google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 11, 2019

Cara Menggunakan Elliott Wave

Mengenal Elliott Wave Teori Elliott Wave dikembangkan oleh R.N. Elliott dan dipopulerkan oleh Robert Prechter . Teori ini menegaskan bahwa perilaku orang banyak surut dan mengalir dalam tren yang jelas. Berdasarkan pasang surut ini, Elliott mengidentifikasi struktur tertentu untuk pergerakan harga di pasar keuangan. Artikel ini adalah sebuah pengantar dasar untuk teori Elliott Wave. Suatu urutan dasar impuls 5-gelombang dan urutan korektif 3-gelombang dijelaskan. Saat teori Elliott Wave menjadi jauh lebih rumit daripada kombinasi 5-3 ini, artikel ini hanya akan fokus pada dasar-dasarnya. RN Elliott Derajat Gelombang dalam Elliott Wave elliott wave degree Konvensi pelabelan yang ditunjukkan di atas adalah yang ditunjukkan dalam buku Elliott Wave. Dalam Elliott-speak, konvensi pelabelan ini digunakan untuk mengidentifikasi tingkat atau tingkat gelombang, yang mewakili ukuran tren yang mendasarinya. Angka Romawi huruf besar mewakili gelombang derajat besar, angka sederha

Saham PTBA | KINERJA 2018 : Untung Bukit Asam (PTBA) Naik 12,23 Persen

Bisnis.com, JAKARTA— PT Bukit Asam Tbk. membukukan pertumbuhan laba bersih 12,23% secara tahunan pada 2018. Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dipublikasikan, Senin (11/3/2019), Bukit Asam mengantongi pendapatan Rp21,16 triliun. Realisasi itu naik 8,71% dari Rp19,47 triliun  pada 2017. Kendati demikian, beban pokok pendapatan perseroan tercatat naik lebih tinggi 15,11% secara tahunan pada 2018. Jumlah yang dikeluarkan naik dari Rp10,96 triliun pada 2017 menjadi Rp12,62 triliun. Dari situ, laba kotor emiten bersandi PTBA itu naik tipis 0,46% secara tahunan. Tercatat, terjadi pertumbuhan dari Rp8,50 triliun pada 2017 menjadi Rp8,54 triliun. Dengan demikian, PTBA mengantongi laba bersih Rp5,02 triliun pada 2018. Pencapaian itu naik 12,23% dari Rp4,47 triliun pada 2017. Di sisi lain, total liabilitas yang dimiliki perseroan tercatat Rp7,90 triliun per akhir Desember 2018. Sementara itu, total ekuitas senilai Rp16,26 triliun. Adapun, total aset yang dimiliki senilai Rp24,17

Saham ANTM | Laba Bersih ANTM Meroket!

Bisnis.com, JAKARTA— PT Aneka Tambang Tbk. membukukan laba bersih Rp874,42 miliar pada 2018 atau tumbuh 540,60% secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dipublikasikan, Senin (11/03/2019), Aneka Tambang mengantongi pendapatan Rp25,24 triliun pada 2018. Realisasi itu naik 99,48% dari Rp12,65 triliun pada 2017. Dari situ, beban pokok penjualan yang dikeluarkan senilai Rp21,76 triliun pada 2018. Jumlah tersebut naik 97,69% dari Rp11,00 triliun pada 2017. Laba kotor tercatat senilai Rp3,47 triliun per akhir Desember 2018. Tercatat, jumlah itu naik 111,48% dari Rp1,64 triliun pada 2017. Dengan demikian, emiten berkode saham ANTM itu mengamankan laba bersih Rp874,42 miliar pada akhir 2018. Pencapaian tersebut naik 540,60% dari Rp136,50 miliar pada 2017. Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, ANTM membeberkan target pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas utama yakni feronikel, emas, bijih nikel, dan bijih bauksit pada 2019. Untuk feronikel, ANTM menargetka

Saham WTON | Wijaya Karya Beton (WTON) Agresif Incar Proyek Baru di Singapura & Filipina

