Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 22, 2019

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 22 Januari 2019

*Mirae Asset Sekuritas Indonesia*
Investment Information Team*Market Review 22 Januari 2019*Tercatat 212 saham menguat dan 244 saham melemah. *IHSG +17.7 poin (+0.27%) ke level 6,468.5*, dan *LQ-45 +2.0 poin (+0.19%) ke level 1,031.0*.*Sectoral Return :*
- Agri +0.35%
- Mining -1.71%
- Basic-Ind +1.41%
- Misc-Ind -1.26%
- Consumer +0.73%
- Property +0.69%
- Infrastructure -0.09%
- Finance +0.40%
- Trade +0.02%
- Manufacture +0.59%Investor asing *net buy senilai Rp 89 Miliar*.*USD/IDR -6.5 poin (-0.05%)* terhadap Rupiah di angka 14,220.

*Saham yang ditutup menguat* - *BDMN ditutup menguat Rp 650 (+7.78%) ke level Rp 9,000*. Rencana penggabungan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BNP) pasca akuisisi oleh MUFG Bank Ltd akan rampung pada 1 Mei 2019 mendatang. Ada perubahan struktur pemegang saham kedua bank yang terjadi bila penggabungan atau merger tersebut rampung. Lewat keterbukaan informasinya di laman Harian Kontan (22/1) Bank Danamon menjelaskan …

Analisa Saham PZZA | 22 Januari 2019

FR CGS-CIMB (YU) : Sarimelati Kencana PT
Undervalued despite strengthening rupiah
PZZA IJ / PZZA.JK | ADD - Maintained | Rp930.00 tp:Rp1,550.00▲
Mkt.Cap:US$198.00m | Avg.Daily Vol:US$0.03m | Free Float:30.50%
Food Retail
Author(s): Kevie ADITYA +62 (21) 3006 1738,

We believe SSSG picked up in 4Q18F, backed by better purchasing power and aggressive promotions by various fintech players.
PZZA met its target of 59 net new outlets in 2018. We expect its franchise fee to go down by 20/30/20bp in FY18/19/20F, respectively.
The strengthening of the rupiah could significantly benefit PZZA, which we believe is not priced in. We maintain Add with a higher TP of Rp1,550.


Analisa Saham PWON, GIAA dan ERAA | 22 Januari 2019

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
(Januari 22, 2019)
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,450(+0.04%), test resistance at 6,488, trading range hari ini 6,426 – 6,488. indikator MFI optimized sudah berada di resistance trend line dan indikator W%R optimized coba bergeraka naik dari support trend line. Pada periode weekly ,indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator stochastic%D optimized masih cenderung naik namun makin terbatas. Daily resistance terdekat di 6,488 dan support di 6,426. Cut loss level di 6,392.

PWON  Daily, 670 (+1.52%), trading buy, trading range 660 – 680. indikator MFI optimized dan RSI optimized masih cenderung naik. Daily support  660 dan resistance di 700. Cut loss level di 630.

GIAA Daily , 296 (+1.37%), trading buy 286– 300. indikator MFI optimized akan menguji support trendline. dan W%R  optimized cenderung naik. Daily resistance di 300 Sementara itu daily support di 286. Cut loss level di 280.

ERAA Daily, 2,240(-3.03%), bu…

Prospek Saham LSIP | 22 Januari 2019

Plantation: Short catalyst amid weak demand
GAPKI dan MPOB mencatatkan penurunan produksi minyak sawit di Nov’18 masing-masing sebesar 8% MoM dan 6% MoM menjadi 4,16 juta ton dan 1,85 juta ton. Meski demikian, lemahnya permintaan ekspor dari Tiongkok, India, dan Uni Eropa mengakibatkan kenaikan persediaan minyak sawit Malaysia cukup signifikan sebesar 10,4% MoM menjadi 3,01 juta ton. Sejalan dengan hal tersebut, harga CPO global mencatatkan penurunan sebesar 5,8% MoM, secara keseluruhan, persediaan minyak sawit Indonesia dan Malaysia turun 3,3% MoM. Kedepannya kami memperkirakan peningkatan konsumsi domestik seperti kebijakan B20, akan menjadi katalis positif ditengah lemahnya permintaan CPO global. Kami masih merekomendasikan NEUTRAL untuk sektor perkebunan dengan asumsi harga global CPO rata-rata tahun 2019 sebesar MYR2.350/ton (2018: MYR2.234/ton) disebabkan oleh estimasi kondisi oversupply kedepannya, namun penurunan harga yang lebih dalam akan ditahan oleh peningkatan konsumsi d…

