Saham TOWR | Sarana Menara Jawara Pemilik Menara


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) menjual 3.100 unit menara telekomunikasinya, kepemilikan menara tiga perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia juga akan turut berubah. Emiten dengan kode saham ISAT ini akan menjual dan menyewa kembali 2.100 unit ke PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan 1.000 unit ke PT Dayamitra Teknologi (Mitratel).

Setelah transaksi ini selesai, maka kepemilikan menara terbanyak akan diisi oleh PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang merupakan induk usaha Protelindo. TOWR akan memiliki 19.233 unit menara, naik dari jumlah per September 2019 yang sebanyak 18.233 unit.

Selanjutnya, peringkat kedua akan ditempati oleh Mitratel yang merupakan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Perusahaan ini akan memiliki 15.800 unit menara, bertambah dari jumlah saat ini yang sebanyak 13.700 menara.

Seakan tak mau ketinggalan, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) yang kalah dalam lelang jual-beli menara ISAT ini, tercatat memiliki 15.396 menara per September 2019.

Memang, Moody's Investors Service dalam riset yang dirilis Jumat (15/11) menyatakan, akuisisi 1.000 menara Indosat oleh Protelindo akan menjadikan perusahaan ini menggenggam 20% pangsa pasar industri menara telekomunikasi di Indonesia. Pasalnya, Moody's mencatat, rasio sewa menara yang diakuisisi ini mencapai 1,9 kali, jauh lebih tinggi dari rasio sewa perusahaan menara independen terkemuka di Indonesia, yakni 1,6 kali-1,7 kali.

Kepala Riset Bahana Sekuitas Lucky Ariesandi menambahkan, pembelian menara ini membuat TOWR  tidak lagi sepenuhnya bergantung pada penyewaan menara Hutchinson. Hal ini juga akan mengurangi konsentrasi basis pelanggannya dengan penambahan yang signifikan pada sewa Indosat dan Telkomsel.

Dengan pembelian ini, Bahana Sekuritas memperkirakan pendapatan bersih TOWR akan meningkat sekitar Rp 49 miliar per tahun. Oleh karena itu, Bahana merekomendasikan buy atas saham TOWR dengan target harga Rp 780 per saham. Hari ini, harga saham TOWR naik 2,24% ke Rp 685 per saham.

Saham AKRA | PT AKR Corporindo Tbk Siap Salurkan BBM Solar Bersubsidi 2020


Liputan6.com, Jakarta PT AKR Corporindo Tbk (AKR) siap menyalurkan kembali BBM solar bersubsidi pada 2020, setelah menghentikan penyaluran sumber energi tersebut, sejak Mei 2019.

Presiden Direktur AKR Haryanto Adikoesoemo mengatakan, AKR tetap mendukung program pemerintah dalam menyalurkan BBM kepada masyarakat.

AKR siap mulai kembali menyalurkan solar subsidi di 2020. Penyaluran melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (SPBKB) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di berbagai wilayah di Indonesia.

"AKR kembali BBM Bersubsidi melalui outlet-outlet kami sesuai tujuan utama yaitu mendukung program pemerintah dalam penyaluran energi yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Haryanto, di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Sejak Mei 2019, AKR menghentikan sementara penyaluran BBM bersubsidi karena alasan perubahan formula harga yang ditetapkan tidak ekonomis bagi Perusahaan.

Di sisi lain, pemerintah telah menugaskan AKR selama 5 tahun sejak 1 Januari 2018 sampai dengan 2022. Dan mulai 2020 AKR dapat kembali menyalurkan BBM bersubsidi bagi masyarakat.

Sejak Penugasan Jenis BBM Tertentu (JBT) pertama kali oleh BPH Migas di tahun 2010, hingga saat ini AKR sudah memiliki lebih dari 135 outlet SPBKB dan SPBN yang tersebar di 75 Kabupaten Kota dan 12 Propinsi.

Lokasinya yaitu di Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali.

Di dalam mendirikan lembaga penyalur, AKR sejak awalnya tidak hanya membangun outlet SPBKB dan SPBN di wilayah yang ramai, namun juga di daerah-daerah yang jauh dan sulit, untuk melayani dan memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat.

