IMAS | Indomobil Sukses Internasional Masuk Bisnis Jasa Tambang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) tancap gas. Selain menekuni bisnis otomotif, Indomobil mulai merambah bisnis pertambangan.

Melalui anak usahanya PT Wahana Inti Selaras (Wisel), IMAS mengambil alih 97,5% saham PT Prima Sarana Gemilang (PSG), yang merupakan perusahaan kontraktor batubara. Pada 25 Juni 2019, Wisel dan PT Tritunggal Intipermata (pemilik 97,5% saham PSG) meneken perjanjian jual beli sebanyak 292.500 unit saham PSG yang setara 97,5% kepemilikan saham.

"Nilai transaksi pengambilalihan saham tersebut sebesar Rp 295 miliar," tulis Direktur Utama PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, Jusak Kertowidjojo, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 27/6) pekan lalu.

Selama ini IMAS memiliki lini bisnis alat berat yang kontribusinya cukup signifikan. Selama Januari hingga Maret tahun ini, IMAS mencatatkan penjualan mobil, truk dan alat berat kepada pihak ketiga senilai Rp 2,48 triliun, sementara penjualan mobil, truk dan alat berat kepada pihak yang berelasi senilai Rp 72,19 miliar. Jadi nilai total penjualan mobil, truk dan alat berat mencapai Rp 2,55 triliun atau 54,26% dari seluruh penjualan IMAS selama kuartal pertama tahun ini sebesar Rp 4,70 triliun.

Di sisi lain, PSG merupakan perusahaan di bidang kontraktor pertambangan batubara dan memiliki keterkaitan erat dengan produk-produk divisi alat berat IMAS.

IMAS menilai, setidaknya ada tiga manfaat dari kehadiran PSG menjadi entitas anak usaha mereka. Pertama, posisi PSG sangat strategis bagi Indomobil. Pasalnya, kebutuhan PSG akan alat berat yang signifikan menjadi pangsa pasar tersendiri bagi lini bisnis alat berat IMAS. Kedua, transaksi ini akan menjadi sinergi antara divisi alat berat IMAS dan bisnis PSG. Ketiga, memperkuat struktur usaha IMAS yang diharapkan membawa dampak positif bagi mereka secara keseluruhan.

Namun, rencana transaksi ini juga memiliki risiko, yakni batubara merupakan komoditas yang harganya fluktuatif terkait pasokan dan kebutuhan batubara global. "Namun hal ini kami mitigasi dengan kontrak PSG yang sebagian besar merupakan kontrak kerja jangka panjang," sebut Jusak.

Rencana akuisisi ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana ketentuan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.E.1 Tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. Tritunggal Intipermata dan Wisel adalah pihak yang terafiliasi dengan IMAS. Hal ini mengingat Tritunggal Intipermata memiliki secara langsung 18,17% saham IMAS. Kemudian, IMAS menguasai 86% saham Wisel secara tidak langsung melalui PT IMG Sejahtera Langgeng. Di saat yang sama, IMAS juga memiliki langsung 14% saham Wisel.

Direktur Wahana Inti Selaras, Bambang Prijono, mengatakan transaksi ini untuk membangun sinergi dalam kelompok usaha. Mereka memang memiliki portofolio produk alat berat yang lengkap. Kami melengkapi segmen bisnis dari semula hanya menjual alat berat akan bertambah yakni jasa pertambangan, kata dia.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas, Chris Apriliony, menilai prospek jasa pertambangan batubara masih menarik. Terlebih, IMAS sudah memiliki pelanggan seperti truk Hino. Dengan masuk ke bisnis jasa kontraktor pertambangan, seharusnya positif bagi IMAS, kata dia.

IMAS jajakan KIA

Tak butuh waktu lama bagi PT Indomobil Sukses Internasional Tbk untuk mencari pengganti Renault, merek mobil asal Prancis. Perusahaan yang menjadi bagian dari Grup Salim tersebut, akan segera menjajakan KIA, merek Korea Selatan.

Mengacu keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 Mei 2019, Indomobil mengabarkan pembentukan usaha patungan bernama PT Kreta Indo Artha pada 17 Mei 2019. Kreta Indo Arta menjalankan usaha perdagangan kendaraan bermotor roda empat menggunakan merek KIA.