Bisnis.com,JAKARTA— PT Wijaya Karya Beton Tbk. mulai melebarkan sayap ke luar negeri dengan membidik pekerjaan atau kontrak baru di wilayah Asia Tenggara. Direktur Utama Wijaya Karya Beton Hadian Pramudita mengungkapkan perseroan telah mendapatkan kontrak bantalan beton di Manila, Filipina, pada 2019. Pekerjaan itu merupakan test track work yang akan berlangsung dalam 2 bulan hingga 3 bulan ke depan. “Sudah kontrak hanya untuk test track work, begitu bilang go berhasil, kami dapat [kontrak] untuk 150 Kilometer [Km] selanjutnya,” ujarnya kepada Bisnis akhir pekan lalu. Hadian mengatakan saat ini bantalan beton masih dikirimkan ke Filipina. Namun, pihaknya berencana membuka pabrik di negara itu apabila telah mendapatkan kontrak lanjutan. “Berbicara 150 Km bukan sesuatu yang sedikit jadi kami akan coba bermitra dengan yang di sana, misalnya yang punya quarry atau semen,” paparnya. Selain di Filipina, dia menuturkan bahwa perseroan juga mengikuti tender proyek di Singapura. Produ

Saham IPCM | Jasa Armada Indonesia (IPCM) Bakal Masuk Bisnis Pemeliharaan Kapal

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) akan membuka lini bisnis baru yang bergerak pada pemeliharaan kapal sebagai salah satu langkah meningkatkan kinerja perseroan. Direktur Utama Jasa Armada Indonesia Dawam Atmosudiro mengatakan bahwa hingga saat ini proses peluncuran bisnis pemeliharaan kapal tersebut masih dalam pengurusan izin dengan Kementerian Perhubungan. Dia mengatakan bahwa lini usaha baru tersebut akan diluncurkan selepas April 2019 setelah gelaran Pemilihan Presiden 2019 selesai dilaksanakan. “Masih ngurus perizinan ke Kementerian Perhubungan, jadi pas RUPS nanti masih ngomong izin rencana itu juga,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (8/3/2019). Dia menjelaskan bahwa selain perizinan, perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang mampu untuk mengerjakan bisnis tersebut sehingga diharapkan nantinya dapat menangani berbagai jenis kapal. Selain itu, Dawan mengaku bahwa perseroan telah memiliki calon klien yang menyatakan berminat menggunakan jasa p

Saham INTP | Indocement (INTP) Menanti Geliat Pasar Ritel

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) belum berharap banyak pada aktivitas bisnis di semester I-2019. Target pasar andalan mereka sepanjang paruh pertama tahun ini adalah segmen konsumen ritel. Geliat pasar ritel pun kemungkinan juga masih terbatas. Emiten berkode saham INTP di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu memperkirakan, kondisi hujan memengaruhi konsumen untuk membangun atau merenovasi aset properti. "Namun kami berharap efek domino dari telah selesainya proyek-proyek infrastruktur, bisa mulai berdampak ke sektor ritel," kata Antonius Marcos, Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk saat dihubungi KONTAN, Minggu (10/3). Asal tahu, penjualan Indocement kepada konsumen ritel berupa semen dalam wujud kantong alias sak. Sementara wujud penjualan semen kepada segmen proyek atau korporasi umumnya dalam bentuk curah. Dalam catatan internal mereka, komposisi penjualan semen tahun 2017 terdiri dari 75% kantong dan 25%

