google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 31, 2017

Berita Saham KLBF | 31 Oktober 2017

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meraih laba Rp1,77 triliun di periode hingga September 2017 naik tipis dari laba Rp1,70 triliun yang diraih di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan neto naik menjadi Rp15,08 triliun dari penjualan neto Rp14,37 triliun tahun sebelumnya dan beban pokok penjualan naik jadi Rp7,72 triliun dari Rp7,34 triliun. Laba bruto mencapai Rp7,36 triliun dari laba bruto Rp7,03 triliun sedangkan laba sebelum beban pajak penghasilan diraih Rp2,38 triliun naik dari laba sebelum beban pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp2,29 triliun. Total aset perseroan hingga 30 September 2017 mencapai Rp16,22 triliun naik dari total aset Rp15,22 triliun hingga periode 31 Desember 2016. (end) IQPLUS

Berita Saham ASRI | 31 Oktober 2017

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) meraih pendapatan sebesar Rp3,16 triliun hingga periode 30 September 2017 naik tajam dari pendapatan Rp1,90 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan laba bruto naik menjadi Rp1,83 triliun dari laba bruto Rp1,06 triliun tahun sebelumnya dan beban perseroan naik jadi Rp673,15 miliar dari Rp335,66 miiar. Laba sebelum beban pajak meningkat menjadi Rp1,16 triliun dari laba sebelum beban pajak tahun sebelumnya yang Rp727,39 miliar sedangkan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,11 triliun naik dari laba Rp659,74 miliar di periode hingga September tahun lalu. Total aset hingga 30 September 2017 mencapai Rp20,39 triliun naik tipis dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang Rp20,18 triliun. (end) IQPLUS

Berita Saham ERAA | 31 Oktober 2017

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) meraih kenaikan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 16,97 persen hingga periode 30 September 2017 menjadi Rp222,67 miliar dibandingkan laba Rp190,36 miliar yang diraih pada periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan neto naik menjadi Rp16,65 triliun dari Rp15,59 triliun dan laba bruto naik jadi Rp1,51 triliun dari Rp1,27 triliun. Sementara laba usaha meningkat menjaid Rp411,93 miliar dari laba usaha Rp391,78 miliar tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp317,34 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp269,90 miliar usai biaya keuangan turun menjadi Rp96,22 miliar dari biaya keuangan tahun sebelumnya yang Rp122,78 miliar. Sedangkan total aset perseroan hingga 30 September 2017 mencapai Rp7,24 triliun turun tipis dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang Rp7,42 triliun. (end) IQPLUS

Berita Sahan MYOH | 31 Oktober 2017

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) alami penurunan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$8,63 juta hingga periode 30 September 2017 dari laba yang diraih US$15,66 juta di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan turun menjadi US$133,29 juta dari US$140,02 juta dan laba bruto turun menjadi US$17,04 juta dari laba bruto US$25,84 juta. Sedangkan laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi US$11,60 juta dari laba sebelum pajak tahun hingga September tahun sebelumnya US$21,26 juta. Total aset hingga 30 September 2017 mencapai US$138,26 juta turun dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang US$147,25 juta. (end) IQPLUS

Berita Saham GGRM | 31 Oktober 2017

Laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 17,7 persen hingga periode 30 September 2017 menjadi Rp5,41 triliun dibandingkan laba yang diraih Rp4,60 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan naik menjadi Rp61,52 triliun dari Rp56,21 triliun dan laba bruto meningkat menjadi Rp13,11 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya Rp12,03 triliun. Sementara laba usaha tercatat sebesar Rp7,85 triliun dari laba usaha Rp7,08 triliun tahun sebelumnya. Penurunan beban bunga menjadi Rp579,15 miliar dari Rp933,52 miliar membuat laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp7,27 triliun dari laba sebelum pajak Rp6,15 triliun hingga September tahun lalu. Sementara total aset hingga 30 September 2017 mencapai Rp62,79 triliun turun tipis dari total aset Rp62,95 triliun hingga periode 31 Desember 2016. (end) IQPLUS

