EKSPANSI BISNIS, AMRT SIAP LEPAS SAHAM MELALUI RIGHTS ISSUE


PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal melalui penambahan modal lewat Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Dalam prospektus ringkasnya, yang di publikasikan, Selasa (4/5), disebutkan bahwa emiten peritel bersandikan saham AMRT ini berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 5 juta saham dengan nilai nominal Rp10 per lembarnya dalam aksi korporasinya tersebut.

"Dana hasil rights issue, akan dipergunakan untuk investasi ke perusahaan teknologi dalam rangka mendukung kegiatan usaha utama dan/atau belanja modal untuk pengembangan kegiatan usaha baru,"tulis Manajemen AMRT.

Adapun periode pelaksanaan HMETD disebut tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilakukan pada 6 Mei 2021.

Kemudian, untuk pemegang saham perseroan yang tidak menggunakan haknya untuk memesan saham baru dalam penambahan modal dengan HMETD akan terdilusi sebesar maksimum 10,75 persen. (end)

Sumber: IQPLUS

TUNAS BARU LAMPUNG RAIH LABA Rp174,54 MILIAR HINGGA MARET 2021


PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) meraih laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp174,54 miliar hingga periode 31 Maret 2021 naik dari laba Rp101,42 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, Pendapatan usaha diraih sebesar Rp3,49 triliun naik dari Rp2,76 triliun tahun sebelumnya.

Laba bruto diraih sebesar Rp721,42 miliar naik dari laba bruto Rp651,30 miliar

Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp226,32 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp138,31 miliar.

Sedangkan total liabilitias mencapai Rp13,47 triliun hingga periode 31 Maret 2021 turun dari total liabilitias Rp13,54 triliun hingga periode 31 Desember 2020.

Total aset perseroan hingga periode 31 Maret 2021 sebesar Rp19,54 triliun naik dari total aset Rp19,43 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end)

Sumber: IQPLUS

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT "idA" UNTUK OBLIGASI PTPP YANG AKAN JATUH TEMPO


PEFINDO menegaskan peringkat "idA" untuk Obligasi Berkelanjutan II tahun 2018 Seri A yang diterbitkan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) senilai Rp 1.040 miliar yang akan jatuh tempo pada 6 Juli 2021. Perusahaan berencana untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo menggunakan hasil dari rencana aksi korporasi. Kami juga mencatat bahwa PTPP memiliki fleksibilitas keuangan yang relative lebih kuat untuk mendukung rencananya dalam membayar obligasi yang akan jatuh tempo.

Pada tanggal 31 Desember 2020, PTPP memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan sebesar Rp 8.723,9 miliar. Selain itu, PTPP juga memiliki saldo kas sebesar Rp 7.512 miliar

Efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah kuat. Walaupun demikian, kemampuan emiten mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan emiten yang peringkatnya lebih tinggi.

Didirikan pada tahun 1953, PTPP adalah salah satu perusahaan konstruksi dan teknik, pengadaan, dan konstruksi (EPC) terbesar di Indonesia. Ini berkembang ke sektor properti, realty, pracetak, serta penyewaan alat berat dan investasi di sektor energi dan infrastruktur. Per 31 Desember 2020, pemegang sahamnya adalah pemerintah Indonesia (51,0%), Koperasi Karyawan (Kopkar) (0,07%), dan publik (48,93%). (end)

Sumber: IQPLUS

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT "idBBB-" UNTUK OBLIGASI PPRO YANG AKAN JATUH TEMPO


PEFINDO menegaskan peringkat "idBBB-" untuk Obligasi I Tahun 2016 Seri B senilai Rp400 miliar dan Obligasi I Tahap I Tahun 2018 Seri A senilai Rp523 miliar yang jatuh tempo di bulan Juli 2021 yang diterbitkan oleh PT PP Properti Tbk (PPRO). PPRO berencana untuk melunasi Obligasi yang jatuh tempo tersebut menggunakan pinjaman dari pemegang saham, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP). PPRO telah memiliki perjanjian pendahuluan dengan PTPP untuk menerima pinjaman pemegang saham senilai Rp4 triliun. Per 31 Maret 2021, PPRO memiliki kas dan setara kas senilai Rp429,8 miliar.

Obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi. Tanda Kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

Peringkat Perusahaan mencerminkan posisi PPRO yang cukup penting bagi induk usahanya, PT Pembangunan Perumahan (Persero Tbk, kualitas aset yang baik, dan lokasi properti yang relatif terdiversifikasi. Namun, peringkat dibatasi oleh leverage keuangan yang tinggi, proteksi arus kas dan likuiditas yang lemah, proporsi pendapatan berulang yang terbatas, dan sensitivitas terhadap perubahan kondisi makro ekonomi.

PPRO mulai beroperasi pada tahun 1991 sebagai divisi properti PTPP dan didirikan sebagai entitas terpisah pada bulan Desember 2013. PPRO mengembangkan dan menjual apartemen dan perumahan, serta menghasilkan pendapatan berulang dari hotel dan mal. Per tanggal 31 Desember 2020, pemegang saham PPRO adalah PTPP (64,96%), publik (34,97%), dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (0,07%). (end)

Sumber: IQPLUS

TINGKATKAN KERJASAMA BISNIS, BSI GANDENG PT KAI DAN ANAK USAHA JASA MARGA


PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tandatangani nota kesepahaman dengan PT Kereta Api Indonesia dan anak usaha Jasa Marga yaitu PT Jasa Marga Related Business. Kerjasama ini merupakan bentuk sinergi bersama BUMN dalam membangun negeri.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BSI dan KAI terkait dengan pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah sebagai bentuk nyata dalam mendorong penguatan sektor perekonomian di bidang transportasi. Hadir dalam acara kerjasama dengan KAI yaitu Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero), Salusra Wijaya; dan Wakil Direktur Utama 1 Bank Syariah Indonesia, Ngatari.

Wakil Direktur Utama 1 Bank Syariah Indonesia, Ngatari mengatakan dengan kerjasama ini diharapkan bisa memberikan akses pertumbuhan bisnis di berbagai lini usaha, seperti dalam pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah, edukasi keuangan syariah, pelayanan prima serta kerja sama lainnya yang mendorong potensi bisnis yang lebih berkembang. .Hal ini diharapkan sebagai sebagai bentuk nyata dalam mendorong penguatan sektor perekonomian di bidang transportasi,. kata Ngatari.

Dalam hal ini, BSI diharapkan menjadi mitra yang mampu memberikan layanan perbankan syariah yang modern, inklusif, dan dilengkapi layanan digital untuk berbagai sektor perekonomian bangsa, salah satunya PT KAI (Persero) yang menjadi penyokong transportasi yang telah menghubungkan antar daerah di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, dilangsungkan penandatangan Nota Kesepahaman Kerja Sama PT Bank Syariah Indonesia dengan PT Jasa Marga Related Business. Hal ini terkait dengan penyaluran pembiayaan untuk UMKM di rest area melalui aplikasi Travoy (Travel With Comfort and Joy) 3.0. milik Jasa Marga. Hadir Direktur Utama PT Jasamarga Related Business, Cahyo Satrio; Direktur Bisnis Komersial PT Jasamarga Related Business, Imad Zaky Mubarak; dan Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia, Kokok Alun Akbar.

Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia, Kokok Alun Akbar sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, Bank Syariah Indonesia sebagai Bank Syariah terbesar di Indonesia merasa bangga menjadi bagian dari upaya untuk pemberdayaan UMKM di Indonesia.

.Segmen UMKM menjadi salah satu fokus Bank Syariah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem halal yang bermanfaat bagi umat. Kedepannya, Bank Syariah Indonesia juga mempersiapkan rencana optimalisasi pengelolaan aset dan potensi pengembangan layanan transaksi dan pembiayaan pada rest area yang dikelola PT Jasa Marga Related Business,. kata Kokok Alun.

Bank Syariah Indonesia berharap kerjasama PT Bank Syariah Indonesia dengan PT Jasa Marga Related Business bisa menjadi katalis dalam peningkatan pemberdayaan UMKM di Indonesia, sehingga dapat terus berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

Selain itu kerjasama ini juga merupakan sebuah langkah awal bagi Bank Syariah Indonesia dalam menjadikan Ekonomi Syariah di Indonesia semakin kuat.

Hingga triwulan 1 tahun 2021, BSI mencatat realisasi pembiayaan sebesar Rp159,1 triliun naik 14,74% secara tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), BSI mencatat realisasi Rp205,5 triliun naik 14,3% secara tahunan atau year on year (yoy).(end)

Sumber: IQPLUS

LABA BERSIH BSDE MELONJAK 126,58% DI KUARTAL I-2021


PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia berhasil menorehkan lonjakan kinerja di tiga bulan pertama 2021.

