google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 28, 2018

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 28 November 2018

*Mirae Asset Sekuritas Indonesia* Investment Information Team *Market Review 28 November 2018* Tercatat 223 saham menguat dan 210 saham melemah. *IHSG -22.3 poin (-0.37%) ke level 5,991.2*, dan *LQ-45 -6.5 poin (-0.67%) ke level 954.1*. *Sectoral Return :* - Agri +0.04% - Mining +1.03% - Basic-Ind -1.61% - Misc-Ind +0.09% - Consumer -0.15% - Property -1.00% - Infrastructure -2.33% - Finance +0.18% - Trade -0.06% - Manufacture -0.49% Investor asing *net sell senilai Rp 235 Miliar*. *USD/IDR +13.00 poin (+0.09%)* terhadap Rupiah di angka 14,528. *Unusual Market Activity: POLA dan POLA-W* Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Pool Advista Tbk yang signifikan dan terjadinya transaksi bursa atas Waran seri I PT Pool Advista Tbk (POLA-W) pada harga yang sama atau lebih tinggi dari harga saham induknya. Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. *Saham yang ditutup menguat* - *MGRO ditutup

Berita Saham APLN | 28 November 2018

MOODYS TURUNKAN PERINGKAT AGUNG PODOMORO. IQPlus, (28/11) - Moody.s Investor Service memutuskan menurunkan peringkat PT Agung Podomoro Land Tbk. serta surat utang globalnya yang diterbikan anak usahanya APL Realty Holdings Pte. Ltd. dari Ba3 menjadi B1 dengan outlook stabil. Obligasi tersebut dijamin oleh emiten berkode saham APLN ini dan beberapa anak perusahaannya. Jacintha Poh, Wakil Presiden dan Pemeringkat Senior Moody.s, mengatakan bahwa penurunan peringkat mencerminkan ekspektasi Moody.s bahwa metrik kredit Agung Podomoro akan melemah ke level yang tidak lagi sesuai dengan peringkat Ba3. Pasalnya, perseroan membukukan tingkat penjualan pemasarannya yang rendah. Selain itu, arus kas mereka dalam 12-18 bulan ke depan akan lebih banyak berasal dari penjualan tunggal skala besar atau block sales. Karakteristik ini lebih cocok dengan peringkat B1. "Meskipun demikian, kami berharap Agung Podomoro akan terus menghasilkan arus kas berulang yang dapat diprediksi dan cukup u

Berita Saham SMGR | 28 November 2018

PERINGKAT SMGR DITEMPATKAN PADA "CREDIT WATCH DENGAN IMPLIKASI NEGATIF". IQPlus,(28/11) - Pefindo menempatkan peringkat idAA+ PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) pada "Credit Watch dengan implikasi Negatif". Pefindo mempertahankan peringkat SMGR dan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi I Tahun 2017 pada idAA+. Menurut keterangan yang diperoleh Rabu, penempatan ini mencerminkan pandangan Pefindo jika leverage keuangan SMGR akan lebih agresif karena rencananya untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Holcim Indonesia, produsen semen ketiga terbesar di Indonesia. SMGR akan mengakuisiis mayoritas kepemilikan SMCB dari Holderfin B.V dengan nilai transaksi yang diestimasikan US$917 juta atau sekitara Rp13-14 triliun dan akan dibiayai sepenuhnya oleh utang sindikasi dari bank. Kondisi keuangan SMCB yang memiliki leverage keuangan tinggi, berpotensi akan meningkatkan risiko leverage keuangan SMGR. Pada 30 September 2018, rasio debt to EBITDA SMCB sebesar 8,6x sedangkan

