Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 12 November 2018

*Mirae Asset Sekuritas Indonesia*
Investment Information Team

*Market Review 12 November 2018*

Tercatat 129 saham menguat dan 284 saham melemah. *IHSG -97.1 poin (-1.65%) ke level 5,777.0*, dan *LQ-45 -23.3 poin (-2.51%) ke level 907.6*.

*Sectoral Return :*
- Agri -1.34%
- Mining -0.52%
- Basic-Ind -1.07%
- Misc-Ind -3.15%
- Consumer -2.50%
- Property -1.53%
- Infrastructure -0.22%
- Finance -1.77%
- Trade -1.60%
- Manufacture -2.25%

Investor asing *net sell senilai Rp 17 Miliar*.

*USD/IDR +142.50 poin (+0.97%)* terhadap Rupiah di angka 14,820.

*Saham yang ditutup menguat*

- *MTDL ditutup menguat Rp 45 (+5.96%) ke level Rp 800*. Hingga akhir kuartal III 2018, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) telah menggunakan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 181 miliar. Sekretaris Perusahaan dan Direktur Independen MTDL Randy Kartadinata mengungkapkan, dari total belanja modal yang sebesar Rp 265 miliar tersebut telah digunakan untuk berbagai kegiatan perusahaan. MTDL menggunakan Rp 96 miliar untuk pembangunan gudang di Cikarang dan untuk kebutuhan peralatan yang disewakan menyerap dana senilai Rp 83 miliar. "Sementara untuk kebutuhan internal upgrade TIK sebesar Rp 2,2 miliar," jelas Randy, Senin

*Saham yang ditutup melemah*

- *BMRI melemah Rp 250 (-3.46%) ke level Rp 3,975*. PT Bank Mandiri Tbk menyebut sampai akhir tahun 2018 pihaknya terus menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) terutama ke sektor produksi sesuai dengan arahan pemerintah. Salah satunya, Bank Mandiri ingin meningkatkan penyaluran KUR ke sektor pertanian perkebunan ke wilayah-wilayah basis pertanian seperti wilayah Jawa Barat. Dari penyaluran KUR Bank Mandiri sebesar Rp 15,28 triliun pada Januari hingga Oktober 2018, KUR produksi yang digelontorkan mencapai Rp 7,49 triliun atau 49% dari total KUR tersalurkan. Dari nilai itu, penyaluran ke sektor pertanian baru sebesar 37%. Adapun 54% ke sektor jasa produksi, 0,5% ke sektor perikanan dan 8,5% ke sektor industri pengolahan.

- *BBNI melemah Rp 400 (-5.00%) ke level Rp 7,600*. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Program mulai sasar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk program Perhutanan Sosial di Jawa Barat. Sebelumnya, sejak tahun 2017 sudah BNI sudah menyasar Jawa Timur. Lanjut Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto, BNI memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendukung Program Perhutanan Sosial. Oleh sebab itu, BNI tidak hanya fokus pada penyaluran KUR bagi petani penggarap lahan hutan di Jawa Timur, namun memperluas dukungannya hingga ke Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut, Cianjur, dan Indramayu.

- *SMGR melemah Rp 575 (-5.91%) ke level Rp 9,150*. Semen Indonesia Trail Run 2018 yang diselenggarakan di Kawasan Area Pabrik dan Pascatambang Pabrik Gresik Semen Indonesia, tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Lomba Lari Trail Pertama di Kawasan Pabrik Semen dan di Area Pascatambang Pabrik Semen. Rekor MURI diserahkan oleh Senior Manager MURI, Jusuf Ngadri kepada Ketua Penyelenggara Semen Indonesia Trail Run 2018, Pgs Kadept Komunikasi Perusahaan Sigit Wahono di Gresik pada hari Minggu.

- *TBIG melemah Rp 270 (-6.44%) ke level Rp 3,920*. Laba bersih yang didistribusikan ke pemilik entitas induk PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) hingga periode 30 September 2018 alami penurunan tipis sebesar 4,1% menjadi Rp623,45 miliar dari laba Rp650,14 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, pendapatan naik menjadi Rp3,16 triliun dari pendapatan Rp2,97 triliun tahun sebelumnya dan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp579,21 miliar dari Rp489,77 miliar tahun sebelumnya.

- *ISAT melemah Rp 100 (-4.44%) ke level Rp 2,150*. Operator telekomunikasi PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menargetkan bisa membangun 4.300 hingga 4.700 unit base transceiver station (BTS) pada tahun depan. Ekspansi tersebut sudah masuk dalam rancangan pendanaan ISAT tahun 2019. Direktur Utama Indosat Chris Kanter mengatakan, meski industri telekomunikasi seluler tengah menghadapi kelesuan, Indosat berkomitmen untuk tetap berbenah melalui penguatan dan perluasan jaringan yang lebih masif.

Berita Saham BIRD | 12 November 2018


Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai kinerja pendapatan dan laba emiten peritel serta kenaikan laba bersih PT Blue Bird Tbk menjadi sorotan media nasional hari ini, Jumat (9/11/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:
Emiten Peritel Jaga Kenaikan Omzet.  Mayoritas emiten peritel melanjutkan kinerja pendapatan dan laba yang positif sepanjang 9 bulan pertama 2018 kendati daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih dan nilai tukar rupiah cenderung tertekan.

