Berita Saham KLBF | 31 Oktober 2017

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meraih laba Rp1,77 triliun di periode hingga September 2017 naik tipis dari laba Rp1,70 triliun yang diraih di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan neto naik menjadi Rp15,08 triliun dari penjualan neto Rp14,37 triliun tahun sebelumnya dan beban pokok penjualan naik jadi Rp7,72 triliun dari Rp7,34 triliun.

Laba bruto mencapai Rp7,36 triliun dari laba bruto Rp7,03 triliun sedangkan laba sebelum beban pajak penghasilan diraih Rp2,38 triliun naik dari laba sebelum beban pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp2,29 triliun.

Total aset perseroan hingga 30 September 2017 mencapai Rp16,22 triliun naik dari total aset Rp15,22 triliun hingga periode 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham ASRI | 31 Oktober 2017

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) meraih pendapatan sebesar Rp3,16 triliun hingga periode 30 September 2017 naik tajam dari pendapatan Rp1,90 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan laba bruto naik menjadi Rp1,83 triliun dari laba bruto Rp1,06 triliun tahun sebelumnya dan beban perseroan naik jadi Rp673,15 miliar dari Rp335,66 miiar.

Laba sebelum beban pajak meningkat menjadi Rp1,16 triliun dari laba sebelum beban pajak tahun sebelumnya yang Rp727,39 miliar sedangkan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,11 triliun naik dari laba Rp659,74 miliar di periode hingga September tahun lalu.

Total aset hingga 30 September 2017 mencapai Rp20,39 triliun naik tipis dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang Rp20,18 triliun. (end)

IQPLUS

Berita Saham ERAA | 31 Oktober 2017

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) meraih kenaikan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 16,97 persen hingga periode 30 September 2017 menjadi Rp222,67 miliar dibandingkan laba Rp190,36 miliar yang diraih pada periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan neto naik menjadi Rp16,65 triliun dari Rp15,59 triliun dan laba bruto naik jadi Rp1,51 triliun dari Rp1,27 triliun. Sementara laba usaha meningkat menjaid Rp411,93 miliar dari laba usaha Rp391,78 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp317,34 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp269,90 miliar usai biaya keuangan turun menjadi Rp96,22 miliar dari biaya keuangan tahun sebelumnya yang Rp122,78 miliar.

Sedangkan total aset perseroan hingga 30 September 2017 mencapai Rp7,24 triliun turun tipis dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang Rp7,42 triliun. (end)

IQPLUS

Berita Sahan MYOH | 31 Oktober 2017

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) alami penurunan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$8,63 juta hingga periode 30 September 2017 dari laba yang diraih US$15,66 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan turun menjadi US$133,29 juta dari US$140,02 juta dan laba bruto turun menjadi US$17,04 juta dari laba bruto US$25,84 juta.

Sedangkan laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi US$11,60 juta dari laba sebelum pajak tahun hingga September tahun sebelumnya US$21,26 juta. Total aset hingga 30 September 2017 mencapai US$138,26 juta turun dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang US$147,25 juta. (end)

IQPLUS

Berita Saham GGRM | 31 Oktober 2017

Laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 17,7 persen hingga periode 30 September 2017 menjadi Rp5,41 triliun dibandingkan laba yang diraih Rp4,60 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan naik menjadi Rp61,52 triliun dari Rp56,21 triliun dan laba bruto meningkat menjadi Rp13,11 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya Rp12,03 triliun.

Sementara laba usaha tercatat sebesar Rp7,85 triliun dari laba usaha Rp7,08 triliun tahun sebelumnya. Penurunan beban bunga menjadi Rp579,15 miliar dari Rp933,52 miliar membuat laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp7,27 triliun dari laba sebelum pajak Rp6,15 triliun hingga September tahun lalu.

Sementara total aset hingga 30 September 2017 mencapai Rp62,79 triliun turun tipis dari total aset Rp62,95 triliun hingga periode 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham BJTM | 31 Oktober 2017

PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk (BJTM) meraih pertumbuhan laba setelah pajak bersih 21,18 persen hingga periode 30 September 2017 menjadi Rp1,01 triliun dibandingkan laba Rp836,57 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp2,62 triliun dari pendapatan bunga bersih Rp2,54 triliun dan pendapatan operasional selain bunga naik jadi Rp335,06 miliar dari Rp316,64 miliar.

Beban operasional selain bunga turun jadi Rp1,58 triliun dari beban operasional selain bunga tahun sebelumnya yang Rp1,72 triliun dan laba operasional meningkat menjadi Rp1,37 triliun dari laba operasional tahun sebelumnya yang Rp1,13 triliun.

