IQPlus, (15/01) - PT Envy Technologies Tbk (ENVY) miliki sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp25,97 miliar hingga periode 31 Desember 2019.
Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan, dari hasil IPO pada Juli 2019 lalu, perseroan meraih dana bersih Rp210,12 miliar.
Dana itu sudah direalisasikan untuk sistem integrasi informatika Rp56 miliar, sistem integrasi telekom unikasi Rp42,26 miliar, riset pengembangan Rp4,68 miliar, pembayaran hutang Rp50,71 miliar dan modal kerja Rp30,49 miliar.
Sisa dana IPO sebesar Rp25,97 miliar tersebut kini berada di rekening girp Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga, Maybank Indonesia, Mandiri, Bank capital, Permata Syariah dan BNI. (end)
Saham WSBP | NILAI KONTRAK BARU WSBP CAPAI Rp7,03 TRILIUN PER AKHIR 2019
IQPlus, (15/01) - Menutup akhir tahun 2019, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 7,03 triliun. "Kami berhasil mencapai target perolehan nilai kontrak baru. Hal ini didukung dengan perolehan kontrak eksternal sebesar 63,2% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 36% ," ujar Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk.
Secara nilai, peningkatan kontrak eksternal mencapai 83,01% atau Rp 2,43 triliun di tahun 2018 menjadi Rp 4,44 triliun triliun di tahun 2019.
Beberapa proyek eksternal yang telah diperoleh diantaranya dari Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, PLTGU Tambak Lorok, Proyek Refinery Development Maste Plan (RDMP) Refinery Unit (RU) V Pertamina Balikpapan yang merupakan kerjasama dengan Hyundai dan Pembangunan Apartemen Modernland (Modernland Group) di Jakarta Garden City.
WSBP juga memperoleh pesanan produk Tetrapod untuk Proyek Pengaman Pantai di Singapura senilai Rp 435 miliar. WSBP juga tengah menyusun MoU dengan perusahaan Malaysia. Kerjasama ini kelak akan berlanjut dengan joint operation proyek-proyek luar negeri, salah satunya dalam pengejaan proyek LRT di Filipina yang kini tengah dalam proses tender yang diikuti oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT).
Untuk meningkatkan kinerja bisnis, perusahaan akan terus meningkatkan penjualan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar eksternal. "Tentunya kami ingin porsi nilai kontrak eksternal meningkat,"tambahnya.
Sebagai informasi, pada tahun 2020, WSBP menargetkan nilai kontrak baru sekitar Rp 11,9 triliun dan penjualan di atas Rp 10 triliun. (end/as)
Saham DILD | PACU KINERJA 2020, INTILAND GENJOT PROYEK LANDED HOUSE DI SURABAYA
IQPlus, (15/01) - Mengawali tahun 2020, PT Intiland Development Tbk langsung tancap gas. Perusahaan raksasa propreti ini kembali merilis tipe kecil perumahan di cluster Acacia, Graha Natura Surabaya. Segmen yang dibidik kalangan milenial kelas premium.
Menurut Harto Laksono, direktur marketing PT Intiland Grande . anak usaha Intiland Group . proyek landed house masih menjadi andalah perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya tahun 2020. Selain demand masih tinggi, juga lahan yang dikembangkan masih luas.
"Permintaan masih banyak terutama tipe kecil. Tahun ini kami masih fokus kembangkan landed house baik tipe kecil maupun besar," kata Harto Laksono saat meninjau rumah contoh di Graha Natura Surabaya Selasa.
Dikatakan, tahun ini secara group, Intiland mematok penjualan Rp 2,5 triliun. Dari jumlah tersebut sekitar Rp 700 miliar berasal dari proyeknya di Surabaya baik landed house, komersial maupun apartemen.
"Tahun lalu, target Rp 650 miliar dari proyek di Surabaya tercapai 70 persen. Itu tidak termasuk proyek kawasan industri di Ngoro, Mojokerto. Sekitar 60 persen berasal dari penjualan hunian landed house. Sisanya dari high rise," tambahnya.
Sebab itu, tahun 2020 ini pihaknya masih akan fokus pada pengembangan landed house dan komersial (SOHO) yang ada di dalam perumahan Graha Natura Surabaya. Apalagi sekarang, kondisinya mulai membaik. Perbankan juga memberikan banyak kemudahan berupa KPR murah dengan tenor yang panjang.