BIRD Ditopang Ekspansi Organik. Sepanjang Januari—September 2018, PT Blue Bird Tbk. mencetak kenaikan laba bersih 10,77% year-on-year terdorong ekspansi organik yang didorong oleh emiten penyedia jasa transportasi itu. (Bisnis Indonesia)

Laris Manis, Inalum Kantongi US$4 Miliar. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) mengantongi dana hasil emisi obligasi global senilai US$4 miliar. Pada masa penawaran, total permintaan investor mencapai US$20,4 miliar. (Bisnis Indonesia)

Kerugian AirAsia Kuartal III Membengkak. Kinerja keuangan PT Airasia Indonesia Tbk (CMPP) selama sembilan bulan tahun ini masih kurang memuaskan. Pendapatan perusahaan ini relatif stagnan, bahkan turun 1% menjadi Rp 2,9 triliun. (Kontan)

Beli Mesin Baru, HKMU Sediakan Capex Rp 90 Miliar. PT HK Metals Tbk (HKMU) bertekad terus mendongkrak kinerja tahun depan. Untuk itu, perusahaan manufaktur barang metal dan baja ini menargetkan bisa memenuhi permintaan ekspor alumium ekstruksi dari Amerika Serikat dan Belanda. (Kontan)

MPMX Menyetop Bisnis Diler Mobil Nissan dan Datsun. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menutup lini bisnis diler mobil. Perusahaan perdagangan ini melalui anak usahanya, PT Mitra Pinasthika Mustika Auto (MPMAuto) mengakhiri kerja sama dengan PT Nissan Motor Distribusi Indonesia sejak 5 November 2018. (Kontan)

Berita Saham ISAT | 12 November 2018


Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Direktur PT Indosat Tbk. yang belum lama menjabat, Chris Kanter telah sejak awal menyebut adanya keinginan untuk melakukan konsolidasi. Sebelum masuk kepada diskusi tersebut, Chris menyebut perseroan akan terlebih dahulu fokus memperkuat jaringan.

Chris menyampaikan sebelum mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi anorganik, Chris akan membenahi sisi internal perseroan. Sejak awal, dia memiliki 19 agendra transformasi pada tubuh emiten jasa telekomunikasi tersebut.

“Bidang untuk beli-beli [perusahaan lain], memang merupakan appetite saya. Tapi saya akan bereskan dulu [internal perusahaan], saya fokus dulu kepada ekspansi jaringan. Tiap minggu sekarang kami harus bisa buka 700 site,” ungkap Chris di Jakarta, Kamis (8/11).

Chris menyampaikan jika dibandingkan kuartal II/2018, emiten dengan sandi ISAT tersebut telah tumbuh 6% . Perseroan memperkuat overlay 4G yang programnya ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Bekas Komisaris Indosat tersebut mengatakan dia telah memegang restu dari Ooredoo Asia Pte. Ltd., pemegang saham perseroan yang menggenggam hingga 65%, untuk dapat menggelontorkan belanja modal hingga US$2 miliar atau sekitar Rp30 triliun dalam 2 tahun ke depan, yang difokuskan untuk penguatan 4G dan ekspansi jaringan.

Dengan dana jumbo tersebut, Chris menyebut akan membangun hingga 4.300—4.700 site pada tahun depan.

Sebagaimana diketahui, Chris telah mencuatkan keinginannya untuk melakukan konsolidasi sejak akhir Oktober 2018. Menurutnya, strategi tersebut juga didukung oleh arah kebijakan pemerintah.

Sementara itu, baru-baru ini mencuat bahwa ISAT akan melepas aset menaranya pada perusahaan menara Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk. Chris menyebut sebagai presiden direktur, dia memiliki kuasa penuh untuk memutuskan, namun sejauh ini belum ada diskusi resmi dengan emiten dengans anti TOWR tersebut.

Berita Saham GMFI | 12 November 2018


Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perawatan pesawat PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. melaporkan pembukuan tiga kerja sama baru yang diperoleh perseroan saat terlibat pada hari pertama perhelatan Indo Defense 2018 Expo & Forum. Kontrak tersebut yaitu untuk perawatan pesawat militer.

Berdasarkan informasi resmi perseroan, emiten dengan sandi GMFI tersebut menyepakati kerja sama dengan PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) atau INUKI, perusahaan BUMN yang bergerak di bidang produksi  instrumentasi nuklir, jasa rekayasa nuklir, aplikasi teknik nuklir dan jasa Teknik.

Kerja sama tersebut berupa pengembangan teknologi modifikasi Lap Joint  untuk pesawat Boeing 737 classic. Perjanjian kerja sama ini ditanda tangani oleh Direktur GMFI, Beni Gunawan dan Direktur Administrasi & Keuangan INUKI, Lenggoeni.

Pada kesempatan tersebut Direktur Garuda Maintenance Facility Aero Asia Beni Gunawan mengatakan kerja sama tersebut dapat mendatangkan kapabilitas baru bagi GMFI. Apalagi, tipe pesawat Boeing 737 classic banyak digunakan oleh militer.

“GMFI sudah dikategorikan sebagai salah satu usaha dalam industri pertahanan karena merupakan industri  strategis dan dapat menghasilkan peralatan dan dukungan logistik,” kata Beni, Jumat (9/11).

Selain kerja sama untuk pengembangan kapabilitas baru, GMFI juga menandatangani nota kesepemahaman (MoU) dengan manufaktur mesin pesawat kelas dunia, Rolls Royce untuk mengembangkan kapabiltas baru bagi GMF.

Dalam nota kesepemahaman yang ditandatangani GMFI dan Rolls Royce, perseroan disebut akan terlibat dalam pengembangan kapabilitas perawatan mesin Rolls Royce tipe T56 yang banyak digunakan untuk pesawat militer C-130.

Direktur Utama GMFI Iwan Joeniarto mengatakan, industri perawatan pesawat militer merupakan pasar yang sangat menjanjikan, namun selama ini masih dikerjakan di luar negeri.

“Kami mencoba untuk mengambil pasar militer, diawali dengan pengembangan kapabilitas perawatan mesin pesawatnya karena sejalan dengan target perusahaan saat ini yaitu memperbesar porsi perawatan mesin pesawat,” ujar Iwan. Ke depannya, kerja sama dengan Rolls Royce berpotensi ditingkatkan.

http://market.bisnis.com/read/20181109/192/858292/gmfi-garap-perawatan-pesawat-militer

Berita Saham PZZA | 12 November 2018


Bisnis.com, JAKARTA--Albizia Asean Opportunities Fund memperbesar kepemilikan saham di perusahaan restoran yakni PT Sarimelati Kencana Tbk. pascarilis laporan keuangan kuartal III/2018.

Sarimelati dikenal dengan brand restoran Pizza Hut. Dalam keterbukaan informasi, Jumat (9/11/2018), jumlah kepemilikan saham oleh Albizia Asean Opportunities Fund awalnya hanya 144,47 juta saham, atau setara 4,78% dari total saham Sarimelati. Lalu, porsi kepemilikan saham meningkat  menjadi 171,13 juta atau setara 5,66%.

DBS Bank Ltd agen khusus Albizia Asean Opportunities Fund menambah 26,66 juta saham, dengan harga pembelian saham Rp890 per saham. Dengan demikan, Albizia Asean Opportunities Fund mengeluarkan dana senilai Rp22,92 miliar.

Dalam laporan keuangan September 2018, penjualan bersih yang dibukukan PZZA senilai Rp2,57 triliun, naik 17,88% dari posisi Rp2,18 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan yang dikantongi PZZA selama sembilan bulan 2018 senilai Rp101,55 miliar, naik 20,51% year on year, dari posisi Rp84,26 miliar.

Pada perdagangan Jumat (9/11/2018), saham PZZA telah naik 2,81% atau setara 25 poin menjadi Rp915 per saham. Sepekan terakhir kinerja saham PZZA telah naik 1,67%. Namun, bila dilihat dalam tiga bulan terakhir, saham PZZA turun 23,75%.

Berita Saham RALS | 12 November 2018


Bisnis.com, JAKARTA--PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. berkolaborasi dengan DANA untuk meningkatkan jumlah pengunjung melalui pesta diskon 11.11.

Jane Melinda Tumewu, Vice President Director PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. mengatakan Ramayana tidak pernah berhenti membuat gebrakan untuk menarik minat pengunjung.

Dia mengatakan, kolaborasi dengan DANA, akan memberikan harga Rp 11 untuk koleksi celana jeans dan chinos di seluruh store Ramayana.

Menurutnya, kolaborasi dengan DANA ini semakin membuktikan bahwa Ramayana Department Store terus mengikuti perkembangan digital, khususnya yang memudahkan customer untuk berbelanja.

Jika sebelumnya memperluas ke bisnis e-commerce, kali ini Ramayana melirik dompet digital sebagai peluang di era cashless.

“Kami melihat DANA sebagai salah satu peluang untuk meningkatkan penjualan. DANA merupakan finance technologi baru berupa dompet digital yang memberikan kemudahan bertransaksi momen 11.11 yang selama ini identik dengan diskon online pun diaplikasikan ke offline dengan memberikan diskon di store," tulisnya dalam keterangan resmi, Minggu (11/11/2018).

Senada dengan Jane, Timothius Martin, Marketing Director DANA, pun mengaku kerja sama dengan Ramayana sangat istimewa.

“Ramayana merupakan perusahaan ritel besar dengan penyebaran toko yang luas di Indonesia. Kami menilai Ramayana telah mewakili gambaran masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Tujuan utama DANA sebagai fintech dompet digital ialah membatu infrastruktur pembayaran menjadi lebih efisien."

Dia mengatakan, ingin mengajak masyarakat luas untuk bertransaksi nontunai dan nonkartu dengan cara yang cepat, lancar, dan aman.

Mengusung hashtag #Puas11Rupiah, promo di tanggal 11 November 2018 ini semakin menunjukkan Ramayana sebagai one stop entertainment karena promo Rp 11 juga bisa dinikmati di KFC dan Cinema XXI yang terdapat di Ramayana.

Untuk semakin memeriahkan pesta 11.11 dan #Puas11Rupiah ini, Ramayana dan DANA pun menggelar konser Virgoun dan Budi Doremi di Ramayana Prime City Plaza Jatinegara.

Di lokasi yang sama, DANA pun membuat activity booth dengan beragam hadiah, mulai dari T-shirt sampai smartphone keluaran terbaru.

Berita Saham UNTR | 12 November 2018


Bisnis.com, JAKARTA- Capaian pendapatan dan laba bersih yang di luar ekspektasi meningkatkan prospek saham PT United Tractors Tbk. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham emiten bersandi UNTR ini berada di zona hijau dan parkir di posisi Rp34.900.

Dikutip dari laporan keuangan per September 2018, secara garis besar pendapatan UNTR terdiri dari penjualan barang senilai Rp27,72 triliun dan pendapatan jasa Rp33,4 triliun. Pemasukan dari masing-masing sektor meningkat dari 9 bulan 2017 sejumlah Rp21,81 triliun dan Rp24,45 triliun.

Beban pokok pendapatan UNTR per kuartal III/2018 juga naik menjadi Rp46,05 triliun dari sebelumnya 35,82 triliun. Namun, laba bruto masih meningkat menuju Rp15,08 triliun dari per September 2017 senilai Rp10,44 triliun. Marjin laba bruto pun naik menuju 24,7% per September 2018 dibandingkan 22,6% per September 2017.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Akhmad Nurcahyadi mengatakan, laba bersih UNTR baik pada periode kuartal III/2018 atau ytd per akhir September lalu cukup positif. Moncernya kinerja itu tidak terlepas dari angka operasional bisnis UNTR yang tumbuh dengan dengan solid.

Penurunan kinerja operasional segmen coal mining yang lebih disebabkan oleh faktor cuaca juga tidak mempengaruhi catatan pertumbuhan yang masih melonjak 44% secara YoY menjadi Rp8,1 triliun dan berkontribusi 13,3% pada total pendapatan. Sedangkan bisnis construction meningkat 40% secara YoY.

"Melihat data itu kami mempertahankan BUY dengan target harga Rp42.000. Asumsi kenaikan ASP alat berat tidak akan berdampak negatif seiring dengan pesanan big machines yang memiliki revenue dollar AS tinggi," kata dia dalam riset yang dikutip, Minggu (11/11/2018).

Analis Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menambahkan, risiko yang bisa membayangi kinerja perseroan hanyalah penurunan harga batu bara yang jauh di bawah rata-rata yang diproyeksikan senilai US$95 per ton.

Selain itu, UNTR akan tertekan jika penjualan Komatsu cukuo rendah dari yang diharapkan yakni di kisaran 4.550-4.600 unit. Artinya, di laur kedua faktor itu kinerja perseroan masih cukup menjanjikan.

"Untuk itu kami masih mempertahankan rekomendasi BUY untuk UNTR dengan target harga Rp40.000. Akuisisi tambang Martabe juga akan meningkatkan kinerja perseroan pada tahun depan," ujarnya.

Analisa Saham TLKM | 12 November 2018


Indo Premier Sekuritas on Telekomunikasi Indonesia (TLKM) 10/30/2018
Gradually better growth outlook

- Perusahaan membukukan pendapatan 9M18 sebesar Rp99 trilyun, sesuai dengan konsensus dan perkiraan kami. Pendapatan 3Q18 tumbuh + 6% YoY, lebih tinggi dari 2Q18 di -3% YoY. Pendapatan 3Q18 Telkomsel (Tsel) (Rp23bn) turun -2% YoY, tetapi dalam tren pemulihan (-12% YoY di 2Q18). Kami melihat monetisasi yang lebih baik (positif untuk TLKM) dalam data Tsel dan Indihome: 3Q18 harga data efektif naik + 8% QoQ, waktu pertama sejak 3Q15; Indeks 3Q18 Indihome sedikit naik + 3% QoQ setelah Indihome menaikkan harga sedikit pada bulan September.

- 9M18 EBITDA sebesar Rp45tn sejalan dengan konsensus dan perkiraan kami. Marjin EBITDA 3Q18 melonjak menjadi 48% dari 38% di 2Q18, didukung oleh efisiensi yang lebih tinggi dalam biaya operasional & pemeliharaan dan biaya personil (lihat Gambar 8). Kami masih mengharapkan sedikit penurunan pada marjin EBITDA 2019F menjadi 44% dari 2018F 45% karena transisi ke data (margin yang lebih rendah) untuk secara bertahap mengurangi penurunan suara dan SMS.

- Valuasi: BUY dengan Tp Rp4,100

Analisa Saham ASII | 12 November 2018


Samuel  Sekuritas on Astra International (ASII) 10/30/2018
Broadly inline, expecting stable FY19E

- Ditengah keraguan pasar pada kinerja ASII, per 9M18 laba bersih bertumbuh +20.6%YoY dan 19.2% melampaui proyeksi 9M18E kami. Di periode 3Q18 pendapatan juga masih tercatat naik sebesar +9.9%QoQ, +19.4%YoY dan laba bersih meningkat tajam +23.8%QoQ, +38.8%YoY, mencapai 88.2% vs FY18E kami dan 80.5% dibandingkan dengan angka konsensus.

- Catatan pertumbuhan laba bersih baik di 3Q18 maupun 9M18 didorong terutama oleh lonjakan laba bersih segmen Heavy Equipment, Mining, Construction and Energy (+60%YoY). Persaingan bisnis automotive yang semakin tajam (pangsa pasar turun dari 55% menjadi 50%), masih mampu membukukan pertumbuhan laba bersih +7%YoY, didorong oleh solidnya penjualan 2W. FY19E, kami menantikan peluncuran The All New Avanza yang kami lihat potensi memperkuat daya saing ASII di segmen tersebut.

- Valuasi: BUY dengan TP Rp8,550


Analisa Pasar Global | 12 November 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(November 12, 2018)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Dow ditutup 200 poin lebih rendah karena harga minyak yang terurai menunjukkan 'ekonomi global di tempat yang sulit'

Saham AS berakhir pada hari Jumat dengan catatan rendah, menghentikan reli empat sesi, setelah aksi jual harga minyak, wacana yang lebih panas dari perkiraan harga produsen, dan kegelisahan tentang pasar perumahan yang membangkitkan kekhawatiran dari jalan yang tidak pasti untuk ekonomi di Amerika dan di luar negeri.

Dow Jones -0.77%, turun 201.92 poin pada 25,989.30. S&P 500 -0,92%, kehilangan 25,82 poin pada 2.781,01. Nasdaq -1,65%, turun 123,98 poin pada 7.406,90.

Chairman Jerome Powell's Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran antara 2% dan 2,25% pada Kamis sore, dan mengatakan bahwa bank sentral "mengharapkan peningkatan bertahap lebih lanjut dalam kisaran target untuk tingkat dana federal."

Selain itu, penurunan harga minyak yang tak henti-hentinya telah menimbulkan pertanyaan tentang kesehatan ekonomi global secara umum, dan ekonomi Cina pada khususnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan mobil di China turun 12% pada bulan Oktober menjadi 2,38 juta, dari tahun lalu, dan pembuat kebijakan China mengumumkan aturan pinjaman bank baru dalam upaya untuk mengelola kekhawatiran tentang pasar ekuitas dan perlambatan ekonomi.

Eropa

Saham Eropa sedikit tergelincir namun mencatatkan hasil mingguan lebih tinggi

Saham Eropa mengakhiri sesi Jumat sedikit lebih lemah, tetapi berhasil menambah keuntungan untuk minggu ini, di tengah kegelisahan pertumbuhan global, Federal Reserve yang hawkish dan kekecewaan pendapatan di beberapa perusahaan besar.

Stoxx Europe, tergelincir 0,4% menjadi ditutup pada 365,74.

Ekuitas global terpukul oleh hasil Federal Reserve pada hari Kamis, yang sepertinya tidak ada perubahan dalam suku bunga utama, tetapi investor terguncang oleh wacana hawkish yang dirasakan oleh bank sentral. Berita itu membuat investor bersorak-sorai karena data pertumbuhan AS optimis, dengan saham London macet oleh kekhawatiran tentang pertumbuhan China.

Italia merangkak kembali dan menjadi kekhawatiran bagi Eropa, setelah Komisi Eropa pada Kamis memperingatkan bahwa mereka khawatir tentang situasi utang negara, dan bahwa ada "tidak ada masa depan" bagi negara di luar mata uang umum.

Analisa Saham PGAS, BBCA dan CPIN | 12 November 2018


IHSG (5.835-5.920) : indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 5.835 kemudian 5.795 dengan resist di level 5.920 dan 5.970.

BBCA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 23.775 dengan resist di level 24.150 dan 24.375.

PGAS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.150 kemudian 2.180 dengan support di level 2.070, cut loss jika break 2.040.

CPIN (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 5.225 dengan resist di 5.425 kemudian 5.525.

Full report bisa di akses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c5igg

Analisa Saham PGAS, UNTR dan ERAA | 12 November 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
(November 12, 2018)
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,874.15%, consolidation, trading range hari ini 5,844 – 5,890. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline. Sementara itu pada periode weekly ,indikator MFI optimized , indikator RSI  optimized  dan stochastic%D optimized masih cenderung naik. Daily resistance terdekat di 5,890 dan support di 5,844.Cut loss level di 5,813.

PGAS Daily, 2,110(+0.96%) buy on weakness, trading range 2,060 – 2,150. indikator MFI  optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Daily support 2,060 dan resistance di2,150. Cut loss level di 1,990.

UNTR Weekly ,34,900 (+6.61%), buy on weakness, 32,950 – 35,850. Indikator MFI optimized dan indikator RSI   optimized masih cenderung naik. Daily dan Weekly resistance di 35,350 dan 35,850. Sementara itu daily dan weekly support di 34,325 dan 32,925. Cut loss level di 31,500.

ERAA Weekly, 1,7010 (+4.91%), buy on weakness,  trading range 1,560 – 1,840. Indikator MFI optimized  akan meguji support trendline dan indkator W%R optimized  masih cenderung menguat. Dengan demikian diperkirakan potensi kenaikkan masih terlihat namun sementara akan tertahan. Perkiraan daily dan weekly support di 1,680 dan 1,560. Daily dan weekly resistance di 1,780 dan 1,840. Cut loss level di 1,430.