Berita Saham BJTM | 31 Oktober 2017

PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk (BJTM) meraih pertumbuhan laba setelah pajak bersih 21,18 persen hingga periode 30 September 2017 menjadi Rp1,01 triliun dibandingkan laba Rp836,57 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp2,62 triliun dari pendapatan bunga bersih Rp2,54 triliun dan pendapatan operasional selain bunga naik jadi Rp335,06 miliar dari Rp316,64 miliar. Beban operasional selain bunga turun jadi Rp1,58 triliun dari beban operasional selain bunga tahun sebelumnya yang Rp1,72 triliun dan laba operasional meningkat menjadi Rp1,37 triliun dari laba operasional tahun sebelumnya yang Rp1,13 triliun. Sedangkan laba sebelum pajak naik menjadi Rp1,38 triliun dari laba sebelum pajak hingga September tahun sebelumnya yang Rp1,14 triliun. Total aset perseroan hingga 30 September 2017 mencapai Rp53,83 triliun naik dari total aset Rp43,03 triliun hingga 31 Desember 2016. (end) IQPLUS

Berita Saham BNGA | 31 Oktober 2017

PT Bank CIMB NIaga Tbk (BNGA) meraih kenaikan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 69,15 persen hingga periode 30 September 2017 menjadi Rp2,19 triliun dari laba Rp1,29 triliun. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan bunga bersih naik jadi Rp9,36 triliun dari pendapatan bunga bersih Rp8,88 triliun dan pendapatan operasional selain bunga diraih Rp3,23 triliun naik dari Rp3,07 triliun. Beban operasional selain bunga bersih mencapai Rp6,46 triliun turun dari beban Rp7,01 triliun dan laba operasional naik menjadi Rp2,90 triliun dari laba operasional tahun sebelumnya yang Rp1,87 triliun. Total aset bank ini mencapai Rp252,13 triliun hingga 30 September 2017 naik dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang mencapai Rp241,57 triliun. (end) IQPLUS

Berita Saham FINN | 31 Oktober 2017

PT First Indo American Leasing Tbk (FINN) meraih pendapatan sebesar Rp175 miliar hingga periode yang berakhir 30 September 2017 naik 39,77 persen dibandingkan pendapatan Rp125,20 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, jumlah beban naik jadi Rp157,31 miliar dari jumlah beban Rp117,04 miliar dan laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp17,68 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp8,15 miliar. Sedangkan laba bersih tahun berjalan naik menjadi Rp13,03 miliar dari laba bersih tahun berjalan Rp6,04 miliar hingga periode September tahun sebelumnya. Sedangkan total aset hingga 30 September 2017 mencapai Rp1,21 triliun meningkat tajam dari total aset Rp866,96 miliar hingga periode 31 Desember 2016. (end) IQPLUS

Berita Saham GJTL | 31 Oktober 2017

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) alami rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp140,68 miliar hingga periode 30 September 2017 usai meraih laba Rp582,94 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan bersih naik menjadi Rp10,80 triliun dari penjualan bersih Rp10,16 triliun namun beban pokok naik lebih tinggi lagi menjadi Rp8,98 triliun dari beban pokok Rp7,73 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp1,81 triliun dari laba kotor Rp2,42 triliun tahun sebelumnya. Rugi sebelum pajak diderita Rp129,44 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp784,42 miliar diantaranya karena kenaikan beban keuangan menjadi Rp852,93 miliar dari Rp561,00 miliar dan rugi kurs sebesar Rp25,45 miliar dari laba kurs Rp359,49 miliar tahun sebelumnya. Jumlah aset perseroan hingga periode 30 September 2017 mencapai Rp18,98 triliun naik dari jumlah aset Rp18,69 triliun hingga 31 Desember 2016. (end) IQPLUS

