Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 6 September 2018

*Mirae Asset Sekuritas Indonesia*
Investment Information Team

*Market Review 6 September 2018*

Tercatat 264 saham menguat dan 133 saham melemah. *IHSG +92.59 poin (+1.62%) ke level 5,776.09*, dan *LQ-45 +19.14 poin (+2.14%) ke level 909.68*.

*Sectoral Return :*
- Agri +0.24%
- Mining +0.52%
- Basic-Ind +2.46%
- Misc-Ind +0.42%
- Consumer +1.98%
- Property +0.02%
- Infrastructure +1.91%
- Finance +2.00%
- Trade +1.23%
- Manufacture +1.87%

Investor asing *net sell senilai Rp 967 Miliar*.

*USD/IDR +45.00 poin (-0.30%)* terhadap Rupiah di angka 14,893.

*Saham yang ditutup menguat*

- *IMJS menguat Rp 68 (+14.10%) ke level Rp 550*. IMJS berniat melakukan Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 752.550.000 saham biasa atas nama dengan nominal Rp200 per lembar. Menurut propsektus ringkas perseroan, dengan harga pelaksanaan antara Rp750-Rp.1000 per saham maka jumlah yang bisa diraih sebanyak-banyaknya Rp752.550.000.000. Setiap pemegang saham yang memiliki 20 saham yang namanya tercantum hingga 19 Oktober 2018 berhak atas 3 HMETD dimana 1 HMETD berhak membeli saham baru perseroan.

- *TPIA menguat Rp 150 (+3.03%) ke level Rp 5,100*. TPIA hingga periode 30 Juni 2018 meraih laba periode berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$115,20 juta turun dibandingkan laba US$174,01 juta di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan menyebutkan, pendapatan bersih naik menjadi US$1,28 miliar dari US$1,19 miliar dan beban pokok pendapatan naik jadi US$1,04 miliar dari US$903,06 juta.

- *SMSM menguat Rp 35 (+2.61%) ke level Rp 1,375*. SMSM menyebut pelemahan rupiah dan kenaikan harga bahan baku belum berpengaruh signifikan pada kinerja keuangan perseroan. Pasalnya, perusahaan tersebut mengekspor sebagian besar produk komponen. Sekretaris Perusahaan Selamat Sempurna Lidiana menyampaikan perseroan tidak akan menerapkan skema lindung nilai (hedging) pada transaksi pembelian bahan baku karena kondisi keuangan tertolong oleh pendapatan dari ekspor.

- *JSMR menguat Rp 80 (+1.86%) ke level Rp 4,380*.  JSMR kembali menyasar proyek embangunan jalan tol strategis baru di Indonesia. Yang diincar adalah proyek pembangunan jalan tol akses ke Bandara Kediri yang rencananya akan dibangun. Perseroan saat ini telah menyelesaikan Feasibility Study (FS) mengenai proyek tersebut. Setelah FS prosesnya akan masuk ke Detail Enginering Design (DED). Nantinya, jalan tol akses ke Bandara Kediri ini akan tersambung dengan ruas tol Kediri-Kertosono. Adapun panjang jalan tol yang akan dibangun ini yaitu sekitar 27 kilometer (km).

*Saham yang ditutup melemah*

- *ISAT melemah Rp 80 (-2.58%) ke level Rp 3,020*.  Perusahaan telekomunikasi patut bersyukur atas penyelenggaraan Asian Games 2018, sebab perhelatan akbar tersebut berhasil mendongkrak trafik data perusahaan telekomunikasi. Joy Wahjudi, Chief Executive Officer PT Indosat Tbk (ISAT) mengatakan setiap momen yang memberikan dampak besar di publik secara otomatis akan meningkatkan trafik data telekomunikasi salah satunya saat penyelenggaraan Asian Games. Menurutnya, secara umum selama berlangsungnya Asian Games 2018 trafik data mengalami peningkatan rata-rata harian sekitar 17% di banding trafik reguler.

- *TINS melemah Rp 5 (-0.68%) ke level Rp 720*. Kendati mengalami hambatan pada semester I/2018, TINS mengupayakan pertumbuhan volume penjualan mencapai 30%-40% sampai dengan akhir 2018. Direktur Keuangan Timah Emil Ermindra menyampaikan, pada Maret—April, perseroan mengalami kendala ekspor sehingga memengaruhi kinerja semester I/2018. Untungnya mulai Mei kegiatan operasional berjalan normal dengan volume ekspor timah hampir mencapai 5.000 ton.

Kenapa Harus Hold Saham SIDO 2018 ?


OSO Sekurtitas merekomendasikan koleksi dan hold saham PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dengan fair value senilai 925 dan potential upside sebesar 8,82%.

Mengutip publikasi riset OSO Sekuritas yang diterima Bisnis.com pagi ini,  laba bersih SIDO per Juni naik 16,8% menjadi Rp291 milliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan itu, seiring dengan keberhasilan SIDO dalam meningkatkan penjualan menjadi Rp1,27 triliun serta meningkatkan efisiensi fasilitas produksi ekstraksi. Kontribusi terbesar penjualan disokong oleh lini herbal dan suplemen yakni sebesar 7,4%.

OSO meyakini target peroleh laba tahun ini yang lebih tinggi dibanding tahun 2017 didukung dengan adanya usaha SIDO dalam memperluas penjualan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Raihan laba bersih SIDO tahun ini diyakini mampu melebihi dari Rp 600 milliar. Angka ini tentunya lebih tinggi dibanding dengan perolehan laba bersih tahun 2017 lalu yang sebesar Rp533,79 milliar," demikian tulis riset OSO, Rabu (5/9/2018).

Selain itu, realisasi belanja modal (capital expenditure) SIDO hingga semester I/2018 mencapai 54,43% atau sekitar Rp 163,3 miliar dari total dana yang dialokasikan sepanjang tahun 2018 sebesar Rp300 miliar.

Sementara itu, pelemahan mata uang dalam negeri tidak akan berpengaruh signifikan terhadap bisnis SIDO. Tahun 2018 SIDO optimistis bisnisnya tidak akan terlalu terganggu oleh pelemahan mata uang rupiah yang terjadi saat ini.

Hal ini mengingat bahwa 95% dari penjualan produk SIDO merupakan penjualan di dalam negeri, sementara untuk penjualan di luar negeri hanya 5% di mana salah satu negara yang menjadi tujuannya adalah Nigeria.

Optimisme juga didukung dengan upaya SIDO yang telah mengeluarkan produk baru Tolak Angin dan Tolak Linu yakni berbentuk soft capsule, di mana produk tersebut merupakan yang pertama dan menjadi harapan SIDO untuk bisa memperluas segmentasi pasar. Selain itu, saat ini SIDO telah membangun pabrik soft capsule di Semarang, dengan nilai investasi mencapai Rp15 milliar.

"Oleh karena itu, kami memberikan rekomendasi HOLD untuk kode saham SIDO dengan fair value senilai Rp925, dan potential upside sebesar 8.82%. Dasar perhitungan menggunakan metode valuasi yaitu DCF (Discounted Cash Flow) menggunakan asumsi terminal growth sebesar 4% dan WACC 9.5%," demikian riset OSO.
http://market.bisnis.com/read/20180905/192/835248/mengintip-fundamental-saham-industri-jamu-sido

Buy Back Saham BSDE (PT Bumi Serpong Damai Tbk)


PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menyiapkan sejumlah upaya untuk memperbaiki kinerja bisnis dan harga sahamnya antara lain melalui buy back saham dan investasi properti untuk memompa kembali kinerja di tengah pasar properti yang masih lesu.

