Saham SRIL | Obligasi Sritex Senilai US$ 225 Juta Diborong Fund Manager Asia
Emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex (SRIL) menerbitkan obligasi dalam mata uang dollar AS dengan nilai pokok US$ 225 juta. Obligasi dengan bunga 7,25% ini akan jatuh tempo pada 2025.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/10) President Director Sri Rejeki Isman Iwan Setiawan menjelaskan, rencana penerbitan surat utang baru ini dijamin oleh PT Sinar Pantja Dijaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya selaku entitas perusahaan.
"SRIL telah menetapkan harga atas suatu penawaran surat utang senior," jelas Iwan dalam keterangan tertulis Senin (14/10). Menurut Iwan, penerimaan global yang luar biasa atas obligasi ini menjadi bukti kisah terpadu Sritex dan rekam jejak yang kuat di industri tekstil manufaktur.
Buktinya, obligasi baru ini mendapat pesanan lebih dari US$ 430 juta dari 63 akun, dengan perincian alokasinya: 71% Asia; 27% di Eropa, Timur Tengah, & Afrika (EMEA); dan 2% di Amerika Serikat (AS). Berdasarkan jenis investor, surat utang Sritex ini dibeli oleh fund manager alias pengelola dana sebesar 89%, bank 5% dan sisanya 6% oleh private bank dan investor lainnya.
Transaksi tersebut menandai penawaran obligasi dollar AS Sritex yang keempat. Penawaran obligasi membuka kembali pasar Indonesia dengan imbal hasil tinggi sebagai penerbitan pertama pada paruh kedua tahun 2019.
Direktur Keuangan Sritex Allan Severino menambahkan, transaksi ini telah membantu SRIL secara efektif memperpanjang profil jatuh tempo utang. "Kami ingin berterima kasih kepada investor obligasi atas dukungan mereka yang berkelanjutan untuk perusahaan," ujar dia.
Obligasi SRIL ini mendapat peringkat Ba3 dengan prospek stabil dari Moody's dan BB- stabil oleh Fitch and Ratings. Perusahaan ini dibantu oleh Citigroup, Credit Suisse, dan HSBC yang bertindak sebagai koordinator global bersama dan bergabung dengan bookrunners dalam transaksi ini.
Untuk bayar utang
Hasil riset Moody's menyebutkan, Sritex bakal menggunakan hasil penerbitan utang ini untuk membayar sisa utang senilai US$ 175 juta yang jatuh tempo tahun 2021. Ini adalah sisa utang setelah Sritex sukses refinancing US$ 175 juta dari total surat utang US$ 350 juta pada Januari 2019.
Selain membayar utang, Sritex mengalokasikan dana dari hasil penerbitan utang ini untuk modal kerja. Moody's mencatat, penerbitan ini merupakan langkah perusahaan ini mengelola utang yang akan jatuh tempo. Dalam 12 bulan terakhir, kinerja operasional SRIL sejalan dengan ekspektasi Moody's.
Selama semester I-2019, penjualan kotor perusahaan tekstil terintegrasi ini meningkat 16,16% menjadi US$ 631,64 juta. Padahal pada semester I-2018, SRIL mencetak penjualan kotor US$ 543,76 juta.
Seiring meningkatnya pendapatan, Sritex pun mencatatkan kenaikan laba bersih bersih 12,29% secara tahunan menjadi US$ 63,25 juta.
Arus kas emiten tekstil ini masih tertekan fluktuasi modal. Moody's memprediksi, modal kerja dan investasi Sritex akan tetap moderat hingga 12 bulan. Moody's menilai, peringkat ini bisa naik bila SRIL mampu mendanai kebutuhan modal kerja dengan kas yang dihasilkan dan mengurangi utang.
Fitch Ratings pun sepakat, tingkat leverage Sritex membatasi ruang peringkat selama dua-tiga tahun ke depan, serta ekspansi kapasitas baik organik atau melalui merger dan akuisisi terutama jika didanai secara agresif dengan utang.
Sementara itu, Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai peluang penjualan ekspor SRIL terbilang tinggi. Dia merekomendasikan beli dengan target harga sebesar Rp 370 per saham. Senin (14/10), harga saham SRIL naik 0,7% di Rp 286 per saham.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/obligasi-sritex-sril-senilai-us-225-juta-diborong-fund-manager-asia?page=2
Saham BJBR | BJB MULAI FOKUS BIAYAI PEMBANGUNAN FLPP
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJB) mulai fokus membiayai pembangunan rumah sederhana program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sesuai dengan visi pemerintah.