Sedangkan laba sebelum pajak naik menjadi Rp1,38 triliun dari laba sebelum pajak hingga September tahun sebelumnya yang Rp1,14 triliun. Total aset perseroan hingga 30 September 2017 mencapai Rp53,83 triliun naik dari total aset Rp43,03 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham BNGA | 31 Oktober 2017

PT Bank CIMB NIaga Tbk (BNGA) meraih kenaikan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 69,15 persen hingga periode 30 September 2017 menjadi Rp2,19 triliun dari laba Rp1,29 triliun.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan bunga bersih naik jadi Rp9,36 triliun dari pendapatan bunga bersih Rp8,88 triliun dan pendapatan operasional selain bunga diraih Rp3,23 triliun naik dari Rp3,07 triliun.

Beban operasional selain bunga bersih mencapai Rp6,46 triliun turun dari beban Rp7,01 triliun dan laba operasional naik menjadi Rp2,90 triliun dari laba operasional tahun sebelumnya yang Rp1,87 triliun.

Total aset bank ini mencapai Rp252,13 triliun hingga 30 September 2017 naik dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang mencapai Rp241,57 triliun. (end)

IQPLUS

Berita Saham FINN | 31 Oktober 2017

PT First Indo American Leasing Tbk (FINN) meraih pendapatan sebesar Rp175 miliar hingga periode yang berakhir 30 September 2017 naik 39,77 persen dibandingkan pendapatan Rp125,20 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, jumlah beban naik jadi Rp157,31 miliar dari jumlah beban Rp117,04 miliar dan laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp17,68 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp8,15 miliar.

Sedangkan laba bersih tahun berjalan naik menjadi Rp13,03 miliar dari laba bersih tahun berjalan Rp6,04 miliar hingga periode September tahun sebelumnya. Sedangkan total aset hingga 30 September 2017 mencapai Rp1,21 triliun meningkat tajam dari total aset Rp866,96 miliar hingga periode 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham GJTL | 31 Oktober 2017

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) alami rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp140,68 miliar hingga periode 30 September 2017 usai meraih laba Rp582,94 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan bersih naik menjadi Rp10,80 triliun dari penjualan bersih Rp10,16 triliun namun beban pokok naik lebih tinggi lagi menjadi Rp8,98 triliun dari beban pokok Rp7,73 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp1,81 triliun dari laba kotor Rp2,42 triliun tahun sebelumnya.

Rugi sebelum pajak diderita Rp129,44 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp784,42 miliar diantaranya karena kenaikan beban keuangan menjadi Rp852,93 miliar dari Rp561,00 miliar dan rugi kurs sebesar Rp25,45 miliar dari laba kurs Rp359,49 miliar tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan hingga periode 30 September 2017 mencapai Rp18,98 triliun naik dari jumlah aset Rp18,69 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham RALS | 31 Oktober 2017

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) meraih pendapatan Rp4,41 triliun hingga periode 30 September 2017 turun tipis dari pendapatan Rp4,56 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan laba bruto turun tipis menjadi Rp1,73 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya Rp1,75 triliun dan laba usaha meningkat menjadi Rp366,88 miliar dari laba usaha Rp343,79 miliar tahun sebelumnya salah satunya karena turunnya beban penjualan jadi Rp298,52 miliar dari Rp313,28 miliar.

Laba sebelum pajak naik menjadi Rp429,29 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp420,23 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan diraih Rp367,79 miliar dari laba tahun berjalan Rp361,65 miliar hingga September tahun sebelumnya.

Total aset perseroan turun jadi Rp4,51 triliun hingga periode 30 September 2017 dari total aset Rp4,64 triliun hingga periode 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham DMAS | 31 Oktober 2017

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) meraih pendapatan usaha sebesar Rp493,68 miliar hingga periode 30 September 2017 turun 51 persen jika dibandingkan dengan pendapatan usaha Rp1,01 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan laba kotor turun menjadi Rp312,65 miliar dari laba kotor Rp614,37 miliar tahun sebelumnya. Beban usaha turun jadi Rp95,56 miliar dari Rp122,24 miliar.

Laba usaha turun menjadi Rp217,08 miliar dari laba usaha Rp492,13 miliar dan penghasilan lain-lain bersih naik menjadi Rp47,98 miliar dari Rp14,88 miliar dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp265,06 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp507,01 miliar.

Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk turun jadi Rp254,41 miliar dari laba Rp494,48 miliar hingga September tahun lalu. Total aset hingga 30 September 2017 mencapai Rp7,35 triliun turun dari total aset Rp7,80 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham INDF | 31 Oktober 2017

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) meraih penjualan neto Rp53,12 triliun hingga periode 30 September 2017 naik dibandingkan penjualan neto Rp49,86 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan menyebutkan laba bruto naik menjadi Rp15,30 triliun dibandingkan laba bruto tahun sebelumnya yang Rp14,56 triliun dan laba usaha menjadi Rp8,80 triliun dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya Rp5,93 triliun.

Laba sebelum beban pajak penghasilan menjadi Rp6,12 triliun dibandingkan laba sebelum pajak Rp5,45 triliun. Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas menjadi Rp3,27 triliun dari laba Rp3,24 triliun hingga September tahun sebelumnya.

Total aset perseroan hingga 30 September 2017 naik jadi Rp88,24 triliun dari total aset Rp82,17 triliun hingga periode 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham TLKM | 31 Oktober 2017

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mengembangkan Program Smart City Nusantara (SCN) yaitu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembangunan dan pengelolaan kota/daerah guna meningkatkan kinerja pemerintah daerah.

"Dalam implementasi SCN itu kami memberikan apresiasi Smart City Readiness kepada 52 pemerintah daerah yang sudah atau siap mengimplementasikan Smart City," kata Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan, di Jakarta, Senin.

Penghargaan diserahkan kepada tiga perwakilan pemerintah daerah yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Sementara itu, penghargaan kepada 49 pemerintah daerah lainnya akan diserahkan secara langsung oleh pimpinan Telkom lainnya di berbagai wilayah di Indonesia.

Apresiasi yang diserahkan berupa sertifikat dan free layanan Smart City selama satu tahun, yang terdiri dari aplikasi informasi wisata, aplikasi e-Pelaporan, dan Wifi managed service 10 access point yang dilengkapi dengan managed content Wifi.

"Apresiasi Smart City Readiness ini merupakan penghargaan kepada pemerintah daerah dalam mengimplementasikan Smart City dan mendukung terciptanya Kota Broadband di Indonesia," ujar Dian.

Ia merujuk hasil riset Bank Dunia bahwa, di negara berkembang seperti Indonesia, setiap kenaikan penetrasi broadband 10 persen akan berdampak pada kenaikan Gross Domestic Product (GDP) sebesar 1.38 persen.

Pemerintah Kemenkominfo telah mencanangkan Gerakan 100 kota Smart City dimana untuk tahun 2017 sendiri telah ditetapkan 25 kota Smart City.(end)

IQPLUS

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 31 Oktober 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (Oct 31, 2017)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Mimi Halimin (mimi.halimin@miraeasset.co.id)
US stock market ditutup melemah pada Senin (30/10) sesi perdagangan dengan Dow Jones ditutup pada 23.348,74 (-0,36%). Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq juga ditutup melemah masing-masing di level 2.572,83 (-0,32%) dan 6.698,96 (-0,03%). EIDO juga ditutup melemah (-0,60%) pada sesi perdagangan terakhir. Menurut CNBC, saham turun setelah sebuah report muncul mengatakan bahwa DPR sedang mempertimbangkan sebuah rencana yang secara bertahap akan menurunkan US corporate tax rate. Namun, dari market domestik, kami pikir akan ada sentimen yang mixed di market. Selain sentimen global, investor juga akan terus mengincar third quarter earnings results karena akan ada banyak publikasi hari ini pada hari terakhir bulan Oktober.

Market Indicator
JCI: 5,974.08 (-0.02%)
EIDO: 26.46 (-0.60%)
DJIA: 23,348.74 (-0.36%)
FTSE100: 7,487.81 (-0.23%)
USD/IDR: 13,582 (-0.20%)
10yr GB yield: 6.83% (Unchanged)
Oil Price: 54.15 (+0.46%)
Foreign net purchase: IDR933.2bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: BMRI, PGAS, UNTR, ASII, BBRI
TOP SELL: TLKM, BBTN, WSKT, BBNI, GGRM

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
TLKM, PGAS, BMRI, BBRI, BBTN