Mitra bisnis patungan Indomobil adalah PT Sarimitra Kusuma Ekajaya. Modal dasar usaha patungan sebesar Kreta Indo Artha sebesar Rp 100 miliar dengan modal ditempatkan dan disetor senilai Rp 25 miliar. Indomobil mendekap 60% dari modal ditempatkan dan disetor sedangkan Sarimitra Kusuma mengempit 40%. Asal tahu, Sarimitra Kusuma merupakan salah satu pemegang saham PT KIA Motor Indonesia.

Hanya saja, belum terang-benderang target bisnis baru tersebut. Manajemen Indomobil belum mau banyak bercerita. "Nanti dulu saya belum bisa kasih comment," kata Subronto Laras, Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses Internasional Tbk kepada KONTAN, Minggu (30/6).

Segendang sepenarian, Ridjal Mulyadi Marketing Communication Manager PT KIA Mobil Indonesia juga masih irit bicara. Dia berkilah belum dapat mengungkapkan detail kerjasama tersebut.

Yang pasti, kehadiran KIA akan menambah deret produk dagangan Indomobil. Asal tahu, perusahaan berkode saham IMAS di BEI telah tercatat sebagai agen pemegang merek (APM) kendaraan penumpang merek Audi, Volkswagen (VW), Nissan, Datsun dan Suzuki. Sementara pada kendaraan niaga, mereka memegang merek Hino, Volvo dan Renault Truck.

Tak cuma kendaraan, Indomobil merupakan diler alat berat. Sebut saja Volvo, SDLG, Volvo Penta, Kalmar, Manitou, John Deere, HIAB dan Bandit Industries. Adapun sektor otomotif menjadi bagian dari sejumlah sektor bisnis garapan mereka.

Mengintip materi paparan publik Juni 2019, Indomobil menghabiskan dana belanja modal Rp 1,42 triliun selama kuartal pertama tahun ini. Perinciannya, Rp 1,31 triliun untuk bisnis kendaraan sedangkan Rp 110 miliar untuk bisnis non kendaraan. Adapun serapan dana belanja modal 2018 mencapai Rp 3,06 triliun.

ESSA | Surya Esa Perkasa Semakin Berjaya Berkat Bisnis Amonia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten saham pengolah gas alam, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), menambah kapasitas produksi amonia di tahun ini. Hasil ekspansi ini sudah mulai memberikan kontribusi terhadap emiten ini pada tahun ini.

Pertengahan tahun lalu, ESSA mulai mengoperasikan pabrik amonia di Luwuk, Sulawesi Tengah. Manajemen ESSA mengucurkan anggaran sebesar US$ 800 juta untuk membangun pabrik amonia tersebut.

Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sekitar 700.000 metrik ton per tahun. Pabrik tersebut dikelola oleh anak usaha ESSA yakni PT Panca Amara Utama.

Bisnis amonia pun mendatangkan keuntungan yang masif bagi ESSA. Terbukti di kuartal I-2019, pendapatan emiten sektor minyak dan gas (migas) melesat 327,54% secara tahunan menjadi US$ 58,06 juta. Laba bersih ESSA juga melonjak 60,54% menjadi US$ 4,8 juta.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, penjualan amonia memiliki peran besar bagi kenaikan pendapatan ESSA yang sampai ratusan persen. Ini mengingat di kuartal I-2019, kontribusi penjualan amonia mencapai 85%, setara US$ 49,56 juta dari total pendapatan ESSA.

Angka ini melampaui pendapatan lini bisnis utama ESSA lainnya, yaitu penjualan elpiji. Pada kuartal I-2019, nilai penjualan dari elpiji sekitar US$ 8,49 juta.

Kenaikan ini karena produktivitas pabrik amonia ESSA sampai Maret 2019, ESSA mencapai 200.000 metrik ton amonia. "Karena kontribusinya besar, maka pertumbuhan kinerja ESSA akan sangat berkaitan dengan penjualan amonia," kata William.

Berbekal kinerja lini bisnis amonia, Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menyatakan bahwa prospek kinerja ESSA secara keseluruhan akan positif dalam beberapa waktu ke depan. Apalagi ESSA ingin memperbesar pasar ekspor produk amonia.

