Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 2, 2019

KBLI | Harga Sudah Naik 100%, Trus Bagaimana?

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten kabel PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) sejauh ini menunjukkan performa harga saham mengesankan.

Emiten berkode saham KBLI tersebut juga memiliki prospek bisnis yang positif.

Bila dihitung sejak akhir tahun lalu hingga kemarin (year to date), harga saham KBLI (KMI Wire & Cable) sudah melesat 106,95% ke level Rp 625 per saham.

Khusus kemarin saja, saham KBLI melonjak 4,17%.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, kenaikan harga saham KBLI yang signifikan sangat dipengaruhi oleh performa keuangan perusahaan yang tak kalah mentereng.

Lihat saja, KBLI sukses mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 16,31% year on year, dari Rp 1,61 triliun di semester I-2018 menjadi Rp 1,87 triliun, di semester I-2019.

Bersamaan dengan itu, laba bersih produsen kabel tersebut meroket 227,16% dari Rp 54,02 miliar menjadi Rp 176,73 miliar di akhir Juni.

Analis Jasa Capital Utama Chris Apriliony menyebut, daya tarik KBLI makin bertambah karena valuasi KBLI masi…

PGAS | PGN SOSIALISASI JARGAS RUMAH TANGGA DI BANDARLAMPUNG

IQPlus, (02/08) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Area Lampung melaksanakan kegiatan sosialisasi rencana pembangunan jaringan gas rumah tangga tahun 2020 Kota Bandarlampung.

"Kelurahan Sukarame merupakan kelurahan pertama dilakukannya sosialisasi, ke depannya kami akan melakukan sosialisasi pada dua kelurahan lain setelah tim kami melakukakan survei," kata Sales Area Lampung PT PGN,Tbk Mochamad Arif, di Bandarlampung, Kamis.

Arif mengatakan, pada awal tahun 2020 PT PGN akan mengembangkan jalur eksisting ke 6.000 sambungan rumah tangga pada tiga kecamatan yakni Way Halim, Sukarame dan Enggal.

Target kegiatan ini, lanjut dia, untuk memperoleh data calon pelanggan RT atau rumah yang akan dipasang, sebanyak 6000 sambungan rumah.

Kemudian, menentukan berapa panjang pipa yang dibutuhkan dalam pembangunan tersebut.

Selanjutnya, anggaran belanja yang akan disampakan kepada Dirjen Migas.

Arif menyebutkan, warga yang ingin mendaftar menjadi calon pelanggan jargas, syaratnya me…

INCO | Perhitungan Valuasi Saham Vale (INCO) Menggunakan Skema DCF

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan memproses valuasi divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan menggunakan skema arus kas yang terdiskon atau discounted cash flow (DCF).

Valuasi ini akan memperhatikan tingkat weighted average cost of capital (WACC).

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak, menyebutkan WACC adalah risiko yang terjadi dalam suatu perusahaan, yang kelak dihitung sebagai pengurang atau diskon dalam valuasi saham.

Jadi, apabila WACC-nya tinggi, artinya perusahaan memiliki banyak risiko.

"Semakin tinggi WACC maka kurang baik, karena nanti menjadi pengurang nilai divestasi," ungkap Yunus.

Kini, Kementerian ESDM dan INCO sedang membahas penghitungan WACC.

Namun, Yunus enggan membuka tingkat WACC saham INCO.

Yang jelas, pemerintah akan memvaluasi dengan harga yang wajar dan menguntungkan bagi negara.

"Apa pun yang dilakukan pemerintah, maka harus menguntungkan negara, dengan harga yang wajar," ungkap dia.

TRAM | TRAM BERI PINJAMAN SENILAI US$100 JUTA KE ENTITAS ANAK

IQPlus, (02/08) - PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) telah menandatangani Perjanjian Pinjaman kepada entitas anaknya PT Inti Pancar Dinamika (IPD) pada 31 Juli 2019.

Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan, perseroan memberikan pinjaman sebesar US$100 juta kepada IPD dengan bunga 12,5% per tahun dan jangka waktu 10 tahun sejak pencairan.

Adapun jaminan atas pinjaman ini adalah aset dan pendapatan atas proyek infrastruktur dan pertambangan. Dana tersebut akan digunakan IPD untuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur dan logistik pertambangan dan modal kerja.

Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy & rekan sebagai penilai independen yang memberikan pendapat kewajaran atas transaksi. (end)

TOTL | Total (TOTL) Yakin Bisa Gapai Target Kontrak tapi Revisi Target Laba

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski target yang diuber masih jauh, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) masih meyakini mampu mencapai target kontrak baru pada tahun ini.

Hingga Juli 2019, Total baru mengantongi kontrak anyar senilai Rp 866 miliar.

Sekretaris Perusahaan PT Total Bangun Persada Tbk, Mahmilan Sugiyono, mengemukakan pencapaian kontrak baru hingga Juli tahun ini berasal dari proyek bangunan premium vertikal.

Proyek terakhir TOTL adalah gedung perkantoran di kawasan Bintaro.

Perolehan kontrak anyar tersebut hanya setara 21,65% dari proyeksi kontrak baru pada tahun ini.

Berdasarkan catatan KONTAN, tahun ini TOTL mengincar kontrak baru senilai Rp 4 triliun.

Manajemen TOTL optimistis bisa menggapai target lantaran mereka sedang mengikuti lelang sejumlah proyek dengan nilai total sebesar Rp 9,9 triliun.

Meski optimistis bisa mengejar target kontrak baru, manajemen TOTL terpaksa menurunkan target pendapatan dan laba bersih pada tahun ini.

Pemicunya, ada proyek yang pengerjaannya molor …

Analisa Saham HRTA, KLBF, MNCN dan SMGR

Analisa Saham HRTA, KLBF, MNCN dan SMGR
Daily Technical 2 Agustus 2019

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 2 Agustus 2019.

IHSG ditutup menurun sebesar -8,96 poin (-0.14%) menuju 6.381,54 pada perdagangan hari Kamis 1 Agustus 2019 kemarin. Suku bunga The Fed nampak sudah diantisipasi oleh pasar dan aksi profit taking menghujani IHSG sehingga gagal menguat hari ini. Namun pada perdagangan kemarin, arus masuk dana asing kembali besar dan IHSG ditutup menurun sangat sedikit sehingga koreksi ini tidak perlu dikhawatirkan. Secara teknikal IHSG menguji resistance MA20 pada 6.390.
Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam range 6.350 s/d 6.420.

HRTA
Terkoreksi dengan pola doji, berpotensi rebound.
Rekomendasi: Buy 350, TP 366 s/d 400, stop loss <326 .="" p="">
KLBF
Masih melanjutkan penguatan setelah breakout dari pola descending triangle, dan dengan volume yang meninggi selama 2 hari terakhir.
Rekomendasi: Buy 1485, TP 1500 …

Analisa Saham MNCN, KBLI dan DMAS

Analisa Saham MNCN, KBLI dan DMAS
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Aug 2, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,381.54(-0.14%), test support at 6,359, trading range 6,359 – 6,415. indikator MFI optimized dan indikator W%R  optimized masih cenderung naik terbatas. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  Daily support masih cenderung turun namun mulai terbatas. Support di 6,359 dan resistance di 6,415. Cut loss level di 6,303.

MNCN Daily, 1,390 (+1.09%), buy on weakness, trading range 1,350 – 1,430. indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Daily support 1,350  dan resistance di 1,430. Cut loss level  di  1,340.

DMAS Daily, 310 (+1.97%), sell on strength, trading range 306– 322. indikator MFI optimized dan RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily  support  di  306 sementara itu daily resistance  di 322. Cut loss level  di  290.