Mengutip Riset OSO Sekuritas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) akan melakukan pembelian kembali sahamnya (buyback) maksimal 10% dari modal disetor dan ditempatkan atau maksimal 1,92 miliar saham. Rencananya buyback akan dilaksanakan dalam waktu paling lama 18 bulan. Nantinya BSDE akan mengeluarkan biaya hingga sebesar Rp 3,30 triliun selama periode buyback.

Selain itu, BSDE telah mengakuisisi 13 lantai di Bakrie Tower sebagai bagian dari investasi properti. Adapun net leasable area (NLA) dari 13 lantai tersebut mencapai 17.000 m2 dan Sinarmas MSIG Tower yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta. Adapun NLA yang diakuisisi mencapai 68.525 m2 pada tahun 2017.

Penurunan laba bersih BSDE tahun 2018F diperkirakan akan terjadi seiring dengan melesunya penjualan emiten sektor properti. Naiknya tingkat suku bunga serta adanya fluktuasi nilai tukar rupiah masih menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi perseroan.

Adapun pelonggaran kebijakan loan to value (LTV) juga diperkirakan masih belum berdampak positif terhadap kinerja perseroan pada tahun ini.

"Kami memberikan rekomendasi BUY terhadap saham BSDE dengan target price 1.820 dan potensi kenaikan sebesar 42%. Kami menggunakan metode DCF (Discounted cash flow) dengan WACC sebesar 13.5% serta terminal growth 2%. Adapun target harga ini merefleksikan PE sebesar 9,5x dan PBV sebesar 1,04x," demikian tulis riset OSO Sekuritas yang diterima Bisnis.com, Rabu (5/9/2018).
http://market.bisnis.com/read/20180905/192/835290/begini-prospek-bsde-dengan-aksi-buy-back-sahamnya

Berita Saham JSMR | PT Jasa Marga (Persero) Realisasikan Capex 14 T


PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengaku telah merealisasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun ini telah mencapai sekitar Rp14 triliun.

"Capex sebelumnya ditargetkan Rp42 triliun, namun karena ada pengurangan 3 ruas Tol maka capex konsolidasi pasca RDPT perseroan tahun ini menjadi Rp29 triliun. Sementara penyerapan capex sampai sekarang sudah mencapai Rp14,336 triliun," jelas Desi Arryani, Direktur Utama JSMR di Jakarta, kemarin.

Sementara Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal menambahkan, untuk membangun target jalan tol selanjutnya, PT Jasa Marga juga harus terus kreatif dalam mencari sumber pendanaan dalam mengejar target pembangunan tersebut.

Karakteristik bisnis jalan tol yang perlu waktu cukup lama dalam pengembalian investasi membuat perseroan memutar otak dalam mencari model pembiayaan mana yang bisa dilakukan.

Adapun, perseroan telah menggunakan sejumlah model pembiayaan dalam mencari sumber dana investasi.

.Kami menggunakan pendanaan bank, maupun pendanaan utang dan ekuitas," tambah Donny.

Sampai dengan saat ini perseroan telah memiliki 1.527 km konsesi jalan tol. Hingga tahun 2019, perseroan menargetkan hak konsesi yang dimiliki dapat mencapai 2.000 km. (end/fu)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/jsmr-realisasi-belanja-modal-jasa-marga-capai-rp14-triliun,48081735.html

Berita Saham ASII | PT Astra International Tbk (Astra) Bentuk Perusahaan Fintech


PT Astra International Tbk (Astra), salah satu perusahaan induk terbesar dengan diversifikasi bisnis di Indonesia, melalui anak perusahaannya PT Sedaya Multi Investama (SMI), dan WeLab, perusahaan teknologi terkemuka di Tiongkok dan Hong Kong yang bergerak pada bidang pembiayaan konsumen, pada hari Rabu mengumumkan pembentukan perusahaan pada bidang fintech, PT Astra WeLab Digital Arta (AWDA).

AWDA bertujuan menyediakan produk dan solusi finansial melalui pengembangan teknologi big-data terkini guna membantu konsumen yang belum memiliki akses terhadap pinjaman untuk mencapai kebebasan finansial melalui akses yang lebih baik dan efisien terhadap pinjaman. AWDA akan menawarkan produk pinjaman yang dapat diakses melalui aplikasi mobile kepada konsumen ritel dan juga menyediakan solusi finansial berbasis teknologi kepada konsumen korporasi.

Melihat pesatnya pertumbuhan pengguna smartphone (pertumbuhan CAGR sebesar 10,5% hingga 2021), konektivitas internet yang tinggi (tingkat penetrasi internet sebesar 55%) dan besarnya populasi generasi muda yang merupakan pengguna aktif platform digital, Indonesia merupakan pasar yang menarik untuk perkembangan inovasi fintech. AWDA bertujuan memenuhi kebutuhan pinjaman di pasar dengan menyediakan pinjaman bagi konsumen melalui mobile platform yang inovatif.

AWDA terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor registrasi S-626/NB.213/2018 dan diharapkan dapat meluncurkan aplikasi mobile-nya, Maucash, pada kuartal ketiga 2018. Maucash (website: www.maucash.id & Instagram: @maucash) diharapkan dapat memberikan pengalaman dalam memperoleh pinjaman yang nyaman yang seluruhnya dilakukan secara online, sehingga konsumen dapat memperoleh pinjaman di mana saja dan kapan saja secara cepat. AWDA menggunakan analisa big data untuk menghasilkan pemahaman secara mendalam dan penilaian kelayakan konsumen penerima pinjaman secara lebih baik.

AWDA dapat memperoleh manfaat dari brand Astra yang baik di dalam negeri, jaringan distribusi yang luas serta reputasi kuat Astra pada bidang jasa keuangan dan distribusi otomotif, sekaligus memanfaatkan teknologi kredit proprietary dan fintech know-how yang dimiliki WeLab untuk menghasilkan produk finansial yang inovatif.

"Kami berharap dapat memperluas portofolio digital kami untuk semakin mendorong inklusi keuangan di Indonesia," ujar Direktur Astra Suparno Djasmin. "Kami terus berusaha mencari mitra yang merupakan perusahaan terdepan dalam industrinya dan kami yakin WeLab merupakan yang terdepan dalam inovasi fintech. Melalui kemitraan dengan WeLab, kami ingin menawarkan solusi mutakhir untuk memberikan manfaat kepada konsumen di seluruh Indonesia."

