Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 31, 2021

Mengintip kisah hidup Warren Buffett, Sang Dukun dari Omaha, hingga meraih kesuksesan

Dikalangan investor dan pebisnis, sosok Warren Buffett sudah tidak asing lagi. Kelihaian Buffett dalam berbisnis dan berinvestasi membuatnya menjadi rujukan banyak orang.  Kesuksesan Warren Buffett dalam mengelola Brekhsire Hathaway membuat banyak orang ingin meniru. Selain strategi bisnis, kisah hidup Warren Buffett juga banyak dicari masyarakat.  Warren Buffett lahir di Omaha, Nebraska pada 30 Agustus 1930.  Dilansir dari Biography, Warren Edward Buffett merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Howard Buffett dan Leila Stahl Buffett.  Buffett merupakan seorang anak laki-laki yang jenius di bidang matematika. Dia bahkan sudah menunjukkan minat dan bakat di bidang bisnis pada usia yang masih belia.  Masa kecil Warren Buffett Warren Buffett pada masa kanak-kanak hingga remaja melakukan berbagai pekerjaan sampingan. Buffett melakoni banyak pekerjaan mulai dari menjual permen karet, coca-cola, hingga loper koran. Seluruh penghasilan Buffett selama part-time dikumpulkan. Kem

Apa Itu Saham Auto Rejection, ARA dan ARB? Ini Jawabannya

Selain pompom saham, akhir-akhir ini ramai istilah ARA dan ARB pada beberapa saham yang dikoleksi investor. Misalnya saham X kena ARB karena harganya turun tajam atau saham Z terkena ARA karena menyentuh ambang batas. Buat calon investor pasti bingung dengan ARA dan ARB. Tetapi kalau mau terjun investasi saham, kamu harus tahu istilah tersebut. Sebab ARA dan ARB termasuk dalam mekanisme perdagangan saham Pengertian Auto Rejection, ARA dan ARB ARA adalah Auto Rejection Atas, sedangkan ARB merupakan kependekan dari Auto Rejection Bawah. Sebelum membahas ARA dan ARB, kamu perlu mengenal yang namanya Auto Rejection (AR), seperti dirangkum dari berbagai sumber. Auto Rejection adalah batasan minimum dan maksimum suatu kenaikan dan penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan bursa. Mekanismenya begini, sistem bursa atau yang dikenal dengan Jakarta Automated Trading Sysyem (JATS) akan melakukan penolakan secara otomatis terhadap penawaran jual atau beli bila harga saham melebihi batasan

Ini Alasan Waskita Beton (WSBP) Optimistis Target Kontrak Baru di 2021 Terlampaui

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) optimistis bisa mendongkrak kinerja pemasaran dengan menumbuhkan raihan kontrak baru. Untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ini pun menjajaki potensi pasar di luar negeri. Direktur Utama Waskita Beton Precast FX Purbayu Ratsunu membeberkan, WSBP mengestimasikan raihan kontrak anyar yang lebih tinggi ketimbang realisasi tahun lalu, maupun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2021. Sebagai gambaran, WSBP mencetak kontrak baru senilai Rp 1,87 triliun pada 2020. Sedangkan realisasi kontrak anyar WSBP per November 2021 sudah mencapai Rp 1,75 triliun. Kontrak baru yang diraih WSBP dalam 11 bulan ini berasal dari Waskita Karya Group dengan porsi 78%, dan 22% dari pasar eksternal. Berdasarkan pekerjaannya, segmentasi precast menyumbang 40%, jasa konstruksi 33% dan readymix sebanyak 26%. Purbayu memproyeksikan, raihan kontrak baru WSBP hingga akhir 2021 bisa mencapai Rp 2,75 triliun, lebih tinggi dari targe