Saham ARTI | PENDAPATAN RATU PRABU ALAMI PENURUNAN JADI Rp142,69 MILIAR


IQPlus, (22/11) - PT Ratu Prabu Energy Tbk (ARTI) alami penurunan pendapatan bersih menjadi Rp142,69 miliar hingga periode 30 September 2019 dari pendapatan bersih Rp259,86 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, laba bruto turun menjadi Rp30,43 miliar dari laba bruto Rp114,78 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Beban umum diderita Rp48,90 miliar naik dai beban umum Rp40,03 miliar dan membuat rugi operasional diderita Rp18,47 miliar dari laba operasional Rp74,75 miliar.

Rugi sebelum pajak penghasilan tercatat Rp18,10 miliar usai meraih laba sebelum pajak Rp23,56 miliar tahun sebelumnya. Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp6,28 miliar usai meraih laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp8,33 miliar.

Jumlah aset perseroan Rp3,54 triliun hingga periode 30 September 2019 naik dari jumlah aset Rp2,89 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham SMSM | SELAMAT SEMPURNA RAIH DIVIDEN INTERIM KEDUA ANAK USAHA


IQPlus, (22/11) - PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mendapatkan pendapatan dividen interim kedua tahun buku 2019 dari tiga anak perusahaannya yakni PT Panata Jaya Mandiri, PT Prapat Tunggal Cipta dan PT Selamat Sempana Perkasa.

Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan, nilai dividen diraih total sebesar Rp23,57 miliar dimana dari PT Panata Jaya Mandiri sebesar Rp9,10 miliar, PT Prapat Tunggal Cipta Rp10,02 miliar dan PT Selamat Sempana Perkasa Rp4,45 miliar.

PT Panata Jaya merupakan anak usaha yang bergerak di bidang manufaktur filter yang dikuasai 70% sahamnya oleh perseroan, sedangkan Prapat Tunggal Jaya di bidang trading sparepart yang dikuasai 99,99% sahamnya dan PT Selamat Sempana Perkasa di bidang manufaktur karet dan komponen otomotif yang dikuasai 99,99% sahamnya oleh perseroan. (end)

Saham BUMI | GRUP BUMI PERINGKAT TERTINGGI UNTUK PNBP 2018


IQPlus, (22/11) - PT BUMI Resources Tbk. (BUMI) melalui anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (Arutmin) meraih penghargaan dari Indonesian Mining Association (IMA) Awards 2019 untuk Pembayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Terbesar tahun 2018 dengan nilai total Rp8,4 Triliun.

Malam apresiasi IMA Awards 2019 dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen dan kinerja terbaik Perusahaan-Perusahaan Tambang di Indonesia yang tergabung dalam IMA di Ballroom Ritz-Carlton Hotel, Jakarta pada tanggal 20 November 2019. Acara ini dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Arifin Tasrif, Sekretaris Kabinet Indonesia Maju, Pramono Anung beserta pejabat-pejabat dari Kementerian ESDM, Sekretariat Kabinet dan juga perwakilan perusahaan tambang anggota IMA.

Presiden Direktur BUMI dan KPC, Saptari Hoedaja menyatakan berbahagia dan senang atas penghargaan yang diberikan pada ajang IMA awards 2019 tersebut, "Penghargaan ini menjadi bukti bahwa BUMI dan unit usaha memiliki komitmen untuk terus mematuhi hukum dan peraturan di Indonesia. BUMI adalah penyumbang terbesar ke kas Negara . tertinggi di Indonesia dalam hal royalti, dan juga devisa hasil ekspor, serta termasuk dalam pembayar pajak terbesar di Indonesia . dan Perseroan berfokus dalam memanfaatkan penggunaan produk domestik," ujar Saptari. (end)

Saham PPRE | INI TARGET PP PRESISI DI TAHUN 2020 MENDATANG


IQPlus, (22/11) - Emiten alat berat, PT PP Presisi Tbk (PPRE) yang merupakan anak usaha PT PP (Persero) ini mematok pertumbuhan kontrak baru pada 2020 mendatang sebesar 20 hingga 30 persen secara tahunan.

Direktur Keuangan PP Presisi, Benny Pidakso mengungkapkan bahwa, kontrak tersebut akan disumbang paling banyak di sektor konstruksi atau civil work akan paling banyak berkontribusi terhadap kontrak kerja.

"Kami akan masuk ke sektor penambangan nikel sebagai kontraktor nikel, smelter, dan infrastruktur pertambangan. Tambang nikel cocok dengan perusahaan karena kapasitas kecil, tidak besar seperti batu bara," kata dia di Jakarta, Kamis.