Anggota kelompok pengembang terkemuka Sinar Mas Land tersebut berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp588,29 miliar, melonjak 126,58% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 lalu,yakni Rp259,65 miliar.

"Pada tiga bulan pertama 2021, Laba Bersih sudah melampaui perolehan Laba Bersih FY2020 yang sebesar Rp281,7 miliar. Pertumbuhan kinerja penjualan dan strategi efisiensi biaya selama pandemi menjadi katalis positif kinerja kami., jelas Hermawan Wijaya Direktur BSDE memaparkan dalam siaran pers seperti dikutip Selasa.

Sepanjang Kuartal I - 2021, BSDE berhasil membukukan pertumbuhan Pendapatan Usaha sebesar 11,6% atau mencapai Rp1,67 triliun dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp1,49 triliun.

Pertumbuhan Pendapatan Usaha lebih besar daripada pertumbuhan Beban Pokok Penjualan, dimana pada Kuartal 1 - 2021 tercatat sebesar Rp446,75 miliar. Lebih rendah 1,30% ketimbang periode yang sama tahun 2020 yakni Rp452,65 miliar.

Dengan demikian Laba Kotor pada tiga bulan 2021 tercatat tumbuh 17,18% dari Rp1,04 triliun di Kuartal I - 2020 menjadi Rp1,22 triliun di Kuartal I - 2021.

Beban Usaha yang bersumber dari Penjualan, Umum dan Administrasi, serta Pajak Final pada Kuartal I - 2021 tercatat Rp476,25 miliar, lebih rendah 11,22% ketimbang total Beban Usaha pada periode yang sama tahun 2020 yakni sebesar Rp536,42 miliar.

Sehingga BSDE berhasil membukukan Laba Usaha Rp746,08 miliar, tumbuh 47,24% dibandingkan tahun lalu.

Pada akun Penghasilan (Beban) Lain-lain, BSDE membukukan penghasilan yang bersumber dari Keuntungan dari akuisisi saham Entitas Anak sebesar Rp149,9 miliar, sehingga Laba Sebelum Pajak tercatat Rp630,39 miliar.

Sepanjang tiga bulan pertama 2021, BSDE berhasil meningkatkan posisi Kas dan Setara Kas sebesar 14,36% dari Rp10,92 triliun pada Kuartal I - 2020 menjadi Rp12,48 triliun pada Kuartal - 2021, tumbuh 14,36%.

Salah-satu faktor penopang kenaikan posisi Kas berasal dari Penerimaan Kas dari Pelanggan yang tumbuh 75,1% menjadi Rp2,71 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp1,55 triliun. Sehingga Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi tercatat Rp1,48 triliun, tumbuh 981,78% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yakni Rp137,18 miliar.

Posisi aset juga menguat positif pada periode ini, BSDE tercatat mampu meningkatkan aset menjadi Rp62,96 triliun, tumbuh 3,45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp60,86 triliun.

"Kombinasi antara kas yang solid dan nilai aset yang tinggi akan memberikan ruang kepada BSDE untuk terus melakukan pertumbuhan yang berkelanjutan baik secara organik maupun anorganik. Terutama untuk menggarap proyek-proyek properti unggulan baik itu residensial, komersial maupun perkantoran," papar Hermawan Wijaya.

Ditambahkan, posisi gearing ratio per 30 Maret 2021 terus membaik dari 17,92% pada Kuartal I - 2020 menjadi 14,45%. Dengan gearing ratio di bawah 20%, BSDE memiliki risiko yang rendah bagi investor dan kreditur.

Dengan demikian posisi kas dan aset yang solid akan menjamin pengerjaan proyek-proyek properti yang pada tiga bulan pertama 2021, BSDE memiliki persediaan real estat (tanah dan bangunan yang siap dijual, dalam proses konstruksi maupun sedang dikembangkan) senilai total Rp11,42 triliun.

"Kami terus berupaya meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan termasuk pemegang saham melalui pembangunan yang berkelanjutan. Cadangan proyek dan land bank yang kami miliki akan menjamin kontinuitas proyek di tahun-tahun mendatang," tutup Hermawan Wijaya.(end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham PWON, SMRA, ITMG dan JSMR oleh Indopremier | 4 Mei 2021


IHSG (5.900 – 6.000) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.000 kemudian 6.050 dengan support di level 5.900 dan 5.850.

PWON (Buy) : Target kenaikan harga pada level 550 kemudian 560 dengan support di level 530, cut loss jika break 520.

SMRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.000 kemudian 1.020 dengan support di level 960, cut loss jika break 940.

ITMG (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 11.700 dengan resist di level 12.050 kemudian 12.225.

JSMR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 4.070 dengan resist di level 4.150 kemudian 4.200.


XCLQ (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 91 dengan resist di level 93 kemudian 94.

XISR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 348 dengan resist di level 355 kemudian 359.

XPFT (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 481 dengan resist di level 491 kemudian 496.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbt8w

Analisa Saham LSIP | 4 Mei 2021


Analisa Saham LSIP

Saham LSIP pada perdagangan tanggal 3 Mei 2021 ditutup pada harga 1325, mengalami kenaikan, yaitu 1,53% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 102% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan atas dengan arah bullish. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi :

Beli

Jika naik di atas 1375 maka berpotensi menuju 1430-1505

Jika turun di bawah 1290 maka berpotensi menuju 1275

Disclaimer: ON

https://www.youtube.com/channel/UCXM_s4ZsWIL835TdMZwPxXQ

www.sahamonline.id

Rekomendasi Saham ASSA, RAJA dan MAIN oleh Mirae Asset Sekuritas | 4 Mei 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Mei  04, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,952.6(-0.75%), test resistance at 5,980. Trading range 5,930 – 5,980. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung turun. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trend line. Daily support di 5,930 dan daily resistance di 5,980. Cut loss level di 5,900.

ASSA Daily, 2,120 (-1.85%), trading buy, trading range 2,060  – 2,200. Indikator MFI optimized dan RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support di 2,060 dan daily resistance di 2,200. Cut loss level di 1,980.

RAJA Daily,250 (-6.02%), trading buy, trading range 248 – 260. indikator MFI optimized dan indikator  RSI  optimized masih cenderung bergerak turun namun mulai terbatas. Daily support  di  248 dan daily resistance di 260. Cut loss level di 240.

MAIN Daily, 900 (+0.00%), sell on strength, trading range 880 – 935.  indikator MFI optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak naik namun mulai terbatas. Perkiraan daily support di 880 dan daily resistance terdekat di 935. Cut loss level di 870.

Ulasan Pasar Global | 4 Mei 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(May 4, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

'Pembukaan kembali' saham memberi S&P 500, Dow pijakan yang kuat, saham teknologi tertinggal

Indeks S&P 500 dan Dow berakhir lebih tinggi pada hari Senin di tengah musim pendapatan yang sebagian besar optimis, sementara Nasdaq berada di bawah tekanan dari penurunan di beberapa saham pertumbuhan terbang tinggi, karena rotasi ke dalam siklus dan "pembukaan kembali ekonomi" saham berlanjut.

Dow Jones naik 0,7% menjadi ditutup pada 34.113,23 poin. S&P 500 naik 0,27% menjadi 4.192,66. Nasdaq turun 0,48% menjadi 13.895,12.

Sektor S&P 500 yang sensitif terhadap ekonomi seperti kebutuhan pokok konsumen, energi, dan material mengungguli sektor saham pertumbuhan perumahan, termasuk layanan teknologi dan komunikasi. Persentase kenaikan terbesar di S&P 500 adalah perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes, yang naik 8%. Retail pakaian juga ditutup menguat, dengan saham Gap Inc melonjak 7,1% dan Foot Locker Inc naik 4,1%.

Eropa

Bursa Eropa ditutup lebih tinggi karena data positif, membuka kembali harapan

Bursa Eropa berakhir lebih tinggi pada hari Senin setelah Komisi Eropa menguraikan rencana untuk melonggarkan pembatasan COVID-19 pada pariwisata, sementara data pabrik dan penjualan ritel yang kuat dan musim pendapatan perusahaan yang kuat menambah optimisme.

Indeks STOXX 600 Eropa bertambah 0,6% menjadi 439,92.

Saham perjalanan dan rekreasi Eropa naik 0,2% setelah Komisi Eropa merekomendasikan membiarkan wisatawan asing dari lebih banyak negara memasuki blok tersebut, berharap dapat meningkatkan industri pariwisata yang dilanda musim panas ini. Tetapi keuntungan di sektor perjalanan terbatas karena liburan di pasar Inggris, mengingat bahwa saham Inggris merupakan bagian terbesar dari sektor tersebut. Liburan Inggris juga membuat volume perdagangan tipis di pasar Eropa.