ESSA berupaya menambah pasar ekspor baru seperti Taiwan dan China. Perusahaan ini telah menandatangani perjanjian offtake amonia sampai dengan tahun 2027. Sebelumnya, ESSA menjual produk amonia ke negara seperti Jepang dan Korea Selatan.

Penurunan harga

Kendati demikian, ada faktor risiko volatilitas harga amonia di pasar global. Harga amonia yang tercatat di US Tampa Ammonia CFR Index mencapai US$ 215 per metrik ton pada 28 Juni tahun ini. Padahal, harga amonia pada akhir Maret 2019 sebesar US$ 255 per ton.

Analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus merinci, setiap perubahan harga amonia sekitar 1% akan mempengaruhi laba inti ESSA sekitar 2,7%. Akan tetapi, ia menambahkan, laba bersih ESSA hanya akan berubah sebesar 1,1% jika harga amonia mengalami perubahan sekitar 1%.

Willinoy menyatakan, ESSA mendapatkan keuntungan berkat pemasukan dari manfaat pajak tambahan. Pemasukan ini relatif tidak terpengaruh oleh pergerakan harga amonia. ESSA membukukan pendapatan dari manfaat pajak sebesar US$ 4,21 juta pada periode kuartal I-2019.

Toh, Sukarno menilai, ESSA perlu antisipasi penurunan harga amonia. ESSA bisa melakukan efisiensi biaya produksi amonia. "Emiten ini juga bisa meningkatkan volume penjualan amonia," tambah dia. Dus, penurunan harga akan terkompensasi.

Meski begitu Willinoy percaya harga amonia akan berada di rata-rata US$ 280 per metrik ton pada tahun ini. Angka tersebut turun dari perkiraan sebelumnya yang senilai US$ 330 per metrik ton. Dia masih mempertahankan rekomendasi beli saham ESSA dengan target harga Rp 450 per saham.

Willinoy memprediksi pendapatan ESSA akan mencapai US$ 254 juta pada akhir tahun nanti. Sedangkan laba bersih mencapai US$ 47 juta.

BOLA | Pieter Tanuri Menambah Saham Bali United



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak 17 Juni lalu, klub bola Bali United resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dilepas di harga Rp 175 per saham, saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk  dengan kode saham BOLA langsung mencuri perhatian pelaku pasar lantaran harganya melonjak 69,14% di hari pertama perdagangan saham.

Yang tak kalah menarik, beberapa pemegang saham pendiri memanfaatkan momentum pencatatan dan perdagangan perdana saham Bali United untuk bertransaksi di bursa saham.

Pengusaha Pieter Tanuri, misalnya, pada perdagangan hari pertama saham BOLA 17 Juni lalu, menambah kepemilikan saham di Bali United. Pemilik sekaligus pemegang saham pengendali Bali United ini membeli 2,8 juta saham BOLA.

Saat itu, Pieter membeli saham BOLA di harga Rp 265 per saham senilai Rp 742 juta. Pasca transaksi tersebut, kepemilikan Pieter Tanuri di Bali United bertambah menjadi 809,34 juta saham yang mewakili 13,48% dari total saham Bali United.

Komisaris Utama Bali United Jemi Wiyono Prihadi juga ikut menambah kepemilikan saham Bali United. Pada perdagangan hari pertama saham BOLA, Jemi membeli 28,15 juta saham Bali United.

Dengan harga pembelian Rp 177 per saham, nilai transaksi tersebut mencapai Rp 4,98 miliar.

Pasca transaksi, kepemilikan Jemi di Bali United bertambah menjadi 30,65 juta saham. Jumlah tersebut mewakili 0,51% dari total saham Bali United.

Putri Paramita Sudali, Direktur Bali Bintang Sejahtera, juga tak mau ketinggalan bertransaksi di perdagangan perdana saham BOLA. Putri tercatat membeli 22,55 juta saham BOLA pada 17 Juni 2019.

Dengan harga pembelian sebesar Rp 177 per saham, nilai transaksi pembelian saham tersebut sebesar Rp 3,99 miliar.

Pasca transaksi, kepemilikan Putri bertambah menjadi 32,55 juta saham yang mewakili 0,54% dari total saham Bali United.

Sementara itu, pemegang saham pendiri lainnya memilih memanfaatkan perdagangan saham BOLA di bursa saham untuk menggelar divestasi.

