WOOD dan SRIL | Integra Indocabinet dan Sri Rejeki Isman Ketiban Berkah Perang Dagang


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten berorientasi ekspor menuai berkah dari perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China. Beberapa perusahaan mendapat limpahan order dari kedua negara yang sedang berseteru.

Sekretaris Perusahaan & Head Of Investor Relation PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) Wendy Chandra menuturkan, perang dagang memberi keuntungan bagi perusahaan. "Bahkan sebelum terjadi perang dagang, produk WOOD sudah lebih kompetitif dibanding produk furnitur dari China," jelas dia kepada KONTAN, kemarin.

Kenaikan bea masuk produk China di AS sebagai akibat perang dagang, dari sebelumnya 10% menjadi 25% membuat produk kayu WOOD memiliki harga yang lebih kompetitif. Plus, ada penerapan kebijakan anti dumping duty dan anti subsidy duty oleh AS kepada China yang ikut memberi katalis positif bagi penjualan produk WOOD.

"Beberapa waktu ini sudah banyak pelanggan dari AS yang mencari pemasok di luar China, terutama di Indonesia," kata Wendy. Hingga akhir tahun ini, WOOD menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp 3 triliun, dengan kontribusi ekspor di atas 20%. WOOD menyasar pasar di Amerika, Eropa dan Asia.

Target pertumbuhan kinerja yang ditetapkan WOOD adalah 40%–50%, dengan fokus pada produk unggulan yang diekspor ke AS, yakni millwork. Wendy mengklaim, kontribusi prime moulding/millwork mencapai 12% terhadap penjualan ekspor.

Tak hanya pebisnis kayu, emiten tekstil dan garmen berorientasi ekspor, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex ikut kebagian berkah. Sekretaris Perusahaan SRIL Welly Salam menjelaskan, SRIL kecipratan berkah perang dagang karena perusahaan asal AS menambah jumlah order.

"Saat ini penjualan SRIL ke AS meningkat cukup signifikan sampai 40%," jelas Welly kepada KONTAN, Rabu (12/6). Dia menuturkan, kenaikan penjualan mencapai sekitar US$ 25 juta–US$ 30 juta sampai saat ini.

Corporate Communication Sritex Joy Citra Dewi menjelaskan, komoditas tekstil yang mengalami kenaikan permintaan di kuartal I-2019 adalah benang dan kain mentah. Menurut dia, penjualan SRIL tumbuh 15,5% dibanding periode sama di tahun sebelumnya menjadi US$ 316 juta. Pendapatan dari pemintalan (spinning) tumbuh 21,12% yoy, sementara penenunan (weaving) naik 43,36% yoy.

Dengan adanya kenaikan penjualan ini, Joy menargetkan pertumbuhan SRIL tahun ini tetap dobel digit menjadi US$ 1,1 miliar-US$ 1,2 miliar. Sedang laba kotor ditargetkan naik jadi US$ 200 juta–US$ 210 juta. Di kuartal I-2019, penjualan SRIL mencapai US$ 316 juta, dengan laba bersih US$ 28,4 miliar.

Analis Jasa Utama Capital Chris Apriliony menghitung, dampak dari perang dagang bisa berefek baik bagi emiten berorientasi ekspor seperti di sektor tekstil, karet dan kayu.

MBAP | MITRABARA BAGIKAN DIVIDEN FINAL Rp58 PER SAHAM


IQplus, (13/06) - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) memutuskan untuk membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp71 miliar dari total laba bersih tahun buku 2018.

"RUPST sepakati pembagian sebesar Rp71 miliar atau setara Rp58 per saham," kata Direktur Utama MBAP, Widada di Jakarta, Rabu.

Ia merincikan, perseroan telah membagikan dividen interim pada Desember 2018. Saat itu, perseroan membagikan sekitar Rp240 per lembar atau setara Rp294 miliar. .Jadi dividend payout ratio sekitar 40%," katanya.

Informasi saja, emiten batu bara ini mengantongi pendapatan US$258,13 juta pada 2018. Jumlah itu turun 0,17% dari realisasi US$258,58 juta pada 2017.