Saham PSSI | Pelita Samudera Shipping (PSSI) Menggaet Kontrak Baru

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mendapatkan kontrak baru senilai sekitar US$ 39,4 juta untuk pengapalan bijih nikel dan batubara selama lima tahun. Nilai kontrak time charter itu menjadi kontrak terbesar mereka dalam lima tahun terakhir. Menurut perjanjian kerjansama, Pelita Samudera akan memasok bijih nikel dan batubara bagi pabrik peleburan nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry. "Kami akan melakukan pengangkutan bijih nikel dari Pulau Halmahera ke Pulau Sulawesi dan pengangkutan batubara dari Pulau Kalimantan ke Pulau Sulawesi dengan menggunakan dua kapal kelas supramax untuk penuhi kontrak time charter," ujar Imelda Agustina Kiagoes, Sekretaris Perusahaan PT Pelita Samudera Shipping Tbk dalam keterangan tertulis kepada media, Minggu (10/3). Adapun dua kapal supramax tersebut terbilang baru. Pelita Samudera membeli kapal induk alias mother vessel (MV) Daidan Pertiwi pada Januari 2019 senilai US$ 11 juta. Sedangkan satu kapal lainnya ya

Saham MPPA | Saham Emiten Grup Lippo Berbalik Arah Menguat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham emiten Grup Lippo bertolak belakang dengan sentimen negatif yang sempat menghampiri. Sejak awal tahun, harga mayoritas saham emiten Lippo menguat. Misal, harga MPPA naik 80,26%. Saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) lompat 61,36%. Demikian pula dengan LPKR yang naik 2,36%. "Itu lebih karena teknikal rebound," ujar analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas, Sabtu (9/3). Terlebih, saham-saham tersebut sempat tertekan oleh sentimen kinerja keuangan dan sengkarut masalah dalam proyek Meikarta. Belum lama ini, LPCK, merilis kinerja keuangan periode 2018. Hasil kinerja tersebut menjadi alasan saham perusahaan rebound. Laba bersih LPCK melesat 487% menjadi Rp 2,15 triliun. Lonjakan ini berasal dari keuntungan pencatatan investasi pada entitas asosiasi dengan nilai wajar Rp 2,36 triliun. Keuntungan ini merupakan selisih antara nilai investasi pada entitas anak sebelum hilangnya pengendalian pada PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan pengemba

Saham KLBF | Pembayaran Obat Program JKN Seret, Ini Strategi Perusahaan Farmasi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JAKARTA. Tahun ini industri farmasi masih menghadapi segudang tantangan. Selain bahan baku impor, macetnya pembayaran obat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih membayangi langkah mereka. Agar bisnis tetap berputar, pelaku industri farmasi berupaya mengatur aliran kas. Meski pembayaran obat BPJS Kesehatan masih bermasalah, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengaku tak bisa mengabaikan begitu saja segmen pasar tersebut. "Karena perkembangan ke depan cakupan BPJS akan tambah luas dan membaik," ujar Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk kepada KONTAN, Minggu (10/3). Asal tahu, pengadaan obat oleh BJPS melalui e-catalogue bernilai triliunan rupiah. Mulai tahun lalu, pemerintah menggelar tender obat untuk dua tahun anggaran sekaligus, yakni 2018-2019. Kalbe Farma tak menyebutkan nilai tender obat BPJS yang saat ini digenggam. Namun yang pasti, pengelolaan kas menjadi perhatian

Saham TINS | PT Timah (TINS) Berharap Laba Bersih Naik Dua Kali Lipat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun lalu, PT Timah Tbk (TINS) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 19,85% menjadi Rp 11,05 triliun. Bisnis timah masih menjadi tulang punggung pendapatan mereka. Penjualan logam timah dan tin solder senilai Rp 10,15 triliun menjadi kontributor pendapatan terbesar hingga 91,86% terhadap total pendapatan tahun lalu. Sisanya adalah kontribusi pendapatan dari lima segmen usaha lain. Kalau dibandingkan dengan kinerjanya pada periode 2017, hanya segmen tin chemical yang mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 0,10% menjadi Rp 428,05 miliar. Sementara segmen-segmen usaha lain kompak mendaki. Catatan lain, baru pada tahun lalu PT Timah menikmati penjualan nikel senilai Rp 79,60 miliar. Pada tahun 2017 dan sebelumnya 2016, perusahaan berkode saham TINS di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini tidak membukukan penjualan nikel. Hanya saja, kinerja top line yang naik dobel pada tahun 2018 tidak merembet pada bottom line. PT Timah harus puas dengan catatan