"Kami mulai mengucurkan pembiayaan rumah FLPP sejak tahun ini, jadi sejauh ini baru empat pengembang rumah sederhana yang menjadi mitra kami," kata Pemimpin Cabang BJB Surakarta Bernard Aditya Respati di sela penandatanganan nota kesepahaman dengan tiga pengembang rumah FLPP di Ndalem Gondosuli, Solo, Senin.
Ia mengatakan dari awal tahun hingga saat ini BJB Surakarta baru membiayai pembangunan sebanyak delapan unit rumah sederhana. Dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman tersebut diharapkan akan makin banyak rumah sederhana terbangun di Soloraya yang dibiayai oleh BJB.
"Kebetulan secara nasional kami masih ada kuota untuk pembiayaan KPR FLPP. Dengan tiga pengembang ini kami tidak ada batasan maksimal untuk jumlah unit rumah yang terbangun," katanya.
Ia mengatakan jika kuota yang dimiliki cabang tidak mencukupi, nantinya BJB Cabang Surakarta akan menarik kuota dari cabang lain sesuai dengan unit rumah sederhana yang terbangun.
"Untuk harganya kami sudah mengacu harga baru, Rp140 juta. Semampunya para pengembang akan kami biayai," katanya.
Ia mengatakan untuk prosedur pencairan pun BJB tidak mematok waktu yang lama, yaitu hanya 14 hari kerja.
"Harapannya mereka (pengembang, red) bisa segera melengkapi berkas untuk selanjutnya diajukan ke BJB agar bisa segera cair kreditnya," katanya.(end)
Saham GIAA | Penjualan Tiket Garuda Bakal Naik di Akhir Tahun, Ini Rekomendasinya
Industri penerbangan lebih optimistis jelang akhir tahun ini. Pasalnya, perusahaan penerbangan akan memanfaatkan high season untuk meningkatkan penjualan tiket.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dalam catatan KONTAN, bakal memaksimalkan potensi high season tersebut dengan penggunaan pesawat berbadan lebar. Adapun rute pesawat wide body ini antara lain tujuan Bali, Surabaya, dan Singapura.
Biasanya, di beberapa rute, Garuda Indonesia lebih mengandalkan Boeing 737 NG. Nah, saat permintaan tinggi, mereka bakal menggantinya dengan Airbus 330-200.
Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menyampaikan, libur akhir tahun memang menjadi sentimen positif bagi industri penerbangan. Dia memprediksi, kontribusi dari libur Natal dapat meningkatkan pendapatan sebesar 150% ketimbang kuartal sebelumnya.
Guna meningkatkan kinerja, emiten penerbangan seperti Garuda dan PT Airasia Indonesia Tbk (CMPP) bisa memberikan promo untuk kursi-kursi yang masih kosong menjelang keberangkatan. "Strategi yang dapat dilakukan juga dengan efisiensi dalam operasional," ungkap Chris, Senin (14/10).
Namun, masih ada kendala yang dihadapi industri penerbangan. Yaitu potensi kenaikan harga minyak. Dia merekomendasikan investor untuk wait and see saham GIAA dan CMPP lantaran kenaikan harga minyak cukup mempengaruhi kinerja perusahaan.
Meksi begitu, dia mengaku, saham industri penerbangan belum menarik lantaran sudah naik cukup tinggi, terutama GIAA. Target dia, harga saham GIAA sampai akhir tahun sebesar Rp 500 per saham.
Sementara Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi prospek saham GIAA bakal menguat jelang akhir tahun ini. Rekomendasi dia, beli saham GIAA dengan target harga Rp 700 per saham.
Adapun pada penutupan perdagangan Senin (14/10), harga saham GIAA turun 2,59% ke Rp 565 per saham.
Saham BBNI | Likuiditas Bank BNI Ketat, Ini Rekomendasinya
Performa kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tidak dalam posisi terbaiknya. Likuiditas Bank BNI sudah cukup ketat.Itu tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) yang mencapai 96,8%. Perolehan laba perusahaan juga menurun.
Seperti dikutip dari riset Deutsche Bank 30 September, laba bersih Bank BNI per Agustus tercatat Rp 577 miliar. Angka ini turun 55% secara tahunan dan 51% secara bulanan.