Analisa Saham BTPS, ASSA dan JPFA | 4 Mei 2021

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)


Pergerakan BTPS saat ini berada dalam uptrend channel, dengan candle yang membentuk white candle mengindikasikan potensi terjadinya kenaikan lanjutan. Adapun, indikator stochastic bergerak downtrend dengan MACD histogram positif

Rekomendasi: Buy

Support: Rp 3.200

Resistance: Rp 3.870

Dimas Wahyu Putra, NH Korindo Sekuritas

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)


Pergerakan ASSA memperlihatkan munculnya three black crows pattern dengan MACD dan Stochastic menurun. Sementara indikator RSI menunjukkan pelemahan, namun volume perdagangan menurun. Besok menguji MA20 (2.070-2.080) sebagai area rebound.

Rekomendasi: Speculative buy

Support: Rp 2.070

Resistance: Rp 2.200

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)


Pergerakan JPFA menunjukkan pola candlestick membentuk hanging man, yang berindikasi bearish. Sementara indikator stochastic terlihat berada pada kondisi jenuh beli, sehingga membuka peluang koreksi dan ditopang oleh RSI yang mengindikasikan tren menurun. 

Rekomendasi: Hold

Support: Rp 2.000

Resistance: Rp 2.150

William Hartanto, Panin Sekuritas

Rekomendasi Saham BBNI, BNGA, INKP dan MNCN oleh Binaartha Sekuritas | 4 Mei 2021


Binaartha Sekuritas Daily

4 Mei 2021

oleh Nafan Aji

Bank Negara Indonesia (BBNI)

Saham BBNI ditutup di Rp 5.575. (RoE: 7.98%; PER: 10.86x; EPS: 515.60; PBV: 0.86x; Beta: 1.96). Pergerakan harga saham BBNI telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 5.500 – Rp 5.600, dengan target harga di level Rp 5.725, Rp 6.050, Rp 6.325, Rp 7.425 dan Rp 7.950. Support ada di Rp 5.450 dan Rp 5.200.

Bank CIMB Niaga (BNGA)

Saham BNGA ditutup di Rp 995. (RoE: 9.51%; PER: 6.25x; EPS: 160.82; PBV: 0.59x; Beta: 1.9).Pergerakan harga saham BNGA telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 980 – Rp 1.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.020, Rp 1.075, Rp 1.200 dan Rp 1.325. Support ada di Rp 980 dan Rp 950.

Indomobil Sukses International (IMAS)

Saham IMAS ditutup di Rp 1.060. (RoE: -6.78%; PER: -6.81x; EPS: -155.75; PBV: 0.46x; Beta: 2.05). Pergerakan harga saham IMAS telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 1.045 – Rp 1.060, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.100, Rp 1.130, Rp 1.200 dan Rp 1.270. Support ada di Rp 1.045 dan Rp 1.025.

Indah Kiat Pulp & Paper (INKP)

Saham INKP ditutup di Rp 9.075. (RoE: 6.92%; PER: 12.03x; EPS: 754.11; PBV: 0.83x; Beta: 1.86). Pergerakan harga saham INKP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 9.000 – Rp 9.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp 9.350, Rp 10.125, Rp 13.725 dan Rp 17.325. Support ada di Rp 8.600.

Media Nusantara Citra (MNCN)

Saham MNCN ditutup di Rp 960. (RoE: 12.79%; PER: 7.86x; EPS: 122.09; PBV: 1.00x; Beta: 1.76). Pergerakan harga saham MNCN telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada level Rp 950 – Rp 960, dengan target harga secara bertahap di Rp 980, Rp 1.060, Rp 1.160, Rp 1.390 dan Rp 1.620. Support ada di Rp 930 dan Rp 875.

Ramayana Lestari Sentosa (RALS)

Saham RALS ditutup di Rp 760. (RoE: -9.60%; PER: -15.74x; EPS: -48.28; PBV: 1.51x; Beta: 1.86). Pergerakan harga saham RALS telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 750 – Rp 760, dengan target harga secara bertahap di level Rp 775, Rp 845, Rp 920 dan Rp 990. Support ada di Rp 735 dan Rp 700.

Rekomendasi Saham ASII, TLKM, MEDC dan BBNI oleh MNC Sekuritas | 4 Mei 2021


 MNC Daily Scope Wave

4 Mei 2021

IHSG ditutup terkoreksi 0,7% ke level 5,952 pada perdagangan kemarin (3/5). Dengan terkoreksinya IHSG ke bawah 5,950, maka kami perkirakan IHSG akan menguji area 5,917-5,930. Apabila IHSG sanggup bertahan di atas 5,883, maka kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk mengarah ke area 6,020-6,030 kembali.