Analisa Saham PGAS | 12 November 2018

ANALISA TEKHNIKAL SAHAM PGAS
By : SYARIAH STOCKPICK ANALISIS CORNER
===========================================


#PGAS bullish trendlinenya sudah di tembus beberapa hari yang lalu .
jika  melihat dari MACD nya , PGAS mengalami penurunan dan MACD nya mendekati garis 0 (nol) ,
berhati-hati bila MACD berhasil tembus garis 0 maka PGAS memasuki fase downtrendnya .
jika tidak tembus maka berpeluang terjadi golden cross.

dilihat dari chartnya dan fibo nya PGAS sedang menguji resist fibo nya di 2115 ,  bila berhasil di tembus maka berpeluang ke 2291
Support fibo nya untuk saat ini berada di 1939

Stochasticnya masih dalam area positifnya.

untuk PGAS WnS dulu sampe candle confirmasi terjadi untuk masuk , silahkan disesuaikan dengan  trade plan masing-masing

#DisclaimerON

Analisa Saham ANTM | 12 November 2018

ANALISA TEKHNIKAL  SAHAM ANTM
By : SYARIAH STOCKPICK ANALISIS CORNER
===========================================


#ANTM secara Trend masih dalam fase downtrendnya sejak bulan Agustus lalu.
Support ANTM saat ini berada pada level 670
dan Resisten berada pada level 730
dan pada perdagangan terakhir kemarn terjadi tekanan jual namun msh ada perlawanan buyyer sehingga harga tidak ditutup diharga terendahnya.

dapat dilihat pada gambar (Perhatikan garis vertikal biru)
pada tanggal 7 kemarin indikator MACD #ANTM terjadi cross , hal tsb merupakan sebuah Signal positif , beberapa trader biasanya menganggap hal tersebut sebagai signal Buy ,
jika dilihat dari Stochasticnya saham ANTM  memasuki area positif nya .

Silahkan Sesuaikan dengan Trade Plan dan Money Management masing-masing jika ingin masuk ,

Area Entry : 680-695
untuk CL/SL : -5% dari harga masuk
Resisten : 730
Support : 670

Analisa Saham CTRA, CLEO dan INCO [Ulasan Singkat] | 12 November 2018


CTRA
Pergerakan saham ini masih dalam trend kenaikanya dan berpotensi untuk lanjut uji resisten di area 945. Kalau tidak berhasil break ada potensi koreksi sesaat. Support di 860.

CLEO
Pergerakan saham ini terakhir cenderung konsolidasi dan candle terqkhir membntuk doji (candle pembalikan arah).namun harus dikonfirmasi oleh candle selanjutnya. Untyk besok kn uji resisten di 302 dan support di 288.

INCO
Pergerakan saham ini masih dalam trend kenaikanya dan berpotensi untuk uji resisten di 3400, waspadai jika tidak mampu bertahan diatas 3400. Ada potensi koreksi sesaat. Note: update harga nikel dunia.

StockPreneur

Analisa Saham BSDE, KLBF, BNGA, ERAA dan UNVR | 12 November 2018


BSDE
Pergerakan saham ini juga cenderung masih akan uji support di 1150 kalau tidak berhasil break support 1150 masih aman dan masih dalam trend kenaikanya. Waspadai jika turun dibawah 1150.

KLBF
Pergerakan saham ini masih dalam trend kenaikanya dan berpotensi untuk melanjutkan kenaikanya untuk uji resisten di 1445 dan support di 1375.

BNGA
Pergerakan saham ini masih dalam trend kenaikanya dan cenderung akan uji support terlebih dahulu di 875. Selama tidak dibawah harga 875 masih aman.

ERAA
Pergerakan saham ini terakhir belum mampu menembus MA20nya sebagai titik krusial poin agar saham ini keluar dari pola downtrendya. Untuk besok cendeeung akan uji support di 1650. Kalau tidak berhasil tembus harga 1650 ada potensi akan tekhnikal rebound kembali.

UNVR
pergerakan saham ini setelah ada aturan baru tentang free float cenderung tertekan untuk besok perhatikan titik pertahanan terakhir saham ini  dan pergerakan Investor Asing, apakah masih jualan dan support nya di 38800 dan 3785. (Batas amanya). Waspadai jika turun dibawah harga tersebut. Kalau mampu bertahan diatas harga tersebut ada potensi tekhnikal rebound.

StockPreneur

Analisa Saham ADRO, ANTM, SMDR, TRAM dan LPPF | 12 November 2018


ADRO
Pergerakan Saham ini masih dalam pola downtrendnya, untuk besok akan uji support di 1540. Waspadai jika turun dibawah harga 1540.

ANTM
Pergerakan Saham ini terakhir belum mampu break MA20nya, sehingga ada potensi untuk besok akan uji support di 680. Waspadai jika turun dibawah 680.

SMDR
Pergerakan saham ini belum mampu break harga resisten di 314, sehingga potensi turun kembali. Untuk besok akan uji support di 296. Waspadai jika dibawah harga supportnya.

TRAM
Pergerakan saham ini terakhir belum mampu break harga 204 untuk mampu terus melanjutkan trend kenaikanya, untuk besok akan uji support di 187. Klau tdk berhasil  tembus ada potensi tekhnikal rebound. Waspadai jika break dibawah harga 187.

LPPF
Pergerakan Saham ini ada potensi untuk melanjutkan kenaikan kembali untuk uji resisten selanjutnya di 5550, kalau bertahan diatas harga 5550 semakin bagus untuk kedepanya.

StockPreneur

Rekomendasi Saham William Hartanto | 12 November 2018

WH Project Outlook 12 November 2018

IHSG ditutup menurun signifikan sebesar 102.65 poin (-1.72%) menuju level 5874.15 pada perdagangan hari Jumat 9 November 2018.