Nantinya, posisi perseroan dalam proyek Nikel ada di bawah PTPP sebagai main contractor. PP Presisi sebagai sub contractor tugasnya mengejarkan proyek infrastruktur, pembangunan jalan, fondasi dan lainnya.

Benny mengatakan, potensi di tambang nikel masih sangat positif yang didukung oleh kesepakatan antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dan Asosiasi Perusahaan Pengolahan dan Pemurnian (AP3I) menyetujui harga nikel lokal dipatok di USD 30 per metrik ton.

"Harga tersebut sudah sangat bagus untuk Nikel terutama yang dijual ke smelter lokal," ucapnya.

Pihaknya pun mengakui, telah kantongi proyek berjalan di sektor ini yakni di Kolaka, selain itu juga ada yang dalam proses pitching di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Namun, pihkanya masih enggan menyebutkan dengan siapa proyek ini dijalankan.

Dengan adanya pertumbuhan kontrak tersebut, perseroan akan mematok pertumbuhan pendapatan dan laba dengan angka yang sama. .Kemungkinan besar di 2020 pendapatan dan laba bisa tumbuh 20 persen-30 persen yoy,. sebut Benny.

Sementara tahun ini, perseroan akan menargetkan sebesar Rp 5,8 triliun atau tumbuh 12 persen dibandingkan tahun lalu. Hingga triwulan III 2019, raihan kontrak baru mencapai Rp 2,9 miliar. Meskipun masih tersisa Rp 3 triliun, PP Presisi optimisitis mampu merealisasikan target tersebut. (end/fu)

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | MDKA, SIDO, SSIA, TOWR


Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 22 November 2019.

IHSG ditutup menurun sebesar -37,74 poin (-0.61%) menuju level 6.117,36 pada perdagangan hari Kamis 21 November 2019 kemarin. Aksi profit taking dan sentimen negatif bursa Asia membuat IHSG tersungkur lagi. Namun keputusan BI menahan suku bunga nampaknya berhasil mengembalikan kepercayaan diri investor terhadap saham perbankan. Penguatan ini bisa terjadi untuk jangka pendek dan di saat bersamaan beberapa saham 3rd liner mulai pulih dan menguat kembali sehingga perdagangan hari ini diperkirakan akan lebih volatile. Indikator Stochastic menunjukkan IHSG memasuki masa jenuh.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menurun dalam range 6.100 s/d 6.200.

MDKA
Sideways Trend: Bergerak dalam tren sideways dengan rentang harga pada 1020 s/d 1115.
Rekomendasi: Trading dalam range 1020 s/d 1115.
Support: 1020.
Resistance: 1115.

SIDO
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20, menjadi indikasi penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 1220 s/d 1250, TP 1280 s/d 1300, stop loss <1195 .="" p="">Support: 1195.
Resistance: 1280.

SSIA
Technical Pattern: Membentuk pola shooting star. Berpotensi koreksi dengan support terdekat pada MA5 (695).
Rekomendasi: Buy on support 695, TP 750, stop loss <690 .="" p="">Support: 695.
Resistance: 725 s/d 750.

TOWR
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20 pada 655, mengindikasikan penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 665 s/d 685, TP 700 s/d 750, stop loss <650 .="" p="">Support: 650.
Resistance: 700.

Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas

Rekomendasi Saham Mirae Asset | DMAS, TLKM, JSMR


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Nov 22, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,117.36 (-0.61%), consolidation, trading range 6,087 – 6,134. Indikator MFI optimized masih cenderung naik namun  W%R optimized dan indikator RSI optimized relatif turun. Pada periode weekly indikator MFI optimized ,indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area dan mulai terlihat tanda-tanda bottom reversal yang signifikan. Daily support di 6,087 dan resistance di 6,134. Cut loss level di 6,071.

DMAS Daily, 306 (-2.55%) buy on weakness, trading range 304 – 314. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized  sudah berada di oversold area. Daily support  di  304  sementara itu daily resistance  di 314. Cut loss level  di  300.

TLKM Daily, 4,020 (-1.47%), buy on weakness, trading range 3,920 – 4,130. indikator MFI optimized ,indikator W%R optimized dan RSI optimized sudah berada di oversold area, Weekly support  di 3,920 sementara itu weekly resistance  di 4,130. Cut loss level  di  3,880.

JSMR Daily  , 5,150 (+1.48%), buy on weakness, trading range 4,975 – 5,325. Indikator MFI optimized, W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan weekly support di 4,975 dan weekly resistance di 5,325. Cut loss level di 4,875.