Technical insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG: Daily, 5,974.08(-0.0%), consolidation, trading range hari ini  5,962 – 6,005.  Potensi koreksi masih terlihat namun untuk sementara cenderung konsolidasi. Hal ini mengingat indikator MFI optimized, indikator W%R optimized ,RSI optimized dan Stochastic %D masih cenderung turun menguji support trend line.  Sementara itu pada indikator Bollinger Band optimized akan menguji center line. Pada pergerakkan weekly Indikator MFI optimized , indikator RSI optimized dan indikator Stochastic%D optimized terlihat cenderung naik mendekati resistance trend line.
*ERAA: Daily, 775 (+2.00%), trading buy, trading range 760 - 800. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized , indikator RSI optimized , indikator Stochastic%D optimized cenderung bergerak naik. Pada pergerakkan daily harga saat ini pada level +2.0 % , normal kenaikkan sekitar +2.25 % . Sementara itu pada pergerakkan weekly kenaikkan sekitar +2.00%, normal kenaikkan sekitar +5.09 %.
*BBCA: Daily,20,425 (+0.6%),Buy on Weakness, trading range 20,225 – 20,575. Indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized dan  indikator Stochastic%D optimized akan menguji support trend line. Lebih lanjut potensi kenaikkan normal harga pada pergerakkan daily sekitar +0.87%, saat ini di level 0.6 %. Sementara itu pada pergerakkan weekly kenaikkan normal sekitar +2.11% saat ini harga naik sekitar -2.1%.Dengan demikian potensi kenaikkan masih terlihat.
*BBTN: Weekly, 2,760 (-2.5%), Buy on Weakness, trading range 2,680 – 2,880. Indikator MFI optimized  indikator W%R optimized, indikator RSI optimized,  indikator Stochastic%D optimized sudah berada Di sekitar support trend line.  Jika dilihat lebih lanjut koreksi normal pada pergerakkan daily sekitar -171 %, saat ini di level -2.5 %. Sementara itu pada pergerakkan weekly koreksi normal sekitar -3.05 % saat inI di level -2.5% dan memasuki minggu ke tiga. Dengan demikan potensi koreksi makin terbatas.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

*A.S belanja konsumen melonjak 1% di bulan September
*A.S pendapatan perseorangan naik 0,4% di bulan September
*A.S Tingkat tabungan turun menjadi 3,1%, terendah sejak 2007
*Indeks inflasi PCE naik 0,4% pada bulan September, inti + 0,1%
*PCE naik 1,6% dalam 12 bulan terakhir; inti 1,3%

*KOBX +2.5%. PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) meraih pendapatan US$44,70 juta hingga periode 30 September 2017 naik dari pendapatan US$31,70 juta di periode sama tahun sebelumnya
*BOLT +0.9%. Di sembilan bulan pertama 2017, BOLT mencatat pendapatan sebesar Rp 770,27 miliar, turun 0,38% jika dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya Rp 773,22 miliar.Laba Garuda Metalindo turun 10,75% year on year (yoy) menjadi Rp 82,50 miliar. Di periode sama tahun sebelumnya BOLT mampu catat laba sebesar Rp 92,44 miliar
*SDPC +0.8%. PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1,56 triliun selama sembilan bulan di tahun ini. Penjualan itu naik sekitar 6,8% dibandingkan periode sembilan bulan di 2016 yang tercatat Rp 1,46 triliun.
*AALI +0.6%. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) meraih pendapatan bersih Rp12,49 triliun hingga periode 30 September 2017 naik tajam jika dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya yang Rp9,58 triliun. .
*PTPP -2.0%. PT PP (Persero) Tbk, menyatakan bahwa, sejak tahun 2016 lalu pihaknya sudah tidak lagi mengambil proyek di berbagai daerah dengan nilai di bawah atau kurang dari Rp200 miliar.
*AKRA -4.6%. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) meraih pendapatan dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp13,42 triliun hingga periode 30 September 2017 naik dibandingkan pendapatan Rp10,95 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
*OKAS -8.3%. Ancora segera produksi emas di tambang Lombok.

Daily write up
BSDE (Buy) 3Q17 review: Normalization after high base by Franky Rivan (franky@miraeasset.co.id)
- Di 3Q17, pendapatan Bumi Serpong Damai (BSDE) mencapai IDR1,6tr (-34,4% QoQ, +14,7% YoY), laba usaha sebesar IDR540,6bn (-61,1% QoQ, +5,8% YoY), dan laba bersih di IDR292,1bn (-77,1% QoQ, -13,2% YoY). Pendapatan dan laba bersih 9M17 BSDE masing-masing mencapai 77,8% dan 89,5% terhadap estimasi setahun penuh kami.
- Kami menghubungkan kinerja QoQ yang lebih lambat ke basis 2Q17 yang tinggi. Pada 2Q17, perusahaan mengakui penjualan tanah yang cukup besar ke Mitsubishi JV.
- BSDE memiliki arus kas operasi yang sehat sebesar IDR901,7bn di 3Q17, meningkat dari outflow tahun lalu sebesar IDR205,4bn. Kami melihat sedikit pertanda turunnya kemampuan pengakuan pendapatan perusahaan ke depannya.
- Kami mempertahankan rekomendasi Buy kami dengan target harga IDR2.210 untuk BSDE. BSDE saat ini diperdagangkan dengan valuasi menarik 2018F P/E di 10,3x (-2 SD vs rata-rata tiga tahun di 15,8x), yang menurut kami menawarkan margin of safety yang cukup lebar.