Berita Saham MDRN | 28 November 2018

MODERN INTERNASIONAL BATAL AKUISISI NUSANTARA AGRI SEJATI. IQPlus,(28/11) - PT Modern Internasional Tbk (MDRN) membatalkan rencana akuisisi PT Nusantara Agri Sejati (NAS). Keterangan tertulis perseroan Selasa yang ditandatangani Sungkono Honoris, Dirut MDRN disebutkan bahwa saat ini perseroan sudah memutuskan membatalkan transaksi akuisisi dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan maupun NAS. NAS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan sapi perah dan pengolahan susu. Sebelumnya perseroan pada 19 Oktober 2017 menyampaikan keterbukaan keinginan mengakuisisi NAS. (end)

Berita Saham BMRI | 28 November 2018

BANK MANDIRI TERUS GENJOT KREDIT PELAKU UMKM. IQPlus, (28/11) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus menggenjot penyaluran kredit kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di wilayah Region VIII/Jawa 3, menyusul nilai kredit yang tersalurkan saat ini telah mencapai Rp4,5 triliun. Regional CEO Region VIII/Jawa 3, R. Erwan Djoko Hermawan, Selasa, mengatakan, saat ini nasabah UMKM pedagang jumlahnya hampir 500 ribu. "Dari jumlah itu, nilai kredit tersalurkan Rp4,5 triliun dan target sampai dengan akhir tahun nanti bisa mencapai Rp5 triliun," katanya di sela kegiatan Lelang Mandiri Dagang Untung tahun 2018 di Surabaya, Selasa. Ia mengemukakan, kegiatan ini adalah malam apresiasi kepada pelaku usaha yang ada di empat titik merchant di Surabaya masing-masing Pasar Atom, ITC, dan juga di Jembatan Merah," ujarnya. Ia mengatakan, dari sekitar 26 ribu "merchant" yang ada saat ini, paling banyak masih didominasi oleh peralatan elektronik seperti gaw

IPO PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK)

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Investment Information Team IPO PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) Pada hari ini (28/11/2018), PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) mencatatkan sahamnya di lantai bursa untuk pertama kalinya dengan PT Phillip Sekuritas Indonesia selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek. PT Sentral Mitra Informatika Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Berawal dari menjual alat-alat elektronik seperti komputer dan printer, perusahaan berkembang dan merambah bisnis solusi percetakan dan dokumen serta penjualan produk teknologi, notebook dan lain-lain. Jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 154,6 juta lembar saham baru, sedangkan harga penawarannya adalah Rp 286 per saham. Pada IPO ini LUCK dapat mengantongi dana sekitar Rp 44 miliar. Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO saham ini akan digunakan: - 50% untuk pembelian aset - 30% untuk modal kerja - 20% untuk sewa tempat

Analisa Saham HMSP | 28 November 2018

BUY HMSP Penurunan weighting HMSP pada Indeks LQ45 sudah terefleksi pada harga saham HMSP dan penurunan weighting akan berlangsung secara bertahap pada bulan Febuari dan Agustus 2019. Result 9M18 HMSP : NPAT 3Q18 sebesar IDR 3.6 tn (+16% QoQ, +9% YoY), NPAT 9M18 sebesar IDR 9.7tn (+3.8% YoY). Revenue 3Q18 sebesar IDR 25.7 tn (+9.1% QoQ, +10.4% YoY), Revenue 9M18 sebesar IDR 77.53 tn (+7.2% YoY). Volume Industri dan HMSP telah berubah menjadi positif di 3Q18, dengan volume industri 9M18 sebesar -0,5% YoY (1H18: -1,4%) dan volume HMSP 9M18 +0,1% YoY (1H18: -0,4%). Pertumbuhan Volume HMSP secara QoQ : Sampoerna A Mild volume tumbuh +2%, Dji Sam Soe volume tumbuh +10%, Magnum Mild volume tumbuh +8%. HMSP sejauh ini telah meningkatkan ASP (Average Selling Price) sebesar 8% YTD dengan kenaikan pada Sampoerna A sebesar 10%, Dji Sam Soe 3%, Magnum Mild 11%. Valuasi HMSP 28.1x PE19F dan 11.3x PBV19F. Teknikal Analyst : H HMSP koreksi -1.1% dan membentuk hammer candle menunjukan