KBLI Daily , 625 (+4.17%), trading buy, trading ra…

Bandarmologi Saham SRTG, EXCL, MYOR dan SSIA

Bandarmologi Saham SRTG, EXCL, MYOR dan SSIA
Friday (02/08/2019) Early BIRD Fundamental Perspective (Dr Cand. Edwin Sebayang,CSA®.,CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6333 - 6427
SUMMARY: STRONG BUY

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): BUY
STOCH (9,6): NEUTRAL
MACD(12,26): BUY
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): BUY
CCI (14): NEUTRAL
HIGHS/LOW (14): NEUTRAL
VO: BUY
ROC: BUY
WILLIAMS R: BUY
BULLBEAR (13): BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

STOCKS PICK:

SRTG 3,640 - 3800
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


EXCL 3,160 - 3450
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS):  ACCUMULATION 


SSIA 800 - 835
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DIS…

Analisa Saham UNVR, ICBP dan TKIM

Analisa Saham UNVR, ICBP dan TKIM
UNVR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 44.300 kemudian 44.875 dengan support di level 42.950, cut loss jika break 42.350.
ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 10.825 kemudian 10.975 dengan support di level 10.575, cut loss jika break 10.450.
TKIM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 12.500 kemudian 13.000 dengan support di level 11.500, cut loss jika break 11.000.
Full report bisa diakses di : IPOT

Analisa Saham WIKA, WSBP dan WSKT

Analisa Saham WIKA, WSBP dan WSKT
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Daily (Rp2.340) (RoE: 9,76%; PER: 11,82x; EPS: 197,98; PBV: 1,15x; Beta: 1,77). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.280-2.340, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.380 dan 2.430. Support: Rp2.280 dan 2.250.

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Daily (Rp368) (RoE: 9,54%; PER: 12,89x; EPS: 28,54; PBV: 1,23x; Beta: N/A). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  long white opening marubozu candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp354-370, dengan target harga secara bertahap di level Rp386, 408, 434, 498 dan 560. Support: Rp354, 336 dan 306.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) Daily (Rp1.930) (RoE: 6,80%; PER: 13,15x; EPS: 146,15; PBV: 0,89x; Beta: 1,6). Pergerakan harga …

Analisa Saham ISAT, WIKA dan AALI

Analisa Saham ISAT, WIKA dan AALI
PT Indosat Tbk (ISAT) Muncul spinning top black body candle dengan RSI melemah dan stochastic berada dalam posisi death cross. Sementara itu, volume perdagangan mengalami penurunan.
Rekomendasi: Sell on Strength
Support: Rp 3.280
Resistance: Rp 3.450
Achmad Yaki, BCA Sekuritas

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Saham WIKA berpeluang rebound dari support MA50 dengan akumulasi volume perdagangan untuk menguji resist triangle sideways channel.
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 2.300
Resistance: Rp 2.400
Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Saham AALI membentuk pola doji yang disertai dengan rendahnya volume perdagangan. Adapun indikator stochastic berada di level 40.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 9.900
Resistance: Rp 10.075
Edo Ardiansyah, Erdikha Elit Sekuritas

Analisa Saham BBTN, BMRI dan GIAA

Analisa Saham BBTN, BMRI dan GIAA
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Daily (Rp2.400) (RoE: 10,32%; PER: 9,61x; EPS: 248,82; PBV: 0,99x; Beta: 1,79). Sebelumnya terlihat  three outside up candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.360-2.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.440, 2.560, 2.710, 3.060 dan 3.410. Support: Rp2.360 dan 2.280.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Daily (Rp7.775) (RoE: 13,77%; PER: 13,27x; EPS: 585,74; PBV: 1,83x; Beta: 1,38). Pergerakan harga telah menguji beberapa garis MA-10 dan MA-60, sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp7.600-7.800, dengan target harga secara bertahap di level Rp7.900, 8.050 dan 8.650. Support: Rp7.425.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Daily (Rp394) (RoE: 10,16%; PER: 8,89x; EPS: 45,00; PBV: 0,90x; Beta: 0,63). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan…