Analisa Saham APLN | Mau Dibawa Kemana?



APLN - Pada perdagangan terakhir APLN berhasil menguat +6.78% dengan ditutup pada titik harga 252 atau berhasil naik 16 point. Kemarin (11/7) APLN berhasil Breakout pola Flag Patternnya dengan Volume > VMA 20. Jika dianalisa menggunakan "Volume Price Analysis" maka dapat dikatakan Pola Flag Pattern pada pergerakan APLN ini merupakan Continuation Pattern .

Secara Volume , Volume selama pembentukan Flag Pattern pada saham APLN dapat dikatakan terkonfirmasi dan valid secara VPA. Dimana untuk Flag Pattern volume mulai dari titik awal pembentukan Flag sampai dasar pembentukannya harus mengarah turun , seperti di gambarkan oleh tanda panah pada gambar diatas.

Secara VPA juga pola ini bisa dikatakan merupakan fase Re-Akumumlasi , setelah dilakukannya Mark Up harga oleh Bandar pada saham APLN ini.
atau fase dimana Bandar melakukan pengumpulan barang kembali.
setelah fase re-akumulasi akan ada fase Mark up kembali yang momen ini bisa dimanfaatkan oleh para trader ritel yang faham VPA.

Trading Idea :
Buy Area : 246-250
Stop Loss : 228-232
Target : 270-282

#Disclaimer ON

Sumber:
TradingView

AISA | Upaya Tiga Pilar Merebut Kendali Entitas Anak Mulai Membuahkan Hasil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai menyelesaikan persoalan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) kini tengah fokus untuk menggelar pergantian manajemen entitas anak yang selama ini belum berada di bawah kendali manajemen induk.

Dalam waktu dekat, upaya manajemen Tiga Pilar untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di entitas anak dalam rangka pergantian direksi dan komisaris akhirnya bakal terwujud.

Seperti diketahui, manajemen baru Tiga Pilar hasil RUPSLB Tiga Pilar pada 28 Oktober 2018 lalu belum bisa mengambil alih pengelolaan seluruh anak usaha.

Manajemen baru Tiga Pilar baru menguasai PT Balaraja Bisco Paloma, PT Putra Taro Paloma, dan PT Subafood pangan Jaya. Pada 28 November 2018, masing-masing entitas anak Tiga Pilar itu telah menggelar RUPSLB dan mengangkat Hengky Koestanto sebagai direktur sedangkan Kang Hongkie Widjaja sebagai komisaris.

Sementara pengelolaan PT Tiga Pilar Sejahtera, PT Patra Power Nusantara, dan PT Poly Meditra Indonesia masih di luar kendali manajemen baru Tiga Pilar. Begitu juga dengan PT Dunia Pangan beserta entitas anaknya tidak berada di bawah pengelolaan manajemen induk hingga diputus pailit pada 6 Mei lalu.

Manajemen Tiga Pilar telah mengirimkan permintaan kepada direksi masing-masing entitas anak untuk menggelar RUPSLB dengan agenda perubahan susunan direksi dan komisaris. Namun, permintaan tersebut tak kunjung memperoleh tanggapan.

Akhirnya, pada Desember 2018 lalu, Tiga Pilar juga telah mengajukan permohonan penetapan RUPSLB pada Pengadilan Negeri Sragen dan Pengadilan Negeri Karanganyar terhadap ketiga anak usahanya.

Sayang, keberuntungan belum berpihak kepada manajemen Tiga Pilar. Pada Februari lalu, majelis hakim Pengadilan Negeri Sragen menolak tiga permohonan yang diajukan oleh Tiga Pilar. Ketiganya adalah permohonan untuk mengadakan RUPSLB di di Tiga Pilar Sejahtera, Patra Power, dan Dunia Pangan.

Begitu pula dengan permohonan Tiga Pilar untuk mengadakan RUPSLB di Poly Meditra. Tak berselang lama setelah putusan PN Sragen, giliran majelis hakim Pengadilan Negeri Karanganyar menolak permohonan Tiga Pilar.

Penolakan manajemen entitas anak dan majelis hakim terhadap permohonan manajemen Tiga Pilar memperumit persoalan yang Tiga Pilar hadapi. Sebab, baik Tiga Pilar maupun entitas anak saat itu tengah menghadapi empat perkara PKPU.

Keempat perkara itu melibatkan Tiga Pilar Sejahtera dan Poly Meditra, Dunia Pangan dan ketiga anak usahanya, Putra Paloma dan Balaraja Bisco, serta Tiga Pilar sendiri sebagai entitas induk.

Saat itu, Tiga Pilar telah merancang usulan perdamaian yang mencakup seluruh PKPU yang dihadapi Tiga Pilar dan anak usahanya. Karena itulah, meski belum memperoleh kendali atas beberapa anak usahanya, manajemen Tiga Pilar meminta persetujuan manajemen entitas anak untuk menge

Pada Maret 2019, Direksi Tiga Pilar Sejahtera dan Poly Meditra meneken perjanjian yang pada intinya menyerahkan sepenuhnya penyusunan, isi, materi, dan penyampaian rencana perdamaian kepada Tiga Pilar dan Deloitte sebagai penasihat keuangan.

Sementara direksi Dunia Pangan, meski telah meneken perjanjian, tidak juga kunjung menyerahkan surat perjanjian tersebut kepada manajemen Tiga Pilar. Alhasil, Dunia Pangan berjalan sendiri dalam mengajukan rencana perdamaian.

Seperti diketahui, Tiga Pilar dan Poly Meditra berhasil lolos dari jerat pailit setelah para kreditur menyetuji rencana perdamaian secara aklamasi.

Sementara Dunia Pangan beserta ketiga anak usahanya, yakni PT Jatisari Srirejeki, PT Sukses Abadi Karya Inti, dan PT Indo Beras Unggul, gagal memperoleh persetujuan dari kreditur.

Alhasil, Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang menyatakan Dunia Pangan dan ketiga anak usahanya berada dalam kondisi pailit.

Direktur Utama Tiga Pilar Sejahtera Food Hengky Koestanto saat itu mengatakan, pailitnya Dunia Pangan membuktikan permohonan Tiga Pilar mengenai RUPSLB untuk pergantian manajemen sangat relevan dan berdasar.

"Semoga saja hal ini mengetuk hati Pengadilan Negeri Sragen dan Karanganyar bahwa pergantian manajemen di tingkat anak-anak perusahaan adalah sebuah urgensi yang sangat beralasan. Taruhannya adalah nasib ribuan karyawan anak perusahaan kami dan kepercayaan para kreditur," ujar Hengky saat itu.

Menggelar RUPSLB dan mengganti manajemen entitas anak, bagi manajemen Tiga Pilar, memang merupakan langkah krusial untuk menyelamatkan seluruh perusahaan. Karena itulah, meski permohonan mengadakan RUPSLB telah ditolak PN Sragen dan PN Karanganyar pada Februari lalu, manajemen Tiga Pilar tak patah arang.

Pada April 2019 lalu, Tiga Pilar kembali mengajukan permohonan yang sama ke PN Sragen dan PN Karanganyar.

Di PN Sragen, Tiga Pilar mengajukan permohonan mengadakan RUPSLB Tiga Pilar Sejahtera dan RUPSLB Patra Power. Kedua permohonan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 134/Pdt.P/2019/PN Sgn dan nomor perkara 136/Pdt.P/2019/PN Sgn.

Sementara di PN Karanganyar, Tiga Pilar kembali mengajukan permohonan mengadakan RUPSLB Poly Meditra. Permohonan itu terdaftar dengan nomor perkara 82/Pdt.P/2019/PN Krg.

Kali ini, keberuntungan untuk sementara berpihak kepada manajemen Tiga Pilar. Keluhan Hengky tampaknya didengar oleh majelis hakim.

Kamis (27/6) kemarin, majelis hakim Pengadilan Negeri Sragen mengabulkan permohonan Tiga Pilar untuk menyelenggarakan RUPSLB Tiga Pilar Sejahtera.

Dalam putusannya, majelis hakim memberikan izin kepada Tiga Pilar untuk melakukan sendiri pemanggilan RUPSLB dan menyelenggarakan RUPSLB dengan agenda perubahan susunan direksi dan dewan komisaris.

Majelis hakim juga menetapkan Tiga Pilar sebagai Ketua RUPSLB dan memerintahkan direksi dan komisaris Tiga Pilar Sejahtera saat ini untuk hadir dalam RUPSLB.

Putusan ini jelas melegakan manajemen Tiga Pilar. Harapannya, permohonan untuk mengadakan RUPSLB di Poly Meditra juga akan dikabulkan oleh majelis hakim PN Karanganyar.

Hengky mengatakan, Tiga Pilar saat ini menunggu salinan putusan PN Sragen. Targetnya, setelah menerima salinan, Tiga Pilar akan segara mengadakan RUPSLB Tiga Pilar Sejahtera dalam waktu 16 hari.

Jika RUPSLB dan pergantian manajemen Tiga Pilar Sejahtera berjalan lancar, Tiga Pilar bisa kembali mengelola dan mengendalikan anak usaha yang bergerak di bidang produksi bihun tersebut.

Karena manajemen di bawah pengelolaan induk, Hengky bilang, penarikan data perusahaan pasti akan lebih mudah. Maklum, selama ini, manajemen Tiga Pilar tidak bisa mengakses data kinerja Tiga Pilar Sejahtera.

Hengky mengatakan, pasca pergantian manajemen, manajemen baru nantinya akan melakukan stock opname. Secara umum, yang dimaksud stock opname adalah kegiatan penghitungan secara fisik atas persediaan barang di gudang yang akan dijual untuk mengetahui secara pasti dan akurat mengenai catatan pembukuan. "Kami belum akan melakukan full audit," ujar Hengky.

Yang paling penting, manajemen baru nantinya akan fokus untuk menormalisasi operasi Tiga Pilar Sejahtera. Ini penting dilakukan karena Tiga Pilar Sejahtera merupakan kontributor terbesar bagi Tiga Pilar.

WSKT | WASKITA : PEKERJA DI TERMINAL KIJING DIUTAMAKAN MASYARAKAT LOKAL


(Baca juga:
IQPlus, (12/07) - Direktur Operasional Waskita Karya, Agung Budi Waskito menyebutkan pihak sebagai kontraktor pembangunan Terminal Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat dalam hal pekerja mengutamakan masyarakat lokal atau setempat.

"Dalam menjalankan pembangunan Terminal Kijing tentu kita memprioritaskan masyarakat sekitar," ujarnya usai Media Visit di Terminal Kijing, Kamis.

Ia menyebutkan bahwa saat ini untuk tenaga lokal yang diserap sekitar 40 persen dari total pekerja yang ada.

"Untuk tenaga kantor saat ini ada 30 persen orang lokal di sini. Kapasitas dan kemampuan masyarakat terus kita tingkatkan agar penyerapan tenaga lokal lebih besar lagi," sebut dia.

Dikatakan dia Terminal Kijing yang merupakan karya dari anak bangsa mulai dari desain, pelaksanaan dan termasuk bahan untuk pembangunan.

"Bahan konstruksi di pembangunan Terminal Kijing mayoritas dari dalam negeri termasuk dari Waskita sendiri," papar dia.

Pihaknya terus mempercepat proses pembangunan sebagaimana yang ditargetkan Pelindo II

"Kita targetkan akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020 kita harus sudah ujicoba operasional Terminal Kijing. Pelindo II menargetkan operasional pada Juli 2020 mendatang," kata dia. (end)

ICBP | Bisnis Mi Instan dan Susu Terus Tumbuh, Analis Sarankan Beli Saham ICBP



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren gaya hidup sehat masyarakat Indonesia belum mampu melunturkan prospek kinerja produsen Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Bahkan, emiten ini bisa mengambil keuntungan dari produk olahan susu alias dairy.

Analis Ciptadana Sekuritas Stella Amelinda dalam risetnya menuliskan, produk susu cair akhir-akhir ini cenderung populer. Konsumsi susu cair dinilai lebih sehat dibandingkan susu bubuk.