Simon Loong, pendiri dan CEO WeLab, mengatakan, "WeLab sangat senang dapat membawa bisnis kami yang berkembang pesat dengan melakukan ekspansi di luar Tiongkok dan Hong Kong dan membuka pasar ketiga kami di Indonesia. Ekspansi ini menunjukkan bahwa kami memiliki skalabilitas bisnis model berteknologi dan teknologi manajemen risiko big data. Kami percaya teknologi canggih kami, dikombinasikan dengan pengalaman operasional Astra dalam menjalankan berbagai bisnis yang terdepan di pasar Indonesia disertai reputasi Astra yang baik, dapat memberikan pengalaman baru bagi konsumen di Indonesia dalam memperoleh pinjaman."(end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/asii-astra-gandeng-welab-beri-pinjaman-berbasis-fintech,48082806.html

Berita Saham OKAS | PT Ancora Indonesia Resources Tbk. Opimis Terkait Laba Perusahaan


PT Ancora Indonesia Resources Tbk. (OKAS) optimistis dapat membukukan laba bersih pada semester II/2018 seiring dengan meningkatnya penjualan ammonium nitrat.

Direktur Utama Ancora Indonesia Resources Teddy K. Somantri menyampaikan, permintaan amonium nitrat sebagai bahan peledak untuk tambang meningkat seiring dengan membaiknya harga komoditas batu bara.

Pada semester II/2018, produksi ammonium nitrat melalui anak usaha PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) mencapai kapasitas 11.000—12.000 ton per bulan.

“Karena permintaan ammonium nitrat sangat tinggi, kami memacu dua pabrik dalam kapasitas penuh,” ujarnya, Selasa (4/9/2018).

Pada semester I/2018, volume produksi MNK berkisar 8.500 ton—11.000 ton per bulan, meningkat signifikan dari rata-rata 2017 sebesar 5.000—6.000 ton per bulan. Peningkatan volume terutama terjadi pada Mei 2018 setelah kedua pabrik beroperasi penuh.

Oleh karena itu, diharapkan peningkatan kinerja MNK dapat mendorong pendapatan dan laba OKAS. Diharapkan pada akhir tahun ini perusahaan dapat membukukan laba bersih.

Pada semester I/2018, perusahaan membukukan pendapatan Rp64,26 miliar, naik dari sebelumnya Rp43,39 miliar. Bisnis ammonium nitrat berkontribusi Rp29,14 miliar, meningkat dari semester I/2017 senilai Rp17,36 miliar. Adapun, rugi bersih per Juni 2018 mencapai Rp2,13 miliar, turun dari sebelumnya Rp3,37 miliar.
http://market.bisnis.com/read/20180905/192/835327/ancora-indonesia-resources-okas-yakin-kantongi-laba

Berita Saham AMRT | PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Akan Buka 180 Gerai di Filipina


Peritel modern, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. menargetkan membuka 180 toko Alfamart di Filipina hingga akhir 2018.

Direktur Sumber Alfaria Trijaya Tomin Widian mengungkapkan, pembukaan gerai baru di Filipina hingga Juli 2018 sudah mencapai 107 gerai. Dengan demikian, total gerai perseroan di Filipina telah mencapai lebih dari 450 unit.

"Kami menargetkan pembukaan gerai Alfamart di Filipina sebanyak 180 toko pada 2018," ungkapnya dalam surat elektronik kepada Bisnis.com, Selasa (4/9/2018).

Secara geografis, Filipina merupakan negara kepulauan yang mirip dengan Indonesia. Emiten bersandi saham AMRT ini menilai, pasar Filipina masih sangat empuk dan perseroan akan memperkokoh pangsa pasar di negara tersebut.

Minimarket yang dikenal dengan brand Alfamart itu optimis bakal merampungkan pembukaan 180 gerai baru di Filipina.

Pada 2018, AMRT menyiapkan belanja modal senilai Rp2,3 triliun, untuk pembukaan gerai baru dan perpanjangan gerai-gerai yang sudah ada sebelumnya. Hingga saat ini, serapan belanja modal perseroan sudah Rp760 miliar.

Hingga Juni 2018, penjualan AMRt mencapai Rp32,81 triliun, tumbuh 7,5% year on year dari posisi Rp30,51 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp218,08 miliar, naik hampir 3 kali lipat dari posisi Rp75,56 miliar dari Juni 2017.

Tomin menambahkan, hinggga Juli 2018, penjualan perseroan tumbuh 7% year on year. Adapun strategi yang dilakukan perseroan yakni clustering toko-toko agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih tepat.

Selain itu, AMRT juga terus mengembangkan membership program melalui program promo yang lebih fokus sehingga dapat meningkatkan loyalitas konsumen serta kontribusi pendapatan kepada perseroan.
http://market.bisnis.com/read/20180905/192/835411/hingga-akhir-2018-sumber-alfaria-trijaya-amrt-buka-180-gerai-di-filipina-

Berita Saham GMFI | PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.Tingkatkan Kontrak dari Perusahaan Non Afiliasi


Emiten perawatan pesawat terbang PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. berupaya meningkatkan kontrak yang diperoleh perseroan dari perusahaan-perusahaan nonafiliasi untuk mendiversifikasi sumber pendapatan.

Direktur Keungan Garuda Maintenance Facility Aero Asia Insan Nur Cahyo menyampaikan perseroan ingin terus memperbesar porsi bisnis yang berasal dari perusahaan nonafiliasi. Sebagaimana diketahui, Garuda Maintenance Facility Aero Asia merupakan entitas anak emiten maskapai nasional, T Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

“Kami membukukan beberapa deal bisnis penting. Ke depannya GMF Aero Asia akan terus meningkatkan porsi pendapatan dari non-Garuda Indonesia. Pada semester I/2018 kemarin, pendapatan nonafiliasi kami meningkat cukup signifikan,” ungkap Insan pada Bisnis, Rabu (5/9).

Insan menyampaikan pada paruh pertama tahun ini, porsi pendapatan emiten dengan kode saham GMFI tersebut dari perusahaan nonafiliasi mencapai 45%. Sebagai perbandingan, pada periode sama tahun sebelumnya, porsi pendapatan dari nonafiliasi hanya sebesar 32%.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, GMFI membukukan pendapatan sebesar RpUS$223,31 juta pada semester I/2018, meningkat 11,54% dibandingkan pendapatan perseroan pada semester I/2017 (yoy) yang sebesar US$200,19 juta.

Meski pendapatan perseroan meningkat signifikan, GMFI membukukan penurunan laba bersih periode berjalan sebesar 3,4% menjadi US$20,12 juta dari semester I/2017 yang tercatat sebesar US$20,84 juta. Adapun, pendapatan perseroan berkontribusi sebesar 5% dari total pendapatan konsolidasi grup Garuda Indonesia, terbesar kedua dari Citilink yang menyumbang sebesar 16,6%.

Untuk dapat meraup kontrak-kontrak dari perusahaan yang tidak berada dalam satu grup, Insan mengungkapkan perseroan menjajaki pendekatan dengan maskapai lain dan pihak-pihak yang prospektif.

Dia mencontohkan pada awal tahun ini, perseroan berhasil meraup kontrak senilai US$2,4 miliar dari perhelatan Singapore Airshow 2018 di Singapura yang dilaksanakan pada Februari 2018. Kontrak tersebut diperoleh dari lebih dari 25 klien internasional.

Pada pekan lalu, perseroan baru saja berpartisipasi pada Indonesia Business & Charter Aviation Summit (IBCAS) dan berhasil meraup sejumlah kontrak. “Pada IBCAS kami mengantongi kontrak sebesar lebih dari US$800.000 dengan beberapa customer airline di luar Grup Garuda Indonesia,” jelas Insan.