Analisa Saham HMSP, JSMR dan KRAS

IHSG (6.330 - 6.440) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melemah. Target pelemahan indeks pada level 6.330 kemudian 6.290 dengan resist di level 6.440 dan 6.490. HMSP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 3.720 dengan resist di level 3.820 kemudian 3.880. JSMR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 5.000 dengan resist di level 5.150 kemudian 5.225. KRAS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 488 kemudian 492 dengan support di level 480, cut loss jika break 476. Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7hfq

Analisa Saham GMFI, LPPF, WEGE dan WSKT

Daily Technical 11 Maret 2019 Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Senin 11 Maret 2019. IHSG ditutup menurun sebesar 74,88 (-1.16%) poin menuju 6.383,06 pada perdagangan hari Jumat 8 Maret 2019 kemarin. Secara teknikal IHSG masih memungkinkan untuk menurun kembali sampai dengan support MA60 pada 6.350. Indikator Stochastic menunjukkan potensi IHSG untuk menuju oversold dan mengalami rebound. Sentimen pasar pekan ini dari neraca perdagangan, diprediksi negatif karena neraca perdagangan masih belum membaik. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 6.350 s/d 6.400. GMFI berpotensi menguji support MA5 (bagian dilingkari), pola ini sangat mirip dengan GIAA, dan jika pola yang sama mampu dipertahankan maka uptrend akan berlanjut. Rekomendasi: buy on support 290 s/d 300, TP 314 s/d 320, stop loss <286 .="" p=""> LPPF membentuk reversal pattern pada perdagangan kemarin. Diprediksi akan terjadi pengua

IHSG Di Antara Korut dan MA60

WH Project Outlook 11 Maret 2019 IHSG ditutup menurun sebesar 74,88 poin (-1.16%) menuju level 6383.068 pada perdagangan hari Jumat 8 Maret 2019. KORUT DAN SUPPORT MA60, MANA YANG BERPENGARUH? Pasar akan kembali dilanda ketakutan setelah mengetahui kembali aktifnya Korut dalam peluncuran rudal. Foto beredar tentang pembangunan area peluncuran dan gempa di negara tersebut yang dipercaya sebagai “gempa buatan” akibat aktivitas peluncuran rudal telah membuat pasar modal terutama pasar Asia menurun signifikan, tidak terkecuali Indonesia. Kekhawatiran ini bisa dinetralisir dengan segera berakhirnya perang dagang AS – China, karena suatu sentimen harus dilawan dengan sentimen yang membawa efek berlawanan agar kondisi pasar dapat kembali normal. Namun sepertinya harapan tersebut juga sulit terwujud melihat bagaimana Trump sangat mudah membatalkan kesepakatan, buktinya dengan Korut, pertemuan ke Vietnam dapat dengan mudah dibuat tidak ada hasil. Dari dalam negeri, minggu i

IHSG Berpeluang Konfirmasi Pola Double Top

Hallo Teman Trader dan Investor Nusantara  Katalis positif naiknya cadangan devisa ke level USD 123,3 milyar atau bertambah USD 3,2 milyar tidak dapat menghadang katalis negative dari market global dan regional. Apalagi kenaikan cadev terjadi karena factor adanya tambahan utang dan bukan karena perbaikan aktivitas ekspor dan impor.  Hari ini index diproyeksikan masih akan tertekan menguji area neckline 6375 untuk konfirmasi terjadinya DOUBLE TOP. Bila area ini break maka penurunan lanjutan bisa terjadi. Untuk para trader ada baiknya wait and see dan bisa melakukan realisasi profit dari saham saham yang sudah mencatatkan gain. Bila terjadi pantulan di area support 6375 maka  IHSG akan sideways terlebih dahulu  di area 6380 - 6442 Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Uji Area Neckline Support 6375 Sebagai Penentu Arah Penurunan  Potensi Pergerakan Index : 6340 - 6430 Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini : Swing Trade : BALI BOSS NASA NUSA PPRO PZZA   