NAMUN PENURUNAN INI TIDAK TERASA

IHSG menurun, namun penurunan ini tidak seperti penurunan, karena IHSG menurun dengan beban terberat dari UNVR dan HMSP yang mengalami penurunan bobot dalam indeks LQ45 dan IDX30. Dengan penurunan bobot ini, fund manager melakukan rebalancing menyesuaikan portofolio sesuai bobot baru yang berlaku.

Dengan adanya aturan baru ini, saham-saham dengan penurunan bobot akan menjadi tidak menarik untuk beberapa waktu. Sentimen ini diprediksi hanya sesaat saja, selama fundamental emiten bagus, maka sekecil apapun bobotnya maka fund manager akan tetap membeli saham ini untuk portofolio mereka.


Lalu, bagaimana dengan IHSG hari ini?

Secara teknikal pola doji telah terkonfirmasi dan IHSG menurun, sepertinya IHSG belum rela mengakhiri downtrend jangka pendeknya. Namun kami tidak menyatakan bahwa hari itu juga IHSG sudah akan menurun kembali, masih diperlukan beberapa hari untuk menguji resistance trend line IHSG. Dan bulan ini diprediksi support IHSG akan berada pada 5800.

IHSG VIEW

IHSG berpotensi menguat terbatas dalam range 5800 s/d 5900.

REKOMENDASI SAHAM

Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk trading hari ini: BBNI, UNTR, KLBF, CTRA.

Analisa Saham HRUM | 12 November 2018


HRUM bergerak downtrend, saham ini gagal bertahan diatas level 2300. Target awal penurunan di 1990 telah terlampaui dan HRUM rebound menguji level ini kembali. Level 1990 merupakan level psikologis bagi HRUM. Jika harga terus berada di bawah level ini, HRUM cenderung akan melanjutkan tren turun dengan target terdekat di 1710 dengan target jangka menengah di 1500.

Rekomendasi: Sell on rebound & hindari.

Disclaimer ON
https://galerisaham.com/hrum-dalam-fase-bearish-utama/

Update Harga Penting Saham | 12 November 2018


Dow drops 200 points on worries about slowing global economic growth

 Dow still on track for best week since March
Stocks fell on Friday as further losses in oil prices sparked fears of a global economic slowdown, but the major indexes still managed solid weekly gains.

Dow.....25989    -201.9    -0.77%
Nasdaq..7407   -123.98  -1.65%
S&P 500.2781   -25.8       -0.92%

FTSE.......7105   -35.3       -0.49%
Dax........11529  +1.8        +0.02%
CAC.........5107   -24.7       -0.48%

Nikkei....22250   -236.7    -1.05%
HSI.........25602   -625.8   -2.39%
Shanghai.2599   -36.8      -1.39%
ST Times.3078   -15.3      -0.49%

Indo10Yr..8.2334      +0.0291  +0.35%
INDOBex236.9705    -0.4877   -0.21%
US10Yr......3.189        -0.045     -1.39%
VIX............17.36        +0.64      +3.83%

USDIndx .....96.6600  +0.245   +0.25%
Como Indx..188.45     -1.26       -0.66%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL.......60.99      -0.90       -1.45%
(Dow Jones US Coal Index)

IndoCDS...143.415     +2.03     +1.44%   
(5-yr INOCD5) 

IDR........14677.50  +138.50   +0.95%
Jisdor....14632         -19            -0.13%
IDR Fut..14743.20   +68.10     +0.46%

Euro.........1.1336   -0.0029     -0.26%

TLKM...26.22       -0.64         -2.38%
(3836)
EIDO......22.98      -0.64         -2.71%
EEM.......39.80      -0.75         -1.85%

Oil...........60.48       -0.58      -0.10%
Gold ......1224.70   -3.10      -0.25%
Timah...19127.50  -145.0    -0.75%
Nickel..11417.50  -357.50 -3.04%

Coal price       105.90   +0.15    +0.14%
(Nov/Newcastle)
Coal price       107.80   +1.15    +1.08%
(Dec/Newcastle)
Coal price        91.70     -1.30     -1.39%
(Nov/Rotterdam)
Coal price        89.75     -1.25     -1.37%
(Dec/ Rotterdam)

CPO(Sept)  2042   -46          -2.20%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn...........369.75   -3.75      -1.00%
SoybeanOil 27.62    -0.18      -0.64%
Wheat........502.00   -0.40      -1.43%

Rubber.......160.90   +0.t0    +0.31%
(Tokyo)JPY/kg
 
Pulp(BHKP)     -           -                -


* : weekly


(DE/ls 12-11-18)

Analisa Saham WSKT | 12 November 2018


Robust 9M18 earnings, but weak 3Q18. WSKT reported strong 9M18 earnings
of Rp4.5tn in 9M18 (+55% yoy), which came above market expectation, forming
85%/83% of our/consensus’ FY18F estimate. The 9M18 revenue came above
market expectation to Rp36tn in 9M18 (+27% yoy), forming 71/65% of our
FY18F forecast (5-year average: 54%). However, 3Q18 bottom line was weak at
Rp737bn (-50% qoq, -43% yoy) due high opex of Rp574bn (+40% qoq) interest
expense of Rp584bn (-32% qoq) vs. 3Q18 one-off gain of Rp1.8tn from toll road
divestment.