"Pelaku usaha bidang ini memang mengalami tekanan sejak 2018 lalu, jadi mau tidak mau kita melakukan efisiensi internal untuk mendorong kinerja yang lebih baik," katanya.

Sebaliknya, beban pokok pendapatan perseroan naik 9,63% secara tahunan pada 2018. Nilai yang dikeluarkan naik dari US$143,38 juta pada 2017 menjadi US$157,19 juta.

Dengan demikian, MBAP mengantongi laba bersih US$50,31 juta pada 2018. Realisasi itu turun dari US$58,63 juta pada 2018. (end/fu)

UNTR | United Tractor Lakukan Bisnis Pengangkutan Batubara


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) akan mengembangkan bisnis anak usaha di bidang jasa pengangkutan batubara lewat sungai. Anak perusahaan yang bernama PT Patria Maritime Line (PML) ini mendapatkan pinjaman sebesar Rp 280 miliar dari United Tractors. Dana pinjaman tersebut akan digunakan membeli kapal.

Asal tahu saja PML adalah anak usaha dari PT United Tractors Pandu Enggineering, yang 100% sahamnya dimiliki UNTR. Sekretaris Perusahaan Sara Loebis menjelaskan, pinjaman tersebut akan digunakan PML sebagai modal kerja.

"PML adalah anak usaha dengan bidang yang bergerak di jasa pengangkutan batubara lewat sungai. Jadi modal yang dipinjamkan untuk membeli kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge)," jelas dia kepada KONTAN.

Pinjaman yang diberikan kepada anak usahanya ini bersifat term loan dengan bunga JIBOR + 0,5%. Sara mengakui, selama ini kontribusi Patria Maritime Line terhadap kinerja UNTR tidak terlalu besar karena hanya sebagai cucu perusahaan.

Tapi Sara menyebutkan, secara bisnis akan lebih menguntungkan memberi pinjaman ke PML dibanding menyimpan kas di bank dengan kondisi bunga deposito bank saat ini. Namun menurut Sara, pinjaman tersebut belum akan ditambah lagi. "Belum ada rencana memberikan pinjaman lagi kepada PML," kata dia.

Hingga akhir tahun, UNTR menargetkan menjual alat berat sebanyak 4.000 unit. Hingga empat bulan di tahun ini, UNTR telah mencatat penjualan alat berat sebanyak 1.442 unit. Pada perdagangan Rabu (12/6), harga saham UNTR ditutup menguat 0,28% menjadi Rp 26.775 per saham.

BEST | Prospek Saham Bekasi Fajar (BEST)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan peringkat utang Indonesia akan membuat investor makin tertarik berinvestasi di dalam negeri, baik di pasar modal maupun investasi langsung. Melonjaknya investasi langsung bisa membuat jumlah permintaan lahan kawasan industri ikut terkerek.

Hal ini akan menguntungkan emiten pengelola lahan industri. Salah satunya adalah PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST).

Di empat bulan pertama tahun ini, Bekasi Fajar belum mencatatkan penjualan lahan. Namun, perusahaan ini optimistis di semester dua bisa menjual lahan dengan target 40 hektre (ha), naik 5 ha dari 2018.

Target tersebut akan mudah tercapai. Sebab, per April lalu, perusahaan ini sudah memperoleh komitmen permintaan lahan industri alias inquiry sebesar 81 ha dari perusahaan Jepang, China dan lokal.

Analis Sinarmas Sekuritas Richardson Raymond mengatakan, secara umum permintaan lahan industri di tahun ini tetap marak. Bahkan, permintaan berpotensi meningkat karena kondisi dalam negeri mendukung para investor global untuk investasi bisnis.

Lembaga pemeringkat global Standard & Poors (S&P) menaikkan peringkat utang Indonesia dari BBB- menjadi BBB. Rating utang jangka pendek juga membaik dari A-2 menjadi A-3. "Naiknya rating menunjukkan prospek pertumbuhan Indonesia akan membaik dan menambah kepercayaan diri investor global untuk berinvestasi secara langsung," kata Richardson.