Perseroan juga tengah menjajaki perluasan layanan untuk seluruh rute penerbangan maskapai Air Asia sehingga GMFI tidak hanya menangani operasional maskapai tersebut yang di Indonesia, tetapi juga di negara lain.
http://market.bisnis.com/read/20180905/192/835600/semester-i2018-pendapatan-nonafiliasi-garuda-maintenance-facility-aero-asia-gmfi-capai-45

Berita Saham IMJS | PT Indomobil Multi Jasa Tbk Lakukan Peningkatan Modal Anak Perusahaan


PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) melakukan peningkatan modal di salah satu anak usaha PT CSM Corporatama pada 21 Agustus 2018.

Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan, IMJS meningkatkan modal sebesar Rp150.000.000.000 pada anak usahanya tersebut sehingga total modal perseroan menjadi Rp649.000.000.000 dari sebelumnya Rp498.850.000.000.

Total saham perseroan bertambah dari 498.850 saham menjadi 648.850 saham. Adapun pemegang saham lain yakni PT IMG Sejahtra Langgeng tetap sebesar Rp150.000.000 atau 150 sahamh. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/imjs-indomombil-multi-jasa-suntik-tambahan-modal-ke-anak-usaha,48081559.html

Berita Saham TPIA | Laba PT Chandra Asri Petrochemical Tbk per 30 Juni 2018


PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) hingga periode 30 Juni 2018 meraih laba periode berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$115,20 juta turun dibandingkan laba US$174,01 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan bersih naik menjadi US$1,28 miliar dari US$1,19 miliar dan beban pokok pendapatan naik jadi US$1,04 miliar dari US$903,06 juta.

Laba kotor turun menjadi US$237,81 juta dari laba kotor US$292,23 juta dan laba sebelum pajak turun menjadi US$159,21 juta dari laba sebelum pajak US$231,57 juta hingga Juni tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai US$2,99 miliar hingga periode 30 Juni 2018 naik tipis dari US$2,98 miliar yang tercatat hingga 31 Desember 2017. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/tpia-chandra-asri-alami-penurunan-laba-jadi-us-115-20-juta,48082305.html

Berita Saham SMSM | PT Selamat Sempurna Tbk. Tak Terpengaruh Pelemahan Rupiah


Emiten komponen alat berat PT Selamat Sempurna Tbk. menyebut pelemahan rupiah dan kenaikan harga bahan baku belum berpengaruh signifikan pada kinerja keuangan perseroan. Pasalnya, perusahaan tersebut mengekspor sebagian besar produk komponen.

Sekretaris Perusahaan Selamat Sempurna Lidiana menyampaikan perseroan tidak akan menerapkan skema lindung nilai (hedging) pada transaksi pembelian bahan baku karena kondisi keuangan tertolong oleh pendapatan dari ekspor.

“Perseroan mengekspor produk kami dan nilai yang kami peroleh lebih besar [dibandingkan pejualan domestik] sehingga secara tidak langsung ada mekanisme natural hedging. Saat ini 70% dari total penjualan kami adalah dari ekspor,” ungkap Lidiana di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Kalangan pelaku industri komponen menyebut sepanjang tahun berjalan, harga baja dunia telah merangkak mendekati 10%. Jika dihitung sejak awal tahun lalu, bahan baku industri komponen tersebut telah melonjak lebih dari 30%.

Saat ini, sebesar 60% bisnis Selamat Sempurna merupakan komponen alat berat yang dilaksanakan oleh anak usaha perseroan yaitu PT Panata Jaya Mandiri. Di masa yang akan datang, perseroan akan tetap mengandalkan bisnis ini sebagai diversifikasi bisnis komponen otomotif yang diprediksi terus mengalami transisi permintaan.

Untuk memproduksi komponen tersebut, perseroan melakukan pembelian bahan baku yang sebagian besarnya berasal dari luar negeri yaitu besi dan baja, kertas untuk produk filter, dan aluminium untuk produk radiator. Penjualan radiator mendominasi dengan porsi mencapai 66%.

Direktur Keuangan Selamat Sempurna Ang Andri Pribadi sebelumnya menyebut perseroan terus menjajaki pasar ekspor untuk mengantisipasi penurunan penjualan pada negara tertentu sebagai dampak dari perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Menurutnya, sejauh ini operasional perusahaan belum terdampak perang dagang. Dia memprediksi dengan perseteruan dua raksasa ekonomi dunia tersebut, ada potensi pasar-pasar kosong yang dapat disasar menjadi tujuan ekspor perseroan.

“[Pada semester I/2018] ekspor radiator ke Amerika Serikat sempat turun karena komponen ni merupakan slow moving part di mana kendaraan biasanya belum mau mengganti sebelum ada kecelakaan. Yang jelas bukan karena perang dagang karena belum ada produk Indonesia yang di-banned Amerika Serikat,” jelas Andri.
http://market.bisnis.com/read/20180905/192/835606/gejolak-rupiah-selamat-sempurna-smsm-tertolong-natural-hedging

Berita Saham TLKM | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Terbitkan MTN


Emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. merampungkan penerbitan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes) senilai total Rp1,5 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan perseroan pada Rabu (5/9/2018), emiten dengan sandi TLKM tersebut menerbitkan MTN tanpa warkat dalam tiga seri yaitu pertama, Seri A dengan jumlah pokok MTN Seri A sebesar Rp262 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar Rp7,25% dengan jangka waktu 370 hari sejak tanggal penerbitan.

Kedua, MTN seri B dengan nilai pokok sebesar Rp200 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8% per tahun dengan jangka waktu dua tahun sejak tanggal penerbitan. Terakhir, MTN Seri C dengan nilai pokok Rp296 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,35% dengan jangka waktu 3 tahun.

Perseroan juga menerbitkan MTN Syariah Ijarah Ijarah I Telkom Tahun 2018 dengan sisa imbalan ijarah sebesar Rp742 miliar. MTN ini diterbitkan tanpa warkat dan juga ditawarkan dalam tiga seri.

Pertama, Seri A dengan jumlah sisa imbalan Ijarah MTN Syariah dengan nilai pokok sebesar Rp264 miliar dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp19,14 miliar per tahun yang dihitung dari jumlah sisa Imbalan Ijarah MTN Ijarah Seri A atau Rp72,5 juta per Rp1 miliar per tahun. MTN Seri A ini memiliki jangka waktu 370 hari sejak tanggal penerbitan.

Kedua, MTN Seri B dengan jumlah sisa imbalan ijarah MTN Syariah Ijarah Seri B sebesar Rp296 miliar dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp23,68 miliar per tahun yang dihitung dari jumlah sisa Imbalan Ijarah MTN Ijarah Seri B atau Rp80 juta per Rp1 miliar per tahun. MTN Seri B ini memiliki jangka waktu 2 tahun sejak tanggal penerbitan.

Ketiga, MTN Seri C dengan jumlah sisa imbalan ijarah MTN Syariah Ijarah Seri C sebesar Rp182 miliar dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp15,2 miliar per tahun yang dihitung dari jumlah sisa Imbalan Ijarah MTN Ijarah Seri C atau Rp83,5 juta per Rp1 miliar per tahun. MTN Seri C ini memiliki jangka waktu 3 tahun sejak tanggal penerbitan.

Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen menyampaikan perseroan perlu menyesuaikan rasio utang perusahaan antara yang memiliki bunga tetap (fixed) dan bunga yang floating. Apalagi, belakangan ini pemerintah beberapa kali mengubah tingkat suku bunga.

“Nilainya memang tidak terlalu besar karena kami ingin rasio utang yang bunga fix meningkat. Dalam beberapa bulan terakhir, Bank Indonesia sudah naikin suku bunga lebih dari satu kali dan [periodenya] sangat cepat, sehingga kami ingin rasio utang bunga fix lebih meningkat dibandingkan dengan yang floating,” ungkap Harry pada Bisnis.com, belum lama ini.

Harry menyampaikan untuk melakukan penyesuaian yang paling cepat, emiten dengan kode saham TLKM tersebut memilih opsi penerbitan MTN. Bertindak sebagai underwriter dalam penerbitan MTN tersebut yaitu Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan CIMB Sekuritas.

Adapun, perseroan memperoleh hasil pemeringkatan nasional untuk MTN dari PT Pefindo yaitu idAAA dan idAAA(sy) yang berlaku pada periode 10 Agustus 2018—1 Agustus 2019. Agen pemantau penerbitan MTN yaitu PT Bank Tabungan Negara (Persero).

Dana hasil penerbitan MTN akan digunakan untuk pengembangan jaringan akses dan backbone khususnya pembangunan jaringan broadband FTTH.
http://market.bisnis.com/read/20180905/192/835647/telekomunikasi-indonesia-tlkm-rampungkan-penerbitan-mtn-

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 6 September 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (6 September, 2018)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Mimi Halimin (mimi.halimin@miraeasset.co.id)
IHSG jatuh sebesar 3,76% menjadi 5.683,5 pada sesi perdagangan kemarin (9/5) di tengah meningkatnya kekhawatiran atas emerging market, terutama di Argentina, Turki, dan Afrika Selatan. Ada terlalu banyak sentimen negatif yang beredar di market sekarang, menambah tekanan pada IHSG. Kami percaya bahwa sentimen yang tidak menguntungkan ini kemungkinan akan bertahan di market untuk sementara waktu, menciptakan market yang bergejolak. Sebelumnya, strategist kami menyebutkan bahwa fund outflows yang kian parah kemungkinan akan berlanjut untuk sementara waktu. Pelemahan Rupiah juga menambah kegemparan di market domestik. Menurut data Bloomberg, USD/IDR ditutup pada 14.938 pada 5 September dan hampir mencapai ambang level psikologis 15.000. Rupiah masih terdepresiasi bahkan setelah bank sentral (Bank Indonesia) menaikkan suku bunga acuan sebesar 125bps (YTD), mengarahkan investor untuk berhati-hati dalam mengamati langkah pemerintah selanjutnya untuk melindungi Rupiah dari depresiasi lebih lanjut. Sementara itu, pemerintah akan menaikkan pajak impor hingga 10% (dari 2,5% -7,5%) pada lebih dari 1.000 barang (mulai dari kosmetik hingga mobil) untuk mengurangi defisit perdagangan. Kami memperkirakan hal ini bisa menjadi sentimen yang baik untuk Rupiah hari ini.

Market Indicator
JCI: 5,863.50 (-3.76%)
EIDO: 21.39 (-4.34%)
DJIA: 25,974.99 (+0.09%)
FTSE100: 7,383.28 (-1.00%)
USD/IDR: 14,938 (+0.02%)
10yr GB yield: 8.62% (+22bps)
Oil Price: 68.72 (-1.65%)
Foreign net purchase: -IDR877.4bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: INKP, CPIN, TKIM, LPPF, BUMI
TOP SELL: BBRI, TLKM, UNTR, BBNI, BMRI

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
BBRI, TLKM, BBCA, ASII, BMRI

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

Impor AS meningkat 0,9% hingga rekor $ 261,2 miliar pada bulan Juli
Ekspor AS turun 1% menjadi $ 211,1 miliar pada bulan Juli
Defisit perdagangan AS melonjak 9,5% menjadi $ 50,1 miliar pada bulan Juli

*AKSI +24.4%. Saham Majapahit Inti Corpora (AKSI) bisa diperdagangkan lagi hari ini
*TUGU +7.3%. Direktur Pemasaran TUGU beli saham untuk Investasi
*WOMF -4.6%. WOMF Finance salurkan pembiayaan Rp 3.9 Triliun di semester I
*MYTX -0.9%. Asia Pacific Investama rugi Rp 93.75 miliar
*WIKA -6.4%. WIKA percepat pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung
*SMCB -5.2%. Holcim Indonesia akan menaikkan harga semen

Technical insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 5,683.(-3.76% ) limited downside, trading range hari ini 5,667, – 5,751. Indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized masih cenderung turun namun sudah mendekati support trendline. Figure 3 pada periode weekly ,indikator MFI optimized , indikator RSI optimized dan Stochastic %D optimized  masih bergerak turun. Daily resistance terdekat di 5,751 dan support di 5,667.Cut loss level di 5,620.

*CPIN Daily, 4,590 (-3.37%), buy on weakness ,trading range 4,520– 4,680. Indikator MFI  optimized dan indikator William %R  optimized akan menguji support trend line. Daily support di 4,520 dan resistance di 4,680. Cut loss level di 4,510.

*JPFA  Daily,  2,020(-5.67%), buy on weakness,  1,980 – 2,080. indikator MFI optimized & RSI optimized masih cenderung turun menguji support trend line. Daily dan Weekly resistance di 2,080 dan 2,160 Sementara itu daily dan weekly support di 1,980 dan 1,970. Cut loss level di 1,900.

*ERAA Weekly, 2,360 (-11.94%),buy on weakness. trading range 2,140 – 3,650. Indikator MFI optimized  dan indkator Will%R optimized dan Stochastic %D akan menguji support trendline. Dengan demikian diperkirakan potensi koreksi relatif terbatas . Perkiraan daily dan weekly support di 2,180 dan 2,140. Daily dan weekly resistance di 2,450 dan 3,650. Cut loss level di 2,110

Daily write up
Aneka Tambang (ANTM IJ) - Blockbuster stock by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)

-Kami yakin performa keuangan Aneka Tambang’s (ANTM/TP: IDR1.400/Buy) akan cerah didukung oleh pertumbuhan penjualan bijih nikel dan emas yang kuat dan pertumbuhan perusahaan yang berkelenjutan jangka panjang.

-Kami optimis dengan volume penjualan bijih nikel dan harga nikel global untuk tahun 2018F. Selain itu, ANTM juga mengimplementasikan inovasi produk untuk bisnis emasnya.

-Untuk jangka panjang, ANTM tampaknya akan mampu mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan yang didukung oleh: (1) sokongan dari pemerintah Indonesia, (2) potensi penmabahan cadangan bijih nikel, dan (3) kulitivasi bisnis  alumina sebagai penggerak pertumbuhan jangka menengah-panjang.

-kami mempertahankan perkiraan pendapatan ANTM sebesar IDR25,6tr di tahun 2018 dan IDR24,6tr di tahun 2019 dengan keuntungan bersih sebesar IDR1,1tr di tahun 2018 (+709,2% YoY) dan IDR1,5tr di tahun 2019 (+34,4% YoY).