Maintained high burn rate to make up for low new contract. To maintain
revenue growth, WSKT has booked record high burn rate of 50% in the last 12-
months in order to make up for weak new contract attainment. WSKT booked
weak new contract achievement of Rp11.7tn in 9M18 (-74% yoy), forming only
21% of company’s FY18F contract target of Rp55tn. Thus, as of 9M18 WSKT has
total orderbook of Rp102tn, which translate to 1.9x trailing 12-months revenue.
However, WSKT is expected to book 60-70% of their FY18 new contract target in
the remainder of 2018.

Expect DER to improve in 2019. Given huge project payments, we expect
WSKT DER to improve to 2.0x in FY19F (9M18:2.3x) resulting to lower interest
expense and better margin. WSKT has received the fourth payment of LRT
Palembang from Ministry of Transportation amounting Rp3.9tn in September
2018, while the rest of the receivables will be paid in 2019. Several turnkey
construction projects such as Java toll road projects and LRT Palembang is
expected to be completed by the end of 2018. Thus, WSKT has potential cash
inflow of Rp15-20tn from turnkey projects payment and land reimbursement in
the remaining of 2018.

Maintain Buy with TP of Rp2,300. Despite strong 9M18 result, we maintain our
FY18F forecast as we expect low 4Q18 earnings due to high interest expense. We
maintain our Buy ratings for WSKT with unchanged TP of Rp2,300, representing
FY18F P/E of 7.1x, which similar to –STD of WSKT’s 5-year mean. Key risk to our
call might come from turkey project’s payment delay and lower than expected
contract achievement.

Joey Faustian
PT Indo Premier Sekuritas
joey.faustian@ipc.co.id
+62 21 5793 1168

Analisa Saham HMSP | 12 November 2018

Strong 3Q18 earnings, 9M18 results in-line with our expectation

HMSP recorded revenue growth of 9.1% QoQ in 3Q18 supported by higher volume and
ASPs for its entire cigarette segments. Coupled with better profitability, this brought 3Q18
net income up by 16.1% QoQ at Rp3.57 tn. The company raised ASP in 3Q18 by around 2- 3% to balance off the excise tax hike and raw material prices. Meanwhile, HMSP net
profit was 3.8% YoY higher, reaching Rp9.69 tn, in-line with our expectations (73.3% of our
FY18F). HMSP booked 9M18 revenue growth of 7.2% YoY to Rp77.53 tn, which came at
73% of our FY18F and consensus. As COGS and Opex increased at a faster rate of 8.3%
and 7.9% YoY, these resulted gross and operating profit slightly increased by 4.1% and
2.2% YoY at Rp18.3 tn and Rp12.1tn, respectively. GPM and OPM contracted by 70-80bps to
23.6% and 15.6% in 9M18, respectively. The main revenue contributor, machine-made
cigarettes experienced double digit sales growth of 12.5% YoY. While, hand rolled
cigarettes booked 3.3%YoY sales growth. Meanwhile, export segment and white cigarettes
suffers double-digit decline by -22.9% YoY and -13.5% YoY.

SKM booked solid performance

HMSP sales volume strengthened by +6.2% QoQ to 26.5 bn sticks in 3Q18 after recorded
+8.6% QoQ volume growths in 2Q18. However, HMSP’s market share dropped slightly by - 0.1%YoY or -0.2% QoQ but to around 33%, due to the lower market share on SKM (23.4% in
3Q18 from 23.9% in 2Q18). We noticed, Sampoerna A and U Mild reported volume
decreased in 3Q18 due to the continuous rising of prices (2%-2.5%). On the other hand,
Marlboro Filter Black 20s and Dji Sam Soe Magnum Mild 16s constantly record a growing
volume. Stronger demand also enables HMSP to increase Magnum Mild price by 1.5% in
3Q18 after 5% hike in Q2; and another 3.7% QoQ for Marlboro Filter Black after similar
rate increased in Q2. Hence, we expect SKM division will be able to deliver better
performance in 2018F by +9.1% and +8.3% sales growth in 2019F despite the slowing
performance in Sampoerna A and U Mild.

SKT unexpectedly recorded significant sales growth

In 3Q18, SKT reported significant improvement in revenue by 3.3%YoY and 14.8% QoQ,
compared to flattish performance in last 1H18. Further, in 3Q18 backed by the strong
volume growth (+11%QoQ) to 5.2bn sticks; HMSP was able to increase the Sampoerna
Kretek 12s ASP by 0.5% vs 0.2% price increased in 2Q18. Phillip Morris Indonesia (PMI)
data shows stronger volume and ASP has broadly offset the higher production costs on
weaker Rupiah, higher tax and marketing expense.

Upgrade to BUY rating with higher TP of Rp4,500/share

As we rollover our valuation to 2019F, our DCF based TP increased to Rp 4,500/share
from the previous Rp 4,300. We expect HMSP is still able to raise its ASP and generate
higher net income going forward on stronger demand supported by election sentiment
next year. We upgrade our Hold rating to BUY for HMSP, since our new TP offers 15%
upside potential. HMSP currently trades at 2018-19F PER of 33.5-31.7x.

Stella Amelinda
+62 21 2557 4800 ext. 740
amelindastella@ciptadana.com