Analisa Saham ISAT | 28 November 2018

Indosat (ISAT IJ) 3Q18 review: Still in the red by Giovanni Dustin (giovanni@miraeasset.co.id) - 9M18 revenue and EBITDA were mostly in line with our forecasts, but below consensus - Pendapatan 9M18 ISAT: IDR16.8tr (-26% YoY), EBITDA: IDR5.1tr (-48% YoY) - Another net loss booked - Rugi bersih 9M18: IDR1.5tr (laba bersih IDR1.1tr di 9M17). - Conference call takeaways: USD2bn capex plan to start next year - Kami memperkirakan ISAT akan mencairkan capex sekitar IDR10tr di tahun 2019. Kami percaya ISAT akan memilih untuk menggunakan pembiayaan utang dan penjualan menara untuk mendanai rencana tersebut - Downgrade to Trading Buy with lower TP of IDR2,400 (See full report: https://goo.gl/6DDBp1)

Analisa Saham JPFA, TLKM dan ASII | 28 November 2018

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight (November 28, 2018) (tasrul@miraeasset.co.id) IHSG Daily, 6,013.6 (-0.15)%, consolidation, trading range hari ini 5,983 – 6,042. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik namun sementara akan tertahan. Demikian juga halnya  pada periode weekly ,indikator MFI optimized kenaikkan mulai terbatas namun RSI optimized dan  stochastic%D optimized masih cenderung naik. Daily resistance terdekat di 6,042 dan support di 5,983.Cut loss level di 5,894. JPFA Daily, 1,980(+3.66%), trading buy, trading range 1,960 – 2,020. Indikator MFI  optimized dan RSI cenderung naik,  Daily support 1,960 dan resistance di 2,020. Cut loss level di 1,870. TLKM Daily , 3,880 (-2.76%), buy on weakness, 3,850 – 3,950. Indikator MFI optimized  dan RSI  optimized masih cenderung turun. Daily dan Weekly resistance di 3,950 dan 4,020. Sementara itu daily dan weekly support di 3,850 dan 3,810. Cut loss level di 3,780. ASII Daily ,8,400 (+0

Analisa Saham ASII, GGRM dan JPFA | 28 November 2018

IHSG (5.980-6.040) : indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.040 kemudian 6.065 dengan support di level 5.980 dan 5.950. ASII (Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.575 kemudian 8.750 dengan support di level 8.200, cut loss jika break 8.050. GGRM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 81.975 kemudian 83.300 dengan support di level 78.625, cut loss jika  break 77.200. JPFA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.040 kemudian 2.100 dengan support di 1.915, cut loss jika break 1.845. Full report bisa di akses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c5ikw

Analisa Saham JSMR | 28 November 2018

JSMR mencoba rebound namun masih tertahan oleh down trend resistance line dikisaran level 4020. Apabila mampu menembus dan bertahan diatas level tersebut, maka JSMR berpeluang mengakhiri tren penurunannya dan mulai bergerak naik, dengan target terdekat di level 4160. Dan jika nantinya rebound saham ini kuat serta mampu berlanjut, maka JSMR akan menuju target berikutnya di 4530, dengan minor target di 4360. Indikator teknikal MACD telah golden cross dan mulai bergerak naik namun masih di bawah centreline, mengindikasikan bahwa saham ini berpeluang rebound sementara. Rekomendasi: Spekulasi Buy jika break out dan bertahan diatas 4020. Batasi resiko jika kembali turun dan gagal berttahan di 3800. http://step-trader.com/2018/11/27/jsmr-tendency-to-rebound/