Salah satu pemegang saham pendiri yang menjual saham Bali United di perdagangan hari pertama adalah Ayu Patricia Rachmat. Putri konglomerat Theodore Permadi Rachmat itu tercatat menjual 63,158 juta saham Bali United pada 17 Juni 2019.

Dengan harga penjualan sebesar Rp 175 per saham, nilai transaksi penjualan saham Bali United itu mencapai Rp 11,05 miliar.

Pasca transaksi, kepemilikan Ayu di Bali United berkurang menjadi 314,8 juta saham yang mewakili 5,25% dari total saham BOLA.

Pemegang saham pendiri lainnya yang mengurangi kepemilikan saham Bali United adalah Miranda. Pada 17 Juni 2019, Miranda juga melego 63,158 juta saham Bali United di harga Rp 175 per saham.

Nilai transaksi pembelian saham tersebut mencapai Rp 11,05 miliar. Pasca transaksi, kepemilikan Miranda di Bali United berkurang menjadi 314,8 juta saham yang mewakili 5,35% dari total saham BOLA.

Menyusul Miranda dan Ayu, PT Bali Peraga Bola ikut mengurangi kepemilikan saham Bali United. Pada 24 Juni 2019 lalu, Bali Peraga Bola menjual 170 juta saham Bali United.

Bali Peraga Bola menggelar divestasi saham BOLA di harga Rp 300 per saham. Nilai transaksi penjualan saham itu mencapai Rp 51 miliar.

Pasca transaksi penjualan, kepemilikan Bali Peraga Bola di Bali United berkurang menjadi 830 juta saham. Jumlah tersebut mewakili 13,83% dari total saham Bali United.

INAI | INDAL ALUMINIUM BAGI DIVIDEN PADA 31 JULI



IQPlus, (02/07) -PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) akan membagikan dividen tahun buku 2018 sebesar Rp30 per lembar saham kepada pemegang sahamnya pada 31 Juli 2019 mendatang.

Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 5 dan 8 Juli 2019 sedangkan di pasar tunai 9 dan 10 Juli 2019 dengan DPS hingga 9 Juli 2019.

Dalam RUPS Tahunan perseroan 27 Juni 2019 di Surabaya sudah diputuskan laba bersih perseroan sebesar Rp19,00 miliar dibagikan untuk dividen dan sisa laba sebesar Rp21,45 miliar dicatat seluruhnya sebagai saldo laba untuk memperkuat struktur permodalan. (end)

DUCK | LABA JAYA BERSAMA INDO NAIK JADI Rp47,57 MILIAR HINGGA MARET



IQPlus, (02/07) - Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) mencatat pertumbuhan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 31 Maret 2019 menjadi Rp47,57 miliar dibandingkan laba Rp26,30 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan bersih naik menjadi Rp193,87 miliar dari Rp141,29 miliar tahun sebelumnya dan laba bruto mencapai Rp148,13 miliar naik dari laba bruto Rp108,41 miliar tahun sebelumnya.

Meski beban operasional naik menjadi Rp88,44 miliar dari Rp76,00 miliar namun laba operasional perseroan masih tumbuh menjadi Rp59,69 miliar dibandingkan laba operasional tahun sebelumnya yang Rp32,41 miliar.

Laba sebelum pajak tercatat mencapai Rp66,87 miliar naik dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp33,88 miliar. Sedangkan total aset hingga 31 Maret 2019 mencapai Rp1,28 triliun naik dari total aset Rp1,05 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

BTEL | BAKRIE TELECOM CATAT RUGI Rp133,72 MILIAR HINGGA MARET


(Baca juga: Stop Loss dalam Saham)

IQPlus, (02/07) - Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mencatat rugi neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp133,72 miliar hingga periode yang berakhir 31 Maret 2019 turun dari rugi neto Rp174,97 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan usaha neto turun menjadi Rp910 juta dari Rp997 juta dan beban usaha turun menjadi Rp4,41 miliar dari Rp5,82 miliar membuat rugi usaha tercatat menjadi Rp3,50 miliar turun dari rugi usaha tahun sebelumnya yang Rp4,82 miliar.