Earnings update
AALI: Lower achievement vs. peers by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
- For 3Q17, AALI posted solid CPO production of 440,700 tonnes (+17.6% QoQ), bringing cumulative 9M17 CPO production to 1.2mn tonnes (+15.2% YoY). However, AALI’s CPO extraction rate declined to 20.5% in 9M17 from 21.2% in 9M16, likely due to a higher contribution of external-party FFB production.
-  Surprisingly, AALI’s net profit increased to IDR362.5bn (+49.4% QoQ) in 3Q17, due to higher ending finished goods and lower interest expenses, which declined to IDR31.4bn (-3.4% QoQ).
- In 9M17, AALI’s refined business contributed 26.8% to total revenue. Going forward, we think AALI will continue to penetrate the refined business due to the difficulty of obtaining new landbank. Even though the refined business offers lower profit margins than the upstream business, we are positive on AALI’s strategy to maintain sustainable long-term growth.
- As we leave our earnings estimates unchanged, we maintain our target price for AALI at IDR15,300. We also maintain our Hold call, as our target price now implies 4.3% upside potential.
(See more: https://goo.gl/NwceEm)

Flash focus
ISAT and Hutch win blocks in the 2,100MHz spectrum by Giovanni Dustin (giovanni@miraeasset.co.id)
- ISAT and Hutchison were announced the winners of the 2,100MHz spectrum auction. Each operator won one block (1x5MHz) in the 2,100MHz spectrum. The bid offered by both operators reached IDR423bn, about 42% higher than the base price of IDR297bn.
- Although we believe the conclusion of the spectrum auction is positive for the industry, we do see a higher probability of a shift in the industry dynamic, which could benefit the incumbent.
- We reiterate our Overweight call on the telco industry. However, our recommendations for companies under our coverage are under review. Previous: (ISAT/Buy/TP IDR8,100), (TLKM/Trading buy/TP IDR4,770), (EXCL/Hold/TP IDR3,950).
(See: https://goo.gl/fMQBqV)

Flash focus
RALS’ 3Q17 earnings flash review by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
- After the market closed on October 30, Ramayana Lestari Sentosa (RALS) announced its 9M17 results on the IDX website. For 3Q17, RALS posted a net loss of IDR1bn (vs. net profit of IDR366bn in 2Q17), which brought cumulative 9M17 net profit to IDR367.8bn, achieving 87% of our full-year estimate. Although turning to a net loss in 3Q, we believe RALS is still on track to achieving our forecast.
- RALS’ top line declined by 60% QoQ in 3Q17, which we attribute to a high base from the Eid al-Fitr celebration in 2Q. On a YoY basis, top line also decreased by 32%, mainly due to the high base of last year (9M16 SSSG was +7%, vs. 9M17’s -0.7%). Cumulatively from January to September, RALS booked net revenue of IDR4.4tr, in line with our estimates (78% of our full-year forecast). RALS’ gross profit margin was steady in 3Q17, at 40.7% (vs 40.6% in 2Q17 and 40% in 3Q16). For 9M17, GPM was 39.2%, a slight improvement from 9M16’s 38.5%. 
- Our stance on the company is currently under review.
(See: https://goo.gl/MfziZJ)

Earnings update
SGRO: Wait for weather signal by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
(Oct 30, 2017)
- SGRO’s CPO production grew markedly QoQ, reaching 87,473 tonnes (+65.5% QoQ) due to higher FFB production (428,067 tonnes; +68.2% QoQ). The higher FFB production was due to conducive weather during 3Q17.
-  For 3Q17, SGRO posted unexpectedly strong earnings, with net profit soaring to IDR48.7bn (+201.0% QoQ) on the back of robust revenue of IDR927.3bn (+59.0% QoQ). The higher net profit was also supported by a much lower FFB cost of revenue (down 43.9% QoQ to IDR14.8bn). We do not yet have clarity from the management as to the reason for the lower FFB cost of revenue in 3Q17.
- As of 9M17, SGRO’s new planting program has only reached 2,515 hectares, far below our full-year new planting target of 5,000 hectares.
- As we leave our earnings estimates unchanged, we maintain our target price for SGRO at IDR2,100. However, we downgrade our call from Hold to Sell, as our target price now implies 15.3% downside potential.
(More at: https://goo.gl/E3jq6L)