Berita Saham RALS | 31 Oktober 2017

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) meraih pendapatan Rp4,41 triliun hingga periode 30 September 2017 turun tipis dari pendapatan Rp4,56 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan laba bruto turun tipis menjadi Rp1,73 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya Rp1,75 triliun dan laba usaha meningkat menjadi Rp366,88 miliar dari laba usaha Rp343,79 miliar tahun sebelumnya salah satunya karena turunnya beban penjualan jadi Rp298,52 miliar dari Rp313,28 miliar. Laba sebelum pajak naik menjadi Rp429,29 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp420,23 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan diraih Rp367,79 miliar dari laba tahun berjalan Rp361,65 miliar hingga September tahun sebelumnya. Total aset perseroan turun jadi Rp4,51 triliun hingga periode 30 September 2017 dari total aset Rp4,64 triliun hingga periode 31 Desember 2016. (end) IQPLUS

Berita Saham DMAS | 31 Oktober 2017

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) meraih pendapatan usaha sebesar Rp493,68 miliar hingga periode 30 September 2017 turun 51 persen jika dibandingkan dengan pendapatan usaha Rp1,01 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan laba kotor turun menjadi Rp312,65 miliar dari laba kotor Rp614,37 miliar tahun sebelumnya. Beban usaha turun jadi Rp95,56 miliar dari Rp122,24 miliar. Laba usaha turun menjadi Rp217,08 miliar dari laba usaha Rp492,13 miliar dan penghasilan lain-lain bersih naik menjadi Rp47,98 miliar dari Rp14,88 miliar dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp265,06 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp507,01 miliar. Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk turun jadi Rp254,41 miliar dari laba Rp494,48 miliar hingga September tahun lalu. Total aset hingga 30 September 2017 mencapai Rp7,35 triliun turun dari total aset Rp7,80 triliun hingga 31 Desember 2016. (end) IQPLUS

Berita Saham INDF | 31 Oktober 2017

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) meraih penjualan neto Rp53,12 triliun hingga periode 30 September 2017 naik dibandingkan penjualan neto Rp49,86 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan menyebutkan laba bruto naik menjadi Rp15,30 triliun dibandingkan laba bruto tahun sebelumnya yang Rp14,56 triliun dan laba usaha menjadi Rp8,80 triliun dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya Rp5,93 triliun. Laba sebelum beban pajak penghasilan menjadi Rp6,12 triliun dibandingkan laba sebelum pajak Rp5,45 triliun. Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas menjadi Rp3,27 triliun dari laba Rp3,24 triliun hingga September tahun sebelumnya. Total aset perseroan hingga 30 September 2017 naik jadi Rp88,24 triliun dari total aset Rp82,17 triliun hingga periode 31 Desember 2016. (end) IQPLUS

Berita Saham TLKM | 31 Oktober 2017

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mengembangkan Program Smart City Nusantara (SCN) yaitu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembangunan dan pengelolaan kota/daerah guna meningkatkan kinerja pemerintah daerah. "Dalam implementasi SCN itu kami memberikan apresiasi Smart City Readiness kepada 52 pemerintah daerah yang sudah atau siap mengimplementasikan Smart City," kata Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan, di Jakarta, Senin. Penghargaan diserahkan kepada tiga perwakilan pemerintah daerah yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tanah Bumbu. Sementara itu, penghargaan kepada 49 pemerintah daerah lainnya akan diserahkan secara langsung oleh pimpinan Telkom lainnya di berbagai wilayah di Indonesia. Apresiasi yang diserahkan berupa sertifikat dan free layanan Smart City selama satu tahun, yang terdiri dari aplikasi informasi wisata, aplikasi e-Pelaporan, dan Wifi managed service 10 access p

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 31 Oktober 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (Oct 31, 2017) Research Team (research@miraeasset.co.id) Market comment by Mimi Halimin (mimi.halimin@miraeasset.co.id) US stock market ditutup melemah pada Senin (30/10) sesi perdagangan dengan Dow Jones ditutup pada 23.348,74 (-0,36%). Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq juga ditutup melemah masing-masing di level 2.572,83 (-0,32%) dan 6.698,96 (-0,03%). EIDO juga ditutup melemah (-0,60%) pada sesi perdagangan terakhir. Menurut CNBC, saham turun setelah sebuah report muncul mengatakan bahwa DPR sedang mempertimbangkan sebuah rencana yang secara bertahap akan menurunkan US corporate tax rate. Namun, dari market domestik, kami pikir akan ada sentimen yang mixed di market. Selain sentimen global, investor juga akan terus mengincar third quarter earnings results karena akan ada banyak publikasi hari ini pada hari terakhir bulan Oktober. Market Indicator JCI: 5,974.08 (-0.02%) EIDO: 26.46 (-0.60%) DJIA: 23,348.74 (-0.36%) FTSE100: 7,487

