Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 30, 2019

Pola Double Top dan Double Bottom Dalam Analisis Saham

Pola Double Top dan Double Bottom adalah pola pembalikan. Double top menandakan harga tidak lagi reli, dan bahwa harga yang lebih rendah berpotensi datang. Double bottom mengindikasikan harga tidak lagi jatuh, dan harga sedang menuju area lebih tinggi. Pola Double Top Bentuk double top terjadi ketika harga membuat tinggi dalam tren naik, dan kemudian menarik kembali. Pada reli berikutnya, harga mencapai puncaknya dekat tertinggi sebelumnya, dan kemudian jatuh di bawah pullback low. Ini disebut double top karena harga memuncak di area yang sama dua kali, tidak dapat bergerak di atas area resistance itu. Pola ini selesai — pedagang dapat mengambil posisi sell atau keluar dari posisi buy — ketika harga turun di bawah pullback low. Misalnya, jika harga mencapai tertinggi $ 50, menarik kembali ke $ 47, rally ke $ 50,05, dan kemudian turun kembali di bawah $ 47, polanya selesai dan itu bisa menunjukkan bahwa harga akan terus turun. Contoh pola double top saham Untuk tujua

Saham GIAA | Garuda Batal Membeli 49 Unit Boeing 737 Max 8

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Garuda Indonesia membatalkan pesanan 49 unit pesawat B737 Max 8. Keputusan tersebut mempertimbangkan tingkat kepercayaan masyarakat yang kian menurun setelah dua insiden kecelakaan fatal pesawat Boeing 737 Max 8 dalam enam bulan terakhir. Perwakilan Boeing kemarin menyambangi Kantor Garuda untuk membahas kelanjutan pesanan 49 unit pesawat Boeing 737 Max 8. Sedianya, pesanan tersebut mulai dikirim Boeing pada tahun 2020. "Kami masih percaya terhadap brand Boeing. Namun kami tidak percaya lagi dengan produk B737 Max 8," ungkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), kemarin. Kendati membatalkan pesanan 49 unit Boeing 737 Max 8, Garuda tak akan beralih ke brand lain. Artinya, GIAA tetap memesan armada pesawat buatan Boeing selain jenis B737 Max 8. Namun, belum ada keputusan final untuk jenis, nilai transaksi, dan kapan pesawat pengganti B737 Max 8 didatangkan. "Untuk hal ini, Boeing terbuka dan akan

Saham ADHI | ADHI Mengantongi Kontrak Baru Rp 3 Triliun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai kontrak baru yang diperoleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI) sepanjang kuartal I tahun ini masih mini. ADHI memperkirakan kontrak baru yang telah digapai sebesar Rp 3 triliun. Padahal sepanjang tahun ini, ADHI membidik kontrak baru sekitar Rp 35 triliun. Target ini lebih tinggi 50,21% secara tahunan dari Rp 23,3 triliun. Ini artinya dalam tiga bulan, ADHI baru memenuhi 8,57% dari target yang mereka tetapkan untuk tahun ini. Direktur Keuangan ADHI Entus Asnawi M mengatakan, dari perolehan kontrak baru, sebesar Rp 2 triliun sudah pasti didapat. "Sisanya yang merupakan nilai terendah dan masih dalam masih proses tender," ujar dia. Entus menjelaskan, nilai proyek sebesar Rp 2 triliun berasal dari proyek lab, office, jety RDMP dan proyek dari anak perusahaan. Pada Februari lalu, ADHI juga telah memperoleh kontrak baru senilai Rp 1,18 triliun (di luar pajak). Kontrak tersebut dari proyek pembangunan Oyama Plaza Apartemen. Kontribusi kontrak ba

Saham HKMU | Kinerja HK Metals Utama Ciamik Berkat Ekspansi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berharap kinerja tahun ini bakal meningkat berkat ekspansi yang dilakukan. Perusahaan yang menjual dan memproduksi besi, baja serta aluminium ekstrusi ini mengaku akan menambah empat mesin untuk menggenjot kapasitas produksi aluminium. Emiten ini melihat kebutuhan bahan material bangunan masih cukup tinggi. Direktur Utama HKMU William Ngasidjo Achmad mengatakan, tahun ini HKMU akan mengembangkan pasar industri. Meski begitu, kontribusi dari penjualan ritel dinilai masih akan mendominasi. Sekretaris Perusahaan HK Metals Utama Imelda Feryani mengatakan, produk baja ringan dan lainnya telah digunakan oleh banyak proyek perumahan. "Tahun ini kami targetkan langsung masuk ke proyek landed house maupun apartemen," terang Imelda. Tak hanya pasar dalam negeri, HK Metals juga akan melebarkan sayap ke pasar luar negeri. HKMU mengincar pasar ekspor baru di Kanada dan Australia. Sebelumnya, perusahaan ini juga memiliki pe