Menurut Richardson, permintaan lahan berpotensi naik karena perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China membuat pengusaha menggeser tujuan investasi industri ke negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Analis Indo Premier Sekuritas Dea Fausta sepakat penjualan lahan Bekasi Fajar di semester II-2019 akan membaik. Kinerja Bekasi Fajar akan meningkat karena memiliki simpanan penjualan lahan alias 41 ha di April 2019, senilai Rp 1,2 triliun.

Rata-rata harga penjualan lahan alilas average selling price (ASP) Bekasi Fajar sekitar Rp 2,9 juta per m2. "Kami berharap BEST cepat mendapat pengakuan pembelian sehingga bisa meningkatkan pendapatan jadi Rp 600 miliar dengan asumsi ASP Rp 3 juta per meter persegi," tulis Dea dalam riset.

Selain itu, kinerja berpotensi naik karena BEST memiliki total landbank bersih seluas 707 ha per Maret 2019. Perusahaan ini juga menargetkan menambah landbank sebanyak 50 ha-60 ha di 2019.

Richardson menambahkan, bisnis lahan BEST terbilang tahan banting. Bahkan potensi penurunan suku bunga bank sentral AS dan Indonesia dinilai tidak berdampak langsung bagi kinerja BEST.

Bekasi Fajar lebih dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Sebab hal ini bisa meringankan beban utang Bekasi Fajar. Maklum, sepanjang 2018, laba bersih Bekasi Fajar turun 12,56% karena terbebani pelemahan rupiah hingga menekan margin.

Hingga akhir tahun ini, Richardson memprediksi pendapatan Bekasi Fajar naik satu digit, dengan laba bersih tumbuh 15%. Richardson dan Dea merekomendasikan buy dengan target harga Rp 320 per saham. Sementara Analis Ciptadana Sekuritas Yasmin Soulisa merekomendasikan buy dengan target harga Rp 330 per saham.

BUMI | Bumi Resources (BUMI) Harus Bayar CVR US$ 100 Juta


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) harus melunasi contingent value rights (CVR) alias hak nilai kontingensi senilai US$ 100 juta yang akan jatuh tempo pada 2022. Sebab, pemicu penyelesaian alias contingent payment event telah terjadi.

Dalam keterbukaan informasi di Singapore Exchange, BUMI menginformasikan kepada pemegang CVR dan The Bank of New York Mellon Cabang London selaku wali amanat CVR bahwa contingent payment event telah terjadi pada 11 Juni 2019.

Berdasarkan akta perwalian CVR, continget payment event akan dianggap telah terjadi sebelum tanggal jatuh tempo  jika rata-rata harga acuan batubara telah melebihi US$ 70 per metrik ton untuk periode 18 bulan berturut-turut setelah tanggal penerbitan. BUMI menerbitkan CVR US$ 100 juta pada 11 Desember 2017 lalu.

Harga acuan batubara yang dipakai dalam perjanjian ini adalah harga batubara 7 hari-45 hari FOB Newcastle 6.300 kkal/kg GAR yang dipublikasikan di Platts Coal Trader International di Australia.

Meski begitu, sesuai akta perwalian, CVR senilai US$ 100 juta itu baru akan dibayar saat total yang terutang atas Tranche A dan Trance B telah dilunasi secara penuh terlebih dahulu.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan dalam keterbukaan informasi, nilai CVR sebesar US$ 100 juta telah diprovisikan dalam akun perusahaan tahun 2017 dan 2018. Sehingga, tidak ada dampak atas laporan laba dan rugi perusahaan di kemudian hari.

Sesuai klausul dari akta perwalian, BUMI harus menerbitkan pemberitahuan penebusan awal alias initial redemption notice lima hari kerja sebelumnya yang mana setiap pembayaran harus dilakukan atas setiap jumlah pokok dari CVR terutang.

Hingga akhir Maret 2019, BUMI masih memiliki utang Tranche A senilai US$ 451,12 juta. Sementara total utang Tranche B masih sebesar US$ 595,48 juta.