Earnings update
LSIP: No surprising catalyst in the last round by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
(Oct 30, 2017)
- LSIP posted strong CPO production for 3Q17, reaching 107,700 tonnes (+26.1% QoQ), which we attribute to higher fresh fruit bunch (FFB) nucleus production (360,800 tonnes; +27.0% QoQ).
-  In 3Q17, LSIP’s CPO ASP declined to IDR7,805/kg (-3.5% QoQ), while its CPO sales volume expanded to 105,037 tonnes (+12.6% QoQ). Thus, 3Q17 revenue expanded to IDR1.1tr. Net profit also improved to IDR180.0bn (+111.3% QoQ) on the back of lower upkeep & cultivation expenses (IDR123.9bn; -7.2% QoQ).
- For the full year, we expect LSIP’s new planting in its oil palm plantation areas to reach only 625 hectares. In addition, LSIP has no plans to convert its rubber plantation to oil palm plantation in the short term. LSIP’s rubber plantation reached 16,101 hectares in 9M17.
- As we leave our earnings estimates unchanged, we maintain our target price for LSIP at IDR1,500. We also keep our Hold call, as our target price implies 0.3% downside potential.
(More at: https://goo.gl/JNvPuW)

<Market Headlines>

Kenaikan realisasi investasi tak sebanding serapan pekerja (Kontan)
Pada kuartal III-2017 penyerapan tenaga kerja 286,497 orang, naik 3.79%.

Bunga deposito terus turun (Kontan)
Bunga deposito turun 25-50 basis poin.

PT PP mencari pembiayaan dari pinjaman dan obligasi sebesar IDR10 triliun (Investor Daily)
PT PP Tbk (PTPP) mencari pinjaman eksternal baik pinjaman bank maupun obligasi sebesar IDR10 triliun pada tahun 2018. Dana tersebut akan digunakan untuk investasi pada tahun 2018.

Wika Realty berencana menerbitkan MTN sebesar IDR1 triliun (Investor Daily)
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melalui anak perusahaannya, yaitu PT Wijaya Karya Realty berencana menerbitkan Medium Term Notes (MTN) sebesar IDR1 triliun. Penerbitan MTN ini akan dibagi beberapa tahap sampai tahun depan.

Laba MTDL naik 36% (Bisnis Indonesia)
MTDL mencatatkan laba bersih IDR155bn selama 9M17, naik 36%YoY.

Untung ARNA tumbuh 38% (Bisnis Indonesia)
ARNA membukukan laba bersih 38%YoY di tengah isu pelemahan daya beli yang membayangi sepanjang tahun ini

(Kompas)
Kenaikan Tarif Cukai untuk Kendalikan Konsumsi
Kualitas Layanan Diperbaiki: Perlu Kehati-hatian untuk Kelola Data Registrasi Kartu Prabayar

Rekomendasi Saham Etuz | 31 Oktober 2017

pagi,

hari ini bisa pantau saham2 swing

wsbp
wton

inta hati2 koreksi

bumi saatnya beli kalo koreksi
kren saatnya beli kalo koreksi

salam cuan

etiz

Rekomendasi Saham PacificTrader | 31 Oktober 2017

Watchlist PacificTrader untuk Swing
Bisa intip-intip yang belum kena trigger
Selasa, 31 Oktober 2017

- RALS buy on weakness TP 945-975-1020
- ANTM buy if 650
- INCO buy if 2940
- PGAS buy if 1880
- MAPI buy if 6625

Menu main cepat
- BKSL buy if break 145

Level TP dan SL lihat di chart yah
Batasi Risiko dan Take Profit sesuai selera dan kemampuan jantung masing-masing
Jangan lupa review terlebih dahulu sebagai trader mandiri
*Bukan ajakan untuk membeli, Disclaimer On ~ Thankyou

Analisa Saham PTBA | 31 Oktober 2017

Ciptadana on Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) 10/23/2017
Cost efficiency boosts earnings

-  PTBA melihat pendapatan 9M17 naik 150% YoY menjadi Rp2,63 tn, didukung oleh pendapatan yang lebih tinggi dan biaya yang dapat dikelola. Pendapatan naik 32% YoY menjadi Rp13,2 tn (dan HPP meningkat lebih lambat 8% YoY. Secara triwulanan, laba bersih naik 6% QoQ menjadi Rp940 miliar, meski pendapatan turun 4% QoQ menjadi Rp4 .3 tn

-  Meskipun perusahaan hanya menjual 5,88 mn ton batubara pada 3Q17 (-1% QoQ), namun PTBA mencatat produksi kuat 7,48 juta ton (+ 51% QoQ) pada kuartal ketiga karena cuaca mulai normal. Melalui anak perusahaannya, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP), perusahaan telah menandatangani amendemen PPA dengan PLN terkait dengan listrik yang dihasilkan oleh mulut tambang Banko Tengah (Sumsel 8)