"Dari Graha Natura kami harapkan ada penjualan Rp 250 miliar tahun ini. Kami juga ada pengembangan proyek landed house lain yang akan kami kembangkan tahun ini juga," tandas Harto Laksono.
Sementara itu, Edison Tan, general manager PT Intiland Grande menambahkan, tipe kecil dengan harga mulai Rp 1,5 miliar hinggga Rp 3,1 miliar masih cukup tinggi demandnya. Dari 26 unit yang ditawarkan dengan berbagai tipe, hingga kemarin sudah terjual 40 persen. Dia yakin sisa unit akan habis dalam waktu singkat.
"Ini tipe kecil terakhir dari cluster Acacia. Tahun ini kami akan kembali merilis dua cluster baru lagi pada quartal kedua dan ketiga nanti," kata Edison.
Dikatakan, mayoritas pembeli tipe kecil berasal dari Surabaya terutama pasangan muda atau milenial. Selain itu juga banyak pembeli dari luar kota dan luar propinsi terutama dari Semarang, Solo , Jogja dan sekitarnya. Hal ini imbas dari makin membaiknya infrastruktur jalan Trans Jawa sehingga banyak investor luar kota yang berinvestasi di Surabaya.
"Kami juga mengembangkan SOHO tahap tiga di Graha Natura. SOHO tahap satu dan dua sudah sold out dan banyak yang dipakai untuk usaha. Saat ini baru beberapa unit yang terjual dengan harga mulai Rp 2,5 miliar," kata Edison Tan. (end/ahd)
Saham LPKR | LPKR LUNCURKAN OBLIGASI SENILAI USD325 JUTA BERJANGKA 5 TAHUN
IQPlus, (15/01) - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), perusahaan properti terbesar berdasarkan jumlah aset dan pendapatan, telah berhasil meluncurkan obligasi lima tahun, senilai USD 325 juta, pada 14 Januari 2020.
Menurut keterangan Rabu disebutkan, obligasi tersebut akan menawarkan imbal hasil sebesar 8.125% dan dana dari obligasi tersebut akan digunakan untuk melunasi sebagian obligasi yang jatuh tempo pada 2022.
Selain itu, Perseroan sedang dalam tahap akhir untuk mendapatkan fasilitas pinjaman untuk membayar kembali sisa utang obligasi senilai USD 100 juta sehingga Lippo Karawaci tidak memiliki utang besar yang akan jatuh tempo selama lima tahun ke depan sampai dengan 2025.
Dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 21%, Lippo Karawaci merupakan salah satu perseroan yang memiliki rasio utang terendah di antara perusahaan properti di Indonesia. Pembiayaan kembali obligasi yang jatuh tempo pada 2022 akan lebih meningkatkan profil utang LPKR.
Peluncuran ini mendapatkan respon yang sangat positif di kalangan investor dimana penerbitan obligasi tersebut mendapat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 4.5 kali lipat.
"Kami sangat senang dimana obligasi lima tahun terbaru kami menarik minat para investor secara signifikan sehingga mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed)," kata CEO LPKR John Riady.
"Obligasi ini menunjukkan kepercayaan investor akan kekuatan keuangan LPKR. Kami akan menggunakan dana tersebut untuk melunasi obligasi kami yang jatuh tempo pada 2022, sehingga kami akan memiliki utang terbatas sampai dengan 2025," lanjut John. Penerbitan obligasi terbaru ini didukung oleh global book runners diantaranya Credit Suisse, BNP Paribas dan Deutche Bank. (end)
Rekomendasi Saham Mirae Asset | ELSA, TINS, TOWR
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Jan 15, 2020
(tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,325.41 (+0.46%), test resistance at 6,339, trading range 6,293 – 6,339. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik Sementara itu pada periode weekly indikator MFI optimized konsolidasi,indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik. Daily support di 6,293 dan daily resistance di 6,339. Cut loss level di 6,290.
ELSA Daily, 304 (-2.56%) buy on weakness, trading range 300 – 314. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized, indikator RSI optimized masih cenderung turun namun mulai terbatas. Daily support di 300 sementara itu daily resistance 314. Cut loss level di 296.
TINS Daily, 870 (+0.58%), trading buy, trading range 860 – 895. indikator MFI optimized cenderung konsolidasi, sementara itu indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support di 860 sementara itu daily resistance di 895. Cut loss level di 855.
