yang berada dekat ibukota. "Bagi orang yang ingin masuk, mungkin harganya lebih mahal. Tapi sebenarnya didukung oleh lokasi yang lebih bagus dibanding kawasan lainnya," jelas Andre.
Analis Jasa Utama Capital Chris Apriliony juga pesimistis BEST bisa memenuhi target penjualan sampai dengan akhir tahun ini. Terlebih belum ada tanda BEST menjual lahannya.
Alhasil, kinerja BEST cenderung stagnan. "Jika dibandingkan, ada kabar lahan milik PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) akan dibeli perusahan besar seperti Amazon dan perusahaan mobil listrik, sedang BEST masih stagnan," ujar Chris.
Kondisi pasar properti dalam negeri yang masih lesu memang menjadi penghambat kinerja BEST. Nah, untuk mengerek penjualan, BEST perlu menawarkan lahannya pada perusahaan besar di luar negeri yang bergerak di sektor yang tengah berkembang.
BEST juga bisa mengincar perusahaan yang menambah investasi dalam negeri. "Industri mobil listrik serta industri pengiriman barang sedang meningkat, BEST bisa menawarkan lahannya ke industri tersebut," jelas Chris.
Andre melihat, BEST perlu agresif dalam melakukan pemasaran agar kinerja lebih mumpuni. "Perlu lebih agresif lagi dalam jualan tanah karena keuangannya sudah sehat," lanjut dia.
Analis Maybank Kim-Eng Aurellia Setiabudi, dalam risetnya menuturkan, walau penjualan lahan kurang mumpuni, tetapi perusahaan ini tengah melakukan ekspansi ke daerah Jawa Tengah atau Jawa Barat.
Rencananya, ekspansi ini bisa terealisasi di semester kedua tahun ini. "Tambahan lahan ini akan membantu diversifikasi portofolio, yang bisa menarik industri padat karya dan dapat meningkatkan RNAV sebesar 20%," tulis Aurellia.
Karena itu, Aurellia masih merekomendasikan beli saham BEST dengan target harga Rp 400 per saham. Chris juga menyarankan beli saham BEST dengan target harga yang sama. Setali tiga uang, Analis BCA Sekuritas Indra Taurean juga menyarankan beli BEST dengan target harga Rp 290 per saham.
Sumber:
https://insight.kontan.co.id/news/penjualan-lahan-masih-lesu-ini-rekomendasi-saham-bekasi-fajar-best?page=2
Saham WIKA | Wijaya KArya Bidik Proyek Bandara di Taiwan Senilai Rp 9,87 Triliun
PT Wijaya Karya (Wika) Tbk getol mencari proyek di luar negeri. Kabar terbaru, perusahaan berkode saham WIKA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu membidik kontrak pembangunan bandar udara (bandara) di Taiwan senilai US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,87 triliun.
Manajemen Wijaya Karya berharap memenangi proyek tersebut. Perolehan kontrak tersebut akan menambah capaian kontrak baru 2019.
Sepanjang Januari hingga September 2019, Wijaya Karya membukukan kontrak baru senilai Rp 25,7 triliun.
Sebanyak Rp 15 triliun dari total kontrak baru berasal dari segmen infrastruktur dan gedung. Sisanya bersumber dari segmen energi, industrial plant dan properti.
Sebagian kontrak baru Wijaya Karya itu berasal dari luar negeri.
Sebut saja proyek perumahan rakyat di Aljazair senilai Rp 500 miliar dan proyek terminal kargo di Zanzibar sebesar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun.
Adapun kontrak pekerjaan di Zanzibar di luar kolaborasi IndonesiaAfrica Infrastructure Dialogue senilai US$ 356 juta atau sekitar Rp 5 triliun.
Pencapaian kontrak baru yang dicatatkan oleh Wijaya Karya selama sembilan bulan tahun ini belum sampai separuh dari total target sepanjang 2019 yang mencapai Rp 61,74 triliun.
Meski demikian, manajemen WIKA masih optimistis bisa mengejar kekurangan target dalam tiga bulan terakhir 2019.
Selain proyek bandara Taiwan tadi, Wijaya Karya berharap pada sejumlah proyek besar lain.
"Ada beberapa proyek yang diproyeksikan memiliki potensi yakni jalan tol, pembangkit listrik, termasuk proyek industrial plant dan proyek di luar negeri," kata Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk, Mahendra Vijaya, saat dihubungi KONTAN, Kamis (17/10).