Analisa Pasar Global | 28 November 2018

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market (November 28, 2018) Investment Information Team (angga.choirunnisa@miraeasset.co.id) U.S Wall Street ditutup lebih tinggi karena kenaikan sektor defensif lebih besar daripada gejolak perdagangan AS-China Saham memantul dari kerugian pada sesi awal dan ditutup lebih tinggi pada Selasa karena kenaikan sektor pertahanan membantu mengimbangi kecemasan bahwa resolusi jangka pendek perdagangan dan ketegangan antara AS dan Cina tetap sulit dipahami. Dow Jones +0,4%, naik 108,49 poin menjadi 24.748,73. Nasdaq +0,01%, tambah 0,85 poin ke 7.082,70. S&P 500 +0,33%, naik 8,75 poin dan berakhir pada 2.628,20. Presiden Donald Trump mengatakan kepada The Wall Street Journal, dalam wawancara yang diterbitkan Senin malam, bahwa "sangat tidak mungkin" bahwa ia akan menerima permintaan Beijing untuk menunda kenaikan tarif tarif pada barang-barang Tiongkok dari awal Januari 2019. Investor juga mencerna komentar dari Federal Reserve

Rekomendasi Saham William Hartanto | 28 November 2018

WH Project Outlook 28 November 2018 IHSG ditutup menurun sebesar 9.19 poin (-0.15%) menuju level 6013.59 pada perdagangan hari Selasa 27 November 2018. MEMBENTUK MONTHLY CHART Pada akhirnya yang bisa menjadi jawaban terbaik mengapa pasar dibuat bergerak mixed terus adalah adanya upaya pelaku pasar dalam rangka membentuk monthly chart IHSG. Tujuannya sederhana sekali, membuat IHSG breakout resistance namun tidak hype. Dengan demikian kenaikan untuk bulan-bulan ke depannya akan lebih solid. Selain itu alasan lainnya adalah momen ini dimanfaatkan oleh bandar untuk memborong saham-saham di harga rendah selagi ritel sedang wait and see menghadapi pasar yang mixed. Sama seperti kemarin, pada pekan ini IHSG akan menguji level resistance 6100. Perlu diketahui bahwa monthly chart IHSG sedang dibentuk sehingga sepanjang pekan ini ada 2 pilihan dalam pembentukan indeks: Diangkat naik sepanjang hari; Dinaikkan hanya pada penutupan saja karena daya beli sedikit menurun akibat akumulasi y

Update Harga Penting Saham | 28 November 2018

Dow and S&P 500 rise on hopes for a US-China trade truce Stocks closed higher after a choppy session on Tuesday as comments from President Donald Trump's top economic advisor sparked some hope the U.S. and China will strike a compromise on trade. Dow.....24749   +108.5   +0.44% Nasdaq..7083  +0.9        +0.01% S&P 500.2682  +8.7        +0.33% FTSE.......7017   -19.2       -0.27% Dax........11309  -45.6       -0.40% CAC.........4983  -11.8       -0.24% Nikkei....21952   +140.4  +0.64% HSI.........26332   -44.2     -0.17% Shanghai.2575   -1.13      -0.04% ST Times.3090   -2.98      -0.10% Indo10Yr..8.0371       -0.0912   -1.12% INDOBex240.0605    +0.8922 +0.37% US10Yr......3.055         -0.017    -0.55% VIX............19.02         +0.12     +0.36% USDIndx .....97.3780 +0.290   +0.30% Como Indx..179.92    -0.38       -0.21% (Core Commodity CRB) DJUSCL........52.10    -0.26       -0.50% (Dow Jones US Coal Index) IndoCDS...150.98      +3.535     +2.4