Sehingga, sejak awal tahun hingga Agustus lalu, akumulasi laba Bank BNI sebesar Rp 8,7 triliun, turun 7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Raymond Kosasih, Analis Deutsche Bank menjelaskan, penurunan laba bersih akibat kenaikan biaya kredit. Sejak awal tahun, biaya kredit BBNI mencapai Rp 5,8 triliun. Itu setelah BBNI mencatat biaya kredit Rp 1,5 triliun pada Agustus. "Angka ini meningkat 246% secara tahunan dan 81% secara bulanan," ujarnya.
Kenaikan biaya kredit Bank BNI sejalan dengan terus tumbuhnya penyaluran kredit. Pertumbuhannya secara tahunan tergolong tinggi, sebesar 19,7%.
Analis Mirae Asset Sekuritas Lee Young Jun menilai, pertumbuhan kredit tersebut yang membuat loan to deposit ratio (LDR) Bank BNI meningkat sehingga likuiditas bank mengetat.
Senada, analis Trimegah Sekuritas Sebastian Tobing mengatakan, Bank BNI bahkan merupakan bank dengan loan gross paling tinggi dibanding yang lain. Padahal, likuiditas sedang ketat. "Biaya kredit yang naik sudah menjadi masalah selama tiga bulan terakhir ini," tulis Sebastian dalam riset 2 September.
Rekomendasi BBNI
Namun, laju penyaluran kredit sudah menunjukan sinyal bakal kembali normal. Sebab, pertumbuhan kredit secara bulanan justru turun 0,4%. Lee optimistis, laju penyaluran kredit BBNI bakal stabil mulai kuartal ketiga ini.
"Pertumbuhan kredit diprediksi lebih rendah di semester kedua dan akan seperti ini pada 2020," jelas Lee kepada KONTAN, Senin (14/10).
Sebastian juga memprediksi, perbaikan likuiditas dan biaya kredit akan lebih terlihat mulai kuartal kedua tahun depan. Jika hal ini berhasil dilalui, net interest margin (NIM) bakal terkerek naik.
"Setelah likuiditasnya membaik, baru nanti ada perbaikan di NIM yang bisa meningkat," tandas Sebastian.
Lee juga berpendapat, NIM dapat terus meningkat dikarenakan adanya penurunan suku bunga BI. Hanya saja peningkatan tersebut dirasa cukup terbatas. "NIM diharapkan membaik sedikit atau tetap datar dibandingkan pada semester pertama," imbuhnya.
Sebastian mengubah rekomendasi saham BBNI dari semula netral menjadi buy. Namun, target harganya diturunkan dari Rp 9.000 menjadi Rp 8.700 per saham.
Lee juga menurunkan target harga menjadi Rp 9.850 dari sebelumnya Rp 10.900 dengan tetap mempertahankan rekomendasi buy.
Sementara, Raymond tetap merekomendasikan buy dengan target harga Rp 10.800 per saham. Ini karena dia optimistis kinerja BBNI bakal kembali stabil. Saham BBNI kemarin turun 50 poin ke level Rp 6.925 per saham.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/likuiditas-bank-bni-ketat-ini-rekomendasi-analis-untuk-saham-bbni?page=2
Saham CARS | PRESIDEN KOMISARIS CARS KURANG KEPEMILIKAN SAHAMNYA
Simon Harto Budi yang merupakan Presiden Komisaris PT Industri dan Perdagangan Bintrao Dharma Tbk (CARS) telah mengurangi kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut.
Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, Simon melepas sebanyak 4.764.781 lembar saham CARS pada 25 September 2019 pada harga Rp210 per lembar atau total transaksi mencapai Rp1.000.604.010.
Dengan pelepasan tersebut maka kepemilikan Simon Harto Budi berkurang dari semula 7.403.411 lembar saham menjadi 2.638.630 lembar saham. (end)
Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/cars-presiden-komisaris-cars-kurang-kepemilikan-sahamnya,87090241.html
Rekomendasi Saham IPOT | JSMR, ISAT, SMRA
IHSG (6.090-6.160) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.160 kemudian 6.195 dengan support di level 6.090 dan 6.055.
JSMR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 5.700 kemudian 5.775 dengan support di level 5.550, cut loss jika break 5.475.
ISAT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.300 kemudian 3.470 dengan support di level 2.770, cut loss jika break 2.520.
SMRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.180 kemudian 1.195 dengan support di level 1.150, cut loss jika break 1.135.
XIPI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 170 kemudian 171 dengan support di level 168, cut loss jika break 167.
XIIF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 630 kemudian 635 dengan support di level 620, cut loss jika break 615.
XPFT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 527 kemudian 530 dengan support di level 520, cut loss jika break 517.
Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7mva
Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | APLN, INTP, WIKA
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Okt 15, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,126.88 (+0.35%), consolidation, trading range 6,096 – 6,146. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized , indikator W%R optimized koreksi mulai terbatas namun indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 6,096 dan resistance di 6,146. Cut loss level di 6,030.
APLN Weekly ,230 (-0.86%),buy on weakness, trading range 220 – 246. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trend line. Weekly support di 220 sementara itu weekly resistance di 246. Cut loss level di 210.
INTP Weekly 18,950 (+3.98%), buy on weakness, trading range 17,900 – 19,500. Indikator W%R optimized dan RSI optimized cenderung naik. Weekly support di 17,900 sementara itu weekly resistance di 19,500. Cut loss level di 17,400.
WIKA Weekly, 1,905 (+2.14%), buy on weakness, trading range 1,830 – 1,990. Indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik. Perkiraan weekky support di 1,825 dan weekly resistance di 1,990. Cut loss level di 1,800.
Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | PTPP, CPIN, ISAT, ASII
MNC Daily Scope Wave
15 Oktober 2019
IHSG kemarin (14/10), ditutup menguat 0,35% ke level 6,126. Kami memperkirakan IHSG sudah berada pada akhir wave (iv), dimana IHSG dimungkinkan masih dapat menguat hingga level 6,170. Setelahnya, IHSG berpotensi terkoreksi untuk membentuk wave (v) pada 5,950-5,900.
Support: 6,050, 5,950
Resistance: 6,170, 6,200
PTPP - Buy on Weakness (1,630)
Kemarin (14/10), PTPP ditutup menguat 1,8% ke level 1,630. Kami perkirakan PTPP sedang berada di awal wave (C), sehingga PTPP masih dapat melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 1,600-1,630
Target Price: 1,770, 1,890, 2,020
Stoploss: below 1,550
CPIN - Buy on Weakness (5,500)
Dengan penguatan sebesar 4,3% kemarin (14/10), kami memperkirakan CPIN sedang berada di wave c dari wave (iii). Hal ini berarti, CPIN masih berpotensi melanjutkan penguatannya ke area 6,000-6,500.
Buy on Weakness: 5,175-5,350
Target Price: 6,000, 6,500
Stoploss: below 4,800
ISAT - Buy on Weakness (3,040)
Posisi ISAT saat ini kami perkirakan sedang berada pada awal wave X dari wave [B], dimana penguatan ISAT berpotensi berlanjut dengan target area berada pada 3,650.
Buy on Weakness: 2,770-2,940
Target Price: 3,300, 3,650
Stoploss: below 2,600
ASII - Sell on Strength (6,425)
Selama tidak menguat melewati 6,700, maka kami perkirakan ASII saat ini sedang berada pada wave (iii) dari wave [v] dari wave C. Dimana ASII berpotensi untuk terkoreksi pada area 5,750-5,900.
Sell on Strength: 6,425-6,525
Disclaimer On
Saham MAPI Breakout Lagi, Bisakah Menembus All Time High?
Analisis Saham MAPI
Informasi Terbaru Perusahaan
PT Mitra Adiperkasa Tbk. memberikan pinjaman kepada anak usahanya PT Mapple Mitra Adiperkasa dengan nilai maksimal Rp50 miliar. Jangka waktu utang selama 2 tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan. Manajemen menyatakan transaksi afiliasi ini bertujuan agar pengaturan cash management internal grup perseroan lebih efisien.
Sumber Informasi:
Analisis Teknikal
Saham MAPI pada tanggal 14 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 1050, naik 3,96%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 160% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat menarik.
Volatilitas saham ini berada pada area pertengahan ke jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan uptrend.
Rekomendasi
BUY
Support : 970 - 960
Resisten : 1115
by Abduh
Disclaimer ON
Saham MSIN Rebound dari Koreksi Wajarnya, Bagaimana Selanjutnya?
Analisis Saham MSIN
Informasi Terbaru Perusahaan
PT MNC Studios International Tbk., Starhits telah memulai aktivitas MCN (Multi Channel Network) yang mendapat perizinan dari Youtube per Agustus 2019.
Dengan bisnis MCN ini, Starhits memiliki kemampuan untuk memonetisasi tak hanya konten yang dibuatnya sendiri tetapi juga konten buatan content creator lain. Adapun untuk monetisasi konten buatan pihak lain akan menggunakan skema bagi hasil (sharing revenues).