Rekomendasi Saham IPOT | WTON, MEDC, BTPS


IHSG (6.090-6.145) : indeks harga saham gabungan diprediksi melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 6.090 kemudian 6.065 dengan resist di level 6.145 dan 6.165.

WTON (Buy) : Target kenaikan harga pada level 446 kemudian 458 dengan support di level 422, cut loss jika break 410.

MEDC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 675 kemudian 695 dengan support di level 650, cut loss jika break 635.

BTPS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.950 kemudian 4.000 dengan support di level 3.850, cut loss di level 3.800.

XIHD (Sell ) : Target pelemahan harga pada level 487 kemudian 484 dengan resist di level 493 dan 497.

XISR (Sell) : Target pelemahan harga pada level 391 kemudian 389 dengan resist di level 396 dan 398.

XBNI (Sell) : Target pelemahan harga pada level 1.075 kemudian 1.066 dengan resist di level 1.093 dan 1.101.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7np0

Analisa Saham ASII dan MYOR

Saham ASII


Daily (Rp6.600) (RoE: 11,45%; PER: 12,59x; EPS: 522,40; PBV: 1,44x; Beta: 1,53). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi:
"Akumulasi Beli" pada kisaran Rp6.500-6.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp6.675, 6.775, 6.950, 7.250 dan 7.600. Support: Rp6.400 dan 6.250.

Saham MYOR


Daily (Rp2.150) (RoE: 15,74%; PER: 32,80x; EPS: 65,24; PBV: 5,15x; Beta: 0,27). Pergerakan harga telah menguji beberapa garis MA-10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. 

Rekomendasi:
"Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.110-2.150, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.210, 2.350 dan 2.520. Support: Rp2.110 dan 2.080.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham SRIL | Seize the Moment


Analisa Fundamental

SRIL mencatatkan pendapatan pada 3Q19 sebesar USD263 juta (-16,3% QoQ. +19,6% YoY) sehingga membawa pendapatan kumulatif pada 9M19 menjadi USD895 juta (+17,2% YoY). Hal ini didorong oleh meningkatnya penjualan ekspor menjadi USD535 pada 9M19 (+31,8% YoY), yang didominasi dari kawasan Asia sebesar USD323 juta (+4,6% YoY). Untuk kawasan Eropa, Amerika, dan Afrika tercatat meningkat menjadi USD81 juta (+60,9% YoY), USD73 juta (+191,4% YoY), dan USD56 juta (+179,1% YoY) secara berurutan. Penjualan domestik tercatat stagnan pada 9M19 di USD361 juta (+0,7% YoY) yang diakibatkan oleh penurunan performa di segmen yarn dan greige di 3Q19, menjadi USD157 juta (-4,7% YoY) dan USD28 juta (-17,9% YoY) secara berurutan. Laba bersih pada 3Q19 tercatat menurun menjadi USD9 juta (-74,5% QoQ, +35,7% YoY) sehingga membawa laba bersih pada 9M19 menjadi USD72 juta (+2,4% YoY), dimana penurunan laba lebih disebabkan oleh meningkatnya utang serta biaya bunga. Kami masih merekomendasikan BUY namun menurunkan target harga ke Rp320, setara 20% discount ke regional peers (implied PE 2020: 4,4x), karena: (1) potensi peningkatan pendapatan dari pasar ekspor, khususnya US sebagai dampak dari perang dagang dengan China, (2) pasar tekstil domestik yang diperkuat oleh safeguard, dan (3) valuasi yang atraktif dibandingkan ke regional peers.

*transfer coverage from Nugroho R. Fitriyanto to Ishlah Bimo Prakoso

Pendapatan meningkat didorong oleh produk ekspor. SRIL membukukan pendapatan pada 3Q19 sebesar USD263 juta (-16,3% QoQ, +19,6% YoY) sehingga membawa pendapatan sampai 9M19 menjadi USD895 juta (+17,2% YoY) in line dengan estimasi (PANS: +79,8%, Cons: 83,0%, rata-rata 5 tahun: 74,3%). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan penjualan ekspor di 9M19 menjadi USD535 juta (+31,7% YoY; 59,7% dari total pendapatan), seperti: (1) Asia, USD323 juta (+4,6% YoY), (2) Eropa, USD81 juta (+60,9% YoY), (3) US dan Amerika Latin, USD73 juta (+191,4% YoY), serta (4) Afrika, USD56 juta (+179,1% YoY). Berdasarkan segmen, produk fabric dan garment adalah faktor utama dari pendorong kenaikan ekspor dengan jumlah USD151 juta (+29,3% YoY; 28,2% dari total pendapatan) dan USD152 juta (+49,8% YoY; 28,4% dari total pendapatan) secara berurutan. Kami melihat adanya perang dagang antara China dan US menjadi peluang bagi perseroan, di saat US yang menaikan tarif impor tekstil dari China. Sehingga, perseroan dapat mengisi sebagian pasar tekstil US pasca tarif yang dikenakan.