Berita Saham TPIA | Chandra Asri Genjot Investasi Panel Surya

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berinvestasi di industri ramah energi dengan menggandeng Total Solar untuk instalasi panel surya yang akan diterapkan di laboratorium, gudang, dan perkantoran perseroan di Cilegon, Banten.

Presiden Direktur Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra mengatakan investasi panel surya tersebut adalah komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip green manufacturing.

"Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi karbon dan zero waste di seluruh rantai nilai," katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (21/1/2019). "Instalasi panel surya ini akan membantu kami mengurangi 644 ton CO2 per tahun."

Total Solar adalah perusahaan di industri ramah energi yang telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya di 130 negara. "Total berkomitmen untuk mengembangkan kemitraan energi jangka panjang dengan Chandra Asri," kata CEO Total Solar …

Berita Saham DSSA | Entitas Sinarmas Siap Operasikan 2 PLTU pada 2019

Bisnis.com, JAKARTA — Entitas Group Sinarmas, PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA) berencana mengoperasikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada 2019.

Masing-masing proyek ialah Independent Power Producer (IPP) PLTU Kendari-3 berkapasitas 2x50 MW, dan PLTU Kalteng-1 berdaya 2x100 MW.

“Progress pembangunan per November 2018, PLTU Kendari-3 sudah 95%, sedangkan PLTU Kalteng-1 mencapai 88%,” tutur Sekretaris Perusahaan Dian Swastika Sentosa Susan Chandra kepada Bisnis.com baru-baru ini.

Menurutnya, PLTU Kendari-3 dapat beroperasi komersial pada kuartal I/2019 dan PLTU Kalteng-1 beroperasi pada kuartal IV/2019. Nilai investasi masing-masing proyek sekitar US$200 juta dan US$330 juta.

Sebelumnya kedua proyek tersebut, perusahaan mengandalkan bisnis IPP dari PLTU Sumsel 5 berkapasitas 2x150 MW. Pada 2017, pembangkit yang beroperasi sejak 20 Desember 2016 ini memeroleh pendapatan US$79,1 juta.

Di bisnis kelistrikan, perseroan juga mengoperasikan 4 pembangkit untuk captive market di…

Berita Saham MPMX | MPMX Targetkan Pertumbuhan Laba Hingga Rp450 Miliar Tahun Ini

Bisnis.com, JAKARTA—PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. menargetkan pertumbuhan laba di rentang Rp400 miliar—Rp450 miliar pada tahun ini ditopang oleh beberapa faktor, seperti pengembangan dan pencapaian kinerja perseroan melalui peningkatan produktivitas.

GM Corporate Communication Mitra Pinasthika Mustika Natalia Lusnita memaparkan, perseroan juga menargetkan pendapatan perusahaan dapat tumbuh di rentang 5%—10% pada tahun ini.

“Kami akan mengembangkan bisnis-bisnis yang sudah ada, perseroan akan terus secara selektif menggunakan modal belanja pada ROI (rasio laba bersih terhadap biaya) yang lebih tinggi,” katanya kepada Bisnis, Senin (21/1/2019).

Natalia menambahkan, emiten berkode saham MPMX tersebut juga akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas untuk dapat memberikan manfaat yang lebih baik terhadap ekosistem bisnis dan bagi para pemangku kepentingan.

Untuk itu, MPMX menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) untuk tahun ini di rentang Rp600 miliar—Rp700 mili…

Berita Saham BMTR | Global Mediacom (BMTR) segera mengantongi Rp 292 miliar dari private placement

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Global Mediacom Tbk (BMTR) segera meraup dana Rp 292,05 miliar di akhir Januari 2019. Dana segar ini berasal dari penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih (PMTHMETD) dahulu alias private placement.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/1), BMTR mengungkapkan bahwa private placement ini akan dilakukan pada 28 Januari 2019 dan pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 30 Januari 2019.