-Rekomendasi Buy! TP 1.400. Risiko pelemahan yaitu harga komoditas global yang lebih rendah, perubahan peraturan, cuaca buruk, fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar, serta penurunan keuntungan dari perusahaan patungan.
(Selengkapnya: https://goo.gl/oMUSm6)           
Please click here to view full report


Company Update
ACE Hardware Indonesia (ACES IJ) - Cash is king by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
(Sep 5, 2018)

-Government is finalizing the import tax regulation - A total of 900 imported consumer goods—which are already identified in the government regulation, Peraturan Menteri Keuangan/PMK No 34/2017—will receive varied tax rates and may be subject to changes such as: 1) higher import tax rates (which are currently in the range of 2.5%-7.5%), and 2) greater disparities/variety among the goods that are imported.

-We checked with ACE Hardware Indonesia (ACES) regarding this matter and its previous experience in similar situations. The company saw import tax hikes ranging from 2.5% to 7.5% from the 2014 withholding import tax (PPH 22), which was applied to 502 items. However, as the tax was recorded as prepaid tax, it was able to be credited to corporate tax by the end of the fiscal year.

-For ACES, which imports 80% of its products, the impact was therefore negative only in terms of cash flow when buying inventory; bottom line remained the same. Regardless, we note the company has ample cash (IDR821bn as of 1H18) and inventory (198 days as of 2Q18) and is thus well-positioned to adapt to regulatory changes such as additional taxed goods and higher tax rates. Meanwhile, other importers will engage in importation each according to their own cash flow capacity.

-We retain our Trading Buy recommendation on ACES with a target price of IDR1,540.
(See more at: https://goo.gl/Zxj5bN)

Analisa Saham PGAS dan AALI | 6 September 2018


PHINTAS Daily : Technical Reviews
6 September 2018

PGAS : Rp1,885 (-115) (-5.75%)
Strategy : Wait and See
Comments : Bersamaan dengan pelemahan Selasa (5/9), MACD membentuk death cross yang mengindikasikan berlanjutnya minor bearish reversal. Dalam jangka pendek, PGAS berpeluang menguji kisaran support critical Rp1,800-Rp1,900. Oleh sebab itu, pertimbangkan cut loss, apabila PGAS kembali break low Rp1,800. Di sisi lain, akumulasi beli hanya jika PGAS membentuk konfirmasi rebound ke Rp2,000.

AALI : Rp13,000 (-250) (-1.89%)
Strategy : Trading Buy
Comments : Pola uptrend berada dalam fase kosolidasi dalam rentang support-resistance Rp12,700-Rp13,600. Trading buy dapat dilakukan selama AALI bertahan dalam area tersebut. Resistance breakout pada Rp13,600,mengindikasikan berlanjutnya bullish reversal dengan target level Rp15,000 di akhir tahun 2018.


By PHINTRACO SEKURITAS | Research
- Disclaimer On -

Trading Plan Saham BBCA, UNVR dan INTP | 6 September 2018


IHSG (5.620-5.745) : indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 5.620 kemudian 5.560 dengan resist di level 5.745 dan 5.815.

BBCA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 23.675 dengan resist di level 24.250 dan 24.525.

UNVR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 40.400 dengan resist di level 42.600 dan 43.650.

INTP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 15.950 dengan resist di 16.800 kemudian 17.100.

Full report bisa di akses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c5gv8

Reminder Corporate Action | 6 September 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Reminder Corporate Action

Kamis, 6 September 2018
1. RUPS: KRAS
2. Cum Date Right Issue: AGRO 1,000 saham lama akan mendapatkan 271 HMETD Rp400 per saham

Delisting Saham
TRUB
Perdagangan di pasar Negoisasi : 4-10 September 2018
Efektif Delisting: 12 September 2018

Analisa Saham CPIN, JPFA dan ERAA | 6 September 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Sep 6, 2018
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,683.(-3.76% ) limited downside, trading range hari ini 5,667, – 5,751. Indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized masih cenderung turun namun sudah mendekati support trendline. Figure 3 pada periode weekly ,indikator MFI optimized , indikator RSI optimized dan Stochastic %D optimized  masih bergerak turun. Daily resistance terdekat di 5,751 dan support di 5,667.Cut loss level di 5,620.

CPIN Daily, 4,590 (-3.37%), buy on weakness ,trading range 4,520– 4,680. Indikator MFI  optimized dan indikator William %R  optimized akan menguji support trend line. Daily support di 4,520 dan resistance di 4,680. Cut loss level di 4,510.

JPFA  Daily,  2,020(-5.67%), buy on weakness,  1,980 – 2,080. indikator MFI optimized & RSI optimized masih cenderung turun menguji support trend line. Daily dan Weekly resistance di 2,080 dan 2,160 Sementara itu daily dan weekly support di 1,980 dan 1,970. Cut loss level di 1,900.

ERAA Weekly, 2,360 (-11.94%),buy on weakness. trading range 2,140 – 3,650. Indikator MFI optimized  dan indkator Will%R optimized dan Stochastic %D akan menguji support trendline. Dengan demikian diperkirakan potensi koreksi relatif terbatas . Perkiraan daily dan weekly support di 2,180 dan 2,140. Daily dan weekly resistance di 2,450 dan 3,650. Cut loss level di 2,110

Analisa Saham TLKM, UNTR dan BBCA | 6 September 2018


Berikut ini rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (6/9).

1. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

Terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan pada pergerakan harga saham. Namun, indikator stochastic dan RSI sudah berada di area oversold.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 3.180
Resistance: Rp 3.400

Muhammad Nafan Aji, Binaartha Parama Sekuritas

2. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Indikator Stochastic pada saham UNTR mengalami penurunan dan berada di level 75 sedangkan MACD bergerak menuju dead cross. Adapun candlestick berada di dekat garis bawah bolinger band.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 40.000
Resistance: Rp 45.000

Kiswoyo Adi Joe, Narada Asset Manajemen

3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Muncul hammer candle dengan kenaikan volume perdagangan dan indikator RSI melemah di support trend-nya.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 23.500
Resistance: Rp 24.550

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

Agenda Ekonomi Penting | 6 September 2018


AGENDA 06 SEPTEMBER 2018

Agenda Emiten 
• Investor Summit Semarang, 41 Tahun Pasar Modal Indonesia : Market Outlook, PTBA, BBNI, INCO, BBRI
• Rups : KRAS
• Pubex : BJBR
• Cum RightIssue / HMETD : AGRO Rasio 1000 saham lama : 271 HMETD, Rp 400
• Ex Dividen Tunai : JPFA
• Rilis Laporan Keuangan : TPIA