Waskita Beton (WSBP) Optimistis Restrukturisasi Utang Kelar di Semester I-2022

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terus berupaya memulihkan kinerja keuangannya. Meski beberapa kali dihadapkan pada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), WSBP pun optimistis restrukturisasi keuangan bisa tercapai sesuai rencana. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Beton Precast Asep Mudzakir, mengungkapkan bahwa proses PKPU yang bergulir erat kaitannya dengan proses restrukturisasi yang sedang gencar dilakukan. WSBP pun sedang intensif berdiskusi dengan para lenders dan vendor untuk mencapai suatu kesepakatan, yang ditargetkan akan rampung pada periode semester pertama tahun depan. "Proses negosiasi memerlukan waktu, namun kami cukup optimistis restrukturisasi ini  dapat diselesaikan pada semester I-2022, bahkan harapannya di kuartbisa selesai. Setelah kesepakatan dengan para kreditur, nanti WSBP akan memiliki fleksibilitas cash flow yang lebih, sehingga dapat melakukan pembayaran kewajiban kepada vendor," ungkap Asep dalam paparan publik virtual yang dig

Waskita Karya (WSKT) Telah Menyerap Seluruh Dana PMN dari Pemerintah

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah menerima seluruh dana penyertaan modal negara (PMN) dalam rangka aksi korporasi rights issue pada akhir tahun ini. Setoran modal pemerintah sebagai bagian dari proses rights issue telah diterima secara penuh sebesar Rp 7,90 triliun pada tanggal 29 Desember 2021.  "Setoran modal ini menunjukkan kepercayaan dan support konkret dari pemerintah atas upaya perbaikan fundamental keuangan Waskita sekaligus sinyal positif dalam proses rights issue yang saat ini sedang berlangsung,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita, Taufik Hendra Kusuma dalam siaran pers, Kamis (30/12). Proses perdagangan rights issue Waskita berlangsung dari 30 Desember 2021 hingga 12 Januari 2022, dengan harga penebusan right sebesar Rp 620. Dari aksi korporasi itu jumlah dana yang ditargetkan sebesar Rp 11,96 triliun, termasuk dana PMN yang telah disetor oleh pemerintah. Berdasarkan prospektus rights issue WSKT, dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan u

Harga Minyak Ditutup Naik Tipis Jelang Pertemuan OPEC+ Minggu Depan

Harga minyak mentah naik tipis di tengah ekspektasi bahwa permintaan bahan bakar bertahan meskipun infeksi virus corona Omicron melonjak dan OPEC+ akan terus meningkatkan impor secara bertahap. Namun, kenaikan harga terpangkas karena importir utama dunia China memotong batch pertama alokasi impor minyak mentah untuk 2022. Kamis (30/12), harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Februari 2022 ditutup di level US$ 79,32 per barel, atau naik 0,11%. Serupa, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) ditutup menguat 0,56% ke US$ 76,9 per barel. Ini menjadi kenaikan sesi ketujuh secara berturut-turut. "Kami memiliki jumlah permintaan yang sangat kuat hingga Desember, jadi sekarang pertanyaannya adalah apa yang akan dilakukan OPEC," kata John Kilduff, Partner di Again Capital Management. Lebih lanjut, Kilduff mengharapkan OPEC+, untuk terus menambah produksi secara bertahap. China, importir minyak mentah utama dunia, menurunkan batch p

Investor Asing Mencatat Net Buy Rp 30 Triliun Tahun Ini, Simak Prospek Tahun Depan

Meski diwarnai volatilitas, pasar saham Indonesia tahun ini menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 10,08% sepanjang 2021. Penguatan IHSG ini diiringi oleh dana asing terus mengalir di pasar saham. Tercatat net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 36,52 triliun dan di seluruh pasar sebesar Rp 29,68 triliun. Sektor perbankan dan komoditas banyak diburu asing selama tahun ini. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi paling banyak diburu dengan mencatatkan net buy asing sebesar Rp 12,6 triliun. Selanjutnya disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 9,3 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 6,6 triliun, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 4,6 triliun. Lalu juga ada PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 2,4 triliun, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 1,4 triliun, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 1,1 triliun. Analis Erdikha Elit Sekuritas, Ivan Kasulthan menilai perburuan asing akan saham-saham tersebut kemungkinan besar masih akan berlanjut di tahun d