Beban lain-lain neto turun menjadi Rp130,22 miliar dari Rp177,89 miliar dan rugi sebelum beban pajak menjadi Rp133,72 miliar turun dari rugi sebelum beban pajak tahun sebelumnya yang Rp182,71 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp714,28 miliar hingga periode 31 Maret 2019 naik tipis dari total aset Rp713,50 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

JSMR | JASA MARGA REKONSTRUKSI TOL JAKARTA-CIKAMPEK HINGGA 5 HARI KEDEPAN

(Baca juga: Pola Akumulasi Saham)

IQPlus, (02/07) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan rekonstruksi di kedua jalur Jalan Tol Jakarta-Cikampek, baik arah Cikampek maupun arah Jakarta hingga lima hari ke depan.

"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pekerjaan rekonstruksi dimaksud karena akan berdampak pada penutupan sementara sebagian lajur pada lokasi pekerjaan tersebut," ujar Corporate Communication Department Head Jasa Marga Irra Susiyanti dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Untuk tetap mengedepankan kondisi jalan dan pelayanan yang prima, PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Jakarta-Cikampek rutin melaksanakan pekerjaan pemeliharaan, salah satunya dengan metode Rekonstruksi Rigid.

Untuk pengerjaan rekonstruksi di lajur arah Cikampek dimulai dari Km 24+515 sampai dengan Km 24+616 di bahu luar dengan panjang penanganan 72 m, serta berlangsung pada Minggu 30 Juni 2019 pukul 08.00 WIB hingga Kamis 4 Juli 2019 pukul 05.00 WIB.

Pengerjaan rekonstruksi di lajur arah Jakarta dimulai dari Km 31+919 sampai dengan Km 31+799 di lajur 2 dengan panjang penanganan 120 m, berlangsung pada Senin 1 Juli 2019 pukul 08.00 WIB hingga Jumat 5 Juli 2019 pukul 05.00 WIB.

"Untuk mengantisipasi kepadatan yang berpotensi terjadi akibat pekerjaan, Jasa Marga bekerjasama dengan Kepolisian telah menyiapkan mitigasi risiko melalui pengaturan lalu lintas," kata Irra.

Pengaturan lalu lintas itu berupa sistem buka tutup lajur 1 di lokasi pekerjaan, baik arah Cikampek maupun arah Jakarta. Sedangkan jika kondisi padat, dipersiapkan dua titik contraflow di Tol Jakarta-Cikampek dari Km 21+000 sampai dengan Km25+100 arah Cikampek dan Km 35+600 hingga Km 29+500 arah Jakarta untuk mencairkan kepadatan menjelang titik lokasi pekerjaan.

"Untuk memastikan informasi ini diterima dengan baik oleh pengguna jalan, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek telah melakukan sosialisasi rencana pekerjaan dengan memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan dan Variable Message Sign (VMS) di Jalan Tol Cikampek arah Cikampek dan arah Jakarta," ujar Irra.(end)

EXCL | XL GANDENG TIGA OPERATOR ARAB SAUDI SAAT MUSIM HAJI

(Baca juga: Pola Distribusi Saham)

IQPlus, (02/07) - PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) mempersiapkan paket khusus bagi pelanggan prabayar XL yang melaksanakan ibadah haji sehingga mendapat kemudahan dan kenyamanan berkomunikasi selama beribadah di Tanah Suci dengan menggandeng seluruh operator di Arab Saudi.

Paket khusus haji ini bertarif sangat kompetitif disertai dengan kuota data yang besar, serta mendapatkan dukungan jaringan 4G dari seluruh operator di Arab Saudi. Pelanggan dan para jamaah haji Indonesia bisa mendapatkan paket khusus haji ini mulai 1 Juli 2019.

"Dalam penyelenggaraan program layanan khusus jamaah haji ini, XL sangat memperhatikan kualitas layanan. Karena layanan ini berada di luar negeri, maka XL menjalin kerjasama dengan sejumlah operator telekomunikasi dan data di Arab Saudi yang memiliki kualitas jaringan yang baik," kata Chief Marketing Officer XL Axiata, David Arcelus Oses dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Kerja sama dilakukan dengan operator Mobily, Saudi Telecom (STC), dan Zain. Jadi, saat sudah berada di Arab Saudi atau Tanah Suci, pelanggan bisa memilih operator-operator tersebut untuk mendapatkan layanan roaming. Pelanggan XL tidak perlu mengganti kartunya dengan kartu lokal Arab Saudi.