Aksi korporasi ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham lewat rapat umum pemegang saham luar biasa pada 29 Juni 2018.

Total saham yang diterbitkan ini mencapai 811,27 juta saham atau setara dengan 5,71% dari total saham ditempatkan dan disetor BMTR sebelum private placement dan 5,40% setelah private placement. Sedangkan harga pelaksanaannya Rp 360 per saham, lebih tinggi daripada harga penutupan BMTR kemarin pada Rp 336 per saham.

Sekadar informasi, sebelum private placement, sebesar 49,85% saham BMTR dimiliki oleh PT MNC Invest…

Delapan saham turun, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (21 Januari 2019)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Senin (21/1) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat tipis. Ketika bursa saham tutup warung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 2,68 poin (0,04%) dari penutupan sebelumnya sebelum hinggap di angka indeks 6.450,83.

LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, malah turun. Berkurang 1,63 poin (-0,16%), LQ45 berakhir di 1.029,06

Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Indika Energy Tbk (INDY), dan Waskita Karya Tbk (WSKT) masih berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing dengan PER 4,93 kali, 4,97 kali, dan 5,52 kali.

Posisi selanjutnya diisi oleh INKP, ITMG, ADRO, UNTR, WSBP, MNCN, dan LPPF.

Dari seluruh saham yang yang masuk dalam daftar ini, delapan saham harganya turun dari harga penutupan sebelumnya. Mereka adalah SRIL, INDY, WSKT, Adaro Energi Tbk  (ADRO), United Tractor Tbk (UNTR), Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), Indah Kiat Tbk (INKP) dan Elnusa Tbk (EL…

Berita Harga Minyak | Harga minyak merambat naik meski ada kekhawatiran perlambatan ekonomi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak pagi ini melanjutkan kenaikan. Selasa (22/1) pukul 7.22 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 53,97 per barel.

Harga minyak ini naik 0,31% jika dibandingkan dengan harga penutupan pasar Eropa semalam pada US$ 53,80 per barel, yang juga merupakan harga penutupan Jumat pekan lalu. Kemarin, pasar Amerika Serikat (AS) tutup hari libur Martin Luther King.

Kemarin, harga minyak brent untuk pengiriman Maret 2019 di ICE Futures ditutup menguat tipis 0,06% ke level US$ 62,74 per barel dari penutupan hari sebelumnya US$ 62,70 per barel.

"Kenaikan pasar saham merupakan salah satu sebab kenaikan harga minyak. Ada juga anggapan bahwa rencana kesepakatan pemangkasan produksi OPEC+ akan cukup untuk menyeimbangkan pasar minyak," kata PVM Oil Associates dalam catatan yang dikutip Reuters.

Ada kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi bisa memengaruhi permintaan minyak. Se…

Berita Saham ERAA | Masuk LQ45, Saham ERAA Berprospek Cerah Tahun Ini

Bisnis.com JAKARTA -- Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan upaya pemerintah dalam membasmi praktik pasar gelap diharapkan dapat semakin menunjang prospek saham emiten distribusi telepon seluler PT Erajaya Swasembada Tbk. pada tahun ini.

Adapun, emiten berkode saham ERAA tersebut juga telah tergabung ke dalam jejeran indeks LQ45, yaitu kumpulan saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, untuk periode Februari—Juli 2019.

Dari konsensus yang dihimpun Bloomberg, terdapat 11 analis yang merekomendasikan beli untuk ERAA dan 1 analis yang menyarankan posisi hold dengan target harga untuk 12 bulan ke depan di level Rp3242,22 per saham.

Analis Sinarmas Sekuritas Paulina Margareta menuturkan, pada tahun ini ERAA masih memiliki potensi besar karena perseroan masih akan menambah gerai hingga 120 lagi. Adapun penambahan gerai tersebut direncanakan tidak akan berpusat di Jakarta, tapi juga di kota-kota yang belum ada gerai Erajaya.