Agenda Ekonomi
• Indonesia : Penawaran Savings Bond Ritel Seri SBR004 Ditawarkan Dengan Kupon 8,05 Persen : 20 Agustus 2018 - 13 September 2018
• Indonesia : Jatuh Tempo (Maturity Date) SPN12180906 (IDR) 3T
• Indonesia : Laporan Survei Konsumen Agustus 2018
• Indonesia : Rapat Panja Baleg Pengharmonisasian RUU tentang Minyak dan Gas Bumi (pk 10:00)
• Indonesia : Rapat Baleg Pembahasan Rancangan Peraturan DPR RI / Rancangan Peraturan Bersama DPR dan BPK (pk 13:00)
• Euro Area : ECB Lautenschläger Speech
• Japan : Foreign Bond Investment 01/SEP, Stock Investment by Foreigners 01/SEP, Foreign Exchange Reserves Aug, BoJ Kataoka Speech
• United Kingdom : 5-Year Treasury Gilt Auction
• United States : Fed Williams Speech, Fed Kashkari Speech, Fed Williams Speech, API Crude Oil Stock Change 31/AUG, Fed Bostic Speech, Challenger Job Cuts Aug, ADP Employment Change Aug, Unit Labour Costs QoQ Final Q2, Nonfarm Productivity QoQ Final Q2, Continuing Jobless Claims 25/AUG, Initial Jobless Claims 1/SEP, Markit Services PMI Final Aug, Markit Composite PMI Final Aug, ISM Non-Manufacturing Business Activity Aug, ISM Non-Manufacturing Prices Aug, ISM Non-Manufacturing New Orders Aug, ISM Non-Manufacturing Employment Aug, ISM Non-Manufacturing PMI Aug, Factory Orders ex Transportation Jul, Factory Orders MoM Jul, Fed Williams Speech, EIA Natural Gas Stocks Change 31/AUG, EIA Gasoline Stocks Change 31/AUG, EIA Crude Oil Stocks Change 31/AUG




Event
• 06 September 2018 : Maybank Kim Eng Corporate Access 2018 (Maybank Indonesia Corporate Day) @Hongkong

• 06 - 07 September 2018 : Goldman Sachs Commodities Conference

• 06 - 07 September 2018 : Bank of America Merrill Lynch Media, Communications & Entertainment Conference




Upcoming
• September 2018 : Pertukaran informasi perpajakan melalui skema Automatic Exchange of Information (AEoI) akan diterapkan

• 07 September 2018 : Indonesia - Rilis Statistik Cadangan Devisa Agustus 2018‼

• 07 September 2018 : FTSE Shariah Global Equity Index Series - Quarterly (Announcement Date/after market close : Friday 07 September, Effective Date/as of open : Monday 24 September)‼

• 10 September 2018 : Rupslb PGAS‼

• 10-15 September 2018 : 25th CLSA Investor’s Forum @Grand Hyatt, Hong Kong (TLKM, BUMI)

• 13 September 2018 : Investor Summit Denpasar, 41 Tahun Pasar Modal Indonesia
(Market Outlook, BMRI, DYAN, MBTO, TOWR)

• 14 September 2018 : Investor Summit Denpasar, 41 Tahun Pasar Modal Indonesia
(WSBP, CSIS, LPKR, TINS)

• 15 September 2018 : Satelit Merah Putih TLKM beroperasi‼

• 16 - 18 September 2018 : The International Tin Association Asia Tin Week will take place in Shenzhen, China

• 17 September 2018 : Indonesia - Perkembangan Ekpor Impor September 2018‼

• 17 September 2018 : Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2018

• 18 September 2018 : Investor Summit Surabaya, 41 Tahun Pasar Modal Indonesia
(ICBP, HEAL, INDF, PPRO, BJTM, CASS, BNLI, WEGE, BBNI, PTBA)

• 19 September 2018 : Investor Summit Surabaya, 41 Tahun Pasar Modal Indonesia
(BSDE, SMGR, DMAS, PBID, LTLS, POWR, BBTN, DILD, JSMR, ANTM)

• 20 September 2018 : Penetapan dan pengumuman pasangan calon peserta pemilu Presiden dan Wakil Presiden‼



• 21 September 2018 : FTSE Global Equity Index Series Asia Pacific Ex Japan September 2018 Semi-Annual Review (The changes will be effective after the close of business on Friday, 21 September 2018/i.e. on Monday, 24 September 2018)‼

Large Cap
Inclusions : INKP
Exclusions : INDF, INTP, KLBF

Mid Cap
Inclusions : INTP, INDF, KLBF

Small Cap
Inclusions : TKIM, TOPS, TRAM
Exclusions : SMBR, INKP, JPFA, WTON, MPPA, LPCK

FTSE All World (LM)
Inclusions : INKP

FTSE All Cap (LMS)
Inclusions : TKIM, TOPS, TRAM
Exclusions : SMBR, JPFA, WTON, MPPA, LPCK




• 24 - 26 September 2018 : S&P Global Platts conferences - 34th Annual Asia Pacific Petroleum Conference (APPEC 2018) @Raffles City Convention Centre, Singapore


• Rencana Penggabungan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia :
24 September 2018 - 19 Oktober 2018 : Tanggal periode pernyataan kehendak untuk menjual dari pemegang saham BTPN‼
01 Oktober 2018 : Tanggal Pernyataan Efektif dari OJK atas rencana Penggabungan
05 Oktober 2018 : Tanggal RUPSLB BTPN dan SMBCI
27 Desember 2018 : Tanggal Pembayaran atas pembelian saham milik pemegang saham BTPN yang menjual sahamnya
30 Desember 2018 : Tanggal perdagangan terakhir saham BTPN sebelum penggabungan ‼
01 Januari 2019 : Tanggal efektif penggabungan


• 25 September 2018 : Statistik Posisi Investasi Internasional Indonesia Triwulan II 2018

• 25 September 2018 : Investor Summit Balikpapan, 41 Tahun Pasar Modal Indonesia
(WSKT, BSDE, BBNI, PTBA, INTA)

• 25-26 September 2018 : FOMC Meetings‼

• 26 - 27 September 2018 : Rapat Dewan Gubernur September 2018‼

• 27 September 2018 : Investor Summit Makasar, 41 Tahun Pasar Modal Indonesia
(ANTM, BVIC, PSSI, UNVR)

• 01 Oktober 2018 : Mulai berlaku Kewajiban pemenuhan Giro Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) Syariah bagi BUS dan UUS serta kewajiban pemenuhan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) bagi BUS

• 1 Oktober 2018 : Efektif Pengenaan cukai sebesar 57 persen dari harga jual terhadap cairan rokok elektrik atau vape‼

• 08 Oktober 2018 - 07 April 2020 : Periode Buy Back (Pembelian Kembali) LPPF (Harga Max Rp 13.330)‼

• 08 - 14 Oktober 2018 : 2018 Annual Meetings of the International Monetary Fund (IMF) and World Bank Group @Bali Nusa Dua, Indonesia

• 24 Oktober 2018 : Rilis Laporan Keuangan TLKM Q3‼

• 31 Oktober 2018 - 02 November 2018 : 14th Indonesian Palm Oil Conference and 2019 Price Outlook  "Palm Oil Development : Contribution to SDGs", organized by the Indonesian Palm Oil Association (GAPKI) @The Bali International Convention Centre (BICC) The Westin Resort Nusa Dua Bali‼

• 6-7 November 2018 : 7th Coaltrans Emerging Asian Coal Markets @Sheraton Hanoi Hotel Vietnam

• 08 November 2018 : Konser grup band Guns N Roses bertajuk Not In This Lifetime akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta

• 13 November 2018 : MSCI November 2018 Semi-Annual Index Review (Announcement date: November 13, 2018, Effective date: December 3, 2018)‼

• 16 November 2018 : FTSE Global Equity Index Series Inclusion and Exclusion levels - Quarterly (Announcement Date/after market close : Friday 16 November, Effective Date/ as of open : Monday 24 December)‼

• 26 November 2018 : Penerapan Penyelesaian Bursa T+2 (T+2)‼

• 03 Desember 2018 : 175th (Ordinary) OPEC Meeting @Vienna, Austria‼

• 07 December 2018 : FTSE Shariah Global Equity Index Series - Quarterly (Announcement Date/after market close : Friday 07 December, Effective Date/as of open : Monday 24 December)

• 11 Desember 2018 : FTSE4Good Index Series  - Semi-Annual (Announcement Date/after market close : Tuesday 11 December, Effective Date/as of open : Monday 24 December)‼

• 15 - 16 Januari 2019 : Nomura Indonesia All Access 2019 @Jakarta

• 01 Februari 2019 : Pemerintah memutuskan untuk menunda pemberlakuan kewajiban penggunaan asuransi nasional dalam kegiatan ekspor batu bara dan minyak kelapa sawit mentah hingga 1 Februari 2019.