David menambahkan, XL juga berkomitmen kuat untuk menyelenggarakan layanan ini mengingat kemudahan akses ke layanan komunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi setiap jamaah. Kemudahan berkomunikasi dengan keluarga dan orang-orang terdekat akan membuat mereka merasa nyaman dan tenang selama di Tanah Suci dan pada akhirnya bisa mendorong kekhusukan mereka dalam beribadah serta mengikuti semua rangkaian ibadah haji yang memakan waktu cukup lama.(end)

PTIS | PTIS DAPAT PERPANJANGAN WAKTU PINJAMAN DARI PERMATA


IQPlus, (02/07) -PT Indo Straits Tbk (PTIS) telah memperoleh perpanjangan sementara dari PT Bank permata Tbk atas fasilitas kredit modal kerja yang ditandatangani pada 27 Juni 2019.

Menurut keterangan Ronny A. Hendrawan Sekretaris Perusahaan perseroan Selasa, perpanjangan fasilitas tersebut selama tiga bulan hingga 26 September 2019 dari sebelumnya 26 Juni 2019.

Seperti diketahui nilai fasilitas kredit modal kerja yang diperpanjang sebesar US$1,5 juta. Diharapkan dengan perpanjangan fasilitas ini akan memberikan dampak positif pada kegiatan operasional perseroan.

Selain itu,menurut Ronny perpanjangan ini akan membawa lebih banyak fleksibilitas untuk operasi karena perseroan dapat lebih banyak mengalokasikan dana untuk melunasi kewajiban dan komitmen. (end)

Analisa Saham CTRA, BBTN dan SMRA


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
July 2, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,417(+0.33%), test resistance at 6,417, trading range 6,347 – 6,417. Indikator MFI optimized dan indikator W%R  optimized cenderung naik. Sementara indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  juga masih cenderung naik. Daily resistance terdekat di 6,417 dan support di 6,347. Cut loss level di 6,309.

CTRA Daily, 1,165 (+1.30%), trading buy, trading range 1,140 – 1,210 . Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support 1,140 dan resistance di 1,210. Cut loss level di 1,100.

BBTN Daily  , 2,520(+2.44%), trading buy, trading range 2,470 – 2,550.  Indikator MFI optimized dan RSI optimized masih cenderung naik. Daily support  di 2,470 sementara itu daily resistance  di 2,550. Cut loss level di 1,440.

SMRA  Daily , 1,220 (+0.0%), trading buy, trading range 1,190 – 1,260. Indikator MFI optimized dan indkator RSI optimized masih coba bergerak naik. Perkiraan daily support di 1,190 dan daily resistance di 1,260. Cut loss level di 1,170.

Analisa Saham APLN, ERAA dan HMSP

Analisa Saham APLN, ERAA dan HMSP

(Baca juga: Price to Book Value)

1. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

Saham APLN mengalami breakdown support MA 5 untuk kembali ke upperband bollinger sekaligus menguji support MA 20 dan support bullish channel.

Rekomendasi: Sell
Support: Rp 210
Resistance: Rp 240

Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas

2. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

Saham ERAA membentuk pola candle long white candle dan terdapat indikasi adanya penguatan yang disertai dengan tingginya volume. Indikator stochastic berada di area overbought yang menandakan adanya jenuh beli.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 1.900
Resistance: Rp 2.260

Edo Ardiansyah, Erdikha Elit Sekuritas

3. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

Muncul long black candle dengan RSI melemah. Indikator stochastic berada di area overbought dan volume perdagangan meningkat.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 3.020
Resistance: Rp 3.150

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

Rekomendasi Saham Reliance Sekuritas | 2 Juli 2019


Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan IHSG hari ini diprediksi variatif oleh sejumlah analis, pascapenguatan tiga hari beruntun.

Binaartha Sekuritas memprediksi adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support hari ini.

Kepala Riset Muhsmmad Nafan Aji Gusts mengatakan support pertama maupun kedua IHSG memiliki range pada 6.367,378 hingga 6.355,069.

Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range level 6.393,812 hingga 6.407,936.