Wijaya Karya menakar, aneka proyek swasta maupun pemerintah bakal marak pada kuartal IV 2019.
Sebelumnya, proyek-proyek baru sempat melambat lantaran efek pemilihan umum.
Selama semester I-2019, pendapatan bersih Wijaya Karya turun 12,48% year on year (yoy) menjadi Rp 11,36 triliun. Infrastruktur dan gedung menjadi kontributor utama hingga Rp 7,31 triliun.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/wijaya-karya-wika-bidik-proyek-bandara-di-taiwan-senilai-rp-987-triliun?page=2
Manajemen Wijaya Karya berharap memenangi proyek tersebut. Perolehan kontrak tersebut akan menambah capaian kontrak baru 2019.
Sepanjang Januari hingga September 2019, Wijaya Karya membukukan kontrak baru senilai Rp 25,7 triliun.
Sebanyak Rp 15 triliun dari total kontrak baru berasal dari segmen infrastruktur dan gedung. Sisanya bersumber dari segmen energi, industrial plant dan properti.
Sebagian kontrak baru Wijaya Karya itu berasal dari luar negeri.
Sebut saja proyek perumahan rakyat di Aljazair senilai Rp 500 miliar dan proyek terminal kargo di Zanzibar sebesar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun.
Adapun kontrak pekerjaan di Zanzibar di luar kolaborasi IndonesiaAfrica Infrastructure Dialogue senilai US$ 356 juta atau sekitar Rp 5 triliun.
Pencapaian kontrak baru yang dicatatkan oleh Wijaya Karya selama sembilan bulan tahun ini belum sampai separuh dari total target sepanjang 2019 yang mencapai Rp 61,74 triliun.
Meski demikian, manajemen WIKA masih optimistis bisa mengejar kekurangan target dalam tiga bulan terakhir 2019.
Selain proyek bandara Taiwan tadi, Wijaya Karya berharap pada sejumlah proyek besar lain.
"Ada beberapa proyek yang diproyeksikan memiliki potensi yakni jalan tol, pembangkit listrik, termasuk proyek industrial plant dan proyek di luar negeri," kata Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk, Mahendra Vijaya, saat dihubungi KONTAN, Kamis (17/10).
Wijaya Karya menakar, aneka proyek swasta maupun pemerintah bakal marak pada kuartal IV 2019.
Sebelumnya, proyek-proyek baru sempat melambat lantaran efek pemilihan umum.
Selama semester I-2019, pendapatan bersih Wijaya Karya turun 12,48% year on year (yoy) menjadi Rp 11,36 triliun. Infrastruktur dan gedung menjadi kontributor utama hingga Rp 7,31 triliun.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/wijaya-karya-wika-bidik-proyek-bandara-di-taiwan-senilai-rp-987-triliun?page=2
Saham BUDI | Pemegang Saham di TBLA Tambah Kepemilikan di BUDI
Saham PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) mungkin bukanlah favorit kebanyakan pelaku pasar.
Ini terlihat dari perdagangan harian saham emiten milik Sungai Budi Group itu yang sepi transaksi.
Meskipun di atas kertas sebetulnya kepemilikan investor publik di saham ini sangat besar, mencapai sekitar 2,10 miliar lembar, setara 46,60%.
Tapi investor korporasi di BUDI rupanya memiliki pandangan berbeda terhadap saham ini.
Paling tidak hal itu terlihat dari dua kali transaksi pembelian saham BUDI yang berlangsung belum lama ini.
Sepanjang Oktober 2019, salah satu pemegang sahamnya, yakni PT Budi Delta Swakarsa sudah dua kali membeli saham BUDI.
Total jumlah saham yang dibeli sebanyak 100 juta lembar.
Transaksi pertama berlangsung pada 2 Oktober 2019.
Saat itu PT Budi Delta Swakarsa merogoh kocek Rp 5 miliar, atau Rp 100 per saham.
Investasi jangka panjang
Sudarmo Tasmin, Wakil Presiden Direktur PT Budi Starch & Sweetener Tbk dalam keterbukaan informasi (04/10) menyebut, tujuan transaksi tersebut sebagai investasi jangka panjang.
Transaksi pembelian kedua, berlangsung pada 15 Oktober 2019.
Juga sebanyak 50 juta lembar tapi kali ini dengan harga Rp 95 per saham.
Sehingga total dana yang dikeluarkan mencapai Rp 4,8 miliar.