Pendapatan domestik relatif stagnan. Dari penjualan domestik, hingga 9M19 cenderung stagnan di USD361 juta (+0,7% YoY, 40,3% dari total pendapatan). Hal ini disebabkan oleh penurunan di 9M19 untuk segmen yarn dan greige menjadi USD157 juta (-4,7% YoY; 43,5% dari total pendapatan) dan USD28 juta (-17,9% YoY; 7,7% dari total pendapatan). Kami melihat penurunan pendapatan ini disebabkan oleh persaingan dari produk impor China yang meningkat sebagai dampak dari menurunnya ekspor China ke US. Untuk 2020, kami melihat ancaman produk impor dapat mereda didorong oleh respon Kemenkeu untuk menerapkan safeguard bagi produk tekstil khusunya untuk lini hulu yang telah berlaku sejak tanggal 9 November 2019. Produk tersebut meliputi: (1) Produk benang dengan tarif Rp1.405/kg, (2) produk kain dengan tarif Rp1.318/meter hingga Rp9.521/meter, dan (3) produk turunan tekstil selain pakaian dengan tarif Rp41.083/kg. Kami melihat kebijakan tersebut dapat memperkuat penjualan domestik tekstil lini hulu seperti benang katun dan kain. Untuk SRIL tentunya hal ini merupakan katalis positif dimana lini hulu benang katun dan kain menyumbang 51,2% dari total pendapatan domestik pada 9M19.

Laba bersih terhambat beban bunga. Di 3Q19 SRIL mencatatkan laba bersih sebesar USD9 juta (-74,5% QoQ, -36,7% YoY) setara dengan laba bersih 9M19 di USD72 (+2,4% YoY) di bawah estimasi kami (PANS: 67,7%, Cons: 74,2% rata-rata 5 tahun: 73,3%). Penurunan laba di 3Q19 disebabkan oleh meningkatnya beban bunga, tercatat sebesar Rp62 miliar (+22,9% YoY) karena naiknya utang berbunga ke USD773 juta (+10,1% YoY). Net gearing tercatat flat di 1,1x (9M18: 1,2x) dimana angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan peers (domestik: 1,0x, regional: 0,8x).

Revisi penurunan laba bersih. Kami merevisi laba bersih di 2019/2020 sebesar -14,9%/-13,5%. Revisi ini didasari oleh meningkatnya kombinasi dari kenaikan interest bearing liabilities dan cost of borrowing sepanjang tahun 2019 yang berdampak terhadap bottom line perseroan.

Rekomendasi:

Merekomendasikan BUY namun menurunkan TP: ke Rp320. karena: 
(1) Potensi peningkatan pendapatan dari pasar ekspor, khususnya US sebagai dampak dari perang dagang dengan China, 
(2) Pasar tekstil domestik yang diperkuat oleh safeguard, dan 
(3) Valuasi yang atraktif dibandingkan ke regional peers. Sehingga, kami masih merekomendasikan BUY namun menurunkan TP: ke Rp320, setara 20% discount ke regoinal peers (implied PE 2020: 4,4x).

Best Regards,
Panin Sekuritas

Analisa Saham PTBA dan PGAS

Saham PTBA


Pergerakan harga saham PTBA berada dalam tren bearish di jangka pendek, dengan syarat tidak tembus level Rp 2.190 per saham. PTBA saat ini berada di wave [ii] dari wave C, dimana harga berpotensi untuk terkoreksi terlebih dahulu. Pelemahan ini juga didukung indikator MACD dan Stochastic yang juga bergerak melemah.