Berdasarkan indikator, MACD sudah berada di area positif. Meskipun demikian, terlihat bahwa Stochastic dan RSI sudah overbought.

Reliance Sekuritas menyebutkan secara teknikal pergerakan IHSG membentuk pola Northern star dengan potensi pulled back upper bollinger bands.

Kepala Riset Lanjar Nafi mengatakan kondisi pergerakan IHSG masih dibawah trend bearish sehingga bayangan terkoreksi jangka waktu dekat masih cukup besar.

Indikator RSI bergerak cukup mahal dengan Stochastic yang menjenuh ada area overbought.

"Sehingga kami proyeksikan IHSG akan bergerak kembali mencoba menguat tertahan dengan support resistance 6.310-6.400," demikian menurut riset hariannya.

Saham-saham yang masih dapat dicermati yakni; SMGR, HMSP, UNVR, BBTN, JSMR, LPKR, MNCN, SCMA.

Rekomendasi Saham Teman Trader | 2 Juli 2019

(Baca Juga: Pengertian Saham)

Data inflasi kemarin telah diumumkan oleh BPS sedikit meleset dari konsensus analisa. Inflasi tahunan capai level 3.28% dari ekspektasi 3.18% namun lebih baik dari bulan lalu di level 3.32%. Inflasi bulanan 0.55% lebih tinggi dari konsensus 0.46% namun lebih rendah dari bulan Mei yang capai 0.68%. Penurunan inflasi di Juni ini sejalan dengan kondisi seasonsal bulan Mei yang terjadi Hari Raya Lebaran.

Kondisi candlestik IHSG yang membentuk doji menjadi semacam tanda index sedang berusaha cari arah baru dan butuh ‘relax’. Posisi index saat ini yang telah breakout level 6357 dan uptrend dimungkinkan untuk terjadi koreksi minor bagi kenaikan lanjutan di kemudian hari. Hari ini index diproyeksikan akan mixed sektornya dan potensi melemah untuk uji area support 6357.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Index Bentuk Small Doji Sinyal Istirahat, Potensi Mixed Untuk Hari Ini.
Potensi Pergerakan Index : 6340 - 6393

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following : ARMY BUMI DOID INTP LSIP SRIL SWAT TINS     (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  HOME SMBR ERAA MEDC SMGR LSIP ISAT ISSP MTWI INDY ADRO GIAA PTSN MNCN SDMU ARMY AALI HOKI ELSA PTBA INTP DILD JSMR LPKR   (hanya berlaku hari ini)

TemanTrader

Analisa Saham LPKR, TOWR dan WSBP

Analisa Saham LPKR, TOWR dan WSBP


1. LPKR, Daily (272) (RoE: 0.66%; PER: 30.65x; EPS: 8.68; PBV: 0.20x; Beta: 0.93):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish bullish spinning top yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi Beli" pada level 256 - 272, dengan target harga secara bertahap di 284, 292 dan 328. Support: 256 & 242.
2. TOWR, Daily (705) (RoE: 21.49%; PER: 19.03x; EPS: 37.04; PBV: 4.09x; Beta: 0.26):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 695 - 710, dengan target harga secara bertahap di level 720, 730 dan 740. Support: 680.
3. WSBP, Daily (400) (RoE: 13.88%; PER: 9.07x; EPS: 44.12; PBV: 1.26x; Beta: N/A):* Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10, 20 dan 120 sehingga peluang terjadinya pullback terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada area level 396 - 400, dengan target harga secara bertahap di level 408, 434, 498 dan 560. Support: 386 & 370.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham GGRM, GIAA dan LPCK

Analisa Saham GGRM, GIAA dan LPCK


1. GGRM, Daily (76700) (RoE: 17.26%; PER: 18.65x; EPS: 4100.96; PBV: 3.26x; Beta: 0.68):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 76400 - 76800, dengan target harga secara bertahap di level 77500, 78750, 79750, 84000, 88250 dan 92500. Support: 75500.
2. GIAA, Daily (386) (RoE: 3.19%; PER: 8.58x; EPS: 45.00; PBV: 0.27x; Beta: 0.64):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola white opening bozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 358 - 388, dengan target harga secara bertahap di level 400, 420, 440 dan 460. Support: 350 & 340.
3. LPCK, Daily (1515) (RoE: 8.46%; PER: 1.73x; EPS: 868.80; PBV: 0.15x; Beta: 1.65):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada area level 1485 - 1515, dengan target harga secara bertahap di level 1525, 1970, 2410 dan 2860. Support: 1420.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham ADHI | Konsolidasi Sehat kah?