Seperti diketahui, dalam perjanjian perdamaian dengan kreditur yang telah dihomologasi pada November 2016 lalu, Bumi Resources menawarkan beberapa skema restrukturisasi utang. Selain melalui konversi utang menjadi saham dan penerbitan obligasi wajib konversi, BUMI mengganti sebagian utang dengan fasilitas baru.

Fasilitas baru tersebut dibagi menjadi tiga, yakni Tranche A senilai US$ 600 juta, Tranche B senilai US$ 600 juta, dan Tranche C senilai US$ 406 juta. Fasilitas baru ini berjangka waktu lima tahun.

Pembayaran atas fasilitas baru tersebut menyesuaikan dengan ketersediaan kas BUMI mengikuti urutan prioritas cash waterfall.

Nah, untuk fasilitas baru Tranche A dan Tranche B, BUMI juga menerbitkan CVR masing-masing senilai US$ 50 juta.  CVR dengan total nilai US$ 100 juta itu didistribusikan secara pro rata kepada kreditur Tranche A dan Tranche B.

Sesuai perjanjian, jika pemicu penyelesaian terjadi, CVR senilai masing-masing US$ 50 juta itu akan ditambahkan ke pokok yang masih terutang dan akan dibayarkan setelah Tranche A dan Trance B.

Namun, misalkan pemicu penyelesaian tidak terjadi hingga Tranche A dan Tranche B jatuh tempo dalam jangka waktu lima tahun, BUMI tidak lagi memiliki kewajiban untuk menyelesaikan CVR setelah pelunasan Tranche A dan Tranche B.

ADHI | ADHI TERIMA PEMBAYARAN KETIGA LRT JABODETABEK TAHAP I


IQPlus, (13/06) - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) pada 29 Mei 2019 telah menerima realisasi pembayaran ketiga untuk pekerjaan proyek LRT Jabodebek Tahap I senilai Rp1,2 triliun (exc. pajak) dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator LRT Jabodebek. Pembayaran ini dilakukan berdasarkan progres pekerjaan LRT Jabodebek Tahap I dari bulan Juli 2018 sampai dengan September 2018, demikian keterangan Rabu sore.

Sebelumnya, ADHI telah menerima pembayaran pertama proyek LRT untuk progres pekerjaan dari bulan September 2015 sampai dengan September 2017 senilai Rp3,4 triliun (exc. pajak). Selanjutnya, ADHI telah menerima pembayaran kedua untuk progres pekerjaan dari bulan Oktober 2017 sampai dengan Juni 2018 sebesar Rp2,5 triliun (exc. pajak). Sehingga dari total kontrak senilai Rp20,2 triliun (exc. pajak), ADHI telah menerima pembayaran senilai Rp7,1 triliun (exc. pajak). Selain itu, ADHI telah mengajukan rencana pembayaran keempat untuk progres pekerjaan dari bulan Oktober 2018 sampai dengan Maret 2019 senilai Rp2,8 triliun (exc. pajak).

Pembayaran LRT Jabodebek dilakukan oleh Pemerintah melalui PT KAI berdasarkan hasil progres pekerjaan yang telah dievaluasi dan diperiksa oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

Sampai dengan 24 Mei 2019 progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 62,6%. Rincian progres pada setiap lintas pelayanannya sebagai berikut:

- Lintas Pelayanan 1 - Cawang . Cibubur : 82,3%
- Lintas Pelayanan 2 - Cawang . Kuningan . Dukuh Atas : 51,5%
- Lintas Pelayanan 3 - Cawang . Bekasi Timur : 56,6%

Analisa Saham RALS, BRPT dan WOOD

Analisa Saham RALS, BRPT dan WOOD


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
(Juni 13, 2019)
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,276 (-0.47%), test support at 6,245. Trading  range 6,245 – 6,306. Indikator MFI optimized dan indicator RSI cenderung terkoreksi sementara. Sementara pada periode weekly, indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenerung naik. Daily resistance terdekat di 6,306 dan support di 6,245. Cut loss level di 6,240.