Analisa Saham MAPI, PGAS dan AKRA

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight (Mar 11, 2019) (tasrul@miraeasset.co.id) IHSG Daily, 6,383.07 (-1.16%) consolidation. Indikator MFI optimized dan indicator RSI optimized akan menguji support trendline. Pada periode weekly, indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized menguji support trend line dan  indikator MACD optimized masih bergerak turun. Daily resistance terdekat di 6,432 dan support di 6,373. Cut loss level di 6,335. MAPI Daily, 1,040 (-0.48%),buy on weakness, trading range 1,020 – 1,055. Indikator MFI optimized cenderung naik dan RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support  1,020 dan resistance di 1,055. Cut loss level di 1,000. PGAS  Daily, 2,430 (-1.22%), trading buy, 2,420 – 2,500. Indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung naik. Daily resistance di 2,500 sementara itu daily support di 2,420. Cut loss level di 2,390. AKRA Daily, 5,275 (-4.09%), trading buy, trading range 5,250 – 5,425. Indikator MFI optimized

Analisa Saham MEDC : Tekanan Jual Terbatas

MEDC  Daily ; Buy on Weakness. Tekanan jual masih terlihat di harga saham ini namun mulai terbatas. Support area 840-870 dan resistance terdekat di 940. Secara umum sejak saham ini naik dari tgl 27-Nov-2018 dimana terindikasi sbg trough yg valid asing masih net buy dengan harga rata-rata sekitar 798 namun komposisinya relatif kecil hanya sekitar 6 %. Sementara sejak turun dari 21 Fef 2019 asing sudah net sell dengan rata-rata jual di level 944 namun juga dengan komposisi yg kecuali hanya sekitar 7 %. Artinya asing tidak terlalu dominan pada pergerakkan harga ini. Sejak naik terlihat rata-rata volume sisi demand > sisi supply hal ini mengindikasikan masih adanya dukungan volume terhadap pergerakkan harga positif pada saham ini. Saat ini VAP Maximum sisi demand dan supply juga berada diatas harga sekarang (level harga sekarang sudah terdiscount dengan risk < reward) by Tasrul Tanar

Analisa Saham AKRA : Asing masih Net Buy

AKRA Daily : Buy on Weakness. Diperkirakan koreksi harga saham ini mulai terbatas setelah menyentu support di level 5,275 (support area 5,100 -5,175), resistance  area di 5,550 -5,625.  Asing masih net buy saat ini dengan net avg buy sekitar level 5,127 dengan komposisi sekitar 66 % sejak harga saham ini mulai bergerak dari tgl 2 Jan 2019 (trough).  Demikian juga sejak koreksi dari 21 Feb 2019 (Peak) masih net buy dengan net avg buy sekitar level 5,613 dengan komposisi sekitar 64.8 %.  Dari sisi demand juga terlihat volume rata-rata > volume rata-rata sisi supply. VAP Max baik sisi demand dan supply juga berada diatas harga sekaran (harga sudah terdiscount). by Tasrul Tanar

Saham INKP : Konsolidasi Lama di Support, Lalu?

Banyak yang masih menaruh harapan pada saham INKP. Ya, pada mereka lah para penjual berharap pula, agar barang dagangannya laku. Ini hal yang terbesit di kepala kami ketika melihat grafik INKP. Grafik menceritakan banyak hal, pembeli, penjual, nafsu beli, nafsu jual, motif beli, motif jual, dan sebagainya . Fase konsolidasi INKP adalah fase yang kritikal, karena dalam range 10450 – 13800 inilah adu opini bagus jelek, murah mahal, lu beli gua jual, lu jual gua beli, terjadi semuanya. Jadi, ingat selalu, selama INKP masih di dalam range ini, jangan terlalu optimistis. Kami menyarankan lebih siaga untuk hal yang lebih buruk. Mengingat saham ini kembali tertekan untuk kesekian kalinya di support konsolidasi 10450, maka kami melihat secara teknikal saham ini dalam posisi kritis. Jika INKP tidak mampu bertahan di atas 10450, saham ini cenderung akan kembali bergerak bearish dimana target awal penurunan ada di level 8000 dengan target jangka panjang di 4900. Target macam apa sere