TOWR Daily, 800 (+0.63%) trading buy, trading range 780 – 805. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized cenderung naik dan indikator W%R optimized masih cenderung konsolidasi dan berpotensi menguat Perkiraan daily support di 780 dan daily resistance di 805.Cut loss level di 775.
Rekomendasi Saham IPOT | JPFA, SSIA, TOWR
IHSG (6.300-6.350) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.350 kemudian 6.375 dengan support di level 6.300 dan 6.275.
JPFA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.715 kemudian 1.755 dengan support di level 1.640, cut loss jika break 1.600.
SSIA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 740 kemudian 765 dengan support di level 685, cut loss jika break 660.
TOWR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 810 kemudian 820 dengan support di level 790, cut loss jika break 780.
XISC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 734 kemudian 739 dengan support di level 726, cut loss jika break 722.
XIHD (Buy) : Target kenaikan harga pada level 518 kemudian 521 dengan support di level 512, cut loss jika break 509.
XISR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 417 kemudian 420 dengan support di level 411, cut loss jika break 408.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9l32
Bandarmologi Saham ASII, JPFA, BBRI, PWON, ITIC
Wednesday (15/01/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)
IDX Composite 6,280 - 6,373
SUMMARY: STRONG BUY
11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): BUY
STOCH (9,6): NEUTRAL
MACD(12,26): BUY
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): BUY
CCI (14): BUY
HIGHS/LOW (14): BUY
VO: BUY
ROC: BUY
WILLIAMS R: OVERBOUGHT
BULLBEAR (13): BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
STOCKS PICK:
ASII 6,950 - 7,325
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
JPFA 1,635 - 1,700
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
BBRI 4,510 - 4,640
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
PWON 580 - 610
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
ITIC 2,490 - 2,660
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id
Analisa Saham AALI | 15 Januari 2020
Saham AALI pada tanggal 14 Januari 2020 ditutup melemah pada harga 13200, turun -3,64%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 178% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold ke bawah. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan pelemahan lebih lanjut.
Rekomendasi :
Sell if Breakdown 13200
Jika turun di bawah 13200 maka berpeluang ke 13100
Jika naik di atas 14100 maka berpeluang ke 14675
www.sahamonline.id
Disclaimer ON
Analisa Saham ITMG | 15 Januari 2020
Saham ITMG pada tanggal 14 Januari 2020 ditutup melemah pada harga 13300, turun -0,37%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 80% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area overbought ke arah bawah. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.
Rekomendasi :
HOLD, berpotensi sideways dalam waktu dekat ini.
Jadi bisa jual dulu, atau nambah ketika koreksi.
Jika naik di atas 13625 maka berpeluang ke 13800-15000
Jika turun di bawah 12750 maka berpeluang ke menutup gap di bawahnya 12050-12200
Disclaimer ON
Analisa Saham PTPP di Ujung Konsolidasi | 15 Januari 2020
Saham PTPP berada di ujung konsolidasi. Pada tanggal 14 Januari 2020 ditutup melemah pada harga 1695, naik -0,29%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 102% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan-overbought dengan arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan konsoldasi.
Rekomendasi :
BUY if Break 1730
Jika naik di atas 1730 maka berpeluang ke 1750-1855 (menutup Gap)
Jika turun di bawah 1675 maka berpeluang ke 1610
Disclaimer ON
Analisa Saham ACES | 15 Januari 2020
Saham ACES pada tanggal 14 Januari 2020 ditutup menguat pada harga 1590, naik 6,71%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 442% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area overbought. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan naik.
Rekomendasi :
BUY, atau nunggu koreksi dulu di 1525-1590
Berpeluang ke 1635
Jika turun di bawah 1525 maka berpeluang ke 1395
Disclaimer ON
Analisa Saham ASII | 15 Januari 2020
Saham ASII pada tanggal 14 Januari 2020 ditutup menguat pada harga 7175, naik 3,61%., breakout resistance sebelumnya yaitu 7025 Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 139% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area overbought dan rawan koreksi. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan BULLISH.
Rekomendasi :
BUY atau nunggu koreksi dulu area 7025-7175
Berpeluang ke 7300
Jika turun di bawah 7025 maka berpeluang ke 6675
Disclaimer ON
Langganan:
Postingan (Atom)