Susu cair juga dinilai lebih praktis. Kesempatan ini rupanya juga dimanfaatkan ICBP, dengan merilis beberapa varian rasa baru untuk produk susu cair.

Bahkan, divisi dairy ICBP mencatatkan kinerja positif di kuartal I-2019 dengan kenaikan pendapatan sebanyak 9,1% year on year (yoy) dan 20,2% quarter on quarter (qoq). Tak hanya varian, ICBP meningkatkan kapasitas produk dairy 10%–15%. "Kami perkirakan produk divisi dairy bakal membukukan kenaikan penjualan 17,6%, dengan kontribusi 13%–14% terhadap margin EBIT di 2019," tulis Stella.

Tak hanya produk susu, Helen Vincentia, Analis Mega Capital Indonesia dalam riset 5 Juli 2019 menyebut, penjualan ICBP di kuartal I-2019 masih ditopang penjualan mi instan. Kontribusi produk ini mencapai 64% dan produk dairy mencapai 18%.

Helen menilai positif prospek emiten produsen mi instan ini. Meskipun pertumbuhan konsumsi lebih lambat dari tahun lalu, Helen berkeyakinan penjualan ICBP masih tumbuh. Ini sejalan dengan kenaikan pendapatan dan peningkatan belanja masyarakat untuk makanan dan minuman, khususnya dari konsumen kelas menengah.

Ekspansi mi instan

Analis MNC Sekuritas Victoria Venny juga melihat, upaya yang dilakukan ICBP mengerek penjualan mi instan akan berbuah manis. ICBP terus meluncurkan berbagai inisiatif dan inovasi. Salah satunya meluncurkan program Indomie Hype Abis dengan berbagai varian, seperti Ayam Geprek dan Chitato.

Emiten ini juga bekerjasama dengan kedai mi kekinian Upnormal untuk terus menjangkau pangsa pasar milenial. Venny mengatakan, pada kuartal II-2019, ICBP diproyeksi masih mencatatkan kinerja positif. Mengingat, di Juni 2019, terdapat momentum hari raya Idul Fitri. Lazimnya, lebaran bisa mendorong penjualan ICBP.

Meski begitu pada semester II-2019, Venny menilai, tantangan di sektor konsumsi bakal lebih banyak. Salah satunya, persaingan produk yang semakin ketat.

Menurut Venny, risiko ini akan memperberat langkah ICBP. "Tantangan ke depan adalah semakin ketatnya persaingan, mengingat banyak juga mi instan luar yang masuk ke Indonesia," imbuh dia.

Selain itu, kondisi makro ekonomi di semester II perlu menjadi sorotan. Dengan kemungkinan inflasi yang lebih tinggi, maka ada kemungkinan akan terjadi kontraksi pada ekonomi. MNC Sekuritas memperkirakan inflasi 2019 di level 4,3%, dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1%–5,2% pada akhir tahun.

Meskipun secara sektoral masih ada peluang tertekan, Venny menilai, prospek ICBP masih positif. Karena itu dia merekomendasikan buy dengan target harga Rp 11.600.

Stella juga masih merekomendasikan beli untuk saham ICBP dengan target harga hingga akhir tahun Rp 11.100 per saham. Ini setara dengan price earning ratio (PER) 23,8 kali. Prospek positif tersebut, didukung sentimen positif dari stabilitas harga komoditas dan momentum gaji ke-13 yang bakal dibagikan Juli 2019.

Helen juga merekomendasikan buy ICBP dengan target harga Rp 11.300 di akhir tahun. Kamis (11/7), harga ICBP naik 1,23% menjadi Rp 10.250 per saham.

TRIO | HARGA DAN AKTIVITAS MENINGKAT, BEI CERMATI TRANSAKSI TRIO


(Baca juga: Saham)

IQPlus, (12/07) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pola transaksi saham PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) karena telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas yang diluar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

Menurut keterangan BEI disebutkan, informasi terakhir mengenai emiten pada 11 Juli 2019 yang terkait penjelasa atas volatilitas.

Investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perseroan yang belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Paa 3 Juli 2019 harga saham TRIO masih berada di level Rp50 per lembar dan terus naik hingga ditutup di level Rp274 per lembar saham pada Kamis (11/07) kemarin. (end)

ADHI | Semester I-2019, ADHI Cetak Kontrak Baru Rp 5,4 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten konstruksi PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 5,4 triliun di luar pajak hingga Juni 2019. Perolehan kontrak ini naik 12,21% dibanding bulan sebelumnya, yakni Rp 4,6 triliun pada Mei 2019.

Sekretaris Perusahaan ADHI Ki Syahgolang Permata menjelaskan, realisasi perolehan kontrak baru di Juni 2019 didominasi oleh proyek pembangunan rumah susun di Tangerang, senilai Rp 206 miliar. "Selain itu, ada pembangunan Gedung Otoritas Jasa Keuangan di Solo dan Yogyakarta dengan kontrak Rp 120,1 miliar," jelas pria yang akrab disapa Kiki ini kepada KONTAN, Kamis (11/7).

Kiki mengatakan, lini bisnis konstruksi dan energi memberi kontribusi 81,6% pada perolehan kontrak baru, diikuti bisnis properti sebesar 18,1% dan sisanya lini bisnis lainnya. Menurut tipe proyek, kontrak baru ADHI didominasi proyek gedung, yakni 71,5%. Proyek jalan dan jembatan sekitar 4,4%, lalu infrastruktur dan lainnya sebesar 24,1%.

Berdasarkan segmentasi sumber dana realisasi kontrak baru, proyek dari BUMN mencapai 72,9% dan pemerintah 18,8%. Sedang proyek dari swasta sekitar 8,3%.

Pada semester II-2019, ADHI siap melepas anak usahanya PT Adhi Commuter Properti (ACP) melantai di BEI dengan melepas 30%–35% saham. ACP menargetkan perolehan dana initial public offering (IPO) Rp 3 triliun.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan proyek transit oriented development (TOD). Kiki menyebut, waktu IPO masih dibicarakan, karena tergantung kondisi pasar di semester II.

Analis MNC Sekuritas Muhammad Rudy mengatakan realisasi kontrak emiten konstruksi yang masih cenderung kecil tak dapat dilepaskan dari kondisi pemerintahan yang belum stabil. "Mungkin kinerja ADHI baru akan melesat setelah kabinet pemerintahan lima tahun ke depan ditetapkan," kata dia.

Tahun ini, emiten konstruksi seperti ADHI memang bisa dibilang mengalami paceklik. Satu-satunya potensi yang mungkin dipanen emiten konstruksi adalah wacana pemindahan ibukota. "Potensinya Rp 300 triliun. Tapi realisasinya masih lama," ujar Rudy.

Analisa Saham ASRI, UNVR, MEDC dan BRPT

Analisa Saham ASRI, UNVR, MEDC dan BRPT



MNC Daily Scope Wave
12 Juli 2019

Pada perdagangan kemarin (11/7), IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,1% ke level 6,417. Kami memperkirakan bahwa pergerakan IHSG sudah berada pada akhir dari wave v, sehingga potensi penguatan IHSG sudah cenderung terbatas dan rawan untuk terkoreksi. Adapun target koreksi dari IHSG berada pada area 6,200.
Support: 6,370, 6,200
Resistance: 6,450, 6,510

ASRI - Buy on Weakness (354)
Kemarin (11/7), ASRI menguat cukup agresif dan ditutup pada level 354. Posisi ASRI saat ini diperkirakan berada pada akhir wave i dari wave (iii). Hal ini membuat ASRI rawan untuk terkoreksi untuk membentuk wave ii ke area 342-348. Setelah wave ii terkonfirmasi terbentuk, maka ASRI akan menguat kembali.
Buy on Weakness: 342-348
Target Price: 364, 376
Stoploss: below 332