“Tahun lalu kan [ERAA] mengatakan ingin me…

Berita Saham MPMX | Realisasi MPMX Sepanjang 2018 Cukup Baik

Bisnis.com, JAKARTA—PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. mengaku berhasil mencatatkan kinerja yang cukup baik di sepanjang tahun lalu.

GM Corporate Communication Mitra Pinasthika Mustika Natalia Lusnita mengatakan, berdasarkan hasil segmen bisnis kendaraan roda dua yang dijalankan oleh MPMulia, penjualan secara year-to-date (ytd) pada periode Januari—September 2018 tercatat meningkat sebesar 5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Pendapatan [tercatat] sebesar Rp9,9 triliun atas penjualan sebanyak 661.567 unit,” katanya kepada Bisnis, Senin (21/1/2019).

Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa segmen transportasi, yaitu bisnis penyewaan mobil yang dijalankan oleh MPMRent, berkontribusi ke dalam pendapatan perseroan sebesar Rp926,34 miliar.

Sementara itu, anak perusahaan lainnya di segmen asuransi dan keuangan (MPMInsurance dan MPMFinance) juga ikut mencatatkan pertumbuhan positif ke dalam Gross Premium dan jumlah booking  amount baru.

Adapun penyelesaian divestasi strategis M…

Analisa Saham BNLI, PWON, LSIP dan UNTR | 22 Januari 2019

MNC Daily Scope Wave
22 Januari 2019

BNLI - Buy on Weakness
Kami memperkirakan BNLI sudah berada pada akhir wave (iii) dari [iii], dan berpotensi untuk terkoreksi hingga level 765 untuk membentuk wave (iv). Namun apabila fase koreksi tersebut sudah selesai, maka BNLI dapat mencapai 945 untuk mengakhiri wave (v) dari wave [iii].
Buy on Weakness: 765-795
Target Price: 945, 990, 1,050
Stoploss: 645

PWON - Buy on Weakness
Posisi PWON saat ini sedang membentuk wave [ii] dari wave C, dimana target koreksi wave [ii] diperkirakan berada pada level 630. Apabila wave [ii] sudah terpenuhi maka selanjutnya PWON dapat menguat hingga 725.
Buy on Weakness: 630-645
Target Price: 725, 780
Stoploss: 590

LSIP - Sell on Strength
LSIP kami perkirakan sudah berada pada akhir wave [v] dari wave [C], dan dimungkinkan akan terkoreksi hingga level 1,230.
Sell on Strength 1,440-1,500.

UNTR - Sell on Strength
UNTR kami perkirakan sudah berada pada akhir wave (i) dan berpotensi terkoreksi menuju ke level 26,400-2…

Update Harga Penting Saham | 22 Januari 2019

US markets on holiday due to the Martin Luther King Jr. Day

Dow.....24706     closed     +0%
Nasdaq..7157    closed     +0%
S&P 500.2671    closed     +0%

FTSE.......697q    +2.3         +0.03%
Dax........11136    -69.3       -0.62%
CAC........4868     -8.2          -0.17%

Nikkei....20719    +53.3     +0.26%
HSI.........27197   +105.7   +0.39%
Shanghai.2611    +14.5     +0.56%
ST Times.3221    -3.8         -0.12%

Indo10Yr..8.2948      -0.0226   -0.27%
INDOBex240.6869  +0.4038  +0.17%
US10Yr....2.7840      closed     +0%
VIX...........17.80        closed     +0%

USDIndx .....96.3370  +0.0010+0.00%
Como Indx..182.21     closed   +0%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL.......60.05       closed   +0%
(Dow Jones US Coal Index)

IndoCDS...122.34        -0.965    -0.78%   
(5-yr INOCD5) 

IDR........14226.50   +49.00    +0.35%
Jisdor....14212         +30          +0.21%
IDR Fut..14175.00   +47.50     +0.34%

Euro.........1.1367   +0.0004  +0.04%

TLKM......28.39      closed     +0%
(4034)
EIDO......…

Analisa Pasar Global | 22 Januari 2019

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Jan 22, 2019)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

Bursa AS tutup pada 21 Januari - Hari Martin Luther King

Eropa

FTSE 100 sedikit naik setelah data Cina rilis; May menguraikan proposal Brexit terbaru

Bursa London naik tipis pada Senin, karena investor mempertimbangkan data pertumbuhan China terbaru dan menunggu Perdana Menteri Theresa May untuk menguraikan proposal Brexit terbarunya ke parlemen.