Rekomendasi Saham PacificTrader | 31 Oktober 2017

Watchlist PacificTrader untuk Swing Bisa intip-intip yang belum kena trigger Selasa, 31 Oktober 2017 - RALS buy on weakness TP 945-975-1020 - ANTM buy if 650 - INCO buy if 2940 - PGAS buy if 1880 - MAPI buy if 6625 Menu main cepat - BKSL buy if break 145 Level TP dan SL lihat di chart yah Batasi Risiko dan Take Profit sesuai selera dan kemampuan jantung masing-masing Jangan lupa review terlebih dahulu sebagai trader mandiri *Bukan ajakan untuk membeli, Disclaimer On ~ Thankyou

Analisa Saham PTBA | 31 Oktober 2017

Ciptadana on Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) 10/23/2017 Cost efficiency boosts earnings -  PTBA melihat pendapatan 9M17 naik 150% YoY menjadi Rp2,63 tn, didukung oleh pendapatan yang lebih tinggi dan biaya yang dapat dikelola. Pendapatan naik 32% YoY menjadi Rp13,2 tn (dan HPP meningkat lebih lambat 8% YoY. Secara triwulanan, laba bersih naik 6% QoQ menjadi Rp940 miliar, meski pendapatan turun 4% QoQ menjadi Rp4 .3 tn -  Meskipun perusahaan hanya menjual 5,88 mn ton batubara pada 3Q17 (-1% QoQ), namun PTBA mencatat produksi kuat 7,48 juta ton (+ 51% QoQ) pada kuartal ketiga karena cuaca mulai normal. Melalui anak perusahaannya, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP), perusahaan telah menandatangani amendemen PPA dengan PLN terkait dengan listrik yang dihasilkan oleh mulut tambang Banko Tengah (Sumsel 8) -  Valuasi: BUY dengan TP Rp15,500

Analisa Saham BBTN | 31 Oktober 2017

Indo Premier on Bank Tabungan Negara (BBTN) 10/24/2017 Strong results already priced-in -  BBTN melaporkan laba bersih sebesar Rp2,0tn pada 9M17 (+ 24%) - kinerja yang kuat ini sejalan dengan ekspektasi konsensus sebesar Rp3,0 triliun untuk FY17F. Pada 3Q, keuntungan tumbuh 8,5% qoq menjadi Rp734 miliar karena biaya operasional lebih rendah. Penggerak utama pendapatan 9M yang kuat adalah: 1) pertumbuhan kredit yang kuat sebesar 20%, dan 2) pendapatan non-bunga yang kuat (+ 41%) -  Kualitas aset BBTN tetap stabil dengan rasio NPL 3,07% pada 3Q (2Q: 3,23%), jauh di bawah  dari tingkat tahun sebelumnya (3,60%), dengan tren penurunan yang stabil dalam formasi NPL baru di 2 kuartal terakhir. Penurunan rasio NPL bank untuk hipotek bersubsidi dan pinjaman komersial memiliki lebih dari mengimbangi rasio NPL yang lebih tinggi untuk kredit konsumer / perumahan lainnya. -  Valuasi: HOLD dengan TP Rp3,200

Analisa Saham INCO, ITMG dan ERAA | 31 Oktober 2017

IHSG (5.950-6.000) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.000 kemudian 6.025 dengan support di 5.950 dan 5.925. INCO (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.980 kemudian 3.060 dengan support di 2.865, cut loss jika break 2.800. ITMG (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 22.750 kemudian 23.325 dengan support di 21.600, cut loss jika break 21.275. ERAA (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 790 kemudian 805 dengan support di 755, cut loss jika break 745. IPOT Chart Analysis