-  Valuasi: BUY dengan TP Rp15,500

Analisa Saham BBTN | 31 Oktober 2017

Indo Premier on Bank Tabungan Negara (BBTN) 10/24/2017
Strong results already priced-in

-  BBTN melaporkan laba bersih sebesar Rp2,0tn pada 9M17 (+ 24%) - kinerja yang kuat ini sejalan dengan ekspektasi konsensus sebesar Rp3,0 triliun untuk FY17F. Pada 3Q, keuntungan tumbuh 8,5% qoq menjadi Rp734 miliar karena biaya operasional lebih rendah. Penggerak utama pendapatan 9M yang kuat adalah: 1) pertumbuhan kredit yang kuat sebesar 20%, dan 2) pendapatan non-bunga yang kuat (+ 41%)

-  Kualitas aset BBTN tetap stabil dengan rasio NPL 3,07% pada 3Q (2Q: 3,23%), jauh di bawah  dari tingkat tahun sebelumnya (3,60%), dengan tren penurunan yang stabil dalam formasi NPL baru di 2 kuartal terakhir. Penurunan rasio NPL bank untuk hipotek bersubsidi dan pinjaman komersial memiliki lebih dari mengimbangi rasio NPL yang lebih tinggi untuk kredit konsumer / perumahan lainnya.

-  Valuasi: HOLD dengan TP Rp3,200

Analisa Saham INCO, ITMG dan ERAA | 31 Oktober 2017

IHSG (5.950-6.000) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.000 kemudian 6.025 dengan support di 5.950 dan 5.925.

INCO (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.980 kemudian 3.060 dengan support di 2.865, cut loss jika break 2.800.

ITMG (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 22.750 kemudian 23.325 dengan support di 21.600, cut loss jika break 21.275.

ERAA (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 790 kemudian 805 dengan support di 755, cut loss jika break 745.

IPOT Chart Analysis

Analisa Saham BBTN | 31 Oktober 2017

BBTN terus tertekan dan mengalami koreksi selama 7 hari berturut-turut. 
Penurunan curam yang dialami oleh BBTN telah membuat saham ini keluar dari lower bolinger band, sehingga membuka peluang untuk terjadinya teknikal rebound sementara. 
Saat ini BBTN tengah menguji area support level 2710 dan juga support uptrend line jangka panjangnya. 
Jika mampu bertahan di support tersebut, maka BBTN berpeluang untuk mengalami teknikal rebound sesaat, dengan target rebound menuju 2850-2900.
Rekomendasi: Hold bagi member kami yang telah membeli diharga 2700. Target take profit dikisaran 2850-2900. Batasi resiko apabila gagal bertahan di 2650.
StepTrader

Rekomendasi Saham William Hartanto | 31 Oktober 2017

WH Project Outlook 30 Oktober 2017.

IHSG ditutup menurun 1,20 poin atau (-0.02%) pada perdagangan hari Senin 30 Oktober 2017 kemarin. Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan sektor penopang masih dari sektor MINING dengan tambahan sektor PROPERTY.

Bagi Anda yang masih hold BKSL, Anda adalah seorang pemenang! Secara bandarmology, penurunan BKSL sudah selesai. Kini, bandar yang tadinya sudah tidak muncul pun akhirnya kembali pada perdagangan kemarin. Saat ini BKSL tengah menguji resistance 150. Jika break, resistance berikutnya yang akan diuji adalah 157 dam 161.

Harga minyak mentah mencapai level $55, peluang bagus untuk koleksi ELSA dan MEDC.

ITMG, buy 22000.

WTON sudah berhasil menembus 660 namun ditutup di 655. Hari ini ada potensi menguat kembali sebagai konfirmasi break resistance-nya.

Semoga bermanfaat, happy trading.

Analisa Pasar Global | 31 Oktober 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Oct 31, 2017)
Investment Information Team
(ayuningdyah@miraeasset.co.id)

 
US

Saham A.S. ditutup melemah pada hari Senin karena sebuah laporan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat sedang mempertimbangkan penghentian pemotongan pajak korporasi daripada memberlakukannya segera dengan mempertimbangkan kepercayaan investor.

Pemangkasan pajak merupakan inti dari agenda bisnis Presiden Donald Trump dan dipandang penting untuk mempertahankan reli pasar saham.