• 8-17 April 2019 : Pemungutan dan pengitungan suara

• 2-4 September 2019 : Penetapan hasil Pemilu‼

• 20 Oktober 2019 : Sumpah janji pelantikan presiden dan wakil presiden ‼

• 08 Agustus 2021 : Pertamina akan menjadi operator di Blok Rokan dari 2021 sampai 2041‼


***********************


(LS/OCBC - Source : Idx, Bank Indonesia, Trading Economic, Bloomberg, RTI, Depositary Receipts Calendar, Bisnis Indonesia, Kontan, FTSE, MSCI -  Disclaimer On)

Rekomendasi Saham William Hartanto | 6 September 2018

WH Project Outlook 6 September 2018

IHSG ditutup menurun 221,8 poin (-3.76%) menuju level 5683,5 pada perdagangan hari Rabu 5 September 2018.

Dengan gagalnya mempertahankan level support 5880, bahkan menembus support berikutnya 5700 maka IHSG menjadi dekat dengan technical rebound. Perhatikan gambaran pola baru IHSG berikut ini. Kami mengubah trend line sebelumnya menjadi seperti di bawah ini menyesuaikan dengan support/resistance bandar yang sudah terbentuk di luar daripada garis simetris teknikal (garis ini yang kami gunakan sebelumnya). Maka, dapat dikatakan IHSG memilik peluang rebound yang sudah dekat.

Walaupun upaya pemerintah membatasi impor dan intervensi rupiah terbilang terlambat, namun pada akhirnya akan berhasil juga, maka Anda tidak perlu meninggalkan pasar modal. Namun juga belum waktunya agresif karena downtrend masih akan berlanjut.

Pembatasan impor ini berpotensi memjadi sentimen negatif bagi beberapa sektor. Dan pembatasan ini lebih tepat disebut kenaiakn tarif, jadi Indoensia saat ini membuat aturan yang mirip dengan AS dalah hal kenaikan tarif namun diberlakukan dengan fokus lebih kepada pelaku pasar dalam negeri.

Lalu, bagaimana dengan IHSG hari ini?


IHSG VIEW

IHSG berpotensi rebound setelah menghampiri 5585, namun rebound ini hanya akan menjadi technical rebound sesaat.

REKOMENDASI SAHAM

Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk trading hari ini: TGRA, SIPD, TAMU, SHID.

Commodities Price Update | 6 September 2018


Nasdaq and S&P 500 fall as Netflix leads steep tech sell-off
Netflix shares dropped 6.2 percent, while Amazon and Microsoft both fell more than 2 percent. Shares of Facebook and Twitter dropped 2.3 percent and 6.1 percent, respectively.
Wall Street also watched as the U.S. and Canada restart NAFTA talks.
Fred Imbert | Alexandra Gibbs

Dow.......25975    +22.5      +0.09%
Nasdaq...7995     -96.1       -1.19%
S&P 500..2887     -8.1         -0.28%

FTSE........7383     -74.6      -1.00%
Dax........12041     -169.8    -1.39%
CAC.........5260     -82.5       -1.54%

Nikkei.....22581    -17.7        -0.82%
HSI..........27244    -729.5     -2.61%
Shanghai..2704    -46.2        -1.68%
ST Times..3156    -56.2        -1.69%

*Indo10Yr..8.3917    +0.246     +2.93%*
INDOBex229.1252    -2.3252    -1.00%
US10Yr........2.902     unch         +0%
VIX..............13.91     +0.75        +5.70%

USDIndx ....95.1840  -0.255      -0.27%
Como Indx191.17      -1.12        -0.58%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL......74.35      -1.57         -2.07%
(Dow Jones US Coal Index)


IndoCDS....146.835   +3.59     +2.51%     
(5-yr INOCD5) 

*IDR........14938       +3.00        +0.81%*
*Jisdor....14927       +87           +0.59%*
*IDR Fut..14980       +156         +1.05%*

Euro.........1.1633     +0.005      +0.43%

*TLKM.......21.88      -0.89          -3.91!!%*
(3266)
*EIDO.........21.39      -0.97          -4.34!!%*
EEM..........41.73       -0.60          -1.42%

Oil...........68.65           -0.81        -1.17%
Gold ......1206.70       -4.10        -0.34%
Timah...18740.00      -80.00      -0.43%
Nickel...12477.50      -7.50         -0.06%

Coal price.114.80      -0.55        -0.48%
(Sept/Newcastle)
Coal price.113.85      -0.10        -0.09%
(Okt/Newcastle)
Coal price..101.45    +0.70       +0.69%
(Sept/Rotterdam)
Coal price..101.55    +0.90       +0.89%
(Okt/ Rotterdam)

CPO(Sept)  2289      -6               -0.26%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn...........365.25   -3.00         -0.81%
SoybeanOil 28.56     -0.22        -0.76%
Wheat........521.75   -9.75         -1.83%

Rubber.......168.80   -0.80         -0.47%
(Tokyo)JPY/kg
 
*Pulp(BHKP) 1050.00  unch  +0%*
(04Sept- 10Sept)

* : weekly


(DE/ls 06-09-18)

Watchlist Saham TemanTrader | 6 September 2018


IDX DIRECTION 6 September 2018

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Index Sudah Sentuh Support 5661 dan Masuk Area Demand. Potensi Tech Rebound

Berapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : PBRX    (cross over MA20 kemarin)
Fast Trade : FORZ TBIG MIDI   (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20
Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Detail lengkap dan chart analisa pada tautan berikut
http://temantrader.com/2018/09/6-sep-2018/

Terima kasih

TETRA X CHANGE

Analisa Saham ANTM | 6 September 2018


ANTM kembali tertekan dan menguji area support kuatnya di 765. Selama mampu bertahan diatas support tersebut, terbuka peluang bagi saham ini untuk mengalami teknikal rebound dalam jangka pedek ke level 825. Namun apabila gagal bertahan di atas 765, maka ANTM akan memasuki trend bearish dan terbuka ruang pelemahan menuju target di 700, dengan target selanjutnya ada di level 605 apabila tekanan jual masih kuat dan berlanjut. Indikator teknikal MACD yang bergerak turun di bawah centreline mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak dalam trend negatif.

Rekomendasi: Hold. Trailing stop apabila  kembali turun dan gagal bertahan di 765.
http://step-trader.com/2018/09/05/antm-testing-strong-support-what-next/