Analisa Saham BBTN | 31 Oktober 2017

BBTN terus tertekan dan mengalami koreksi selama 7 hari berturut-turut.  Penurunan curam yang dialami oleh BBTN telah membuat saham ini keluar dari lower bolinger band, sehingga membuka peluang untuk terjadinya teknikal rebound sementara.  Saat ini BBTN tengah menguji area support level 2710 dan juga support uptrend line jangka panjangnya.  Jika mampu bertahan di support tersebut, maka BBTN berpeluang untuk mengalami teknikal rebound sesaat, dengan target rebound menuju 2850-2900. Rekomendasi:   Hold bagi member kami yang telah membeli diharga 2700. Target take profit dikisaran 2850-2900. Batasi resiko apabila gagal bertahan di 2650. StepTrader

Rekomendasi Saham William Hartanto | 31 Oktober 2017

WH Project Outlook 30 Oktober 2017. IHSG ditutup menurun 1,20 poin atau (-0.02%) pada perdagangan hari Senin 30 Oktober 2017 kemarin. Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan sektor penopang masih dari sektor MINING dengan tambahan sektor PROPERTY. Bagi Anda yang masih hold BKSL, Anda adalah seorang pemenang! Secara bandarmology, penurunan BKSL sudah selesai. Kini, bandar yang tadinya sudah tidak muncul pun akhirnya kembali pada perdagangan kemarin. Saat ini BKSL tengah menguji resistance 150. Jika break, resistance berikutnya yang akan diuji adalah 157 dam 161. Harga minyak mentah mencapai level $55, peluang bagus untuk koleksi ELSA dan MEDC. ITMG, buy 22000. WTON sudah berhasil menembus 660 namun ditutup di 655. Hari ini ada potensi menguat kembali sebagai konfirmasi break resistance-nya. Semoga bermanfaat, happy trading.

Analisa Pasar Global | 31 Oktober 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market (Oct 31, 2017) Investment Information Team (ayuningdyah@miraeasset.co.id)   US Saham A.S. ditutup melemah pada hari Senin karena sebuah laporan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat sedang mempertimbangkan penghentian pemotongan pajak korporasi daripada memberlakukannya segera dengan mempertimbangkan kepercayaan investor. Pemangkasan pajak merupakan inti dari agenda bisnis Presiden Donald Trump dan dipandang penting untuk mempertahankan reli pasar saham. Ke depan, pasar menunggu keputusan Trump tentang siapa yang akan memimpin Fed setelah masa jabatan Presiden Janet Yellen berakhir pada bulan Februari. Sebuah laporan mengatakan bahwa Trump condong ke arah memilih Gubernur Federal Jerome Powell, dan pada hari Senin seorang pejabat Gedung Putih mengindikasikan bahwa keputusan akan datang pada hari Kamis. Sementara itu, para pembuat kebijakan the Fed melakukan pertemuan pada hari Selasa dan Rabu. Tidak ada ekspektasi perubahan pada kebijakan

Update Harga Penting Saham | 31 Oktober 2017

Good morning, Dow finishes 85 points lower on report corporate tax cut could be gradual The gradual plan is "has been considered" but is not final, according to the report.The S&P 500 traded 0.3 percent lower following the report, while the Dow Jones industrial average declined 85 points. Dow........23349    -85.5        -0.36% Nasdaq....6699    -2.3          -0.03% S&P 500...2573    -8.2          -0.32% FTSE........7488    -17.2         -0.23% Dax........13230    +12.03      +0.09% CAC.........5494     -0.5            -0.01% Nikkei....22012     +3.5         +0.01%  HSI.........28336      -102.7     -0.36% Shanghai.3390      -26.5       -0.77%  ST Times.3376      -10.5       -0.31%   Indo10Yr..7.1047     -0.006     -0.08% INDOBex233.9326  -0.0480   -0.02% US10Yr.......2.37       -0.054      -2.22% VIX.............10.50     +0.70       +7.14% USDIndx ....94.502      -0.414    -0.44% Como Indx187.5295  +0.6381+0.34% (Core Commodity CRB) DJUSCL......

Saham Online di Facebook