Analisa Saham PTBA | 28 November 2018

Setelah saham ini gagal mempertahankan momentum break all time high, PTBA terus mengalami pelemahan dengan level support kuat di 4140 telahh ditembus. Jika terus bertahan di bawah level 4140 ini, PTBA berpeluang besar melanjutkan pergerakan dalam fase bearish, dimana target penurunan ada di level 3950 – 3600. Kami perkirakan area 3600 – 4140 akan menjadi range konsolidasi penentuan arah pergerakan PTBA kedepan. Selama masih dibawah 4140, segala kenaikan hannya sebatas technical rebound semata. Jika PTBA tidak mampu bertahan di atas 3600, saham ini cenderung akan melanjutkan fase bearish menuju 2900 dengan minor target 3400 (catatan: target ini adalah jika tidak mampu bertahan di atas 3600). 2900 tentu merupakan target sangat amat menarik untuk membeli saham ini. Rekomendasi: Sell on rebound. Hindari selama masih berada di bawah 4140. Disclaimer ON https://galerisaham.com/ptba-berisiko-menuju-ke-bawah-3000-jika-ini-terjadi/

Analisa Saham ESSA | 28 November 2018

ESSA Weekly & Daily :  Buy on Weakness Berdasarkan  Peak & Trough Analysis : Weekly  ; Demand side : 1. Support : 238 2.Net Avg Buy : 314.4 3 Net Avg Buy (broker dominant) :  295.9 4.Volume transaksi terbanyak sisi demand(VAP  Demand) : 364 – 366   Supply  side : 5. Resistance: 290, 308 6. Net Avg Sell :308.6 7 Net Avg Sell (broker dominant) : 308 8.Volume transaksi terbanyak sisi supply (VAP Supply)  : 306 – 316 Daily  ; Demand side : 1. Support : 236 2.Net Avg Buy : 314.4 3 Net Avg Buy (broker dominant) :  295 4.Volume transaksi terbanyak sisi demand(VAP  Demand) : 366 – 368   Supply  side : 5. Resistance: 288, 294 6. Net Avg Sell :293 7 Net Avg Sell (broker dominant) : 288 8.Volume transaksi terbanyak sisi supply (VAP Supply)  : 260 – 266 Harga saat ini baik weekly dan daily  berada  dibawah  point 2-4 di sisi demand. Sementara itu dari sisi supply  juga demikian  dimana harga masih berada di bawah point 5-8. Pada volume rata-rata sisi demand 

Analisa Saham MAIN | 28 November 2018

MAIN  Daily :  Trading Buy Berdasarkan  Peak & Trough Analysis : Demand side : 1. Support : 1,160 2.Net Avg Buy : 1,219.3 3 Net Avg Buy (broker dominant) :  1,237.3 4.Volume transaksi terbanyak sisi demand(VAP  Demand) : 1,285 – 1,290   Supply  side : 5. Resistance: 1,250, 6. Net Avg Sell : 1,295 7 Net Avg Sell (broker dominant) : 1,275 8.Volume transaksi terbanyak sisi supply (VAP Supply)  : 1,270 – 1,280 Harga saat ini dibawah  point 2-4 di sisi demand. Sementara itu dari sisi supply harga masih berada di bawah point 5-8. Volume rata-rata sisi demand  > volume rata-rata sisi supply. Tape reading saat ini relatif bagus baik dari trade book maupun transaction summary. TAsrul Tanar

DES (daftar efek syahriah) Rebalancing 23 November 2018

DES (daftar efek syahriah) Rebalancing 23 November 2018 Out : WSKT, TBLA, SGRO, ALMI, FASW, INRU, JPRS, KRAS, SMCB, PBRX, PSDN, STTP, SOCI, AIMS, AKSI, DNET, ITTG, MARI, MDIA, SIAP, IN : JSMR, BWPT, MGRO, ATPK, CKRA, PKPK, PSAB, SQMI, CAKK, INAI, KDSI, MAIN, SWAT, NIPS, SSTM, GOOD, KPAS, PANI, ARMY, LAND, LCGP, POLL, MYRX, RISE, SKRN, CENT, CMPP, GOLD, ZBRA, YELO, IPCC, PSSI,  SHIP, TNCA, TRAM,  TCPI, AKKU, BMSR, BUVA, DIGI, FILM, GMCW, HEAL, HKMU, MAPA, NFCX,

Saham Online di Facebook