Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 7, 2017

Pekan Pertama 2017, IHSG Naik 0,9%

Indeks harga saham gabungan selama satu pekan ini ditutup menguat 0,9% ke level 5.347,02, meski pada awal pekan investor ambil untung. Pada awal pekan pertama 2017 tercatat capital outflow sebesar Rp362,05 miliar. Hanya terjadi satu kali capital inflow pada akhir pekan sebesar Rp126,85 miliar. "Pad awal pekan investor cenderung melakukan aksi profit taking melihat penguatan signifikan pada akhir tahun lalu," kata Lanjar Nafi, analis Reliance Securities, dalam riset yang terbit pada Jumat (6/1/2017). Mayoritas bursa di Asia mengawali tahun dengan pergerakan cukup positif, seiring naiknya harga minyak pada perdagangan hari pertama pada 2017. Survei indeks Caixin pada kinerja manufaktur PMI di China terukur naik 51,9 dari 50,9 dengan ekspektasi justru turun di level 50,7. Menurut Lanjar, hal ini menjadi dalang naiknya optimisme investor pada awal tahun. Sementara itu, IHSG mengawali tahun dengan turun 0,39%. Investor terlihat mengevaluasi penguatan IHSG pada akhir tahun yang c…

BEI akan menambah jumlah sektor saham

Pada awal tahun ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencoba membenahi dengan menambah jumlah sektor saham.

Saat ini, saham-saham di bursa dibagi ke dalam sembilan sektor, yaitu pertanian, pertambangan, industri dasar dan kimia, aneka industri, industri barang konsumsi, properti real estaste dan konstruksi bangunan, infrastruktur utilitas dan transportasi, keuangan, serta perdagangan jasa dan investasi.

Nah, nantinya BEI punya rencana untuk menambah sektor-sektor yang ada di bursa tersebut. Meski demikian, belum dipastikan jumalh sektor yang akan ditambah.

"Kalau dihitung sekarang ini kan index Biro Pusat Statistik sektornya sudah 16, ya bisa maju ke sana atau kita buat kategori," kata syamsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Jumat (6/1).

Urgensi ini timbul dari beberapa perusahaan yang masuk ke dalam suatu sektor, namun hal ini membuatnya sulit dikomparasikan dengan emiten lain yang ada di sektor tersebut. Padahal biasanya investor menentukan pricing dengan meli…

Lelang Perdana Sukuk Negara Digelar, Target Rp6 Triliun

JAKARTA - Pemerintah akan menggelar lelang perdana sukuk negara dengan target indikatif Rp6 triliun.

Lelang perdana pada 2017 itu akan digelar pada 10 Januari 2017 dan setelmen pada 12 Januari 2017. Lima seri surat berharga syariah negara (SBSN) akan dilelang.

Rinciannya, seri SPN jatuh tempo pada 11 Juli 2017 dengan imbalan diskonto, PBS013 jatuh tempo 15 Mei 2019 dengan imbalan 6,25%, dan PBS014 jatuh tempo 15 Mei 2021 dengan imbalan 6,50%. Lainnya, PBS011 jatuh tempo 15 Agustus 2023 dengan imbalan 8,75% dan PBS012 jatuh tempo 15 November 2031 dengan imbalan 8,875%.

Alokasi pembelian non-kompetitif yakni untuk seri SPN sebesar 50% dari jumlah yang dimenangkan, sedangkan untuk empat seri PBS sebesar 30% dari jumlah yang dimenangkan.

Berdasarkan pengumuman di laman DJPPR Kementerian Keuangan, peserta lelang adalah 17 bank dan empat perusahaan efek.

http://market.bisnis.com/read/20170106/92/617387/lelang-perdana-sukuk-negara-digelar-target-rp6-triliun

Info Emiten : BWPT, 7 Januari 2017

BWPT mengincar kenaikan produksi TBS 30%

JAKARTA. PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) melihat tahun ini dengan lebih optimistis. Produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit diyakini akan meningkat seiring dengan pudarnya efek anomali cuaca El Nino.

Dalam keterangan resminya, Jumat (6/1) manajemen menargetkan produksi TBS 2017 akan meningkat 30% dibanding realisasi tahun 2016 menjadi sekitar 226.489 ton

Catatan saja, manajemen memperkirakan produksi TBS pada kuartal IV-2016 sekitar 58.791 ton. Sehingga, total produksi TBS BWPT sepanjang tahun lalu sekitar 174.223 ton.

Selain pudarnya efek El Nino, optimisme juga didasari oleh profil usia lahan tertanam BWPT yang cukup baik. Sebesar 73.167 hektar (ha) atau 64% dari total lahan dewasa BWPT memiliki rata-rata usia tertanam empat hingga lima tahun. Ini menjadi kunci pertumbuhan produksi BWPT untuk beberapa tahun ke depan.

Prospek kian cerah seiring dengan adanya sentimen tren kenaikan harga CPO. Sama seperti emiten perkebunan lainnya, ha…

BEI Minta Pemerintah 'Paksa' IPO 52 Perusahaan

Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta pemerintah mendorong sedikitnya 52 perusahaan untuk melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di bursa domestik. Aset dan pendapatan ke-52 perusahaan tersebut berasal dari Indonesia, namun saat ini mereka melantai di bursa saham negara lain, dengan kapitalisasi pasar (market cap) sekitar Rp 400 triliun.
"Tidak elok kalau pendapatan dan aset diraih di Indonesia, tetapi sahamnya tercatat di bursa luar negeri. Seluruh rakyat Indonesia juga harus menikmati ini. Saya meminta tolong pemerintah ’memaksa’ mereka listed di sini," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Kamis (5/1). Tito mengaku sudah menyampaikan daftar 52 perusahaan tersebut kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati agar pemerintah ’memaksa’ mereka untuk melantai di bursa saham dalam negeri. "Saya minta tolong Bu Ani (menkeu) agar pemerintah paksa mereka listing di BEI," tegas dia.
Tito menambahkan, jika saham perusah…