RALS Weekly 1,655 (+2.16%), buy on weakness, trading range 1,600 – 1,770. indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung naik. Weekly support 1,600 dan resistance di 1,770. Cut loss level di 1,560.

BRPT Weekly,3,400 (+3.03%), trading buy, trading range 3,300 – 3,600. indikator MFI optimized cenderung naik dan W%R optimized sudah berada sekitar support trendline. Weekly support di 3,300 sementara itu weekly resistance  di 3,600. Cut loss level di 3,150.

WOOD Daily, 865 (-2.26%), buy on wekaness, trading range 855 – 890. Indikator MFI optimized dan indkator W%R optimized akan menguji support trendline. Dengan demikian diperkirakan potensi koreksi mulai terbatas.  Perkiraan daily support di 855 dan daily resistance di 890 Cut loss level di 840.

Analisa Saham KLBF, ANTM dan BBRI

Analisa Saham KLBF, ANTM dan BBRI

1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)


Muncul inverted hammer candle namun RSI melemah dan stochastic jenuh beli serta gagal break MA3 diikuti penurunan volume perdagangan.

Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 1.405
Resistance: Rp 1.500

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)


Harga ditutup membentuk tren konsolidasi dengan pola candle bearish homing pigeon. Indikasi adanya pelemahan disertai dengan rendahnya volume.

Indikator stochastic bergerak ke areal overbought yang menandakan adanya jenuh jual. ANTM pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak melemah dengan kisaran Rp 755-Rp 825

Rekomendasi: Sell
Support: Rp 765
Resistance: Rp 815

Edho Ardiansyah, Erdikha Elit Sekuritas

3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)


Terlihat pola three advancing soldiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan harga saham.
Hal ini didukung oleh indikator MACD yang berhasil membentuk pola golden cross di area negatif, sementara indikator RSI menunjukkan sinyal positif.

Rekomendasi: Hold
Support: Rp 4.120
Resistance: Rp 4.270

Muhammad Nafan Aji, Binaartha Sekuritas

Analisa Saham ERAA, ESSA, EXCL an TINS

Analisa Saham ERAA, ESSA, EXCL an TINS


MNC Daily Scope Wave
13 Juni 2019

Kemarin (12/6), IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,47% ke level 6,276. Selama IHSG belum mampu menembus level 6,334 maka kami masih memperkirakan IHSG masih berpeluang terkoreksi ke arah 6,210-6,150 untuk membentuk wave iv.
Support: 6,150, 6,220
Resistance: 6,330, 6,450

ERAA - Buy on Weakness (1,325)
ERAA kami perkirakan sudah berada pada akhir wave (iii) dan berpotensi terkoreksi untuk membentuk wave (iv). Target koreksi wave (iv) berada pada 1,200, selanjutnya ERAA berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave (v).
Buy on Weakness: 1,200-1,250
Target Price: 1,400, 1,550
Stoploss: below 1,190

ESSA - Buy on Weakness (308)
Posisi ESSA kami perkirakan sedang membentuk wave (ii), dimana ESSA berpotensi terkoreksi terlebih dahulu ke level minimal 300. Selanjutnya ESSA berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave (iii).
Buy on Weakness: 286-300
Target Price: 330, 350
Stoploss: below 262

EXCL - Sell (2,900)
EXCL saat ini kami perkirakan sudah berada pada awal wave [c], sehingga EXCL berpotensi terkoreksi minimal ke level 2,610 terlebih dahulu.
Sell: 2,890-2,940

TINS - Sell on Strength (1,170)
Posisi TINS saat ini kami perkirakan sudah berada pada akhir wave (iv) dari wave A. TINS berpotensi terkoreksi untuk membentuk wave (v) dengan target koreksi minimal pada 975.
Sell on Strength: 1,170-1,240

Disclaimer On

Bandarmologi Saham JPFA, SSIA, AKRA, BBTN dan NFCX

Bandarmologi Saham JPFA, SSIA, AKRA, BBTN dan NFCX


Thursday (13/06/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,228 - 6,321
SUMMARY: STRONG BUY