Wall Street loyo : Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq Kompak Ditutup Melemah

Wall Street ditutup lebih rendah setelah koreksi yang terjadi di akhir perdagangan akibat volume menipis dari rekor tertinggi yang terjadi di awal sesi. Padahal, data ekonomi Amerika Serikat (AS), termasuk klaim mingguan untuk tunjangan pengangguran yang turun, sempat mengerek bursa saham. Kamis (30/12), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 90,55 poin atau 0,25% menjadi 36.398,08, indeks S&P 500 koreksi 14,33 poin atau 0,30% ke 4.778,73 dan indeks Nasdaq Composite melemah 24,65 poin atau 0,16% menuju 15.741,56. Empat dari 11 sektor pada indeks utama S&P 500 diperdagangkan naik. Penguatan terbesar dipimpin oleh sektor real estat. Dengan satu hari perdagangan tersisa di tahun 2021, indeks S&P 500 ditetapkan untuk mengakhiri tahun dengan menguat lebih dari 27%. Disusul, indeks Nasdaq yang naik sekitar 23% dan Dow Jones yang naik sekitar 20% di tahun ini. Dengan hasil tersebut, maka masing-masing indeks utama Wall Street bersiap untuk lonjakan tahunan paling tajam

Dana Tax Amnesty Jilid II Bisa Mengalir ke Saham-Saham Sektor SDA dan EBT

Dana hasil program pengungkapan sukarela (PPS) pajak atau tax amnesty jilid II berpotensi mengalir ke saham-saham di sektor sumber daya alam (SDA) dan energi baru terbarukan (EBT) . Adapun PPS akan diselenggarakan pada 1 Januari 2022 sampai dengan 30 Januari 2022. Salah satu tujuan dari pelaksanaan pengampunan pajak ini yakni untuk meningkatkan investasi, termasuk di pasar modal. Lebih lanjut, pemerintah mengatur bagi calon peserta PPS yang ingin mendapatkan tarif pajak penghasilan (PPh) terendah, maka harta repatriasi luar negeri dan harta deklarasi dalam negeri harus diinvestasikan dalam surat berharga negara (SBN), SDA, atau EBT. Tarif PPh Final yang ditawarkan pemerintah yakni sebesar 6% untuk Wajib Pajak (WP) orang pribadi dan WP Badan peserta tax amnesty 2016. Kemudian sebesar 12% untuk WP dengan perolehan harta sepanjang 2016-2020 yang belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2020. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Perpajakan Yon Arsal menyampaikan, unt

Kinerja Ciputra Development (CTRA) Tersokong Insentif Pajak Properti, Ini Kata Analis

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) sudah turut merasakan pemulihan ekonomi. Kinerja keuangan perusahaan properti ini berhasil tumbuh signifikan tersokong insentif pajak properti.  Berdasarkan laporan kinerja keuangan kuartal III-2021, CTRA berhasil torehkan pertumbuhan pendapatan 56,80% secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,64 triliun. Sedangkan, laba bersih meroket 336,95% yoy menjadi Rp 1,01 triliun.  Andhika Suryadharma Analis RHB Sekuritas menuliskan dalam risetnya, bahwa kinerja CTRA di kuartal III-2021 sesuai dengan apa yang ia proyeksikan. Andhika melihat kinerja CTRA positif karena didukung kenaikan margin dan rata-rata harga jual dari produk perumahan Citraland Surabaya. Selain itu, laba bisa tumbuh signifikan karena CTRA juga berhasil melakukan efisiensi dengan menghemat pengeluaran pemasaran dan komisi.  Hingga kuartal III-2021, Ajeng Kartika Hapsari Analis NH Korindo Sekuritas dalam risetnya menulis, CTRA berhasil bukukan pra penjualan Rp 5 triliun yang naik 33% yoy. Angka

Saham Online di Facebook