Kedua transaksi crossing di pasar negosiasi itu difasilitasi oleh Mahastra Andalan Sekuritas.
Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, usai transaksi ini kepemilikan PT Budi Delta Swakarsa di BUDI membengkak menjadi 28,92%.
Hal itu tercantum dalam laporan kepemilikan efek di atas 5% per 16 Oktober 2019 yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Oh ya, PT Budi Delta Swakarsa juga tercatat sebagai salah satu pemegang saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA).
Data RTI menunjukkan, per 30 September 2019 kepemilikannya di TBLA mencapai 27,18%.
Saham ABBA | Perusahaan Erick Tohir lakukan crossing saham MARI senilai Rp 6,6 miliar
Transaksi yang terjadi di saham PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) sepertinya menarik untuk disimak.
Pasalnya, ada transaksi crossing dengan harga pelaksanaan jauh di atas harga pasar, yakni hampir 2,6 kali lipat lebih tinggi.
Berdasar laporan kepemilikan efek di atas 5% yang disampaikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), transaksi tersebut dilakoni PT Mahaka Media Tbk (ABBA).
Per 15 Oktober 2019, KSEI mencatat kepemilikan perusahaan Erick Thohir itu di MARI bertambah sekitar 10,15 juta lembar saham.
Dengan demikian, porsi kepemilikan ABBA di MARI bertambah dari 10,17% per 14 Oktober 2019 menjadi 10,36%.
Data perdagangan harian MARI menunjukkan transaksi yang berlangsung di pasar negosiasi itu terjadi pada 14 Oktober 2019.
Panin Sekuritas bertindak sebagai broker crossing saham MARI.
Yang menarik, harga pelaksanaan transaksi tersebut mencapai Rp 650 per saham.
Sehingga total nilai transaksi yang dilakoni ABBA mencapai Rp 6,6 miliar.
Padahal, harga MARI di pasar reguler hari itu hanya Rp 254 per saham.
KONTAN sudah meminta konfirmasi Adrian Syarkawie, Direktur Utama PT Mahaka Media Tbk terkait transaksi yang dilakoni perusahaannya. Namun sejauh ini belum ada tanggapan yang disampaikan.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/perusahaan-erick-tohir-lakukan-crossing-saham-mari-senilai-rp-66-miliar
Saham INDY | Tidak Hanya Batubara, Kini Indika Energy Punya Bisnis Teknologi
PT Indika Energy Tbk (INDY) mulai melirik bisnis di luar penambangan batubara yang hingga kini harganya masih berfluktuasi. Di bisnis non-inti ini, INDY telah memiliki dua anak usaha yang bergerak di bidang teknologi.
Kedua anak usaha tersebut adalah PT Xapiens Teknologi Indonesia (Xapiens) dan PT Zebra Cross Teknologi (ZebraX). Head of Corporate Communications PT Indika Energy Tbk, Leonardus Herwindo, mengatakan pada dasarnya INDY berupaya terus melihat peluang diversifikasi usaha selain segmen penambangan batubara yang menjadi bisnis utama mereka.
Efisiensi operasional dan daya saing menjadi tantangan terbesar dalam dunia industri di Indonesia. Dengan biaya yang semakin tinggi, apabila tidak diiringi langkah efisiensi, maka total biaya per unit operasi, barang atau produksi juga meningkat, ungkap Leonardus, Kamis (17/10).
Atas dasar itulah, penting bagi manajemen INDY segera mengadaptasi teknologi secara optimal lantaran revolusi industri 4.0 sudah bergulir.
Lantas, keberadaan Xapiens dan ZebraX menjadi upaya Indika Energy untuk menangkap peluang bisnis di bidang teknologi.
Indika Energy mendirikan Xapiens dan ZebraX pada tahun 2018. Xapiens bergerak di bidang layanan informasi, komunikasi dan teknologi. Bisnis perusahaan ini juga mencakup IT user support, enterprise IT dan IT business consulting.
Adapun ZebraX bergerak di bidang eksplorasi teknologi 4.0 untuk keperluan bisnis melalui automasi dan analisis data.
Grup Indika mengharapkan kedua perusahaan ini bisa mendorong efisiensi secara digital sesuai perkembangan teknologi.
Misalnya analisis berbasis teknologi untuk menghemat biaya operasional dalam pengangkutan hasil tambang, jelas Leonardus.
Kelak, Xapiens dan ZebraX bukan hanya mengaplikasikan layanannya pada Indika Energy, namun untuk industri lainnya di Indonesia.
Sayangnya, Leonardus tidak menyebut secara rinci besaran kontribusi pendapatan Xapiens dan ZebraX terhadap pendapatan INDY selaku induk usaha.
Yang pasti, kontribusi kedua perusahaan teknologi itu masih mini. Sebab, lebih dari 80% pendapatan INDY masih berasal dari sektor penambangan batubara. Ini artinya kontribusi dari sektor non-batubara saat ini masih tergolong minim, imbuh dia.
Kendati demikian, manajemen INDY berkomitmen untuk meningkatkan porsi pendapatan di luar batubara.
Terhitung sejak 2018 hingga lima tahun ke depan, Indika Energy menargetkan 25% pendapatan berasal dari bisnis non-batubara.
Sumber:
https://insight.kontan.co.id/news/tidak-hanya-batubara-kini-indika-energy-indy-punya-bisnis-teknologi
Rekomendasi Saham ICBP, BBNI dan ERAA | IPOT
IHSG (6.145 - 6.215) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.215 kemudian 6.255 dengan support di level 6.145 dan 6.110.
ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 11.775 kemudian 12.050 dengan support di level 11.300, cut loss jika break 11.100.
BBNI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.500 kemudian 7.650 dengan support di level 7.200, cut loss jika break 7.075.
ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.790 kemudian 1.885 dengan support di level 1.600, cut loss jika break 1.505.
XPLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 502 kemudian 505 dengan support di level 497, cut loss jika break 495.
XBLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 481 kemudian 484 dengan support di level 476, cut loss jika break 473.
XIIT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 547 kemudian 550 dengan support di level 540, cut loss jika break 537.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7mw4
Rekomendasi Saham MAIN, PADI, SCMA dan TPIA | Panin Sekuritas
Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 18 Oktober 2019.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
IHSG ditutup menguat sebesar 11,42 poin (+0.18%) menuju level 6.181,01 pada perdagangan hari Kamis 17 Oktober 2019 kemarin. Satu per satu resistance dilalui, setelah 6.180 kini saatnya 6.200 dihampiri. Namun waspadai aksi profit taking yang akan terjadi pada hari ini, karena indikator Stochastic sudah menunjukkan indikasi overbought IHSG dan berpotensi ada koreksi dalam waktu dekat jika gagal menembus resistance 6.200.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 6.150 s/d 6.200.
Saham Pilihan
MAIN
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dan MA20, mengindikasikan penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy and hold >900, TP 985 s/d 1000.
PADI
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dan MA20, mengindikasikan penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy and hold >685, TP 750 s/d 825.
SCMA
Resistance Breakout: Menguat menembus resistance downtrend line pada 1150, memasuki tren menguat.
Rekomendasi: Buy 1150 s/d 1170, TP 1250 s/d 1300, stop loss <1100 .="" p="">
TPIA
Trend Following: Mempertahankan penguatan dengan posisi harga di atas MA5 dan MA20 melebihi 1 minggu.
Rekomendasi: Buy 9000 s/d 9325, TP 10000, stop loss <8500 .="" p="">
1100>
Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas
8500>Rekomendasi Saham BBRI, JPFA, ESSA, CPIN dan ACES | MNC Sekuritas
Friday (18/10/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas)
IDX Composite 6,133 - 6,255
SUMMARY: BUY
11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): NEUTRAL
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): SELL
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): BUY
CCI (14): BUY
HIGHS/LOW (14): BUY
VO: BUY
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERBOUGHT
BULLBEAR (13): BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
STOCKS PICK:
BBRI 3,990 - 4,090
TECHNICAL INDICATORS: BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
JPFA 1,575 - 1,705
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
ESSA 266 - 282
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
CPIN 5,575 - 5,975
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
ACES 1,815 - 1,885
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
(Dr Cand. ES, CSA:registered:., CIB:registered:-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id
Rekomendasi Saham BMRI, APLN dan WIKA | Mirae Asset Sekuritas
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Okt 18, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,181.01 (+0.19%), test resistance at 6,201, trading range 6,150 – 6,201. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 6,150 dan resistance di 6,201. Cut loss level di 6,117.
BMRI Weekly ,6,700 (+2.29%),trading buy, trading range 6,450 – 6,825. indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized terlihat mulai bergerak naik. Weekly support di 6,450 sementara itu weekly resistance di 6,825. Cut loss level di 6,300.