Support: 5,880, 5,735

Resistance: 6,115, 6,230

ASII - Buy on Weakness (5,425)

Pada perdagangan kemarin (3/5), ASII ditutup menguat 0,2% ke level 5,425. Kami perkirakan saat ini posisi ASII sedang berada di awal wave (v) dari wave [i] dari wave C, yang berarti pergerakan ASII selanjutnya akan berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Namun, skenario ini akan batal bila ASII terkoreksi ke bawah 5,325. 

Buy on Weakness: 5,375-5,425

Target Price: 5,675, 5,750

Stoploss: below 5,325

TLKM - Spec Buy (3,170)

Kemarin (3/5), TLKM ditutup terkoreksi 0,9% ke level 3,170. Kami memperkirakan selama TLKM masih mampu bertahan di atas 3,040, maka kami perkirakan saat ini pergerakan TLKM sudah berada di akhir wave [ii] dari wave 3 pada skenario hitam atau akhir wave 2 pada skenario merah. Hal ini berarti, koreksi TLKM akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Spec Buy: 3,100-3,170

Target Price: 3,330, 3,500

Stoploss: below 3,040

MEDC - Buy on Weakness (685)

MEDC ditutup menguat 2,2% ke level 685 pada perdagangan kemarin (3/5). Kami memperkirakan, saat ini pergerakan MEDC sedang berada di wave [iii] dari wave C dari wave (B). Hal ini berarti, meskipun MEDC terkoreksi namun akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 650-685

Target Price: 725, 740

Stoploss: below 620

BBNI - Sell on Strength (5,575)

BBNI ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 2,2% ke level 5,575. Kami memperkirakan saat ini BBNI sedang berada di wave [y] dari wave B, sehingga BBNI masih rawan terkoreksi. Adapun level koreksi BBNI diperkirakan berada pada rentang 5,250-5,400, selama BBNI tidak menembus support 5,250, maka level koreksi tersebut dapat dijadikan level buyback.

Sell on Strength: 5,600-5,750

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 4 Mei 2021


Stock futures are flat after a solid start to May

Stock futures held steady in overnight trading on Monday after a strong start to May as investors piled into shares that would benefit the most from an economic reopening.

Dow.......34113   +238.4     +0.70%

Nasdaq.13895   -67.6         -0.48%

S&P 500..4192  +11.5        +0.27%

 

FTSE...... .6970    closed    +0%

Dax........15237    +100.6   +0.66%

CAC........6308     +38.4      +0.61%


Nikkei...28813     closed    +0%

HSI........28358    -367.3     -1.28%

Shanghai .3447  closed    +0%

ST Times..3185  -33.5        -1.04%


IDX.....5952.60   -43.02      -0.72%

LQ45.....884.34  -9.38         -1.05%


Indo10Yr..6.6684   -0.0090       -0.13%

ICBI.....313.6414   +0.1116      +0.04%

US10Yr..1.6070     -0.0240        -1.47%

VIX............18.31    -0.30          -1.61%

  

USDIndx .....90.9450   -0.3350    -0.37%

Como Indx...200.85    +1.09       +0.55%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN..... .155.9£    +0.79      +0.51%


IndoCDS.....77.1035  -0.3024   -0.39%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14450.00       +5          +0.03%

Jisdor....14467.00   +14        +0.10%



Euro.........1.2020  -0.00040    -0.33%



TLKM........22.15     +0.09        +0.41%

(3204)

EIDO..........21.53     -0.11         -0.51%

EEM...........53.98    unch         +0%


Oil.............64.62      +1.04       +1.64%

Gold .......1793.00   +25.30     +1.43%

Timah....28352.50   closed     +0%

Nickel....17585.00   closed     +0%

 

Coal price.....92.80     +1.20     +1.31%

(May/Newcastle) 

Coal price......91.85    +1.10     +1.21%

(Jun/Newcastle)

Coal price....78.65      +1.20     +1.55%

(May/Rotterdam) 

Coal price.....78.80     +1.10     +1.42%

(Jun/ Rotterdam)

 

CPO(Jul)...4055        +186      +4.80%‼

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn.........679.50     +6.25      +0.93%

SoybeanOil..63.06   +0.67      +1.07%

Wheat...... .718.00   -16.75     -2.28%


Wood pulp.5250.00  unch      +0%


( DE/ Phintraco(AT)  04-05-21)