Saham BRPT | Star Energy Mengerek Pendapatan Barito Pacific

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang mengakuisisi Star Energy Geothermal pada Juni 2018, mulai menuai hasil. Perusahaan pembangkit listrik ini membawa stabilitas bagi bisnis BRPT. Laporan keuangan 2018 BRPT menunjukkan, perusahaan mencatatkan pendapatan US$ 3,96 miliar. Jika memasukkan entitas Star Energy pada kinerja 2017, pendapatan BRPT terkerek 7,8%. Penyumbang terbesarnya antara lain bisnis petrokimia dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang naik 5,1% menjadi US$ 2,54 miliar. Pencapaian ini didorong realisasi harga penjualan rata-rata yang lebih tinggi. Pendapatan ini jadi sandaran saat volume penjualan turun akibat penghentian produksi terjadwal pabrik Butadiene. Adapun pendapatan bisnis panas bumi dari Star Energy naik 23,4% jadi US$ 522 juta, karena penambahan aset Salak dan Darajat yang diakuisisi dari Chevron 2017 lalu. Kendati kontribusi petrokimia mencapai 83%, sumbangan kedua bisnis utama ini pada EBITDA BRPT sama besarnya. &

Analisa Saham KLBF, RALS dan ELSA

KLBF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.545 kemudian 1.560 dengan support di level 1.515. cut loss jika break 1.500. RALS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.805 kemudian 1.830 dengan support di level 1.755, cut loss jika break 1.725. ELSA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 380 kemudian 394 dengan support di level 352, cut loss jika break 338. Full report bisa diakses di : IPOT

Analisa Saham IMJS | below estimates

ID – [ IMJS]: FY18 core-earning -2.6% YoY, below estimates Andrey Wijaya, Alvin Baramuli – RHB Sekuritas ♦ Indomobil Multi Jasa (IMJS)’s FY18 core-earning came in at IDR189bn ( -2.6% YoY), achieved 80%/83% of our/consensus full year estimates. Lower than expected earning was driven by higher financing cost. ♦ Interest expense jumped 40% YoY to IDR258bn, in line with higher debts which rose to IDR15.1trn (+40% YoY). ♦ IMJS recorded IDR41bn impairment loss related to lower investment value. ♦ Revenue in FY18 was posted at IDR3.4trn ( +25% YoY). ♦ Maintain BUY. IMJS indicated strong demand on its logistic business.

Analisa Saham ACES | In-line 4Q18 Results

In-line 4Q18 Results for ACES  on behalf of Michael W. Setjoadi & Jessica Pratiwi – RHB Sekuritas Indonesia ♦ ACES booked 4Q18 NPAT at IDR267bn (-1.5% QoQ and +6.7% YoY), bringing FY18 NPAT at IDR964bn (+24% YoY) translating to 100%/ 96% of RHB/cons estimates.  ♦ 4Q18 net revenue grew 16.7% QoQ and 21% YoY to IDR2trn while its FY18 revenue relatively flat at IDR7.24trn (+22% YoY).  ♦ 4Q18 GPM dropped by 1.7ppt QoQ to 46.5% and flat YoY for FY18 at 47.6%.  ♦ Maintain Neutral at TP of IDR1,500 due to expensive valuation.

Analisa Saham ERAA : strong sales growth

Slightly above for ERAA, 4Q18 NPAT jumped +83% YoY on strong sales growth on behalf of Michael W. Setjoadi & Jessica Pratiwi – RHB Sekuritas Indonesia ♦ ERAA booked 4Q18 NPAT at IDR214bn (+6% QoQ and 83% YoY), bringing FY18 NPAT at IDR850bn (+150% YoY) translating to 102%/ 104% of RHB/cons FY18 estimates.  ♦ 4Q18 revenue grew 14% QoQ and 24% YoY to IDR9.4trn while its FY18 revenue grew 43% YoY to IDR34.7trn.  ♦ FY18 interest expenses recorded at IDR350bn (41% of FY18 NPAT), +146% YoY due to high working capital needs for Xiaomi. Net gearing stood at 1.5x. ♦ As at 4Q18, Erajaya has launched 11 new phones, 30+ phones for FY18. 1Q19, Erajaya to launch 6 new phones.  ♦ Maintain Buy at TP of IDR3,000, valuation is cheap as ERAA is trading at only 7x PE, 60% disc. than peers.

Analisa Saham BBTN : Big Miss on Higher Provision

BBTN IJ – FY18 Results: Big Miss on Higher Provision Alvin Baramuli & Henry Wibowo – RHB Sekuritas  Maintain NEUTRAL, TP IDR2,700, 8% upside. 4Q18 earnings down 44% YoY (-29.6% QoQ), bringing FY18 to IDR2.8trn (-7.2% YoY) –  85%/88% of RHB/consensus FY18F on higher-than-expected provision in 4Q18 (+88.6% QoQ, +196.2% YoY) FY18 to IDR1.7trn (+93.9% YoY) with CoC to 0.8% (9M18: 0.6%, FY17: 0.5%). IFRS 9 anticipation raised provision expenses (+94% YoY) in FY18. Higher-than-expected provision expense was a result of preparation for the IFRS9 implementation in Jan 2020. Management guided for provision coverage in FY19F-20F to be around 79% and 100%. For FY19F, its provision is expected to be around c.IDR1.7-8trn (flattish YoY) charged on P&L, while any remaining provision charges could go to retained earnings in FY20F. Bank Tabungan Negara is also exploring the option of a rights issue next year, should its CAR (FY18: 18.2%) go lower than estimated. FY18 loan grew 19

Saham Online di Facebook