Ke depan, pasar menunggu keputusan Trump tentang siapa yang akan memimpin Fed setelah masa jabatan Presiden Janet Yellen berakhir pada bulan Februari. Sebuah laporan mengatakan bahwa Trump condong ke arah memilih Gubernur Federal Jerome Powell, dan pada hari Senin seorang pejabat Gedung Putih mengindikasikan bahwa keputusan akan datang pada hari Kamis.

Sementara itu, para pembuat kebijakan the Fed melakukan pertemuan pada hari Selasa dan Rabu. Tidak ada ekspektasi perubahan pada kebijakan moneter, namun pernyataan pada akhir pertemuan akan dicermati untuk mengetahui apakah pembuat kebijakan ingin terus maju dengan kenaikan suku bunga Desember yang meningkat secara keseluruhan.

Data: Belanja konsumen melonjak 1% di bulan September, kenaikan terbesar sejak 2009, sama seperti pemulihan ekonomi saat ini. Pendapatan pribadi naik 0,4%, namun tingkat tabungan turun menjadi 3,1%, level terendah sejak Desember 2007.

Indeks pengeluaran konsumsi pribadi, atau PCE, indikator inflasi pilihan Federal Reserve, meningkat 0,4% pada bulan September, sementara “core” rate, yang mengeluarkan makanan dan energi, naik 0,1%.

 
Europe

Saham Eropa mencatatkan penutupan tertinggi dalam lima bulan pada hari Senin, dengan sebagian besar tindakan berpusat di seputar ekuitas Spanyol setelah pemerintah pusat di Madrid menguasai kawasan Catalonia menyusul dorongan mereka untuk merdeka.

Saham Spanyol memasuki mode pemulihan setelah pemerintah Spanyol akhir Jumat menggulingkan para pemimpin di Catalonia sebagai reaksi terhadap anggota parlemen separatis yang mendeklarasikan daerah itu sebuah republik merdeka. Pada hari Minggu di Catalonia, ratusan ribu orang berdemonstrasi dalam pertunjukan persatuan dengan seluruh Spanyol.

Sementara itu, data awal pada hari Senin menunjukkan bahwa PDB Spanyol meningkat sebesar 0,8% pada kuartal ketiga dari kuartal sebelumnya, memenuhi harapan.

Update Harga Penting Saham | 31 Oktober 2017

Good morning,

Dow finishes 85 points lower on report corporate tax cut could be gradual

The gradual plan is "has been considered" but is not final, according to the report.The S&P 500 traded 0.3 percent lower following the report, while the Dow Jones industrial average declined 85 points.

Dow........23349    -85.5        -0.36%
Nasdaq....6699    -2.3          -0.03%
S&P 500...2573    -8.2          -0.32%

FTSE........7488    -17.2         -0.23%
Dax........13230    +12.03      +0.09%
CAC.........5494     -0.5            -0.01%

Nikkei....22012     +3.5         +0.01% 
HSI.........28336      -102.7     -0.36%
Shanghai.3390      -26.5       -0.77% 
ST Times.3376      -10.5       -0.31%
 
Indo10Yr..7.1047     -0.006     -0.08%
INDOBex233.9326  -0.0480   -0.02%
US10Yr.......2.37       -0.054      -2.22%
VIX.............10.50     +0.70       +7.14%

USDIndx ....94.502      -0.414    -0.44%
Como Indx187.5295  +0.6381+0.34%

(Core Commodity CRB)
DJUSCL......40.87       +0.55     +1.36%
(Dow Jones US Coal Index) 

IndoCDS.....93.715     +0.30     +0.32%           (5-yr INOCD5) 

IDR...........13582   -27        -0.20%
Jisdor.......13580   -50        -0.37%
IDR Fut.....13584   -14        -0.10%

Euro.......1.1650   +0.0042 +0.36%.

TLKM.......30.00   -0.07        -0.23%
(4074)
EIDO.........26.46   -0.16        -0.60%
EEM..........45.85   -0.29        -0.63%

Oil.............54.12       +0.22      +0.41%!!
Gold ........1277.40   +5.60      +0.44%
Timah....19417.50   -370.00   -1.87%*
Nickel....11647.50   +75.00    +0.65%*

Coal price...99.50   +0.90   +0.91%
(Nov/Newcastle)
Coal price...98.00   +0.45   +0.46%
(Dec/Newcastle)
Coal price...93.00   +0.50   +0.54%  
(Nov/Rotterdam)
Coal price..92.40   +0.20   +0.22%
(Dec/ Rotterdam)

CPO(Dec)  2840     +23        +0.82%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn...........348.75   unch     +0%
SoybeanOil 34.68    -0.16     -0.46%
Wheat........424.75    -2.50     -0.59%

*  source : Investing

(DE/ls 31-10-17)
  
*********