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): BUY
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): SELL
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): BUY
CCI (14): BUY
HIGHS/LOW (14): BUY
VO: BUY
ROC: BUY
WILLIAMS R: OVERBOUGHT
BULLBEAR (13): BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


STOCKS PICK:

JPFA 1,485 - 1,700
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


SSIA 670 - 730
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


AKRA 3,970 - 4,350
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


BBTN 2,540 - 2,620
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NFCX 2,580 - 2,610
TECHNICAL INDICATORS: STRONG SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Analisa Saham ESSA | Akankah Rebound Berlanjut?

Analisa Saham ESSA | Akankah Rebound Berlanjut?


Saham ESSA saat ini menguji area downtrend resistance line dikisaran level 314. Apabila dapat melewati resistance tersebut, maka ESSA berpotensi mengakhiri tren turunnya dan mulai rebound bergerak menguat dengan target terdekat menuju 348. Jika saham ini dapat mempertahankan momentumnya, maka ESSA berpeluang menguat menuju target berikutnya di 370. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik, mengindikasikan bahwa saham ini cenderung bergerak positif.

Rekomendasi: Buy jika break out dan bertahan di 314. Batasi resiko jika kembali turun dan gagal bertahan di 300.

Source:

Analisa Saham KLBF, LPKR dan PGAS

Analisa Saham KLBF, LPKR dan PGAS

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), 

Daily (Rp1.450) (RoE: 14,60%; EPS: 50,76; PER: 28,76x; PBV: 4,20x; Beta: 1,21). Terlihat pola  bearish inside bar  yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. "Partial Sell" pada kisaran Rp1.450-1.460, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.430 dan 1.400. Resistance: Rp1.465 dan 1.480.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), 

Daily (Rp310) (RoE: 0,66%; PER: 37,10x; EPS: 8,68; PBV: 0,25x; Beta: 0,9). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp304-314, dengan target harga secara bertahap di level Rp324, 368 dan 412. Support: Rp304 dan 290.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), 

Daily (Rp1.985) (RoE: 3,47%; PER: 13,06x; EPS: 153,12; PBV: 1,02x; Beta: 1,9). Pergerakan harga berhasil menyentuh garis MA-10 dan MA-20 sehingga peluang terjadinya  rebound  masih terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.980-1.990, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.090 dan 2.120. Support: Rp1.980 dan 1.950.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham AALI, BNGA dan INCO

Analisa Saham AALI, BNGA dan INCO

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), 

Daily (Rp10.325) (RoE: 0,77%; PER: 131,41x; EPS: 78,76; PBV: 1,02x; Beta: 1,05). Indikator MACD telah menunjukkan pola  golden cross  di area negatif. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp10.275-10.375, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.650 dan 10.900. Support: Rp10.200 dan 10.000.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), 

Daily (Rp1.055) (RoE: 9,06%; PER: 6,92x; EPS: 151,68; PBV: 0,63x; Beta: 2,07). Terlihat pola  bearish pin bar  yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. "Partial Sell" pada kisaran Rp1.055-1.085, dengan target harga di level Rp1.020 dan 1.000. Resistance: Rp1.000.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO), 

Daily (Rp2.940) (RoE: -4,37%; PER: -25,36x; EPS: -115,92; PBV: 1,11x; Beta: 1,21). Terlihat pola  bearish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. "Partial Sell" pada kisaran Rp2.940-3.040, dengan target harga di level Rp2.820. Resistance: Rp3.090.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham MAPI, BEST dan ERAA

Analisa Saham MAPI, BEST dan ERAA

(Baca juga: 4 Chart Terpenting dalam Trading)

MAPI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 940 kemudian 965 dengan support di level 885, cut loss jika break 860.

BEST (Buy) : Target kenaikan harga pada level 288 kemudian 296 dengan support di level 268, cut loss jika break 260.

ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.440 kemudian 1.550 dengan support di level 1.220, cut loss jika break 1.110.

Full report bisa diakses di : ipot