APLN Weekly 236 (+1.72%), trading buy, trading range 224 – 250. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan RSI optimized mulai bergerak naik. Weekly support di 224 sementara itu weekly resistance di 250. Cut loss level di 210.
WIKA Weekly, 1,900 (+1.88%), trading buy, trading range 1,085 – 1,200. Indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik. Perkiraan weekky support di 1,830 dan weekly resistance di 1,990. Cut loss level di 1,820.
Saham ASII | Penjualan Naik, Harga Saham Naik
Analisis Saham ASII
Analisis Teknikal
Saham ASII pada tanggal 17 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 6625, naik 3,92%. Hal ini disertai dengan kenikan volume, yaitu 153% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat masih perlu diperhatikan.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke atas. Sedangkan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan naik.
Informasi Terbaru Perusahaan
PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatat penjualan mobil sebesar 51.557 unit pada bulan September 2019 dimana jumlah itu meningkat 3,4% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang 49,860 unit.
Menurut keterangan yang diperoleh Kamis disebutkan, untuk penjualan LCGC pada bulan September 2019 Astra tercatat sebanyak 13.544 unit turun dibandingkan 14,458 unit pada tahun sebelumnya. (qq)
Sumber Informasi:
Rekomendasi
BUY
Support : 6375 - 6275
Resisten : 6700 - 6925
Analisis oleh : Abduh
Disclaimer ON
Saham JPFA | Breakout! Bagaimana Selanjutnya?
Analisis Saham JPFA
Analisis Teknikal
Saham JPFA pada tanggal 18 Oktober 2019 ditutup naik pada harga 1655, naik 4,74%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume yang cukup signifikan, yaitu 389% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat baik.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh beli ke atas. Sedangkan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan naik.
Informasi Terbaru Perusahaan
PT Japfa Comfeed Tbk. membangun 1 unit hatchery atau fasilitas penetasan telur dan teaching farm di Aceh.
Emiten berkode saham JPFA itu membangun fasilitas tersebut melalui anak usahanya PT Indojaya Agrinusa. Head of Feed Operation Unit Medan & Padang Indojaya Anwar Tandiono mengatakan pembangunan tersebut merupakan upaya induk untuk mengembangkan dan merambah pasar di Aceh. (dk)
Sumber Informasi:
Rekomendasi
HOLD, nantikan koreksi wajar, lalu BUY (lagi) jika rebound.
Support : 1580 - 1500 - 1460
Resisten : 1675 - 1710 - 1730
Analisis oleh : Abduh
Disclaimer ON
Saham BBNI | Saham Bagus Harga Bagus
Analisis Saham BBNI
Analisis Teknikal
Saham BBNI pada tanggal 17 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 7375, naik 1,72%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 94% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat baik.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh beli ke atas. Sedangkan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan naik.
Informasi Terbaru Perusahaan
Bank pelat merah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) pada kuartal I-2020. Kabar rencana penerbitan obligasi global tersebut telah beredar sejak Maret 2019. Saat itu, kabarnya bank berlogo 46 ini akan menerbitkan US$ 500 juta. Direktur Tresuri dan Internasional Bob Tyasika Ananta menjelaskan pihaknya menunda penerbitan karena melihat kondisi internal serta pasar.
Asal tahu saja, pada paruh pertama 2019 bank dengan kode saham BBNI ini mencatat pertumbuhan kredit mencapai 20% yoy. Pada semester I-2018 penyaluran kredit BBNI tercatat sebesar Rp 457,81 triliun. Lalu pada semester I-2019 tercatat mencapai Rp 549,23 triliun. (nlt)
Sumber Informasi:
Rekomendasi
HOLD, nantikan koreksi wajar, lalu Buy (lagi) jika rebound.
Support : 6925 - 6750 - 6675
Resisten : 7550 - 7900 - 8000
Analisis oleh : Abduh
Disclaimer ON
Rekomendasi Saham ANTM, INCO, ITMG, PWON, RALS dan UNTR | Binaartha Parama Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG )
IHSG diperkirakan mengalami koreksi wajar, setelah kemarin hanya mampu menguat tipis sebesar 0,19 persen ke level 6.181.
Indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif, sedangkan indikator Stochastic dan RSI tetap menunjukkan sinyal positif.
Terlihat pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju area support.
Saat ini support pertama dan kedua berada di level 6.158 dan 6.126, sedangkan resistance pertama dan kedua di posisi 6.196 dan 6.230.