Analisa Saham TPIA : Shrinking Spread

TPIA: Shrinking spread TPIA merupakan perusahaan petrokimia terintegrasi dan terbesar di Indonesia. Kapasitas produksi olefin dan poliolefin TPIA mencapai 1,3 juta ton dan 816 ribu ton per tahun. TPIA juga merupakan market leader di pasar domestik baik untuk olefin (52%) maupun poliolefin (PP 29%, PE 24%). Saat ini kondisi domestik sedang kekurangan pasokan petrokimia. Namun demikian, kondisi di tingkat global berbeda dan terjadi excess supply yang akan terus melebar hingga tahun 2024. Neraca TPIA cukup solid dengan tingkat profitabilitas yang baik, namun dengan adanya tekanan pada price spread yang disebabkan oleh kondisi excess supply pada tingkat global, margin pressure diperkirakan masih akan terjadi di 2019. Kami menginisiasi HOLD dengan target harga Rp5.370 (implied EV/EBITDA 15,0x di 2019), disebabkan oleh: (1) penurunan pendapatan atas maintenance yang akan dilakukan di 2019 serta (2) kenaikan supply petrokimia global yang akan menurunkan price spread dan berimbas pada tek

Update Harga Penting Saham | 11 Maret 2019

Stocks post 5-day losing streak, notch worst week of 2019 after anemic jobs report Stocks fell for a fifth straight day on Friday after the U.S. government released employment data that badly missed expectations, adding to growing concerns that the global economy may be slowing down. Dow.....25450     -22.99      -0.09% Nasdaq..7408    -13.3         -0.18% S&P 500.2743    -5.9           -0.21% FTSE.......7104     -53.2        -0.74% Dax........11458    -59.96      -0.52% CAC........5231     -36.7         -0.70% Nikkei....21026     -430.5     -2.01% HSI.........28228    -551.03   -1.91% Shanghai.2697     -136.6     -4.40% ST Times.3196     -33.6       -1.04% Indo10Yr..8.0776    +0.0428    +0.53% INDOBex246.7699  -0.4385     -0.18% US10Yr....2.6250      -0.0110     -0.42% VIX.......... 16.05        -0.54          -3.25% USDIndx .....97.3060   -0.356   -0.36% Como Indx..180.67     -0.20      -0.11% (Core Commodity CRB) DJUSCL........53.07     -1.39       -2.55

Rekap Laba (-Rugi) Emiten FY18 vs FY17 | Maret 2019

Rekap Laba (-Rugi) Emiten FY18 vs FY17 11.03.2019 BANK & FINANCE • BBRI Rp32.3t vs Rp28.9t • BBCA Rp25.9t vs Rp23.3t • BMRI Rp25.0t vs Rp20.6t • BBNI Rp15.0t vs Rp13.6t • BDMN Rp3.92t vs Rp3.68t • PNBN Rp3.11t vs Rp2.41t • NISP Rp2.64t vs Rp2.17t • BNII Rp2.19t vs Rp1.80t • BTPN Rp1.97t vs Rp1.22t • ADMF Rp1.81t vs Rp1.41t • MEGA Rp1.59t vs Rp1.30t • BFIN Rp1.47t vs Rp1.19t • BJTM Rp1.26t vs Rp1.16t • BTPS Rp965m vs Rp670m • BNLI Rp901m vs Rp748m • TURI Rp560m vs Rp475m • WOMF Rp215m vs Rp181m • AGRO Rp204m vs Rp140m • PNBS Rp20.8m vs -Rp969m TELCO, TECH & MEDIA • ASGR Rp270m vs Rp257m • BALI Rp50.3m vs Rp61.5m • ISAT -Rp2.40t vs Rp1.14t • EXCL -Rp3.29t vs Rp375m CONSUMER & PHARMACY • UNVR Rp9.12t vs Rp7.00t • MLBI Rp1.22t vs Rp1.32t • SIDO Rp664m vs Rp534m • KAEF Rp416m vs Rp327m RETAIL • LPPF Rp1.09t vs Rp1.91t • HERO -Rp1.25t vs -Rp191m PROPERTY & RELATED • LPCK Rp2.15t vs Rp367m • LPKR Rp695m vs Rp614m • SSIA Rp37.67m vs Rp