Baca juga: Cara Membaca MACD

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 2.190
Resistance: Rp 2.670
Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

Saham PGAS


Daily (Rp1.970) (RoE: 5,20%; PER: 19,64x; EPS: 100,83; PBV: 1,02x; Beta: 1,86). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 


Rekomendasi:
"Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.960-1.980, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.020, 2.085, 2.170, 2.370 dan 2.565. Support: Rp1.870 dan 1.775.
PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham BBRI dan WIKA

Saham BBRI


Pergerakan harga saham BBRI menunjukkan posisi breakout resist dengan moving average (MA)100 mengalami akumulasi volume untuk reversal fase bearish menjadi bullish, dan menguji resist upper line bollinger. Sedangkan untuk indikator RSI masih berada di area positif di level 58, begitu juga dengan stochasic yang berada di level 72.


Rekomendasi: Buy
Support: Rp 4.170
Resistance: Rp 4.340
Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas

Saham WIKA


WIKA menguji minor resist linenya di kisaran 2050. Jika level ini dapat dilampaui, WIKA berpeluang menguat ke area resisten utama di 2170. Level ini akan menjadi area penentuan pergerakan WIKA kedepan. Jika mampu dilampaui, WIKA berpeluang bergerak dalam tren naik barunya menuju 2400 dengan minor target 2250. MACD yang telah golden cross menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan positif.

Baca juga: Cara Membaca MACD

Rekomendasi: 
Buy jika break 2150. Stoploss level 1880
https://galerisaham.com/wika-berpeluang-memulai-tren-naiknya-jika-hal-ini-terpenuhi/

Analisa Saham BSDE dan SMRA

Saham BSDE


Daily (Rp1.350) (RoE: 12,44%; PER: 6,35x; EPS: 217,98; PBV: 0,79x; Beta: 1,59). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Baca juga: Pengertian PER

Rekomendasi:
"Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.350-1.360, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.420, 1.500, 1.690 dan 1880. Support: Rp1.310.

Saham SMRA


Daily (Rp1.070) (RoE: 4,50%; PER: 36,73x; EPS: 29,13; PBV: 1,66; Beta: 2,19). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 


Rekomendasi:
"Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.050-1.070, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.090, 1.245, 1.400 dan 1.555. Support: Rp1.050 dan 1.010.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham TOWR dan ERAA

Saham TOWR


TOWR berpeluang untuk kembali menguat dengan membentuk pola bullish double bottoms. Pola ini menandakan jika TOWR mampu menguat menembus resisten 700, maka TOWR berpeluang untuk memasuki fase uptrendnya dengan target pertama di 750. Jika target pertama terlewati, selanjutnya TOWR berpeluang terus menguat menuju target kedua di 780.


Rekomendasi: 
Trading buy kalau naik di atas 700 target pertama di 750 dan target kedua di 780.
http://www.doktermarket.com/2019/11/towr-berpeluang-kembali-menguat.html

Saham ERAA


Kegagalan ERAA menguat menembus resisten konsolidasi berakhir anomali dengan penembusan support. Posisi harga saat ini bisa dibilang di area support previous low, namun perlu diwaspadai jika tidak mampu bertahan di atas 1520. Jika hal ini terjadi, ERAA berpeluang melemah menuju 1185 dengan minor target 1395. Jika momentum penurunan tetap kuat, bukan tidak mungkin saham ini melemah menuju ke bawah 1000, yakni di 880.


Rekomendasi: 
Sell on strength.
https://galerisaham.com/eraa-kembali-ke-bawah-1000/

Analisa Saham ADHI dan PTPP

Saham ADHI


Daily (Rp1.205) (RoE: 7,09%; PER: 9,23x; EPS: 130,08; PBV: 0,65x; Beta: 1,65). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Baca juga: Cara Membaca Bollinger Bands

Rekomendasi:
"Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.190-1.210, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.270, 1.325, 1.550, 1.775 dan 2.000. Support: Rp1.100.

Saham PTPP


Daily (Rp1.545) (RoE: 4,38%; PER: 13,22x; EPS: 117,22; PBV: 0,58x; Beta: 1,82). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 


Rekomendasi:
"Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.540-1.550, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.600 dan 1.775. Support: Rp1.520.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Bandarmologi Saham BRPT, BBTN, TOWR, PZZA, SRTG


Friday (22/11/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,079 - 6,171

SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: BUY
ROC: SELL
WILLIAMS R: SELL
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION   


STOCKS PICK:


BRPT 1,165 - 1,255

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


BBTN 2,040 - 2,230

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


TOWR 664 - 700

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


PZZA 1,160 - 1,200

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


SRTG 3,680 - 3,890
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id