Rekomendasi Saham
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Daily (Rp955) (RoE: 3,67%; PER: 31,82x; EPS: 30,48; PBV: 1,17x; Beta: 1,15). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp950-960, dengan target harga secara bertahap di level Rp990, 1.040, 1.075 dan 1.235. Support: Rp915.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Daily (Rp3.510) (RoE: -2,84%; PER: -48,08x; EPS: -74,66; PBV: 1,37x; Beta: 1,08). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.500-3.520, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.590, 3.860, 4.130 dan 4.400. Support: Rp3.450 dan 3.320.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Daily (Rp12.450) (RoE: 15,38%; PER: 6,97x; EPS: 1817,86; PBV: 1,10x; Beta: 1,64). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp12.400-12.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp13.300, 15.200 dan 17.650. Support: Rp12.100.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
Daily (Rp620) (RoE: 15,89%; PER: 10,95x; EPS: 56,64; PBV: 1,74x; Beta: 1,52). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-10 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp610-625, dengan target harga secara bertahap di level Rp635 dan 680. Support: Rp600.
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS)
Daily (Rp1.250) (RoE: 26,87%; PER: 7,52x; EPS: 166,14; PBV: 2,02x; Beta: 0,95). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.240-1.250, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.270, 1.340 dan 1.415. Support: Rp1.215 dan 1.200.
PT United Tractors Tbk (UNTR)
Daily (Rp20.375) (RoE: 18,56%; PER: 6,66x; EPS: 3060,14; PBV: 1,25x; Beta: 0,86). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp20.200-20.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp20.850, 22.100, 22.525, 23.775 dan 28.900. Support: Rp19.100.
PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Rekomendasi Saham TELE, CPIN, SMCB, TPIA, AALI dan ERAA | Profindo Sekuritas Indonesia
PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE)
Pada perdagangan Kamis (17/10) ditutup pada level Rp 364 atau menguat Rp 36. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 386.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
Pada perdagangan Kamis (17/10) ditutup pada level Rp 5.800 atau menguat Rp 175. Secara teknikal, pola terbentuk break out rising wedge mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 5.950.
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)
Pada perdagangan Kamis (17/10) ditutup pada level Rp 1.370 atau menguat Rp 60. Secara teknikal, pola terbentuk double bottom mengindikasikan rebound. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.620 dan stop loss kurang dari Rp 1.350.
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
Pada perdagangan Kamis (17/10) ditutup pada level Rp 9.325 atau menguat Rp 125. Secara teknikal, pola terbentuk bull flag mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 12.450 dan stop loss kurang dari Rp 9.000.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
Pada perdagangan Kamis (17/10) ditutup pada level Rp 10.575 atau menguat Rp 75. Secara teknikal, candle terbentuk inverted hammer mengindikasikan rebound. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 11.000 dan stop loss kurang dari Rp 10.500.
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
Pada perdagangan Kamis (17/10) ditutup pada level Rp 1.695 atau menguat Rp 105. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 2.060 dan stop loss kurang dari Rp 1.600.
Rekomendasi Saham KGI Sekuritas Indonesia | BTPS, MNCN, HMSP, INDY
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) secara teknikal telah menunjukkan bahwa aksi ambil untung sudah mereda, sehingga lajunya yang berada dalam pola penguatan akan bergerak menuju target resistance di level 6.200 hingga 6.250.
Secara teknikal, proses aksi ambil untung pelaku pasar sudah cukup mereda, seharusnya menjadi waktu bagi IHSG untuk kembali naik menuju resistance atas 6.200-6.250.
Saat ini pergerakan IHSG akan berupaya mempertahankan support terdekat di level 6.100. Pada perdagangan kemarin, IHSG kembali ditutup menguat tipis sebesar 0,19 persen ke level 6.181.
Rekomendasi Saham
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS)
dengan target profit taking di kisaran Rp4.020-4.120, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp3.610 dan Rp3.550, disarankan cut-loss pada posisi Rp3.510.
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
dengan target profit taking di kisaran Rp1.425-1.525, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.310 dan Rp1.270, disarankan cut-looss pada posisi Rp1.220.
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
dengan target profit taking di kisaran Rp2.470-2.570, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp2.250 dan Rp2.210, disarankan cut-loss pada posisi Rp2.170.
PT Indika Energy Tbk (INDY)
dengan target profit taking di kisaran Rp1.370-1.470, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.285 dan Rp1.215, disarankan cut-loss pada posisi Rp1.185.
PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko
Langganan:
Postingan (Atom)