Presiden Direktur MNC Studios International Ella Kartika mengatakan, kehadiran bisnis MCN akan semakin memperkuat pertumbuhan emiten bersandi saham MSIN tersebut ke depannya. (dk)
Sumber Informasi:
Analisa Teknikal
Saham MSIN pada tanggal 15 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 454, naik 5,09%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 2356% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat menarik.
Volatilitas saham ini berada pada area pertengahan ke jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan uptrend.
Rekomendasi
BUY
Support : 428 - 420
Resisten : 470 - 490
by Abduh
Disclaimer ON
Rekomendasi Saham Binaartha Parama Sekuritas | AUTO, INCO, LPKR, MNCN, TELE, TKIM
IHSG
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan berbalik terkoreksi wajar, setelah kemarin penguatannya mulai berkurang dengan kenaikan sebesar 0,35 persen ke level 6.126.
Indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif, sedangkan indikator Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.
Meski demikian, terlihat pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju level support terdekat.
Saat ini support pertama dan kedua berada di level 6.105 dan 6.023, sedangkan resistance pertama dan kedua di posisi 6.169 dan 6.196.
Saham Pilihan
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)
Daily (Rp1.150) (RoE: 4,31%; PER: 11,28x; EPS: 102,36; PBV: 0,49x; Beta: 1,27). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.140-1.160, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.175 dan 1.195. Support: Rp1.100.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Daily (Rp3.830) (RoE: -2,84%; PER: -51,70x; EPS: -74,66; PBV: 1,47x; Beta: 1,09). Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. "Partial Sell" pada kisaran Rp3.840-3.960, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.730 dan 3.600. Resistance: Rp4.000.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
Daily (Rp230) (RoE: -10,10%; PER: -1,82x; EPS: -126,52; PBV: 0,18x; Beta: 0,91). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp228-232, dengan target harga secara bertahap di level Rp242, 258, 292 dan 328. Support: Rp222 dan 214.
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
Daily (Rp1.310) (RoE: 19,32%; PER: 8,09x; EPS: 161,90; PBV: 1,56x; Beta: 1,72). Indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif dan RSI sudah menunjukkan sinyal positif. "Buy on Weakness" pada kisaran Rp1.270-1.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.350, 1.430 dan 1.510. Support: Rp1.270 dan 1.190.
PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE)
Daily (Rp304) (RoE: 8,13%; PER: 6,69x; EPS: 46,64; PBV: 0,54x; Beta: 1,19). Pergerakan harga telah menguji garis MA-20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp300-306, dengan target harga secara bertahap di level Rp348 dan 448. Support: Rp264.
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
Daily (Rp9.925) (RoE: 15,18%; PER: 10,20x; EPS: 953,84; PBV: 1,55x; Beta: 1,04). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp9.600-10.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.500, 11.225 dan 11.950. Support: Rp9.600 dan 9.400.
PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Rekomendasi Saham Profindo Sekuritas | ACES, WSBP, SMBR, ISAT, MAPI, BTPS
PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
Pada perdagangan Senin (14/10) ditutup pada level Rp 1.785 atau menguat Rp 15. Secara teknikal, candle terbentuk inverted hammer mengindikasikan bullish. Indikator stochastic netral di area middle dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 1.840.
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)
Pada perdagangan Senin (14/10) ditutup pada level Rp 330 atau menguat Rp 6. Secara teknikal, candle terbentuk long leg doji mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 350 dan stop loss kurang dari Rp 326.
PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)
Pada perdagangan Senin (14/10) ditutup pada level Rp 605 atau melemah Rp 25. Secara teknikal, candle terbentuk spinning
mengindikasikan rebound. Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 650 dan stop loss kurang dari Rp 595.
PT Indosat Tbk (ISAT)
Pada perdagangan Senin (14/10) ditutup pada level Rp 3.040 atau menguat Rp 360. Secara teknikal, candle terbentuk long white marubozu mengindikasikan bullish. Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 3.150.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
Pada perdagangan Senin (14/10) ditutup pada level Rp 1.050 atau menguat Rp 40. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume
menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.120 dan stop loss kurang dari Rp 1.030.
PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)
Pada perdagangan Senin (14/10) ditutup pada level Rp 3.750 atau menguat Rp 160. Secara teknikal, candle terbentuk morning star mengindikasikan rebound. Indikator stochastic netral di area middle dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 4.020 dan stop loss kurang dari Rp 3.670.
Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama
Langganan:
Postingan (Atom)