Analisa Saham ASII

ASII: Earnings in-line, optimistic on margin recovery ASII mencatatkan laba sebesar Rp21,7 triliun di 2018, +14,9% YoY, in-line dengan estimasi (PANS: 110,5%; Cons: 98%). Laba divisi otomotif tercatat lemah sebesar Rp1,5 triliun di 4Q18 (-46,2% QoQ; -34,3% YoY) disebabkan oleh munculnya one-off expense. Kami mengestimasikan penjualan 4W masih mendatar di 2019 sebesar 1,1 juta unit, disebabkan kenaikan suku bunga kredit. Namun untuk ASII, kami melihat marjin akan membaik didorong oleh: (1) berkurangnya tekanan kompetisi Mitsubishi (2) menurunnya level diskon 4W serta (3) penurunan tingkat inventori. Kinerja jasa keuangan positif, sebesar Rp1,4 triliun di 4Q18 (+4% QoQ; +69,5% YoY) didorong oleh peningkatan performa Bank Permata. Sementara, untuk divisi alat berat, laba tercatat Rp1,2 triliun di 4Q18 (-44% QoQ; +12,4% YoY) disebabkan stabilnya harga batubara, yang mendorong kenaikan penjualan Komatsu serta penjualan batubara. Divisi agribisnis, mencatat penurunan laba ke Rp250 milia

Saham PTBA di Harga Support, Rebound atau Tenggelam?

BCA Sekuritas on Bukit Asam (PTBA) 02/25/2019 Stoke the Stoves for the neighbors  - PTBA hanya mampu memproduksi sekitar ~ 6,7 juta ton batubara di 4Q18, -21% QoQ, akibat curah hujan di Sumatera lebih berat dari pada kuartal sebelumnya, menjadikan total produksi ~ 26,5 juta, + 9,5% YoY, masih di atas perkiraan kami 25.2mt untuk 2018F. Namun, dalam hal volume penjualan, perusahaan hanya menjual ~ 24,7mt di FY18, + 4,5% YoY, karena beberapa volume produksi disimpan dalam persediaan, karena mencoba mempertahankan level 3mt-4mt pada akhir 2018F. Untuk 2019, PTBA menargetkan ~ 27mt produksi batubara, + 2,3% YoY, dengan mempertahankan rasio SR di 4,1x-4,2x. Hal itu bertujuan untuk menjual lebih banyak batubara CV tinggi (> 6.400 kkal / kg) pada 2019F, dengan target 2,5 juta ton, terutama ke pasar Korea, lebih dari dua kali lipat total penjualan 2018. - PTBA memiliki kelebihan kuota sekitar 6mt per tahun untuk memenuhi DMO-nya, karena proporsi penjualan domestik mencapai ~ 50% d

Bandarmologi Saham PZZA, WEGE, ADRO, PPRO dan DMAS

Monday (11/03/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand. Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Seku ritas) IDX Composite 6,340- 6,433 SUMMARY:  STRONG SELL 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): SELL STOCH (9,6): SELL MACD(12,26): BUY ATR (14): LESS VOLATILITY ADX (14): SELL CCI (14): SELL HIGHS/LOW (14): SELL VO: SELL ROC: SELL WILLIAMS R: OVERSOLD BULLBEAR (13): SELL BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION STOCKS PICK: PZZA 1120 - 1250 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION WEGE 348 - 374 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION ADRO 1365 - 1410 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROK

Saham Online di Facebook