ADHI berkonsolidasi dalam range konsolidasi minor di kisaran 1655 – 1730. Konsolidasi ini merupakan konsolidasi normal dalam tren naik. Jika mampu menguat menembus resisten 1730, saham ini berpeluang menguat menuju level penting di 1845 yang jika nantinya dapat dilampaui, akan membuka ruang kenaikan dalan tren jangka panjang menuju target awal di 1980. kemungkinan saham ini akan berkonsolidasi dahulu setelah mencapai 1845. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif.

Rekomendasi: Buy jika break 1730. Stoploss level 1655.

GaleriSaham

Analisa Saham BBNI, ERAA, TLKM dan UNTR

Analisa Saham BBNI, ERAA, TLKM dan UNTR


BBNI mengkonfirmasi pola double bottom. Target penguatan selanjutnya adalah pada 9825
Rekomendasi: buy 9200, TP 9825 s/d 10000, stop loss <8800 .="" p="">
ERAA menguji support MA5, jika tidak ditembus turun maka penguatan yang sudah terjadi akan berlanjut.
Rekomendasi: buy 1850 s/d 1900, TP 2000 s/d 2250, stop loss <1750 .="" p="">
TLKM telah membentuk jalur uptrend baru dengan resistance 4200, namun terbentuk pola shooting star sehingga memiliki potensi untuk koreksi sampai dengan batas pada 4100.
Rekomendasi: buy 4070 s/d 4100, TP 4200 s/d 4240, stop loss <4000 .="" p="">
UNTR breakout dari resistance 28000, secara teknikal menjadi indikasi bahwa tren sideways telah berakhir.
Rekomendasi: buy 28000, TP 28800 s/d 30000, stop loss <27700 .="" p="">
Panin Sekuritas

Analisa Saham BBNI, ASII dan KLBF

Analisa Saham BBNI, ASII dan KLBF


BBNI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 9.425 kemudian 9.625 dengan support di level 9.000, cut loss jika break 8.800.
ASII (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.500 kemudian 7.550 dengan support di level 7.350, cut loss jika break 7.300.
KLBF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.475 kemudian 1.490 dengan support di level 1.445, cut loss jika break 1.430.

Full report bisa diakses di : ipot

Analisa Saham WEGE, BNLI, JSMR dan ADRO

Analisa Saham WEGE, BNLI, JSMR dan ADRO


MNC Daily Scope Wave
2 Juli 2019

Pada perdagangan kemarin (1/7), IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,3% ke level 6,379. Selama IHSG belum terkoreksi dan menembus level 6,269 maka pergerakan IHSG masih dapat menguat yang kami perkirakan dapat mencapai range 6,400-6,450.
Support: 6,350, 6,200
Resistance: 6,400, 6,450

WEGE - Buy on Weakness (346)
Kami memperkirakan penguatan WEGE kemarin (1/7) merupakan bagian dari wave (c), dimana WEGE masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya dengan target arah 390-400.
Buy on Weakness: 340-346
Target Price: 370, 390, 400
Stoploss: below 300

BNLI - Buy on Weakness (785)
Kami memperkirakan BNLI sedang berada pada awal dari wave [c], dimana BNLI berpotensi menguat untuk membentuk wave [c] dengan target berada pada level 915.
Buy on Weakness: 775-785
Target Price: 855, 915
Stoploss: below 770

JSMR - Sell on Strength (5,900)
Posisi JSMR kami perkirakan sudah berada pada akhir wave (ii), yang berarti JSMR berpotensi untuk terkoreksi membentuk wave (iii) ke area 5,150.
Sell on Strength: 5,900-6,050

ADRO - Sell on Strength (1,440)
Pada perdagangan kemarin (1/7), ADRO ditutup menguat signifikan sebesar 5,9% ke level 1,440. Kami memperkirakan ADRO sudah berada pada akhir wave [c] dan rawan untuk terkoreksi ke area 1,360-1,310.
Sell on Strength: 1,440-1,480

Disclaimer On