UNVR - Buy on Weakness (44,800)
Pergerakan UNVR yang cenderung sideways kami perkirakan merupakan dari wave [ii] dari wave 3. Sehingga UNVR berpotensi terkoreksi terlebih dahulu dalam jangka pendek, sebelum akhirnya akan menguat kembali membentuk wave [iii].
Buy on Weakness: 43,200-43,800
Target Price: 46,125, 47,800
Stoploss: below 41,525

MEDC - Buy on Weakness (845)
Kami perkirakan saat ini posisi MEDC sedang berada pada awal wave (iii) dari wave [c]. MEDC masih berpotensi menguat dalam jangka pendek.
Buy on Weakness: 820-840
Target Price: 925, 1,000
Stoploss: below 750

BRPT - Sell on Strength (3,400)
Penguatan yang terjadi pada BRPT diperkirakan merupakan bagian dari wave [b], dimana BRPT masih rawan untuk terkoreksi. Adapun level koreksi terdekat berada pada level 3,220.
Sell on Strength: 3,400-3,500

Disclaimer On

Analisa Saham APLN, ASRI, BHIT dan SSIA

Analisa Saham APLN, ASRI, BHIT dan SSIA



Daily Technical 12  Juli 2019

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 12  Juli 2019.

IHSG ditutup menguat sebesar 6,38 poin (+0.09%) menuju 6.417,06 pada perdagangan hari Kamis 11 Juli 2019 kemarin. The Fed dan pengujian support baru 6.400 menjadi sentimen utama penggerak IHSG hari ini. Dan dalam rangka membentuk weekly chart, IHSG diperkirakan akan bertahan di atas level support ini.
Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam range 6.400 s/d 6.450.

APLN
Mengkonfirmasi pola flag dengan volume tinggi mengindikasikan penguatan lanjutan.
Rekomendasi: buy and hold >232, TP 270 s/d 290.

ASRI
Melanjutkan penguatan dengan resistance berikutnya pada 360. Mengalami peningkatan volume perdagangan dan akumulasi asing yang besar.
Rekomendasi: buy 346 s/d 354, TP 360, stop loss 340.

BHIT
Membentuk pola ascending triangle dengan resistance pada 84 untuk konfirmasi pola.
Rekomendasi: buy on breakout 84, TP 90 s/d 96, stop loss <80 .="" p="">
SSIA
Membentuk pola rising wedges namun masih belum breakdown maka masih berpotensi melanjutkan penguatannya.
Rekomendasi: buy 780 s/d 800, TP 830 s/d 900, stop loss <750 .="" p="">
Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas

Analisa Saham PGAS dan PTBA

Analisa Saham PGAS dan PTBA



1. PGAS, Daily (2090) (RoE: 7.79%; PER: 13.65x; EPS: 153.12; PBV: 1.06x; Beta: 1.9):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 2050 - 2090, dengan target harga secara bertahap di 2120, 2220 dan 2320. Support: 2050 & 2020.
2. PTBA, Daily (2910) (RoE: 24.71%; PER: 7.43x; EPS: 395.56; PBV: 1.84x; Beta: 1.92):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 2880 - 2920, dengan target harga secara bertahap di level 2950, 3090, 3220 dan 3360. Support: 2880 & 2820.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham JPFA dan MAIN

Analisa Saham JPFA dan MAIN




1. JPFA, Daily (1655) (RoE: 11.64%; PER: 15.91x; EPS: 106.24; PBV: 1.86x; Beta: 3.03):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 1640 - 1660, dengan target harga secara bertahap di level 1715, 1750, 1780 dan 1910. Support: 1600 & 1560.
2. MAIN, Daily (1170) (RoE: 17.77%; PER: 6.98; EPS: 166.08x; PBV: 1.12x; Beta: 1.54):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 1160 - 1180, dengan target harga secara bertahap di level 1195, 1220, 1240 dan 1315. Support: 1160 & 1125.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Rekomendasi Saham Reliance Sekuritas | 12 Juli 2019



Ipotnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan mengalami koreksi terbatas, setelah kemarin laju indeks hanya mampu menguat tipis sebesar 0,1 persen ke level 6.417.
Menurut analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, secara teknikal laju IHSG sudah mencapai target penguatan fibonacci retracement 161.8% di level 6.420 dengan pola candlestick bearish meeting line.
"Penguatan lanjutan IHSG terlihat akan sangat berat menjelang akhir pekan, sehingga mengindikasi terkoreksi jangka pendek terlebih dahulu, meskipun pergerakan berada pada trek bullish trend," kara Lanjar di Jakarta, Jumat (12/7).
Dia mengatakan, saat ini indikator stochastic dan RSI kembali memasuki area overbought serta bollinger bands yang telah memantulkan pergerakan IHSG , sehingga membuka peluang terkoreksi jangka pendek.
"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak terbatas cenderung tertekan di akhir pekan perdagangan dengan kisaran support-resistance di level 6.380-6.420," tegas Lanjar.
Dengan demikian, jelas dia, adanya potensi terkorekai minor pada laju IHSG di perdagangan hari ini tersebut, maka para pelaku pasar disarankan untuk mengoleksi saham BISI, WTON, BBTN, PGAS, ASII, HRUM, ANTM, INCO, BSDE, ASRI, ERAA dan ESSA.

Analisa Saham AALI, HRUM dan KLBF

Analisa Saham AALI, HRUM dan KLBF



1. AALI, Daily (10400) (RoE: 0.77%; PER: 133.95x; EPS: 78.76; PBV: 1.04x; Beta: 1.1):* Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada area level 10300 - 10500, dengan target harga secara bertahap di level 10650, 10900 dan 11150. Support: 10000.
2. HRUM, Daily (1385) (RoE: 6.37%; PER: 10.41x; EPS: 134.48; PBV: 0.66x; Beta: 2.15):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish dragonfly doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 1375 - 1395, dengan target harga secara bertahap di 1435, 1500, 1585, 1780 dan 1975. Support: 1345.
3. KLBF, Daily (1440) (RoE: 14.60%; EPS: 50.76; PER: 28.57x; PBV: 4.17x; Beta: 1.22):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 1430 - 1450, dengan target harga secara bertahap di level 1470 dan 1495. Support: 1425 & 1415.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham ERAA, ISAT dan BBTN

Analisa Saham ERAA, ISAT dan BBTN



ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.240 kemudian 2.380 dengan support di level 1.960, cut loss jika break 1.820.
ISAT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.040 kemudian 3.260 dengan support di level 2.630, cut loss jika break 2.420.
BBTN (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.470 kemudian 2.500 dengan support di level 2.430, cut loss jika break 2.410.
Full report bisa diakses di : ipot

Analisa Saham TLKM, IMAS dan LPCK

Analisa Saham TLKM, IMAS dan LPCK



1. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM, anggota indeks Kompas100 )

Pada pergerakan harga saham TLKM muncul white body candle, meskipun jika dilihat dari indikator MACD berpotensi death cross. Sedangkan untuk indikator RSI cenderung melemah diikuti penurunan volume perdagangan.

Rekomendasi: Trading Buy
Support: Rp 4.180
Resistance: Rp 4.380
Achamad Yaki, Analis BCA Sekuritas

2. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS, anggota indeks Kompas100)

Harga saham IMAS bergerak dalam tren konsolidasi, dengan kecenderungan turun. Harga sudah mencapai resistance Rp 2.790 dan tidak mampu bertahan di atas level tersebut. Kemudian, candle selanjutnya ditutup pada area bearish dengan indikator stochastic berbalik melemah dengan volume turun. Harga berpotensi melanjutkan penurunan.

Rekomendasi: Sell
Support: Rp 2.480
Resistance: Rp 2.720
Sukarno Alatas, Analis Oso Sekuritas

3. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK)

Pergerakan harga saham LPCK dilihat dari indikator stochastic sudah berada di level 60, ini mengindikasikan bahwa harga masih punya potensi untuk turun. Sedangkan untuk indikator MACD masih menunjukkan tren kenaikan, menyusul posisi candle stick di garis atas bollinger band.

Rekomendasi: Sell on Strength (SoS)
Support: Rp 1.660
Resistance: Rp 1.865
Kiswoyo Adi Joe, Kepala Riset Narada Kapital