William Hill PLC WMH, -1,65% dan ritel perbaikan rumah Kingfisher PLC KGF, -4,01% berjuang pada hari Senin.

Indeks FTSE 100 UKX, +0,03% dan berakhir pada 6.967,40.

Di Inggris, Perdana Menteri Theresa May diharapkan untuk mencoba dan memecahkan kebuntuan politik atas Brexit dengan menguraikan proposal di parlemen pada hari Senin yang diharapkan untuk fokus pada memenangkan lebih banyak konsesi dari Uni Eropa. Namun, mengingat penolakan kesepakatan Mei dan kurangnya kejelasan tentang opsi yang tersedia untuk pemerintah A…

Rekomendasi Saham Tetra X Change | 22 Januari 2019

IDX DIRECTION  22 Januari 2019

Hallo Trader dan Investor Indonesia

Tertekannya Rupiah, masih menguatnya harga minyak dan sentimen pelambatan pertumbuhan ekonomi China di kuartal 4-2018 membuat index terkonsolidasi.Pergerakan index hanya pada area 6410 - 6450 dan telah 3 hari gagal break di area 6450-nya.  Tidak adanya katalis positif di dalam negeri membuat sebagian besar investor cenderung wait and see.

Secara teknikal sektor PROPERTY dan CONSUMER sudah menunjukkan breakdown dari level support jangka pendeknya. Sedangkan MINING INFRASTRUCTURE dan FINANCE tetap solid dalam trend naiknya dan bullish.

Tone dan Manner perdagangan hari ini : Minim Katalis, Market Terkonsolidasi Gagal Break 6450
Potensi Pergerakan Index : 6410 - 6500

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :
AALI BFIN HKMU JPFA MDIA VOKS WOOD ZINC    (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :
BNLI VOKS ASSA LSIP ABBA RBMS SIMP TBLA BWPT AALI FREN VIVA GZCO ESSA KINO MAIN LPPF PZZA BNGA ZINC LPCK JPFA  ( …

Analisa Saham ESSA | 22 Januari 2019

Setelah terus bergerak naik dan telah mencapai target-targetnya seperti analisa kami, saham ESSA kembali melanjutkan penguatannya. Terbuka peluang saham ini menuju level tertinggi atau all time high-nya di level 404. Apabila level tersebut dapat dilampaui, maka ESSA akan melanjutkan trend bullish-nya menuju target berikutnya di level 438 hingga 454. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa saham ini masih bergerak dalam tren positif.

Rekomendasi: Hold & let your profit run. Naikan trailing profit di level 340.


http://step-trader.com/2019/01/21/essa-stay-bullish/

Analisa Saham MAIN | 22 Januari 2019

MAIN berhasil melewati area resisten pentingnya di 1535-1565 dan sekarang berada di atas MA50-nya, menunjukkan saham ini berada dalam fase tren naik. MAIN berpotensi untuk kembali melanjutkan kenaikkannya didukung dengan MACD yang masih terus menanjak. Target kenaikan ada pada area 2400, dengan minor target pada area 1890.

Rekomedasi : Buy pada area 1570, cutloss if break 1470


Disclaimer On
https://galerisaham.com/main-melanjutkan-kenaikannya/


Analisa Saham BBNI | 22 Januari 2019

FR CGS-CIMB (YU) : Banks
Nov 18 stats: Stable NIM due to elevated LDR; smaller banks have raised rates
OVERWEIGHT - Maintained

Author(s): Jovent GIOVANNY +62 (21) 3006 1727, Timothy HANDERSON, Leonardo TUKIMAN

System loans grew 12% yoy (flat mom) in Nov 18 while deposits grew slower at 7% yoy (flat mom) – LDR remained high at 93% indicating tighter liquidity.

NIM remained stable despite higher rates from small-mid sized banks in Nov (c.20bp vs. 7bp mom increase for big banks).

Asset quality was resilient despite a slight mom uptick in SML. We stay sector Overweight with BBNI as our sector top pick.


Saham Online di Facebook